Page 9 of 13 FirstFirst ... 7891011 ... LastLast
Results 161 to 180 of 246

Thread: [ngobrol] Bunga Bank bukan riba?

  1. #161
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
    [MENTION=7]cha_n[/MENTION]

    oke, dalam contoh kasus dibawah


    apakah angka bagi hasil 20-30% tsb merupaken nisbahnya atau
    bgmn penjelasannya
    maksudnya gini om [MENTION=14]pasingsingan[/MENTION]
    kalau pake kredit tanpa agunan atau kartu kredit, udah jelas ya gede bunganya bisa sampai 40%
    kalau pakai kredit mikro yang dikeluarin sama bank waktu itu pernah tanya sekitar 20%
    jadi misal saya pinjam 50jt bunga 20% jadi yang dikembalikan 60jt dalam satu tahun.
    pinjam di bank syariah, kalau kita hitung2 dari bagi hasilnya, sama juga sekitar 10 juta yang nanti akan kita setorkan ke bank.
    sedangkan kalau saya pakai agunan SK PNS, maka dapat bunga ga sampai 12%, tentunya ga sampai 10 juta saya harus setor ke bank dalam setahun (seingat saya mereka minta bagi hasil 70:30 atau 60:40, lebih gede ke pemodal alias bank)

    gimana tuh? bagi saya segitu mah mencekik leher, kita yang usaha tapi banyakan bank yang dapet duitnya.
    praktik kayak gini malah ga mendorong dunia usaha, masih mending minjem ke bank konvensional (dengan kasus saya bisa agunan pakai SK) bunganya kecil.
    memang sih ada namanya risiko, kalau usaha gagal gimana, karena itu kami juga pinjam dengan pertimbangan maksimal.
    usaha sudah jalan dulu, jadi meminjam itu untuk pengembangan, bukan merintis dari awal. kita bisa meminimalkan risikonya, tahu mitigasinya

    dengan inflasi sekitar 7% per tahun, praktis bank sebenarnya hanya ambil keuntungan sekitar 5% saja setahun.
    saya ngomongin Indonesia ya, jadi pakai kondisi Indonesia, jangan pulak disandingkan dengan kondisi negara maju yang inflasinya juga kecil, jadi bunganya bisa jadi juga jauh lebih kecil.


    Di sisi lain saya juga melihat adanya aturan soal riba ini sebagai sebuah batasan, sedikit banyak diceritakan oleh Mooncying (walau dengan cara yang belibet ) aku setuju riba ini warning dalam hal pinjam meminjam. Bahwa meminjam itu harus dipikirkan risikonya, pinjaman itu ada biayanya, pinjaman itu bukan uang yang jatuh dari langit, kita harus balikin tuh duit ke pemodal.

    Bisa jadi sistem ini tidak sempurna, tapi mungkin dengan keterbatasan saya, saya belum menemukan sistem lain yang lebih adil tentang hal ini.
    maka itu yang sering saya tantang ke pegiat ekonomi islam, apa solusinya bagi kami pengusaha?
    sistem macam apa yang lebih adil?
    kata [MENTION=1341]MoonCying[/MENTION] modelnya apple, terus mekanismenya gimana? jaminannya apa? percaya doang?
    belum lagi kalau ngomongin soal uang kertas, ada yang berpendapat juga uang kertas itu riba. Nah lhooooooo
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  2. #162
    Hari ini kak Cha_n klo ingin mencari transaksi yg secara textual(cuma berdasar text semata) bisa dihakimi sbg riba nasiah imho, gak bakal ketemu.

    Karena setiap pemberi pinjaman pasti akan menyebut di awal. Ntah itu rente, ntah itu denda klo sampai 1 tahun utang blum lunas, dsb.

    Tapi klo kita ambil esensi(ciri) riba nasiah. Yaitu exploitasi, ketidakadilan .... .

    Saya belibet karena saya tidak ingin ada yg terpaku textual aja tapi malah terlupa 'apa sih esensinya Allah mengharamkan riba nasiah'
    (Apa sih tujuan/hikmah ... .himbauan/maksud sebenarnya Alllah mengharamkan riba ...)

    Karena sampe melakukan perjanjian/transaksi yg di mata Allah adalah riba .... .

    Ancamannya ngeri ... .

    Quote Originally Posted by Ancaman View Post
    Dari Jabir berkata: Rasulullah melaknat orang yang memakan riba, wakilnya, sekretarisnya dan saksinya. (HR. Muslim 4177)

    • Riba: bertindak tidak adil ke orang lain. ‘dengan sengaja’ meniatkan untuk cari untung sendiri. Apalagi jika niatnya ngasih pinjam ‘riba nasiah’ ke orang miskin yang default berhutang adalah untuk cari budak atau tenaga kerja berupah rendah ... .


    Atau klo di era modern mungkin boleh di-interpretasikan .....”sengaja memanfaatkan orang lain” (dengan konotasi negatif). Atau Tukang nganak-kan uang(rentenir).

    Imho, ayat quran perihal larangan riba, alih-alih sebagai alat untuk mengjudge transaksi yang bagaimanakah atau apa sajakah yang termasuk riba. Imho, Larangan riba adalah himbauan agar setiap muslim memiliki self control (pengendalian diri) atas hasrat memperkaya diri. Agar muslim menjadi manusia yang berkeadilan.

    dan juga berhati-hati, agar tdk dijadikan obyek exploitasi ... .karena tertekan utang dekat ke ke-kufur-an ....(menasehati diri sendiri juga sih)

    ---------- Post Merged at 05:59 PM ----------

    Klo ttg APPLE,

    semustinya di USA sana ada dong, pendirian badan usaha .... .notaris, pasal per pasal ... .

    Cara ngontrol agar pemilik modal tidak dibohongi pelaku usaha ... .

    Yg di indo barang langka. Bisa jadi di USA tlah biasa dilakukan
    Last edited by MoonCying; 31-05-2014 at 08:27 AM.

  3. #163
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    supaya ga belibet, kalau ada satu copasan, kasih penjelasan sejelas2nya ke pembaca, jangan tabrak lari (menasehati diri sendiri juga sih)

    karena mau tarik ke prinsip keadilan, ntar ditanya lagi, adil menurut siapa?
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  4. #164
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Kejadian penanaman investasi 'wah' yang dilakukan oleh Cak Armas C. "Mike" Markkula tidak bisa dijadikan acuan dalam masalah ini, karena beliau menggunakan uangnya sendiri dan memang siap menerima resikonya. Bank adalah institusi yang bertanggungjawab atas dana sekian banyak nasabah, termasuk di dalamnya para pensiunan, penabung kecil dan lain-lain. Bank harus melakukan investasi melalui proses yang cermat dan bertanggungjawab, bukan spekulasi a la Markkula.

    Karenanya saya tanya, apakah karena Bill Gates DO kuliah lalu sukses, berarti para mahasiswa harus mengikuti jejaknya?

    Quote Originally Posted by Chan
    belum lagi kalau ngomongin soal uang kertas, ada yang berpendapat juga uang kertas itu riba. Nah lhooooooo
    Ha?
    Cerita dong Bun... ini akar dan latar ceritanya gimana?
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  5. #165
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by MoonCying View Post

    Yang susah adalah nyari garis batas antara yg kebangetan & yg tdk kebangetan.
    Susah kan karena gak tau caranya.
    Makanya belajar spiritual


  6. #166
    Quote Originally Posted by pak Alip View Post
    Kejadian penanaman investasi 'wah' yang dilakukan oleh Cak Armas C. "Mike" Markkula tidak bisa dijadikan acuan dalam masalah ini, karena beliau menggunakan uangnya sendiri dan memang siap menerima resikonya. Bank adalah institusi yang bertanggungjawab atas dana sekian banyak nasabah, termasuk di dalamnya para pensiunan, penabung kecil dan lain-lain. Bank harus melakukan investasi melalui proses yang cermat dan bertanggungjawab, bukan spekulasi a la Markkula.
    >sepakat. Understood ... .

    Quote Originally Posted by sedgedjenar View Post
    Susah kan karena gak tau caranya.
    Makanya belajar spiritual
    >saya lebih memilih untuk mengkaji quran.
    Memperbaiki salat saya yang masih bolong-bolong.
    (klo ada rejeki) ingin beli kitab-kitab hadis nabi yang diterbitkan oleh penerbit yang bonafid. yang masing-masing hadis dilengkapi tingkat keotentikannya. Apakah Mutawatir ataukah mursal.
    Selanjutnya mengikuti sunah (contoh perbuatan/cara ibadah nabi) sejauh kemampuan saya.

    Mohon maaf, saya memiliki prasangka buruk mengenai ahli spiritual.
    Saya merasa tidak nyaman dengan beliau-beliau yang mendalami ‘ilmu spiritual’.
    ....seperti misal, ada ahli spiritual yang mengaku bisa membaca pikiran atau apa yang terlintas di hati sohib/kawannya ....’ahli spiritual’ yang mengaku bisa melihat masa depan ...atau berpendapat klo udah ‘berakhlak baik’ maka tidak perlu salat 5 kali sehari lagi ...salat q sendiri yaa emang bolong-bolong ...tapi q berpendirian (tetap yakin) bahwa hukum salat 5 waktu ini adalah wajib.

    Tapi klo ahli spiritual yang maksudnya beliau ini rajin salat, banyak sedekah, nyari rejeki di jalan yang halal ....yaa q suka banget.


    ***

    ---------- Post Merged at 07:22 AM ----------


    Quote Originally Posted by Cha_n View Post
    supaya ga belibet, kalau ada satu copasan, kasih penjelasan sejelas2nya ke pembaca, jangan tabrak lari (menasehati diri sendiri juga sih)
    yang ini yaa kak ...

    Riba Nasiah yang terang-terangan.
    interpretasi 1:
    Riba Nasiah yang terang-terangan tentulah lebih buruk dari dari Riba nasiah aja (yang macak baik, tidak nyebut di depan klo di belakang hari, semisal si debitur tdk bisa melunasi hutangnya dia akan nyekik leher dg minta dobel).
    OOT dikit. Katanya di jaman nabi zina itu dilakukan terang-terangan. Pesta s3x, dsb. Di tempat terbuka, sehingga merusak moral, anak kecil ....yang semustinya moral anak kecil tadi masih suci. Sehingga untuk memperbaiki hal tersebut diturunkanlah ayat tentang zina ....mulai dari himbauan ....hingga akhirnya hukum rajam ....semata mata untuk memperbaiki moral/akhlak.

    Jadi akhirnya dikit demi dikit moral masyarakat pun menjadi baik. Tidak ada lagi anak kecil yang tidak sengaja nonton adegan zina ....pemain lama yang ketergantungan zina ....karena takut dirajam ...zinanya ndak di depan umum lagi/ ndak terang-terangan tapi sembunyi-sembunyi.

    Interpretasi 2:
    klo tidak menyebut di awal maka termasuk riba nasiah. jika terang-terangan nyebut di awal maka tidak lagi bisa dihukumi sbg riba nasiah.

    Dan beneran deh, sedari awal, sesungguhnya interpretasi 2 inilah yang saya maksudkan ...
    :
    :
    .
    Lalu klo mengenai copasan berbahasa inggris yang lebih dari 2 paragraf tdk q bahasa indonesiakan ...
    Saya (really sorry) minta maaf ...

    Btw (kumat subjektifnya, ngukur orang lain pake ukuran baju sendiri) ...sekarang di android udah ada app Kamusku lho ....developernya kodelokus. Akan sangat membantu klo kita ketemu kosa kata inggris yang kita ndak tau terjemah indonesianya. Atau klo onlinenya di desktop bisa open new tab lalu gunakan google translate ....

    Quote Originally Posted by Cha_n View Post
    karena mau tarik ke prinsip keadilan, ntar ditanya lagi, adil menurut siapa?
    Iyaa benar ukuran “adil” memang sangat subjektif.
    Last edited by MoonCying; 31-05-2014 at 08:25 AM.

  7. #167
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    sory sedikit OT mooncying ini kloningan ya????

    back to topik.. saya sebagai pribadi muslim ikut apa kata ulama kebanyakan yang mengkategorikan bunga bank sebagai Riba... namun dalam realitas kehidupan saya sendiri belum bisa melepaskan diri dari kebersentuhan saya dengan transaksi yang menggunakan bank konvensional (riba)........
    kalo dari segi keilmuan tentang perbankan dan perbankan syariah saya gara2 thread ini kemaren jadi beli buku lagi deh yang berkaitan dengan perbankan syariah.. karya M. Syafiie Antonio.. ntar kalo saya sudah paham akan saya coba posting hal2 yang berkaitan dengan pembahasan di thread ini...

    thanks deh buat kang Alip yang buat thread ini sehingga saya jadi tertarik buat belajar ekonomi lagi....

  8. #168
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Agak bingung jg dgn istilahnya investasi dgn meminjam di bank.
    Setau saya yg namanya investasi itu tidak mengandalkan bunga dan biasanya kalau ada bunga, bunganya kecil, bukan begitu?

    Kalo orang mau invest di sebuah bisnis biasanya yg diliat adalah Return on Investment nya. Semakin cepat balik modal, semakin menggiurkan.
    Jadi misalnya membutuhkan modal 100 jt, dan investasi nya chan memiliki ROI 10% per taun, jadi maka diberikan perincian misalnya spt ini:
    Tahun 1: ROI 10 jt bunga 6% dr 100 jt + bagi hasil keuntungan.
    Tahun 2: ROI 10 jt bunga 6% dr 90 jt + bagi hasil keuntungan.
    Tahun 3: ROI 10 jt bunga 6% dr 80 jt + bagi hasil keuntungan.
    Tahun 4: ROI 10 jt bunga 6% dr 70 jt + bagi hasil keuntungan.
    dstnya sampe lunas dlm waktu 10 thn.
    Selanjutnya investor akan mendapatkan keuntungan dari bagi hasil tiap taunnya.

    Kalo pinjem 100 jt musti lunas dalam 1 taun, keknya ga mungkin aja. Apalagi biasanya taun pertama adalah rugi, bagaimana mungkin membayar lunas hutang dalam waktu 1 tahun + bunga?
    Seharusnya kalo syariah, ya bunga tsb yg ditiadakan.

    Untuk meminjam modal kepada bank konvensional jelas bunga sudah ada dalam system. Tapi meminjam modal usaha bukan cuma bisa dari bank, bisa juga dari perusahaan2 atau orang2 kaya yg memang ingin mengembangkan bisnis dengan berinvestasi disegala bidang, koperasi, atau perusahaan2 spt perusahaan assuransi atau pensiun.

  9. #169
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Ha?
    Cerita dong Bun... ini akar dan latar ceritanya gimana?
    Hehehe.. ini hubungannya dgn konspirasi theorie yahudi.

    Contoh dulu dalam uang us dollar dikatakan bahwa uang tsb dibacking oleh emas/perak. Sedangkan dalam dollar sekarang, hanya merupakan nota dari federal reserve, badan cadangan negara.

    Dari situ orang tidak lagi percaya bahwa uang dollar di backing oleh emas, melainkan oleh bank central yg dibacking oleh militer.

    Lalu kalo uang kertas tidak dibacking oleh emas, bagaimana mereka, pemerintah/bank menciptakan uang? Lalu sekarang jamannya uang digital, bagaimana proses pembuatan uang digital?
    Katakanlah chan ke bank mau pinjem 60 jt, stlh melalu prosedur, maka tertera lah 60 jt di rekening chan secara digital. Lalu dari mana nilai 60 jt digital tsb?

    Beberapa orang percaya, nilai uang tsb berasal dari awang2, yang akhirnya memiliki nilai janji. Janji bahwa nilai ini akan dibayar oleh para peminjam. Janji inilah yg memback up nilai uang yg telah diciptakan oleh bank. Ditambah bunga, yg sebenernya tidak pernah diciptakan.

    Hak membuat uang dari awang2 ini dimiliki oleh setiap bank di dunia berdasarkan quota dari bank central dunia yg pusatnya di inggris yg dimiliki bankster yahudi.
    Bukan maksud gw mengatakan yahudi adalah penjahat, kebetulan yg memiliki bank central di city of london yg mempunyai kontrol atas semua bank konvensional di dunia adalah yahudi. Mereka2 yg dulu telah investasi diberbagai peristiwa bersejarah di dunia.

    Itu kata orang..
    Last edited by ndableg; 31-05-2014 at 01:04 PM.

  10. #170
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    jiyahhhh si ndableg...
    parah, aku bikin satu tahun biar gampang ilustrasinya, kalo beneran kubuat itungan 5 tahun atau lebih, males banget itungannya. cuma contoh doang kellessss
    .
    aku udah bilang ya, itu pinjam duit buat usaha yang sudah berjalan, bukan buat usaha dari nol masih coba2. konsultan keuangan manapun ga menyarankan pinjam duit bank kalau masih test the business deh setahuku.
    maka itu untuk kasusku,risiko relatif kecil karena memang buat pengembangan usaha.
    istilah kata usahanya sudah berjalan, tapi yang atadinya omset 100jt (misal) tahun ini ingin dikembangkan untuk omset 200jt.

    setahuku lagi, bank biasanya juga nyari kreditur model begini,yang usahanya ufah jalan. risiko bisa diminimalisir.

    solusi ndableg yang minjem ke perusahaan atau orang yang mau itu gimana sop nya? lebih belibet lagi dari bank itu mah,nyari pemodalnya aja udah ribet duluan belum lagi kalo belom ada aturan main yang jelas. makin ribet lagi.
    dari sisi itung2an bisnis juga kita realistis, kalo pun ada yang mau minjemin tapi syarat bagi hasilnya mencekek leher ya ogah lah. masih untung ke bank konven dong
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  11. #171
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    alhamdulillah ada ndableg pakar konspirasi yang telah membantu menjelaskan tentang ribanya uang kertas.

    itulah sebabnya orang hti banyak yang menginginkan kembali ke emas perak sebagai alat tukar
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  12. #172
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    Hehehe.. ini hubungannya dgn konspirasi theorie yahudi.

    Contoh dulu dalam uang us dollar dikatakan bahwa uang tsb dibacking oleh emas/perak. Sedangkan dalam dollar sekarang, hanya merupakan nota dari federal reserve, badan cadangan negara.

    Dari situ orang tidak lagi percaya bahwa uang dollar di backing oleh emas, melainkan oleh bank central yg dibacking oleh militer.

    Lalu kalo uang kertas tidak dibacking oleh emas, bagaimana mereka, pemerintah/bank menciptakan uang? Lalu sekarang jamannya uang digital, bagaimana proses pembuatan uang digital?
    Katakanlah chan ke bank mau pinjem 60 jt, stlh melalu prosedur, maka tertera lah 60 jt di rekening chan secara digital. Lalu dari mana nilai 60 jt digital tsb?

    Beberapa orang percaya, nilai uang tsb berasal dari awang2, yang akhirnya memiliki nilai janji. Janji bahwa nilai ini akan dibayar oleh para peminjam. Janji inilah yg memback up nilai uang yg telah diciptakan oleh bank. Ditambah bunga, yg sebenernya tidak pernah diciptakan.

    Hak membuat uang dari awang2 ini dimiliki oleh setiap bank di dunia berdasarkan quota dari bank central dunia yg pusatnya di inggris yg dimiliki bankster yahudi.
    Bukan maksud gw mengatakan yahudi adalah penjahat, kebetulan yg memiliki bank central di city of london yg mempunyai kontrol atas semua bank konvensional di dunia adalah yahudi. Mereka2 yg dulu telah investasi diberbagai peristiwa bersejarah di dunia.

    Itu kata orang..
    makanya gw pernah bilang, sistem bank Syariah
    menjadi beribet, karena masih sub-sistem dari
    perekonomian konvensional yang ribawi, bukan
    hanya masalah bunga, tetapi juga soal capital
    yang cuma diakal-akalin
    "And this world of armchair bloggers who created a generation of critics instead of leaders, I'm actually doing something. Right here, right now. For the city. For my country. And I'm not doing it alone. You're damn right I'm the hero."

    --Oliver Queen (Smallville)

  13. #173
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by MoonCying View Post


    >saya lebih memilih untuk mengkaji quran.
    Memperbaiki salat saya yang masih bolong-bolong.
    (klo ada rejeki) ingin beli kitab-kitab hadis nabi yang diterbitkan oleh penerbit yang bonafid. yang masing-masing hadis dilengkapi tingkat keotentikannya. Apakah Mutawatir ataukah mursal.
    Selanjutnya mengikuti sunah (contoh perbuatan/cara ibadah nabi) sejauh kemampuan saya.

    Mohon maaf, saya memiliki prasangka buruk mengenai ahli spiritual.
    Saya merasa tidak nyaman dengan beliau-beliau yang mendalami ‘ilmu spiritual’.
    ....seperti misal, ada ahli spiritual yang mengaku bisa membaca pikiran atau apa yang terlintas di hati sohib/kawannya ....’ahli spiritual’ yang mengaku bisa melihat masa depan ...atau berpendapat klo udah ‘berakhlak baik’ maka tidak perlu salat 5 kali sehari lagi ...salat q sendiri yaa emang bolong-bolong ...tapi q berpendirian (tetap yakin) bahwa hukum salat 5 waktu ini adalah wajib.

    Tapi klo ahli spiritual yang maksudnya beliau ini rajin salat, banyak sedekah, nyari rejeki di jalan yang halal ....yaa q suka banget.
    .
    ho oh
    kue aja kalo bikinan sendiri enak banget
    apalagi deskripsi ahli spiritual buatan sendiri (yg harus sholat, harus zakat, harus haji atau harus jidatnya kapalan)
    kalo yg ente suka itu disebut ahli agama bos, kalo spiritual itu... ah, sudahlah
    back to topik aja sana !!
    Last edited by sedgedjenar; 31-05-2014 at 02:45 PM.

  14. #174
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    aku udah bilang ya, itu pinjam duit buat usaha yang sudah berjalan, bukan buat usaha dari nol masih coba2.
    Oo.. bukannya malah lebih gampangan tuh?

    solusi ndableg yang minjem ke perusahaan atau orang yang mau itu gimana sop nya? lebih belibet lagi dari bank itu mah,nyari pemodalnya aja udah ribet duluan belum lagi kalo belom ada aturan main yang jelas. makin ribet lagi.
    dari sisi itung2an bisnis juga kita realistis, kalo pun ada yang mau minjemin tapi syarat bagi hasilnya mencekek leher ya ogah lah. masih untung ke bank konven dong
    Pokoknya utk sistem perbankan konven ud tau gimana. Nah kalo sama yg lain artinya musti yg lebih menguntungkan atau paling tidak, tidak membebani.

  15. #175
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    makanya gw pernah bilang, sistem bank Syariah
    menjadi beribet, karena masih sub-sistem dari
    perekonomian konvensional yang ribawi, bukan
    hanya masalah bunga, tetapi juga soal capital
    yang cuma diakal-akalin
    Ya kalo namanya ud pake bank yg artinya jaman dulu dalam bahasa itali adalah bangku buat jual beli mata uang, ya begitu itu.
    Ada negara2 yg mau coba2 merubah sistem perbankan di negaranya sendiri, termasuk libya yang dulu punya utang 0 USD. Bahkan Moamar khadaffi berencana mempersatukan mata uang seluruh afrika dgn dinar/emas. Hasilnya?

    Jadi jangan coba2 deh.

    Mungkin satu2nya jalan adalah sistem koperasi spt jaman orba, kecil2an aja, buat orang susah doang, tapi harus bersih dari campur tangan orang rakus, dan jelas dgn bantuan pemerintah. Mungkin bisa dimulai dr pemerintahan daerah. Tapi ya.. jangan sangka bank tidak akan melawan. Buktinya, koperasi sekarang..
    Last edited by ndableg; 31-05-2014 at 03:21 PM.

  16. #176
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Quote Originally Posted by hajime_saitoh View Post
    sory sedikit OT mooncying ini kloningan ya????
    kok bisa tahu? kloningan siapa tuhhh? *nglirik curiga

    Quote Originally Posted by hajime_saitoh View Post
    thanks deh buat kang Alip yang buat thread ini sehingga saya jadi tertarik buat belajar ekonomi lagi....
    Sama-sama... disitulah asyiknya ngobrol dan kita saling belajar...
    Perbedaan sikap bukan masalah ... yang penting kopi sama teh-nya ngalir terussss...

    ***

    Waduh, ini seru kalau sudah bawa konspirasi Yahudi...

    Kalau versi cerita komplit kita perlu obrolkan soal sejarah uang, penggunaan koin emas, pembuatan uang di abad pertengahan, transaksi internasional Lyon sampai akhirnya perjanjian Bretton Wood yang menjadikan uang kertas sebagai mata uang berlaku (jadi bukan Bank of England yang merupakan bentukan kerajaan Inggris). Ini akan jadi kisah yang panjang... tapi Insya Allah pelan-pelan mungkin bisa kita cakup juga.

    Saya akan ambilkan saja dulu kisah perumpamaan yang moga-moga bisa menjelaskan cerita kebutuhan uang.

    Mari kembali ke kisah di depan, tiga orang terdampar di pulau yang masing-masing memiliki tiga keping uang logam. Namun kali ini ceritanya bukan ada peti uang yang terdampar, tapi sepuluh orang lagi yang terdampar di pulau itu. Jadilah mereka tiga belas orang menjadi penghuni pulau.

    Sepuluh orang yang baru ternyata membawa kemampuan mereka masing-masing ke pulau kecil itu. Lima orang pertama masing-masing bisa menanam gandum, sayuran, ubi, apel, dan kapas, lima sisanya adalah pengrajin yang bisa membuat roti, kue pisang, memintal benang, membuat kain, dan membuat baju. Jadi sekarang pulau itu memiliki tiga belas komoditi yang bisa dipertukarkan diantara penduduk.

    Awalnya ketiga penduduk awal merasa senang karena sekarang ekonomi di pulau jadi lebih maju. Kalau dulu mereka sangat bergantung pada kacang, buncis dan ikan, sekarang mereka bisa lebih sehat dengan adanya roti gandum, kue pisang dan apel, serta sekarang mereka punya baju baru untuk mengganti baju yang mereka pakai sejak kapal mereka karam.

    Tapi sekarang ada masalah... uang yang ada di pulau cuma sembilan keping. Padahal sekarang ada tiga belas komoditi yang perlu saling dibeli satu sama lain. Dibagi sama rata antara mereka saja uangnya tidak mencukupi, terus kalau mau dihitung permutasi jadi butuh uang berapa keping tuh?

    Jadilah mereka harus menciptakan uang baru untuk memenuhi kebutuhan transaksi yang perlu ada di ekonomi mereka. Karena mereka tidak punya lagi uang logam dan tidak punya kemampuan mengolah bijih tembaga untuk jadi uang logam, mereka harus membuat uang baru dari bahan yang ada... mungkin daun yang dilukis?

    ***

    Demikianlah gambaran sederhana kenapa masyarakat makin lama membutuhkan makin banyak uang. Sudah dari jaman Yunani, Romawi, dan kekhalifahan Islam dulu, uang emas akhirnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat. Emas bagaimanapun juga adalah barang langka yang untuk menambangnya tidak gampang. Pertambahan uang emas tidak sebanding dengan pertumbuhan ekonomi. Maka jadilah uang emas kadarnya makin lama makin dikurangi, supaya jumlah kepingnya bisa diperbanyak. Terjadilah inflasi koin emas. Lalu ditambahlah dengan uang yang perak, masih belum cukup, lalu ditambah uang perunggu. Tetap ekonomi membesar lagi, lalu ditambah uang ... kertas. Mau bagaimana, kebutuhan kok?

    Ada cerita lucu bahwa Kaisar Theodoric Agung, penguasa Ostrogoth, Itali, Visigoth, dan wali dari kekaisaran Romawi Timur pernah terpaksa membongkar makam leluhurnya untuk menjarah emas dan perak yang tersimpan di sana supaya dia bisa mencetak tambahan uang emas dan perak bagi kebutuhan perekonomian masyarakatnya. Ketika ditentang, ia berkilah bahwa orang mati bisa merelakan milik mereka untuk kepentingan orang yang hidup.

    Perluasan kekuasaan Islam di abad ke enam dan seterusnya sangat didukung oleh pertambangan emas di Afrika Utara, dan mandeg ketika pertambangan itu mulai kehabisan deposit. Bagaimanapun juga perang bukan kegiatan murah.

    Sekedar fakta sejarah, uang kertas yang disahkan secara hukum sebagai alat pembayaran tanpa perlu ditopang oleh logam mulia diciptakan oleh Dinasti Song di Tiongkok pada abad 10 Masehi, disebut jiaozi. Jadi bukan ciptaan Eropa, konspirasi barat dan Yahudi, atau akal bulus kaum kapitalis. Justruuuu... ketika kekuasaan Islam meluas dan perdagangannya sampai ke wilayah Tiongkok, pedagang dan khalifah Islam melihat nilai praktis jiaozi bagi perdagangan dan diadaptasilah uang kertas itu di lingkungan kerajaan-kerajaan Islam. Ini terjadi sekitar tahun 1150 M.

    Jadi kalau kita mau kembali ke sistem emas, boleh-boleh saja. Uang toh pada hakikatnya adalah sistem kepercayaan di dalam masyarakat, bahannya mau terbuat dari apa terserah kesepakatan. Emas bisa jadi alternatif yang baik dan alami karena umumnya kebudayaan di muka bumi menghargai emas (kecuali misalnya mau ngelamar anak orang suku Inca dengan bawa lima kilo emas. Jangan!!! Bisa-bisa ditendang sama calon mertua... ngelamar anak orang kok maharnya ganjelan pintu?) Tapi kita jangan pernah lupa pada masalah yang dulu tidak terpecahkan oleh ekonomi kuno berbasis emas. Ketersediaan uang. Berapa baik sistem pertambangan emas kita sekarang dibanding dengan kebutuhan perekonomian modern?

    Jadi uang kertas (ekonomi saat ini menyebutnya fiat money, boleh dicari literatur dengan kata kunci ini, tapi kalau boleh saran, carilah yang kredibel) bukan datang dari konspirasi dan pembungaan... tapi dari kebutuhan wajar dari ekonomi yang berkembang. Uang kertas bukannya tanpa masalah, memang, tapi uang emas juga bukan semacam mukjizat yang memecahkan semua masalah. Justru kehadiran uang kertas adalah jawaban (meski belum sempurna) dari kesulitan yang tidak dapat dipecahkan oleh uang emas.
    Last edited by Alip; 31-05-2014 at 04:44 PM.
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  17. #177
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Pembahasan riba sebenarnya gak hanya oleh umat Muslim. Di antara kaum Yahudi pun juga ada pembahasan serupa. Dan seingatku di Kristen, Yesus juga menendang meja penukar uang, kan? Ada hubungannya dengan riba atau tidak yah?
    [OOT]
    mau jawab postingan [MENTION=41]kandalf[/MENTION]
    Tidak ada hubungannya dengan riba. Yesus membalikkan meja penukar uang dan bangkubangku pedagang
    Karena Bait Allah yang seyogyanya digunakan untuk beribadah dan berdoa
    Malah digunakan sebagai ajang transaksi perdagangan.
    [/OOT]

    [OOT lagi]
    Jeuh... masih digabung... berapa lama sih masa iddah-nya?
    [MENTION=249]Alip[/MENTION]
    jedanya 20 menit
    [/OOT lagi]

  18. #178
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137

    Jadilah mereka harus menciptakan uang baru untuk memenuhi kebutuhan transaksi yang perlu ada di ekonomi mereka. Karena mereka tidak punya lagi uang logam dan tidak punya kemampuan mengolah bijih tembaga untuk jadi uang logam, mereka harus membuat uang baru dari bahan yang ada... mungkin daun yang dilukis?

    9 koin tadi dibuang diikatkan saja ke punggung penyu
    lalu penyu-penyu tadi dilepas kelaut.

    paling gampangnya, bikin saja mading yang bisa di
    pahat sebagai neraca keuangan masing-masing peng
    huni pulau.

    yang dibutuhkan cuma alat tukar kok... apapun alat
    tukar itu, yang penting tiap orang sadar hak dan ke
    wajiban masing-masing, dan tidak seorang pun mengam
    bil keuntungan berlandaskan ketamakan lewat pengua
    saan sumber alat tukar

    dan tukang kayu si pembuat mading, ngga boleh min
    ta sewa atas mading yang dibuat nya

    ---------- Post Merged at 04:37 PM ----------


    Jadilah mereka harus menciptakan uang baru untuk memenuhi kebutuhan transaksi yang perlu ada di ekonomi mereka. Karena mereka tidak punya lagi uang logam dan tidak punya kemampuan mengolah bijih tembaga untuk jadi uang logam, mereka harus membuat uang baru dari bahan yang ada... mungkin daun yang dilukis?

    9 koin tadi dibuang diikatkan saja ke punggung penyu
    lalu penyu-penyu tadi dilepas kelaut.

    paling gampangnya, bikin saja mading yang bisa di
    pahat sebagai neraca keuangan masing-masing peng
    huni pulau.

    yang dibutuhkan cuma alat tukar kok... apapun alat
    tukar itu, yang penting tiap orang sadar hak dan ke
    wajiban masing-masing, dan tidak seorang pun mengam
    bil keuntungan berlandaskan ketamakan lewat pengua
    saan sumber alat tukar

    dan tukang kayu si pembuat mading, ngga boleh min
    ta sewa atas mading yang dibuat nya
    "And this world of armchair bloggers who created a generation of critics instead of leaders, I'm actually doing something. Right here, right now. For the city. For my country. And I'm not doing it alone. You're damn right I'm the hero."

    --Oliver Queen (Smallville)

  19. #179
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Justru kehadiran uang kertas adalah jawaban (meski belum sempurna) dari kesulitan yang tidak dapat dipecahkan oleh uang emas.
    Masalahnya bukan di kertasnya mas, karena skrg sudah jadi plastik. Tapi nilai apa yg membackup kertas berharga itu. Selama segalanya dijalankan dengan fair, tentu saja semua senang.
    Apakah yakin sistem perbankan di cina ataupun arab saat itu spt sekarang, yg lebih didominasi sistem eropa? Ini kan masalah sistem.

    Ini contoh dongeng juga.

    Konon ada seorang goldsmith (penjual keping emas) yang memiliki ide brilliant. Biasanya orang datang membeli emas dgn menukarkan dgn assetnya, spt emas perhiasan, dll.
    Ide nya adalah bukan memberikan keping emas melainkan sebuah surat berharga yang mengatakan bahwa kertas ini senilai dgn bbrp keping emas. Apabila ada orang datang membawa kertas tsb maka bisa ditukarkan emas. Sedangkan emas yang membackup uang tsb berada dalam gudang sang goldsmith dgn penjagaan ketat. Ide ini diterima masyarakat. Sehingga akhirnya uang kertas tsb lebih banyak beredar di masyarakat. Berbondong2 orang menukarkan hartanya dgn kertas berharga tsb.
    Tidak sampai di situ, orang pun bisa meminjam emas yang diwakili oleh uang kertas tsb. Jadi orang datang meminjam uang yg diback up oleh emas2 simpanan di gudang si goldsmith.

    Karena kepraktisan dan kelancaran segala transaksi dgn menggunakan kertas tsb, maka si goldsmith menyadari bahwa ternyata hampir tidak ada orang yg kembali ke gudang utk mengklaim emasnya. Sehingga mulailah si goldsmith merasa bahwa emas itu adalah miliknya. Goldsmith pun berubah menjadi orang terkaya yang bisa menginvestasikan harta orang lain tsb keberbagai macam proyek. Dengan menginvestasikan uangnya untuk para pelaut menjajah negara lain, membiayai perang, dlsbgnya. Dan tentu saja berpenampilan bak pangeran.

    Lama kelamaan, orang curiga juga. Si goldsmith ini kok semakin kaya, sampe gedungnya paling besar sendiri. Akhirnya beberapa nasabah berkomplot untuk sama2 mengklaim emasnya senilai uang2 kertas miliknya kembali. Si goldsmith kelabakan, uangnya semua masih dalam bentuk investasi dan harta2 yg dia miliki. Akhirnya, orang marah, goldsmith pun diadili dgn tuduhan penipuan, dan berakhir di tali gantungan.

    =============================

    Memang si goldsmith ga bisa disalahin 100% karena akibat dari ulahnya, maka explorasi eropa ke dunia lain semakin besar dan kuat. Belum lagi investasi2 industri peperangan shg kemajuan teknologi saat ini kita bisa merasakan internet. Tapi masalahnya keadilan, apakah sistem ini memberikan keadilan bagi yg kalah? Kalo ide si goldsmith dipakai dan diregulasi, bisa jadi ga penipuan lagi. Jadilah nasabah kehilangan uang.

  20. #180
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Salah seorang mantan goldsmith pernah berkata, "Give me control of a nation's money and I care not who makes it's laws", dan itu telah menjadi kenyataan, karena keturunannya lah yg memiliki city of london.

Page 9 of 13 FirstFirst ... 7891011 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •