Page 4 of 7 FirstFirst ... 23456 ... LastLast
Results 61 to 80 of 131

Thread: Lokalisasi pel acuran

  1. #61
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Tukang pijat kampung memberikan jasanya melalui tangannya. Pelacur (ada kata lain yg konotasinya positif?) memberikan jasanya melalui organ seksnya. Apanya yg beda? Hanya pandangan ustad dan pastor saja yg bikin beda. Ini sama saja dengan tape ketan dan anggur merah, sama-sama mengandung alkohol, tapi yg satu halal, yg lain haram. Kok sama-sama mengandung alkohol tapi diperlakukan beda oleh tuhan?

    Atau masalah perasaan? Sang istri/suami tidak rela jika suaminya/istrinya datang ke tempat pelacuran?

  2. #62
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Kecuali mau bikin peraturan rumah bordil di lokalisasi tidak menyediakan kamar melainkan bilik2 dan pintu tidak boleh tertutup kayak panti pijat.
    itu cuman urusan logistic.
    dan dengan regulasi, hal itu bisa2 aja diberlakukan. no problem.
    ato silakan bikin kaya pintu toilet. bukan dikunci, tapi sekedar memberi petanda kecil di handle pintu bahwa kamar ini lagi occupied/vacant itu urusan teknis/logistic yang sepele

    Itu strategi si pelacur untuk berjaga-jaga. Bukan peraturan pemerintah.
    Sama saja kayak strategi pelacur nir-mucikari di sebuah kawasan di Jakarta Selatan. Mereka memiliki kawan tukang ojek di mana setiap ada pelanggan maka pelanggan menyetorkan uang lebih dahulu ke si pelacur yang kemudian menitipkannya pada tukang ojek. Barang2 berharga seperti ponsel juga diserahkan dahulu kepada tukang ojek.

    Pelanggan akan membawa si wanita ke hotel terdekat menggunakan taksi atau mobil pribadinya. Biasanya si wanita akan berinisiatif menawarkan penginapan terdekat dengan posisinya tadi yang pengurusnya dikenal oleh si wanita. Si Tukang Ojek sendiri akan mengikuti mereka hingga ke depan penginapan. Bila ada razia, si tukang ojek akan pura-pura gak tahu dan bila ternyata si wanita terkena razia, si tukang ojek akan mengikuti hingga panti sosial. Kemudian dia akan menyelinap atau menyuap orang2 panti sosial untuk mencari informasi dan menyusun strategi untuk membebaskan si wanita.

    Tentu saja, ada imbalan untuk tukang ojek, misalnya seperempat dari yang didapat si wanita. Alias bila tarif per pelanggan 300 ribu, maka si tukang ojek akan mendapat Rp 75 ribu.

    Tapi ini kasus pelacur tanpa mucikari. Kalau untuk mucikari, tempat eksekusi adalah di tempatnya.
    Perlindungan pada wanita pun hanya masalah melindungi aset si mucikari, bukan pada perlindungan si wanita.
    saya sampe cari apa arti mucikari nih maksudnya germo / mother hen gitu ya
    apa yang kamu jelaskan di atas itu, justru perlu dikakukan karena ketiadaan aturan untuk melindungi mereka.
    visi saya (cieh), justru kalo dilegalisasi, prostitute2 ini perlu mempunyai ijin praktek, seperti ijin praktek dokter. ini selain untuk dokumentasi hitam di atas putih, untuk kemudahan ditrack oleh pemerintah maupun laporan/pembayaran pajak, juga untuk menghilangkan peran germo. dengan ijin seperti ini, pel-acur mempunyai kuasa dan kontrol akan profesinya, bukan ditekan oleh germo ato aksi2 gelap lainnya. ga usah sembunyi2. urusan kuatir keamanan lah, barang dicuri lah, dll, itu semua urusan logistic sepele. bikin aja safe (kotak besi?), ato lemari, ato apa lah. sekalian pasang alarm juga ga papa, sehingga kalo ada hal2 yang tidak diinginkan terjadi, bisa langsung bunyikan alarm. ini untuk keamanan kedua pihak. tempat prakteknya bener adalah tempat praktek, bukan rumah sendiri, ntar malah di-stalked lagi again, semua itu urusan teknis yang bisa diatur dengan regulasi.

    Apa yang dirugikan?
    Pertama: Tubuh wanita tersebut.
    Bahkan tanpa penyakit menular, ada dampak mati rasa di beberapa kasus.

    Kedua: Psikologi wanita tersebut.
    Timbul rasa skeptis, sinis pada lelaki yang bisa mengganggu hubungannya di masyarakat.
    Selain itu, dalam beberapa kasus, si wanita menjadi paranoid, merasa digosipkan oleh tetangga dan jadi rendah diri.

    Itu baru kerugian pada pelaku pelacuran.
    Istri dari lelaki yang pergi ke pelacuran juga jelas dirugikan, minimal secara mental, kadang-kadang merembet fisik bila sang suami membawa penyakit. Tentu saja ada kerugian finansial buat keluarga, duit yang seharusnya bisa untuk keluarga malah dialokasikan ke pihak lain padahal sang istri bisa memberikan layanan yang sama.
    you are over thinking it.
    setiap profesi juga ada resikonya. orang kantoran yang kebanyakan duduk di depan komputer, pun mempunyai resiko mendapatkan carpal tunnel syndrom. atlet dengan injury2 badan dll. pekerja di nuclear power plant dengan resiko radiasi. firefighter dengan resiko terbakar maupun paru2nya. dll. di profesi apa aja, pekerja perlu aware akan resiko pekerjaannya, untuk kesehatan atopun hal2 laennya. dan siapa aja pun bisa sinis terhadap hidup maupun siapa aja.

    dari pihak konsumer, itu pun bisa diaplikasikan pada apa aja. orang nonton ke bioskop mulu itu pun penghamburan uang, juga tidak produktif. orang ke amusement park, naek rollercoaster, juga sama2 menaruh hidupnya pada resiko.

    Aku sih melihatnya lokalisasi ini, teorinya, lebih pada pengendalian dan perlindungan.
    exactly. just like anything.
    and that's enough reason to legalize it
    and that's the whole point of legalizing it
    Last edited by ndugu; 28-12-2013 at 10:40 AM.

  3. #63
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Bicara lokalisasi, kenyataannya lokalisasi itu hanya untuk kelas menengah kebawah, atau tujuan pariwisata.
    Kalau menengok ke red light amsterdam, maka lokalisasi akhirnya hanya berfungsi sebagai tujuan pariwisata. Tinggal negaranya aja, rela gak jadi tujuan pariwisata seks. Karena kalo kita puter2 redlight, jarang ada orang belanda datang khusus utk 'maen' di redlight. Biasanya yg niat 'maen' di sana adalah turis/kaum pendatang kelas menengah kebawah. Kalo orang punya posisi terhormat (high class) atau terpelajar, ga mungkin mau 'maen' di sana.

    Jadi lokalisasi paling tidak membuat orang yg ingin 'maen' di lokalisasi berpikir 2 kali. Tapi tentu saja ini tidak mencegah orang utk 'maen' di luar lokalisasi. Di jakarta ga usah ke lokalisasi, naek mobil mewah keliling jakarta jg bisa dapet seks bebas.

  4. #64
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,927
    Threadnya rame banget

    Ini gara-gara aslanAhok bikin wacana yang 'panas' soal pelacuran sih

    Diberantas jelas gak mungkin, dilegalisasi apalagi. Paling ujung-ujungnya ya tetep gini-gini aja
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  5. #65
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by eve View Post
    Yang bakal protes : hotel, polisi, diskotek, pejabat,
    Kurang satu : agamawan kelas cetek

    :ngacir

  6. #66
    pelanggan setia eve's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    4,120
    Kalau emang peduli, please deh kasih solusi real.
    Just imo, penjaja sek* bukan dikategorikan profesi, karena mereka gak main aturan disitu. Kea semisal artis, apa ada di ktp pekerjaan : artis/seleb? Gak ada kan? Karena bukan profesi.. Cmiiw
    hai hai hai......

  7. #67
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    ga maen aturan gimana? bukannya yang kita diskusiin ini justru mau dibikin aturannya?
    dan ktp pekerjaan (eh di ktp ada kolom pekerjaan ya? ), titel kan bisa aja dibikin. artis oke, penghibur bisa juga. ato apa aja sesuai yang di'cap' oleh aturan juga ga papa pembantu rumah tangga biasanya ngisi apa sih?

  8. #68
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,927
    Hehehe di Indonesia masih belom siap kalo PSK dijadikan sebuah profesi, gu. Pasti bakal banyak kontranya Lha wong di KTP aja gak ada tuh profesi Pembantu Rumah Tangga

    Jadi kalo mo dibikin aturan, syarat dan ketentuan tentang PSK dan perpelacuran kayaknya masih jauuuuuuhh
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  9. #69
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    rasanya kebanyakan negara juga masih blom siap kok. apalagi dengan stigma negatif yang selama ini nempel dengan kerjaan itu saya sih cuman ngerasa kita double standard aja dalam menyikapi orang yang bekerja di bidang ini.

  10. #70
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Untuk saat ini saya nggak mampu ngeliat pelacuran sebagai sebuah profesi belaka. Di mata saya kalo sampe perempuan memutuskan menjual tubuhnya dia pasti tidak punya pilihan lain. Not to mention yang awalnya dipaksa, dijual dan diperkosa.

    Akar dari pel acuran ada di kemiskinan. Jika kelak negara mampu mensejahterakan rakyatnya, lalu para perempuan punya kesempatan bekerja sesuai kompetensi dan keinginannya, dan ada yang memilih jadi pelacur dengan penuh kesadaran di antara pilihan-pilihan lain yang tersedia, baru pada saat itu saya setuju legalisasi.

    Recognize your real enemy.
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  11. #71
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,927
    Dengan semakin maraknya pideo-pideo bokep buatan lokal oleh abege-abege @l4y dan cabe-cabean itu, entah kenapa gw justru mikir PSK jadi propesi itu berpotensi banget
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  12. #72
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Sebenarnya iya...
    Dalam sebuah dokumenter yang saya tonton tahun lalu tentang Nevada Pro****on, para PSKP (last P for "professional") yang kerja di "legal and certified house" di sana memang punya cita-cita jadi ... ya itu... PSKP. Katanya mereka sudah enjoy dengan kegiatan itu sejak muda dan tertarik untuk kemudian jadi professional. Mereka juga rajin belajar untuk meningkatkan kualitas layanan, antara lain communication skills, akting, current events (supaya bisa jadi teman ngobrol yang asyik), selain tentunya "jurus-jurus ground fighting" .

    Mereka bangga sebagai "productive and contributing citizen" of Nevada state.

    Tapi aturan-aturan di sana memang jelas sih... ada state regulation soal service "itu", the do's and don'ts. Di luar itu pelanggan bisa kena pasal kriminalitas. Salah satunya adalah proses pemeriksaan pra-pertempuran, yang hak PSKP untuk menolak pelanggan dilindungi oleh undang-undang jika hasil pemeriksaaan itu berakhir negatif... (atau penolakan for whatever reason)...
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  13. #73
    pelanggan setia eve's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    4,120
    Kok saya mulai meragukan "tidak punya pilihan", "terpaksa", kebanyakan sekarang pilihannya : hp cross atau bb/android? Hp jadul atau tablet? Tas tanabang atau kw1? Sepatu 25k atau 2500k?

    Kebiasaan dan gaya hidup yang mewah yang bikin ngiler akhirnya membuat merekamenghargai alat biologis mereka terlalu murah. Gakpapa melayani aki aki, habis itu bisa belanja belanja kok...
    hai hai hai......

  14. #74
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Ada orang yg hidupnya sangat duniawi, ada yg sangat rohani... sulit diubah

  15. #75
    pelanggan setia eve's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    4,120
    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    ga maen aturan gimana? bukannya yang kita diskusiin ini justru mau dibikin aturannya?
    dan ktp pekerjaan (eh di ktp ada kolom pekerjaan ya? ), titel kan bisa aja dibikin. artis oke, penghibur bisa juga. ato apa aja sesuai yang di'cap' oleh aturan juga ga papa pembantu rumah tangga biasanya ngisi apa sih?
    Maksudnya gak ada aturannya awal kerja dijajakan berapa, setelah berapa tahun berapa. Spesifikasinya gemana gemena yang standar harga sekian sekian...

    Gak ada patokan pastinya. Bisa aja cuma diajakin makan mi ayam udah bisa diajak ke hotel... Bisa juga beda2 kasih harganya. Ini yang gw maksud gak ada aturannya.

    Kalau profesi lain jelas, ada spesifikasi dasar sehingga bisa layak dapat gaji sekian sekian...
    hai hai hai......

  16. #76
    Untuk saat ini saya nggak mampu ngeliat pelacuran sebagai sebuah profesi belaka. Di mata saya kalo sampe perempuan memutuskan menjual tubuhnya dia pasti tidak punya pilihan lain. Not to mention yang awalnya dipaksa, dijual dan diperkosa.
    Yap, dimatamu, belum tentu dimata orang lain atau bahkan dimata pelaku.

  17. #77
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    Ketika ada unsur "bertujuan untuk mendapatkan sesuatu (materi) dan dilakunan scr kontinyu" menurutku itu udah bisa disebut "profesi". Maling, copet, perampok dll itu pun profesi maskipun (tentu saja) ndak bisa/layak dilegal-formalkan. Koruptor pun bisa disebut profesi kalo itu dilakukan kontinyu meskipun biasanya hanya profesi sampingan dan tentu saja juga ndak layak dilegal-formalkan.

    Kenapa profesi2 tsb ndak layak untuk dilegal-formalkan? Karena profesi2 tsb dinilai "negatif" dlm arti, salah satunya, ada pihak2 tertentu yg (merasa) dirugikan.

    So, selama p3lacuran dinilai sbg sesuatu yg negatif maka p3lacuran tidak layak untuk dilegal-formalkan seperti halnya permalingan, percopetan, perampokan dan, menurutku ini analogi yg paling deket, perjudian.

    Bagaimana dgn melokalisasi p3lacuran? Saya setuju.

    Melokalisasi menurutku bukan berarti melegalisasi tapi titik beratnya lebih pada meregulasi. Sebuah regulasi itu dibuat untuk mengatur (apapun) dgn tujuan untuk mengurangi bahkan menghilangkan (jika ada) nilai/dampak negatif sekaligus meningkatkan (jika ada) nilai/dampak positif dari sesuatu (aktifitas manusia).

    Kalo regulasi yg sudah ada saat ini, misalnya upaya penggerebegan p3lacur di jalanan dan upaya2 lainnya, dinilai tidak efektif ya mesti dicari jalan keluar dgn merombak atau menambahkan bentuk regulasi baru. Dan membentuk lokalisasi adalah bagian dari regulasi (baru) tsb.

    Itu seperti halnya dgn membuat lokalisasi perjudian. Dan kalo perlu kedua lokalisasi tsb disatukan ato minimal berdekatan. Lebih ekstrem lagi sekalian juga dgn lokalisasi narkoba. All-in. Mau esek2, main judi, mabok, nyimeng, nyabu dll semuanya tersedia di satu lokasi.

    Konsekuensinya, semua aktifitas2 tsb yg dilakukan diluar lokalisasi ya harus ditindak. Kalo regulasinya udah jelas, penegakan hukumnya juga harus tegas.

    Nah kedepannya, jika memang, p3lacuran dinilai bukan lagi sebagai sesuatu yg negatif maka barulah bicara soal legalisasi. Ada izin praktek p3lacur pribadi, jam praktek jelas, ada praktek pagi, praktek sore, praktek malam, weekend dan libur buka 24 jam, dst...dsb. Ada juga izin rumah sakit eh rumah bordil lengkap dgn p3lacur umum (gaya standard) maupun p3lacur spesialis, ada spesialis oral, doggy, BDSM, kamasutra, dll. Kalo perlu disediakan ruang UGD bagi pasien yg udah bener2 kebelet. Dst...dsb.



    *edited. double post*
    Last edited by 234; 29-12-2013 at 11:38 AM.

  18. #78
    pelanggan setia eve's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    4,120
    Giiilllaaaaaaaaaakkkkkkkk...... #muntah darah
    hai hai hai......

  19. #79
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by eve View Post
    Kok saya mulai meragukan "tidak punya pilihan", "terpaksa", kebanyakan sekarang pilihannya : hp cross atau bb/android? Hp jadul atau tablet? Tas tanabang atau kw1? Sepatu 25k atau 2500k?

    Kebiasaan dan gaya hidup yang mewah yang bikin ngiler akhirnya membuat merekamenghargai alat biologis mereka terlalu murah. Gakpapa melayani aki aki, habis itu bisa belanja belanja kok...
    Cewek yg menikah resmi demi uang juga banyak, sama2 menjual tubuh demi uang.
    Bedanya yg menikah itu dikontrak jangka panjang, tiap hari disetubuhi aki-aki tapi kebutuhan hidup dipenuhi, sukur2 si aki cepet mati bisa dapet warisan.
    Kalo si aki umur panjang ya derita lo...

    Biasanya sih aki2 kalo dikasi makan daun muda terus jadi umur panjang.

  20. #80
    pelanggan setia eve's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    4,120
    Ts OOT! #keplak
    hai hai hai......

Page 4 of 7 FirstFirst ... 23456 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •