
Originally Posted by
Alip
Hanya karena Bill Gates DO dari kuliah dan sukses dengan perusahaannya, maka haruskah semua mahasiswa mengikuti jejaknya?
>tidak harus. Malahan 95% jangan deh.
DO dari kuliah dan sukses jadi orang terkaya di bumi adalah luar biasa. Sedangkan keluarbiasaan tidak dapat dijadikan ukuran (hukum).
***
---------- Post Merged at 08:30 AM ----------

Originally Posted by
Alip
Pada awal tahun Abah Ontohod memulai usaha dengan modal sepuluh juta rupiah
Abah Ontohod meminjam mobil si Kabayan untuk kegiatan operasional
Abah Ontohod membayar uang sewa sebesar seratus ribu sebulan.
:
.
spt halnya rokok yg selalu dilabeli bahwa merokok mematikan, maka semua bisnis jenis pinjam meminjam (sewa menyewa) harus melabeli kemasan produknya dgn kata2, kira2 begini, " sewa menyewa memakan biaya". Artinya jangan sampai anda merasa menyewa = meminjam, yg artinya cuman pindah2 tangan. Menyewa sama dengan membeli sepatu atau tablet, di mana di dalam harga produk tsb ada biaya/kost dan ada profit.
>kecuali yang dipinjam mobil milik ortu, saudara atau kawan karib.
***
---------- Post Merged at 08:31 AM ----------

Originally Posted by
Alip
Abah Ontohod menyewa mobil si Kabayan untuk kegiatan operasional
Abah Ontohod membayar uang sewa sebesar seratus ribu sebulan.
:
.
Perusahaan Abah Ontohod mengalami kerugian.
Abah Ontohod ”ngotot” agar si Kabayan menanggung porsi kerugian (Perusahaan Abah Ontohod) sebesar 66,6%.
:
.
Adil dan etis-kah?
Tidak etis. Juga tidak adil.
Btw perihal sewa menyewa (tanah, mobil ataupun pegadaian) menurut quran dan hadis apakah haram ataukah boleh. Saya belum nemu buku cetak ataupun bacaan di internet yang memadai. 
***
---------- Post Merged at 08:31 AM ----------

Originally Posted by
Alip
... kayaknya pernah dengar dissetting opinion... masih sodaranya dissenting opinion ya?

***
---------- Post Merged at 08:32 AM ----------

Originally Posted by
Alip
Seorang direktur bank mengandalkan insting dan mengucurkan dana kepada seorang spekulan yang tidak bisa membuktikan bahwa proposal bisnisnya ke depan akan bagus, tanpa menggunakan segala macam alat analisa investasi yang ada?
Bertanggungjawabkah?
Apakah bertanggungjawab ataukah tidak, tergantung aturan di perusahaan tersebut. Apakah aturan perusahaan tersebut berlandaskan quran dan hadis ataukah tidak.
Mengenai prinsip benar vs salah.
Halal vs haram.
Menyimpulkan hal yang dianggap benar (correct).
:
.
Dalam memutus suatu tindakan adalah melanggar hukum (kriminal) ataukah cuma sekedar “asusila” (immoral). etis atau tidak etis. Seorang yang berislam dituntut untuk tidak sekedar memperhitungkan untung rugi saja. Tapi orang islam seharusnya mencari tuntunan dari quran dan hadis.
tapi klo berstatus karyawan, yaa musti ngikut aturan pemilik perusahaan (atau klo bank, regulasi bank/ aturan yang berlaku).
Dr. Omar Farooq
NOTE for fellow Muslims: Because this topic (Riba red.) involves what is haram (prohibited) and halal (permissible) in Islam, every Muslim MUST do his/her own due diligence and conscientiously reach own position/decision in regard to personal practice. In doing so regarding this matter or any other aspect of life, Muslims should seek guidance from the Qur'an and the Prophetic legacy.
>Untuk memberi gambaran bahwa (di islam) persoalan yg every body happy tidaklah selalu halal. Bukan saja termasuk immoral tapi adalah kriminal. Lihatlah perihal Zina.
***
---------- Post Merged at 08:33 AM ----------

Originally Posted by
Mbok Jamu
Berhutang walau diperbolehkan dalam islam tapi semaksimal mungkin musti dihindari!!!
Soal haram atau tidak, apakah sifat haram harus merugikan? Babi ndak merugikan, katanya enak malah, tapi haram toh..
>iyaa benar, sepakat.
Seperti halnya Zina.
Suka sama suka.
(dan klo pun zina transaksional misalnya) keduanya juga sama-sama untung.
Ndak ada yang dirugikan.
Yang laki (mungkin) “bisa berderma” pada janda dan anak terlantar.
Membantu biaya sekolah para gadis-gadis muda.
Yang perempuan, sambil bobo’ bisa dapat duit sekaligus (kadang) surga dunia.
Kenapa yaa musti diharamkan.
Penguasa (yang berhati batu) bila melegalkan zina,
Bisa dapat tambahan pajak + aparat mungkin juga bisa incip-incip gratis (dengan modus “penyelewengan wewenang” nego besarnya pungutan pajak, seperti kasus gayus misalnya).
Klo menurut like dan dislike bukan berdasar manakah yang correct ‘kan,
Klo zina dilegalkan everybody happy.
Tapi kenapa zina ini Islam tidak sebatas “mengingatkan saja”,
Kenapa selain mendefinisikan zina sebagai perbuatan keji musti juga dikriminalkan.
(di indonesia misalnya, walau semua sepakat zina amoral tapi ‘lak tidak dikriminalkan. Wong pemerkosa aja bisa ditangguhkan kurung badannya asal janji mau nikahi).
Tapi klo nurut kaidah islam.
Jangankan merkosa. Muda mudi zina aja 100X cambuk hukumannya.
Bila yang berzina “sedang terikat” perkawinan. Maka dihukum mati dengan cara dirajam.
Why?!
Karena di (agama) islam bukan persangkaan hati atau akal saja yang dijadikan ukuran haram-halal.
Bila telah berislam maka yang dijadikan patokan (ukuran) halal-haram adalah Quran dan Hadis.