O ya purb karena lu pernah minta data tentang information gaining mutation, kebetulan gw baru nemu kutipan yg ada hubungannya :
Quote:
Dr. Werner Gitt, former physics professor and director of information processing at the Institute of Physics and Technology in Braunschweig, Germany, and Dr. Lee Spetner both agree that information cannot arise by naturalistic processes:
There is no known law of nature, no known process and no known sequence of events which can cause information to originate by itself in matter.
Not even one mutation has been observed that adds a little information to the genome. This surely shows that there are not the millions upon millions of potential mutations the theory [evolution] demands.
Gitt was an engineer professor at the Physikalisch-Technische Bundesanstalt (German Federal Institute of Physics and Technology). By the 1990s he was assuming a leadership role in the German creationist movement, through the publication of several influential creationist books. He was one of the leaders of the nondenominational Wort und Wissen (Word and Knowledge) society, the largest creationist society in Germany.
Dr. Lee Spetner has a PhD in physics from MIT and was engaged in the development of military electronic systems for more than forty years. He was a member of the principal professional staff of The Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory for twenty years and technical director of Eljim, Ltd. (later a subsidiary of Elbit, Ltd.) in Nes Tsiona, Israel for another twenty years. During this period he also taught graduate courses in statistical communication theory at The Johns Hopkins University and at the Weizmann Institute of Science in Rehovot.
After leaving Elbit, Dr. Spetner retired to private consulting for a few years, and then retired to private research, including evolution and studies leading to a therapy for cancer.
He published a book, Not by Chance! Shattering the Modern Theory of Evolution (Judaica Press, 1996,1997, 1998).
Dr. Spetner has published twenty-three articles in professional journals, including Nature, and has four patents to his name. His articles "The Evolutionary Doctrine" and "Information Theory Considerations of Organic Evolution" were published in B'Or Ha'Torah 2
05-05-2012, 11:45 PM
purba
@AsLan,
yg gw minta link jurnal ilmiah, bukan link evangelist. ::ngakak2::
Atau tulisan2 para evangelist tsb yg berisi argumen2 dalam menentang teori evolusi. Kalo klaim2 doang mah susah euyy...
06-05-2012, 06:18 PM
AsLan
ya lu bantah dong semua argumen gw, kalo memang argumen2 gw gak berdasarkan science kan enak buat lu ngebantahnya.
Sekarang gini deh, gantian gw yg nanya.
Gw minta penelitian ilmiah yg menunjukkan virus bisa berubah jadi manusia seperti kepercayaan lu.
Boleh dong sekali2 gw yg nanya, masa gw bagian yg ngejawab mulu :))
07-05-2012, 01:21 PM
E = mc²
saya disuruh nanya di sini katanya.
gimana teori banjir besar bisa menjelaskan diversifikasi spesies dan keragaman biosfer? segituh dulu :D
07-05-2012, 01:33 PM
AsLan
Quote:
Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ
saya disuruh nanya di sini katanya.
gimana teori banjir besar bisa menjelaskan diversifikasi spesies dan keragaman biosfer? segituh dulu :D
Pernah denger Cambrian Explosive ?
Penelitian Fosil menunjukkan bahwa Fossil2 banyak sekali di temukan di 1 lapisan tanah,
namun pada lapisan dibawahnya sangat jarang ditemukan Fossil.
Padahal kalau menurut Teori Evolusi dimana semua mahluk berasal dari common ancestor yg berubah secara berangsur2, seharusnya terjadi penyebaran fosil yg merata di tiap lapisan tanah yg mewakili tiap jaman.
Tapi nyatanya dari jaman PreCambrian ke jaman Cambrian terjadi kemunculan jumlah mahluk hidup yg bergitu mendadak dan begitu besar, bagaimana cara menjelaskan kemunculan mahluk2 hidup yg baru seperti ini ?
Jawabannya bukan dari Teori Evolusi atau dari Radio Dating yg masih penuh kelemahan, jawabannya adalah Bumi pernah mengalami banjir besar yg melanda seluruh dunia.
Banjir ini membunuh begitu banyak mahluk hidup dan mengumpulkan fossilnya di satu lapisan tanah.
Lalu mengapa dilapisan tanah dibawahnya hanya terdapat sedikit fosil mahluk hidup, kemungkinan yg terbesar adalah banjir yg begitu dahsyat menghancurkan fosil dan mengaduk lapisan tanah.
Bila Banjir besar terjadi 4500 tahun yg lalu, bagaimana bisa terdapat begitu banyak ragam mahluk hidup diseluruh dunia ?
Jawabannya adalah Mahluk hidup pada jaman itu memiliki perpustakaan variasi genetika yg sangat beragam yg membuat mereka bisa survive dan berkembang biak diberbagai kondisi lingkungan.
07-05-2012, 01:46 PM
E = mc²
jika banjir besar membunuh banyak makhluk hidup dan menguburnya dalam satu lapisan, mengapa dalam ledakan kambria tidak pernah ditemukan fosil kucing, anjing, monyet, manusia, dan makhluk2 "tingkat tinggi" lainnya? bahkan fosil dinosaurus pun gak ada.
4500 tahun itu sangat pendek, kenapa lapisan kambria tsb terungkap dr penggalian2 tanah yg dalam dan tua? apakah dalam 4500 tahun telah terjadi banjir2 besar lain yg mengubur2 dan mengendapkan banyak lapisan?
perpustakaan genetika berkembang dalam waktu 4500 tahun? yg awalnya spesies "induk" lalu berubah menjadi banyak spesies? wow, ada buku "On Origin of Species" jilid 2 :D
07-05-2012, 04:41 PM
Geminga
newbie ikutan gabung ::maap::
Mengenai ledakan kambrium sendiri, itu adalah masa dimana banyak makhluk kompleks bermunculan sekitar 540 juta tahun silam. Namun bukan awal kemunculan makhluk kompleks. Formasi Doushantuo di China menunjukkan kehidupan multi sel sudah muncul sekitar 590-560 juta tahun lalu. Beragam fosil bermunculan sebelum 555 juta tahun silam. Stromatolite menunjukkan kehidupan bakteri 3,4 milyar tahun silam. Jadi kehidupan bakteri berlangsung milyaran tahun sebelum muncul bentuk kehidupan yang lebih kompleks.
Ledakan kambrium tidak bisa dipastikan berlangsung berapa lama, namun diduga setidaknya 5 juta tahun. Dan rentang itu pun sudah terlalu panjang untuk disebut 'muncul serentak' atau 'tiba-tiba'. Terlebih, dalam catatan fosil ledakan kambrium bisa kita temukan makhluk transisi seperti lobopod (cacing berkaki) yang merupakan transisi antara artropoda dan cacing.
Dalam ledakan kambrium, kita tidak menemukan fosil dari burung, reptil, amphibi dan mamalia, atau serangga dan laba-laba. Kita tidak temukan filum tanaman yang eksis saat ini. Cnidaria, bunga karang dan beberapa filum sudah muncul sebelum masa kambrium.
Mengenai kenapa makhluk yang kompleks terkesan muncul secara tiba-tiba (5 juta tahun bukan waktu singkat), ada beberapa penjelasan. Misal dengan munculnya lapisan keras pada hewan memungkinkan mereka terfosilisasi lebih mudah dari hewan lunak. Lalu, hewan awal mungkin terlalu kecil untuk dilihat (sebagai gambaran, fosil hewan berukuran lebih kecil dari 0,2 mm ditemukan di formasi Doushantuo, 40-45 juta tahun sebelum masa kambrium). Kemungkinan level oksigen meningkat di masa kambrium, memungkinkan perkembangan pesat makhluk hidup. Dan berbagai faktor lain. Terlebih, antara masa yang lebih tua ke masa yang lebih muda, menunjukkan perkembangan makhluk hidup berangsur semakin kompleks.
Trilobita boleh jadi memiliki struktur tubuh yang cukup kompleks, termasuk mata dan cangkang pelindung. Lalu, mengapa ia punah? Bukankah ia diklaim hasil rancangan cerdas? Begitu juga makhluk lain dari masa ledakan kambrium, kenapa rancangan cerdas tak memungkinkan mereka survive?
Trilobita adalah hewan paling populer dari ledakan kambrium. Namun mereka bukan muncul begitu saja di era kambrium. Ditemukannya fosil makhluk dari era pekambrium seperti Parvancorina mengindikasikan kemungkinan Parvancorina merupakan moyang Trilobita.
07-05-2012, 05:53 PM
AsLan
Quote:
Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ
jika banjir besar membunuh banyak makhluk hidup dan menguburnya dalam satu lapisan, mengapa dalam ledakan kambria tidak pernah ditemukan fosil kucing, anjing, monyet, manusia, dan makhluk2 "tingkat tinggi" lainnya? bahkan fosil dinosaurus pun gak ada.
4500 tahun itu sangat pendek, kenapa lapisan kambria tsb terungkap dr penggalian2 tanah yg dalam dan tua? apakah dalam 4500 tahun telah terjadi banjir2 besar lain yg mengubur2 dan mengendapkan banyak lapisan?
perpustakaan genetika berkembang dalam waktu 4500 tahun? yg awalnya spesies "induk" lalu berubah menjadi banyak spesies? wow, ada buku "On Origin of Species" jilid 2 :D
Kenapa tidak ada fosil anjing, kucing, manusia dll di lapisan "cambrian" ?
kalo menurut penganut kepercayaan Evolusi, perbedaan lokasi fossil pada lapisan batuan artinya perbedaan masa hidup, namun menurut Teori Banjir besar tidak begitu,
Kalau saat ini Dinosaurus dan Trilobite masih hidup, merreka tidak akan hidup ditempat yg sama karena Dinosaurus hidup di darat sedangkan Trilobite tinggal di perairan dangkal. Maka kalau mereka mati pun akan terkubur di lapisan tanah yg berbeda.
Banjir Besar juga akan menyortir bangkai hewan sesuai dengan berat, ukuran, berat jenis dan sifat hanyut dari tiap2 konstruksi tubuh hewan. Banjir yg mengandung air, lumpur dan batuan akan mengubur fosil pada lapisan yg berbeda2 sesuai dengan jenis tubuh masing2.
Jadi kalau memang seluruh dunia ini pernah menjadi lautan luas, hampir tidak mungkin ditemukan fosil Kucing didasar lautan dalam.
---------- Post added at 04:53 PM ---------- Previous post was at 04:48 PM ----------
Quote:
Originally Posted by Geminga
newbie ikutan gabung ::maap::
Mengenai ledakan kambrium sendiri, itu adalah masa dimana banyak makhluk kompleks bermunculan sekitar 540 juta tahun silam. Namun bukan awal kemunculan makhluk kompleks. Formasi Doushantuo di China menunjukkan kehidupan multi sel sudah muncul sekitar 590-560 juta tahun lalu. Beragam fosil bermunculan sebelum 555 juta tahun silam. Stromatolite menunjukkan kehidupan bakteri 3,4 milyar tahun silam. Jadi kehidupan bakteri berlangsung milyaran tahun sebelum muncul bentuk kehidupan yang lebih kompleks.
Ledakan kambrium tidak bisa dipastikan berlangsung berapa lama, namun diduga setidaknya 5 juta tahun. Dan rentang itu pun sudah terlalu panjang untuk disebut 'muncul serentak' atau 'tiba-tiba'. Terlebih, dalam catatan fosil ledakan kambrium bisa kita temukan makhluk transisi seperti lobopod (cacing berkaki) yang merupakan transisi antara artropoda dan cacing.
Dalam ledakan kambrium, kita tidak menemukan fosil dari burung, reptil, amphibi dan mamalia, atau serangga dan laba-laba. Kita tidak temukan filum tanaman yang eksis saat ini. Cnidaria, bunga karang dan beberapa filum sudah muncul sebelum masa kambrium.
Mengenai kenapa makhluk yang kompleks terkesan muncul secara tiba-tiba (5 juta tahun bukan waktu singkat), ada beberapa penjelasan. Misal dengan munculnya lapisan keras pada hewan memungkinkan mereka terfosilisasi lebih mudah dari hewan lunak. Lalu, hewan awal mungkin terlalu kecil untuk dilihat (sebagai gambaran, fosil hewan berukuran lebih kecil dari 0,2 mm ditemukan di formasi Doushantuo, 40-45 juta tahun sebelum masa kambrium). Kemungkinan level oksigen meningkat di masa kambrium, memungkinkan perkembangan pesat makhluk hidup. Dan berbagai faktor lain. Terlebih, antara masa yang lebih tua ke masa yang lebih muda, menunjukkan perkembangan makhluk hidup berangsur semakin kompleks.
Trilobita boleh jadi memiliki struktur tubuh yang cukup kompleks, termasuk mata dan cangkang pelindung. Lalu, mengapa ia punah? Bukankah ia diklaim hasil rancangan cerdas? Begitu juga makhluk lain dari masa ledakan kambrium, kenapa rancangan cerdas tak memungkinkan mereka survive?
Trilobita adalah hewan paling populer dari ledakan kambrium. Namun mereka bukan muncul begitu saja di era kambrium. Ditemukannya fosil makhluk dari era pekambrium seperti Parvancorina mengindikasikan kemungkinan Parvancorina merupakan moyang Trilobita.
Boleh ikutan diskusi, silahkan.
Tapi ada baiknya baca2 dulu hasil diskusi sebelumnya supaya saya gak bolak balik mengulang.
Saat ini di forum ini anda sudah tidak bisa seenaknya mengatakan bahwa fosil ini usianya sekian juta tahun fosil itu sekian juta tahun dst karena kita semua sudah tahu bahwa Radio Dating yg bisa digunakan untuk mengukur usia fossil mahluk hidup adalah teknik Carbon 14.
Tapi teknik ini hanya bisa digunakan untuk maksimal 50000an tahun, setelah itu jumlah karbon 14 akan terlalu sedikit untuk bisa diperhitungkan.
Jadi satu2nya cara menghitung usia fosil adalah dengan menghitung batuan disekitar ditemukan fosil dengan teknik radio dating yg lain.
Tapi masalahnya, kalau saat ini juga anda mengubur seekor kucing mati dengan tanah atau batuan, maka besok saat batu tersebut diukur usianya mungkin akan menunjukkan jutaan tahun !
so, please baca2 dulu semua argumen kita yg terdahulu, terutama di trit Evolusi, thx.
07-05-2012, 09:00 PM
E = mc²
ampun deh situh. bikin teori baru. gelarnya apa sih, profesor geologi? ;D
Quote:
Originally Posted by AsLan
Kenapa tidak ada fosil anjing, kucing, manusia dll di lapisan "cambrian" ?
kalo menurut penganut kepercayaan Evolusi, perbedaan lokasi fossil pada lapisan batuan artinya perbedaan masa hidup, namun menurut Teori Banjir besar tidak begitu,
kok nyalahin teori evolusi? faktanya berbicara, semua makhluk yg ada di atas lapisan kambrium yg tingkat taksonominya lebih tinggi, TIDAK PERNAH ditemukan di lapisan kambrium maupun yg dibawah lapisan kambrium. mau mmebantah fakta ini? tunjukan fakta, jangan "kalau.. andai.." ;D
Quote:
Originally Posted by AsLan
Kalau saat ini Dinosaurus dan Trilobite masih hidup, merreka tidak akan hidup ditempat yg sama karena Dinosaurus hidup di darat sedangkan Trilobite tinggal di perairan dangkal. Maka kalau mereka mati pun akan terkubur di lapisan tanah yg berbeda.
busedd... gak pernah denger kalau ada dinosaurus yg hidup di air?
kalau terjadi banjir besar 4500 tahun dan mengaduk2 semua daratan di bumi, pasti semua yg teraduk itu akan mengendap pada lapisan sama. Pernah denger yg namanya Steno's Law yg 3 biji itu?
Quote:
Originally Posted by AsLan
Banjir Besar juga akan menyortir bangkai hewan sesuai dengan berat, ukuran, berat jenis dan sifat hanyut dari tiap2 konstruksi tubuh hewan. Banjir yg mengandung air, lumpur dan batuan akan mengubur fosil pada lapisan yg berbeda2 sesuai dengan jenis tubuh masing2.
Haha... gak kebalik nih, mana yg berat, fosil dinosaurus atau fosil trilobit? harusnya fosil dinosaurus mengendap duluan karena berat. di bawah lapisan kambrium akan ada banyak fosil yg lebih berat dr fosil trilobit, termasuk fosil ikan, dinosaurus, manusia, dll.
atau mau bikin teori mekanika fluida yg baru? benda yg massanya lebih berat akan mengendap kemudian?
Quote:
Originally Posted by AsLan
Jadi kalau memang seluruh dunia ini pernah menjadi lautan luas, hampir tidak mungkin ditemukan fosil Kucing didasar lautan dalam.
kita bicara bukti saja. kalau pakai andai-andai tanpa pengetahuan sains dasar yg memadai, nanti kita bisa mengandaikan akan menemukan fosil elf di samudera pasifik.
oke, dalam dunia geologi, selain lapisan kambrium, ada banyak lapisan lainnya di atas lapisan kambrium, seperti lapisan devon, silur, jurasik, triasik, dll. Jika kambrium berumur 4500 tahun, maka lapisan2 tsb umurnya berapa tahun? kan bisa pake carbon dating tuh, soalnya umurnya dibawah 5000 tahun.
oya, semua dinosaurus yg ditemukan di planet bumi selalu berada di jauh atas lapisan kambrium. Tak pernah bersama lapisan kambrium apalagi di bawah lapisan kambrium. Menurut teori banjir, berarti dinosaurus diendapkan setelah setelah banjir besar. dinosaurus hidup setelah banjir besar (hidup setelah tahun 2500 SM). Pertanyaannya, pada tahun berapa dinosaurus muncul, hidup dan punah?
07-05-2012, 10:12 PM
AsLan
Quote:
Haha... gak kebalik nih, mana yg berat, fosil dinosaurus atau fosil trilobit? harusnya fosil dinosaurus mengendap duluan karena berat. di bawah lapisan kambrium akan ada banyak fosil yg lebih berat dr fosil trilobit, termasuk fosil ikan, dinosaurus, manusia, dll.
atau mau bikin teori mekanika fluida yg baru? benda yg massanya lebih berat akan mengendap kemudian?
Berani taruhan berapa sama gw kalo gw bilang tidak semua benda yg lebih berat akan tenggelam lebih cepat, lu pernah itung beratnya kapal Titanic ? coba lu bandingin sama sepotong paku, mana yg mengendap lebih dulu ? :))
Kenapa Trilobit berada dibawah Dinosaurus ?
Kan sudah gw bilang dengan jelas bahwa Lebih besar tidak berarti pasti lebih cepat tenggelam, tergantung dari jenis tubuh tiap mahluk hidup, banyak mahluk hidup yg mengambang di air untuk sementara setelah tewas, meskipun tubuhnya besar tapi berat jenisnya belum tentu, apalagi setelah tewas dan tubuhnya mengembang, mahluk2 berkulit keras seperti trilobit dkk mungkin akan mengendap duluan.
Steno Law dibuat oleh Nicolaus Steno ditahun 1669 dan dijadikan basic rules yg masih dipakai oleh para Geologist jaman sekarang.
Sedikit yg perlu diketahui, Nicolaus Steno adalah seorang Kristen taat dan menulis hukum2 Geologinya atas asumsi bahwa bumi diciptakan 6000 tahun yg lalu dan mengalami banjir besar.
Quote:
oke, dalam dunia geologi, selain lapisan kambrium, ada banyak lapisan lainnya di atas lapisan kambrium, seperti lapisan devon, silur, jurasik, triasik, dll. Jika kambrium berumur 4500 tahun, maka lapisan2 tsb umurnya berapa tahun? kan bisa pake carbon dating tuh, soalnya umurnya dibawah 5000 tahun.
Halah... Carbon dating mau dipake buat ngukur batuan :))
Carbon Dating hanya bisa dipakai untuk mengukur fossil usia mahluk hidup !
Dan itu bukan berarti Carbon Dating pasti akurat karena Carbon Dating menggunakan asumsi bahwa : Rasio Carbon 12 dan Carbon 14 pada mahluk hidup dijaman dulu sama dengan rasio mahluk jaman sekarang, kalau ternyata berbeda ya kacau semua perhitungannya.
Coba lu Googling: "Lake Missoula"
Danau ini pernah mengalami banjir yg cukup dahsyat di tahun 1960.
Setelah banjir mereda, peneliti menemukan bahwa danau membuat endapan dengan cepat, lapisan2 endapan yg terjadi sangat mirip dengan lapisan batuan saat ini.
Kecepatan pembentukan lapisan batuannya tidak bisa dijelaskan dengan Model Uniformitarian (Evolusi), lapisan endapan yg terjadi dengan cepat ini lebih cocok dengan model Banjir Besar.
08-05-2012, 08:59 AM
E = mc²
Quote:
Originally Posted by AsLan
Berani taruhan berapa sama gw kalo gw bilang tidak semua benda yg lebih berat akan tenggelam lebih cepat, lu pernah itung beratnya kapal Titanic ? coba lu bandingin sama sepotong paku, mana yg mengendap lebih dulu ? :))
Kenapa Trilobit berada dibawah Dinosaurus ?
Kan sudah gw bilang dengan jelas bahwa Lebih besar tidak berarti pasti lebih cepat tenggelam, tergantung dari jenis tubuh tiap mahluk hidup, banyak mahluk hidup yg mengambang di air untuk sementara setelah tewas, meskipun tubuhnya besar tapi berat jenisnya belum tentu, apalagi setelah tewas dan tubuhnya mengembang, mahluk2 berkulit keras seperti trilobit dkk mungkin akan mengendap duluan.
bawa-bawa titanic lagi? titanic kan tujuan dibikinnya bukan untuk tenggelam, tapi buat ngapung ;D
jadi titanic didesaign memiliki bouyancy factor yg besar. titanic lambat tenggelamnya cuma pas di atasnya aja pas retaknya doang, begitu udah retak dan hancur, nyungsepnya bakal cepet banget dr paku.
emang pas banjir besar dinosaurus masih hidup sehingga berenang duluan gituh? kapan masa hidup dinosaurus?
Quote:
Originally Posted by AsLan
mahluk2 berkulit keras seperti trilobit dkk mungkin akan mengendap duluan.
kura-kura? keong? kelomang? gak ada tuh di lapisan kambrium
Quote:
Originally Posted by AsLan
Steno Law dibuat oleh Nicolaus Steno ditahun 1669 dan dijadikan basic rules yg masih dipakai oleh para Geologist jaman sekarang.
Sedikit yg perlu diketahui, Nicolaus Steno adalah seorang Kristen taat dan menulis hukum2 Geologinya atas asumsi bahwa bumi diciptakan 6000 tahun yg lalu dan mengalami banjir besar.
nah, teori banjir besar tadi langsung bentrok dg semua ketiga hukum steno itu, satu per satu. lagipula Steno memasuki dunia keuskupan setelah meninggalkan dunia sains. dalam bukunya dia menyatakan bahwa catatan fosil yg diendapkan pada lapisan berbeda menunjukan bahwa hewan tsb berasal dr era yg berbeda dg lapisan bawah lebih tua drpd yg atas.
Quote:
Originally Posted by AsLan
Halah... Carbon dating mau dipake buat ngukur batuan :))
Carbon Dating hanya bisa dipakai untuk mengukur fossil usia mahluk hidup !
Dan itu bukan berarti Carbon Dating pasti akurat karena Carbon Dating menggunakan asumsi bahwa : Rasio Carbon 12 dan Carbon 14 pada mahluk hidup dijaman dulu sama dengan rasio mahluk jaman sekarang, kalau ternyata berbeda ya kacau semua perhitungannya.
jadi, berapa umur lapisan devon, silur, triasik, jurasik, dll? kok yg diaku-aku cuma kambrium saja? jangan karena gak tau dg lapisan lainnya, seolah lapisan2 tsb gak ada dan gak bisa ditentukan umurnya. masa kambrium aja bisa ditentukan umurnya 4500 tahun yg lain enggak.
dan kenapa zigurat2 mesopotamia yg tua2 gak ketutup ma lapisan trilobit ya?
Quote:
Originally Posted by AsLan
Coba lu Googling: "Lake Missoula"
Danau ini pernah mengalami banjir yg cukup dahsyat di tahun 1960.
Setelah banjir mereda, peneliti menemukan bahwa danau membuat endapan dengan cepat, lapisan2 endapan yg terjadi sangat mirip dengan lapisan batuan saat ini.
Kecepatan pembentukan lapisan batuannya tidak bisa dijelaskan dengan Model Uniformitarian (Evolusi), lapisan endapan yg terjadi dengan cepat ini lebih cocok dengan model Banjir Besar.
Hah? banjir besar tahun 60-an? Setahu saya banjir besar yg melanda danau Missoula belasan ribu tahun lalu, dimulai diteliti tahun 20-an, dan terutama, itu merupakan banjir periodik, bukan banjir sekali sapu begitu saja.
08-05-2012, 10:14 AM
AsLan
Quote:
Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ
bawa-bawa titanic lagi? titanic kan tujuan dibikinnya bukan untuk tenggelam, tapi buat ngapung ;D
jadi titanic didesaign memiliki bouyancy factor yg besar. titanic lambat tenggelamnya cuma pas di atasnya aja pas retaknya doang, begitu udah retak dan hancur, nyungsepnya bakal cepet banget dr paku.
emang pas banjir besar dinosaurus masih hidup sehingga berenang duluan gituh? kapan masa hidup dinosaurus?
kura-kura? keong? kelomang? gak ada tuh di lapisan kambrium
Setelah retak dan patah pun Titanik masih tetap lebih lambat tenggelam daripada paku karena masih mengandung udara yg terperangkap didalamnya, begitu juga mahluk hidup, mahluk yg lebih besar bukan berarti pasti akan tenggelam lebih dulu.
Ada banyak faktor yg mempengaruhi kedalaman fossil, selain daya apung, kepadatan, berat masih ada lagi yg lainnya misalnya kemampuan lari menghindari banjir, hewan2 yg bisa berlari cepat akan mencari dataran yg lebih tinggi untuk menyelamatkan diri.
Lalu ada lagi faktor habitat, ada hewan2 yg tinggal didataran rendah ada yg tinggal didataran tinggi, ada hewan yg langsung terkubur oleh lumpur ada yg memiliki waktu untuk lari.
Quote:
nah, teori banjir besar tadi langsung bentrok dg semua ketiga hukum steno itu, satu per satu. lagipula Steno memasuki dunia keuskupan setelah meninggalkan dunia sains. dalam bukunya dia menyatakan bahwa catatan fosil yg diendapkan pada lapisan berbeda menunjukan bahwa hewan tsb berasal dr era yg berbeda dg lapisan bawah lebih tua drpd yg atas.
Steno adalah seorang Kristen yg seumur hidup percaya Alkitab dan Banjir besar, dalam bukunya yg berjudul Forerunner ia menulis bahwa Fossil adalah hasil dari persitiwa banjir dijaman Nuh.
Prior to 1750 one of the most important thinkers was Niels Steensen (1638–1686), or Steno, a Dutch anatomist and geologist who established the principle of superposition: sedimentary rock layers are deposited in a successive, essentially horizontal fashion. In his Forerunner (1669) he expressed belief in a 6,000-year old earth and that organic fossils and the rock strata were laid down by the Flood.
Banjir besar bukan sebuah Teori baru bagi para Ilmuwan, tak lama Setelah Steno masih ada banyak ilmuwan yg membuat tesis atas asumsi terjadinya banjir besar.
the physician and geologist John Woodward (1665–1722) invoked the Flood to explain stratification and fossilisation, in An Essay Toward a Natural History of the Earth (1695). In A New Theory of the Earth (1696) William Whiston (1667–1752), Newton’s successor at Cambridge in mathematics, shared similar views to the above.
Quote:
jadi, berapa umur lapisan devon, silur, triasik, jurasik, dll? kok yg diaku-aku cuma kambrium saja? jangan karena gak tau dg lapisan lainnya, seolah lapisan2 tsb gak ada dan gak bisa ditentukan umurnya. masa kambrium aja bisa ditentukan umurnya 4500 tahun yg lain enggak.
dan kenapa zigurat2 mesopotamia yg tua2 gak ketutup ma lapisan trilobit ya?
usia yg pasti dari lapisan2 tanah/batuan tidak diketahui karena Radio Dating memiliki kelemahan fatal yaitu tidak ada kepastian bahwa Daughter Isotop pasti = 0 diawal terjadinya batuan.
Kalau sebuah Stopwatch tidak dimulai dari angka 0 maka hasilnya tidak reliable.
Evolutionist membuat perkiraan usia batuan atas dasar teori yg berputar, Teori A mendukung Teori B, Teori B mendukung Teori A.
Tidak semua fossil di ukur usianya menggunakan Radio Dating, dan tidak semua lapisan batuan diukur usianya menggunakan Radio Dating.
Evolutionis mencari Fossil yg banyak tersebar disuatu lapisan batuan dan jenis fossil ini harus tidak terdapat di lapisan vertikal atau sangat sedikit. Fossil ini disebut sebagai Index Fossil.
Index Fossil ini ditentukan usianya dengan Teori Evolusi, menggunakan Tree of Life, bukan dengan Radio Dating !
Para Evolutionis tidak menggunakan Radio Dating karena beranggapan bahwa Fossil Jutaan Tahun tidak bisa diukur dengan Carbon dan disekitarnya tidak ada batuan Vulkanis yg bisa diukur dengan Teknik Radio Dating lainnya.
Jadi Radio Dating-Fossil-Lapisan Batuan tidak diukur secara Empiris melainkan hanya berdasarkan Teori Evolusi.
Teori Evolusi dipakai sebagai Basis pengukuran.
Maka saat ditemukan batuan vulkanis atau materi apapun yg bisa diukur dengan Radio Dating, hasilnya harus disamakan dengan Teori Evolusi, bukan Teori Evolusinya yg di calibrasi dengan Radio Dating.
Contohnya saat ditemukan abu vulkanis diatas dan dibawah fosil Humanoid, Skull 1470 yg ditemukan Richard Leakey di Kenya... abu ini diukur dengan Radio Dating K-Ar dan menghasilkan usia 212-230 juta tahun !
Hasil ini sangat bertentangan dengan Teori Evolusi yg mengatakan bahwa Human baru muncul di 2-5 juta tahun, maka hasil pengukuran Radio Dating itu di anulir !
Lalu Evolutionis mencari2 batuan lain yg pengukuran Radio Datingnya mendekati 2,6juta tahun.
08-05-2012, 11:56 AM
E = mc²
Quote:
Originally Posted by AsLan
Setelah retak dan patah pun Titanik masih tetap lebih lambat tenggelam daripada paku karena masih mengandung udara yg terperangkap didalamnya, begitu juga mahluk hidup, mahluk yg lebih besar bukan berarti pasti akan tenggelam lebih dulu.
jadi gimana ini ceritanya, Titanic kan membutuhkan waktu sampai lambungnya bener2 pecah biar air bisa masuk, hukum arcimedes sederhana bisa bekerja dimana berat jenis titanic mengalahkan gaya apungnya.
nah, utk kasus dinosaurus. andai dinoasurus udah mati duluan sebelum banjir, artinya dinosaurus tsb udah jadi fosil dan batuan. jauh lebih berat drpd trilobit--makhluk air yg bisa berenang (bahkan seharusnya trilobit mestinya bisa selamat dr banjir besar kan? Perkiraan paling pesimis, dinosaurus hidup tepat sebelum tahun 2500SM, artinya tulang belulangnya banyak berserakan sebelumnya. tulang tetap saja jauh lebih berat drpd trilobit. dan berbeda dg titanic yg harus membuang semua gas, tulang tetap saja mengendap lebih cepat. kalaupun tulang mengendap lebih lambat drpd trilobit, ada tulang2 sebelumnya. Minimal, pasti ditemukan tulang dinosurus di bawah atau bersamaan dg ledakan kambria. pada kenyataannya enggak kan? jauh, jauh banget antara lapisan kambria dengan triasik apalagi jurasik.
makanya, periode kehidupan dinosaurus harus diketahui dengan pasti. Kapan itu?
Quote:
Originally Posted by AsLan
Ada banyak faktor yg mempengaruhi kedalaman fossil, selain daya apung, kepadatan, berat masih ada lagi yg lainnya misalnya kemampuan lari menghindari banjir, hewan2 yg bisa berlari cepat akan mencari dataran yg lebih tinggi untuk menyelamatkan diri.
bisa jelaskan secara detail bagaimana daya apung, kepadatan, berat, kemampuan lari dalam masalah kedalaman fosil? begitu banjir besar datang, trilobit dan para makhluk moluska yg hidup sebelum banjir mestinya bisa menyelamatkan diri drpd makhluk2 besar. kenyataannya, trilobit tak pernah ditemukan lagi pada era sejarah modern lagi. makhluk tsb sudah lama punah.
melarikan diri kemana? kan katanya semua bumi dipenuhi air. binatang yg lari ke puncak gunung akan tetap mati, terapung-apung, tenggelam dan mengendap ke dasar, bercampur dengan lumpur.
Karena banjir besar hanya terjadi sekali, lapisan sisa banjir hanya akan ada satu kali saja. lapisan ini akan penuh dengan segala rupa jenis hewan baik bakteri, moluska, echinodermata, hingga dinosaurus. Kenyataannya tidak demikian. Kita berbicara fakta saja. bukti fosil menunjukan ada "sekat" antara penemuan fosil trilobit, ikan, serangga, dinosaurus, mamalia. tak pernah tercampur begitu saja.
kalau ada saja satu bukti fosil yg menunjukan ketercampuran, tak perlu diragukan, evolusi dan ilmu geologi menghadapi ancaman serius. sekarang, drpd bikin teori baru tanpa bukti, cari saja ketercampuran fosil tsb.
Quote:
Originally Posted by AsLan
Lalu ada lagi faktor habitat, ada hewan2 yg tinggal didataran rendah ada yg tinggal didataran tinggi, ada hewan yg langsung terkubur oleh lumpur ada yg memiliki waktu untuk lari.
kan teori situh bilang, kalo banjir akan mencampuradukkan semua lapisan tanah. tak peduli hewan tsb mati dimana, akan tetap tercampur.
Quote:
Originally Posted by AsLan
Steno adalah seorang Kristen yg seumur hidup percaya Alkitab dan Banjir besar, dalam bukunya yg berjudul Forerunner ia menulis bahwa Fossil adalah hasil dari persitiwa banjir dijaman Nuh.
Steno awalnya penganut Lutheran. dia beralih menjadi katolik pada masa dia sudah tidak muda lagi. saat dia sudah lama meninggalkan dunia penelitiannya. Tak masalah bagaimana Steno menafsirkan sendiri sainsnya seperti apa. Yang jelas, pada masa Steno, ilmu pengetahuan dan geologi masih sangat-sangat minim dan prematur. Bukti-bukti fosil juga sangat segelintir. Bahkan penemuan fosil dinosaurus juga belum terdokumentasikan.
Quote:
Originally Posted by AsLan
Prior to 1750 one of the most important thinkers was Niels Steensen (1638–1686), or Steno, a Dutch anatomist and geologist who established the principle of superposition: sedimentary rock layers are deposited in a successive, essentially horizontal fashion. In his Forerunner (1669) he expressed belief in a 6,000-year old earth and that organic fossils and the rock strata were laid down by the Flood.
Banjir besar bukan sebuah Teori baru bagi para Ilmuwan, tak lama Setelah Steno masih ada banyak ilmuwan yg membuat tesis atas asumsi terjadinya banjir besar.
the physician and geologist John Woodward (1665–1722) invoked the Flood to explain stratification and fossilisation, in An Essay Toward a Natural History of the Earth (1695). In A New Theory of the Earth (1696) William Whiston (1667–1752), Newton’s successor at Cambridge in mathematics, shared similar views to the above.
ada ilmuwan modern yg meneliti keabsahan teori banjir besar 2500SM lagi? bisa tunjukan kepada saya jurnal tulisan penelitiannya?
Pada zaman segitu (1600-an sampai 1700an), banyak juga ilmuwan yang masih yakin bahwa bumi adalah pusat jagat raya. Mereka tidak tahu bahwa cahaya bersifat dualisme, dan galaksi tidak hanya satu bimasakti saja.
Quote:
Originally Posted by AsLan
usia yg pasti dari lapisan2 tanah/batuan tidak diketahui karena Radio Dating memiliki kelemahan fatal yaitu tidak ada kepastian bahwa Daughter Isotop pasti = 0 diawal terjadinya batuan.
Lha? situh kan bilang karbon dating cuma efektif utk makhluk2 hidup "muda" di bawah 5000an tahun. Pas banjir besar 4500 tahun lalu, tentunya banyak makhluk hidup pada masa itu yg ikutan mati. pengukuran carbon dating bakal sangat akurat dan ditemukan di lapisan kambria itu. faktanya?
Quote:
Originally Posted by AsLan
Kalau sebuah Stopwatch tidak dimulai dari angka 0 maka hasilnya tidak reliable.
makanya, kemampuan berfikir kritis dan kreatif sangat diperlukan di ranah sains. Tak perlu menjadi seorang Einstein untuk bisa menggunakan Stopwatch yg dimulai dari angka dua. jika jarus stopwatch berhenti pada angka 10, itu artinya lama durasi pengukuran tinggal dikurangi antara sepuluh dan dua.
Hukum statigrafi Steno, persis menggunakan konsep yang sama terutama hukum pertamanya.
Quote:
Originally Posted by AsLan
Evolutionist membuat perkiraan usia batuan atas dasar teori yg berputar, Teori A mendukung Teori B, Teori B mendukung Teori A.
namanya juga sains, harus berani diuji oleh lintas sains yg berhubungan. kalau sinkron, artinya malah menunjukan keduanya benar.
Quote:
Originally Posted by AsLan
Tidak semua fossil di ukur usianya menggunakan Radio Dating, dan tidak semua lapisan batuan diukur usianya menggunakan Radio Dating.
nah, situh tau sendiri kalau penentuan usia fosil gak hanya dr radio dating. radio metri hanya salah satu referensi saja.
Quote:
Originally Posted by AsLan
Evolutionis mencari Fossil yg banyak tersebar disuatu lapisan batuan dan jenis fossil ini harus tidak terdapat di lapisan vertikal atau sangat sedikit. Fossil ini disebut sebagai Index Fossil.
Index Fossil ini ditentukan usianya dengan Teori Evolusi, menggunakan Tree of Life, bukan dengan Radio Dating !
Para Evolutionis tidak menggunakan Radio Dating karena beranggapan bahwa Fossil Jutaan Tahun tidak bisa diukur dengan Carbon dan disekitarnya tidak ada batuan Vulkanis yg bisa diukur dengan Teknik Radio Dating lainnya.
Jadi Radio Dating-Fossil-Lapisan Batuan tidak diukur secara Empiris melainkan hanya berdasarkan Teori Evolusi.
Teori Evolusi dipakai sebagai Basis pengukuran.
ada yang namanya cabang ilmu geologi dan paleontologi yg bertugas khusus melakukan pengukuran. Keduanya secara independen melakukan pengukuran sendiri. Evolusi sendiri lebih dekat ke cabang sains biologi (makanya ada yg namanya turunan sains yg bernama "biologi molekuler" atau "evolusi molekuler"). Ahli evolusi belum tentu pakar biologi--keduanya terpaut jauh. Perintisan pengembangan ilmu geologi sendiri jauh sebelum evolusi dirumuskan darwin.
Anda berani bilang bahwa para geolog kongkalikong dg ahli evolusi? Atau mau mengatakan bahwa geologi juga bukan sains?
Quote:
Originally Posted by AsLan
Maka saat ditemukan batuan vulkanis atau materi apapun yg bisa diukur dengan Radio Dating, hasilnya harus disamakan dengan Teori Evolusi, bukan Teori Evolusinya yg di calibrasi dengan Radio Dating.
Contohnya saat ditemukan abu vulkanis diatas dan dibawah fosil Humanoid, Skull 1470 yg ditemukan Richard Leakey di Kenya... abu ini diukur dengan Radio Dating K-Ar dan menghasilkan usia 212-230 juta tahun !
Hasil ini sangat bertentangan dengan Teori Evolusi yg mengatakan bahwa Human baru muncul di 2-5 juta tahun, maka hasil pengukuran Radio Dating itu di anulir !
Lalu Evolutionis mencari2 batuan lain yg pengukuran Radio Datingnya mendekati 2,6juta tahun.
Anda sendiri sudah baca belum bukunya Richard Leakey? Kalau kesulitan membaca bukunya dalam bahasa Inggris, Kepustakaan Populer Gramedia telah menerjemahkan satu buku Leakey yg dengan judul "Asal-usul Manusia" yg merupakan rangkaian seri master sains.
Memangnya fosil berusia 212-230 juta tahun itu manusia modern seperti sekarang? wow.. gak nyangka ada yg lebih tua drpd Adam-nya biblikal.
08-05-2012, 12:32 PM
AsLan
Quote:
Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ
jadi gimana ini ceritanya, Titanic kan membutuhkan waktu sampai lambungnya bener2 pecah biar air bisa masuk, hukum arcimedes sederhana bisa bekerja dimana berat jenis titanic mengalahkan gaya apungnya.
Semua orang juga tahu kalau Titanic itu tenggelam, tapi kan yg sala bilang mana ygg lebih cepat tenggelam, Titanic apa Paku.
nah, utk kasus dinosaurus. andai dinoasurus udah mati duluan sebelum banjir, artinya dinosaurus tsb udah jadi fosil dan batuan. jauh lebih berat drpd trilobit--makhluk air yg bisa berenang (bahkan seharusnya trilobit mestinya bisa selamat dr banjir besar kan? Perkiraan paling pesimis, dinosaurus hidup tepat sebelum tahun 2500SM, artinya tulang belulangnya banyak berserakan sebelumnya. tulang tetap saja jauh lebih berat drpd trilobit. dan berbeda dg titanic yg harus membuang semua gas, tulang tetap saja mengendap lebih cepat. kalaupun tulang mengendap lebih lambat drpd trilobit, ada tulang2 sebelumnya. Minimal, pasti ditemukan tulang dinosurus di bawah atau bersamaan dg ledakan kambria. pada kenyataannya enggak kan? jauh, jauh banget antara lapisan kambria dengan triasik apalagi jurasik.
Quote:
makanya, periode kehidupan dinosaurus harus diketahui dengan pasti. Kapan itu?
Dinosaurus hidup bersama manusia.
Kapal Nuh juga mengangkut Dinosaurus, kira2 100 jenis Dinosaurus yg berbeda, tentunya bukan yg berusia dewasa.
Quote:
bisa jelaskan secara detail bagaimana daya apung, kepadatan, berat, kemampuan lari dalam masalah kedalaman fosil? begitu banjir besar datang, trilobit dan para makhluk moluska yg hidup sebelum banjir mestinya bisa menyelamatkan diri drpd makhluk2 besar. kenyataannya, trilobit tak pernah ditemukan lagi pada era sejarah modern lagi. makhluk tsb sudah lama punah.
Tidak semua binatang yg diselamatkan oleh Nuh pasti survive sampai sekarang, banyak binatang yg mengalami kepunahan hingga jaman modern.
Quote:
melarikan diri kemana? kan katanya semua bumi dipenuhi air. binatang yg lari ke puncak gunung akan tetap mati, terapung-apung, tenggelam dan mengendap ke dasar, bercampur dengan lumpur.
ya memang begitu, meskipun akhirnya tetap tenggelam tapi pasti mereka mencoba melarikan diri terlebih dahulu ketempat yg lebih tinggi dan tenggelam belakangan setelah mahluk2 lain yg lebih lambat terkubur di endapan yg lebih dalam baru kemudian mereka terkubur di lapisan atasnya.
Quote:
Karena banjir besar hanya terjadi sekali, lapisan sisa banjir hanya akan ada satu kali saja. lapisan ini akan penuh dengan segala rupa jenis hewan baik bakteri, moluska, echinodermata, hingga dinosaurus. Kenyataannya tidak demikian. Kita berbicara fakta saja. bukti fosil menunjukan ada "sekat" antara penemuan fosil trilobit, ikan, serangga, dinosaurus, mamalia. tak pernah tercampur begitu saja.
Nggak gitu dong, meskipun banjir hanya sekali tapi lapisan endapan akan tetap terjadi, coba saja kamu campurkan pasir besi dengan pasir kapur lalu aduk di air, lihat bagaimana lapisan endapan akan terbentuk.
Quote:
kalau ada saja satu bukti fosil yg menunjukan ketercampuran, tak perlu diragukan, evolusi dan ilmu geologi menghadapi ancaman serius. sekarang, drpd bikin teori baru tanpa bukti, cari saja ketercampuran fosil tsb.
coba saja lakukan percobaan, larutkan berbagai macam jenis pasir dan benda2 di air lalu biarkan mereka mengendap, pasti akan terjadi lapisan2 sesuai dengan kecepatan endapan.
Quote:
kan teori situh bilang, kalo banjir akan mencampuradukkan semua lapisan tanah. tak peduli hewan tsb mati dimana, akan tetap tercampur.
Air yg datang Mengaduk lapisan tanah bukan berarti endapan yg terjadi kemudian akan tercampur, harap dibedakan.
Quote:
Steno awalnya penganut Lutheran. dia beralih menjadi katolik pada masa dia sudah tidak muda lagi. saat dia sudah lama meninggalkan dunia penelitiannya. Tak masalah bagaimana Steno menafsirkan sendiri sainsnya seperti apa. Yang jelas, pada masa Steno, ilmu pengetahuan dan geologi masih sangat-sangat minim dan prematur. Bukti-bukti fosil juga sangat segelintir. Bahkan penemuan fosil dinosaurus juga belum terdokumentasikan.
Situ duluan yg mengutip steno, Steno sendiri yg membuat hukum pengendapan percaya bahwa lapisan tanah dan fossil adalah akibat banjir besar.
Quote:
ada ilmuwan modern yg meneliti keabsahan teori banjir besar 2500SM lagi? bisa tunjukan kepada saya jurnal tulisan penelitiannya?
lu kira semua argumentasi gw itu gw sendiri yg bikin ?
Banyak sekali Scientist yg membuat penelitian Geologi atas asumsi banjir besar.
Upon realization that Noah’s Flood involved a planetary-scale tectonic catastrophe, he entered a Ph.D. program in geophysics at UCLA in order to obtain the expertise and credentials to address the problem of the mechanism of the Genesis Flood at a professional scientific level. His Ph.D. thesis research involved the development of a 3-D spherical-shell finite-element model for the earth's mantle, a program now known as TERRA.
Upon completing his Ph.D. in geophysics and space physics, he accepted a position as a staff scientist in the Theoretical Division at Los Alamos National Laboratory, where he has continued his research in planetary mantle dynamics, including the potential for catastrophic mantle overturn. He has presented papers describing this mechanism for the Genesis Flood, now known as “catastrophic plate tectonics,” at three International Conferences on Creationism held in Pittsburgh, Pennsylvania.
Dr. Baumgardner’s current technical work at Los Alamos includes development of a new global ocean model for investigating climate change. He is also currently a member of the Radioisotopes and the Age of the Earth (RATE) committee and an adjunct faculty member of the Institute for Creation Research.
Education
B.S., Texas Tech University, Lubbock, 1968
M.S., Electrical Engineering, Princeton University, Princeton, NJ, 1970
M.S., Geophysics and Space Physics, University of California, Los Angeles, 1981
Ph.D., Geophysics and Space Physics, University of California, Los Angeles, 1983
Ilmu Geologi yg berdasarkan asumsi banjir besar disebut Catastrophism silahkan google sendiri.
Quote:
Pada zaman segitu (1600-an sampai 1700an), banyak juga ilmuwan yang masih yakin bahwa bumi adalah pusat jagat raya. Mereka tidak tahu bahwa cahaya bersifat dualisme, dan galaksi tidak hanya satu bimasakti saja.
O ya? dan elu mengutip Steno yg hidup di masa itu :))
Quote:
Lha? situh kan bilang karbon dating cuma efektif utk makhluk2 hidup "muda" di bawah 5000an tahun. Pas banjir besar 4500 tahun lalu, tentunya banyak makhluk hidup pada masa itu yg ikutan mati. pengukuran carbon dating bakal sangat akurat dan ditemukan di lapisan kambria itu. faktanya?
Sudah banyak penelitian yg menemukan Fossil2 yg katanya berasal dari jutaan tahun ternyata masih mengandung jejak Carbon 14
Jadi meskipun teknik Carbon tidak bisa akurat menentukan usia fossil, teknik ini tetap bisa membantah usia "jutaan tahun"
Quote:
makanya, kemampuan berfikir kritis dan kreatif sangat diperlukan di ranah sains. Tak perlu menjadi seorang Einstein untuk bisa menggunakan Stopwatch yg dimulai dari angka dua. jika jarus stopwatch berhenti pada angka 10, itu artinya lama durasi pengukuran tinggal dikurangi antara sepuluh dan dua.
wkowkwow... :)) Masalahnya kan kita gak tahu Stopwatch berasal dari 0 apa tidak, ya jelas aja kita juga gak tahu apakah Stopwatch itu berasal dari angka 2 apa 3 apa 10 :))
Quote:
namanya juga sains, harus berani diuji oleh lintas sains yg berhubungan. kalau sinkron, artinya malah menunjukan keduanya benar.
wkowkow... secara logika sudah jelas antara yg benar-benar pasti singkron, benar-salah pasti tidak singkron, nah ini kan kasusnya salah-salah bisa tidak singkron juga bisa singkron, singkron karena sama2 salah :))
[/quote]
Quote:
nah, situh tau sendiri kalau penentuan usia fosil gak hanya dr radio dating. radio metri hanya salah satu referensi saja.
ada yang namanya cabang ilmu geologi dan paleontologi yg bertugas khusus melakukan pengukuran. Keduanya secara independen melakukan pengukuran sendiri. Evolusi sendiri lebih dekat ke cabang sains biologi (makanya ada yg namanya turunan sains yg bernama "biologi molekuler" atau "evolusi molekuler"). Ahli evolusi belum tentu pakar biologi--keduanya terpaut jauh. Perintisan pengembangan ilmu geologi sendiri jauh sebelum evolusi dirumuskan darwin.
Anda berani bilang bahwa para geolog kongkalikong dg ahli evolusi? Atau mau mengatakan bahwa geologi juga bukan sains?
Ok jadi udah konfirm ya bahwa pengukuran usia Fossil bukan berdasar pengukuran Empiris tapi hanya berdasar Teori Evolusi.
Usia Fossil ditentukan oleh Teori Evolusi, lalu kemudian Teori Evolusi dibuktikan oleh usia Fossil :))
Quote:
Anda sendiri sudah baca belum bukunya Richard Leakey? Kalau kesulitan membaca bukunya dalam bahasa Inggris, Kepustakaan Populer Gramedia telah menerjemahkan satu buku Leakey yg dengan judul "Asal-usul Manusia" yg merupakan rangkaian seri master sains.
Memangnya fosil berusia 212-230 juta tahun itu manusia modern seperti sekarang? wow.. gak nyangka ada yg lebih tua drpd Adam-nya biblikal.
hohoho... ::hohoho::
Udah dibaca dengan benar tulisan gw diatas ?
Pada kasus Richard Leakey,
Pengukuran Radio Dating yg menunjukkan 200juta tahun dianulir karena bertentangan dengan Teori Evolusi.
Lalu dicari2 batuan lain yg bisa mendukung Teori Evolusi.
08-05-2012, 12:36 PM
purba
Quote:
Originally Posted by AsLan
usia yg pasti dari lapisan2 tanah/batuan tidak diketahui karena Radio Dating memiliki kelemahan fatal yaitu tidak ada kepastian bahwa Daughter Isotop pasti = 0 diawal terjadinya batuan.
Kalau sebuah Stopwatch tidak dimulai dari angka 0 maka hasilnya tidak reliable.
Justru hal2 seperti itu sudah diantisipasi dlm penanggalan radioaktif. Caranya dgn mengukur kadar isotop anak yg radioaktif terhadap isotop anak yg stabil. Kemudian dibuatkan garis regresi linier. Dari kemiringan garis tsb dapat diketahui usia batuannya (yg pernah praktikum fisika dasar pasti biasa dgn metode regresi linier tsb). Jadi tidak selalu dimulai dgn asumsi isotop anak mula-mula 0.
Sains sangat hati2 dlm menentukan kuantitas sesuatu. Jika sains ingin mengetahui sudah berapa lama batuan terbentuk, maka segala kemungkinan diperhatikan, bahkan perlu konfirmasi dgn metode yg berbeda. Sains tidak menentukan dulu umurnya harus sekian, melainkan meningkatkan evidensi dari suatu hasil pengukuran melalui pengukuran2 lainnya.
Sangat berbeda dgn evangelist, yg menentukan dulu umur bumi sekian, kemudian dgn segala cara dicocok2an. Mosok yg beginian mau dimasukin ke kurikulum pendidikan? Apa mau mengajarkan cara2 memanipulasi pada anak didik? Bisa2 anak didik jadi koruptor semua nanti. Jadi gerakan evangelist ini perlu dihambat dan bila perlu dihentikan karena sangat merugikan moralitas anak didik dan generasi muda. Sejarah sudah membuktikan itu.
Alternatifnya adalah reinterpretasi teks2 kitab suci. Dgn reinterpretasi, justru pemahaman pada kitab suci tsb akan semakin baik. Caranya? Perlakukan kitab suci sbg firman tuhan yg diturunkan sesuai situasi dan kondisi zaman pada saat itu. Jadi, tuhan berdialektika dengan zaman. Dgn begitu, ente tetap seorang teis, sehingga terbebas dari ancaman neraka, lalu setelah mati nanti, melenggang masuk surga.
:))
08-05-2012, 12:45 PM
AsLan
Quote:
Originally Posted by purba
Justru hal2 seperti itu sudah diantisipasi dlm penanggalan radioaktif. Caranya dgn mengukur kadar isotop anak yg radioaktif terhadap isotop anak yg stabil. Kemudian dibuatkan garis regresi linier. Dari kemiringan garis tsb dapat diketahui usia batuannya (yg pernah praktikum fisika dasar pasti biasa dgn metode regresi linier tsb). Jadi tidak selalu dimulai dgn asumsi isotop anak mula-mula 0.
Sains sangat hati2 dlm menentukan kuantitas sesuatu. Jika sains ingin mengetahui sudah berapa lama batuan terbentuk, maka segala kemungkinan diperhatikan, bahkan perlu konfirmasi dgn metode yg berbeda. Sains tidak menentukan dulu umurnya harus sekian, melainkan meningkatkan evidensi dari suatu hasil pengukuran melalui pengukuran2 lainnya.
Sangat berbeda dgn evangelist, yg menentukan dulu umur bumi sekian, kemudian dgn segala cara dicocok2an. Mosok yg beginian mau dimasukin ke kurikulum pendidikan? Apa mau mengajarkan cara2 memanipulasi pada anak didik? Bisa2 anak didik jadi koruptor semua nanti. Jadi gerakan evangelist ini perlu dihambat dan bila perlu dihentikan karena sangat merugikan moralitas anak didik dan generasi muda. Sejarah sudah membuktikan itu.
Alternatifnya adalah reinterpretasi teks2 kitab suci. Dgn reinterpretasi, justru pemahaman pada kitab suci tsb akan semakin baik. Caranya? Perlakukan kitab suci sbg firman tuhan yg diturunkan sesuai situasi dan kondisi zaman pada saat itu. Jadi, tuhan berdialektika dengan zaman. Dgn begitu, ente tetap seorang teis, sehingga terbebas dari ancaman neraka, lalu setelah mati nanti, melenggang masuk surga.
:))
ya ampun purb, lu ngomong apaan ?
Kita lagi membahas Radio Carbon 14 !
Caranya dengan membandingkan Rasio Karbon 12 - Karbon 14 yang ada di fossil dengan Rasio Karbon 12 - Karbon 14 yg ada di mahluk hidup saat ini.
Masalah utamanya adalah apakah kondisi alam masa lalu sama dengan kondisi alam masa kini ?
Mahluk hidup masa kini bisa memiliki karbon 14 ditubuhnya karena radiasi kosmic, begitu juga dengan mahluk hidup dimasa lalu.
Tapi apakah radiasi kosmic yg membentuk isotop C14 itu sama intensitasnya antara masa kini dengan masa lalu ?
Kalau dimasa lalu atmosfir bumi bisa menahan radiasi dengan lebih baik maka dipastikan jumlah C14 pada mahluk masa lalu lebih kecil, tapi tidak ada orang yg bisa memastikan hal itu.
Komentar lu yg lain tolong dikurangi lah, terlalu panjang dan OOT, bikin ribet. ::grrr::
08-05-2012, 01:19 PM
E = mc²
Quote:
Originally Posted by AsLan
Dinosaurus hidup bersama manusia.
Kapal Nuh juga mengangkut Dinosaurus, kira2 100 jenis Dinosaurus yg berbeda, tentunya bukan yg berusia dewasa.
Aha, artinya keluar juga teori ini. 100 jenis dinosaurus? Padahal dinosaurus banyak jenisnya ribuan bahkan utu belum ketemu semuanya... begitupun ratusan juta spesies serangga, kumbang, tanaman dan makhluk lain. kenapa Noah tidak menyelamatkan semuanya? *kok jadi inget film Jurassic Park ya? yg mengevakuasi seekor T-Rex pake kapal laut dna pas kapal laut mendarat, semuanya dicabik2 T-Rex*
Jadi, dalam waktu 4500 tahun, 200 dinosaurus (berpasangan jantan-betina kan?) itu punah semuanya tanpa sempat berkembang biak? kenapa gak ditemukan fosil dinosurus yg berusia 4500 tahun? Mengapa mereka bisa bertahan, padahal tikus saja bisa bertahan dan ada di seluruh penjuru dunia termasuk kutub.
Quote:
Originally Posted by AsLan
Tidak semua binatang yg diselamatkan oleh Nuh pasti survive sampai sekarang, banyak binatang yg mengalami kepunahan hingga jaman modern.
artinya, Noah menyelamatkan lebih banyak makhluk hidup JAUH lebih banyak drpd ratusan juta spesies yg dikenal dan bertahan sampai dewasa ini. katakanlah 2x lebih banyak. begitu? artinya, zaman sebelum banjir besar, ada jauh lebih banyak spesies m.h drpd zaman sekarang. kenapa catatan fosil mengatakan hal sebaliknya?
btw, ukuran bahteranya segede apa untuk menampung ratusan juta spesies, dan bagaimana Noah mengatasi masalah persediaan makanan, sanitasi, dll selama banjir?
Quote:
Originally Posted by AsLan
ya memang begitu, meskipun akhirnya tetap tenggelam tapi pasti mereka mencoba melarikan diri terlebih dahulu ketempat yg lebih tinggi dan tenggelam belakangan setelah mahluk2 lain yg lebih lambat terkubur di endapan yg lebih dalam baru kemudian mereka terkubur di lapisan atasnya.
Nggak gitu dong, meskipun banjir hanya sekali tapi lapisan endapan akan tetap terjadi, coba saja kamu campurkan pasir besi dengan pasir kapur lalu aduk di air, lihat bagaimana lapisan endapan akan terbentuk.
coba saja lakukan percobaan, larutkan berbagai macam jenis pasir dan benda2 di air lalu biarkan mereka mengendap, pasti akan terjadi lapisan2 sesuai dengan kecepatan endapan.
yg berat duluan tenggelam. trilobit yg bisa berenang dan ringat, harusnya terapung2 dulu dalam adukan air banjir sementara tulang belulang makhluk2 besar termasuk manusia dan dinosaurus mengendap duluan.
Teori situh kan bilang selama banjir, lapisan tanah teraduk-aduk termasuk tanah tua. Jadi trilobit mana sempet mengendap, semuanya keaduk berbarengan dan mengendap berbedaan waktu. yg berat duluan ngendap, jelas tulang makhluk2 hidup yg mati sebelumnya duluan mengendap. trilobit yg ringan malah akan melayang2 di air. kecuali, trilobit mati duluan karena dia hidup di air langsung mati karena banjir. lalu tempat mati si trilobit gak keaduk dan nempel ketat sehingga gak keaduk.
teori fisika macam apa yg bisa menjelaskan hal absurd itu? ;D
Quote:
Originally Posted by AsLan
Air yg datang Mengaduk lapisan tanah bukan berarti endapan yg terjadi kemudian akan tercampur, harap dibedakan.
terus bagaimana yg "bener"nya?
Quote:
Originally Posted by AsLan
Situ duluan yg mengutip steno, Steno sendiri yg membuat hukum pengendapan percaya bahwa lapisan tanah dan fossil adalah akibat banjir besar.
iya, saya yg duluan ngutip. dan saya tak mempermasalahkan keyakinan Steno. Hanya saja patut digarisbawahi pengetahuan sains zaman Steno hidup masih sangat prematur. Lagian di ilmu geologi sekarang, hukum steno mengalami modifikasi.
Quote:
Originally Posted by AsLan
lu kira semua argumentasi gw itu gw sendiri yg bikin ?
Banyak sekali Scientist yg membuat penelitian Geologi atas asumsi banjir besar.
Spoiler for baumgardner:
Upon realization that Noah’s Flood involved a planetary-scale tectonic catastrophe, he entered a Ph.D. program in geophysics at UCLA in order to obtain the expertise and credentials to address the problem of the mechanism of the Genesis Flood at a professional scientific level. His Ph.D. thesis research involved the development of a 3-D spherical-shell finite-element model for the earth's mantle, a program now known as TERRA.
Upon completing his Ph.D. in geophysics and space physics, he accepted a position as a staff scientist in the Theoretical Division at Los Alamos National Laboratory, where he has continued his research in planetary mantle dynamics, including the potential for catastrophic mantle overturn. He has presented papers describing this mechanism for the Genesis Flood, now known as “catastrophic plate tectonics,” at three International Conferences on Creationism held in Pittsburgh, Pennsylvania.
Dr. Baumgardner’s current technical work at Los Alamos includes development of a new global ocean model for investigating climate change. He is also currently a member of the Radioisotopes and the Age of the Earth (RATE) committee and an adjunct faculty member of the Institute for Creation Research.
Education
B.S., Texas Tech University, Lubbock, 1968
M.S., Electrical Engineering, Princeton University, Princeton, NJ, 1970
M.S., Geophysics and Space Physics, University of California, Los Angeles, 1981
Ph.D., Geophysics and Space Physics, University of California, Los Angeles, 1983
Ilmu Geologi yg berdasarkan asumsi banjir besar disebut Catastrophism silahkan google sendiri.
dari resumenya, hanya dijelaskan dia membuat paper mengenai potensi banjir katastropik dan mekanismenya. Tidak dijelaskan apakah dalam banjir itu semua kehidupan tersapu rata dan juga tidak dirinci bagaimana mekanisme pengendapan banjirnya. mana deh, saya mau baca dulu papernya kalau ada.
Quote:
Originally Posted by AsLan
wkowkwow... :)) Masalahnya kan kita gak tahu Stopwatch berasal dari 0 apa tidak, ya jelas aja kita juga gak tahu apakah Stopwatch itu berasal dari angka 2 apa 3 apa 10 :))
lha? tinggal diliat saja, pas awal pengukuran stopwatch menujukan angka berapa lalu pas akhir pengukuran menunjukan angka berapa? kalau stopwatchnya rusak gak bergerak, yah cari stopwatch baru, atau pake metode pengukuran waktu lain. kalau perlu pake jam dinding bahkan gelas pasir.
Quote:
Originally Posted by AsLan
wkowkow... secara logika sudah jelas antara yg benar-benar pasti singkron, benar-salah pasti tidak singkron, nah ini kan kasusnya salah-salah bisa tidak singkron juga bisa singkron, singkron karena sama2 salah :))
Ok jadi udah konfirm ya bahwa pengukuran usia Fossil bukan berdasar pengukuran Empiris tapi hanya berdasar Teori Evolusi.
Usia Fossil ditentukan oleh Teori Evolusi, lalu kemudian Teori Evolusi dibuktikan oleh usia Fossil :))
berarti konfirm yah, ilmu geologi modern juga palsu, plus sains kimia inti dan fisika radiometri juga?
Quote:
Originally Posted by AsLan
Udah dibaca dengan benar tulisan gw diatas ?
Pada kasus Richard Leakey,
Pengukuran Radio Dating yg menunjukkan 200juta tahun dianulir karena bertentangan dengan Teori Evolusi.
Lalu dicari2 batuan lain yg bisa mendukung Teori Evolusi.
dalam sains, pengukuran ulang dan koreksi bukan barang tabu. koreksi dan perhitungan ulang sangat dipersilahkan. inget kasus pengukuran kecepatan cahaya? harganya terus dikoreksi jika ditemukan pengukuran-pengukuran terbaru yg membuktikan pengukuran sbelumnya tidak tepat/akurat/dll.
nah udah baca sendiri gak bukunya Leakey. kan harusnya Leakey yg uring2an karena penemuannya dianulir begitu saja? Dia seorang evolusionis dan Katolik yg taat ngomong-ngomong.
08-05-2012, 06:31 PM
purba
Quote:
Originally Posted by AsLan
ya ampun purb, lu ngomong apaan ?
Kita lagi membahas Radio Carbon 14 !
Caranya dengan membandingkan Rasio Karbon 12 - Karbon 14 yang ada di fossil dengan Rasio Karbon 12 - Karbon 14 yg ada di mahluk hidup saat ini. Masalah utamanya adalah apakah kondisi alam masa lalu sama dengan kondisi alam masa kini ? Mahluk hidup masa kini bisa memiliki karbon 14 ditubuhnya karena radiasi kosmic, begitu juga dengan mahluk hidup dimasa lalu. Tapi apakah radiasi kosmic yg membentuk isotop C14 itu sama intensitasnya antara masa kini dengan masa lalu ? Kalau dimasa lalu atmosfir bumi bisa menahan radiasi dengan lebih baik maka dipastikan jumlah C14 pada mahluk masa lalu lebih kecil, tapi tidak ada orang yg bisa memastikan hal itu.
Yg gw komentarin sebelumnya adalah tulisan lu mengenai umur batuan. Trus sekarang jadi penanggalan karbon? Sinar kosmik? Itu bukan masalah besar, kan ada kurva kalibrasinya. Jadi, gak ada masalah dgn penanggalan radioaktif, baik utk batuan maupun fosil.
:))
08-05-2012, 08:27 PM
AsLan
Quote:
Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ
Aha, artinya keluar juga teori ini. 100 jenis dinosaurus? Padahal dinosaurus banyak jenisnya ribuan bahkan utu belum ketemu semuanya... begitupun ratusan juta spesies serangga, kumbang, tanaman dan makhluk lain. kenapa Noah tidak menyelamatkan semuanya? *kok jadi inget film Jurassic Park ya? yg mengevakuasi seekor T-Rex pake kapal laut dna pas kapal laut mendarat, semuanya dicabik2 T-Rex*
Kenapa hanya 100 ? karena Noah hanya menyelamatkan "tiap jenis" mahluk hidup, bukan tiap variasi species.
Lalu tiap jenis mahluk hidup ini bisa berkembang biak menjadi beragam dengan Mutasi, Variasi dan Adaptasi.
Selain itu Mahluk hidup yg diselamatkan juga tidak harus yg berusia dewasa dan sudah berukuran besar, yg paling penting adalah mahluk itu sudah memiliki perpustakaan variasi jenisnya dalam DNA nya.
Quote:
Jadi, dalam waktu 4500 tahun, 200 dinosaurus (berpasangan jantan-betina kan?) itu punah semuanya tanpa sempat berkembang biak? kenapa gak ditemukan fosil dinosurus yg berusia 4500 tahun? Mengapa mereka bisa bertahan, padahal tikus saja bisa bertahan dan ada di seluruh penjuru dunia termasuk kutub.
Mengapa tidak ditemukan fossil dinosaurus yg berusia 4500 tahun ?
Jawabannya bukan tidak ditemukan melainkan Fossil2 itu tidak diketahui usia sebenarnya karena metoda pengukuran usia dengan Radio Dating tidak cukup akurat.
Metoda Pengukuran usia dengan Tree of Life dari Teori Evolusi juga tidak digunakan oleh ilmuwan2 yg tidak percaya Teori Evolusi.
Quote:
artinya, Noah menyelamatkan lebih banyak makhluk hidup JAUH lebih banyak drpd ratusan juta spesies yg dikenal dan bertahan sampai dewasa ini. katakanlah 2x lebih banyak. begitu? artinya, zaman sebelum banjir besar, ada jauh lebih banyak spesies m.h drpd zaman sekarang. kenapa catatan fosil mengatakan hal sebaliknya?
btw, ukuran bahteranya segede apa untuk menampung ratusan juta spesies, dan bagaimana Noah mengatasi masalah persediaan makanan, sanitasi, dll selama banjir?
sudah saya jelaskan berkali2 bahwa Nuh tidak harus menyelamatkan semua jenis variasi genetik, yg penting dia menyelamatkan tiap jenis mahluk hidup yg dalam genetikanya menyimpan keragaman genetis.
Quote:
yg berat duluan tenggelam. trilobit yg bisa berenang dan ringat, harusnya terapung2 dulu dalam adukan air banjir sementara tulang belulang makhluk2 besar termasuk manusia dan dinosaurus mengendap duluan.
Kalau habitat Trilobit berada didekat laut ada kemungkinan ia langsung terkena endapan lumpur.
Quote:
Teori situh kan bilang selama banjir, lapisan tanah teraduk-aduk termasuk tanah tua. Jadi trilobit mana sempet mengendap, semuanya keaduk berbarengan dan mengendap berbedaan waktu. yg berat duluan ngendap, jelas tulang makhluk2 hidup yg mati sebelumnya duluan mengendap. trilobit yg ringan malah akan melayang2 di air. kecuali, trilobit mati duluan karena dia hidup di air langsung mati karena banjir. lalu tempat mati si trilobit gak keaduk dan nempel ketat sehingga gak keaduk.
Banjir Global membawa air dan lumpur, kalau Trilobit langsung terkena lumpur ya langsung mengendap.
Quote:
lha? tinggal diliat saja, pas awal pengukuran stopwatch menujukan angka berapa lalu pas akhir pengukuran menunjukan angka berapa? kalau stopwatchnya rusak gak bergerak, yah cari stopwatch baru, atau pake metode pengukuran waktu lain. kalau perlu pake jam dinding bahkan gelas pasir.
Gw jelasin pelan2 ya pake analogi stopwatch...
Kalau lu nemu stopwatch yg sedang Counting dan angkanya menunjukkan 1jt tahun, bagaimana lu tahu bahwa stopwatch itu memang berasal dari 1jt tahun yg lalu ?
1jt tahun yg lalu lu belum lahir dan tak ada orang yg masih hidup saat ini menyaksikan awal dari stopwatch itu.
kita hanya bisa tahu :
1. Stopwatch itu mengukur waktu dengan kecepatan yg benar
2. Stopwatch itu menunjukkan angka 1 jt tahun
Kita tidak tahu:
1. Di angka berapa stopwatch itu mulai, bisa di angka 0 atau 450rb tahun
Quote:
berarti konfirm yah, ilmu geologi modern juga palsu, plus sains kimia inti dan fisika radiometri juga?
Nope, hanya Teori Evolusi saja yg palsu karena ilmu ini tidak mau setia pada kebenaran dan memaksa kebenaran untuk tunduk pada teori itu sendiri.
Quote:
dalam sains, pengukuran ulang dan koreksi bukan barang tabu. koreksi dan perhitungan ulang sangat dipersilahkan. inget kasus pengukuran kecepatan cahaya? harganya terus dikoreksi jika ditemukan pengukuran-pengukuran terbaru yg membuktikan pengukuran sbelumnya tidak tepat/akurat/dll.
Betul pengukuran ulang bukan hal yg tabu, tapi alasan menganulir hasil2 pengukuran Empiris yg dilakukan dengan teliti hanya karena bertentangan dengan teori Evolusi adalah absurd, harusnya Teori itu yg diubah berdasarkan pengukuran empiris.
---------- Post added at 07:27 PM ---------- Previous post was at 07:22 PM ----------
Quote:
Originally Posted by purba
Yg gw komentarin sebelumnya adalah tulisan lu mengenai umur batuan. Trus sekarang jadi penanggalan karbon? Sinar kosmik? Itu bukan masalah besar, kan ada kurva kalibrasinya. Jadi, gak ada masalah dgn penanggalan radioaktif, baik utk batuan maupun fosil.
:))
halah ngaco aja lu purb, kurva kalibrasi dari hongkong ? :))
nih gw kasi satu persamaan matematika yg sederhana :
a + b = 6
Selama2nya angka a dan b tidak akan bisa diketahui, lu pake teknik paling canggih atau komputer paling super juga gak bakal tahu berapa nilai a dan nilai b.
08-05-2012, 09:21 PM
E = mc²
Quote:
Originally Posted by AsLan
Kenapa hanya 100 ? karena Noah hanya menyelamatkan "tiap jenis" mahluk hidup, bukan tiap variasi species.
Lalu tiap jenis mahluk hidup ini bisa berkembang biak menjadi beragam dengan Mutasi, Variasi dan Adaptasi.
Selain itu Mahluk hidup yg diselamatkan juga tidak harus yg berusia dewasa dan sudah berukuran besar, yg paling penting adalah mahluk itu sudah memiliki perpustakaan variasi jenisnya dalam DNA nya.
artinya, nanti tiap m.h yg diselamatkan mengalami spesiasi yg dipercepat? jika evolusi mememerlukan waktu ratusan bahkan ribuan generasi, karena teori banjir besar hanya 4500 tahun, maka spesiasi hanya berlangsung beberapa generasi. begitu? berapa generasi hingga satu dua ekor burung finch yg diselamatkan menjadi belasan spesies burung finch di kepulauan galapagos?
Quote:
Originally Posted by AsLan
Mengapa tidak ditemukan fossil dinosaurus yg berusia 4500 tahun ?
Jawabannya bukan tidak ditemukan melainkan Fossil2 itu tidak diketahui usia sebenarnya karena metoda pengukuran usia dengan Radio Dating tidak cukup akurat.
Metoda Pengukuran usia dengan Tree of Life dari Teori Evolusi juga tidak digunakan oleh ilmuwan2 yg tidak percaya Teori Evolusi.
kenapa tidak ditemukan dinosaurus pada lapisan yg sama dg trilobit atau dibawahnya?
Quote:
Originally Posted by AsLan
Kalau habitat Trilobit berada didekat laut ada kemungkinan ia langsung terkena endapan lumpur.
Banjir Global membawa air dan lumpur, kalau Trilobit langsung terkena lumpur ya langsung mengendap.
lumpur gak kena adukan tapi batuan dan tanah tua di bawah lumpur kena pengadukan, begitu?
Quote:
Originally Posted by AsLan
Gw jelasin pelan2 ya pake analogi stopwatch...
Kalau lu nemu stopwatch yg sedang Counting dan angkanya menunjukkan 1jt tahun, bagaimana lu tahu bahwa stopwatch itu memang berasal dari 1jt tahun yg lalu ?
1jt tahun yg lalu lu belum lahir dan tak ada orang yg masih hidup saat ini menyaksikan awal dari stopwatch itu.
kita hanya bisa tahu :
1. Stopwatch itu mengukur waktu dengan kecepatan yg benar
2. Stopwatch itu menunjukkan angka 1 jt tahun
Kita tidak tahu:
1. Di angka berapa stopwatch itu mulai, bisa di angka 0 atau 450rb tahun
tinggal dicek, apakah jarum stopwatchnya jalan atau tidak. kalau jalan terus dan gak pernah berhenti, ambil kesimpulan dianggap mukai dari 0 sampai ditemukan bukti bahwa stopwatch itu pernah berhenti di tengah jalan buat ganti baru. selama tidak ditemukan bukti bahwa jarum stopwatch tidak berhenti dan jarumnya menunjukan pergerakan yg konsisten, maka itulah yg dipakai. itulah sains. itu sebabnya teori2 sains selalu diubah jika ada bukti dan fakta baru dan ada teori yg bisa menjelaskan lebih baik.
dan tentu saja gak hanya stopwatch tunggal yg dipakai, dalam kasus evolusi, ilmu yang digunakan itu sangat lintas disiplin, semuanya bekerja secara independen.
Quote:
Originally Posted by AsLan
Nope, hanya Teori Evolusi saja yg palsu karena ilmu ini tidak mau setia pada kebenaran dan memaksa kebenaran untuk tunduk pada teori itu sendiri.
semua pengukuran geologi menujukan bahwa umur batuan kambrium 500an juta tahun, bukan 4500 tahun. artinya geologi salah? kalau gak percaya, coba saja tanya ke anak geologi, dosen geologi, buku geologi. bahkan mereka belum tentu ngerti evolusi dan tidak berkaitan dg evolusi juga.
dg mengatakan kambria berumur 4500 tahun, berarti situh mengatakan bahwa geologi salah. begitu kan? ilmu geologi modern itu palsu?
08-05-2012, 10:43 PM
AsLan
Quote:
Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ
artinya, nanti tiap m.h yg diselamatkan mengalami spesiasi yg dipercepat? jika evolusi mememerlukan waktu ratusan bahkan ribuan generasi, karena teori banjir besar hanya 4500 tahun, maka spesiasi hanya berlangsung beberapa generasi. begitu? berapa generasi hingga satu dua ekor burung finch yg diselamatkan menjadi belasan spesies burung finch di kepulauan galapagos?
Bukan dipercepat tapi memang secepat itu.
Tidak butuh lama bagi seekor serigala untuk dibreeding menjadi anjing domestik, inti dari Variasi adalah agar mahluk hidup bisa beradaptasi dengan berbagai jenis lingkungan yg berbeda2, maka bila nenek moyan gmahluk hidup menyebar ke seluruh dunia dan beranak pinak, mereka akan beradaptasi dengan mengeluarkan berbagai macam trait yg ada dalam perpustakaan genetisnya, bagi yg tidak mampu beradaptasi ya punah.
Quote:
kenapa tidak ditemukan dinosaurus pada lapisan yg sama dg trilobit atau dibawahnya?
Kemungkinan besar karena dinosaurus darat bisa lari kedataran tinggi, dinosaurus laut bisa berenang ke permukaan air. Trilobit bergerak lambat dan hidup di dataran rendah yg cepat tertimbun lumpur.
Quote:
tinggal dicek, apakah jarum stopwatchnya jalan atau tidak. kalau jalan terus dan gak pernah berhenti, ambil kesimpulan dianggap mukai dari 0 sampai ditemukan bukti bahwa stopwatch itu pernah berhenti di tengah jalan buat ganti baru. selama tidak ditemukan bukti bahwa jarum stopwatch tidak berhenti dan jarumnya menunjukan pergerakan yg konsisten, maka itulah yg dipakai. itulah sains. itu sebabnya teori2 sains selalu diubah jika ada bukti dan fakta baru dan ada teori yg bisa menjelaskan lebih baik.
Betul, sudah saya katakan bahwa kita tahu stopwatch nya jalan dan bergerak dengan kecepatan konstan, cuma awal startnya itu yang tidak pasti dari angka 0.
Sesuatu yg tidak pasti = 0 lalu diasumsikan = 0 adalah suatu kesalahan, ini yg berkali2 diungkapkan oleh para scientist yg kritis.
Sudah banyak percobaan yg membuktikan bahwa batuan yg baru terbentuk, meleleh dari lahar itu tidak bersih dari daughter isotop, tidak = 0.
Salah satu percobaan yg membuktikan hal ini adalah perhitungan Radio Dating terhadap batuan lava di Grand Canyon, batuan Lava yg baru terbentuk selama ribuan tahun saat diukur dengan berbagai macam teknik radio dating ternyata menghasilkan usia jutaan tahun.
Penjelasan akan hal ini adalah bahwa semua lava cair tidak mengandung 0 daughter isotop melainkan sudah mengandung daughter isotop dari fase sebelumnya dibawah lapisan bumi, ini analisanya :
Quote:
So how can the youngest basalt lava flows in Grand Canyon, whose eruption was possibly witnessed only thousands of years ago, yield the same radioactive rubidium-strontium age of 1.1 billion years as some of the oldest basalt lava flows at the bottom of the Canyon?
Answer: The molten rock that produced the young basalt lava flows came from deep inside the earth, from what geologists call the earth’s mantle; so these lavas have inherited this rubidium-strontium composition from their mantle source.
That is, their rubidium-strontium composition has nothing to do with their age, but everything to do with their source!
However, the molten rock that produced the “ancient” Cardenas Basalt lavas also came from the same region of the earth’s mantle beneath the Grand Canyon.
Therefore, it could be equally argued that the same rubidium-strontium composition of the Cardenas Basalt lavas was also inherited from the same mantle source and thus has nothing to do with their age!
Of course, some radioactive decay could have occurred in the mantle source region of both these basalt lavas, but again, such radioactive decay there in the mantle would not provide the basis for calculating any date for when these basalt lavas flowed out onto the earth’s surface.
So whichever way we look at it, these radioactive dating methods which are based on the biased assumptions of secular geologists completely fail to “date” these basalt lava flows in Grand Canyon.
How can we be sure radioactive decay has always occurred at the rates we measure today?
And how can we know how much radioactive decay occurred in their mantle source before these lavas erupted?
If the youngest lavas inherited all of their supposed radioactive decay age, then so could the “ancient” lavas.
After all, we know the true age of the young lavas because their eruption was possibly witnessed within human history.
Where there is an independent cross-check, these radioactive dating methods fail completely.
So because of these fallacies, why should they be trusted to give ages for any rock?
Quote:
dan tentu saja gak hanya stopwatch tunggal yg dipakai, dalam kasus evolusi, ilmu yang digunakan itu sangat lintas disiplin, semuanya bekerja secara independen.
Intinya Radio Dating belum Reliable, berbagai teknik Radio Dating tetap menggunakan asumsi2 yg tidak bisa diperiksa kebenarannya.
Quote:
semua pengukuran geologi menujukan bahwa umur batuan kambrium 500an juta tahun, bukan 4500 tahun. artinya geologi salah? kalau gak percaya, coba saja tanya ke anak geologi, dosen geologi, buku geologi. bahkan mereka belum tentu ngerti evolusi dan tidak berkaitan dg evolusi juga.
Eits gak segampang itu, sudah banyak pengukuran yg menghasilkan usia yg tidak sesuai dengan Teori Evolusi, tapi semua pengukuran itu dibuang dan dicari2 pengukuran lain yg sesuai dengan Tree of Life dari Teori Evolusi, minimal itulah yg terjadi di kalangan penganut Teori Evolusi.
Quote:
dg mengatakan kambria berumur 4500 tahun, berarti situh mengatakan bahwa geologi salah. begitu kan? ilmu geologi modern itu palsu?
Ilmu Geologi masih terus berkembang, banyak bagian dari ilmu geologi yg benar dan terbukti, misalnya teknik2 untuk mencari kandungan minyak dibawah tanah dsb nya.
Tapi saat bicara mengenai USIA batuan, masih banyak kelemahan yg tak terjawab oleh disiplin ilmu apapun saat ini.
08-05-2012, 11:47 PM
purba
Quote:
Originally Posted by purba
Yg gw komentarin sebelumnya adalah tulisan lu mengenai umur batuan. Trus sekarang jadi penanggalan karbon? Sinar kosmik? Itu bukan masalah besar, kan ada kurva kalibrasinya. Jadi, gak ada masalah dgn penanggalan radioaktif, baik utk batuan maupun fosil.
Quote:
Originally Posted by AsLan
halah ngaco aja lu purb, kurva kalibrasi dari hongkong ? :))
nih gw kasi satu persamaan matematika yg sederhana :
a + b = 6
Selama2nya angka a dan b tidak akan bisa diketahui, lu pake teknik paling canggih atau komputer paling super juga gak bakal tahu berapa nilai a dan nilai b.
Mana ada persamaan berbentuk a+b=6 dalam penanggalan radioaktif? Ini menunjukkan ente tidak paham bagaimana penanggalan radioaktif dilakukan. Mungkin istilah regresi linier saja ente kagak tahu. Ok, jadi sebaiknya ente tidak singgung2 lagi mengenai radioactive-dating karena ente tidak tahu. Atau, lebih baik belajar, gw bersedia ngajarin lu.. gratis!!
:))
09-05-2012, 07:55 AM
E = mc²
Quote:
Originally Posted by AsLan
Bukan dipercepat tapi memang secepat itu.
Tidak butuh lama bagi seekor serigala untuk dibreeding menjadi anjing domestik, inti dari Variasi adalah agar mahluk hidup bisa beradaptasi dengan berbagai jenis lingkungan yg berbeda2, maka bila nenek moyan gmahluk hidup menyebar ke seluruh dunia dan beranak pinak, mereka akan beradaptasi dengan mengeluarkan berbagai macam trait yg ada dalam perpustakaan genetisnya, bagi yg tidak mampu beradaptasi ya punah.
yg saya tanya bukan variasi dalam subspesies, tapi bagaimana peralihan bentuk spesies bisa terjadi. situh kan bilang kalau yg diselamatin dalam bahtera gak semuanya, hanya makhluk hidup yg "memiliki perpustakaan genetik lengkap".
pertanyaan saya:
- makhluk apa yg disebut sebagai "makhluk yg memiliki perpustakaan genetik lengkap"? ribuan (bahkan mungkin puluhan juta) spesies tungau, kutu, antropoda, nematoda, jamur gak termasuk yg diselamatkan?
- bagaimana mekanisme peralihan spesies bisa berlangsung dalam orde ratusan tahun saja? atau cuma puluhan tahun?
Quote:
Originally Posted by AsLan
Kemungkinan besar karena dinosaurus darat bisa lari kedataran tinggi, dinosaurus laut bisa berenang ke permukaan air. Trilobit bergerak lambat dan hidup di dataran rendah yg cepat tertimbun lumpur.
bayi dinosaurus? telur dinosaurus? tulang dinosaurus? mereka gak bisa lari dan langsung tenggelam. mereka bisa terkubur lebih cepat oleh lumpur dan diendapkan di bawah trilobit yg bisa bergerak--lagian, bukannya trilobit yg hidup di perairan harusnya kemungkinan selamatnya lebih besar drpd makhluk2 darat? mereka bisa berenang.
Ketika semua dinosaurus berkumpul dan mati di puncak gunung karena air, sementara permukaan tanah teraduk air banjir, makhluk2 berat dan besar akan diendapkan duluan (minimal barengan) dengan makhluk2 ringan yg teraduk air bah. meski lari ke puncak gunung, tetap saja ketika air bah datang dan menghanyutkan mereka.
karena banjir berlangsung satu kali periode dan tidak terulang, lapisan yg terbentuk hanya satu periode (ini sesuai dengan hukum Steno) dalam hal ini lapisan kambria (katanya). jadi, semua dinosaurus dan semua makhluk apapaun yg hidup di tahun 2500 SM akan diendapkan pada lapisan sama dengan makhluk2 berat cenderung berada di bawah. mekanika fluida statik Stoke bisa menjelaskan alasan sederhana ini. Artinya, seharusnya, dimana ditemukan lapisan yg berisi dinosaurus, akan ditemukan juga fosil kucing, anjing, kuda, bahkan manusia pd lapisan tersebut.
Faktanya?
Quote:
Originally Posted by AsLan
Betul, sudah saya katakan bahwa kita tahu stopwatch nya jalan dan bergerak dengan kecepatan konstan, cuma awal startnya itu yang tidak pasti dari angka 0.
Sesuatu yg tidak pasti = 0 lalu diasumsikan = 0 adalah suatu kesalahan, ini yg berkali2 diungkapkan oleh para scientist yg kritis.
Sudah banyak percobaan yg membuktikan bahwa batuan yg baru terbentuk, meleleh dari lahar itu tidak bersih dari daughter isotop, tidak = 0.
pernah belajar ttg cabang matematika yg bernama statistik? Ada sesuatu bahasan yg disebut peluang. Dalam ilmu statistik, sesuatu yg tidak pasti tidak pernah dimasukan dalam peluang = 0
sesuatu yg pasti: p = 1
sesuatu yg tidak pasti: 0<p<1
sesutau yg mustahil: p=0
ketika melihat stopwatch tidak menunjukan angka start yg seragam, itu bukan berarti stopwatch tsb mustahil digunakan (itu stopwatchnya mati), tapi tidak pasti. Maka angka pertama yg ditunjukan dalam stopwatch digunakan sbg acuan pengukuran. dan itu yg digunakan sampai ditemukan bukti kuat lain yg menunjukan bahwa angka start pengukuran bukan seperti itu.
Lagian, pengukuran dilakukan berulang-ulang sehingga statistik ketidakpastian semakin mengecil alias keakuratan ditingkatkan, menggunakan sistem dan pengukuran lain (gak hanya satu jenis alat yg digunakan), dan sebelum pengukuran dilakukan kalibrasi daan kelayakan dengan dites berbagai disiplin sains.
Quote:
Originally Posted by AsLan
Intinya Radio Dating belum Reliable, berbagai teknik Radio Dating tetap menggunakan asumsi2 yg tidak bisa diperiksa kebenarannya.
wow. tambah lagi disiplin sains yg ada bilang penuh kepalsuan: Kimia Inti. Yang mengusulkan penggunaan radio dating utk pengukuran usia fosil bukan evolusi, Darwin bahkan Richard Dawkins belum tentu bisa ngukur pake radio dating. Yang ngusulin dan melakukan pengukuran adalah jelas para ahli Kimia Inti.
dengan mengatakan Radio Dating gak reliable, artinya sama saja dg mengatakan cabang sains ini salah dan palsu.
Quote:
Originally Posted by AsLan
Ilmu Geologi masih terus berkembang, banyak bagian dari ilmu geologi yg benar dan terbukti, misalnya teknik2 untuk mencari kandungan minyak dibawah tanah dsb nya.
kita berbicara fakta saja. Semua buku teksbuk geologi, dosen geologi, propesor geologi, dan mahasiswa geologi yg belajar di jurusan sains (bukan jurusan teologi) semuanya mengajarkan ttg bukti2 geologis yg seiring dg evolusi.
Situh mengatakan semua bukti geologis gak sesuai dg bukti evolusi padahal semua geolog mengatakan sebaliknya. artinya para geolog mengatakan hal yg palsu dan yg mereka pelajari juga palsu.
Quote:
Originally Posted by AsLan
Tapi saat bicara mengenai USIA batuan, masih banyak kelemahan yg tak terjawab oleh disiplin ilmu apapun saat ini.
Tak ada sains yang sempurna. Coba sebutkan cabang sains yg sempurna? Jangankan evolusi, matematika saja yg semuanya serba absolut masih memiliki banyak permasalahan. Tapi sains masih merupakan alat terbaik yg dimiliki manusia untukk memahami fenomena lingkungan. Dibandingkan teologi, sains lebih bisa diandalkan karena teologi hanya gunakan satu prinsip: cocologi. semuanya serba dicocok-dicocokan. hanya mengambil apa yg dirasa cocok, tapi membuang yg tidak cocok. Dalam kasus perlapisan batuan ini dan yg kita diskusikan, teologi sama sekali pura-pura buta dan menutup mata bahwa di atas lapisan kambria ada banyak lapisan lain seperti ordovician, silur, devon, karboniferus, permian, triasik, jurasik, cretacious, dan seterusnya.
Oya, sebagai bonus, dalam sains yg disepakati sekarang ini berdasarkan fakta fosil geologis, telah terjadi kepunahan massal dan kemunculan makhluk hidup "spontan" (artinya dalam waktu yg relatif singkat ordenya jutaan tahun bukan puluhan/ratusan juta) berkali-kali. Ledakan Kambria hanyalah yg pertama dan paling awal (makanya yg muncul di lapisan ini adalah makhluk2 primitif). Catatan semua yg tertulis di buku teksbuk geologi mengatakan kepunahan/kemunculan ini terjadi 6x. yang terakhir terjadi 300an-ribu tahun lalu di periode Quartenary.
09-05-2012, 04:08 PM
ndableg
wuih.. aslan dikeroyok... ayoo aslaaan semangat... :bola:::chearleader::
09-05-2012, 06:25 PM
AsLan
Quote:
Originally Posted by ?x ?p = ½ h
yg saya tanya bukan variasi dalam subspesies, tapi bagaimana peralihan bentuk spesies bisa terjadi. situh kan bilang kalau yg diselamatin dalam bahtera gak semuanya, hanya makhluk hidup yg "memiliki perpustakaan genetik lengkap".
pertanyaan saya:
- makhluk apa yg disebut sebagai "makhluk yg memiliki perpustakaan genetik lengkap"? ribuan (bahkan mungkin puluhan juta) spesies tungau, kutu, antropoda, nematoda, jamur gak termasuk yg diselamatkan?
- bagaimana mekanisme peralihan spesies bisa berlangsung dalam orde ratusan tahun saja? atau cuma puluhan tahun?
Tidak ada yg namanya peralihan antar Jenis Mahluk Hidup, itu cuma dongengnya Teori Evolusi.
Yang ada adalah variasi dari tiap jenis mahluk hidup.
Maka meskipun Cihuahua tidak bisa kawin dengan Dingo, sebenarnya mereka masih satu jenis, nah Nuh hanya menyelamatkan sepasang nenek moyang anjing, bukan semua jenis anjing, anjing inilah yg kemudian beranak pinak dan menjadi beragam dengan mekanisme Mutasi, Seleksi dan Variasi.
Quote:
bayi dinosaurus? telur dinosaurus? tulang dinosaurus? mereka gak bisa lari dan langsung tenggelam. mereka bisa terkubur lebih cepat oleh lumpur dan diendapkan di bawah trilobit yg bisa bergerak--lagian, bukannya trilobit yg hidup di perairan harusnya kemungkinan selamatnya lebih besar drpd makhluk2 darat? mereka bisa berenang.
Kalau yg datang pada Trilobit adalah lumpur, maka dia tidak bisa menyelamatkan diri.
Mengapa bayi dinosaurus tidak ditemukan bersama Trilobit ? ya jelas karena habitat mereka berbeda.
Quote:
Ketika semua dinosaurus berkumpul dan mati di puncak gunung karena air, sementara permukaan tanah teraduk air banjir, makhluk2 berat dan besar akan diendapkan duluan (minimal barengan) dengan makhluk2 ringan yg teraduk air bah. meski lari ke puncak gunung, tetap saja ketika air bah datang dan menghanyutkan mereka.
Saat Dinosaurus terkejar banjir, hari itu sudah terbentuk beberapa lapisan lumpur/batuan didasar air, maka dinosaurus kemudian menjadi fosil dilapisan atasnya.
Quote:
karena banjir berlangsung satu kali periode dan tidak terulang, lapisan yg terbentuk hanya satu periode (ini sesuai dengan hukum Steno) dalam hal ini lapisan kambria (katanya). jadi, semua dinosaurus dan semua makhluk apapaun yg hidup di tahun 2500 SM akan diendapkan pada lapisan sama dengan makhluk2 berat cenderung berada di bawah. mekanika fluida statik Stoke bisa menjelaskan alasan sederhana ini. Artinya, seharusnya, dimana ditemukan lapisan yg berisi dinosaurus, akan ditemukan juga fosil kucing, anjing, kuda, bahkan manusia pd lapisan tersebut.
Silahkan coba mengaduk pasir besi, pasir biasa, pasir kapur dengan air lalu lihat berapa lapisan endapan yg akan terjadi, apa benar cuma 1 ?
Quote:
pernah belajar ttg cabang matematika yg bernama statistik? Ada sesuatu bahasan yg disebut peluang. Dalam ilmu statistik, sesuatu yg tidak pasti tidak pernah dimasukan dalam peluang = 0
sesuatu yg pasti: p = 1
sesuatu yg tidak pasti: 0<p<1
sesutau yg mustahil: p=0
Bagus kalo paham, tapi nyatanya Daughter isotop saat batuan vulkanik terbentuk dianggap = 0 berarti lu udah mengakui bahwa ini suatu yg salah ?
Quote:
ketika melihat stopwatch tidak menunjukan angka start yg seragam, itu bukan berarti stopwatch tsb mustahil digunakan (itu stopwatchnya mati), tapi tidak pasti. Maka angka pertama yg ditunjukan dalam stopwatch digunakan sbg acuan pengukuran. dan itu yg digunakan sampai ditemukan bukti kuat lain yg menunjukan bahwa angka start pengukuran bukan seperti itu.
Lagian, pengukuran dilakukan berulang-ulang sehingga statistik ketidakpastian semakin mengecil alias keakuratan ditingkatkan, menggunakan sistem dan pengukuran lain (gak hanya satu jenis alat yg digunakan), dan sebelum pengukuran dilakukan kalibrasi daan kelayakan dengan dites berbagai disiplin sains.
Tetap tidak menyelesaikan masalah asumsi2 yg salah, sekali asumsinya salah maka meskipun diulang2 berapa kalipun tetap salah.
Quote:
wow. tambah lagi disiplin sains yg ada bilang penuh kepalsuan: Kimia Inti. Yang mengusulkan penggunaan radio dating utk pengukuran usia fosil bukan evolusi, Darwin bahkan Richard Dawkins belum tentu bisa ngukur pake radio dating. Yang ngusulin dan melakukan pengukuran adalah jelas para ahli Kimia Inti.
Dengan mengatakan Radio Dating gak reliable, artinya sama saja dg mengatakan cabang sains ini salah dan palsu.
Yang saya bilang palsu cuma Teori Evolusi :))
Teknik pengukuran isotop = benar
Mengukur waktu paruh = Benar
Tapi waktu menggunakan teknik pengukuran isotop untuk menghitung Usia batuan = salah
Karena sistimnya menggunakan asumsi yg salah.
Quote:
kita berbicara fakta saja. Semua buku teksbuk geologi, dosen geologi, propesor geologi, dan mahasiswa geologi yg belajar di jurusan sains (bukan jurusan teologi) semuanya mengajarkan ttg bukti2 geologis yg seiring dg evolusi.
Memang banyak Geolog yg sudah ikut arus Evolusi dan pandangan mereka menjadi bias, tapi meskipun mayoritas percaya pada Evolusi bukan berarti itu benar.
Semua fakta2 yg sudah saya ungkap menjelaskan tentang berbagai kesalahan Teori Evolusi.
Quote:
Situh mengatakan semua bukti geologis gak sesuai dg bukti evolusi padahal semua geolog mengatakan sebaliknya. artinya para geolog mengatakan hal yg palsu dan yg mereka pelajari juga palsu.
hmmm... membawa2 mayoritas sebagai dukungan, apakah ini diskusi science ? :))
nyatanya banyak data yg saya paparkan berdasarkan penelitian para Geolog yg tidak percaya Evolusi, jadi pertanyaannya benarkah semua geolog sudah termakan oleh propaganda Evolutionis ? :ngopi:
Quote:
Tak ada sains yang sempurna. Coba sebutkan cabang sains yg sempurna? Jangankan evolusi, matematika saja yg semuanya serba absolut masih memiliki banyak permasalahan. Tapi sains masih merupakan alat terbaik yg dimiliki manusia untukk memahami fenomena lingkungan. Dibandingkan teologi, sains lebih bisa diandalkan karena teologi hanya gunakan satu prinsip: cocologi. semuanya serba dicocok-dicocokan. hanya mengambil apa yg dirasa cocok, tapi membuang yg tidak cocok. Dalam kasus perlapisan batuan ini dan yg kita diskusikan, teologi sama sekali pura-pura buta dan menutup mata bahwa di atas lapisan kambria ada banyak lapisan lain seperti ordovician, silur, devon, karboniferus, permian, triasik, jurasik, cretacious, dan seterusnya.
Oya, sebagai bonus, dalam sains yg disepakati sekarang ini berdasarkan fakta fosil geologis, telah terjadi kepunahan massal dan kemunculan makhluk hidup "spontan" (artinya dalam waktu yg relatif singkat ordenya jutaan tahun bukan puluhan/ratusan juta) berkali-kali. Ledakan Kambria hanyalah yg pertama dan paling awal (makanya yg muncul di lapisan ini adalah makhluk2 primitif). Catatan semua yg tertulis di buku teksbuk geologi mengatakan kepunahan/kemunculan ini terjadi 6x. yang terakhir terjadi 300an-ribu tahun lalu di periode Quartenary.
berusaha menggolongkan scientist yg kritis pada Teori Evolusi sebagai para non-science dan disebut Teolog wkowkwowko... terserah ente dah :))
ya intinya gak usah bawa2 cabang2 science deh, soalnya Teori Evolusi sudah berulang kali terbukti salah dari berbagai segi, jaman sekarang Teori Evolusi lebih mirip Ideologi daripada Science.
---------- Post added at 05:21 PM ---------- Previous post was at 05:20 PM ----------
Quote:
Originally Posted by ndableg
wuih.. aslan dikeroyok... ayoo aslaaan semangat... :bola:::chearleader::
::maap:: tenang gw ada temen koq, namanya Kebenaran... hohoho... ::hohoho::
---------- Post added at 05:25 PM ---------- Previous post was at 05:21 PM ----------
Quote:
Originally Posted by purba
Mana ada persamaan berbentuk a+b=6 dalam penanggalan radioaktif? Ini menunjukkan ente tidak paham bagaimana penanggalan radioaktif dilakukan. Mungkin istilah regresi linier saja ente kagak tahu. Ok, jadi sebaiknya ente tidak singgung2 lagi mengenai radioactive-dating karena ente tidak tahu. Atau, lebih baik belajar, gw bersedia ngajarin lu.. gratis!!
:))
Lu yakin mau ngitung Usia Fosil pake Regresi Linier ?
itu artinya lu udah setuju bahwa Usia Fosil cuma sebuah Perkiraan ::hihi:: wkowkwowko... purb...purb... :))
eh btw, udah tau blom pertanyaan yg gw kasi itu jawabannya berapa ? (a+b=6)
berapakah nilai b ?
Kalo lu bisa jawab bener gw transfer duit 10jt langsung ke rek BCA lu ::hohoho::
09-05-2012, 09:49 PM
E = mc²
Quote:
Originally Posted by AsLan
Tidak ada yg namanya peralihan antar Jenis Mahluk Hidup, itu cuma dongengnya Teori Evolusi.
Yang ada adalah variasi dari tiap jenis mahluk hidup.
Maka meskipun Cihuahua tidak bisa kawin dengan Dingo, sebenarnya mereka masih satu jenis, nah Nuh hanya menyelamatkan sepasang nenek moyang anjing, bukan semua jenis anjing, anjing inilah yg kemudian beranak pinak dan menjadi beragam dengan mekanisme Mutasi, Seleksi dan Variasi.
kan situh bilang kalau yg diselamatkan ma Noah gak semua spesies. padahal yg hidup sekarang ada jutaan spesies. nah, sisa spesies tambahan, itu berasal dr mana? ratusan ribu (bahkan mungkin jutaan lagi) spesies nematoda, antropoda, fungi, dan makhluk2 lainnya itu dari mana asalnya?
Quote:
Originally Posted by AsLan
Kalau yg datang pada Trilobit adalah lumpur, maka dia tidak bisa menyelamatkan diri.
Mengapa bayi dinosaurus tidak ditemukan bersama Trilobit ? ya jelas karena habitat mereka berbeda.
Saat Dinosaurus terkejar banjir, hari itu sudah terbentuk beberapa lapisan lumpur/batuan didasar air, maka dinosaurus kemudian menjadi fosil dilapisan atasnya.
bagaimana dg lapisan sebelum banjir? pada lapisan tsb pastinya sudah ada kuburan dinosurus, dan aneka hewan lainnya. lapisan tsb tentunya tertutup lapisan lumpur trilobit. jika lapisan trilobit saja gak sampai diaduk (padahal lumpur lho, gampang kena efek pengadukan), apalagi lapisan tanah keras di bawahnya. mestinya tetap harus ditemukan lapisan di bawah kambria yg berisi aneka hewan yg tingkat taksanya lebih tinggi dr sekedar trilobit.
Quote:
Originally Posted by AsLan
Silahkan coba mengaduk pasir besi, pasir biasa, pasir kapur dengan air lalu lihat berapa lapisan endapan yg akan terjadi, apa benar cuma 1 ?
karena diaduk pada saat bersamaan. maka benda yg berat (pasir besi, pasir biasa, dan pasir kapur mengendap dg urutan seperti itu). tulang dinosurus, mayat dinosaurus, dan benda2 yg yg lebih berat akan mengendap duluan drpd trilobit yg lebih ringan
Quote:
Originally Posted by AsLan
Bagus kalo paham, tapi nyatanya Daughter isotop saat batuan vulkanik terbentuk dianggap = 0 berarti lu udah mengakui bahwa ini suatu yg salah ?
Tetap tidak menyelesaikan masalah asumsi2 yg salah, sekali asumsinya salah maka meskipun diulang2 berapa kalipun tetap salah.
begini deh, tunjukan saja kepada saya, mana jurnal sains yg menyatakan "revisi" 200 juta ke 1 juta itu. jangan-jangan sumber ini cuma fiktif hasil mining quote teori banjir.
Quote:
Originally Posted by AsLan
Tetap tidak menyelesaikan masalah asumsi2 yg salah, sekali asumsinya salah maka meskipun diulang2 berapa kalipun tetap salah.
Yang saya bilang palsu cuma Teori Evolusi :))
Teknik pengukuran isotop = benar
Mengukur waktu paruh = Benar
Tapi waktu menggunakan teknik pengukuran isotop untuk menghitung Usia batuan = salah
Karena sistimnya menggunakan asumsi yg salah.
yg mengusulkan penggunaan pengukuran umur batuan menggunakan isotop, itu para ahli kimia inti. bahkan mereka yg mengukur langsung di lapangan atau memprosesnya di lab. para naturalis dan biolog yg jd basis massa pengagas evolusi belum tentu ngerti yang gituan. dan hasilnya sesuai dg yg tercantum di buku sains geologi dan kimia. jika situh menyalahkan teknik penghitungan isotop utk pengukuran usia batuan itu sbg sesuatu yg salah, berarti usaha geolog dan kimia inti juga salah.
Quote:
Originally Posted by AsLan
Memang banyak Geolog yg sudah ikut arus Evolusi dan pandangan mereka menjadi bias, tapi meskipun mayoritas percaya pada Evolusi bukan berarti itu benar.
Semua fakta2 yg sudah saya ungkap menjelaskan tentang berbagai kesalahan Teori Evolusi.
hmmm... membawa2 mayoritas sebagai dukungan, apakah ini diskusi science ? :))
sejak awal, saya sudah menyarankan situh membaca2 ttg falsifikasi sains. Sains dibangun berdasarkan pengamatan, prediksi, percobaan, dan penyusunan teori lalu diuji kembali. Setelah lolos melalui seleksi, sains kemudian diterima. Jadi kalau dibilang "mayoritas" emang apa masalahnya? artinya mereka sepakat bahwa sains yg diajukan memberikan bukti dan lolos seleksi.
sains bukan klaim dan opini. untuk lolos jadi sains, harus dites berbagai lintas disiplin. jadi wajar jika "pendukung"-nya banyak karena yg ngetes juga banyak bidang, dites berkali2 berbagai institusi dan pribadi. dan dilakukan oleh orang-orang yg berkompeten di bidangnya.
kalau ada org yg ngaku2 nemu teori tapi pendukungnya dikit, maka harus dicurigai kalo itu cuma klaim asal-asalan.
Quote:
Originally Posted by AsLan
nyatanya banyak data yg saya paparkan berdasarkan penelitian para Geolog yg tidak percaya Evolusi, jadi pertanyaannya benarkah semua geolog sudah termakan oleh propaganda Evolutionis ? :ngopi:
data yg situh paparkan itu termasuk hasil penelitian yg ditolak ilmuwan kompeten lainnya karena mengandung metode yg keliru dan cara kerja yg ceroboh. seperti pd kasus mt helen dan klaim batuan grand canyon itu, jelas2 penelitiannya batal karena mengandung kesalahan teknis seperti kontaminasi. percobaan gagal seperti ini yg disebut "membuktikan pengukuran selama ini memiliki asumsi salah"? ;D
tunjukan deh mana paper hasil penelitian tsb. kita bahas bareng2 nanti :D
Quote:
Originally Posted by AsLan
berusaha menggolongkan scientist yg kritis pada Teori Evolusi sebagai para non-science dan disebut Teolog wkowkwowko... terserah ente dah :))
ya intinya gak usah bawa2 cabang2 science deh, soalnya Teori Evolusi sudah berulang kali terbukti salah dari berbagai segi, jaman sekarang Teori Evolusi lebih mirip Ideologi daripada Science.
sebelum ngata2in teori lain, coba jelaskan mengenai perlapisan di atas lapisan kambria. pada tahun berapa lapisan2 tsb mengendap?
09-05-2012, 10:21 PM
ancuur
lanjuuuuut.. nunggu hasil akhirnya aja gw sih :ngopi:
10-05-2012, 01:48 AM
purba
Quote:
Originally Posted by AsLan
Lu yakin mau ngitung Usia Fosil pake Regresi Linier ?
itu artinya lu udah setuju bahwa Usia Fosil cuma sebuah Perkiraan ::hihi:: wkowkwowko... purb...purb... :))
eh btw, udah tau blom pertanyaan yg gw kasi itu jawabannya berapa ? (a+b=6)
berapakah nilai b ?
Kalo lu bisa jawab bener gw transfer duit 10jt langsung ke rek BCA lu ::hohoho::
Lihat.. evangelist kalap.... ::ngakak2::
Pertama AsLan nyebut2 irreducible complex sbg bukti keberadaan perancang cerdas, tapi AsLan tidak mampu menjelaskan apakah nasi goreng termasuk irreducible complex atau tidak. Mengapa AsLan tidak mampu? Karena gak ada yg AsLan bisa copas dari link evangelist-nya, selain anatomi mata dan jebakan tikus. Mengapa hanya anatomi mata dan jebakan tikus? Karena memang itu yg bisa di-copas dari link evangelist-ya.
Kedua AsLan ngotot bahwa penentuan umur batuan dgn asumsi kadar mula-mula daughter isotop adalah nol. Padahal tidak ada asumsi itu sama sekali dlm metode radioactive-dating. Tapi mengapa AsLan tetap ngotot? Karena hanya itu yg tersedia pada link evangelist-nya.
Ketiga AsLan pun tidak tahu apa itu regresi linier. Padahal pengamatan empiris memanfaatkan regresi linier utk mengolah data hasil pengukurannya. Ini digunakan tidak hanya dlm sains natural, tetapi juga dlm sains sosial, karena regresi linier hanyalah semata metode statistik utk mengolah data. Teologi memang tidak menggunakan regresi linier, karena teologi bukan sains.
Terakhir yg paling picik, AsLan mengajukan persamaan a+b=6, kemudian AsLan menanyakan berapa nilai a dan b? Anak SD pun bisa menjawabnya dgn mudah bahwa nilai a=2 dan nilai b=4. Seluruh ahli matematika di dunia tidak akan pernah menyalahkan jawaban anak SD tsb, tapi kok AsLan sepertinya mengalami kesulitan berhadapan dgn persamaan tsb.
::hihi::
10-05-2012, 11:42 AM
AsLan
Quote:
Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ
kan situh bilang kalau yg diselamatkan ma adam gak semua spesies. padahal yg hidup sekarang ada jutaan spesies. nah, sisa spesies tambahan, itu berasal dr mana? ratusan ribu spesies nematoda, antropoda, fungi, dan makhluk2 lainnya itu dari mana asalnya?
Nuh tidak perlu menyelamatkan semua mahluk, hanya mahluk2 yg tidak bisa survive di air saja yg perlu diselamatkan, tumbuhan, jamur dll bisa hidup dengan meninggalkan spora atau benih, mahluk air tak banyak bermasalah.
Semua mahluk darat berasal dari Perahu Nuh, dari sana setiap pasang mahluk hidup darat diselamatkan dan dari sana mereka mulai berkembang biak dan memenuhi bumi.
Quote:
bagaimana dg lapisan sebelum banjir? pada lapisan tsb pastinya sudah ada kuburan dinosurus, dan aneka hewan lainnya. lapisan tsb tentunya tertutup lapisan lumpur trilobit. jika lapisan trilobit saja gak sampai diaduk (padahal lumpur lho, gampang kena efek pengadukan), apalagi lapisan tanah keras di bawahnya. mestinya tetap harus ditemukan lapisan di bawah kambria yg berisi aneka hewan yg tingkat taksanya lebih tinggi dr sekedar trilobit.
Lapisan yg mengandung fossil Trilobit bukannya tidak teraduk, saat itu trilobit dan mahluk2 kecil lainnya masih hidup namun merekalah yg pertama2 tertimbun lumpur yg densitasnya paling berat, sejak itu hujan masih terus turun, ingat hujan tidak berbentuk seperti air terjun yg mengaduk2 seluruh bumi.
Adukan air terhadap bumi hanya terjadi di beberapa tempat seperti pada bunung berapi yg bereaksi oleh genangan banjir atau longsoran tanah yg tidak stabil. Semua itu menghasilkan jenis2 endapan yg berbeda.
Quote:
karena diaduk pada saat bersamaan. maka benda yg berat (pasir besi, pasir biasa, dan pasir kapur mengendap dg urutan seperti itu). tulang dinosurus, mayat dinosaurus, dan benda2 yg yg lebih berat akan mengendap duluan drpd trilobit yg lebih ringan
Dinosaurus baru mati setelah beberapa endapan terjadi di bawah air.
Karena hujan terus turun maka air mengejar wilayah pegunungan, namun air hujan yg belakangan ini tidak cukup lagi untuk mengaduk dasar air dengan endapan yg sudah terbentuk sebelumnya.
Quote:
begini deh, tunjukan saja kepada saya, mana jurnal sains yg menyatakan "revisi" 200 juta ke 1 juta itu. jangan-jangan sumber ini cuma fiktif hasil mining quote teori banjir.
ngomongin apaan sih ?
Quote:
yg mengusulkan penggunaan pengukuran umur batuan menggunakan isotop, itu para ahli kimia inti. bahkan mereka yg mengukur langsung di lapangan. para naturalis dan biolog yg jd basis massa pengagas evolusi belum tentu yg ngerti gituan. dan hasilnya sesuai dg yg tercantum di buku sains geologi dan kimia. jika situh menyalahkan teknik penghitungan isotop utk pengukuran usia batuan itu salah, berarti usaha geolog dan kimia inti juga salah
Silahkan bawa seluruh "scientis" dari seluruh bidang ilmu apapun, sebuah kesalahan tetap sebuah kesalahan.
Penghitungan usia dengan Radiometric Dating didasari atas asumsi2 yg tidak bisa di cross check kebenarannya:
1. Apakah Daughter Isotop benar2 = 0 saat batuan terbentuk ?
(akhirnya belakangan ini para scientist mengakui bahwa kritik terhadap asumsi ini benar adanya, mereka mengakui bahwa saat batuan vulkanik terbentuk, daughter isotop tidak = 0 sehingga kemudian mereka membuat asumsi2 lain yg bukan 0 namun tetap tidak akurat karena hanya sebuah asumsi yg tidak bisa di cross check kebenarannya)
2. Kontaminasi
Setiap Material Radioaktif yg meluruh di alam bebas akan mengotori material disekitarnya.
Ini sebabnya pengukuran batuan vulkanik yg baru terbentuk di Mt. Ngauruhoe yg baru terbentuk 50 tahun menunjukkan Usia 133juta, 197juta tahun dan 3908 milyar tahun.
3. Constant Decay Rate
Selama kira2 seratus tahun belakangan ini, ahli2 fisikia mengukur tingkat decay bahan2 Radio aktif dan menemukan bahwa tingkat decay ini relatif konstan dengan eror margin yg sangat kecil, decay rate ini juga tidak terpengaruh oleh gangguan panas, tekanan, listrik dan elektromagnet.
Namun hal ini tidak berarti para ilmuwan telah menemukan bahwa decay rate tidak bisa berubah sama sekali, mungkin ada hal2 yg bisa mengubah decay rate yg belum ditemukan, buktinya adalah penelitian terhadap Cristal Zircon yg sama menghasilkan Usia yg sangat berbeda bila dihitung menggunakan teknik Radio Metrik yg berbeda.
Perbedaanya mencapai Range 6000 tahun hingga 1,5 Milyar tahun.
Quote:
sejak awal, saya sudah menyarankan situh membaca2 ttg falsifikasi sains. Sains dibangun berdasarkan pengamatan, prediksi, percobaan, dan penyusunan teori lalu diuji kembali. Setelah lolos melalui seleksi, sains kemudian diterima. Jadi kalau dinbilang "mayoritas" emang apa masalahnya? artinya mereka sepakat bahwa sains yg diajukan memberikan bukti dan lolos seleksi.
sains bukan klaim dan opini. untuk lolos jadi sains, harus dites berbagai lintas disiplin. jadi wajar jika "pendukung"-nya banyak karena yg ngetes juga banyak bidang, dites berkali2 berbagai institusi dan pribadi.
Tidak terjadi seperti itu, sifat dasar manusia adalah merasa tidak nyaman dengan hal2 yg tidak diketahui, maka pada ranah ilmu pengetahuan yg masih sangat lemah dan kekurangan banyak bukti2 empiris, "kepercayaan" menjadi faktor utama dari banyak orang yg bergelar ilmuwan.
Dalam hal ini Teori Evolusi menjadi "pegangan" banyak orang saat mengeksplorasi wilayah2 yg belum diketahui seperti wilayah masa lalu.
Hal ini lebih merupakan Ideologi.
Quote:
kalau ada org yg ngaku2 nemu teori tapi pendukungnya dikit, maka harus dicurigai kalo itu cuma klaim asal-asalan.
Silahkan membuat klaim apapun, bukti2 yg saya paparkan selama ini sangat kuat.
Quote:
data yg situh paparkan itu termasuk hasil penelitian yg ditolak ilmuwan kompeten lainnya karena mengandung metode yg keliru dna cara kerja yg ceroboh. seperti pd kasus mt helen dan klaim batuan grand canyon itu, jelas2 penelitiannya batal karena mengandung kesalahan teknis kontaminasi. percobaan gagal seperti ini yg disebut "membuktikan pengukuran selama ini memiliki asumsi salah"? ;D
Wrong again.
Justru penelitian Mt Helen membuktikan bahwa semua pengukuran Radiometrik Dating batuan Vulkanik pasti mengandung Kontaminasi, itu sebabnya kini ilmuwan meninggalkan teknik2 Radiometrik lama lalu membuat teknik baru yg disebut Isochron.
Sayangnya teknik baru ini juga masih lemah dan berdiri diatas asumsi2 yg tidak bisa di cross check kebenarannya.
Penelitian Mt Helen itu benar dan berhasil mengubah cara pikir banyak ilmuwan, tapi kalau situ masih mau bertahan dengan teknik2 Radio Dating yg kuno dan menganggapnya Absolute ya monggo ::bwekk::
Quote:
sebelum ngata2in teori lain, coba jelaskan mengenai perlapisan di lapisan kambria. pada tahun berapa lapisan2 tsb mengendap?
Endapan itu terjadi karena Banjir.
---------- Post added at 10:42 AM ---------- Previous post was at 10:37 AM ----------
Quote:
Originally Posted by purba
Lihat.. evangelist kalap.... ::ngakak2::
Pertama AsLan nyebut2 irreducible complex sbg bukti keberadaan perancang cerdas, tapi AsLan tidak mampu menjelaskan apakah nasi goreng termasuk irreducible complex atau tidak. Mengapa AsLan tidak mampu? Karena gak ada yg AsLan bisa copas dari link evangelist-nya, selain anatomi mata dan jebakan tikus. Mengapa hanya anatomi mata dan jebakan tikus? Karena memang itu yg bisa di-copas dari link evangelist-ya.
gw males nganggepin orang ngawur, tapi ya terserah deh karena lu maksa...
Nasi Goreng bukan Ireducible Complexity.
Kalo lu tanya lagi tentang Capcay, Fuyunghay, Kwetiaw atau Mie bakso, silahkan tanya di forum kuliner.
Quote:
Kedua AsLan ngotot bahwa penentuan umur batuan dgn asumsi kadar mula-mula daughter isotop adalah nol. Padahal tidak ada asumsi itu sama sekali dlm metode radioactive-dating. Tapi mengapa AsLan tetap ngotot? Karena hanya itu yg tersedia pada link evangelist-nya.
Halah lu belajar aja dulu, gak ada asumsi 0 dari zimbabwe ?
Quote:
Ketiga AsLan pun tidak tahu apa itu regresi linier. Padahal pengamatan empiris memanfaatkan regresi linier utk mengolah data hasil pengukurannya. Ini digunakan tidak hanya dlm sains natural, tetapi juga dlm sains sosial, karena regresi linier hanyalah semata metode statistik utk mengolah data. Teologi memang tidak menggunakan regresi linier, karena teologi bukan sains.
ya udah silahkan lu bikin penghitungan usia dengan regresi2an, dan silahkan bikin "perkiraan2" yg menurut lu bagus, toh itu namanya hanya sebuah "perkiraan"
so, jangan dijadikan sebuah kepastian.
Quote:
Terakhir yg paling picik, AsLan mengajukan persamaan a+b=6, kemudian AsLan menanyakan berapa nilai a dan b? Anak SD pun bisa menjawabnya dgn mudah bahwa nilai a=2 dan nilai b=4. Seluruh ahli matematika di dunia tidak akan pernah menyalahkan jawaban anak SD tsb, tapi kok AsLan sepertinya mengalami kesulitan berhadapan dgn persamaan tsb.
::hihi::
Salah ! gw lagi nanya tentang kepercayaan orang Evolusi...
yang bener a=0 b=6
kan udah dibilang berkali2 kalo penganut Evolusi percaya bahwa asumsinya a=0 ! jadi sori ya lu gak dapet duit ::hihi::
10-05-2012, 12:20 PM
E = mc²
Quote:
Originally Posted by AsLan
Nuh tidak perlu menyelamatkan semua mahluk, hanya mahluk2 yg tidak bisa survive di air saja yg perlu diselamatkan, tumbuhan, jamur dll bisa hidup dengan meninggalkan spora atau benih, mahluk air tak banyak bermasalah.
seriously? Noah pasti seorang yg gemar gambling, karena tidak memperhitungkan pembusukan atau benihnya terkubur lapisan yg membatu menjadi fosil tanpa sempat berkecambah.
makhluk air tidak masalah? lha trilobit aja punah dan tidak pernah ditemukan lagi zaman sekarang ;D
Quote:
Originally Posted by AsLan
Semua mahluk darat berasal dari Perahu Nuh, dari sana setiap pasang mahluk hidup darat diselamatkan dan dari sana mereka mulai berkembang biak dan memenuhi bumi.
dalam perkembangbiakan itu, apakah terjadi spesiasi? dari mana jutaan spesies yg sekarang berasal?
Quote:
Originally Posted by AsLan
Lapisan yg mengandung fossil Trilobit bukannya tidak teraduk, saat itu trilobit dan mahluk2 kecil lainnya masih hidup namun merekalah yg pertama2 tertimbun lumpur yg densitasnya paling berat, sejak itu hujan masih terus turun, ingat hujan tidak berbentuk seperti air terjun yg mengaduk2 seluruh bumi.
jenis lumpur yg terberat itu apa? ;D
hint: nanti saya mau bandingkan jawaban situh dg tipe batuan yg memebentuk lapisan kambria dan lapisan2 di atasnya. mana yg densitasnya lebih berat. saya dulu ngambil praktikum lumpur pemboran satu semester. tau lah harga2 densitas, tipe mekanisme pengendapan, dan sebagainya.
Quote:
Originally Posted by AsLan
Adukan air terhadap bumi hanya terjadi di beberapa tempat seperti pada bunung berapi yg bereaksi oleh genangan banjir atau longsoran tanah yg tidak stabil. Semua itu menghasilkan jenis2 endapan yg berbeda.
Rawa emang gak keaduk? batuan beku (yg menjadi penyusun kebanyakan gunung) itu lebih kompak dan susah keaduk drpd batuan sedimen endapan di rawa, sungai, danau, dll. belum situh tidak mempertimbangkan batuan2 yg sangat solved seperti lime, dll.
dan tetap saja itu tidak menjawab, kemana fosil/bangkai yg tertimbun sebelum banjir datang?
Quote:
Originally Posted by AsLan
Dinosaurus baru mati setelah beberapa endapan terjadi di bawah air.
Karena hujan terus turun maka air mengejar wilayah pegunungan, namun air hujan yg belakangan ini tidak cukup lagi untuk mengaduk dasar air dengan endapan yg sudah terbentuk sebelumnya.
tetap saja dinosaurus bakal hanyut. kalau gak semuanya, pasti ada ratusan ribu organisme yg hanyut dan mati terendapkan, yang nantinya akan diendapkan barengan dg trilobit dan makhluk2 lainnya yg mati zaman banjir besar. bangkai, dinosurus yg terluka dan sakit itu belum dihitung.
Oya, karena nyebut2 penyebab air hujan sbg penyebab banjir, pasti perlu hujan lama dong yah utk bisa merendam semua permukaan bumi sehingga memungkinkan semua dinosaurus lari ke gunung. berapa lama hujan dan banjir tersebut berlangsung?
Quote:
Originally Posted by AsLan
Silahkan bawa seluruh "scientis" dari seluruh bidang ilmu apapun, sebuah kesalahan tetap sebuah kesalahan.
Penghitungan usia dengan Radiometric Dating didasari atas asumsi2 yg tidak bisa di cross check kebenarannya:
1. Apakah Daughter Isotop benar2 = 0 saat batuan terbentuk ?
(akhirnya belakangan ini para scientist mengakui bahwa kritik terhadap asumsi ini benar adanya, mereka mengakui bahwa saat batuan vulkanik terbentuk, daughter isotop tidak = 0 sehingga kemudian mereka membuat asumsi2 lain yg bukan 0 namun tetap tidak akurat karena hanya sebuah asumsi yg tidak bisa di cross check kebenarannya)
mana tulisan/paper/jurnal saintis yg mengakui kritik tsb? saintis yg netral lho yah. Dan situh yakin amat ya ttg daughter isotop itu? beneran ngerti nih ttg prinsip radiometri?
Quote:
Originally Posted by AsLan
2. Kontaminasi
Setiap Material Radioaktif yg meluruh di alam bebas akan mengotori material disekitarnya.
Ini sebabnya pengukuran batuan vulkanik yg baru terbentuk di Mt. Ngauruhoe yg baru terbentuk 50 tahun menunjukkan Usia 133juta, 197juta tahun dan 3908 milyar tahun.
udah baca dg baik belum paper "pengukuran" mt ngauruhoe itu? dan bagaimana mereka bisa mengeluarkan angka 3908, dll itu? ;D
dan terutama, paper lain yg mengoreksi hasil pengukuran itu karena metode pengukuran yg gak tepat.
Quote:
Originally Posted by AsLan
3. Constant Decay Rate
Selama kira2 seratus tahun belakangan ini, ahli2 fisikia mengukur tingkat decay bahan2 Radio aktif dan menemukan bahwa tingkat decay ini relatif konstan dengan eror margin yg sangat kecil, decay rate ini juga tidak terpengaruh oleh gangguan panas, tekanan, listrik dan elektromagnet.
Namun hal ini tidak berarti para ilmuwan telah menemukan bahwa decay rate tidak bisa berubah sama sekali, mungkin ada hal2 yg bisa mengubah decay rate yg belum ditemukan, buktinya adalah penelitian terhadap Cristal Zircon yg sama menghasilkan Usia yg sangat berbeda bila dihitung menggunakan teknik Radio Metrik yg berbeda.
Perbedaanya mencapai Range 6000 tahun hingga 1,5 Milyar tahun.
andai teori banjir benar, semua pengukuran geologis yg dilakukan thp lapisan kambria pasti akurat karena banjir dan pembentukan lapisan kambria itu 4500 tahun lalu dan tdk terpengaruh constant decay rate. Nah, mana hasil penelitian yg menyatakan lapisan kambria 4500 tahun?
btw, situh benar2 faham kan maksud CDR itu apa yg dimaksud? jangan asal copas doang gituh loh. soalnya pada paragrap terakhir kok jadi jakasembung. sekali lagi, penentuan konstanta CDR itu berkaitan dg kemantapan inti yg dipelajari Kimia Inti. dan saya jadi penasaran, mana sih penelitian yg bilang Kristal Zirkon itu rangenya antara 6000 s/d 1.5 milyar itu.
Quote:
Originally Posted by AsLan
Tidak terjadi seperti itu, sifat dasar manusia adalah merasa tidak nyaman dengan hal2 yg tidak diketahui, maka pada ranah ilmu pengetahuan yg masih sangat lemah dan kekurangan banyak bukti2 empiris, "kepercayaan" menjadi faktor utama dari banyak orang yg bergelar ilmuwan.
Dalam hal ini Teori Evolusi menjadi "pegangan" banyak orang saat mengeksplorasi wilayah2 yg belum diketahui seperti wilayah masa lalu.
Hal ini lebih merupakan Ideologi.
Makanya, ada standar dalam penyusunan sains sehingga orang lain bisa mengecek berdasarkan standar tsb. Coba deh baca-baca ttg filsafat positivisme-nya Auguste Comte.
Quote:
Originally Posted by AsLan
Silahkan membuat klaim apapun, bukti2 yg saya paparkan selama ini sangat kuat.
termasuk bukti banjir katastropik itu ya?
Quote:
Originally Posted by AsLan
Wrong again.
Justru penelitian Mt Helen membuktikan bahwa semua pengukuran Radiometrik Dating batuan Vulkanik pasti mengandung Kontaminasi, itu sebabnya kini ilmuwan meninggalkan teknik2 Radiometrik lama lalu membuat teknik baru yg disebut Isochron.
Sayangnya teknik baru ini juga masih lemah dan berdiri diatas asumsi2 yg tidak bisa di cross check kebenarannya.
Penelitian Mt Helen itu benar dan berhasil mengubah cara pikir banyak ilmuwan, tapi kalau situ masih mau bertahan dengan teknik2 Radio Dating yg kuno dan menganggapnya Absolute ya monggo ::bwekk::
tuh kan, ketahuan gak baca sendiri hasil penelitian mt helen itu ;D
dan oyah, kok yakin banget "mengubah cara pikir banyak ilmuwan"? ilmuwan mana? ilmuwan (dan yg ngaku sok ilmuwan) yg masih bersikukuh mempercayai percobaan yg jelas-jelas cacat?
Quote:
Originally Posted by AsLan
Endapan itu terjadi karena Banjir.
Artinya, semua lapisan Devonian, dll itu terbentuk pada tahun 2500 SM? confirm please.
10-05-2012, 03:29 PM
purba
Quote:
Originally Posted by AsLan
1. Apakah Daughter Isotop benar2 = 0 saat batuan terbentuk ?
(akhirnya belakangan ini para scientist mengakui bahwa kritik terhadap asumsi ini benar adanya, mereka mengakui bahwa saat batuan vulkanik terbentuk, daughter isotop tidak = 0 sehingga kemudian mereka membuat asumsi2 lain yg bukan 0 namun tetap tidak akurat karena hanya sebuah asumsi yg tidak bisa di cross check kebenarannya)
Busut.. masih itu2 aja yg dipegang. Ini contoh iman buta evangelist. ::ngakak2::
Nih, cek buku K. Krane, Introductory Nuclear Physics, page 182, gak ada tuh asumsi daughter isotope nol.
Juga cek buku Claude J. Allegre, Isotope Geology, page 59, juga gak ada tuh asumsi daughter isotope nol.
purba: Pake buku apa si AsLan?
tuhan: AsLan gak pake buku purb.. tapi pake link evangelist.
purba: Hmmm.. gitu.. (sambil manggut2)
Quote:
2. Kontaminasi
Setiap Material Radioaktif yg meluruh di alam bebas akan mengotori material disekitarnya.
Ini sebabnya pengukuran batuan vulkanik yg baru terbentuk di Mt. Ngauruhoe yg baru terbentuk 50 tahun menunjukkan Usia 133juta, 197juta tahun dan 3908 milyar tahun.
AsLan pikir daughter isotope seperti sisa pembakaran, mengotori sampel, akhirnya mengganggu pengukuran.
Quote:
3. Constant Decay Rate
Selama kira2 seratus tahun belakangan ini, ahli2 fisikia mengukur tingkat decay bahan2 Radio aktif dan menemukan bahwa tingkat decay ini relatif konstan dengan eror margin yg sangat kecil, decay rate ini juga tidak terpengaruh oleh gangguan panas, tekanan, listrik dan elektromagnet.
Jelas sekali decay tidak terganggu panas, tekanan, dll. Lha decay adalah fenomena di dalam inti atom. Yg bertanggung jawab pada radioactive decay adalah weak interaction.
Busuttt... Untunglah pengadilan di Amrik tidak meluluskan permintaan evangelist utk memasukkan perancang cerdas ke kurikulum sains. Seandainya ya, apa jadinya anak2 Amrik nanti?
::ngakak2::
11-05-2012, 12:20 AM
AsLan
Quote:
Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ
seriously? Noah pasti seorang yg gemar gambling, karena tidak memperhitungkan pembusukan atau benihnya terkubur lapisan yg membatu menjadi fosil tanpa sempat berkecambah.
makhluk air tidak masalah? lha trilobit aja punah dan tidak pernah ditemukan lagi zaman sekarang ;D
Tidak butuh semua Trilobit hidup, hanya perlu sepasang untuk melewati masa banjir dan tidak ada jaminan setelah masa banjir mereka akan survive.
Quote:
dalam perkembangbiakan itu, apakah terjadi spesiasi? dari mana jutaan spesies yg sekarang berasal?
Spesiasi bisa terjadi, hal itu terbukti di laboratorium, tapi bukan bukti Evolusi karena tidak ada kemunculan informasi DNA yg baru.
Quote:
dan tetap saja itu tidak menjawab, kemana fosil/bangkai yg tertimbun sebelum banjir datang?
Sebelumnya saya tanya, bagaimana bisa terjadi Fossil ?
Kalau seekor ikan mati di danau, apakah bangkainya akan menjadi fosil ?
Kalau seekor kucing mati dihutan, apakah bangkainya akan menjadi fosil ?
Jawabannya tidak.
Binatang hanya bisa menjadi fosil apabila bangkainya diproses dengan cepat, misalnya langsung dikubur dengan cepat dalam lingkungan yg rendah oksigen, atau dengan kata lain terkubur oleh lapisan lumpur yg terjadi karena banjir.
Kalau mau coba silahkan, taruh bangkai ikan diatas tanah dan dibiarkan, lalu ambil bangkai ikan lainnya dan segera dimasukkan kedalam adukan semen, lihat mana yg bisa menjadi fosil.
Batu bara dan Minyak bumi adalah bukti bahwa bangkai mahluk hidup terperangkap dalam lapisan tanah secara cepat, bukan secara perlahan2.
Selain itu Batu Bara terbukti masih mengandung C 14, Evolutionis mengatakan bahwa ini terjadi karena Kontaminasi (nih bahan buat Purba yg gak percaya bahwa sample Radio Dating bisa terkontaminasi), tapi tidak menutup kemungkinan bahwa C14 tersebut adalah bukti bahwa Batu Bara terbentuk saat banjir besar.
Quote:
Lalu mengapa ada begitu banyak fossil yg tersebar di lapisan Cambria dan lapisan atasnya ?
Banjir Jawabannya.
Quote:
tetap saja dinosaurus bakal hanyut. kalau gak semuanya, pasti ada ratusan ribu organisme yg hanyut dan mati terendapkan, yang nantinya akan diendapkan barengan dg trilobit dan makhluk2 lainnya yg mati zaman banjir besar. bangkai, dinosurus yg terluka dan sakit itu belum dihitung.
Banjir selama setahun menghasilkan belasan lapisan endapan, fossil yg terperangkap dilapisan2 itu menggambarkan urutan kematian yg terjadi selama banjir.
Quote:
Oya, karena nyebut2 penyebab air hujan sbg penyebab banjir, pasti perlu hujan lama dong yah utk bisa merendam semua permukaan bumi sehingga memungkinkan semua dinosaurus lari ke gunung. berapa lama hujan dan banjir tersebut berlangsung?
Dari awal hujan hingga surut kira2 memakan waktu 370 hari atau setahun.
Quote:
btw, situh benar2 faham kan maksud CDR itu apa yg dimaksud? jangan asal copas doang gituh loh. soalnya pada paragrap terakhir kok jadi jakasembung. sekali lagi, penentuan konstanta CDR itu berkaitan dg kemantapan inti yg dipelajari Kimia Inti. dan saya jadi penasaran, mana sih penelitian yg bilang Kristal Zirkon itu rangenya antara 6000 s/d 1.5 milyar itu.
Ada penelitian yg menunjukkan hal itu.
Tentu saja ada yg membantah penelitian itu, intinya perdebatan antara asumsi x dan asumsi y.
Quote:
termasuk bukti banjir katastropik itu ya?
tuh kan, ketahuan gak baca sendiri hasil penelitian mt helen itu ;D
dan oyah, kok yakin banget "mengubah cara pikir banyak ilmuwan"? ilmuwan mana? ilmuwan (dan yg ngaku sok ilmuwan) yg masih bersikukuh mempercayai percobaan yg jelas-jelas cacat?
Semua komentar2 non ilmiah dan sekedar luapan emosi tidak perlu saya tanggapi, thx.
---------- Post added at 11:20 PM ---------- Previous post was at 11:15 PM ----------
Quote:
Originally Posted by purba
Busut.. masih itu2 aja yg dipegang. Ini contoh iman buta evangelist. ::ngakak2::
Nih, cek buku K. Krane, Introductory Nuclear Physics, page 182, gak ada tuh asumsi daughter isotope nol.
Juga cek buku Claude J. Allegre, Isotope Geology, page 59, juga gak ada tuh asumsi daughter isotope nol.
purba: Pake buku apa si AsLan?
tuhan: AsLan gak pake buku purb.. tapi pake link evangelist.
purba: Hmmm.. gitu.. (sambil manggut2)
AsLan pikir daughter isotope seperti sisa pembakaran, mengotori sampel, akhirnya mengganggu pengukuran.
Ok berarti gak bisa terjadi kontaminasi ? beneran nih lu yakin ? ::hohoho::
Sip, berarti kalo di batu bara masih ada Carbon 14 itu artinya batu bara terjadi dibawah usia 50rb tahun, ini menurut Dr Purbaningrum wkowkwowok...
Quote:
Jelas sekali decay tidak terganggu panas, tekanan, dll. Lha decay adalah fenomena di dalam inti atom. Yg bertanggung jawab pada radioactive decay adalah weak interaction.
ya memang gw bilang begitu, lu mah cuma ngikut gw doang :))
11-05-2012, 05:16 AM
purba
Quote:
Originally Posted by AsLan
Ok berarti gak bisa terjadi kontaminasi ? beneran nih lu yakin ? ::hohoho::
Sip, berarti kalo di batu bara masih ada Carbon 14 itu artinya batu bara terjadi dibawah usia 50rb tahun, ini menurut Dr Purbaningrum wkowkwowok...
Jadi udah gak ngotot lagi nih daughter isotope nol? Baguslah dah sadar dikit.... ::hihi::
Trus, lu kira batasan 50rb tahun berarti C14 udah gak ada lagi di batu bara? ::ngakak2::
Quote:
ya memang gw bilang begitu, lu mah cuma ngikut gw doang :))
Bukan. Kaum evangelist juga mempermasalahkan decay rate. Mereka berandai2 kalo decay rate jaman dulu lebih besar dari pada jaman sekarang karena pengaruh panas, tekanan, dll, sehingga batuan kelihatan tua. Coba lu cek lagi link evangelistnya, sapa tau lu salah copas...
::ngakak2::
11-05-2012, 08:42 AM
E = mc²
Quote:
Originally Posted by AsLan
Tidak butuh semua Trilobit hidup, hanya perlu sepasang untuk melewati masa banjir dan tidak ada jaminan setelah masa banjir mereka akan survive.
dengan logika ini, artinya lapisan kambria akan sangat kaya dengan lapisan fosil m.h yg jumlahnya komplet aneka taksa yang tidak bisa ditemukan lagi di era skrg. nyatanya, semua hewan di lapisan kambria malah memunculkan makhluk2 taksa rendah saja.
Quote:
Originally Posted by AsLan
Spesiasi bisa terjadi, hal itu terbukti di laboratorium, tapi bukan bukti Evolusi karena tidak ada kemunculan informasi DNA yg baru.
segini doang pemahaman situh thp biologi, nih? Bagaimana bisa spesiasi tanpa terjadi penambahan informasi DNA baru? copas dari kata purba, "busssutttt".... ;D
jangan-jangan gak faham apa arti kata "spesiasi" -_-
Quote:
Originally Posted by AsLan
Sebelumnya saya tanya, bagaimana bisa terjadi Fossil ?
Kalau seekor ikan mati di danau, apakah bangkainya akan menjadi fosil ?
Kalau seekor kucing mati dihutan, apakah bangkainya akan menjadi fosil ?
Jawabannya tidak.
Binatang hanya bisa menjadi fosil apabila bangkainya diproses dengan cepat, misalnya langsung dikubur dengan cepat dalam lingkungan yg rendah oksigen, atau dengan kata lain terkubur oleh lapisan lumpur yg terjadi karena banjir.
Kalau mau coba silahkan, taruh bangkai ikan diatas tanah dan dibiarkan, lalu ambil bangkai ikan lainnya dan segera dimasukkan kedalam adukan semen, lihat mana yg bisa menjadi fosil.
sekarang situh mau bawa2 teori pembentukan fosil nih? yakin faham?
fosil ikan darat yang ditemukan, banyak yg ditemukan di endapan lakustrin (endapan danau), begitupun fosil2 kucing meski memang tidak semua hewan bakal menjadi fosil.
pembentukan fosil juga gak serta-merta berarti terjadi karena bangkai m.h ditutup tanah secara cepat. proses longsor yg mengubur m.h gak serta merta menjadikan bangkainya otomatis menjadi fosil. banyak yg akan membusuk.
dan bayangkan banjir yang terjadi selama setahun penuh... air akan membuat busuk hampir semua bangkai yang tertimbun.
Quote:
Originally Posted by AsLan
Batu bara dan Minyak bumi adalah bukti bahwa bangkai mahluk hidup terperangkap dalam lapisan tanah secara cepat, bukan secara perlahan2.
Selain itu Batu Bara terbukti masih mengandung C 14, Evolutionis mengatakan bahwa ini terjadi karena Kontaminasi (nih bahan buat Purba yg gak percaya bahwa sample Radio Dating bisa terkontaminasi), tapi tidak menutup kemungkinan bahwa C14 tersebut adalah bukti bahwa Batu Bara terbentuk saat banjir besar.
bawa-bawa teori pembentukan minyak dan batu bara? sebelum berkoar-koar lebih jauh ttg hal ini, fahami dulu istilah-istilah seperti kerosen, sedimen resen, trap, closure, porfirin, optik polarisasi, anaerob, diagenesis, degradasi thermal, parafin, Hidrokarbon type 1, hydrokarbon type 2, hydrokarbon type 3, hydrokarbon type 4, dll.
kalau sudah ngerti, saya siap ladeni pemahaman situh ttg proses pembentukan batubara dan minyak bumi.
Quote:
Originally Posted by AsLan
Banjir Jawabannya.
Banjir selama setahun menghasilkan belasan lapisan endapan, fossil yg terperangkap dilapisan2 itu menggambarkan urutan kematian yg terjadi selama banjir.
Dari awal hujan hingga surut kira2 memakan waktu 370 hari atau setahun.
jadi, pas banjir besar itu, semua manusia, kucing, kadal, kelomang kura-kura, bahkan dinosaurus bisa melarikan diri dahulu ke gunung termasuk bangkai dinosaurus. artinya banjirnya terjadi secara perlahan-lahan ya? sehingga masih sempat dievakuasi ke gunung? jadi yg benar2 menutupi semua permukaan bumi itu pada hari ke berapa?
dan apakah situh benar2 melupakan bahwa banyak bangunan yg lebih tua dr 4500 tahun tapi gak ikut terkubur batuan berkilo2 meter (jarak antara kambria dengan quartenary itu sangat-sangat jauh banget).
Quote:
Originally Posted by AsLan
Ada penelitian yg menunjukkan hal itu.
Tentu saja ada yg membantah penelitian itu, intinya perdebatan antara asumsi x dan asumsi y.
pertanyaannya, situh udah membaca sendiri hasil penelitian itu gak? atau cuma copas doang tanpa baca sendiri hasil penelitiannya?
Quote:
Originally Posted by AsLan
Semua komentar2 non ilmiah dan sekedar luapan emosi tidak perlu saya tanggapi, thx.
berbicara dengan komentar ilmiah? padahal yg saya minta justru mana hasil penelitian ilmiahnya ;D
atau kalau perlu diperjelas, mana hasil penelitian ilmiah yang mengatakan lapisan kambria dan semua lapisan bumi sisanya itu semua terbentuk tahun 2500 SM? Mana hasil penelitian yg mengatakan bahwa radiometri harus dimulai dg daughtre isotop=0? mana hasil penelitian yang menyatakan bahwa dinosaurus masih hidup pada zaman manusia? mana hasil penelitian yang menyatakan semua keanekaragaman spesies yang berasal sekarang diturunkan dari beberapa spesies saja yg "punya kekayaan genetik lengkap" lalu berspesiasi hanya dalam waktu 4500 tahun?
11-05-2012, 10:01 AM
AsLan
Quote:
Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ
dengan logika ini, artinya lapisan kambria akan sangat kaya dengan lapisan fosil m.h yg jumlahnya komplet aneka taksa yang tidak bisa ditemukan lagi di era skrg. nyatanya, semua hewan di lapisan kambria malah memunculkan makhluk2 taksa rendah saja.
Wajar karena banjir membuat banyak lapisan.
Quote:
segini doang pemahaman situh thp biologi, nih? Bagaimana bisa spesiasi tanpa terjadi penambahan informasi DNA baru? copas dari kata purba, "busssutttt".... ;D
Nyatanya ini adalah satu pertanyaan yg tidak bisa terjawab oleh Evolusi.
Quote:
jangan-jangan gak faham apa arti kata "spesiasi" -_-
Quote:
sekarang situh mau bawa2 teori pembentukan fosil nih? yakin faham?
fosil ikan darat yang ditemukan, banyak yg ditemukan di endapan lakustrin (endapan danau), begitupun fosil2 kucing meski memang tidak semua hewan bakal menjadi fosil.
yup, karena banjir.
Quote:
pembentukan fosil juga gak serta-merta berarti terjadi karena bangkai m.h ditutup tanah secara cepat. proses longsor yg mengubur m.h gak serta merta menjadikan bangkainya otomatis menjadi fosil. banyak yg akan membusuk.
o ya ? ada bukti bahwa bangkai yg tergeletak di air atau di udara bebas bisa menjadi fossil ?
Quote:
dan bayangkan banjir yang terjadi selama setahun penuh... air akan membuat busuk hampir semua bangkai yang tertimbun.
iya kalo lu bayangin banjir seperti kolam renang...
Kita bicara tentang bangkai yg tertimbun lumpur dan lapisan tanah.
Quote:
bawa-bawa teori pembentukan minyak dan batu bara? sebelum berkoar-koar lebih jauh ttg hal ini, fahami dulu istilah-istilah seperti kerosen, sedimen resen, trap, closure, porfirin, optik polarisasi, anaerob, diagenesis, degradasi thermal, parafin, Hidrokarbon type 1, hydrokarbon type 2, hydrokarbon type 3, hydrokarbon type 4, dll.
wkowkwow... pamer2 istilah2 canggih tidak berarti logika dasarnya benar ;D
Quote:
kalau sudah ngerti, saya siap ladeni pemahaman situh ttg proses pembentukan batubara dan minyak bumi.
silahkan.
Quote:
jadi, pas banjir besar itu, semua manusia, kucing, kadal, kelomang kura-kura, bahkan dinosaurus bisa melarikan diri dahulu ke gunung termasuk bangkai dinosaurus. artinya banjirnya terjadi secara perlahan-lahan ya? sehingga masih sempat dievakuasi ke gunung? jadi yg benar2 menutupi semua permukaan bumi itu pada hari ke berapa?
Tidak ada yg tahu hari keberapa gunung2 tertutup air, yg pasti seluruh permukaan bumi tertutup air.
Quote:
dan apakah situh benar2 melupakan bahwa banyak bangunan yg lebih tua dr 4500 tahun tapi gak ikut terkubur batuan berkilo2 meter (jarak antara kambria dengan quartenary itu sangat-sangat jauh banget).
Tidak ada bukti bahwa bangunan2 itu berasal dari sebelum banjir besar.
Quote:
pertanyaannya, situh udah membaca sendiri hasil penelitian itu gak? atau cuma copas doang tanpa baca sendiri hasil penelitiannya?
silahkan bantah argumen saya, thats all. (kalo bisa) ;D
Quote:
berbicara dengan komentar ilmiah? padahal yg saya minta justru mana hasil penelitian ilmiahnya ;D
ada dong.
Quote:
atau kalau perlu diperjelas, mana hasil penelitian ilmiah yang mengatakan lapisan kambria dan semua lapisan bumi sisanya itu semua terbentuk tahun 2500 SM? Mana hasil penelitian yg mengatakan bahwa radiometri harus dimulai dg daughtre isotop=0? mana hasil penelitian yang menyatakan bahwa dinosaurus masih hidup pada zaman manusia? mana hasil penelitian yang menyatakan semua keanekaragaman spesies yang berasal sekarang diturunkan dari beberapa spesies saja yg "punya kekayaan genetik lengkap" lalu berspesiasi hanya dalam waktu 4500 tahun?
silahkan google sendiri "Catastrophism theory"
11-05-2012, 08:00 PM
E = mc²
Quote:
Originally Posted by AsLan
Wajar karena banjir membuat banyak lapisan.
salah satu bukti perlapisan kambria yg terlihat nyata adalah Grand Canyon. Grand Canyon memiliki banyak perlapisan dari puncaknya sampai dasar sungainya. Yang menjadi tebing muka sungai adalah lapisan kambria (dasar sungai kolorado yang sekarang sedang menggerus lapisan prakmabria). dan jarak antara lapisan kambria dg lapisan puncak ini hampir 2 kilometer. jarak yg amat jauh. banjir yang hanya 1x tidak akan pernah menghasilkan lapisan luar biasa tebal ini apalagi banjirnya terjadi perlahan-lahan (biar dinosaurus bisa kabur ke gunung). Kalau terbentuk pun, mestiunya ketebalan serupa akan ditemukan di seluruh penjuru dunia dna dunia tertimbun lapisan tebal serupa apalagi periodenya yg amat pendek, ahnya 4500 tahun saja.
Sebelum menjawab pake asumsi-asumsi aneh, tolong jelaskan mekanisme pembentukan lapisan amat tebal tsb, bagaimana mekanisme banjir setahun dan perlahan bisa menghasilkan ketebalan lapisan yg beraneka ragam dan amat-amat tebal.
Quote:
Originally Posted by AsLan
Nyatanya ini adalah satu pertanyaan yg tidak bisa terjawab oleh Evolusi.
tragisnya, situh yg ngotot bilang evolusi salah, tapi justru malah menggunakan hasil evolusi yakni spesiasi utk mendukung teori banjir besar ;D
Quote:
Originally Posted by AsLan
o ya ? ada bukti bahwa bangkai yg tergeletak di air atau di udara bebas bisa menjadi fossil ?
siapa yg bilang begitu? ;D
Quote:
Originally Posted by AsLan
iya kalo lu bayangin banjir seperti kolam renang...
Kita bicara tentang bangkai yg tertimbun lumpur dan lapisan tanah.
makanya, jelasin dulu pernyataan saya yang ditebalkan sebelumnya...
Quote:
Originally Posted by AsLan
wkowkwow... pamer2 istilah2 canggih tidak berarti logika dasarnya benar ;D
silahkan.
bukan pamer, kebetulan saja saya mengambil mata kuliah Geologi Migas, dan dalam pelajaran tsb saya tidak menemukan apapun yg situh sebutkan ttg pembentukan migas.
Makanya, saya mengajukan pertanyaan, apakah situh benar2 faham ttg mekanisme pembentukan migas/batu bara? atau cuma seperti biasa, asal samber saja tapi pas ditanya teknis malah kabur?
menuduh penelitian orang lain gak pake logika yg bener? maksudnya yg bener itu ada yg mensyaratkan pake anakan isotop=0? :lololol:
saran saya saja sih, drpd asal comot hal-hal yg belum tentu situh ngerti (apalagi sumber copasannya juga mengindikasikan si penulisnya gak ngerti juga) tapi pas ditanya malah gak bisa, mending tulis sendiri hal-hal yg situh mengerti saja...
Quote:
Originally Posted by AsLan
Tidak ada yg tahu hari keberapa gunung2 tertutup air, yg pasti seluruh permukaan bumi tertutup air.
tidak ada yang tahu dan tidak ada bukti bukanlah hal yang sama.
Quote:
Originally Posted by AsLan
Tidak ada bukti bahwa bangunan2 itu berasal dari sebelum banjir besar.
silahkan bantah argumen saya, thats all. (kalo bisa) ;D
ada dong.
silahkan google sendiri "Catastrophism theory"
karena situh juga cuma bisa nyuruh googling. Silahkan googling ttg Sialk Ziggurat. zigurat tsb berasal dr millenium ketiga sebelum masehi. dan jangan lupakan situs2 megalitikum seperti Carnac, Stonehenge, belum yg datang dr era paleo hingga neolithicum seperti lukisan2 gua dan ratusan ribu artefak purba yg ditemukan. bangunan2 tsb tak pernah mengindikasikan pernah terendam air apalagi terkubur lumpur. kalau mau membantah perhitungan sejarawan tsb silahkan saja, asal dg penelitian yg kredibel saja.
13-05-2012, 09:56 PM
AsLan
Quote:
Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ
salah satu bukti perlapisan kambria yg terlihat nyata adalah Grand Canyon. Grand Canyon memiliki banyak perlapisan dari puncaknya sampai dasar sungainya. Yang menjadi tebing muka sungai adalah lapisan kambria (dasar sungai kolorado yang sekarang sedang menggerus lapisan prakmabria). dan jarak antara lapisan kambria dg lapisan puncak ini hampir 2 kilometer. jarak yg amat jauh. banjir yang hanya 1x tidak akan pernah menghasilkan lapisan luar biasa tebal ini apalagi banjirnya terjadi perlahan-lahan (biar dinosaurus bisa kabur ke gunung). Kalau terbentuk pun, mestiunya ketebalan serupa akan ditemukan di seluruh penjuru dunia dna dunia tertimbun lapisan tebal serupa apalagi periodenya yg amat pendek, ahnya 4500 tahun saja.
Sebelum menjawab pake asumsi-asumsi aneh, tolong jelaskan mekanisme pembentukan lapisan amat tebal tsb, bagaimana mekanisme banjir setahun dan perlahan bisa menghasilkan ketebalan lapisan yg beraneka ragam dan amat-amat tebal.
Bisa.
Banjir terjadi dalam waktu satu tahun dengan kecepatan naik air yg berbeda antara permulaan banjir dengan akhir banjir.
Selain itu air berasal dari 2 arah, yg pertama berasal dari dalam bumi, yg ke 2 dari langit.
Yang berasal dari dalam bumi mungkin mirip dengan kasus lumpur lapindo namun dengan intensitas yg lebih dahsyat namun hanya terjadi di wilayah2 tertentu, tergantung situasi geologis.
Keluarnya air dan lumpur dari bumi juga bisa terjadi didalam lautan.
Selain itu air juga bisa memicu letusan gunung berapi atau minimal menyebabkan luapan air yg memuai di wilayah2 tertentu.
Air yg berasal dari atmosfir menyebabkan longoran batuan dan tanah yg bergerak dari wilayah tinggi ke wilayah rendah, juga akan mencampur longsoran lumpur dengan genangan air.
Gabungan antara lumpur yg keluar dari perut bumi dengan longsoran lumpur dari pegunungan bisa membuat lapisan yg sangat tebal.
Quote:
tragisnya, situh yg ngotot bilang evolusi salah, tapi justru malah menggunakan hasil evolusi yakni spesiasi utk mendukung teori banjir besar ;D
Nope. Speciasi bukan Evolusi karena tidak ada pembentukan informasi DNA yg baru.
siapa yg bilang begitu? ;D
makanya, jelasin dulu pernyataan saya yang ditebalkan sebelumnya...
Quote:
bukan pamer, kebetulan saja saya mengambil mata kuliah Geologi Migas, dan dalam pelajaran tsb saya tidak menemukan apapun yg situh sebutkan ttg pembentukan migas.
Berarti banyak hal yg lu belum tau.
Teori pembentukan Batu Bara bukan cuma 1, ada teori lain yg menunjukkan bahwa batu bara bisa terbentuk dalam waktu yg tidak terlalu lama.
Teori ini dimulai dari penemuan Fossil tanaman yg tidak sesuai dengan Teori lama tentang pembentukan batu bara dimana katanya tanaman pembentuk batu bara harus berasal dari wilayah Rawa2.
Namun penelitian menunjukkan bahwa terdapat fossil tanaman yg bukan tumbuh diwilayah rawa melainkan tumbuh di wilayah kering.
Penelitian lain juga menemukan banyak fossil mahluk laut didalam batu bara, padahal batu bara harus terbuat dari tanaman darat.
Quote:
menuduh penelitian orang lain gak pake logika yg bener? maksudnya yg bener itu ada yg mensyaratkan pake anakan isotop=0? :lololol:
Pengukuran batuan vulkanis dengan teknik K-Ar pada dasarnya mengukur jumlah Kalium yg telah meluruh menjadi Argon.
Argon adalah gas yg secara teori akan meninggalkan batuan saat batuan itu meleleh dan berbentuk cair, maka konsepnya adalah diasumsikan bahwa saat lahar membeku maka seluruh Argon telah hilang sehingga saat itu disebut sebagai saat awal usia batuan.
Potassium occurs in two stable isotopes (41K and 39K) and one radioactive isotope (40K). Potassium-40 decays with a half-life of 1250 million years, meaning that half of the 40K atoms are gone after that span of time. Its decay yields argon-40 and calcium-40 in a ratio of 11 to 89. The K-Ar method works by counting these radiogenic 40Ar atoms trapped inside minerals.
What simplifies things is that potassium is a reactive metal and argon is an inert gas: Potassium is always tightly locked up in minerals whereas argon is not part of any minerals. Argon makes up 1 percent of the atmosphere. So assuming that no air gets into a mineral grain when it first forms, it has zero argon content. That is, a fresh mineral grain has its K-Ar "clock" set at zero.
saran saya saja sih, drpd asal comot hal-hal yg belum tentu situh ngerti (apalagi sumber copasannya juga mengindikasikan si penulisnya gak ngerti juga) tapi pas ditanya malah gak bisa, mending tulis sendiri hal-hal yg situh mengerti saja...
Quote:
karena situh juga cuma bisa nyuruh googling. Silahkan googling ttg Sialk Ziggurat. zigurat tsb berasal dr millenium ketiga sebelum masehi. dan jangan lupakan situs2 megalitikum seperti Carnac, Stonehenge, belum yg datang dr era paleo hingga neolithicum seperti lukisan2 gua dan ratusan ribu artefak purba yg ditemukan. bangunan2 tsb tak pernah mengindikasikan pernah terendam air apalagi terkubur lumpur. kalau mau membantah perhitungan sejarawan tsb silahkan saja, asal dg penelitian yg kredibel saja.
Kemungkinan besar Ziggurat dibangun tidak lama setelah banjir besar.
Kitab suci mencatat pembangunan Menara Babel dilakukan sekitar 100 tahun setelah Banjir.
Begitu juga dengan Stonehenge, dibangun tidak lama berselang dari peristiwa banjir besar.
Yang jadi masalah adalah pengukuran batuan vulkanis tidak mungkin digunakan untuk menghitung permulaan pembangunan sebuah bangunan sehingga tidak ada cara yang akurat untuk menghitung usia bangunan kuno.
14-05-2012, 10:58 AM
purba
Quote:
Originally Posted by AsLan
Pengukuran batuan vulkanis dengan teknik K-Ar pada dasarnya mengukur jumlah Kalium yg telah meluruh menjadi Argon. Argon adalah gas yg secara teori akan meninggalkan batuan saat batuan itu meleleh dan berbentuk cair, maka konsepnya adalah diasumsikan bahwa saat lahar membeku maka seluruh Argon telah hilang sehingga saat itu disebut sebagai saat awal usia batuan.
Potassium occurs in two stable isotopes (41K and 39K) and one radioactive isotope (40K). Potassium-40 decays with a half-life of 1250 million years, meaning that half of the 40K atoms are gone after that span of time. Its decay yields argon-40 and calcium-40 in a ratio of 11 to 89. The K-Ar method works by counting these radiogenic 40Ar atoms trapped inside minerals.
What simplifies things is that potassium is a reactive metal and argon is an inert gas: Potassium is always tightly locked up in minerals whereas argon is not part of any minerals. Argon makes up 1 percent of the atmosphere. So assuming that no air gets into a mineral grain when it first forms, it has zero argon content. That is, a fresh mineral grain has its K-Ar "clock" set at zero.
Kalo nge-link, jangan diambil sepotong2 donk, yg kumplit. :))
Di link tsb juga dibahas jika ada kemungkinan daughter isotope-nya gak nol.
Kalo di buku2 SMA memang selalu diasumsikan daughter isotope sama dengan nol. Itu semata utk memudahkan anak SMA memahami prinsip radioactive-dating. Kalo kalangan profesional tentunya juga mempertimbangkan hal-hal lain.
:))
14-05-2012, 01:19 PM
E = mc²
Quote:
Originally Posted by AsLan
Bisa.
Banjir terjadi dalam waktu satu tahun dengan kecepatan naik air yg berbeda antara permulaan banjir dengan akhir banjir.
Selain itu air berasal dari 2 arah, yg pertama berasal dari dalam bumi, yg ke 2 dari langit.
Yang berasal dari dalam bumi mungkin mirip dengan kasus lumpur lapindo namun dengan intensitas yg lebih dahsyat namun hanya terjadi di wilayah2 tertentu, tergantung situasi geologis.
Keluarnya air dan lumpur dari bumi juga bisa terjadi didalam lautan.
Selain itu air juga bisa memicu letusan gunung berapi atau minimal menyebabkan luapan air yg memuai di wilayah2 tertentu.
Air yg berasal dari atmosfir menyebabkan longoran batuan dan tanah yg bergerak dari wilayah tinggi ke wilayah rendah, juga akan mencampur longsoran lumpur dengan genangan air.
Gabungan antara lumpur yg keluar dari perut bumi dengan longsoran lumpur dari pegunungan bisa membuat lapisan yg sangat tebal.
Kalau situh belajar ttg Sedimentasi dan Pengendapan (atau ilmu Geologi secara umum deh), hal-hal yg disebutkan di atas bisa dikatakan sulit terjadi kalau gak dikatakan mustahil.
pertama, air yg tiba2 memenuhi bumi dan menghilang begitu saja hanya dalam tempo 4500 tahun. adakah catatan geologis modern yg mengisyaratkan hal tsb pernah terjadi? kemana air-air tsb menghilang? Kalau mau nyamber data bulan dan mars yg dulu punya air, simulasi komputer modern bisa menunjukan kehilangan air tsb bukan dalam tempo singkat dan tiba-tiba begitu saja. ada faktor lain yg terkait seperti fenomena atmosfer, geologis, dan iklim. Untuk kasus banjir besar 2500SM, adakah bukti2 bahwa atmosfer, geologis, dan iklim bumi berubah secara drastis dalam 4500 tahun? mana hasil penelitiannya? mana bukti bahwa jumlah air di bumi berkurang dan bertambah drastis dalam waktu setahun di era 4500 tahun yg lalu?
kedua, dalam prinsip dasar geologi (termasuk hukum sederhana Steno--terlepas dr Steno yg mempercayai adanya banjir besar ketika dia udah jadi uskup tp tak menjadikan lapisan kambria sbg latar banjir besar itu), endapan-endapan yg terbentuk dalam setahun tidak akan mungkin menghasilkan endapan setebal Grand Canyon. kalaupun terjadi, banjirnya pasti luar biasa campur aduk dengan mengendapkan milyaran ton batuan dalam satu tahun saja, dan dalam tempo yg sesingkat itu (arusnya pasti turbidite) tidak akan dihasilkan endapan yg penyortiran fosil seperti yg terlihat sekarang. Lagian, pasti akan terdapat pengamatan endapan serupa di seluruh penjuru dunia lainnya. kenyataannya tidak.
Terlalu banyak asumsi (terlalu banyak pengadaian namun fatal secara prinsipil sains sederhana sekalipun), sementara bukti dan penjelasan mekanisme detailnya begitu minim dan serampangan.
dengan logika ini saja,
Quote:
Originally Posted by AsLan
Gabungan antara lumpur yg keluar dari perut bumi dengan longsoran lumpur dari pegunungan bisa membuat lapisan yg sangat tebal.
mestinya daratan hasil pengendapan banjir akan berbentuk datar dan merata di seluruh dunia. tidak akan ada lembah (seluruh lembah di bumi tertutup lumpur) dan tidak ada gunung tinggi (gunung melongsorkan batuannya). 4500 tahun bukan waktu yg terlampau lama. Bukti dan pengamatan bahkan jejak tanah yg kita pijak pasti akan memberikan rekaman banjir dari seluruh penjuru dunia.
Endapan lumpur akan ada dimana-mana di seluruh penjuru dunia. tapi coba tanyakan ke orang geologi, apakah jejak endapan yg seragam ini ditemukan, katakanlah, di indonesia?
Quote:
Originally Posted by AsLan
Berarti banyak hal yg lu belum tau.
Teori pembentukan Batu Bara bukan cuma 1, ada teori lain yg menunjukkan bahwa batu bara bisa terbentuk dalam waktu yg tidak terlalu lama.
Teori ini dimulai dari penemuan Fossil tanaman yg tidak sesuai dengan Teori lama tentang pembentukan batu bara dimana katanya tanaman pembentuk batu bara harus berasal dari wilayah Rawa2.
Namun penelitian menunjukkan bahwa terdapat fossil tanaman yg bukan tumbuh diwilayah rawa melainkan tumbuh di wilayah kering.
Penelitian lain juga menemukan banyak fossil mahluk laut didalam batu bara, padahal batu bara harus terbuat dari tanaman darat.
makanya, saya menyuruh situh belajar ttg tipe-tipe Kerogen I s/d IV, dalam teori pembentukan migas/batubara tsb gak disebutkan bahwa batubara harus selalu dr tumbuhan darat atau harus selalu berada di lingkungan rawa. Serius, situh perlu membacanya.
Quote:
Originally Posted by AsLan
Pengukuran batuan vulkanis dengan teknik K-Ar pada dasarnya mengukur jumlah Kalium yg telah meluruh menjadi Argon.
Argon adalah gas yg secara teori akan meninggalkan batuan saat batuan itu meleleh dan berbentuk cair, maka konsepnya adalah diasumsikan bahwa saat lahar membeku maka seluruh Argon telah hilang sehingga saat itu disebut sebagai saat awal usia batuan.
Potassium occurs in two stable isotopes (41K and 39K) and one radioactive isotope (40K). Potassium-40 decays with a half-life of 1250 million years, meaning that half of the 40K atoms are gone after that span of time. Its decay yields argon-40 and calcium-40 in a ratio of 11 to 89. The K-Ar method works by counting these radiogenic 40Ar atoms trapped inside minerals.
What simplifies things is that potassium is a reactive metal and argon is an inert gas: Potassium is always tightly locked up in minerals whereas argon is not part of any minerals. Argon makes up 1 percent of the atmosphere. So assuming that no air gets into a mineral grain when it first forms, it has zero argon content. That is, a fresh mineral grain has its K-Ar "clock" set at zero.
seperti kata Purba, ini adalah quote mining, banyak hal yang situh penggal begitu saja tanpa pemahaman utuh.
Lagian, dalam teori pembentukan batuan beku (lahar menjadi batu) tidak pernah disyaratkan bahwa seluruh gas yang terelease selalu lepas menjadi gas bebas. Kebanyakan gas tersebut terikat dengan mineral pembentukan batuannya atau malah si gas terperangkap dalam pori batuannya sendiri (porositas tidak efektif).
Argon memang gas inert sukar bereaksi, tapi ketika Kalium meluruh menjadi argon, argon hasil peluruhan tidak serta-merta lepas dan keluar dari batuan, dalam praktek pengukuran sudah diperhitungkan hal-hal seperti itu (baca saja kelanjutan link yg situh kutip).
Quote:
Originally Posted by AsLan
Kemungkinan besar Ziggurat dibangun tidak lama setelah banjir besar.
Kitab suci mencatat pembangunan Menara Babel dilakukan sekitar 100 tahun setelah Banjir.
Begitu juga dengan Stonehenge, dibangun tidak lama berselang dari peristiwa banjir besar.
Yang jadi masalah adalah pengukuran batuan vulkanis tidak mungkin digunakan untuk menghitung permulaan pembangunan sebuah bangunan sehingga tidak ada cara yang akurat untuk menghitung usia bangunan kuno.
kebudayaan sumeria (dan bangsa2 sesudahnya yg membangun ziggurat era-era awal) dan babilonia pautannya sangat jauh, ribuan tahun sebelum bangsa Babilonia dan menara babel dibangun. Setidaknya, itu yg ditulis di buku sejarah.
stonehenge dan peradaban purba muncul setelah era banjir 2500SM? any links/info?
tidak ada cara akurat utk menghitung usia bangunan kuno? jadi situh kembali menambah deretan ilmu yg dianggap salah dengan menyertakan arkeologi? :-?
---------- Post added at 12:19 PM ---------- Previous post was at 11:26 AM ----------
Quote:
Originally Posted by AsLan
Nope. Speciasi bukan Evolusi karena tidak ada pembentukan informasi DNA yg baru.
jika spesiasi bukan hasil evolusi, tapi hasil dr pengembangbiakan organisme yg "memiliki perpustakaan genetis lengkap", maka saya ingin tanya, organisme apa yg disebut memiliki perpustakaan genetis lengkap shg bisa menghasilkan ribuan spesies baru? amna yg disebut organisme dg "perpustakaan genetis lengkap" itu? apa itu artinya ribuan kumbang dan ratusan capung berasal dr satu spesies sama?
jika demikian, artinya ada "kecenderungan degradasi kelengkapan" dr tiap generasi (masa 4500 tahun paling hanya menghasilkan ratusan generasi saja). apa yg bisa dijadikan bukti dan petunjuk bahwa organisme yg hidup skrg memiliki "perpustakaan genetis" tidak selengkap m.h 4500 tahun lalu?
14-05-2012, 07:08 PM
AsLan
Quote:
Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ
Kalau situh belajar ttg Sedimentasi dan Pengendapan (atau ilmu Geologi secara umum deh), hal-hal yg disebutkan di atas bisa dikatakan sulit terjadi kalau gak dikatakan mustahil.
Bisa dan memang terjadi.
Quote:
pertama, air yg tiba2 memenuhi bumi dan menghilang begitu saja hanya dalam tempo 4500 tahun. adakah catatan geologis modern yg mengisyaratkan hal tsb pernah terjadi? kemana air-air tsb menghilang? Kalau mau nyamber data bulan dan mars yg dulu punya air, simulasi komputer modern bisa menunjukan kehilangan air tsb bukan dalam tempo singkat dan tiba-tiba begitu saja. ada faktor lain yg terkait seperti fenomena atmosfer, geologis, dan iklim. Untuk kasus banjir besar 2500SM, adakah bukti2 bahwa atmosfer, geologis, dan iklim bumi berubah secara drastis dalam 4500 tahun? mana hasil penelitiannya? mana bukti bahwa jumlah air di bumi berkurang dan bertambah drastis dalam waktu setahun di era 4500 tahun yg lalu?
Banyak bukti2 terjadinya banjir besar, kumpulan fosil yg begitu banyak pada lapisan kambria dan atasnya merupakan salah satu bukti terjadi kematian massal dengan timbunan lumpur yg cepat sehingga memungkinkan terjadinya fossil.
Jumlah air tetap sama, namun Banjir memicu gerakan lempeng dan aktivitas vulkanis, setelah banjir selesai maka terjadi dataran yg lebih tinggi dan lautan yg lebih dalam sehingga ada daratan yg kering dan cekungan yg cukup untuk menampung air.
Quote:
kedua, dalam prinsip dasar geologi (termasuk hukum sederhana Steno--terlepas dr Steno yg mempercayai adanya banjir besar ketika dia udah jadi uskup tp tak menjadikan lapisan kambria sbg latar banjir besar itu), endapan-endapan yg terbentuk dalam setahun tidak akan mungkin menghasilkan endapan setebal Grand Canyon. kalaupun terjadi, banjirnya pasti luar biasa campur aduk dengan mengendapkan milyaran ton batuan dalam satu tahun saja, dan dalam tempo yg sesingkat itu (arusnya pasti turbidite) tidak akan dihasilkan endapan yg penyortiran fosil seperti yg terlihat sekarang. Lagian, pasti akan terdapat pengamatan endapan serupa di seluruh penjuru dunia lainnya. kenyataannya tidak.
Banjir yg menenggelamkan seluruh dunia sudah jelas merupakan peristiwa yg dahsyat.
Endapan banjir terjadi diseluruh dunia, begitu pula fossil tersebar diseluruh dunia membuktikan kematian yg terjadi secara besar2an.
Mahluk hidup terkubur dan menjadi fossil secara cepat dan mendadak, beberapa fossil Trilobit bahkan masih memiliki lensa mata yg lengkap sehingga bisa diteliti.
Bahkan ditemukan Fossil ichthyosaur yang sedang melahirkan anak, ikan yg sedang makan mangsanya dan kerang yg masih tertutup. Ini adalah bukti bahwa mahluk2 ini menjadi fossil dalam waktu yg sangat singkat karena sebuah bencana.
Quote:
Terlalu banyak asumsi (terlalu banyak pengadaian namun fatal secara prinsipil sains sederhana sekalipun), sementara bukti dan penjelasan mekanisme detailnya begitu minim dan serampangan.
itu kan kata lu doang.
Quote:
mestinya daratan hasil pengendapan banjir akan berbentuk datar dan merata di seluruh dunia. tidak akan ada lembah (seluruh lembah di bumi tertutup lumpur) dan tidak ada gunung tinggi (gunung melongsorkan batuannya). 4500 tahun bukan waktu yg terlampau lama. Bukti dan pengamatan bahkan jejak tanah yg kita pijak pasti akan memberikan rekaman banjir dari seluruh penjuru dunia.
Lupa ya bahwa banjir memicu aktivitas vulkanis dan gerakan tektonik, sehingga membuat gunung2 tinggi serta jurang2 laut.
Quote:
Endapan lumpur akan ada dimana-mana di seluruh penjuru dunia. tapi coba tanyakan ke orang geologi, apakah jejak endapan yg seragam ini ditemukan, katakanlah, di indonesia?
Banjir membawa material batuan menyebar ke wilayah yg luas, tanpa persitiwa banjir hal ini adalah impossible.
seperti kata Purba, ini adalah quote mining, banyak hal yang situh penggal begitu saja tanpa pemahaman utuh.
ya..ya..ya... lu sama purba sudah mengeluarkan pernyataan bahwa "Tidak ada pengasumsian daughter isotop=0 sebagai awal penghitungan usia"
Tapi nyatanya ada dan sudah gw kasi bukti link nya.
Quote:
Lagian, dalam teori pembentukan batuan beku (lahar menjadi batu) tidak pernah disyaratkan bahwa seluruh gas yang terelease selalu lepas menjadi gas bebas. Kebanyakan gas tersebut terikat dengan mineral pembentukan batuannya atau malah si gas terperangkap dalam pori batuannya sendiri (porositas tidak efektif).
Argon memang gas inert sukar bereaksi, tapi ketika Kalium meluruh menjadi argon, argon hasil peluruhan tidak serta-merta lepas dan keluar dari batuan, dalam praktek pengukuran sudah diperhitungkan hal-hal seperti itu (baca saja kelanjutan link yg situh kutip).
thx to christian scientist yg terus menerus mengkritisi kesalahan penghitungan Radiometric Dating sehingga kini dibuat berbagai revisi terhadap teknik tersebut, meskipun tetap masih mengandung asumsi2 yg belum bisa di pastikan kebenarannya.
Quote:
kebudayaan sumeria (dan bangsa2 sesudahnya yg membangun ziggurat era-era awal) dan babilonia pautannya sangat jauh, ribuan tahun sebelum bangsa Babilonia dan menara babel dibangun. Setidaknya, itu yg ditulis di buku sejarah.
stonehenge dan peradaban purba muncul setelah era banjir 2500SM? any links/info?
tidak ada cara akurat utk menghitung usia bangunan kuno? jadi situh kembali menambah deretan ilmu yg dianggap salah dengan menyertakan arkeologi? :-?[COLOR="Silver"]
Banjir besar sudah menjadi bukti bahwa kebudayaan2 kuno pasti terjadi setelah banjir.
Quote:
jika spesiasi bukan hasil evolusi, tapi hasil dr pengembangbiakan organisme yg "memiliki perpustakaan genetis lengkap", maka saya ingin tanya, organisme apa yg disebut memiliki perpustakaan genetis lengkap shg bisa menghasilkan ribuan spesies baru? amna yg disebut organisme dg "perpustakaan genetis lengkap" itu? apa itu artinya ribuan kumbang dan ratusan capung berasal dr satu spesies sama?
jika demikian, artinya ada "kecenderungan degradasi kelengkapan" dr tiap generasi (masa 4500 tahun paling hanya menghasilkan ratusan generasi saja). apa yg bisa dijadikan bukti dan petunjuk bahwa organisme yg hidup skrg memiliki "perpustakaan genetis" tidak selengkap m.h 4500 tahun lalu?
Kita hanya percaya bukti2 yg didukung bukti2 empiris, speciasi sudah terbukti di lab dan itu adalah sebuah contoh variasi dan mutasi, contoh yg mudah adalah mengenai Nenek Moyang Anjing yg kemudian tersebar menjadi berbagai jenis ras yg berbeda.
Meskipun Serigala mungkin bukan nenek moyang anjing yg paling tinggi, namun serigala bisa di breed menjadi berbagai jenis anjing ras, sebaliknya anjing ras tidak bisa di breed menjadi serigala.
Ini adalah bukti bahwa Serigala memiliki perpustakaan genetik yg lebih lengkap dari pada anjing ras.