penjelasannya panjang banget n njelimet

secara "subyektif" gw teringat sebuah kisah, seorang
budak, yang dalam kepala gw, tentu nya ngga pernah
sekolah, jadi tentu isi kepala nya ngga njelimet, yang
nyaris hayatnya berakhir, namun tetap mengacungkan
satu jari saja, ketika sudah tidak mampu berkata-kata.

jadinya "keimanan" gw yang "subyektif" menjadi terta
wa kecil, karena masih ada saja yang suka memutar-
mutar lidah (berpanjang-panjang) untuk sesuatu yang
sebenarnya sederhana

Jadi..
Iya,
agama itu secara fisik dibentuk oleh manusia.
bahkan saat si budak itu "terpaksa" ngacung, "kolabora
tor" tersebut belum sepenuhnya komplit anggotanya,

Memang secara makna, dilihat dari diskusinya, satu ayat itu bakal sama, tidak ada perbedaan. Tetapi adanya perbedaan tersebut menunjukkan satu hal:

"Al Quran tidak dihafal berjamaah dengan persis kata-per-kata, kalimat-per-kalimat"
disini kan harus dibuktikan dulu, apakah perbedaan peng
hafalan itu terjadi setelah "kolaborator" utamanya wafat,
atau sudah terjadi sebelumnya.

indikasinya (termasuk dalam link-link soal warsh) menun
jukkan, kaum Qurasy (Muhajirin) bukan penyebab perbe
daan itu, jadi gw menyimpulkan dari Tuhan ke Muhammad
dan "ring1" tidak ada perbedaan yang dimaksud.
===

disini, kembali seperti pernah gw tulis, berhubung agama
itu untuk manusia, sedikit atau banyak tentu saja ada
campur tangan manusia dalam "membentuk" nya.

Kalau kemudian fakta tersebut hendak dipakai untuk me
nyatakan "agama (sepenuhnya) diciptakan oleh manusia",
seperti pernyataan si Ex-Polytheis yang dicurigai Deist,
nanti dulu!

sebuah mobil disebut "mobil Nasional" ada Standar kandu
ngan lokal nya, dan itu berlaku secara internasional. Sebu
ah Boeing tetap disebut Buatan America, atau sebuah N219
tetap disebut Buatan Indonesia, meski mesin nya Pratt n
Whitney (Canada) atau Roll Royce (Inggris?)

Jadi harus disepakati dulu, sejauh mana campur tangan
manusia dinilai melewati standar Kandungan Ilahiyah mini
mum?

harus 100% ?
we live in heaven then