aku dengar
mereka menyanyikan lagu bahagia untukmu
aku mendengar itu
walau lamat-lamat
tapi hatiku sangat tersayat
seharusnya
kalau kau bahagia
aku bisa merasa
tapi yang ada
saat kau bahagia
aku sibuk menghapus air mata
sendiri di dalam diri...
adalah malam yang kerap menanyai 'kepada siapa kau akan pulang?'
dan cahaya matahari yang menerobos dari bawah pintu berseru : lalu, pada siapa kah rindumu tertuju, wahai perempuan sendu?
---
salam buat kop/may yg sudi mampir kesindang.....mana donk puisinyaaa...
Siapa mampu menduga kedalam jiwa? Kau?...tidak juga. Aku? ah, aku tak punya jiwa...hanya selembar nyawa!..ahahaha
cinTamu yang hangat
Malam belum cukup tua
Kau raih lembut tanganku
Melangkah perlahan
Mengikuti alunan air sepanjang kali Ciliwung
Tak peduli pada keramaian
Teriak camar dan debur riak yang pecah
Di sudut-sudut rivercab biru itu
Membentuk sebuah instrumen indah
Mengiringi langkah kita perlahan
Gemuruh air menggelitik dinding cintaku
Angin pun mulai menusuk-nusuk sendi
Kubersandar di sisi lenganmu
"Dingin...."
Kamu tersenyum
Mengecup keningku lembut
Dan hangatmu membias ke dalam tubuhku
Malam belum terlalu tua
dan kamu...
Tak pernah usai memberiku cinta...
-
kita sama sama terpejam.....
aku memeram kelam
sedangkan kau lelap dlm peraduan
kita sama sama berjalan,
ku tapaki jalan jalan tak bertuan
sementara kau petakan arah menuju pulang
dalam guci tanah liat....di bawah ranjang
ku simpan lembar lembar impian usang
kelak akan kuceritakan
bila kau terbangun dari mimpi panjang....
--
Last edited by adinda; 20-05-2011 at 03:52 PM.
Siapa mampu menduga kedalam jiwa? Kau?...tidak juga. Aku? ah, aku tak punya jiwa...hanya selembar nyawa!..ahahaha
_
tidurku tidak begitu lelap
karena mimpi bersamamu selalu menggoda..
kala senja itu.. masih ingatkah dirimu..
kamu yang selalu menggodaku......
sebenarnya peta itu sudah tak fungsi..
karna di hapeku ada gprsnya sayang..
dan aku sempat melongok ke bawah ranjang..
dimana dirimu menyimpan guchi..
aku berharap dalamnya sake...
ternyata harapanku punah...
karena isinya hanya seteguk kopi...
tidak usak kamu ceritakan..
sebaiknya kamu bubuk di pelukanku..
agar dapat merasakan bagaimana..
derasnya degup jantungku kala bersamamu..
awww... jangan cubit aku...
--
senja yang menggoda?
ataukah kau yang terlalu bergairah?
Siapa mampu menduga kedalam jiwa? Kau?...tidak juga. Aku? ah, aku tak punya jiwa...hanya selembar nyawa!..ahahaha
kuda unicorn merah muda,
mendung tersibak, tampak jalan yang panjang,
di ujung pelangi dimana semua masalah lenyap, fantasia,
kebanggaan adalah milik kita semua,
because, imagination is a part of reality-
Sleeping Spirit
bangunkan aku kala langit merah muda
saat tegesa langkahmu naiki tangga pura
bangunkan aku dengan beribu warna bunga dan harum dupa!!
lalu kan ku bangun istana cahaya
dalam jiwa hitammu
saat kau menutup mata
bangun kan aku!!!
bangunkan aku,
Kirana.....
Last edited by adinda; 21-05-2011 at 10:48 AM.
Siapa mampu menduga kedalam jiwa? Kau?...tidak juga. Aku? ah, aku tak punya jiwa...hanya selembar nyawa!..ahahaha
kuingin ketempat sepi
tuk menyendiri
tapi kudapati 2 sejoli*
saling memadu puisi
*plus kuda unicorn warna merah mudi
Sleeping Beauty
aku melihat tidurmu lelap..
wajahmu begitu syahdu terus kupandang
langitpun begitu indah membiru bagai hamparan laut
harum dupa beribu aroma dari pura sangat menyengat !!
kuragu tuk menggodamu..
karena ku tahu dirimu lebih binal dari kuda..
jiwa hitamku redup....
kala melihat kelelapan tidurmu..
maaf aku lupa bangunkan kamu !!!
permiisiiiiiiiiiiiiiiii
nebeng yee din...
lelaki dan celana kolor
dia duduk menyeruput minuman itu di pojok
dan terlihat jelas dia sangat kehausan karena udara panas yang begitu menyengat
oh tentu saja...di negri tropis ini memang lage amat sangat panas menyengat
lelaki yang kehausan itu menyingkap bajunya
dan entah kenapa celana kolor ga mau ketinggalan ikutan nyembul dari sisi celana jeans sang lelaki
lelaki yang kehausan itu menikmati air es dingin di temani angin sepoi
dan tentu sang celana kolor berwarna coklat itu pun ikut menikmati angin sepoi2 di tengah terik panas matahari
arghhhhh
kenapa ga ada pemandangan indah yang bisa kuliat selain si lelaki dan celana kolor nya nyembul
![]()
trit ini sepi
kukisahkan kisah yg mencekik
tentang ibuku yg sedang mencanting
ditemani lilin, terangi gubuk reyot dimalam yg dingin
masih kuingat rintik2 gerimis memukul dinding
ibu terus mencanting
kuingat saat2 ayah pergi tinggalkan kami
membuang keluarganya demi istri lain
kulihat air mata ibu menitik
ibu terus mencanting
ibu menangis...
mmh..aku kayak pernah baca puisi serupa tapi tak sama
idenya sama
kalau ga salah...tentang ibu yg latihan menangis karena kalau tangsiannya sdh betul, si bapak akan plg
bagus pur...i like urs better than the one i read ..teruskan!![]()