Ini soal belief ato trust yak?
Kalo yg saya pahami, CMIIW soale ini menyangkut persoalan definisi aja...
Trust itu obyeknya adalah "benda" (materi) seperti misalnya "saya percaya (pada) Tuhan" maka pernyataan yg tepat adalah "I trust in God". Ini soal trust.
Sedangkan belief itu lebih kepada "ide" (non-materi), misalnya "saya percaya (pada) (keberadaan) Tuhan" maka pernyataan yg tepat adalah "I believe in God". Ini soal belief.
Lalu kalo terkait dgn "agama":
Percaya agama itu maksudnya apa? Ini menyangkut persoalan trust atau belief?
Satu hal lain lagi, bagaimana dgn faith? Faith itu menyangkut trust atau belief, dan korelasinya seperti apa?
Sekali lagi ini hanya masalah definisi aja lho, dimana dlm realita se-hari2 tidak jarang ketiga term tsb (trust, belief n faith) diperlakukan identik dan orang2 ybs pun biasanya bisa "memaklumi". Tapi kalo dlm diskusi seperti ini menurutku ketiga hal tsb mesti "dibedakan" dulu supaya ndak timbul kerancuan. Perlu ada kesamaan persepsi dulu.
***
BTT...
Sekarang kita urai satu-persatu...
Ada orang yg percaya adanya Tuhan atau disebut theist, ada orang yg ndak percaya adanya Tuhan atau disebut atheist, dan ada juga orang yg "skeptis" (baca: tidak percaya sekaligus tidak tidak-percaya) atau sebut saja "orang bebas" (free thinker?). Catatannya,
definisi ini saya buat dlm konteks BELIEF, bukan soal trust maupun faith.
Konsekuensinya, pertanyaan "do you believe and trust in GOD or Religion" menjadi tidak relevan diajukan ke orang atheist maupun "free thinker".
Dan dlm hal ini saya pribadi adalah seorang theist, bukan atheist bukan "free thinker", dus I believe in God.
Lalu bagaimana dgn agama? Apakah saya percaya (baca: believe) agama? Jawabnya: Ya dan Tidak. Yup, saya "skeptis" (tidak percaya sekaligus tidak tidak-percaya) dlm soal agama.
Berarti saya bukan penganut agama dong? Salah! Saya tetap menganut agama.
Saya BUKAN deist. Seorang deist adalah theist (who believes in God) tetapi "DOES NOT believe in religion" dgn semboyannya yg berbunyi "God gives us reason, not religion".
Sedangkan saya, meskipun "I DISbelieve in religion" tetapi "I TRUST in religion" dan, jika dikaitkan dgn FAITH, "my faith is Islam".
Berbeda dgn persoalan belief yg bersifat "hitam-putih", soal trust dan faith itu sifatnya "abu2", kadang kuat kadang lemah, kadang haqqul yakin kadang ainul yakin kadan ilmu yakin kadang yakin ndak jelas, setiap saat bisa ber-ubah2 ibarat gelombang lautan yg selalu naik turun. Ini, menurut istilahku, yg disebut dgn "iman".
Dus, konsekuensi dari "iman" yg naik turun tsb, saya tetap menyisakan trust dan faith, dlm ukuran dan batas tertentu, terhadap "agama selain Islam".
***
So, kalo kembali ke persoalan...:
Jawaban saya: "
I do believe in God and trust in religion."
So, dlm persoalan Tuhan saya "taqlid" (note: belief bersifat hitam-putih) tapi dlm soal agama saya bukan taqlid (note: iman alias trust/faith bersifat abu2).
---------- Post Merged at 10:43 AM ----------
Eh ada satu poin yg ketinggalan...
Bagaimana kalo persoalan ttg Tuhan dikaitkan dgn persoalan trust dan/atau faith?
Saya pilih no comment aja soale, di satu sisi saya seorang "theist taqlid" tapi di sisi lain, saya seorang...agnostis.
