you can also find me here
Sebelah mana yang olok-olok?
Tentu saja. Yang jadi persoalan berikutnya: Pijakan mana yang lebih realistis?
Memandang Alquran sebagai "kitab suci" yang sudah pasti benar, atau memandang Alquran sebagai "teks biasa" yang muncul di Arab abad ke 7, dan melakukan penafsiran secara hermeneutik terhadapnya?
Oke. Tapi pada bagian ini, harus dielaborasi dengan agak rinci.
Apa itu pluralisme? Bagian ayat mana dalam Alquran yang tidak mengajarkan pluralisme? Dan seterusnya.
Saya melihat, JIL memang tidak sedang mempromosikan cara berislam yang PERSIS seperti founding fathernya. Apakah itu salah? Saya melihatnya, tidak ada yang salah. Justru masuk di akal, karena zaman berubah dan agama harus menyesuaikan diri dengan perubahan. Agama apapun harus seperti itu jika mau tetap eksis dengan fleksibel di jaman sekarang.
Pertanyaannya: Bagian mana dari agama yang mesti bisa menyesuaikan diri dengan zaman? Jawabnya: Yaitu bagian-bagian "horizontal" yang menyentuh hubungan bermasyarakat. Sedangkan JIL, sejauh pengamatan saya, tidak mempersoalkan (mengutak-utik) bagian-bagian ajaran agama yang vertikal (ibadah murni). (Makanya, bagi para rekan yang "anti JIL", dimohon pahami dan kuasai apa itu manifesto JIL, dan kalau bisa ikuti serial-serial diskusinya. Jangan taunya cuma separo-paro, langsung pasang sikap anti)
Coba anda jawab, mana yg lebih realistis?
INSIST adalah para muslim yg konsisten dgn kemuslimannya. Karena mereka muslim, sudah selayaknya mereka menelaah segala sesuatu dari pijakan mereka bahwa Quran adalah perkataan tuhan yg mutlak dan sudah pasti benar. Seandainya mereka memperlakukan Quran sebagai teks biasa, tentu tidak konsisten. Akan sangat lucu, seseorang yg mengaku muslim tetapi memperlakukan Quran sbg teks biasa. Itulah yg dilakukan JIL. Sangat berbeda jika telaah Quran sbg teks biasa dilakukan oleh nonmuslim. Para orientalis nonmuslim yg menelaah Quran sbg teks biasa justru itu yg konsisten.
Memang tidak salah dan bukan masalah salah atau benar, tapi masalah konsistensi. Yg ingin saya tuju adalah originalitas Islam. Jika Islam memang seperti INSIST, ya itulah Islam. Malahan saya melihat INSIST sbg orang-orang yg berani mengatakan beginilah Islam. Dan, itu seharusnya sejalan dgn telaah orientalis nonmuslim ttg Islam.Saya melihat, JIL memang tidak sedang mempromosikan cara berislam yang PERSIS seperti founding fathernya. Apakah itu salah? Saya melihatnya, tidak ada yang salah. Justru masuk di akal, karena zaman berubah dan agama harus menyesuaikan diri dengan perubahan. Agama apapun harus seperti itu jika mau tetap eksis dengan fleksibel di jaman sekarang.
Karena itu saya katakan JIL masih takut neraka.Pertanyaannya: Bagian mana dari agama yang mesti bisa menyesuaikan diri dengan zaman? Jawabnya: Yaitu bagian-bagian "horizontal" yang menyentuh hubungan bermasyarakat. Sedangkan JIL, sejauh pengamatan saya, tidak mempersoalkan (mengutak-utik) bagian-bagian ajaran agama yang vertikal (ibadah murni).![]()
Lah kan sebelumnya gw sebut, pas jaman kuliah S1, means maksud gw dakwah2 yg gencar dilakukan di kampus2, bukan masjid kampungJIL itu segmennya kaum intelek. Masjid di kampung-kampung bukan kelasnya. Anda mikir dong, masa mau bahas hermeneutika (misalnya) di masjid-masjid kampung?jadi di kampus yg isinya kaum intelek aja hampir ga kedengaran jadi kaum intelek mana yang bisa mengerti JIL?
oh jawaban saya emang ga b'kualitas krn saya ga merasa perlu keminter buat berislam secara kaffah kog
---------- Post added at 12:49 AM ---------- Previous post was at 12:43 AM ----------
@choode: itu yg gw bilang si isha standar ganda. dia bilang isi JIL org2 intelek. nah yg diluar JIL ga intelek gitu?
---------- Post added at 12:59 AM ---------- Previous post was at 12:49 AM ----------
JIL bukan m'bawa Islam dalam kekinian, tapi menabrak Islam dgn diskusi2 hanya untuk melegalkan pandangan mereka.
---------- Post added at 01:02 AM ---------- Previous post was at 12:59 AM ----------
memisahkan ibadah horizontal dgn ibadah murni? itu aneh, padahal ayat qur'an bilang berislam secara kaffah. so gmn JIL?
---------- Post added at 01:06 AM ---------- Previous post was at 01:02 AM ----------
isha bilang antiJIL ga bs m'bantah argumen JIL? atau malas b'debat kusir dgn JIL? n saat nolak JIL dianggap ga intelek?
---------- Post added at 01:09 AM ---------- Previous post was at 01:06 AM ----------
ada banyak cendikiawan muslim n memilih "nyueki" JIL, lalu mrk dianggap ga intelek? apa itu bukan standart ganda ya?
---------- Post added at 01:13 AM ---------- Previous post was at 01:09 AM ----------
menertawakan latar belakang pendidikan cendikiawan muslim di luar JIL, apa itu bukan melecehkan ya?
---------- Post added at 01:17 AM ---------- Previous post was at 01:13 AM ----------
masalah kawin campur, kl bilang tentang ahli kitab, justru JIL kembali ke masa lalu. bagian mana JIL sbg islam kekinian?
---------- Post added at 01:21 AM ---------- Previous post was at 01:17 AM ----------
knp saya males ngomong panjang2 td? krn toh isha posting panjang2 itu intinya 1, JIL intelek, diluar JIL bukan. p'hinaan
---------- Post added at 01:24 AM ---------- Previous post was at 01:21 AM ----------
memang bahasanya halus, "awam" blabla yadayada, tapi maksudnya jelas, yg diluar JIL bodoh krn ga ngikutin JIL
---------- Post added at 01:29 AM ---------- Previous post was at 01:24 AM ----------
pdhl benarkah JIL m'dobrak Islam? ato jangan2 nabrak Islam hingga jadi keping2? ingin tetap dibilang muslim tp melenceng
---------- Post added at 01:32 AM ---------- Previous post was at 01:29 AM ----------
kawin campur dibilang sama dgn poligami, menyakiti hati tetapi bisa dilaksanakan? argumen dr mana? dasarnya saja beda
---------- Post added at 01:36 AM ---------- Previous post was at 01:32 AM ----------
poligami mesti berat menerima, tetapi ada di Islam. kawin campur? ada syarat akad dn keluarga sakinah yg sudah dilanggar
---------- Post added at 01:40 AM ---------- Previous post was at 01:36 AM ----------
p'nikahan dlm Islam adlh m'bentuk keluarga sbg sendi hidup Islam, bukan sekedar melegalkan s3.x. nikah campur memenuhi?
---------- Post added at 01:47 AM ---------- Previous post was at 01:40 AM ----------
nah dr sana saja JIL sudah ga kaffah masih maksa disebut muslim (tapi) liberal?so antiJIL bodoh? apa ga kebalik?
---------- Post added at 01:51 AM ---------- Previous post was at 01:47 AM ----------
abis ini isha pasti ngomong blabla yadayada, intinya 1, antiJIL ga intelek, n JIL great moslem. monggo lahdont care
wew Bundana postingannya kepisah2 semua....
JIL hanya melihat Ibadah itu yang vertikal saja... padahal ibadah2 sosial pun sudah ada tuntunannya dalam Al-Quran, contoh nikah, waris, jilbab (hijab) dll... mereka tidak melranggar ibadah2 ritual tersebut entah karena apa.. namun mereka dengan berani menolak hukum2 tentang ibadah sosial yang ada di Al-Quran.. jadinya sebenarnya JIL itu mau apa... mau beragama sesuai dengan keinginan akal mereka, atau mau beragama sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad shallollohu alaihi wa sallam?
pake hp om hajime...hape ga keren![]()
Memang harus diakui: Pandangan Islam yang liberal, justru laris di kampus-kampus Islam seperti UIN (di jurusan-jurusan yang terkait). Hipotesanya: Karena mereka lebih mengerti agama (lha wong jurusannya agama). Memang tidak semua mahasiswa UIN memiliki corak pandang yang liberal, tetapi bisa ditelaah bahwa ide-ide liberalisasi agama (dalam hal ini Islam), lebih ramai di sana.
Hal ini berbeda dengan kampus-kampus non-agama, di mana para mahasiswanya tidak studi agama "sedalam" rekan-rekan mereka yang memang mengambil jurusan agama.
Kajian-kajian dekonstruksi agama itu memang kajian yang "elitis". Suka tidak suka, kita harus akui ini.
Sebenarnya tidak hanya UIN, di STF Driyarkara, banyak pula pastur-pastur di sana, juga mahasiswanya, yang berpandangan liberal dan melakukan pendekatan kritis atas agamanya. Dan ini sebenarnya sesuatu yang biasa-biasa saja dalam konteks kajian agama dan filsafat.
---------- Post added at 01:41 AM ---------- Previous post was at 01:12 AM ----------
Apa sih itu "standar ganda?" Emang yang kayak begitu namanya "standar ganda?" Anda boleh mengkritik, tapi pakailah istilah yang tepat supaya maksud atau point kritiknya bisa dipahami.
Uraikan dong, biar lebih jelas. Anda dari tadi tak punya argumentasi apa-apa.
Ibadah murni itu ibadah vertikal. Seperti sholat, misalnya. Sedangkan agama tidak hanya mengatur hal-hal yang bersifat "ibadah murni", tapi juga hubungan bermasyarakat.
Nah, hal-hal yang mengatur hubungan bermasyarakat itulah yang tidak bisa dimutlakkan, karena MASYARAKAT BERUBAH. Ada perubahan nilai-nilai, ada perubahan peta politik, ada perubahan kultur-budaya dan seterusnya.
Apa bedanya "malas berdebat" dengan "tidak mampu berdebat?"
Atau jangan-jangan, anda memang tidak mampu berdebat karena minder dengan tingkat wawasan anda. Tapi supaya tidak malu bilang saja "saya malas berdebat kusir".
Contohnya siapa? "Nyuekin" itu maksudnya bagaimana?
Anda ini sepertinya dengan sekuat tenaga ingin "menghindari debat", karena MINDER dengan tingkat wawasan anda. Anda ingin bersikap menolak JIL tapi tidak mau terbeban dengan tanggungjawab memberi penjelasan.
Siapa yang mentertawakan? Siapa yang melecehkan?
Menurut pendapat anda: Kawin campur dalam Islam itu BOLEH ATAU TIDAK?
Kalo di luar JIL intelek, BUKTIKAN. Nggak usah jauh-jauh, MULAI DARI ANDA SENDIRI. Tunjukkan point-point mana di mana JIL itu keliru, dan bagaimana yang benar. Kita boleh adu opini di sini. Silakan!! (Kalau bisa, tulis dalam bentuk artikel dalam thread tersendiri. Nanti akan saya tanggapi dengan baik).
Tidak perlu lagi menanggapi hal-hal yang tidak substansial. Mari masuk ke substansinya langsung
Buktikan bahwa tuduhan saya salah. Mulai dari diri anda sendiri.
Contohnya apa? Silakan elaborasi, jangan cuma statement sepotong-potong. Sukar dipahami.
1. Boleh tau, tuduhan itu dapat darimana? (Maksudnya, ada artikel atau buku yang bercorak Islam liberal yang pernah mengatakan itu?)
2. Kalo kawin campur dibilang "menyakiti hati", maka hati siapa yang tersakiti?
Kawin campur itu maksudnya kawin beda agama? Bukankah Alquran memperbolehkan kawin dengan perempuan Ahlul Kitab?
Kembali ke komentar saya sebelumnya: Bukankah Alquran melegalkan lelaki Muslim menikahi perempuan Ahli Kitab?
Apakah ada SATU SAJA, kelompok aliran Islam yang mewakili apa itu Islam secara sebenar-benarnya? Sunni pun menganggap Syiah itu sesat dan keliru. Demikian pula sebaliknya.
Di antara sesama Sunni, pentakfiran itu pun marak terjadi. Contoh, Abu Bakar Baasyir menganggap Muslim yang tidak setuju negara Islam, batal syahadatnya. Lho, bagaimana ini? Bukankah pendirian negara Islam (Khilafah) itu sendiri debatable di kalangan Muslim? NU misalnya, sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, menyatakan bahwa NKRI dan pancasilanya sudah final. Dalam arti, tak perlu ada negara Islam. NU kafir?
Saya katakan: Tidak ada Islam "an sich". Yang ada itu, Islam yang telah "diolah" melalui akal pikiran manusia. Jika anda menuduh JIL "tidak kaffah", maka, ukuran "kaffah" itu sendiri apa sih? Ini mungkin sangat debatable. Kaffah dalam pandangan Baasyir, ya termasuk menyetujui pendirian negara Islam khilafah. Tapi NU mengatakan NKRI dan Pancasila sudah final. Jadi, NU TIDAK KAFFAH DALAM BERISLAM? Ini contoh saja.
Bagaimana dengan anda sendiri? Bukankah secara implisit, anda juga berpandangan bahwa: JIL tidak intelek dan bodoh. Dan anti JIL adalah Islam yang benar dan intelek. Begitu kan?
saya ga pernah blg JIL intelek ato bukan, saya hanya bilang jualan mrk ga laku n kamu bilang JIL cuma kaum intelek![]()
tunggu sebentar bung anda membawa nama ustadz Abu Bakar Baasyir, coba sebutkan dimana kami bisa mengkroscheck pernyataan anda biar pernyataan diatas tidak menjadi fitnah, karena menurut pemikiran saya masalah takfir (pengkafiran) dengan alasan yang tidak sesuai syariat itu sangat tidak sesuai dengan jati diri ustadz Abu Bakar Baasyir, walopun memang beliau sangat keras dalam memperjuangkan tegaknya daulah khilafah......Originally Posted by ishaputra
Di antara sesama Sunni, pentakfiran itu pun marak terjadi. Contoh, Abu Bakar Baasyir menganggap Muslim yang tidak setuju negara Islam, batal syahadatnya. Lho, bagaimana ini? Bukankah pendirian negara Islam (Khilafah) itu sendiri debatable di kalangan Muslim? NU misalnya, sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, menyatakan bahwa NKRI dan pancasilanya sudah final. Dalam arti, tak perlu ada negara Islam. NU kafir?
---------- Post added at 12:02 PM ---------- Previous post was at 11:53 AM ----------
ya terus anda tahu siapa yang dimaksud ahli kitab yang disebut di dalam Al-Quran?Originally Posted by ishaputra
Kembali ke komentar saya sebelumnya: Bukankah Alquran melegalkan lelaki Muslim menikahi perempuan Ahli Kitab?
JIL udah bikin paranoid
yg berpikiran liberal, langsung dicap JIL
yang bilang Tuhannya semua agama itu sama, di anggap pengikut Ulil
padahal gue kenal ulil aja kaga, JIL aja gue baru tau
kira2 sama kayak teroris, yang kena getahnya ya islam sebagai agama
padahal yg salah itu ulah oknumnya yg kebetulan beragama islam
Jilanto, bisa dipanggil pak Jil, seorang pengusaha kuliner asli solo mencipatakan resep mie dengan kuah santan
paling enak dinikmati saat hujan...sluurpp
#IndomieSantanPakJIL
^ padahal entarnya juga bakal liberal ya bro Sedge.![]()
Apa ukuran "nggak laku"-nya? Sebelum menilai, PAHAMI DULU posisi dan kondisi yang anda nilai itu. Segmen audience wacana-wacana JIL itu SEMPIT, jadi nggak usah heran kalo suaranya tidak sekenceng ceramahnya Aa Gym atau Uje yang "selebritis".
Coba main sekali-kali ke Utan Kayu. Kalau tidak hujan dan topiknya lumayan menarik, kita harus datang lebih awal untuk dapat tempat duduk yang strategis. Kalo telat, siap-siap aja ngemper di bawah. Saking penuhnya ruangan.
Eh, Kamis besok ada diskusi di sana. Nih undangannya:
http://islamlib.com/id/artikel/doktr...slam-indonesia
Jangan tau JIL cuma dari congornya ustad-ustad mesjid yang memang sudah anti JIL. Lihat sendiri diskusinya, lihat sendiri bagaimana para peserta diskusinya. Bebas kok. Kalo ada materi atau substansi yang tidak anda setujui, gampang saja: BANTAH LANGSUNG DI DEPAN PEMBICARANYA. Itu sudah merupakan budaya yang dibangun kaum liberal di mana-mana.
---------- Post added at 10:32 PM ---------- Previous post was at 10:21 PM ----------
"Ustadz Abu Bakar Ba’asyir kembali melanjutkan bahwa kini sudah saatnya untuk menyampaikan apa adanya tentang wajibnya bagi kaum Muslimin untuk menegakkan Negara Islam. Dengan demikian, jika ada tokoh, atau ulama, da’i atau kaum Muslimin yang menolak tuntutan penegakan syariat Islam secara kaffah (sempurna) dengan wujudnya Negara Islam, maka jangan ragu untuk mengatakan kepadanya murtad. Karena pada hakikatnya dia telah menolak Islam, telah keluar dari Islam. Ini harus tegas dan jelas, karena menyangkut masalah yang pokok (ushul) dimana kaum Muslimin tidak boleh berbeda alias harus sama".
Sumber:
http://www.globalmuslim.web.id/2012/...-tuntutan.html
Dilansir juga di sini:
http://arrahmah.com/read/2012/02/04/...arga-mati.html
---------- Post added at 10:42 PM ---------- Previous post was at 10:32 PM ----------
Btw, anda ini dari awal thread kok postingannya irit banget dan tidak elaboratif? Nggak punya bahan atau gimana? Sepertinya anda ini asal kontra saja. Mau kontra, tapi nggak bisa mempertanggungjawabkan sikapnya.
Coba deh, yang elaboratif. Jadi kami-kami di sini bisa membaca apa dan bagaimana alur pikir anda. Siapa tahu ada point-point yang bisa kami terima. Kalo cuma ngepost "irit" kaya begitu, ya apa dong kualitasnya? Apa kontribusinya? Sekedar teriak "anti JIL" itu tidak berarti apa-apa.
Percumah atuh masuk forum begini kalo postingannya irit. Mending main twitter aja.
kalo sudah jelas begini enak... berarti memang beliau sudah melakukan takfir (pengkafiran) yang gegabah....... mengkafirkan penguasa yang tidak berhukum dengan hukum Islam... ini bahaya dan memang ini bentuk pemikiran khawarij.. dan semoga beliau sadar dan bertaubat dari pemikirannya.......Quote Originally Posted by ishaputra View Post
"Ustadz Abu Bakar Ba’asyir kembali melanjutkan bahwa kini sudah saatnya untuk menyampaikan apa adanya tentang wajibnya bagi kaum Muslimin untuk menegakkan Negara Islam. Dengan demikian, jika ada tokoh, atau ulama, da’i atau kaum Muslimin yang menolak tuntutan penegakan syariat Islam secara kaffah (sempurna) dengan wujudnya Negara Islam, maka jangan ragu untuk mengatakan kepadanya murtad. Karena pada hakikatnya dia telah menolak Islam, telah keluar dari Islam. Ini harus tegas dan jelas, karena menyangkut masalah yang pokok (ushul) dimana kaum Muslimin tidak boleh berbeda alias harus sama".
berarti fatwa hukum mati buat Ulil (plus pengkafiran hp tokoh-tokoh JIL lainnya), juga gegabah dong?![]()
you can also find me here
kalo dari segi budaya, budaya Islam yang dicontohkan Nabi Muhammad Shallohu alaihi wa sallam tidak begitu... beliau mengajarkan apabila ingin meluruskan atau menasihati seseorang harus dilakukan secara 4 mata, dengan bahasa yang baik dan didakwahi dengan sopan dan santun mengutip kata2 beliau ketika mengutus seorang shabat untuk berdakwah "permudahlah jangan mempersulit".. wallohu`alamOriginally Posted by ishaputra
Jangan tau JIL cuma dari congornya ustad-ustad mesjid yang memang sudah anti JIL. Lihat sendiri diskusinya, lihat sendiri bagaimana para peserta diskusinya. Bebas kok. Kalo ada materi atau substansi yang tidak anda setujui, gampang saja: BANTAH LANGSUNG DI DEPAN PEMBICARANYA. Itu sudah merupakan budaya yang dibangun kaum liberal di mana-mana.
ya sana twitteran, siapa juga yg nahan tetap di KMposting panjang2 juga buat apa, situ aja standart ganda
![]()
Nih ane coba kritik JIL. Di atas ente sempat mengatakan bahwa JIL menelaah Quran sbg teks biasa. Apakah itu sebuah metodologi yg tepat? Menurut ane tidak. JIL tetap mengaku sebagai muslim. Itu berarti mengaku bahwa Quran adalah perkataan tuhan yg sudah barang tentu bukan teks biasa. Tetapi dalam sepak terjangnya, JIL memperlakukan Quran sebagai teks biasa. Dimana letak intelektualitas dari sikap seperti itu?
![]()
@purba:
mungkin kamsudnya ishaputra tuh gini pur
secara ilmiah (baca kajian akademis)
quran, al-kitab, rig veda, bagawat gita dll yng dianggap setara
adalah bebas untuk dikaji n didesakralisasikan, itu sah saja
masalahnya tinggal, kajian itu untuk tujuan apa?
ttg JIL
emang ada bbrp kelompok yng resisten atau parno dng kelompok JIL
tapi tdk sedikit jg yng cuek n enjoy aja dng eksistensi JIL
krn ada yng memandang bhw, kelompok semacam JIL itu
bukan hal baru. Jaman baheula jg udah ada yng sejenis
yakni mu'tazilah, cmiiw
Last edited by pasingsingan; 29-03-2012 at 11:22 PM.
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito