Page 1 of 11 123 ... LastLast
Results 1 to 20 of 211

Thread: Kenapa Syi'ah di bantai?

  1. #1

    Kenapa Syi'ah di bantai?

    Syi'ah di bantai di madura.... sungguh ironis , kalau merunut ajaran syi'ah sangatlah identik dengan pemahaman kaum nahdiyin.

    marhum Gus Dur dulu pernah mengatakan Nahdlatul Ulama (NU) itu Syiah minus Imamah, Syiah itu NU plus Imamah. Bukan tanpa alasan statemen itu dilontarkan, memang NU dan Syiah secara budaya memiliki banyak kesamaan. Di Indonesia pendakwah ajaran Islam tak dapat dipastikan apakah Sunni atau Syiah yang datang terlebih dahulu, sebagaimana madzhab leluhur para habib di Hadramaut yang masih diperdebatkan apakah Sunni, Syiah atau bahkan membuat madzhab sendiri. Karena itulah budaya, simbol-simbol Syiah melekat kuat dengan budaya Sunni di Indonesia. Kecintaan akan keluarga Nabi saw melekat dengan erat, di antaranya; pujian, tawasulan pada para imam Syiah termaktub dalam syair-syair, tarian, dll; hikayat dan cerita kepahlawanan keluarga Nabi saw; tradisi-tradisi yang mirip dengan budaya Syiah, seperti tabot, tahlil arwah hari ke-n, rabo wekasan, primbon, larangan berhajat di bulan suro; istilah-istilah keagamaan, dsb seperti syuro, kenduri.

    NU sebagai salah satu mainstream Sunni di Indonesia menghormati, mengagungkan dan mentaati keturunan Nabi saw, demikian halnya dengan Syiah, bahkan jika mereka berbuat salah pun mereka tetap menaati dan tunduk karena takut kualat, dan sebagainya.
    NU mengenang dan membacakan manaqib para leluhur guru, kyai-kyai mereka dan mengadakan haul kewafatan mereka. Begitu juga dengan Syiah. Dalam mengatasi ayat-ayat mutasyabihat berkenaan dengan Tuhan, kedua golongan ini sama-sama menakwilkan sesuai dengan posisi Tuhan, bukan memakai arti lahiriah ayat tersebut. Jika dalam NU ada saudara mereka yang meninggal, mereka mendoakannya dalam acara tersendiri, tahlilan. Begitu juga dengan Syiah. NU mengajarkan kebolehan tawasul dengan orang-orang 'suci' mereka, begitu pula dengan Syiah. NU menganggap orang-orang suci mereka tetap hidup meski sudah meninggal dan menziarahi kuburan mereka untuk bertawasul dan bertabarruk. NU mengenal tabaruk dengan benda-benda peninggalan atau pemberian orang 'suci' sama halnya dengan Syiah.
    Dua golongan ini, NU dan Syiah memang memiliki banyak kesamaan. Kedua-keduanya sudah dicap sesat dan kafir oleh kelompok Islam kecil lainnya. Tak jarang untuk mengadu domba dan mempertajam perseteruan kedua kelompok ini dan, Syiah dan Sunni, ada oknum yang mengaburkan, mengganti bahkan menghilangkan redaksi-redaksi dalam kitab-kitab rujukan Sunni-Syiah. Masalah yang seringkali dibentrokkan dengan golongan Sunni adalah imamah Ali dan 11 keturunannya, tahrif al-Quran, doktrin keadilan sahabat nabi, nikah mut’ah, taqiyah, dll.

    Keimamahan ahli bayt merupakan salah satu rukun dalam Syiah. Namun bukan berarti orang yang tidak meyakini dan mengikutinya kafir. Begitulah yang dikatakan para imam Syiah. Imam Abu Ja'far, Muhammad Al-Baqir as, berkata, seperti tercantum dalam Shahih Hamran bin A'yan: "Agama Islam dinilai dari segala yang tampak dari perbuatan dan ucapan. Yakni yang dianut oleh kelompok-kelompok kaum Muslim dari semua firqah (aliran). Atas dasar itu terjamin nyawa mereka, dan atas dasar itu berlangsung pengalihan harta warisan. Dengan itu pula dilangsungkan hubungan pernikahan. Demikian pula pelaksanaan shalat, zakat, puasa, dan haji. Dengan semua itu mereka keluar dari kekufuran dan dimasukkan ke dalam keimanan."

    Mengenai tahrif al-Quran, umat Islam sepakat bahwa hal ini merupakan masalah besar. Siapapun yang meyakini bahwa al-Quran telah berubah, baik kurang atau ditambah, maka dihukumi kafir. Sayangnya, pengeritik dan pencela Syiah tidak melihat langsung kondisi sebenarnya di Iran, melihat langsung al-Quran-quran yang tersebar seantero Iran yang sama dengan yang dibawa umat Islam lainnya. Masih ingat dengan “Mukjizat Abad 20: Doktor Cilik Hafal dan Paham Al-Quran” yang best seller di Indonesia, Masih sama kan dengan al-Quran yang dibaca dan dihafal kelompok Sunni?. Adapun riwayat-riwayat hadits, sahabat atau ulama yang mengatakan adanya tahrif al-Quran sebenarnya juga bertebaran tak hanya di kitab-kitab Syiah saja tapi juga ada di kitab-kitab Sunni. Itupun ada yang belum dipastikan sahih riwayatnya atau tidak dan juga tidak menjustifikasi si empunya kitab sebagai penganut tahrif, bahkan mungkin ia menolak mentah-mentah. Jika ada oknum di suatu golongan yang meyakini tahrif, maka itu tidak menegaskan semua golongan itu meyakini tahrif. Baik Sunni maupun Syiah mempunyai oknum yang meyakini adanya tahrif tersebut. Kalau dalam Syiah penganut tahrif al-Quran disebut kelompok Akhbari. Adapun pendukung tahrif di Sunni, pernahkan anda membaca cerita Ibnu Syanbudz dan pengikutnya, ulama besar Sunni ahli al-Quran?

    Adapun masalah sahabat, yang perlu dipertanyakan adalah apakah meyakini semua sahabat Nabi saw itu udul adalah bagian dari iman atau tidak. Jika iya, dan mereka yang mencela, mengkritik dan melaknat sahabat adalah kafir. Maka bagaimana dengan para sahabat itu sendiri yang saling mencela melaknat bahkan membunuh sahabat lainnya. Apa mereka kafir? Jika anda mempelajari sejarah Islam maka akan anda temukan banyak riwayat valid seperti itu di hampir semua kitab-kitab sejarah umat Islam, baik Sunni maupun Syiah. Jika menunjukkan dan mengungkapkan kejelekan dan keburukan sahabat merupakan dosa besar, maka hampir semua pengarang kitab hadits dan sejarah termasuk orang yang berdosa besar. Maka tak heran jika ada ulama besar hadits yang menganjurkan untuk menutupi hal-hal tersebut untuk menjaga doktrin sahabat itu wajib adil.Dengan dasar konsep semua sahabat udul itu pula semua peristiwa hitam dan kelam perseteruan sahabat ditafsirkan dan dijelaskan. Sayyidah Fatimah tidak pernah marah pada Abu Bakr karena soal perampasan tanah Fadak, fitnah yang terjadi diantara para sahabat di masa Utsman dikarenakan provokasi, bahkan perang yang terjadi antara Ali as dengan Aisyah, Thalhah dan Zubair adalah karena provokasi. Tak hanya itu, terkadang kejelekan yang dilakukan oleh para sahabat ditutupi secara halus. Jika ada riwayat yang menyebutkan nama sahabat yang berbuat buruk, maka diganti dengan fulan, si a, dll. Jika ada perbuatan atau perkataan buruk sahabat maka ditulis kadza, sesuatu, dll.

    Fitnah buruk lain yang disematkan pada Syiah adalah Syiah mengkafirkan semua sahabat, kecuali 3 orang. Jika Syiah mengkafirkan semua sahabat, lantas siapa yang membantu Ali dalam perang melawan Aisyah, Thalhah, Zubair, madzhab Khawarij, dan Muawiyah. Mau dikemanakan para sahabat nabi yang mati demi membela Islam dan keluarga Nabi saw? Bagi Syiah sahabat Nabi saw ada yang baik dan ada juga yang buruk. Mereka yang buruk tidak perlu diikuti. Syiah tidak sekedar menuduh jelek seorang sahabat tapi mempunyai bukti valid atas keburukan sahabat tersebut.

    Syiah pembohong, pendusta karena Syiah menganut doktrin taqiyah. Begitulah yang sering dilontarkan oleh pembenci Syiah. Demikian lekatnya doktrin taqiyah pada golongan Syiah dan tuduhan jeleknya sampai-sampai ada guyonan tentang taqiyah golongan Syiah di dunia maya. Tapi, bagaimana kalau anda ditempatkan pada posisi Syiah. Anda akan dibunuh jika mengungkapkan keyakinan anda yang sebenarnya, apa yang akan anda lakukan? Begitulah awal mula taqiyah sebenarnya. Begitulah tindakan Ammar bin Yasir menghadapi siksaan kaum Quraisy. Begitulah tindakan penganut Syiah selama kurang lebih seabad di masa kerajaan Umayyah. Mereka dibatasi gerakannya, diburu, dan dibunuh bila ketahuan mengikuti jejak Ahli Bait. Bahkan Hasan al-Basri pun dalam meriwayatkan hadis dari Ali as, tidak menyebutkan namanya dalam periwayatan karena kondisi waktu itu yang tidak memungkinkan. Jika demikian apa anda setuju taqiyah?

    Anda menyamakan mut’ah dengan zina, maka anda salah besar. Ibnu Abbas sampai buta mata dan wafat pun tidak pernah melarang mut’ah atau mencabut pendapatnya tersebut. Karena itulah murid-murid Ibnu Abbas meneruskan pendapatnya. Di antara mereka adalah Ibnu Juraij, Said bin Jubair, Atha’, Mujahid, bahkan ada pula riwayat yang menyebutkan bahwa Imam Malik membolehkan nikah Mut’ah. Jika Syiah meyakini mut’ah masih diperbolehkan, apakah anda akan memprotes? Toh, menurut Syiah mut’ah tetap diperbolehkan Nabi saw dan yang melarang adalah Umar di masa kekhalifahannya dan riwayat tersebut ada di kitab-kitab golongan Sunni dan Syiah.

  2. #2
    pelanggan setia heihachiro's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    little nong
    Posts
    2,614
    menurut teman yg orang Sampang, kasus di Sampang itu bukan kasus konflik agama, tapi konflik keluarga

    kakak-adik naksir cewek yg sama di pesantren syi'ah, melibatkan warga sekitarnya

    koreksi saya kalo salah, sumber hanya lisan dari temen saya yg orang Madura itu
    next year™

  3. #3
    pelanggan setia Fere's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Depan RSJ-KM
    Posts
    6,120
    Quote Originally Posted by youngblue View Post
    Tak hanya itu, terkadang kejelekan yang dilakukan oleh para sahabat ditutupi secara halus. Jika ada riwayat yang menyebutkan nama sahabat yang berbuat buruk, maka diganti dengan fulan, si a, dll. Jika ada perbuatan atau perkataan buruk sahabat maka ditulis kadza, sesuatu, dll.
    Nanya bro, yang ini sumbernya dari mana ya..?

    Quote Originally Posted by youngblue View Post
    Fitnah buruk lain yang disematkan pada Syiah adalah Syiah mengkafirkan semua sahabat, kecuali 3 orang. Jika Syiah mengkafirkan semua sahabat, lantas siapa yang membantu Ali dalam perang melawan Aisyah, Thalhah, Zubair, madzhab Khawarij, dan Muawiyah. Mau dikemanakan para sahabat nabi yang mati demi membela Islam dan keluarga Nabi saw? Bagi Syiah sahabat Nabi saw ada yang baik dan ada juga yang buruk. Mereka yang buruk tidak perlu diikuti. Syiah tidak sekedar menuduh jelek seorang sahabat tapi mempunyai bukti valid atas keburukan sahabat tersebut.
    pertanyaan kedua, simpel aja:

    syi'ah mengakui keabsahan semua khalifah 4, sebagian ato tidak sama sekali..?


  4. #4
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Kayaknya NU perlu memperluas dan memperkuat pengaruh baiknya keseluruh wilayah indonesia...

  5. #5
    konflik sunni-syiah sebenarnya adalah perbedaan paham ttg sistim kepemimpinan
    yng pada perkembangannya meluas menjadi perbedaan doktrin n ajaran.

    kasus di Sampang Madura klo mencermati dari berbagai sumber pemberitaan
    - ada yng mengatakan itu adalah konflik antar anggota keluarga yng berbeda paham (baca suni-syiah)
    yng kebetulan masing2 memiliki pengikut.

    - ada yng mengexplore lebih jaoh lagi, bhw pada dasarnya adalah masalah hegemoni
    semacam kelompok yng merasa lebih kuat (baca dominan/populer) tidak ingin ada
    kelompok laen boleh berkembang diwilayah pengaruhnya.

    hampir sama modusnya dng penyerangan thd kelompok Ahmadiyah
    inti persoalan, ketidak dewasaan sebagian umat dalam menyikapi perbedaan.
    Last edited by pasingsingan; 31-08-2012 at 08:41 AM.
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  6. #6
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Ini konsekuensi dari ajaran siksa neraka. Siapa yg gak takut kalo diancam dgn neraka? Apalagi sudah didoktrinasi sejak brojol dari rahim ibu? Seorang anak yg masih polos, langsung diisi kepalanya dgn ancaman siksa neraka. Itu akan permanen di kepalanya. Makanya pendidikan2 dasar yg berbau Islam, yg sekarang sedang digandrungi, sangat berbahaya buat ke depannya, karena mereka mengajarkan kebencian permanen dan rasa superior terhadap golongan lain.

    Menurut suni, syiah sesat dan ancamannya siksa neraka. Suni takut kalo-kalo tertular jadi syiah yg diancam dgn siksa neraka. Karena itulah syiah perlu dilenyapkan. Mayoritas muslim lebih memilih diam ketika kasus seperti itu terjadi. Mereka setuju dgn pembantaian tsb, tetapi tidak mau menyatakannya dgn terang2an. Orang Islam (suni/syiah) harus berani menafsir ulang sumber ajaran mereka agar dapat mewujudkan konsep rahmatan lil alamin di jaman sekarang ini.


  7. #7
    @purba:

    klo masalah hegemoni mah bukan soal doktrin surga neraka pur
    konflik di tibet, khasmir atau myanmar misalnya, apa itu jg gara2 doktrin karma?
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  8. #8
    ^ Mbah, mungkin maksud purba doktrin surga nerakalah
    yang menyebabkan orang2 mudah diarahkan. Sayangnya
    untuk kasus ini diarahkan oleh pemimpin tak berprikemanusiaan.

    Dan tentu saja ada doktrin lain pengganti surga dan neraka
    yang dapat menyebabkan hal yang sama. Misalnya sukuisme.

  9. #9
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Kemarin si kakak pulang sekolah sambil cerita bahwa dia dapat bintang karena bisa cerita soal kerukunan umat beragama untuk pelajaran values (di sekolahnya ada sistem bintang untuk siswa yang berbuat terpuji, semacam nilai di Hogwarts).

    Mau nggak mau sih, soalnya dari keluarga yang sering main ke rumah, paman dan bibinya katolik, salah satu bibinya protestan, dua orang bibi jauhnya atheis, satu orang pamannya jauhnya agnostik... bingung aja orang tuanya ngajarin dia soal perbedaan agama


    Sampai saat ini anak saya tidak banyak tahu soal surga neraka. Kami selalu bertanya, "menurutmu kenapa kita harus melakukan ini dan itu? Kenapa pula tidak boleh melakukan ini dan itu?"

    ***

    Pemikiran dan penafsiran Islam tidak bisa dipisahkan dari situasi politik saat pemikiran dan penafsiran itu berkembang, dan sayangnya dijadikan dogma yang harus dipelajari dan diwarisi oleh generasi berikutnya tanpa melihat perubahan yang terjadi di dunia.
    Last edited by Alip; 31-08-2012 at 09:33 AM.
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  10. #10
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    konflik terjadi karena manusianya lupa
    lupa esensi ajaran agama itu tujuannya apa
    esensinya kan menjadikan manusia tidak kacau, menjadikan manusia beradab
    makanya agama impor ini turun ditanah gersang dimana penghuninya tidak beradab

    sekarang selain impor agamanya, ternyata kekerasan dan keberingasannya juga ikutan di impor


  11. #11
    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    ^ Mbah, mungkin maksud purba doktrin surga nerakalah
    yang menyebabkan orang2 mudah diarahkan. Sayangnya
    untuk kasus ini diarahkan oleh pemimpin tak berprikemanusiaan.
    ok
    taroklah begitu yng dimaksud, pertanyaannya kemudian
    apakah klo doktrin surga-neraka itu tdk ada, yakin bakal gak ada konflik?

    Dan tentu saja ada doktrin lain pengganti surga dan neraka
    yang dapat menyebabkan hal yang sama. Misalnya sukuisme.
    maka dari itu
    jgn tergesa-gesa menjudge bhw itu kesalahan doktrin tertentu semata
    itu maksud saya
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  12. #12
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
    jgn tergesa-gesa menjudge bhw itu kesalahan doktrin tertentu semata
    itu maksud saya
    kalau menurut prasangka saya (maklum masih bodoh, masih banyak berprasangka)
    pelabelan sesat syiah ini hanya berdasarkan ulah oknumnya aja

    sama halnya dengan pelabelan islam sebagai agama teroris hanya gara-gara oknum pelaku teroris yang kebetulan beragama islam
    ajaran islamnya sendiri sih baik dan mulia

  13. #13
    Quote Originally Posted by heihachiro View Post
    menurut teman yg orang Sampang, kasus di Sampang itu bukan kasus konflik agama, tapi konflik keluarga

    kakak-adik naksir cewek yg sama di pesantren syi'ah, melibatkan warga sekitarnya

    koreksi saya kalo salah, sumber hanya lisan dari temen saya yg orang Madura itu
    Seperti biasa, kasus-kasus dengan motif agama biasanya memiliki latar lain seperti kecemburual sosial/ekonomi, bahkan politik.

    w juga pernah membaca bahwa yang berperang itu sesungguhnya adalah keluarga sendiri. Motif keyakinan kemudian dijadikan "tunggangan" sehingga merembet kemana-mana.

    terlepas dari valid tidaknya tulisan di bawah, rasanya bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk menyimpulkan kasus di Sampang bermula dari apa:
    http://rusdimathari.wordpress.com/20...syiah-sampang/

    Karma: No need for revenge. Just sit back and wait. Those who hurt you will eventually screw up themselves and if you're lucky, God will let you watch

  14. #14
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Hitler, Lenin, Stalin, Mao, Polpot membantai lebih
    banyak manusia... sampai jutaan orang

    dan bukan karena doktrin surga-neraka atau aja
    ran agama Islam.

  15. #15
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
    @purba:

    klo masalah hegemoni mah bukan soal doktrin surga neraka pur
    konflik di tibet, khasmir atau myanmar misalnya, apa itu jg gara2 doktrin karma?
    Ane ngomong dlm konteks Islam. Lihat juga kasus Rhoma vs Jokowi, sepak terjang FPI, fatwa2 MUI ttg kesesatan, pembantaian Ahmadiyah, dan beberapa yg lain. Kalau tidak ketakutan siksa neraka, apa motivasi dalam kasus2 tsb?



    ---------- Post Merged at 10:50 AM ----------

    Quote Originally Posted by sedgedjenar View Post
    kalau menurut prasangka saya (maklum masih bodoh, masih banyak berprasangka)
    pelabelan sesat syiah ini hanya berdasarkan ulah oknumnya aja

    sama halnya dengan pelabelan islam sebagai agama teroris hanya gara-gara oknum pelaku teroris yang kebetulan beragama islam
    ajaran islamnya sendiri sih baik dan mulia
    Nah, sebagian besar muslim berpendirian seperti ini bahwa itu adalah ulah oknum saja, dsb, sementara ajaran Islam itu sendiri tetap mulia. Yg mana yg mulia? Itu perlu ditelaah secara kritis.


  16. #16
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Kayaknya yang jadi masalah bukan ajaran surga neraka tapi lebih kepada ajaran 'I am hollier than thou'. Sebutlah seperti misalnya 'hanya kami-lah yang benar'.

    Konsep ini lebih kuat dari 'hanya kami-lah yang akan masuk sorga' karena dalam perasaan kebenaran ada terkandung bahwa orang lain salah, sedangkan perasaan akan masuk sorga cuma terkandung implikasi bahwa dia akan mendapat hadiah atas kepercayaan dan perilakunya. Bahwa konsep surga akan berimplikasi bahwa orang lain masuk neraka, paling cuma akan menghasilkan pemikiran semacam 'itu memang resiko yang kamu ambil' dan tidak sampai ke wacana untuk menyalahkan apalagi sampai membantai pihak lain. Dalam kasus yang sehat bahkan adau kecenderungan untuk mengajak orang lain masuk surga dan menjauhi neraka.

    Saya cenderung menyalahkan kasus kekerasan ini pada perilaku inferiority complex yang juga disebabkan oleh kurangnya kondisi.ekonomi. Orang yang merasa hidupnya kurang berhasil dan kurang bermakna akan sangat memerlukanu konsep 'aku benar dan kau salah' untuk membuat hidupnya terasa berarti. Bagi orang yang krisis identitasnya parah, dia bahkan lebih butuh kepada bagian 'kamu salah'-nya.

    Nah, ketika orang semacam ini dihadapkan pada suatu pola pemikiran lain, dia akan berusaha mempertahankan ideologinya seolah-olah mempertahankan jiwanya. Karena jika ideologinya runtuh, terbukti salah, dia tidak punya apa-apa lagi untuk membuat hidupnya berarti.

    Dalam kasus ringan ini tampil sebagai perilaku agresif dalam diskusi, tapi dalam kasus parah, bisa terjadi kasus seperti di Sampang, menghalalkan darah atas nama agama.

    Karenanya saya percaya bahwa agama seharusnya bicara dulu soal perilaku/akhlak, bukan identitas atas posisi.

    Sorry kalau banyak typo... Ini lagi belajar posting dari HP
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  17. #17
    Atau dalam versi lain, "kami umat terpilih". Hanya kami yang dicintai Tuhan. Setau w, dalam agama samawi, hampir semua agama menyatakan bahwa umat merekalah yg dipilih Tuhan, umat yang dicintai Tuhan. Dan konsekuensinya, hanya kami yang benar.
    Karma: No need for revenge. Just sit back and wait. Those who hurt you will eventually screw up themselves and if you're lucky, God will let you watch

  18. #18
    ^ makanya agama samawi rentan akan konflik.

  19. #19
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Nah, sebagian besar muslim berpendirian seperti ini bahwa itu adalah ulah oknum saja, dsb, sementara ajaran Islam itu sendiri tetap mulia. Yg mana yg mulia? Itu perlu ditelaah secara kritis.

    tau darimana sebagian besar ?
    dari sekian banyak muslim yg saya kenal justru menyesatkan syiah lho
    dan ajaran yg mulia itu gak cuma islam, semua agama ajarannya mulia karena tujuannya sama membuat manusia lebih beradab

    ---------- Post Merged at 01:29 PM ----------

    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    ^ makanya agama samawi rentan akan konflik.
    kayaknya semua agama itu rentan konflik deh om
    di buddha juga ada konflik antar sangha, sampe akhirnya ada buddha theravada - buddha mahayana
    ajaran agama kalau di ibaratkan pisau, ya manfaatnya akan tergantu siapa yang memegang dan mengendalikan pisau
    kalau yg megang manusia sih Insya Allah aman, malah bermanfaat
    kalau yang megang kera atau simpanse kayaknya gawat

    lebih gawat lagi kalo yang megang manusia yang sifatnya kayak kera


  20. #20
    Quote Originally Posted by purba
    Quote Originally Posted by pasingsingan
    klo masalah hegemoni mah bukan soal doktrin surga neraka pur
    konflik di tibet, khasmir atau myanmar misalnya, apa itu jg gara2 doktrin karma?
    Ane ngomong dlm konteks Islam. Lihat juga kasus Rhoma vs Jokowi, sepak terjang FPI, fatwa2 MUI ttg kesesatan, pembantaian Ahmadiyah, dan beberapa yg lain. Kalau tidak ketakutan siksa neraka, apa motivasi dalam kasus2 tsb?
    Gw malah dlm konteks umum, perilaku umat penganut keyakinan apapun
    (baca punya kecenderungan watak hegemoni) motifnya bisa macem2
    bisa politik, pengaruh, kebanggaan, pengakuan, penghasilan.
    Yang tidak jarang hal tersebut justru bertentangan dng nilai
    hakiki ajaran yng dianutnya.
    Last edited by pasingsingan; 31-08-2012 at 03:00 PM.
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

Page 1 of 11 123 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •