Page 3 of 9 FirstFirst 12345 ... LastLast
Results 41 to 60 of 167

Thread: Ukir Jemari Adinda

  1. #41
    Aku bukan pengkhianat, hanya Laknat


    jarum jam terdetak begitu haru
    bangunkan ingatan dlm darah beku

    buram pandangan,buru nafas tercekat
    bersama suara suara malam..menjelma jeritan

    potongan potongan masa silam sayat urat urat darah
    menagih impian yang terlanjur pecah,sebelum berubah jadi nestapa

    kau memasang jarak, seperti ranjau yang siap meledak
    walaupun aku telah berkali aku luluh terserak

    aku tidak bersalah...bisikku
    tidak!

    aku laknat?
    Ya,

    tapi aku tak pernah berkhianat!

    bagaimana mungkin? aku bahkan tak pernah memilikmu!!!
    Siapa mampu menduga kedalam jiwa? Kau?...tidak juga. Aku? ah, aku tak punya jiwa...hanya selembar nyawa!..ahahaha

  2. #42
    Busettttttt.... dalam banget puisinya.

  3. #43
    Quote Originally Posted by minniesca View Post
    permiisiiiiiiiiiiiiiiii


    nebeng yee din...

    lelaki dan celana kolor

    dia duduk menyeruput minuman itu di pojok
    dan terlihat jelas dia sangat kehausan karena udara panas yang begitu menyengat
    oh tentu saja...di negri tropis ini memang lage amat sangat panas menyengat

    lelaki yang kehausan itu menyingkap bajunya
    dan entah kenapa celana kolor ga mau ketinggalan ikutan nyembul dari sisi celana jeans sang lelaki
    lelaki yang kehausan itu menikmati air es dingin di temani angin sepoi
    dan tentu sang celana kolor berwarna coklat itu pun ikut menikmati angin sepoi2 di tengah terik panas matahari

    arghhhhh
    kenapa ga ada pemandangan indah yang bisa kuliat selain si lelaki dan celana kolor nya nyembul
    Ngaco.... puisi yang sangat menghibur.

  4. #44
    Gerwani Gerwani ...


    jika kami mati sebelum fajar mengembang
    kami pahlawan

    jika dalam gorong gorong kali mayat kami mengambang
    kau tak bertuhan!

    ini.. kuku cat warna warni ini
    adalah ibu bumi
    tempat anak anak kami menyusu
    dan batang batang menegang

    dan apakah kau,
    bersujud dalam dalam
    jika teriak busung lapar
    bergema diantara suara suara adzan,
    tidak kau hiraukan?...

    ruang peranakkan kalam
    susur jalan berkarang
    tandus kata hampa bermakna
    menelusup bintang

    aku..kau, manusia.

    ---
    Last edited by adinda; 24-08-2011 at 10:25 AM.
    Siapa mampu menduga kedalam jiwa? Kau?...tidak juga. Aku? ah, aku tak punya jiwa...hanya selembar nyawa!..ahahaha

  5. #45
    Kisah dari sebrang pulau


    ketika itu aku masih lugu,
    kubiarkan saja kau rayu dengan syairmu

    sekarang, bahkan ibu bisu padaku
    kenang pilu yg kuhujam beribu ribu

    alu ku baca sajak tentang kulum kulum basah digelung rambutmu

    "haisshh..laknat betul pria ini", pikirku

    kudatangi seorang kawan lama
    kuceritakan sambil bergurau

    kisah seorang penyair mesum dari sebrang pulau
    Siapa mampu menduga kedalam jiwa? Kau?...tidak juga. Aku? ah, aku tak punya jiwa...hanya selembar nyawa!..ahahaha

  6. #46
    untuk Penyair Mesum ku...

    mata sudah jenuh
    bahu ku berlumuh peluh

    cintamu memekik tinggi sampai ke surga
    kulum demi kulum kutangisi dengan darah
    tak kembali ...ataupun singgah

    bidadari bintang rupanya telah mengajakmu berkelana
    tinggalkan celah celah hatiku yang dulu katamu indah

    siapa yang harus kusalahkan?

    gaun mahal di etalase toko??
    gedung mewah dan bunga melati?
    atau biaya persalinan yang katamu terlalu mahal!!?

    aku lelah dengan romansa
    lelah dengan gairah
    dengan bibir basah yang haus cinta

    aku sudah lelah dengan ranjang
    dan hasratmu yang murahan!

    --

    untuk W (J) S!
    Siapa mampu menduga kedalam jiwa? Kau?...tidak juga. Aku? ah, aku tak punya jiwa...hanya selembar nyawa!..ahahaha

  7. #47
    Sejengkal Ranjang


    selalu ada celah
    tempat gelisah bergulung,
    mengubah alur cerita
    melesat dari kata
    tajamkan rasa,
    yang kian patah...

    jikapun aku dewa
    masih saja tak mampu ku ubah arah cahaya

    padahal ranjang hanya sejengkal
    tapi kau membuatnya begitu lebar
    hingga masing masing kita tidur berlainan sisi

    dan tiba tiba hujan mengusik....
    memaksa kita menerima malam
    yang basah kuyup oleh airmata!

    --
    July 31, 2011 at 9:23pm
    Last edited by adinda; 24-08-2011 at 10:26 AM.
    Siapa mampu menduga kedalam jiwa? Kau?...tidak juga. Aku? ah, aku tak punya jiwa...hanya selembar nyawa!..ahahaha

  8. #48
    Kembang Ingatan

    Hari itu serupa belukar..
    menjalar...
    lalu perlahan mekar. .
    dan tanpa tersadar, sepotong jiwaku yang kusam telah dipenuhi mawar.

    Pada ranum usiamu, telah kutitip sekuncup kembang,
    saati ia mengharum nanti , ingatkan aku untuk kembali!

    ---
    June 29, 2011
    Last edited by adinda; 24-08-2011 at 10:27 AM.
    Siapa mampu menduga kedalam jiwa? Kau?...tidak juga. Aku? ah, aku tak punya jiwa...hanya selembar nyawa!..ahahaha

  9. #49
    nempel coretan kesukaan, untuk mengenang masa masa silam :


    Sepotong malam


    (SUARA AIR DARI KAMAR MANDI)
    Aku ingat beberapa kali dengar suara mandi pagi pagi...
    beringsut dari kasur kusut. kelar bersetubuh subuh subuh, wajahnya lusuh, lirik jam di atas meja jati.
    dia mandi..lalu pergi
    dia mandi..lalu pergi
    dia mandi..lalu pergi

    sampai disitu.berhenti.

    sama seperti matahari belai belai lautan sebelum hujan..."aku cinta... aku cinta kau lautan, katanya". namun saat lautan geliat basah oleh hujan. Matahari sembunyi. banci.

    Nah, sama sepeti laki laki yang lagi mandi di kamar mandi tadi...iming iming cinta sebelum bucah birahi,seperti sebentar lagi mau dikebiri. namun saat puas, esok janjinya jadi cerita kusam.mimpi usang
    lain lagi esok hari.

    (AMBIL SELEMBAR TISU DAN PENA DARI DALAM TAS KECIL. COBA MENULIS)
    ahhh
    sajak jelek. puisi jelek, mataku masih melek.hhh, sial.

    (TISU DIGULUNG GULUNG. LAKI LAKI SELESAI MANDI. PAKE BAJU KERJA.
    LEMPAR UANG KE ATAS KASUR)
    "ini, jangan minta lagi ya, cuma ada segini" "nanti kupanggil lagi"
    (tapi ceritanya sudah lain lagi).
    "ada teman yg lagi cari penari, bisa?"
    (kali ini pembeli ingin jadi penjual)

    DIDALAM MOBIL MENUJU PULANG.
    Gapura gapura berjajar begitu gagah di sepanjang jalan Rama Shinta
    kapan bisa punya rumah begitu megah?

    HP BUNYI.PESAN SINGKAT DI LAYAR DARI 'CHAYANGKU' : kamu udah pulang? kenapa perbaiki komputer lama sekali?


    mimpiku belum kelar, terkapar...seperti kamboja di halaman pura yang disekar, sebelum sempat mekar.
    angan itu belum tergapai...hmmmmh tubuh sudah keburu lunglai..tertidur diatas dipan tipis.
    Belum makan.


    ----
    Thursday, March 25, 2010
    Siapa mampu menduga kedalam jiwa? Kau?...tidak juga. Aku? ah, aku tak punya jiwa...hanya selembar nyawa!..ahahaha

  10. #50
    -Rintih-

    apa yang harus kusuarakan disini?
    raga ku telah di pagari oleh nyanyian nyanyian cinta yang terasa asing, bahkan di telingaku sendiri

    apa yang harus keceritakan padamu agar lepas belenggu ku?
    berapa harga airmatamu?
    kan kutebar diatas jasadku, agar sejenak dapat kembali bermimpi aku

    dimana kau dapatkan kerutan kerutan di wajahmu
    bagikan satu padaku agar akupun nampak renta dan lelah
    supaya rima rima sajak itu mengenaliku lagi

    aku tak betah,
    berlama lama .....bahagia....
    Siapa mampu menduga kedalam jiwa? Kau?...tidak juga. Aku? ah, aku tak punya jiwa...hanya selembar nyawa!..ahahaha

  11. #51
    pelanggan setia beastmen85's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    The Dreamcloud
    Posts
    3,046
    wah adinda menulis lagi, lik dis

    paling suka :
    -Rintih-

    tp yg sebelumnya unik, kek cerpen

  12. #52
    Tengah lautan. Nelayan dan pemabuk duduk berdampingan
    bertukar kisah pada camar camar kian gelisah
    sedangkan pinggul malam meliuk dengan pongah-nya

    kadang patah tercekat kata kata
    tercekik erang dan jeritan yang tertahan

    ini malam, ditaburi serapah dan caci maki!
    jiwa jiwa berlubang berjatuhan
    cedera diamuk peradaban

    begitupun pada pesisir Aku mengiba
    meski luka sesekali masih menganga
    Last edited by adinda; 13-09-2011 at 05:01 PM.
    Siapa mampu menduga kedalam jiwa? Kau?...tidak juga. Aku? ah, aku tak punya jiwa...hanya selembar nyawa!..ahahaha

  13. #53
    Sajak lama,
    dengan gaya dan editing yg lama
    (terus, yg baru apanya? ya baru ditempel disini..berisik amat..!)



    Pelacur ibu
    February 20, 2011

    di parkir sebelah barat gedung tua...sepatu hitam menjejak tanah..
    gerah singkap selendang dada ..dikejar terik menyelusup terburu...

    'aku ingin sekali punya rumah, yang halamannya luas...ditumbuhi semak dan kembang'

    malam menggerayang
    ibu belum pulang

    anggur masih dituang
    pada gelas dan serbet yang sama sama murahan

    dulu ada seorang ibu penjual susu
    sering kemari datang bertandang
    setelah punya rumah dan pekarangan


    ia menghilang....
    ---
    Siapa mampu menduga kedalam jiwa? Kau?...tidak juga. Aku? ah, aku tak punya jiwa...hanya selembar nyawa!..ahahaha

  14. #54
    Sajak dari jaman kuda,
    waktu kuda masih berkaki empat dan tidak bercula....ingat, tidak bercula! *melirik wallpapur



    Cinta Dari Shindu
    August 10, 2010

    suara kepak camar laut pulang kedalam pelangi
    layang layang diturunkan dari langit sore
    mendung menutupi agustus…

    wanita wanita paruh baya nyalakan dupa di sepanjang jalan
    berjuta mantra dan doa menguap ke nirwana

    aku masih berduka…

    gelombang lembut pantai Shindu berbisik lirih…
    lalu dimana kau akan berteduh malam ini, perempuan letih?’..

    tak bisakah kau peluk dan bawa aku ke dasar laut mu?

    ‘tirtaku adalah tempat bersemayam ruh manusia sudah yang mati”

    bibir perempuan bergetar lirih, aku pun sudah lama mati…hanya Sang Bumi belum berkenan menerima ragaku…

    gurat iba Shindu basahi kakiku yang terjuntai dari dinding batu…

    Rumah tak harus atap dan dinding, perempuanku…
    pasir pantai akan menjadi alas kakimu
    matahari sebagai penghangat jiwamu
    dan rasakanlah musim di bulan ini….
    ketika wangi madu dari kelopak bunga yang rekah sampai padamu
    saat itulah aku menjelma kekasih bagimu
    Last edited by adinda; 13-09-2011 at 05:34 PM.
    Siapa mampu menduga kedalam jiwa? Kau?...tidak juga. Aku? ah, aku tak punya jiwa...hanya selembar nyawa!..ahahaha

  15. #55
    Didepan teras, di bawah gemintang, setelah adzan berkumandang...
    September 10, 2010

    malam tadi, didepan teras, di bawah gemintang, setelah adzan berkumandang....
    selintas niat usik benak ku ..
    bagaimana jika kau kutinggalkan?

    beribu ribu kalipun tlah kau minta aku pergi
    namun aku masih belum beranjak

    belum...belum cukup tabah aku melangkah kala itu
    mungkin dari sekarang aku harus bersiap siap
    jika suatu saat hasratku hilang
    dan bagiku kau hanya sebatang pria jalang

    sebelum aku terlelap, masih kurasakan kau mencium keningku
    tapi luka ku sudah terlalu dalam, sayang

    kau bilang kali ini kau akan menjagaku
    KENAPA ..KENAPA TIDAK DARI DULU?

    kau juga menangis dan berkata mulai sekarang kau akan ada tiap kali aku butuhkan
    KENAPA TIDAK DARI DULU??
    sebelum tergadai ragaku di jalanan?

    kau bilang aku tak perlu rindu ayah, karena kau kan belajar jadi pahlawan...
    KENAPA...KENAPA TIDAK DARI DULU? sebelum pria pria paruh baya itu menyentuhku???!

    dengan mata sendu kau beranjak dari peraduan
    tinggalkan selembar uang diatas meja kayu

    untuk apa?
    bahkan aku tak lagi mencintai diriku!
    alu sore ini kau pulang bawakan selembar baju lebaran

    SIALAN!!

    aku tak butuh penutup tubuh

    aku berharap mati sebelum subuh!!

    simpan semua cintamu sayang
    biarlah matahari yg pongah meninggi
    aku masih ingin disini

    tertekuk dalam imaji
    Siapa mampu menduga kedalam jiwa? Kau?...tidak juga. Aku? ah, aku tak punya jiwa...hanya selembar nyawa!..ahahaha

  16. #56
    Mulai malam dikampung Nelayan
    March 5, 2010

    putik jingga dipangkuan senja.
    manja.
    lembut merona.sekuntum malu malu rekah

    jukung tiba, pendar di celah cahaya
    warna warni......berkilau,
    titip senda gurau
    pada desau gelombang yang mulai parau

    tubuh ikan riang riang.
    pesisir tinggalkan siang
    jaring basah.nelayan belum mau lelah

    wangi lautan. wangi garam.

    kusandari sebongkah karang
    amati malam datang perlahan lahan

    jukung di geser dari tepian. anak istri mimpi diburitan
    'pak, tangkap ikan yang besar ya, nanti adek jual
    bakal beli mainan".....
    Siapa mampu menduga kedalam jiwa? Kau?...tidak juga. Aku? ah, aku tak punya jiwa...hanya selembar nyawa!..ahahaha

  17. #57
    Selembar nyawa, diatas kereta malam.


    selembar nyawa, diatas kereta malam..
    menuju pulang kedalam kelam,
    matanya kosong sekosong gairah yang ditawarkan wanita wanita peghibur diatas gerbong...
    tangannya menggenggam selembar foto gadis kecil berambut merah, mungkin pada sosok di foto itu ia akan pulang? atau justru ia sedang berlari dari gadis kecil dalam foto itu?

    selembar nyawa diatas kereta malam, hampir tak bertenaga, makanya ia kusebut hanya selembar nyawa...wajah pucat seakan tak berdarah, lemah tersandar dibangku kereta. Siapa yang mengerti dirinya? kereta sibuk melaju menerobos gulita malam, penjaja rokok sibuk bertahan diantara goncangan goncangan kereta sambil membawa asongannya. Ibu ibu pegangi anaknya yg tidur dipangkuan.

    Siapa yang mengerti diriku, pikirnya? jika aku mati diatas kereta ini,paling paling aku besok jadi berita murahan di tabloid murahan : seorang pria menegak racun dalam perjalanan di atas kereta malam, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan ditubuhnya, Pria ini disinyalir bunuh diri. titik. habis.

    tak ada yang tau kemana tujuan pria itu. tak ada yang mengajaknya bicara. begitu juga aku.
    aku sibuk dengan pikiran pikiranku menerka ada apa dengannya.
    kami sama sama melaju...entah kemana...

    (2008)
    Siapa mampu menduga kedalam jiwa? Kau?...tidak juga. Aku? ah, aku tak punya jiwa...hanya selembar nyawa!..ahahaha

  18. #58
    Barista Nharura's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Di Hatimu
    Posts
    5,072
    puisinya bagus,, dalem... entah kenapa.. saya suka membaca "Sejengkal Ranjang:, unsur diksi-nya bagus.. "hei, tulisan ini berbicara dengan indah"^^

    keep writing
    Penulis Sastra, Penyayang Hewan, PNS biasa

    "Sedekah Aja "

    Sastra - > Dear Diary Inspirasi

    Kucing - > Semua Tentang Kucing

    PNS - > Sukses Mengabdi Pada Negara

  19. #59
    dokter RSJ - KM ancuur's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    RSJ - KM Jabatan:____ Dokter Jiwa
    Posts
    15,694


    Mungkin aku memang lemah
    Seperti raga yang rapuh di jiwaa
    Saat ku terdiam menangisi atas ke pergianmu
    Yang melangkah jauh pergi
    Pergi.....dan tak pernah kembalii

    Setiap detik,ku menanti mu
    Dan terus mengukir harapan semu di hati
    Hingga terukir dalam dan terasa sakit di hati
    Karna terlalau lama ku menunggu mu

    Sakit dusta yang kau berikan pada ku
    Tak akan pernah hilang di mentari pagi
    Sampai engkau hadir…
    Sampai larut penantian menjadi bagian dari takdir ku

  20. #60
    Pulang-
    May 30, 2011

    Oh Suara ketuk di balik pintu...
    kasihanilah aku!
    aku tak punya apapun untuk dibuka

    sepanjang hari ku kulit - i diriku
    namun Waktu telah mengayunkan mata sabitnya
    dan memanen ingatanku!

    pada kampung kampung nelayan...
    kutanya apakah satu dari mereka,
    pernah menjala senja
    pada hari aku dilahirkan

    bahkan kertas kertas usang di kelurahan tak menyimpan namaku
    ah....
    lalu dengan apa aku harus pulang

    kecuali dengan selembar kain kafan?

    ---
    Siapa mampu menduga kedalam jiwa? Kau?...tidak juga. Aku? ah, aku tak punya jiwa...hanya selembar nyawa!..ahahaha

Page 3 of 9 FirstFirst 12345 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •