Maklum mbah, kalo dah pendapat pribadi jadi nggak nafsu ngedebat.
Karena memang itu hak masing-masing.
Kalo misalnya mendasarkan pada ayat ini, atau ayat ono,
Atau bilang ini perintah agama ini atau ono.
baru deh suka kepancing ngedebat.
Tapi sekedar ngasih pandangan boleh juga.
Menurutku agama bumi juga sangat menekankan Tuhan.
Misalnya agama Budha menekankan agar umatnya mencapai nibana.
Yang menurutku Nibana adalah kondisi bertemu Tuhan.
Misalnya agama Hindu menekankan umatnya agar menyadari Krishna.
Yang menurutku Krisnha adalah pengejawantahan Tuhan.
Misalnya agama Majusi mendorong umatnya untuk menemukan Cahaya sejati.
Yang menurutku Cahaya sejati itu bukan lain adalah Tuhan.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)


Reply With Quote
ini. Saya melihat agama sebagai penggumpalan idea. Maksudnya begini. Ambillah contoh Muhammad. Apakah Muhammad mendisains Islam? Merencanakan Quran? Saya pikir tidak. Ini dapat dilihat dari proses terbentuknya Quran yg membutuhkan waktu lama dan konten Quran yg kadang berseberangan satu dengan lainnya (sorry to say
). Kita dapat melihat Muhammad sbg agen perubahan. Awalnya, Muhammad menyendiri di gua, kemudian mengklaim mendapatkan wahyu, dst. Mengapa dia menyendiri? Ada yg bilang, itu kebiasaan masyarakat Arab saat itu. Ada juga yg bilang, itu utk mendapatkan solusi bagi (yg dilihatnya sbg) permasalahan masyarakat saat itu, dsb. Klaim menerima wahyu adalah semacam "pencerahan" yg dicapai oleh Muhammad. Dari perenungannya di gua tsb, Muhammad menemukan jawaban pertama yg diikuti oleh jawaban-jawaban berikutnya (baca: wahyu). Itu tidak disimpannya sendiri, tetapi dikomunikasikan, pertama tentunya pada istrinya, sahabat2nya, dst, akhirnya tersebar luas ke banyak orang. Dimana penggumpalan idea tsb? Ketika sang pembawanya tiada, kemudian pengikutnya membakukan idea tsb, di situlah penggumpalan idea tsb terjadi dan itulah agama.






