Ikutan ah...
BMI awalnya 212.7, tapi setelah sadar bahwa nulis tinggi dan beratnya ketuker, jadinya 28.4...tinggal .6 lagi ke obesitas...
Tapi upper body bisa dibilang lumayan berbentuk. Lengan, bahu, pundak, dan dada masih ada sisa-sisa kejayaan jaman (sigh) muda... tapi lingkar pinggang mulai mengungguli lingkar-lingkar yang lain... kadar lemak badan 18%. Kardio masih bagus, kemarin tes ECG di tread-mill dan saya dinyatakan sehat wal'afiat dengan skor prestasi jantung 4 dari 5. Cuma nilai kolesterol memang memprihatinkan. Kelebihan 40 point dari normal.
Target BMI 24 dengan kadar lemak 10%.
Caranya dengan mengurangi karbohidrat dan makanan dengan kandungan gula tinggi. Ternyata kolesterol saya datangnya dari asupan makanan dengan GI tinggi, bukan dari makanan berlemak yang selama ini sudah saya pantangi. Asupan karbo-hidrat saya ambil dari nasi beras merah, makanya selalu bawa bekal dari rumah. Tapi jujur nggak tau gimana ngakalinya kalau lagi business trip yang seringnya rada minta ampun...
Olahraga, tiga kali seminggu main beban, dua hari sisanya kardio ringan... saya ada janji nemenin istri naik gunung Bulan Juni besok... jadi agak fokus di cardio dan kekuatan kaki.
Yakkk... mulaiiii....![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)

tinggal .6 lagi ke obesitas...
Reply With Quote

Popo Nest 
cuma bubuk susu kering yang sudah gak ada nutrisinya. Segala vitamin dan protein yang ada di situ ditambahkan di pabrik, bukan datang dari bahan susu lagi.




