Quote Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ View Post
kan situh bilang kalau yg diselamatkan ma adam gak semua spesies. padahal yg hidup sekarang ada jutaan spesies. nah, sisa spesies tambahan, itu berasal dr mana? ratusan ribu spesies nematoda, antropoda, fungi, dan makhluk2 lainnya itu dari mana asalnya?
Nuh tidak perlu menyelamatkan semua mahluk, hanya mahluk2 yg tidak bisa survive di air saja yg perlu diselamatkan, tumbuhan, jamur dll bisa hidup dengan meninggalkan spora atau benih, mahluk air tak banyak bermasalah.

Semua mahluk darat berasal dari Perahu Nuh, dari sana setiap pasang mahluk hidup darat diselamatkan dan dari sana mereka mulai berkembang biak dan memenuhi bumi.


bagaimana dg lapisan sebelum banjir? pada lapisan tsb pastinya sudah ada kuburan dinosurus, dan aneka hewan lainnya. lapisan tsb tentunya tertutup lapisan lumpur trilobit. jika lapisan trilobit saja gak sampai diaduk (padahal lumpur lho, gampang kena efek pengadukan), apalagi lapisan tanah keras di bawahnya. mestinya tetap harus ditemukan lapisan di bawah kambria yg berisi aneka hewan yg tingkat taksanya lebih tinggi dr sekedar trilobit.
Lapisan yg mengandung fossil Trilobit bukannya tidak teraduk, saat itu trilobit dan mahluk2 kecil lainnya masih hidup namun merekalah yg pertama2 tertimbun lumpur yg densitasnya paling berat, sejak itu hujan masih terus turun, ingat hujan tidak berbentuk seperti air terjun yg mengaduk2 seluruh bumi.

Adukan air terhadap bumi hanya terjadi di beberapa tempat seperti pada bunung berapi yg bereaksi oleh genangan banjir atau longsoran tanah yg tidak stabil. Semua itu menghasilkan jenis2 endapan yg berbeda.

karena diaduk pada saat bersamaan. maka benda yg berat (pasir besi, pasir biasa, dan pasir kapur mengendap dg urutan seperti itu). tulang dinosurus, mayat dinosaurus, dan benda2 yg yg lebih berat akan mengendap duluan drpd trilobit yg lebih ringan
Dinosaurus baru mati setelah beberapa endapan terjadi di bawah air.
Karena hujan terus turun maka air mengejar wilayah pegunungan, namun air hujan yg belakangan ini tidak cukup lagi untuk mengaduk dasar air dengan endapan yg sudah terbentuk sebelumnya.

begini deh, tunjukan saja kepada saya, mana jurnal sains yg menyatakan "revisi" 200 juta ke 1 juta itu. jangan-jangan sumber ini cuma fiktif hasil mining quote teori banjir.
ngomongin apaan sih ?


yg mengusulkan penggunaan pengukuran umur batuan menggunakan isotop, itu para ahli kimia inti. bahkan mereka yg mengukur langsung di lapangan. para naturalis dan biolog yg jd basis massa pengagas evolusi belum tentu yg ngerti gituan. dan hasilnya sesuai dg yg tercantum di buku sains geologi dan kimia. jika situh menyalahkan teknik penghitungan isotop utk pengukuran usia batuan itu salah, berarti usaha geolog dan kimia inti juga salah
Silahkan bawa seluruh "scientis" dari seluruh bidang ilmu apapun, sebuah kesalahan tetap sebuah kesalahan.
Penghitungan usia dengan Radiometric Dating didasari atas asumsi2 yg tidak bisa di cross check kebenarannya:

1. Apakah Daughter Isotop benar2 = 0 saat batuan terbentuk ?
(akhirnya belakangan ini para scientist mengakui bahwa kritik terhadap asumsi ini benar adanya, mereka mengakui bahwa saat batuan vulkanik terbentuk, daughter isotop tidak = 0 sehingga kemudian mereka membuat asumsi2 lain yg bukan 0 namun tetap tidak akurat karena hanya sebuah asumsi yg tidak bisa di cross check kebenarannya)

2. Kontaminasi
Setiap Material Radioaktif yg meluruh di alam bebas akan mengotori material disekitarnya.
Ini sebabnya pengukuran batuan vulkanik yg baru terbentuk di Mt. Ngauruhoe yg baru terbentuk 50 tahun menunjukkan Usia 133juta, 197juta tahun dan 3908 milyar tahun.

3. Constant Decay Rate
Selama kira2 seratus tahun belakangan ini, ahli2 fisikia mengukur tingkat decay bahan2 Radio aktif dan menemukan bahwa tingkat decay ini relatif konstan dengan eror margin yg sangat kecil, decay rate ini juga tidak terpengaruh oleh gangguan panas, tekanan, listrik dan elektromagnet.

Namun hal ini tidak berarti para ilmuwan telah menemukan bahwa decay rate tidak bisa berubah sama sekali, mungkin ada hal2 yg bisa mengubah decay rate yg belum ditemukan, buktinya adalah penelitian terhadap Cristal Zircon yg sama menghasilkan Usia yg sangat berbeda bila dihitung menggunakan teknik Radio Metrik yg berbeda.
Perbedaanya mencapai Range 6000 tahun hingga 1,5 Milyar tahun.



sejak awal, saya sudah menyarankan situh membaca2 ttg falsifikasi sains. Sains dibangun berdasarkan pengamatan, prediksi, percobaan, dan penyusunan teori lalu diuji kembali. Setelah lolos melalui seleksi, sains kemudian diterima. Jadi kalau dinbilang "mayoritas" emang apa masalahnya? artinya mereka sepakat bahwa sains yg diajukan memberikan bukti dan lolos seleksi.
sains bukan klaim dan opini. untuk lolos jadi sains, harus dites berbagai lintas disiplin. jadi wajar jika "pendukung"-nya banyak karena yg ngetes juga banyak bidang, dites berkali2 berbagai institusi dan pribadi.
Tidak terjadi seperti itu, sifat dasar manusia adalah merasa tidak nyaman dengan hal2 yg tidak diketahui, maka pada ranah ilmu pengetahuan yg masih sangat lemah dan kekurangan banyak bukti2 empiris, "kepercayaan" menjadi faktor utama dari banyak orang yg bergelar ilmuwan.
Dalam hal ini Teori Evolusi menjadi "pegangan" banyak orang saat mengeksplorasi wilayah2 yg belum diketahui seperti wilayah masa lalu.
Hal ini lebih merupakan Ideologi.

kalau ada org yg ngaku2 nemu teori tapi pendukungnya dikit, maka harus dicurigai kalo itu cuma klaim asal-asalan.
Silahkan membuat klaim apapun, bukti2 yg saya paparkan selama ini sangat kuat.


data yg situh paparkan itu termasuk hasil penelitian yg ditolak ilmuwan kompeten lainnya karena mengandung metode yg keliru dna cara kerja yg ceroboh. seperti pd kasus mt helen dan klaim batuan grand canyon itu, jelas2 penelitiannya batal karena mengandung kesalahan teknis kontaminasi. percobaan gagal seperti ini yg disebut "membuktikan pengukuran selama ini memiliki asumsi salah"?
Wrong again.
Justru penelitian Mt Helen membuktikan bahwa semua pengukuran Radiometrik Dating batuan Vulkanik pasti mengandung Kontaminasi, itu sebabnya kini ilmuwan meninggalkan teknik2 Radiometrik lama lalu membuat teknik baru yg disebut Isochron.
Sayangnya teknik baru ini juga masih lemah dan berdiri diatas asumsi2 yg tidak bisa di cross check kebenarannya.

Penelitian Mt Helen itu benar dan berhasil mengubah cara pikir banyak ilmuwan, tapi kalau situ masih mau bertahan dengan teknik2 Radio Dating yg kuno dan menganggapnya Absolute ya monggo

sebelum ngata2in teori lain, coba jelaskan mengenai perlapisan di lapisan kambria. pada tahun berapa lapisan2 tsb mengendap?
Endapan itu terjadi karena Banjir.

---------- Post added at 10:42 AM ---------- Previous post was at 10:37 AM ----------

Quote Originally Posted by purba View Post
Lihat.. evangelist kalap....

Pertama AsLan nyebut2 irreducible complex sbg bukti keberadaan perancang cerdas, tapi AsLan tidak mampu menjelaskan apakah nasi goreng termasuk irreducible complex atau tidak. Mengapa AsLan tidak mampu? Karena gak ada yg AsLan bisa copas dari link evangelist-nya, selain anatomi mata dan jebakan tikus. Mengapa hanya anatomi mata dan jebakan tikus? Karena memang itu yg bisa di-copas dari link evangelist-ya.
gw males nganggepin orang ngawur, tapi ya terserah deh karena lu maksa...
Nasi Goreng bukan Ireducible Complexity.

Kalo lu tanya lagi tentang Capcay, Fuyunghay, Kwetiaw atau Mie bakso, silahkan tanya di forum kuliner.


Kedua AsLan ngotot bahwa penentuan umur batuan dgn asumsi kadar mula-mula daughter isotop adalah nol. Padahal tidak ada asumsi itu sama sekali dlm metode radioactive-dating. Tapi mengapa AsLan tetap ngotot? Karena hanya itu yg tersedia pada link evangelist-nya.
Halah lu belajar aja dulu, gak ada asumsi 0 dari zimbabwe ?


Ketiga AsLan pun tidak tahu apa itu regresi linier. Padahal pengamatan empiris memanfaatkan regresi linier utk mengolah data hasil pengukurannya. Ini digunakan tidak hanya dlm sains natural, tetapi juga dlm sains sosial, karena regresi linier hanyalah semata metode statistik utk mengolah data. Teologi memang tidak menggunakan regresi linier, karena teologi bukan sains.
ya udah silahkan lu bikin penghitungan usia dengan regresi2an, dan silahkan bikin "perkiraan2" yg menurut lu bagus, toh itu namanya hanya sebuah "perkiraan"
so, jangan dijadikan sebuah kepastian.


Terakhir yg paling picik, AsLan mengajukan persamaan a+b=6, kemudian AsLan menanyakan berapa nilai a dan b? Anak SD pun bisa menjawabnya dgn mudah bahwa nilai a=2 dan nilai b=4. Seluruh ahli matematika di dunia tidak akan pernah menyalahkan jawaban anak SD tsb, tapi kok AsLan sepertinya mengalami kesulitan berhadapan dgn persamaan tsb.

Salah ! gw lagi nanya tentang kepercayaan orang Evolusi...

yang bener a=0 b=6
kan udah dibilang berkali2 kalo penganut Evolusi percaya bahwa asumsinya a=0 ! jadi sori ya lu gak dapet duit