Page 4 of 11 FirstFirst ... 23456 ... LastLast
Results 61 to 80 of 211

Thread: Kenapa Syi'ah di bantai?

  1. #61
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Saya tidak keberatan sedikitpun, hanya saja saya penasaran apakah ini tidak terlalu general? Apakah ini murni merupakan dampak dari ajaran Surga-Neraka atau pola ajarnya? Karena saya sulit membayangkan suatu perubahan perilaku yang tidak diiringi oleh sistem reward-punishment.
    Memang utk mengubah perilaku dibutuhkan sistem reward/punishment dan ajaran surga/neraka adalah salah satu sistem tsb. Seandainya ajaran surga/neraka adalah titik awal utk membentuk perilaku, maka ketika perilaku itu sudah terbentuk, seharusnya ajaran tsb tidak diperlukan lagi.

    Mungkin mbah Alip bisa mencoba langsung pada diri sendiri. Mengapa mbah Alip tidak menjadi Kristen? Atau mendeklarasikan diri bukan penganut Islam? Apakah menjadi Kristen adalah sebuah kesalahan sehingga harus menerima punishment? Apa yg menahan seorang muslim utk tidak menjadi Kristen? Apakah dgn menjadi Kristen maka akan menjadi penjahat?

    Ane ambil Kristen sbg sampel saja, bukan utk membenturkan.

    Mungkin kita perlu mencermati pula agama-agama yang tidak punya konsep surga neraka (apa saja ya?), apakah mereka lepas dari tindak kekerasan yang berhubungan dengan perbedaan keyakinan? Harapan saya sih ada yang bisa menelaah lebih lanjut.
    Sebenarnya tidak harus surga/neraka, tetapi punishment ketika beridentitas berbeda.

    Ane ambil contoh sejarah keberagamaan di Indonesia. Mengapa Islam mudah diterima di Indonesia, sementara Kristen menjadi sulit? Karena ketika Islam datang, Indonesia masih Hindu. Sementara ketika Kristen datang, Indonesia sudah Islam.

    Mengapa Bali mudah menerima wisatawan mancanegara yg umumnya bukan Hindu? Mengapa daerah lain sulit? Padahal alam dan budayanya tidak kalah menarik dgn Bali?

    Tapi Agama Islam memang pada dasarnya sederhana dan mengacu pada prinsip-prinsip yang universal yang seharusnya bisa mengakomodasi perkembangan jaman. Itulah penafsiran saya soal ‘kitab’ yang abadi, yaitu hukum kemanusiaan yang universal, bukan segala penafsiran dan perangkat hukum tambahan yang sayangnya disakralkan sebagai bagian tak terpisahkan dari ajaran dasarnya. Jadi sebelum re-interpretasi, kita perlu melepaskan dulu interpretasi yang sudah terlanjur melekat.

    Misalnya, bagi saya perempuan sebagai bagian aktif dari masyarakat adalah ajaran dasar dalam Islam. Jadi ketika kita mau menempatkan perempuan dalam posisi sejajar di masyarakat, kita bukan melakukan interpretasi baru, tapi sekedar membuang interpretasi lama yang dipengaruhi oleh kondisi sosio kultur ketika interpretasi ini dikeluarkan.

    ... atau itu sudah termasuk re-interpretasi ya?
    Ketika interpretasi yg ada sekarang di-deinterpretasi, maka itu menjadi ajaran awal yg sederhana. Tapi karena itu dilakukan sekarang, yg suasananya sangat jauh berbeda dengan ketika Muhammad hidup dulu, maka ajaran awal tsb pun harus di-reinterpretasi.

    Reinterpretasi ttg "kafir" yg dilakukan kelompok muslim progresif sebenarnya hal menarik. Mereka menafsirkan kafir bukan sbg nonmuslim, tetapi orang yg berperilaku buruk. Seorang koruptor, meski di KTP-nya tertulis Islam, adalah orang kafir. Seandainya orang Islam menerima reinterpretasi ini, mereka akan berfikir sejuta kali utk korupsi.

    Utk tulisan mbah Alip yg lain (ttg pendapat Maslow dan cuplikan2 dari artikel tua), ane tanggapi kemudian.

  2. #62
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Seorang mahasiswa semester 1, mau pindah kuliah, pindah universitas akan beda masalahhnya kalo seorang profesor pindah universitas.

    Yang satu masih belajar, kalo mau pindah tentunya masih mikir banyak hal. Jurusan yang sama ada apa nggak? Nanti perlakuan yg diterima seperti apa? Apalagi kampusnya yg lama terkenal anarkis dan penuh teror. Alih-alih pindah kampus buat belajar, malah dijadikan narasumber kebobrokan kampus lamanya.

    Itu soal pindah kampus doang ya? Apalagi pindah agama?



    Jadi kalo masih status mahasiswa terus mau ganti agama ya akibatnya sperti yg purba sebutkan itu. Makanya jadilah profesor dalam agama, belajar agama sampe tuntas, tamat. Nanti disuatu titik kalo udah profesor secara otomatis jadi dekan, jadi kepala universitas. Pasti akan kenal sama yg punya yayasan perguruan kristen. Bahkan ketemu sama pemilik yayasannya, Yesus. ketemu sama dekan yang namanya Buddha. Ya iya lah, profesor itu lingkungan pergaulannya sama2 yg selepel.



    Jadi belajar agama itu jgn sama oknum pur, belajar agama itu kepada ahlinya. Kalo belajar sama oknum, apa yang dikatakan dan diajarkan jangan dijadiin standard untuk generalisasi. Karena itu akan menjadikan elu gelas yang penuh, jadi penghalang buat belajar, pikiran elu jadi banyak prasangka. Seperti contoh kafir yg ente dapet dari islam rock n roll, eh progresif (gue baru denger istilah ini), kalo hal itu sesuai dengan pandangan elu ya sudah be it. Elu harusnya jadi punya pikiran bahwa ternyata agama itu gak selamanya salah, yang salah ya oknumnya.

  3. #63
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Quote Originally Posted by purba
    Mungkin mbah Alip bisa mencoba langsung pada diri sendiri. Mengapa mbah Alip tidak menjadi Kristen? Atau mendeklarasikan diri bukan penganut Islam? Apakah menjadi Kristen adalah sebuah kesalahan sehingga harus menerima punishment? Apa yg menahan seorang muslim utk tidak menjadi Kristen? Apakah dgn menjadi Kristen maka akan menjadi penjahat?
    Ane ambil Kristen sbg sampel saja, bukan utk membenturkan.
    Pertanyaan yang bagus sekali, Eyang Purba. Keluar dari doktrin agama sendiri untuk melihat segala sesuatu secara obyektif. Saya sudah pernah melakukan hal ini, soalnya, biar cakep-cakep begini saya juga kan dulu pernah (lebih) muda dan mengalami pencarian identitas...

    Tapi karena ini adalah sikap dan pencarian pribadi maka proses dan kesimpulannya tidak perlu banyak kita kutip di sini, cukuplah bahwa waktu itu saya sampai pada titik di mana saya memilih untuk tidak beragama dan mendekati pilihan-pilihan yang ada dengan hati yang terbuka dengan meninggalkan apa yang sudah pernah saya pelajari sebelumnya.

    Sayang waktu itu atheisme belum banyak ditemukan, sehingga dialog saya dengan aliran ini terbatas pada buku-buku berdebu di perpustakaan (yang banyak dicoret-coret oleh orang-orang yang tidak setuju dengan isinya...). Adapun kedua Kristen dan Hindu cukup banyak bisa saya temukan, sedangkan Budha pada waktu itu kelihatannya agak rancu dengan Kong Hu Cu (belum periode Gus Dur).


    ... hal ini menjadikan saya bersikap seperti di paling bawah tuh... soal kafir ...

    Quote Originally Posted by purba
    Sebenarnya tidak harus surga/neraka, tetapi punishment ketika beridentitas berbeda.
    Good point, Eyang. Karena itu di posting saya sebelumnya, saya menyayangkan ketika agama hanya sebatas identitas, bukan sebagai media untuk menjadi manusia berakhlak yang produktif.

    Quote Originally Posted by purba
    Ane ambil contoh sejarah keberagamaan di Indonesia. Mengapa Islam mudah diterima di Indonesia, sementara Kristen menjadi sulit? Karena ketika Islam datang, Indonesia masih Hindu. Sementara ketika Kristen datang, Indonesia sudah Islam.
    Intriguing question, I like it.

    Sekilas saya melihat bahwa Agama Hindu dan Budha yang sudah duluan ada di Indonesia adalah agama eksperential seperti saya sebut sebelumnya, dan cenderung lebih toleran, namun kelihatannya kita perlu menelaah sejarah lebih lanjut untuk bisa sampai ke kesimpulan yang lebih baik. Akan ada yang bilang bahwa Islam bisa masuk karena yang awal-awal masuk Indonesia adalah Islam Tasawuf, yaitu ajaran-ajaran tarekat yang punya kesesuaian misi dengan Hindu dan Budha. Ada pula yang bilang karena para pengajar Islam mengadopsi kultur lokal dalam penyebarannya, dan ada pula yang bilang bahwa sesungguhnya Islam masuk dengan cara kekerasan seperti tercantum dalam kitab "Darmogandul". Ada banyak versi.

    Adapun kesulitan Kristen masuk ke Indonesia, lagi-lagi pandangan sekilas saya cenderung mengatakan bahwa Islam sudah memiliki referensi tentang Kristen, sehingga penduduk Indonesia kala itu sudah memiliki prasangka duluan. Namun bisa jadi karena memang agama ini dibawa oleh orang-orang asing yang memiliki kepentingan kolonisasi, sehingga penduduk setempat cenderung menggeneralisir bahwa agama ini adalah agama penjajah.

    Saya rasa kita perlu telaah sejarah lebih lanjut...

    Quote Originally Posted by purba
    Mengapa Bali mudah menerima wisatawan mancanegara yg umumnya bukan Hindu? Mengapa daerah lain sulit? Padahal alam dan budayanya tidak kalah menarik dgn Bali?
    Yang ini saya belum punya bayangan. Tapi bisa jadi berhubungan dengan kebutuhan industri pariwisata? Kalau soal identitas, bahkan orang-orang Hindu Bali sekalipun senantiasa dengan hormat meminta kita untuk mengikuti tata cara setempat (kalau tidak mau digebuki pecalang yang galak-galak itu).

    Quote Originally Posted by purba
    Ketika interpretasi yg ada sekarang di-deinterpretasi, maka itu menjadi ajaran awal yg sederhana. Tapi karena itu dilakukan sekarang, yg suasananya sangat jauh berbeda dengan ketika Muhammad hidup dulu, maka ajaran awal tsb pun harus di-reinterpretasi.
    Akhirnya mungkin cuma perbedaan istilah ya, Eyang?

    Quote Originally Posted by purba
    Reinterpretasi ttg "kafir" yg dilakukan kelompok muslim progresif sebenarnya hal menarik. Mereka menafsirkan kafir bukan sbg nonmuslim, tetapi orang yg berperilaku buruk. Seorang koruptor, meski di KTP-nya tertulis Islam, adalah orang kafir. Seandainya orang Islam menerima reinterpretasi ini, mereka akan berfikir sejuta kali utk korupsi.
    Tanpa perlu menyebut diri progresif, saya sudah mengambil sikap ini sejak lama, sehubungan dengan pencarian yang saya sebut di atas. Hanya saja saya masih kurang cocok kalau dikatakan bahwa interpretasi ini bisa membantu mengatasi korupsi. Kayaknya masih terlalu lemah.

    Bagi seseorang yang kontrol dirinya sudah sedemikian longgar sehingga bisa melakukan korupsi tanpa rasa bersalah, maka sebutan kafir sekalipun tidak akan menggoyahkan perilakunya ini. Katakanlah suatu otoritas Islam menyetujui prinsip ini dan dilakukan deklarasi secara internasional bahwa para koruptor itu dijatuhi sebagai "kafir". Saya rasa mereka cuma akan berkomentar; "prek, emang gw pikirin?"

    Saya lebih melihat fenomena kejahatan yang berurat berakar semacam ini sebagai dampak dari kurang ditekankannya nilai-nilai hidup bermasyarakat (yang salah satunya melalui pendidikan agama) pada mereka, entah waktu kecil atau kapanpun. Kesalahannya bukan terletak pada label-label ajaran, tapi pada tidak diberlakukannya ajaran-ajaran tersebut pada mereka. Orang yang memiliki kontrol diri yang baik akan menghindari korupsi, atau bahkan sekedar beli DVD bajakan sekalipun, karena sistem keyakinan dalam dirinya merasa itu hal yang salah. Jadi label yang dia terapkan sendiri, bukan oleh orang lain.
    Last edited by Alip; 04-09-2012 at 10:09 AM. Reason: typo - kayaknya keyboard-nya perlu diganti nih...
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  4. #64
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by sedgedjenar View Post
    Jadi belajar agama itu jgn sama oknum pur, belajar agama itu kepada ahlinya. Kalo belajar sama oknum, apa yang dikatakan dan diajarkan jangan dijadiin standard untuk generalisasi. Karena itu akan menjadikan elu gelas yang penuh, jadi penghalang buat belajar, pikiran elu jadi banyak prasangka. Seperti contoh kafir yg ente dapet dari islam rock n roll, eh progresif (gue baru denger istilah ini), kalo hal itu sesuai dengan pandangan elu ya sudah be it. Elu harusnya jadi punya pikiran bahwa ternyata agama itu gak selamanya salah, yang salah ya oknumnya.
    Jadi status ente apa sekarang? Muslim? Atau ateis? Kalo ente sudah bisa lepas dari kungkungan ajaran agama, seharusnya ente adalah ateis sekarang?


  5. #65
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Jadi status ente apa sekarang? Muslim? Atau ateis? Kalo ente sudah bisa lepas dari kungkungan ajaran agama, seharusnya ente adalah ateis sekarang?

    Status ane menikah dengan 3 anak.
    Atheis itu ada dua, atheis yg udah tau agama dan atheis yang belum tau agama
    Atheis yang udah tau agama ciri-cirinya tidak mempermasalahkan agama, banyak tau tentang agama, menerima semua ajaran agama dengan encer dan sudah menapak kepada ilmu ketuhanan (soalnya tuhan juga gak beragama)
    Atheis yang belum tau soal agama ciri-cirinta mempersoalkan agama dan ajarannya

    Ane belum bisa lepas dari kungkungan agama, soalnya KTP di indonesia kudu cantumin agama
    Soalnya anak ane sekolah di sekolah islam, soalnya warisan bapak mertua ane banyak tanah bejibun dr ujung papua sampe tegal, ntar ngebaginya harus pake hukum agama. Soalnya temen-temen kantor ane masih heran ngeliat orang gak sholat tapi kelakuannya baek.

    Tapi ane suka diskusi sama teman beda agama, temen ane ada yang 3 tahun belajar meditasi di himalaya, ada yang orang hindu, ada juga yang kristen. Di meja kerja ane selain batu kristal kecubung natural, ada patung siddharta gautama yg lagi berdhyana, sama patung eyang semar. Dirumah masih ada rupang manjushri dan avalokiteshvara dan hiasan marmer lukisan wajah Yang Mulia Syekah Abdul Qodir Al-Jelani. Oh ya, not to mention seperangkat alat ritual ibadahnya tibetan buddhist berupa bell dan dorje ya

    Kira-kira menurut ente, ane apaan tuh ?


  6. #66
    ^ ente keblinger. *kabor*


  7. #67
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    ^ ente keblinger. *kabor*



    gak apa-apa lha ane keblinger di dunia
    ntar di akherat ane di terima di surganya semua agama


  8. #68
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    Quote Originally Posted by sedgedjenar View Post
    Status ane menikah dengan 3 anak.
    Atheis itu ada dua, atheis yg udah tau agama dan atheis yang belum tau agama
    Atheis yang udah tau agama ciri-cirinya tidak mempermasalahkan agama, banyak tau tentang agama, menerima semua ajaran agama dengan encer dan sudah menapak kepada ilmu ketuhanan (soalnya tuhan juga gak beragama)
    Atheis yang belum tau soal agama ciri-cirinta mempersoalkan agama dan ajarannya

    Ane belum bisa lepas dari kungkungan agama, soalnya KTP di indonesia kudu cantumin agama
    Soalnya anak ane sekolah di sekolah islam, soalnya warisan bapak mertua ane banyak tanah bejibun dr ujung papua sampe tegal, ntar ngebaginya harus pake hukum agama. Soalnya temen-temen kantor ane masih heran ngeliat orang gak sholat tapi kelakuannya baek.

    Tapi ane suka diskusi sama teman beda agama, temen ane ada yang 3 tahun belajar meditasi di himalaya, ada yang orang hindu, ada juga yang kristen. Di meja kerja ane selain batu kristal kecubung natural, ada patung siddharta gautama yg lagi berdhyana, sama patung eyang semar. Dirumah masih ada rupang manjushri dan avalokiteshvara dan hiasan marmer lukisan wajah Yang Mulia Syekah Abdul Qodir Al-Jelani. Oh ya, not to mention seperangkat alat ritual ibadahnya tibetan buddhist berupa bell dan dorje ya

    Kira-kira menurut ente, ane apaan tuh ?


    mnurut ane, ente lebih labil drpd ABG.

    love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours

  9. #69
    Quote Originally Posted by sedgedjenar View Post


    gak apa-apa lha ane keblinger di dunia
    ntar di akherat ane di terima di surganya semua agama

    Hehehehehe... jadi bisa pindah2 surga ya kop.
    Bosan surga Islam, pindah ke sorga kristen, dst.

  10. #70
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    asik. gelar ane bertambah deh
    dari kejawen, kafir, labil, sesat sampe keblinger

    kayak jendral tentara aje nih, makin banyak atribut nempel di baju



    ---------- Post Merged at 02:55 PM ----------

    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    Hehehehehe... jadi bisa pindah2 surga ya kop.
    Bosan surga Islam, pindah ke sorga kristen, dst.
    ahahaahha... sampe kenal ama penjaga gerbang surganya kop


  11. #71
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    ^iya kalo di sorga. klo pindah2 dr neraka ke nerakanya?

    love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours

  12. #72
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Quote Originally Posted by sedgedjenar View Post
    Status ane menikah dengan 3 anak.
    Atheis itu ada dua, atheis yg udah tau agama dan atheis yang belum tau agama
    Atheis yang udah tau agama ciri-cirinya tidak mempermasalahkan agama, banyak tau tentang agama, menerima semua ajaran agama dengan encer dan sudah menapak kepada ilmu ketuhanan (soalnya tuhan juga gak beragama)
    Atheis yang belum tau soal agama ciri-cirinta mempersoalkan agama dan ajarannya

    Ane belum bisa lepas dari kungkungan agama, soalnya KTP di indonesia kudu cantumin agama
    Soalnya anak ane sekolah di sekolah islam, soalnya warisan bapak mertua ane banyak tanah bejibun dr ujung papua sampe tegal, ntar ngebaginya harus pake hukum agama. Soalnya temen-temen kantor ane masih heran ngeliat orang gak sholat tapi kelakuannya baek.

    Tapi ane suka diskusi sama teman beda agama, temen ane ada yang 3 tahun belajar meditasi di himalaya, ada yang orang hindu, ada juga yang kristen. Di meja kerja ane selain batu kristal kecubung natural, ada patung siddharta gautama yg lagi berdhyana, sama patung eyang semar. Dirumah masih ada rupang manjushri dan avalokiteshvara dan hiasan marmer lukisan wajah Yang Mulia Syekah Abdul Qodir Al-Jelani. Oh ya, not to mention seperangkat alat ritual ibadahnya tibetan buddhist berupa bell dan dorje ya

    Kira-kira menurut ente, ane apaan tuh ?

    dirimu yang lebih paham seperti apa dirimu sebenernya

  13. #73
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by spears View Post
    ^iya kalo di sorga. klo pindah2 dr neraka ke nerakanya?
    gak apa-apa, malah lebih enak
    dineraka bisa nonton konser metal sama dangdut koplo
    disorga kemungkinan bosen, acaranya qasidahan sama tausiyah doang

    cihuyyy...



    ---------- Post Merged at 04:22 PM ----------

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    dirimu yang lebih paham seperti apa dirimu sebenernya
    ya paham lha ..
    cuma mereka aja yang gak paham ane
    jadi buat apa ane sebutin disini

    cuma mbikin urusan makin runyam ntar
    ini aja dah ada gejala runyam nih


  14. #74
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    ini yg dibahas masalah di sampang kan> dan atas nama paham agama itu cuma kedok. sesungguhnya ini masalah kakak adik yang rebutan perempuan.

    clear?

  15. #75
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    Ahhh skrg aja blg enakan di neraka..ntar klo beneran masuk neraka baru deh nyesel2 prnah bilang gitu. Ya uwislah. Istigfar aja banyak2. Minta ampun sama Allah SWT. Mana tau pas ngucap hal tsb (pgn masuk neraka) pas di jam2 yg doanya di ijabah Allah

    love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours

  16. #76
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Allah maha adil, yg dimasukin neraka pasti akan dimasukin sorga. Yang pengen masuk sorga pasti dimasukin neraka dulu. Buat apalah takut sama neraka, macam anak kecil aja beragama pake ditakut-takutin.

    Ya allah, masukin saya ke neraka (tapi kite bdua dah tau rulenye kan?)

    Amin

    ---------- Post Merged at 06:22 PM ----------

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    ini yg dibahas masalah di sampang kan> dan atas nama paham agama itu cuma kedok. sesungguhnya ini masalah kakak adik yang rebutan perempuan.

    clear?
    Clear bun
    Ulah oknum pemuka agama, di combine sama pengikutnya yang fanatik buta yang beragamanya masih model ditakut2 in neraka. Yang gak ikut ulama diancam neraka.


  17. #77
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    Qiqiqiqiqiqiq..atut nnniiyeeee #nomention

    love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours

  18. #78
    @Sedge: Nah, beneran jadi runyam bro. Mancing2 sih.

  19. #79
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352


    Gak apa-apa kop, biar rame lha
    Syukur-syukur jadi 'sadar'

  20. #80
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    tolong ya back to topic.
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

Page 4 of 11 FirstFirst ... 23456 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •