Page 4 of 5 FirstFirst ... 2345 LastLast
Results 61 to 80 of 94

Thread: #IndonesiaTanpaJIL

  1. #61
    Quote Originally Posted by ishaputra View Post
    Cuma memastikan saja. Adian Husaini yang dokter hewan itu ya? Takut salah... soalnya di kampung saya, ada tukang onde-onde namanya Adian Husaini.

    S2 nya apa? Teknik sipil?
    Dawam Raharjo juga lulusan sarjana ekonomi kok
    you can also find me here

  2. #62
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Ah kirain mo diskusi secara intelek, nyatanya cuma olok2 saja. Gak beda dgn yg anti-JIL...
    Sebelah mana yang olok-olok?

    Quote Originally Posted by purba View Post
    Sekali lagi saya coba utk diskusi secara intelek. Baik INSIST maupun JIL masing-masing memiliki pijakan dlm menelaah Quran.
    Tentu saja. Yang jadi persoalan berikutnya: Pijakan mana yang lebih realistis?
    Memandang Alquran sebagai "kitab suci" yang sudah pasti benar, atau memandang Alquran sebagai "teks biasa" yang muncul di Arab abad ke 7, dan melakukan penafsiran secara hermeneutik terhadapnya?

    Quote Originally Posted by purba View Post
    Bisa jadi memang INSIST yg benar bahwa Quran tidak mengajarkan pluralisme. Jika demikian, JIL terlihat justru memaksakan keinginannya bahwa Quran mengajarkan pluralisme. Dalam hal ini JIL seperti tidak mau lepas dari Islam tetapi tidak mau lagi berislam seperti founding fathers-nya. Kalau saya bilang, JIL masih takut neraka.
    Oke. Tapi pada bagian ini, harus dielaborasi dengan agak rinci.

    Apa itu pluralisme? Bagian ayat mana dalam Alquran yang tidak mengajarkan pluralisme? Dan seterusnya.

    Saya melihat, JIL memang tidak sedang mempromosikan cara berislam yang PERSIS seperti founding fathernya. Apakah itu salah? Saya melihatnya, tidak ada yang salah. Justru masuk di akal, karena zaman berubah dan agama harus menyesuaikan diri dengan perubahan. Agama apapun harus seperti itu jika mau tetap eksis dengan fleksibel di jaman sekarang.

    Pertanyaannya: Bagian mana dari agama yang mesti bisa menyesuaikan diri dengan zaman? Jawabnya: Yaitu bagian-bagian "horizontal" yang menyentuh hubungan bermasyarakat. Sedangkan JIL, sejauh pengamatan saya, tidak mempersoalkan (mengutak-utik) bagian-bagian ajaran agama yang vertikal (ibadah murni). (Makanya, bagi para rekan yang "anti JIL", dimohon pahami dan kuasai apa itu manifesto JIL, dan kalau bisa ikuti serial-serial diskusinya. Jangan taunya cuma separo-paro, langsung pasang sikap anti)

  3. #63
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by ishaputra View Post
    Tentu saja. Yang jadi persoalan berikutnya: Pijakan mana yang lebih realistis?
    Memandang Alquran sebagai "kitab suci" yang sudah pasti benar, atau memandang Alquran sebagai "teks biasa" yang muncul di Arab abad ke 7, dan melakukan penafsiran secara hermeneutik terhadapnya?
    Coba anda jawab, mana yg lebih realistis?

    INSIST adalah para muslim yg konsisten dgn kemuslimannya. Karena mereka muslim, sudah selayaknya mereka menelaah segala sesuatu dari pijakan mereka bahwa Quran adalah perkataan tuhan yg mutlak dan sudah pasti benar. Seandainya mereka memperlakukan Quran sebagai teks biasa, tentu tidak konsisten. Akan sangat lucu, seseorang yg mengaku muslim tetapi memperlakukan Quran sbg teks biasa. Itulah yg dilakukan JIL. Sangat berbeda jika telaah Quran sbg teks biasa dilakukan oleh nonmuslim. Para orientalis nonmuslim yg menelaah Quran sbg teks biasa justru itu yg konsisten.

    Saya melihat, JIL memang tidak sedang mempromosikan cara berislam yang PERSIS seperti founding fathernya. Apakah itu salah? Saya melihatnya, tidak ada yang salah. Justru masuk di akal, karena zaman berubah dan agama harus menyesuaikan diri dengan perubahan. Agama apapun harus seperti itu jika mau tetap eksis dengan fleksibel di jaman sekarang.
    Memang tidak salah dan bukan masalah salah atau benar, tapi masalah konsistensi. Yg ingin saya tuju adalah originalitas Islam. Jika Islam memang seperti INSIST, ya itulah Islam. Malahan saya melihat INSIST sbg orang-orang yg berani mengatakan beginilah Islam. Dan, itu seharusnya sejalan dgn telaah orientalis nonmuslim ttg Islam.

    Pertanyaannya: Bagian mana dari agama yang mesti bisa menyesuaikan diri dengan zaman? Jawabnya: Yaitu bagian-bagian "horizontal" yang menyentuh hubungan bermasyarakat. Sedangkan JIL, sejauh pengamatan saya, tidak mempersoalkan (mengutak-utik) bagian-bagian ajaran agama yang vertikal (ibadah murni).
    Karena itu saya katakan JIL masih takut neraka.

  4. #64
    pelanggan setia choodee's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Posts
    2,988
    JIL itu segmennya kaum intelek. Masjid di kampung-kampung bukan kelasnya. Anda mikir dong, masa mau bahas hermeneutika (misalnya) di masjid-masjid kampung?
    Lah kan sebelumnya gw sebut, pas jaman kuliah S1, means maksud gw dakwah2 yg gencar dilakukan di kampus2, bukan masjid kampung jadi di kampus yg isinya kaum intelek aja hampir ga kedengaran jadi kaum intelek mana yang bisa mengerti JIL?

  5. #65
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    oh jawaban saya emang ga b'kualitas krn saya ga merasa perlu keminter buat berislam secara kaffah kog

    ---------- Post added at 12:49 AM ---------- Previous post was at 12:43 AM ----------

    @choode: itu yg gw bilang si isha standar ganda. dia bilang isi JIL org2 intelek. nah yg diluar JIL ga intelek gitu?

    ---------- Post added at 12:59 AM ---------- Previous post was at 12:49 AM ----------

    JIL bukan m'bawa Islam dalam kekinian, tapi menabrak Islam dgn diskusi2 hanya untuk melegalkan pandangan mereka.

    ---------- Post added at 01:02 AM ---------- Previous post was at 12:59 AM ----------

    memisahkan ibadah horizontal dgn ibadah murni? itu aneh, padahal ayat qur'an bilang berislam secara kaffah. so gmn JIL?

    ---------- Post added at 01:06 AM ---------- Previous post was at 01:02 AM ----------

    isha bilang antiJIL ga bs m'bantah argumen JIL? atau malas b'debat kusir dgn JIL? n saat nolak JIL dianggap ga intelek?

    ---------- Post added at 01:09 AM ---------- Previous post was at 01:06 AM ----------

    ada banyak cendikiawan muslim n memilih "nyueki" JIL, lalu mrk dianggap ga intelek? apa itu bukan standart ganda ya?

    ---------- Post added at 01:13 AM ---------- Previous post was at 01:09 AM ----------

    menertawakan latar belakang pendidikan cendikiawan muslim di luar JIL, apa itu bukan melecehkan ya?

    ---------- Post added at 01:17 AM ---------- Previous post was at 01:13 AM ----------

    masalah kawin campur, kl bilang tentang ahli kitab, justru JIL kembali ke masa lalu. bagian mana JIL sbg islam kekinian?

    ---------- Post added at 01:21 AM ---------- Previous post was at 01:17 AM ----------

    knp saya males ngomong panjang2 td? krn toh isha posting panjang2 itu intinya 1, JIL intelek, diluar JIL bukan. p'hinaan

    ---------- Post added at 01:24 AM ---------- Previous post was at 01:21 AM ----------

    memang bahasanya halus, "awam" blabla yadayada, tapi maksudnya jelas, yg diluar JIL bodoh krn ga ngikutin JIL

    ---------- Post added at 01:29 AM ---------- Previous post was at 01:24 AM ----------

    pdhl benarkah JIL m'dobrak Islam? ato jangan2 nabrak Islam hingga jadi keping2? ingin tetap dibilang muslim tp melenceng

    ---------- Post added at 01:32 AM ---------- Previous post was at 01:29 AM ----------

    kawin campur dibilang sama dgn poligami, menyakiti hati tetapi bisa dilaksanakan? argumen dr mana? dasarnya saja beda

    ---------- Post added at 01:36 AM ---------- Previous post was at 01:32 AM ----------

    poligami mesti berat menerima, tetapi ada di Islam. kawin campur? ada syarat akad dn keluarga sakinah yg sudah dilanggar

    ---------- Post added at 01:40 AM ---------- Previous post was at 01:36 AM ----------

    p'nikahan dlm Islam adlh m'bentuk keluarga sbg sendi hidup Islam, bukan sekedar melegalkan s3.x. nikah campur memenuhi?

    ---------- Post added at 01:47 AM ---------- Previous post was at 01:40 AM ----------

    nah dr sana saja JIL sudah ga kaffah masih maksa disebut muslim (tapi) liberal? so antiJIL bodoh? apa ga kebalik?

    ---------- Post added at 01:51 AM ---------- Previous post was at 01:47 AM ----------

    abis ini isha pasti ngomong blabla yadayada, intinya 1, antiJIL ga intelek, n JIL great moslem. monggo lah dont care

  6. #66
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    wew Bundana postingannya kepisah2 semua....
    JIL hanya melihat Ibadah itu yang vertikal saja... padahal ibadah2 sosial pun sudah ada tuntunannya dalam Al-Quran, contoh nikah, waris, jilbab (hijab) dll... mereka tidak melranggar ibadah2 ritual tersebut entah karena apa.. namun mereka dengan berani menolak hukum2 tentang ibadah sosial yang ada di Al-Quran.. jadinya sebenarnya JIL itu mau apa... mau beragama sesuai dengan keinginan akal mereka, atau mau beragama sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad shallollohu alaihi wa sallam?

  7. #67
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    pake hp om hajime...hape ga keren

  8. #68
    Quote Originally Posted by choodee View Post
    Lah kan sebelumnya gw sebut, pas jaman kuliah S1, means maksud gw dakwah2 yg gencar dilakukan di kampus2, bukan masjid kampung jadi di kampus yg isinya kaum intelek aja hampir ga kedengaran jadi kaum intelek mana yang bisa mengerti JIL?
    Memang harus diakui: Pandangan Islam yang liberal, justru laris di kampus-kampus Islam seperti UIN (di jurusan-jurusan yang terkait). Hipotesanya: Karena mereka lebih mengerti agama (lha wong jurusannya agama). Memang tidak semua mahasiswa UIN memiliki corak pandang yang liberal, tetapi bisa ditelaah bahwa ide-ide liberalisasi agama (dalam hal ini Islam), lebih ramai di sana.

    Hal ini berbeda dengan kampus-kampus non-agama, di mana para mahasiswanya tidak studi agama "sedalam" rekan-rekan mereka yang memang mengambil jurusan agama.

    Kajian-kajian dekonstruksi agama itu memang kajian yang "elitis". Suka tidak suka, kita harus akui ini.

    Sebenarnya tidak hanya UIN, di STF Driyarkara, banyak pula pastur-pastur di sana, juga mahasiswanya, yang berpandangan liberal dan melakukan pendekatan kritis atas agamanya. Dan ini sebenarnya sesuatu yang biasa-biasa saja dalam konteks kajian agama dan filsafat.

    ---------- Post added at 01:41 AM ---------- Previous post was at 01:12 AM ----------

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    choode: itu yg gw bilang si isha standar ganda. dia bilang isi JIL org2 intelek. nah yg diluar JIL ga intelek gitu?
    Apa sih itu "standar ganda?" Emang yang kayak begitu namanya "standar ganda?" Anda boleh mengkritik, tapi pakailah istilah yang tepat supaya maksud atau point kritiknya bisa dipahami.

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    JIL bukan m'bawa Islam dalam kekinian, tapi menabrak Islam dgn diskusi2 hanya untuk melegalkan pandangan mereka.
    Uraikan dong, biar lebih jelas. Anda dari tadi tak punya argumentasi apa-apa.

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    memisahkan ibadah horizontal dgn ibadah murni? itu aneh, padahal ayat qur'an bilang berislam secara kaffah. so gmn JIL?
    Ibadah murni itu ibadah vertikal. Seperti sholat, misalnya. Sedangkan agama tidak hanya mengatur hal-hal yang bersifat "ibadah murni", tapi juga hubungan bermasyarakat.

    Nah, hal-hal yang mengatur hubungan bermasyarakat itulah yang tidak bisa dimutlakkan, karena MASYARAKAT BERUBAH. Ada perubahan nilai-nilai, ada perubahan peta politik, ada perubahan kultur-budaya dan seterusnya.

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    isha bilang antiJIL ga bs m'bantah argumen JIL? atau malas b'debat kusir dgn JIL? n saat nolak JIL dianggap ga intelek??
    Apa bedanya "malas berdebat" dengan "tidak mampu berdebat?"

    Atau jangan-jangan, anda memang tidak mampu berdebat karena minder dengan tingkat wawasan anda. Tapi supaya tidak malu bilang saja "saya malas berdebat kusir".

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    isha ada banyak cendikiawan muslim n memilih "nyueki" JIL, lalu mrk dianggap ga intelek? apa itu bukan standart ganda ya?
    Contohnya siapa? "Nyuekin" itu maksudnya bagaimana?

    Anda ini sepertinya dengan sekuat tenaga ingin "menghindari debat", karena MINDER dengan tingkat wawasan anda. Anda ingin bersikap menolak JIL tapi tidak mau terbeban dengan tanggungjawab memberi penjelasan.

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    isha menertawakan latar belakang pendidikan cendikiawan muslim di luar JIL, apa itu bukan melecehkan ya?
    Siapa yang mentertawakan? Siapa yang melecehkan?

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    isha masalah kawin campur, kl bilang tentang ahli kitab, justru JIL kembali ke masa lalu. bagian mana JIL sbg islam kekinian?
    Menurut pendapat anda: Kawin campur dalam Islam itu BOLEH ATAU TIDAK?

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    knp saya males ngomong panjang2 td? krn toh isha posting panjang2 itu intinya 1, JIL intelek, diluar JIL bukan. p'hinaan
    Kalo di luar JIL intelek, BUKTIKAN. Nggak usah jauh-jauh, MULAI DARI ANDA SENDIRI. Tunjukkan point-point mana di mana JIL itu keliru, dan bagaimana yang benar. Kita boleh adu opini di sini. Silakan!! (Kalau bisa, tulis dalam bentuk artikel dalam thread tersendiri. Nanti akan saya tanggapi dengan baik).

    Tidak perlu lagi menanggapi hal-hal yang tidak substansial. Mari masuk ke substansinya langsung

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    memang bahasanya halus, "awam" blabla yadayada, tapi maksudnya jelas, yg diluar JIL bodoh krn ga ngikutin JIL
    Buktikan bahwa tuduhan saya salah. Mulai dari diri anda sendiri.

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    pdhl benarkah JIL m'dobrak Islam? ato jangan2 nabrak Islam hingga jadi keping2? ingin tetap dibilang muslim tp melenceng
    Contohnya apa? Silakan elaborasi, jangan cuma statement sepotong-potong. Sukar dipahami.

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    kawin campur dibilang sama dgn poligami, menyakiti hati tetapi bisa dilaksanakan? argumen dr mana? dasarnya saja beda
    1. Boleh tau, tuduhan itu dapat darimana? (Maksudnya, ada artikel atau buku yang bercorak Islam liberal yang pernah mengatakan itu?)

    2. Kalo kawin campur dibilang "menyakiti hati", maka hati siapa yang tersakiti?

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    poligami mesti berat menerima, tetapi ada di Islam. kawin campur? ada syarat akad dn keluarga sakinah yg sudah dilanggar
    Kawin campur itu maksudnya kawin beda agama? Bukankah Alquran memperbolehkan kawin dengan perempuan Ahlul Kitab?

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    p'nikahan dlm Islam adlh m'bentuk keluarga sbg sendi hidup Islam, bukan sekedar melegalkan s3.x. nikah campur memenuhi?
    Kembali ke komentar saya sebelumnya: Bukankah Alquran melegalkan lelaki Muslim menikahi perempuan Ahli Kitab?

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    nah dr sana saja JIL sudah ga kaffah masih maksa disebut muslim (tapi) liberal? so antiJIL bodoh? apa ga kebalik? [
    Apakah ada SATU SAJA, kelompok aliran Islam yang mewakili apa itu Islam secara sebenar-benarnya? Sunni pun menganggap Syiah itu sesat dan keliru. Demikian pula sebaliknya.

    Di antara sesama Sunni, pentakfiran itu pun marak terjadi. Contoh, Abu Bakar Baasyir menganggap Muslim yang tidak setuju negara Islam, batal syahadatnya. Lho, bagaimana ini? Bukankah pendirian negara Islam (Khilafah) itu sendiri debatable di kalangan Muslim? NU misalnya, sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, menyatakan bahwa NKRI dan pancasilanya sudah final. Dalam arti, tak perlu ada negara Islam. NU kafir?

    Saya katakan: Tidak ada Islam "an sich". Yang ada itu, Islam yang telah "diolah" melalui akal pikiran manusia. Jika anda menuduh JIL "tidak kaffah", maka, ukuran "kaffah" itu sendiri apa sih? Ini mungkin sangat debatable. Kaffah dalam pandangan Baasyir, ya termasuk menyetujui pendirian negara Islam khilafah. Tapi NU mengatakan NKRI dan Pancasila sudah final. Jadi, NU TIDAK KAFFAH DALAM BERISLAM? Ini contoh saja.

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    abis ini isha pasti ngomong blabla yadayada, intinya 1, antiJIL ga intelek, n JIL great moslem. monggo lah dont care
    Bagaimana dengan anda sendiri? Bukankah secara implisit, anda juga berpandangan bahwa: JIL tidak intelek dan bodoh. Dan anti JIL adalah Islam yang benar dan intelek. Begitu kan?

  9. #69
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    saya ga pernah blg JIL intelek ato bukan, saya hanya bilang jualan mrk ga laku n kamu bilang JIL cuma kaum intelek

  10. #70
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    Originally Posted by ishaputra
    Di antara sesama Sunni, pentakfiran itu pun marak terjadi. Contoh, Abu Bakar Baasyir menganggap Muslim yang tidak setuju negara Islam, batal syahadatnya. Lho, bagaimana ini? Bukankah pendirian negara Islam (Khilafah) itu sendiri debatable di kalangan Muslim? NU misalnya, sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, menyatakan bahwa NKRI dan pancasilanya sudah final. Dalam arti, tak perlu ada negara Islam. NU kafir?
    tunggu sebentar bung anda membawa nama ustadz Abu Bakar Baasyir, coba sebutkan dimana kami bisa mengkroscheck pernyataan anda biar pernyataan diatas tidak menjadi fitnah, karena menurut pemikiran saya masalah takfir (pengkafiran) dengan alasan yang tidak sesuai syariat itu sangat tidak sesuai dengan jati diri ustadz Abu Bakar Baasyir, walopun memang beliau sangat keras dalam memperjuangkan tegaknya daulah khilafah......

    ---------- Post added at 12:02 PM ---------- Previous post was at 11:53 AM ----------

    Originally Posted by ishaputra
    Kembali ke komentar saya sebelumnya: Bukankah Alquran melegalkan lelaki Muslim menikahi perempuan Ahli Kitab?
    ya terus anda tahu siapa yang dimaksud ahli kitab yang disebut di dalam Al-Quran?

  11. #71
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    JIL udah bikin paranoid
    yg berpikiran liberal, langsung dicap JIL
    yang bilang Tuhannya semua agama itu sama, di anggap pengikut Ulil

    padahal gue kenal ulil aja kaga, JIL aja gue baru tau



    kira2 sama kayak teroris, yang kena getahnya ya islam sebagai agama
    padahal yg salah itu ulah oknumnya yg kebetulan beragama islam

    Jilanto, bisa dipanggil pak Jil, seorang pengusaha kuliner asli solo mencipatakan resep mie dengan kuah santan
    paling enak dinikmati saat hujan...sluurpp

    #IndomieSantanPakJIL

  12. #72
    ^ padahal entarnya juga bakal liberal ya bro Sedge.

  13. #73
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    saya ga pernah blg JIL intelek ato bukan, saya hanya bilang jualan mrk ga laku n kamu bilang JIL cuma kaum intelek
    Apa ukuran "nggak laku"-nya? Sebelum menilai, PAHAMI DULU posisi dan kondisi yang anda nilai itu. Segmen audience wacana-wacana JIL itu SEMPIT, jadi nggak usah heran kalo suaranya tidak sekenceng ceramahnya Aa Gym atau Uje yang "selebritis".

    Coba main sekali-kali ke Utan Kayu. Kalau tidak hujan dan topiknya lumayan menarik, kita harus datang lebih awal untuk dapat tempat duduk yang strategis. Kalo telat, siap-siap aja ngemper di bawah. Saking penuhnya ruangan.

    Eh, Kamis besok ada diskusi di sana. Nih undangannya:
    http://islamlib.com/id/artikel/doktr...slam-indonesia

    Jangan tau JIL cuma dari congornya ustad-ustad mesjid yang memang sudah anti JIL. Lihat sendiri diskusinya, lihat sendiri bagaimana para peserta diskusinya. Bebas kok. Kalo ada materi atau substansi yang tidak anda setujui, gampang saja: BANTAH LANGSUNG DI DEPAN PEMBICARANYA. Itu sudah merupakan budaya yang dibangun kaum liberal di mana-mana.

    ---------- Post added at 10:32 PM ---------- Previous post was at 10:21 PM ----------

    Quote Originally Posted by hajime_saitoh View Post
    tunggu sebentar bung anda membawa nama ustadz Abu Bakar Baasyir, coba sebutkan dimana kami bisa mengkroscheck pernyataan anda biar pernyataan diatas tidak menjadi fitnah, karena menurut pemikiran saya masalah takfir (pengkafiran) dengan alasan yang tidak sesuai syariat itu sangat tidak sesuai dengan jati diri ustadz Abu Bakar Baasyir, walopun memang beliau sangat keras dalam memperjuangkan tegaknya daulah khilafah......
    "Ustadz Abu Bakar Ba’asyir kembali melanjutkan bahwa kini sudah saatnya untuk menyampaikan apa adanya tentang wajibnya bagi kaum Muslimin untuk menegakkan Negara Islam. Dengan demikian, jika ada tokoh, atau ulama, da’i atau kaum Muslimin yang menolak tuntutan penegakan syariat Islam secara kaffah (sempurna) dengan wujudnya Negara Islam, maka jangan ragu untuk mengatakan kepadanya murtad. Karena pada hakikatnya dia telah menolak Islam, telah keluar dari Islam. Ini harus tegas dan jelas, karena menyangkut masalah yang pokok (ushul) dimana kaum Muslimin tidak boleh berbeda alias harus sama".

    Sumber:
    http://www.globalmuslim.web.id/2012/...-tuntutan.html

    Dilansir juga di sini:
    http://arrahmah.com/read/2012/02/04/...arga-mati.html

    ---------- Post added at 10:42 PM ---------- Previous post was at 10:32 PM ----------

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    saya ga pernah blg JIL intelek ato bukan, saya hanya bilang jualan mrk ga laku n kamu bilang JIL cuma kaum intelek
    Btw, anda ini dari awal thread kok postingannya irit banget dan tidak elaboratif? Nggak punya bahan atau gimana? Sepertinya anda ini asal kontra saja. Mau kontra, tapi nggak bisa mempertanggungjawabkan sikapnya.

    Coba deh, yang elaboratif. Jadi kami-kami di sini bisa membaca apa dan bagaimana alur pikir anda. Siapa tahu ada point-point yang bisa kami terima. Kalo cuma ngepost "irit" kaya begitu, ya apa dong kualitasnya? Apa kontribusinya? Sekedar teriak "anti JIL" itu tidak berarti apa-apa.

    Percumah atuh masuk forum begini kalo postingannya irit. Mending main twitter aja.

  14. #74
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    Quote Originally Posted by ishaputra View Post
    "Ustadz Abu Bakar Ba’asyir kembali melanjutkan bahwa kini sudah saatnya untuk menyampaikan apa adanya tentang wajibnya bagi kaum Muslimin untuk menegakkan Negara Islam. Dengan demikian, jika ada tokoh, atau ulama, da’i atau kaum Muslimin yang menolak tuntutan penegakan syariat Islam secara kaffah (sempurna) dengan wujudnya Negara Islam, maka jangan ragu untuk mengatakan kepadanya murtad. Karena pada hakikatnya dia telah menolak Islam, telah keluar dari Islam. Ini harus tegas dan jelas, karena menyangkut masalah yang pokok (ushul) dimana kaum Muslimin tidak boleh berbeda alias harus sama".
    kalo sudah jelas begini enak... berarti memang beliau sudah melakukan takfir (pengkafiran) yang gegabah....... mengkafirkan penguasa yang tidak berhukum dengan hukum Islam... ini bahaya dan memang ini bentuk pemikiran khawarij.. dan semoga beliau sadar dan bertaubat dari pemikirannya.......

  15. #75
    berarti fatwa hukum mati buat Ulil (plus pengkafiran hp tokoh-tokoh JIL lainnya), juga gegabah dong?
    you can also find me here

  16. #76
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    Originally Posted by ishaputra
    Jangan tau JIL cuma dari congornya ustad-ustad mesjid yang memang sudah anti JIL. Lihat sendiri diskusinya, lihat sendiri bagaimana para peserta diskusinya. Bebas kok. Kalo ada materi atau substansi yang tidak anda setujui, gampang saja: BANTAH LANGSUNG DI DEPAN PEMBICARANYA. Itu sudah merupakan budaya yang dibangun kaum liberal di mana-mana.
    kalo dari segi budaya, budaya Islam yang dicontohkan Nabi Muhammad Shallohu alaihi wa sallam tidak begitu... beliau mengajarkan apabila ingin meluruskan atau menasihati seseorang harus dilakukan secara 4 mata, dengan bahasa yang baik dan didakwahi dengan sopan dan santun mengutip kata2 beliau ketika mengutus seorang shabat untuk berdakwah "permudahlah jangan mempersulit".. wallohu`alam

  17. #77
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    ya sana twitteran, siapa juga yg nahan tetap di KM posting panjang2 juga buat apa, situ aja standart ganda

  18. #78
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    ^ padahal entarnya juga bakal liberal ya bro Sedge.
    ntar kalo dah waktunya di buka aja semuanya ya bro ?


  19. #79
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by ishaputra View Post
    Coba deh, yang elaboratif. Jadi kami-kami di sini bisa membaca apa dan bagaimana alur pikir anda. Siapa tahu ada point-point yang bisa kami terima. Kalo cuma ngepost "irit" kaya begitu, ya apa dong kualitasnya? Apa kontribusinya? Sekedar teriak "anti JIL" itu tidak berarti apa-apa.
    Nih ane coba kritik JIL. Di atas ente sempat mengatakan bahwa JIL menelaah Quran sbg teks biasa. Apakah itu sebuah metodologi yg tepat? Menurut ane tidak. JIL tetap mengaku sebagai muslim. Itu berarti mengaku bahwa Quran adalah perkataan tuhan yg sudah barang tentu bukan teks biasa. Tetapi dalam sepak terjangnya, JIL memperlakukan Quran sebagai teks biasa. Dimana letak intelektualitas dari sikap seperti itu?


  20. #80
    @purba:

    mungkin kamsudnya ishaputra tuh gini pur
    secara ilmiah (baca kajian akademis)
    quran, al-kitab, rig veda, bagawat gita dll yng dianggap setara
    adalah bebas untuk dikaji n didesakralisasikan, itu sah saja
    masalahnya tinggal, kajian itu untuk tujuan apa?


    ttg JIL
    emang ada bbrp kelompok yng resisten atau parno dng kelompok JIL
    tapi tdk sedikit jg yng cuek n enjoy aja dng eksistensi JIL
    krn ada yng memandang bhw, kelompok semacam JIL itu
    bukan hal baru. Jaman baheula jg udah ada yng sejenis
    yakni mu'tazilah, cmiiw
    Last edited by pasingsingan; 29-03-2012 at 11:22 PM.
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

Page 4 of 5 FirstFirst ... 2345 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •