Page 4 of 5 FirstFirst ... 2345 LastLast
Results 61 to 80 of 99

Thread: Perancang cerdas?

  1. #61
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ View Post
    artinya, nanti tiap m.h yg diselamatkan mengalami spesiasi yg dipercepat? jika evolusi mememerlukan waktu ratusan bahkan ribuan generasi, karena teori banjir besar hanya 4500 tahun, maka spesiasi hanya berlangsung beberapa generasi. begitu? berapa generasi hingga satu dua ekor burung finch yg diselamatkan menjadi belasan spesies burung finch di kepulauan galapagos?
    Bukan dipercepat tapi memang secepat itu.
    Tidak butuh lama bagi seekor serigala untuk dibreeding menjadi anjing domestik, inti dari Variasi adalah agar mahluk hidup bisa beradaptasi dengan berbagai jenis lingkungan yg berbeda2, maka bila nenek moyan gmahluk hidup menyebar ke seluruh dunia dan beranak pinak, mereka akan beradaptasi dengan mengeluarkan berbagai macam trait yg ada dalam perpustakaan genetisnya, bagi yg tidak mampu beradaptasi ya punah.


    kenapa tidak ditemukan dinosaurus pada lapisan yg sama dg trilobit atau dibawahnya?
    Kemungkinan besar karena dinosaurus darat bisa lari kedataran tinggi, dinosaurus laut bisa berenang ke permukaan air. Trilobit bergerak lambat dan hidup di dataran rendah yg cepat tertimbun lumpur.


    tinggal dicek, apakah jarum stopwatchnya jalan atau tidak. kalau jalan terus dan gak pernah berhenti, ambil kesimpulan dianggap mukai dari 0 sampai ditemukan bukti bahwa stopwatch itu pernah berhenti di tengah jalan buat ganti baru. selama tidak ditemukan bukti bahwa jarum stopwatch tidak berhenti dan jarumnya menunjukan pergerakan yg konsisten, maka itulah yg dipakai. itulah sains. itu sebabnya teori2 sains selalu diubah jika ada bukti dan fakta baru dan ada teori yg bisa menjelaskan lebih baik.
    Betul, sudah saya katakan bahwa kita tahu stopwatch nya jalan dan bergerak dengan kecepatan konstan, cuma awal startnya itu yang tidak pasti dari angka 0.

    Sesuatu yg tidak pasti = 0 lalu diasumsikan = 0 adalah suatu kesalahan, ini yg berkali2 diungkapkan oleh para scientist yg kritis.

    Sudah banyak percobaan yg membuktikan bahwa batuan yg baru terbentuk, meleleh dari lahar itu tidak bersih dari daughter isotop, tidak = 0.

    Salah satu percobaan yg membuktikan hal ini adalah perhitungan Radio Dating terhadap batuan lava di Grand Canyon, batuan Lava yg baru terbentuk selama ribuan tahun saat diukur dengan berbagai macam teknik radio dating ternyata menghasilkan usia jutaan tahun.

    Penjelasan akan hal ini adalah bahwa semua lava cair tidak mengandung 0 daughter isotop melainkan sudah mengandung daughter isotop dari fase sebelumnya dibawah lapisan bumi, ini analisanya :

    So how can the youngest basalt lava flows in Grand Canyon, whose eruption was possibly witnessed only thousands of years ago, yield the same radioactive rubidium-strontium age of 1.1 billion years as some of the oldest basalt lava flows at the bottom of the Canyon?

    Answer: The molten rock that produced the young basalt lava flows came from deep inside the earth, from what geologists call the earth’s mantle; so these lavas have inherited this rubidium-strontium composition from their mantle source.
    That is, their rubidium-strontium composition has nothing to do with their age, but everything to do with their source!

    However, the molten rock that produced the “ancient” Cardenas Basalt lavas also came from the same region of the earth’s mantle beneath the Grand Canyon.
    Therefore, it could be equally argued that the same rubidium-strontium composition of the Cardenas Basalt lavas was also inherited from the same mantle source and thus has nothing to do with their age!
    Of course, some radioactive decay could have occurred in the mantle source region of both these basalt lavas, but again, such radioactive decay there in the mantle would not provide the basis for calculating any date for when these basalt lavas flowed out onto the earth’s surface.

    So whichever way we look at it, these radioactive dating methods which are based on the biased assumptions of secular geologists completely fail to “date” these basalt lava flows in Grand Canyon.

    How can we be sure radioactive decay has always occurred at the rates we measure today?
    And how can we know how much radioactive decay occurred in their mantle source before these lavas erupted?

    If the youngest lavas inherited all of their supposed radioactive decay age, then so could the “ancient” lavas.
    After all, we know the true age of the young lavas because their eruption was possibly witnessed within human history.
    Where there is an independent cross-check, these radioactive dating methods fail completely.
    So because of these fallacies, why should they be trusted to give ages for any rock?

    dan tentu saja gak hanya stopwatch tunggal yg dipakai, dalam kasus evolusi, ilmu yang digunakan itu sangat lintas disiplin, semuanya bekerja secara independen.
    Intinya Radio Dating belum Reliable, berbagai teknik Radio Dating tetap menggunakan asumsi2 yg tidak bisa diperiksa kebenarannya.


    semua pengukuran geologi menujukan bahwa umur batuan kambrium 500an juta tahun, bukan 4500 tahun. artinya geologi salah? kalau gak percaya, coba saja tanya ke anak geologi, dosen geologi, buku geologi. bahkan mereka belum tentu ngerti evolusi dan tidak berkaitan dg evolusi juga.
    Eits gak segampang itu, sudah banyak pengukuran yg menghasilkan usia yg tidak sesuai dengan Teori Evolusi, tapi semua pengukuran itu dibuang dan dicari2 pengukuran lain yg sesuai dengan Tree of Life dari Teori Evolusi, minimal itulah yg terjadi di kalangan penganut Teori Evolusi.


    dg mengatakan kambria berumur 4500 tahun, berarti situh mengatakan bahwa geologi salah. begitu kan? ilmu geologi modern itu palsu?
    Ilmu Geologi masih terus berkembang, banyak bagian dari ilmu geologi yg benar dan terbukti, misalnya teknik2 untuk mencari kandungan minyak dibawah tanah dsb nya.

    Tapi saat bicara mengenai USIA batuan, masih banyak kelemahan yg tak terjawab oleh disiplin ilmu apapun saat ini.

  2. #62
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by purba
    Yg gw komentarin sebelumnya adalah tulisan lu mengenai umur batuan. Trus sekarang jadi penanggalan karbon? Sinar kosmik? Itu bukan masalah besar, kan ada kurva kalibrasinya. Jadi, gak ada masalah dgn penanggalan radioaktif, baik utk batuan maupun fosil.
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    halah ngaco aja lu purb, kurva kalibrasi dari hongkong ?

    nih gw kasi satu persamaan matematika yg sederhana :

    a + b = 6

    Selama2nya angka a dan b tidak akan bisa diketahui, lu pake teknik paling canggih atau komputer paling super juga gak bakal tahu berapa nilai a dan nilai b.
    Mana ada persamaan berbentuk a+b=6 dalam penanggalan radioaktif? Ini menunjukkan ente tidak paham bagaimana penanggalan radioaktif dilakukan. Mungkin istilah regresi linier saja ente kagak tahu. Ok, jadi sebaiknya ente tidak singgung2 lagi mengenai radioactive-dating karena ente tidak tahu. Atau, lebih baik belajar, gw bersedia ngajarin lu.. gratis!!


  3. #63
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Bukan dipercepat tapi memang secepat itu.
    Tidak butuh lama bagi seekor serigala untuk dibreeding menjadi anjing domestik, inti dari Variasi adalah agar mahluk hidup bisa beradaptasi dengan berbagai jenis lingkungan yg berbeda2, maka bila nenek moyan gmahluk hidup menyebar ke seluruh dunia dan beranak pinak, mereka akan beradaptasi dengan mengeluarkan berbagai macam trait yg ada dalam perpustakaan genetisnya, bagi yg tidak mampu beradaptasi ya punah.
    yg saya tanya bukan variasi dalam subspesies, tapi bagaimana peralihan bentuk spesies bisa terjadi. situh kan bilang kalau yg diselamatin dalam bahtera gak semuanya, hanya makhluk hidup yg "memiliki perpustakaan genetik lengkap".
    pertanyaan saya:
    - makhluk apa yg disebut sebagai "makhluk yg memiliki perpustakaan genetik lengkap"? ribuan (bahkan mungkin puluhan juta) spesies tungau, kutu, antropoda, nematoda, jamur gak termasuk yg diselamatkan?
    - bagaimana mekanisme peralihan spesies bisa berlangsung dalam orde ratusan tahun saja? atau cuma puluhan tahun?

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Kemungkinan besar karena dinosaurus darat bisa lari kedataran tinggi, dinosaurus laut bisa berenang ke permukaan air. Trilobit bergerak lambat dan hidup di dataran rendah yg cepat tertimbun lumpur.
    bayi dinosaurus? telur dinosaurus? tulang dinosaurus? mereka gak bisa lari dan langsung tenggelam. mereka bisa terkubur lebih cepat oleh lumpur dan diendapkan di bawah trilobit yg bisa bergerak--lagian, bukannya trilobit yg hidup di perairan harusnya kemungkinan selamatnya lebih besar drpd makhluk2 darat? mereka bisa berenang.

    Ketika semua dinosaurus berkumpul dan mati di puncak gunung karena air, sementara permukaan tanah teraduk air banjir, makhluk2 berat dan besar akan diendapkan duluan (minimal barengan) dengan makhluk2 ringan yg teraduk air bah. meski lari ke puncak gunung, tetap saja ketika air bah datang dan menghanyutkan mereka.
    karena banjir berlangsung satu kali periode dan tidak terulang, lapisan yg terbentuk hanya satu periode (ini sesuai dengan hukum Steno) dalam hal ini lapisan kambria (katanya). jadi, semua dinosaurus dan semua makhluk apapaun yg hidup di tahun 2500 SM akan diendapkan pada lapisan sama dengan makhluk2 berat cenderung berada di bawah. mekanika fluida statik Stoke bisa menjelaskan alasan sederhana ini. Artinya, seharusnya, dimana ditemukan lapisan yg berisi dinosaurus, akan ditemukan juga fosil kucing, anjing, kuda, bahkan manusia pd lapisan tersebut.

    Faktanya?

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Betul, sudah saya katakan bahwa kita tahu stopwatch nya jalan dan bergerak dengan kecepatan konstan, cuma awal startnya itu yang tidak pasti dari angka 0.

    Sesuatu yg tidak pasti = 0 lalu diasumsikan = 0 adalah suatu kesalahan, ini yg berkali2 diungkapkan oleh para scientist yg kritis.

    Sudah banyak percobaan yg membuktikan bahwa batuan yg baru terbentuk, meleleh dari lahar itu tidak bersih dari daughter isotop, tidak = 0.
    pernah belajar ttg cabang matematika yg bernama statistik? Ada sesuatu bahasan yg disebut peluang. Dalam ilmu statistik, sesuatu yg tidak pasti tidak pernah dimasukan dalam peluang = 0
    sesuatu yg pasti: p = 1
    sesuatu yg tidak pasti: 0<p<1
    sesutau yg mustahil: p=0

    ketika melihat stopwatch tidak menunjukan angka start yg seragam, itu bukan berarti stopwatch tsb mustahil digunakan (itu stopwatchnya mati), tapi tidak pasti. Maka angka pertama yg ditunjukan dalam stopwatch digunakan sbg acuan pengukuran. dan itu yg digunakan sampai ditemukan bukti kuat lain yg menunjukan bahwa angka start pengukuran bukan seperti itu.

    Lagian, pengukuran dilakukan berulang-ulang sehingga statistik ketidakpastian semakin mengecil alias keakuratan ditingkatkan, menggunakan sistem dan pengukuran lain (gak hanya satu jenis alat yg digunakan), dan sebelum pengukuran dilakukan kalibrasi daan kelayakan dengan dites berbagai disiplin sains.

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Intinya Radio Dating belum Reliable, berbagai teknik Radio Dating tetap menggunakan asumsi2 yg tidak bisa diperiksa kebenarannya.
    wow. tambah lagi disiplin sains yg ada bilang penuh kepalsuan: Kimia Inti. Yang mengusulkan penggunaan radio dating utk pengukuran usia fosil bukan evolusi, Darwin bahkan Richard Dawkins belum tentu bisa ngukur pake radio dating. Yang ngusulin dan melakukan pengukuran adalah jelas para ahli Kimia Inti.

    dengan mengatakan Radio Dating gak reliable, artinya sama saja dg mengatakan cabang sains ini salah dan palsu.

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Ilmu Geologi masih terus berkembang, banyak bagian dari ilmu geologi yg benar dan terbukti, misalnya teknik2 untuk mencari kandungan minyak dibawah tanah dsb nya.
    kita berbicara fakta saja. Semua buku teksbuk geologi, dosen geologi, propesor geologi, dan mahasiswa geologi yg belajar di jurusan sains (bukan jurusan teologi) semuanya mengajarkan ttg bukti2 geologis yg seiring dg evolusi.

    Situh mengatakan semua bukti geologis gak sesuai dg bukti evolusi padahal semua geolog mengatakan sebaliknya. artinya para geolog mengatakan hal yg palsu dan yg mereka pelajari juga palsu.

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Tapi saat bicara mengenai USIA batuan, masih banyak kelemahan yg tak terjawab oleh disiplin ilmu apapun saat ini.
    Tak ada sains yang sempurna. Coba sebutkan cabang sains yg sempurna? Jangankan evolusi, matematika saja yg semuanya serba absolut masih memiliki banyak permasalahan. Tapi sains masih merupakan alat terbaik yg dimiliki manusia untukk memahami fenomena lingkungan. Dibandingkan teologi, sains lebih bisa diandalkan karena teologi hanya gunakan satu prinsip: cocologi. semuanya serba dicocok-dicocokan. hanya mengambil apa yg dirasa cocok, tapi membuang yg tidak cocok. Dalam kasus perlapisan batuan ini dan yg kita diskusikan, teologi sama sekali pura-pura buta dan menutup mata bahwa di atas lapisan kambria ada banyak lapisan lain seperti ordovician, silur, devon, karboniferus, permian, triasik, jurasik, cretacious, dan seterusnya.

    Oya, sebagai bonus, dalam sains yg disepakati sekarang ini berdasarkan fakta fosil geologis, telah terjadi kepunahan massal dan kemunculan makhluk hidup "spontan" (artinya dalam waktu yg relatif singkat ordenya jutaan tahun bukan puluhan/ratusan juta) berkali-kali. Ledakan Kambria hanyalah yg pertama dan paling awal (makanya yg muncul di lapisan ini adalah makhluk2 primitif). Catatan semua yg tertulis di buku teksbuk geologi mengatakan kepunahan/kemunculan ini terjadi 6x. yang terakhir terjadi 300an-ribu tahun lalu di periode Quartenary.
    Last edited by E = mc²; 09-05-2012 at 08:07 AM.

  4. #64
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    wuih.. aslan dikeroyok... ayoo aslaaan semangat...

  5. #65
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by ?x ?p = ½ h View Post
    yg saya tanya bukan variasi dalam subspesies, tapi bagaimana peralihan bentuk spesies bisa terjadi. situh kan bilang kalau yg diselamatin dalam bahtera gak semuanya, hanya makhluk hidup yg "memiliki perpustakaan genetik lengkap".
    pertanyaan saya:
    - makhluk apa yg disebut sebagai "makhluk yg memiliki perpustakaan genetik lengkap"? ribuan (bahkan mungkin puluhan juta) spesies tungau, kutu, antropoda, nematoda, jamur gak termasuk yg diselamatkan?
    - bagaimana mekanisme peralihan spesies bisa berlangsung dalam orde ratusan tahun saja? atau cuma puluhan tahun?
    Tidak ada yg namanya peralihan antar Jenis Mahluk Hidup, itu cuma dongengnya Teori Evolusi.
    Yang ada adalah variasi dari tiap jenis mahluk hidup.

    Maka meskipun Cihuahua tidak bisa kawin dengan Dingo, sebenarnya mereka masih satu jenis, nah Nuh hanya menyelamatkan sepasang nenek moyang anjing, bukan semua jenis anjing, anjing inilah yg kemudian beranak pinak dan menjadi beragam dengan mekanisme Mutasi, Seleksi dan Variasi.


    bayi dinosaurus? telur dinosaurus? tulang dinosaurus? mereka gak bisa lari dan langsung tenggelam. mereka bisa terkubur lebih cepat oleh lumpur dan diendapkan di bawah trilobit yg bisa bergerak--lagian, bukannya trilobit yg hidup di perairan harusnya kemungkinan selamatnya lebih besar drpd makhluk2 darat? mereka bisa berenang.
    Kalau yg datang pada Trilobit adalah lumpur, maka dia tidak bisa menyelamatkan diri.
    Mengapa bayi dinosaurus tidak ditemukan bersama Trilobit ? ya jelas karena habitat mereka berbeda.


    Ketika semua dinosaurus berkumpul dan mati di puncak gunung karena air, sementara permukaan tanah teraduk air banjir, makhluk2 berat dan besar akan diendapkan duluan (minimal barengan) dengan makhluk2 ringan yg teraduk air bah. meski lari ke puncak gunung, tetap saja ketika air bah datang dan menghanyutkan mereka.
    Saat Dinosaurus terkejar banjir, hari itu sudah terbentuk beberapa lapisan lumpur/batuan didasar air, maka dinosaurus kemudian menjadi fosil dilapisan atasnya.


    karena banjir berlangsung satu kali periode dan tidak terulang, lapisan yg terbentuk hanya satu periode (ini sesuai dengan hukum Steno) dalam hal ini lapisan kambria (katanya). jadi, semua dinosaurus dan semua makhluk apapaun yg hidup di tahun 2500 SM akan diendapkan pada lapisan sama dengan makhluk2 berat cenderung berada di bawah. mekanika fluida statik Stoke bisa menjelaskan alasan sederhana ini. Artinya, seharusnya, dimana ditemukan lapisan yg berisi dinosaurus, akan ditemukan juga fosil kucing, anjing, kuda, bahkan manusia pd lapisan tersebut.
    Silahkan coba mengaduk pasir besi, pasir biasa, pasir kapur dengan air lalu lihat berapa lapisan endapan yg akan terjadi, apa benar cuma 1 ?



    pernah belajar ttg cabang matematika yg bernama statistik? Ada sesuatu bahasan yg disebut peluang. Dalam ilmu statistik, sesuatu yg tidak pasti tidak pernah dimasukan dalam peluang = 0
    sesuatu yg pasti: p = 1
    sesuatu yg tidak pasti: 0<p<1
    sesutau yg mustahil: p=0
    Bagus kalo paham, tapi nyatanya Daughter isotop saat batuan vulkanik terbentuk dianggap = 0 berarti lu udah mengakui bahwa ini suatu yg salah ?


    ketika melihat stopwatch tidak menunjukan angka start yg seragam, itu bukan berarti stopwatch tsb mustahil digunakan (itu stopwatchnya mati), tapi tidak pasti. Maka angka pertama yg ditunjukan dalam stopwatch digunakan sbg acuan pengukuran. dan itu yg digunakan sampai ditemukan bukti kuat lain yg menunjukan bahwa angka start pengukuran bukan seperti itu.

    Lagian, pengukuran dilakukan berulang-ulang sehingga statistik ketidakpastian semakin mengecil alias keakuratan ditingkatkan, menggunakan sistem dan pengukuran lain (gak hanya satu jenis alat yg digunakan), dan sebelum pengukuran dilakukan kalibrasi daan kelayakan dengan dites berbagai disiplin sains.
    Tetap tidak menyelesaikan masalah asumsi2 yg salah, sekali asumsinya salah maka meskipun diulang2 berapa kalipun tetap salah.



    wow. tambah lagi disiplin sains yg ada bilang penuh kepalsuan: Kimia Inti. Yang mengusulkan penggunaan radio dating utk pengukuran usia fosil bukan evolusi, Darwin bahkan Richard Dawkins belum tentu bisa ngukur pake radio dating. Yang ngusulin dan melakukan pengukuran adalah jelas para ahli Kimia Inti.

    Dengan mengatakan Radio Dating gak reliable, artinya sama saja dg mengatakan cabang sains ini salah dan palsu.
    Yang saya bilang palsu cuma Teori Evolusi

    Teknik pengukuran isotop = benar
    Mengukur waktu paruh = Benar

    Tapi waktu menggunakan teknik pengukuran isotop untuk menghitung Usia batuan = salah
    Karena sistimnya menggunakan asumsi yg salah.


    kita berbicara fakta saja. Semua buku teksbuk geologi, dosen geologi, propesor geologi, dan mahasiswa geologi yg belajar di jurusan sains (bukan jurusan teologi) semuanya mengajarkan ttg bukti2 geologis yg seiring dg evolusi.
    Memang banyak Geolog yg sudah ikut arus Evolusi dan pandangan mereka menjadi bias, tapi meskipun mayoritas percaya pada Evolusi bukan berarti itu benar.

    Semua fakta2 yg sudah saya ungkap menjelaskan tentang berbagai kesalahan Teori Evolusi.


    Situh mengatakan semua bukti geologis gak sesuai dg bukti evolusi padahal semua geolog mengatakan sebaliknya. artinya para geolog mengatakan hal yg palsu dan yg mereka pelajari juga palsu.
    hmmm... membawa2 mayoritas sebagai dukungan, apakah ini diskusi science ?
    nyatanya banyak data yg saya paparkan berdasarkan penelitian para Geolog yg tidak percaya Evolusi, jadi pertanyaannya benarkah semua geolog sudah termakan oleh propaganda Evolutionis ?


    Tak ada sains yang sempurna. Coba sebutkan cabang sains yg sempurna? Jangankan evolusi, matematika saja yg semuanya serba absolut masih memiliki banyak permasalahan. Tapi sains masih merupakan alat terbaik yg dimiliki manusia untukk memahami fenomena lingkungan. Dibandingkan teologi, sains lebih bisa diandalkan karena teologi hanya gunakan satu prinsip: cocologi. semuanya serba dicocok-dicocokan. hanya mengambil apa yg dirasa cocok, tapi membuang yg tidak cocok. Dalam kasus perlapisan batuan ini dan yg kita diskusikan, teologi sama sekali pura-pura buta dan menutup mata bahwa di atas lapisan kambria ada banyak lapisan lain seperti ordovician, silur, devon, karboniferus, permian, triasik, jurasik, cretacious, dan seterusnya.

    Oya, sebagai bonus, dalam sains yg disepakati sekarang ini berdasarkan fakta fosil geologis, telah terjadi kepunahan massal dan kemunculan makhluk hidup "spontan" (artinya dalam waktu yg relatif singkat ordenya jutaan tahun bukan puluhan/ratusan juta) berkali-kali. Ledakan Kambria hanyalah yg pertama dan paling awal (makanya yg muncul di lapisan ini adalah makhluk2 primitif). Catatan semua yg tertulis di buku teksbuk geologi mengatakan kepunahan/kemunculan ini terjadi 6x. yang terakhir terjadi 300an-ribu tahun lalu di periode Quartenary.
    berusaha menggolongkan scientist yg kritis pada Teori Evolusi sebagai para non-science dan disebut Teolog wkowkwowko... terserah ente dah

    ya intinya gak usah bawa2 cabang2 science deh, soalnya Teori Evolusi sudah berulang kali terbukti salah dari berbagai segi, jaman sekarang Teori Evolusi lebih mirip Ideologi daripada Science.

    ---------- Post added at 05:21 PM ---------- Previous post was at 05:20 PM ----------

    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    wuih.. aslan dikeroyok... ayoo aslaaan semangat...
    tenang gw ada temen koq, namanya Kebenaran... hohoho...

    ---------- Post added at 05:25 PM ---------- Previous post was at 05:21 PM ----------

    Quote Originally Posted by purba View Post
    Mana ada persamaan berbentuk a+b=6 dalam penanggalan radioaktif? Ini menunjukkan ente tidak paham bagaimana penanggalan radioaktif dilakukan. Mungkin istilah regresi linier saja ente kagak tahu. Ok, jadi sebaiknya ente tidak singgung2 lagi mengenai radioactive-dating karena ente tidak tahu. Atau, lebih baik belajar, gw bersedia ngajarin lu.. gratis!!


    Lu yakin mau ngitung Usia Fosil pake Regresi Linier ?

    itu artinya lu udah setuju bahwa Usia Fosil cuma sebuah Perkiraan wkowkwowko... purb...purb...

    eh btw, udah tau blom pertanyaan yg gw kasi itu jawabannya berapa ? (a+b=6)
    berapakah nilai b ?

    Kalo lu bisa jawab bener gw transfer duit 10jt langsung ke rek BCA lu

  6. #66
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Tidak ada yg namanya peralihan antar Jenis Mahluk Hidup, itu cuma dongengnya Teori Evolusi.
    Yang ada adalah variasi dari tiap jenis mahluk hidup.

    Maka meskipun Cihuahua tidak bisa kawin dengan Dingo, sebenarnya mereka masih satu jenis, nah Nuh hanya menyelamatkan sepasang nenek moyang anjing, bukan semua jenis anjing, anjing inilah yg kemudian beranak pinak dan menjadi beragam dengan mekanisme Mutasi, Seleksi dan Variasi.
    kan situh bilang kalau yg diselamatkan ma Noah gak semua spesies. padahal yg hidup sekarang ada jutaan spesies. nah, sisa spesies tambahan, itu berasal dr mana? ratusan ribu (bahkan mungkin jutaan lagi) spesies nematoda, antropoda, fungi, dan makhluk2 lainnya itu dari mana asalnya?

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Kalau yg datang pada Trilobit adalah lumpur, maka dia tidak bisa menyelamatkan diri.
    Mengapa bayi dinosaurus tidak ditemukan bersama Trilobit ? ya jelas karena habitat mereka berbeda.

    Saat Dinosaurus terkejar banjir, hari itu sudah terbentuk beberapa lapisan lumpur/batuan didasar air, maka dinosaurus kemudian menjadi fosil dilapisan atasnya.
    bagaimana dg lapisan sebelum banjir? pada lapisan tsb pastinya sudah ada kuburan dinosurus, dan aneka hewan lainnya. lapisan tsb tentunya tertutup lapisan lumpur trilobit. jika lapisan trilobit saja gak sampai diaduk (padahal lumpur lho, gampang kena efek pengadukan), apalagi lapisan tanah keras di bawahnya. mestinya tetap harus ditemukan lapisan di bawah kambria yg berisi aneka hewan yg tingkat taksanya lebih tinggi dr sekedar trilobit.
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Silahkan coba mengaduk pasir besi, pasir biasa, pasir kapur dengan air lalu lihat berapa lapisan endapan yg akan terjadi, apa benar cuma 1 ?
    karena diaduk pada saat bersamaan. maka benda yg berat (pasir besi, pasir biasa, dan pasir kapur mengendap dg urutan seperti itu). tulang dinosurus, mayat dinosaurus, dan benda2 yg yg lebih berat akan mengendap duluan drpd trilobit yg lebih ringan

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Bagus kalo paham, tapi nyatanya Daughter isotop saat batuan vulkanik terbentuk dianggap = 0 berarti lu udah mengakui bahwa ini suatu yg salah ?

    Tetap tidak menyelesaikan masalah asumsi2 yg salah, sekali asumsinya salah maka meskipun diulang2 berapa kalipun tetap salah.
    begini deh, tunjukan saja kepada saya, mana jurnal sains yg menyatakan "revisi" 200 juta ke 1 juta itu. jangan-jangan sumber ini cuma fiktif hasil mining quote teori banjir.

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Tetap tidak menyelesaikan masalah asumsi2 yg salah, sekali asumsinya salah maka meskipun diulang2 berapa kalipun tetap salah.

    Yang saya bilang palsu cuma Teori Evolusi

    Teknik pengukuran isotop = benar
    Mengukur waktu paruh = Benar

    Tapi waktu menggunakan teknik pengukuran isotop untuk menghitung Usia batuan = salah
    Karena sistimnya menggunakan asumsi yg salah.
    yg mengusulkan penggunaan pengukuran umur batuan menggunakan isotop, itu para ahli kimia inti. bahkan mereka yg mengukur langsung di lapangan atau memprosesnya di lab. para naturalis dan biolog yg jd basis massa pengagas evolusi belum tentu ngerti yang gituan. dan hasilnya sesuai dg yg tercantum di buku sains geologi dan kimia. jika situh menyalahkan teknik penghitungan isotop utk pengukuran usia batuan itu sbg sesuatu yg salah, berarti usaha geolog dan kimia inti juga salah.
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Memang banyak Geolog yg sudah ikut arus Evolusi dan pandangan mereka menjadi bias, tapi meskipun mayoritas percaya pada Evolusi bukan berarti itu benar.

    Semua fakta2 yg sudah saya ungkap menjelaskan tentang berbagai kesalahan Teori Evolusi.

    hmmm... membawa2 mayoritas sebagai dukungan, apakah ini diskusi science ?
    sejak awal, saya sudah menyarankan situh membaca2 ttg falsifikasi sains. Sains dibangun berdasarkan pengamatan, prediksi, percobaan, dan penyusunan teori lalu diuji kembali. Setelah lolos melalui seleksi, sains kemudian diterima. Jadi kalau dibilang "mayoritas" emang apa masalahnya? artinya mereka sepakat bahwa sains yg diajukan memberikan bukti dan lolos seleksi.
    sains bukan klaim dan opini. untuk lolos jadi sains, harus dites berbagai lintas disiplin. jadi wajar jika "pendukung"-nya banyak karena yg ngetes juga banyak bidang, dites berkali2 berbagai institusi dan pribadi. dan dilakukan oleh orang-orang yg berkompeten di bidangnya.

    kalau ada org yg ngaku2 nemu teori tapi pendukungnya dikit, maka harus dicurigai kalo itu cuma klaim asal-asalan.
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    nyatanya banyak data yg saya paparkan berdasarkan penelitian para Geolog yg tidak percaya Evolusi, jadi pertanyaannya benarkah semua geolog sudah termakan oleh propaganda Evolutionis ?
    data yg situh paparkan itu termasuk hasil penelitian yg ditolak ilmuwan kompeten lainnya karena mengandung metode yg keliru dan cara kerja yg ceroboh. seperti pd kasus mt helen dan klaim batuan grand canyon itu, jelas2 penelitiannya batal karena mengandung kesalahan teknis seperti kontaminasi. percobaan gagal seperti ini yg disebut "membuktikan pengukuran selama ini memiliki asumsi salah"?

    tunjukan deh mana paper hasil penelitian tsb. kita bahas bareng2 nanti

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    berusaha menggolongkan scientist yg kritis pada Teori Evolusi sebagai para non-science dan disebut Teolog wkowkwowko... terserah ente dah

    ya intinya gak usah bawa2 cabang2 science deh, soalnya Teori Evolusi sudah berulang kali terbukti salah dari berbagai segi, jaman sekarang Teori Evolusi lebih mirip Ideologi daripada Science.
    sebelum ngata2in teori lain, coba jelaskan mengenai perlapisan di atas lapisan kambria. pada tahun berapa lapisan2 tsb mengendap?
    Last edited by E = mc²; 10-05-2012 at 11:35 AM.

  7. #67
    dokter RSJ - KM ancuur's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    RSJ - KM Jabatan:____ Dokter Jiwa
    Posts
    15,694
    lanjuuuuut.. nunggu hasil akhirnya aja gw sih

  8. #68
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Lu yakin mau ngitung Usia Fosil pake Regresi Linier ?

    itu artinya lu udah setuju bahwa Usia Fosil cuma sebuah Perkiraan wkowkwowko... purb...purb...

    eh btw, udah tau blom pertanyaan yg gw kasi itu jawabannya berapa ? (a+b=6)
    berapakah nilai b ?

    Kalo lu bisa jawab bener gw transfer duit 10jt langsung ke rek BCA lu
    Lihat.. evangelist kalap....

    Pertama AsLan nyebut2 irreducible complex sbg bukti keberadaan perancang cerdas, tapi AsLan tidak mampu menjelaskan apakah nasi goreng termasuk irreducible complex atau tidak. Mengapa AsLan tidak mampu? Karena gak ada yg AsLan bisa copas dari link evangelist-nya, selain anatomi mata dan jebakan tikus. Mengapa hanya anatomi mata dan jebakan tikus? Karena memang itu yg bisa di-copas dari link evangelist-ya.

    Kedua AsLan ngotot bahwa penentuan umur batuan dgn asumsi kadar mula-mula daughter isotop adalah nol. Padahal tidak ada asumsi itu sama sekali dlm metode radioactive-dating. Tapi mengapa AsLan tetap ngotot? Karena hanya itu yg tersedia pada link evangelist-nya.

    Ketiga AsLan pun tidak tahu apa itu regresi linier. Padahal pengamatan empiris memanfaatkan regresi linier utk mengolah data hasil pengukurannya. Ini digunakan tidak hanya dlm sains natural, tetapi juga dlm sains sosial, karena regresi linier hanyalah semata metode statistik utk mengolah data. Teologi memang tidak menggunakan regresi linier, karena teologi bukan sains.

    Terakhir yg paling picik, AsLan mengajukan persamaan a+b=6, kemudian AsLan menanyakan berapa nilai a dan b? Anak SD pun bisa menjawabnya dgn mudah bahwa nilai a=2 dan nilai b=4. Seluruh ahli matematika di dunia tidak akan pernah menyalahkan jawaban anak SD tsb, tapi kok AsLan sepertinya mengalami kesulitan berhadapan dgn persamaan tsb.


  9. #69
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ View Post
    kan situh bilang kalau yg diselamatkan ma adam gak semua spesies. padahal yg hidup sekarang ada jutaan spesies. nah, sisa spesies tambahan, itu berasal dr mana? ratusan ribu spesies nematoda, antropoda, fungi, dan makhluk2 lainnya itu dari mana asalnya?
    Nuh tidak perlu menyelamatkan semua mahluk, hanya mahluk2 yg tidak bisa survive di air saja yg perlu diselamatkan, tumbuhan, jamur dll bisa hidup dengan meninggalkan spora atau benih, mahluk air tak banyak bermasalah.

    Semua mahluk darat berasal dari Perahu Nuh, dari sana setiap pasang mahluk hidup darat diselamatkan dan dari sana mereka mulai berkembang biak dan memenuhi bumi.


    bagaimana dg lapisan sebelum banjir? pada lapisan tsb pastinya sudah ada kuburan dinosurus, dan aneka hewan lainnya. lapisan tsb tentunya tertutup lapisan lumpur trilobit. jika lapisan trilobit saja gak sampai diaduk (padahal lumpur lho, gampang kena efek pengadukan), apalagi lapisan tanah keras di bawahnya. mestinya tetap harus ditemukan lapisan di bawah kambria yg berisi aneka hewan yg tingkat taksanya lebih tinggi dr sekedar trilobit.
    Lapisan yg mengandung fossil Trilobit bukannya tidak teraduk, saat itu trilobit dan mahluk2 kecil lainnya masih hidup namun merekalah yg pertama2 tertimbun lumpur yg densitasnya paling berat, sejak itu hujan masih terus turun, ingat hujan tidak berbentuk seperti air terjun yg mengaduk2 seluruh bumi.

    Adukan air terhadap bumi hanya terjadi di beberapa tempat seperti pada bunung berapi yg bereaksi oleh genangan banjir atau longsoran tanah yg tidak stabil. Semua itu menghasilkan jenis2 endapan yg berbeda.

    karena diaduk pada saat bersamaan. maka benda yg berat (pasir besi, pasir biasa, dan pasir kapur mengendap dg urutan seperti itu). tulang dinosurus, mayat dinosaurus, dan benda2 yg yg lebih berat akan mengendap duluan drpd trilobit yg lebih ringan
    Dinosaurus baru mati setelah beberapa endapan terjadi di bawah air.
    Karena hujan terus turun maka air mengejar wilayah pegunungan, namun air hujan yg belakangan ini tidak cukup lagi untuk mengaduk dasar air dengan endapan yg sudah terbentuk sebelumnya.

    begini deh, tunjukan saja kepada saya, mana jurnal sains yg menyatakan "revisi" 200 juta ke 1 juta itu. jangan-jangan sumber ini cuma fiktif hasil mining quote teori banjir.
    ngomongin apaan sih ?


    yg mengusulkan penggunaan pengukuran umur batuan menggunakan isotop, itu para ahli kimia inti. bahkan mereka yg mengukur langsung di lapangan. para naturalis dan biolog yg jd basis massa pengagas evolusi belum tentu yg ngerti gituan. dan hasilnya sesuai dg yg tercantum di buku sains geologi dan kimia. jika situh menyalahkan teknik penghitungan isotop utk pengukuran usia batuan itu salah, berarti usaha geolog dan kimia inti juga salah
    Silahkan bawa seluruh "scientis" dari seluruh bidang ilmu apapun, sebuah kesalahan tetap sebuah kesalahan.
    Penghitungan usia dengan Radiometric Dating didasari atas asumsi2 yg tidak bisa di cross check kebenarannya:

    1. Apakah Daughter Isotop benar2 = 0 saat batuan terbentuk ?
    (akhirnya belakangan ini para scientist mengakui bahwa kritik terhadap asumsi ini benar adanya, mereka mengakui bahwa saat batuan vulkanik terbentuk, daughter isotop tidak = 0 sehingga kemudian mereka membuat asumsi2 lain yg bukan 0 namun tetap tidak akurat karena hanya sebuah asumsi yg tidak bisa di cross check kebenarannya)

    2. Kontaminasi
    Setiap Material Radioaktif yg meluruh di alam bebas akan mengotori material disekitarnya.
    Ini sebabnya pengukuran batuan vulkanik yg baru terbentuk di Mt. Ngauruhoe yg baru terbentuk 50 tahun menunjukkan Usia 133juta, 197juta tahun dan 3908 milyar tahun.

    3. Constant Decay Rate
    Selama kira2 seratus tahun belakangan ini, ahli2 fisikia mengukur tingkat decay bahan2 Radio aktif dan menemukan bahwa tingkat decay ini relatif konstan dengan eror margin yg sangat kecil, decay rate ini juga tidak terpengaruh oleh gangguan panas, tekanan, listrik dan elektromagnet.

    Namun hal ini tidak berarti para ilmuwan telah menemukan bahwa decay rate tidak bisa berubah sama sekali, mungkin ada hal2 yg bisa mengubah decay rate yg belum ditemukan, buktinya adalah penelitian terhadap Cristal Zircon yg sama menghasilkan Usia yg sangat berbeda bila dihitung menggunakan teknik Radio Metrik yg berbeda.
    Perbedaanya mencapai Range 6000 tahun hingga 1,5 Milyar tahun.



    sejak awal, saya sudah menyarankan situh membaca2 ttg falsifikasi sains. Sains dibangun berdasarkan pengamatan, prediksi, percobaan, dan penyusunan teori lalu diuji kembali. Setelah lolos melalui seleksi, sains kemudian diterima. Jadi kalau dinbilang "mayoritas" emang apa masalahnya? artinya mereka sepakat bahwa sains yg diajukan memberikan bukti dan lolos seleksi.
    sains bukan klaim dan opini. untuk lolos jadi sains, harus dites berbagai lintas disiplin. jadi wajar jika "pendukung"-nya banyak karena yg ngetes juga banyak bidang, dites berkali2 berbagai institusi dan pribadi.
    Tidak terjadi seperti itu, sifat dasar manusia adalah merasa tidak nyaman dengan hal2 yg tidak diketahui, maka pada ranah ilmu pengetahuan yg masih sangat lemah dan kekurangan banyak bukti2 empiris, "kepercayaan" menjadi faktor utama dari banyak orang yg bergelar ilmuwan.
    Dalam hal ini Teori Evolusi menjadi "pegangan" banyak orang saat mengeksplorasi wilayah2 yg belum diketahui seperti wilayah masa lalu.
    Hal ini lebih merupakan Ideologi.

    kalau ada org yg ngaku2 nemu teori tapi pendukungnya dikit, maka harus dicurigai kalo itu cuma klaim asal-asalan.
    Silahkan membuat klaim apapun, bukti2 yg saya paparkan selama ini sangat kuat.


    data yg situh paparkan itu termasuk hasil penelitian yg ditolak ilmuwan kompeten lainnya karena mengandung metode yg keliru dna cara kerja yg ceroboh. seperti pd kasus mt helen dan klaim batuan grand canyon itu, jelas2 penelitiannya batal karena mengandung kesalahan teknis kontaminasi. percobaan gagal seperti ini yg disebut "membuktikan pengukuran selama ini memiliki asumsi salah"?
    Wrong again.
    Justru penelitian Mt Helen membuktikan bahwa semua pengukuran Radiometrik Dating batuan Vulkanik pasti mengandung Kontaminasi, itu sebabnya kini ilmuwan meninggalkan teknik2 Radiometrik lama lalu membuat teknik baru yg disebut Isochron.
    Sayangnya teknik baru ini juga masih lemah dan berdiri diatas asumsi2 yg tidak bisa di cross check kebenarannya.

    Penelitian Mt Helen itu benar dan berhasil mengubah cara pikir banyak ilmuwan, tapi kalau situ masih mau bertahan dengan teknik2 Radio Dating yg kuno dan menganggapnya Absolute ya monggo

    sebelum ngata2in teori lain, coba jelaskan mengenai perlapisan di lapisan kambria. pada tahun berapa lapisan2 tsb mengendap?
    Endapan itu terjadi karena Banjir.

    ---------- Post added at 10:42 AM ---------- Previous post was at 10:37 AM ----------

    Quote Originally Posted by purba View Post
    Lihat.. evangelist kalap....

    Pertama AsLan nyebut2 irreducible complex sbg bukti keberadaan perancang cerdas, tapi AsLan tidak mampu menjelaskan apakah nasi goreng termasuk irreducible complex atau tidak. Mengapa AsLan tidak mampu? Karena gak ada yg AsLan bisa copas dari link evangelist-nya, selain anatomi mata dan jebakan tikus. Mengapa hanya anatomi mata dan jebakan tikus? Karena memang itu yg bisa di-copas dari link evangelist-ya.
    gw males nganggepin orang ngawur, tapi ya terserah deh karena lu maksa...
    Nasi Goreng bukan Ireducible Complexity.

    Kalo lu tanya lagi tentang Capcay, Fuyunghay, Kwetiaw atau Mie bakso, silahkan tanya di forum kuliner.


    Kedua AsLan ngotot bahwa penentuan umur batuan dgn asumsi kadar mula-mula daughter isotop adalah nol. Padahal tidak ada asumsi itu sama sekali dlm metode radioactive-dating. Tapi mengapa AsLan tetap ngotot? Karena hanya itu yg tersedia pada link evangelist-nya.
    Halah lu belajar aja dulu, gak ada asumsi 0 dari zimbabwe ?


    Ketiga AsLan pun tidak tahu apa itu regresi linier. Padahal pengamatan empiris memanfaatkan regresi linier utk mengolah data hasil pengukurannya. Ini digunakan tidak hanya dlm sains natural, tetapi juga dlm sains sosial, karena regresi linier hanyalah semata metode statistik utk mengolah data. Teologi memang tidak menggunakan regresi linier, karena teologi bukan sains.
    ya udah silahkan lu bikin penghitungan usia dengan regresi2an, dan silahkan bikin "perkiraan2" yg menurut lu bagus, toh itu namanya hanya sebuah "perkiraan"
    so, jangan dijadikan sebuah kepastian.


    Terakhir yg paling picik, AsLan mengajukan persamaan a+b=6, kemudian AsLan menanyakan berapa nilai a dan b? Anak SD pun bisa menjawabnya dgn mudah bahwa nilai a=2 dan nilai b=4. Seluruh ahli matematika di dunia tidak akan pernah menyalahkan jawaban anak SD tsb, tapi kok AsLan sepertinya mengalami kesulitan berhadapan dgn persamaan tsb.

    Salah ! gw lagi nanya tentang kepercayaan orang Evolusi...

    yang bener a=0 b=6
    kan udah dibilang berkali2 kalo penganut Evolusi percaya bahwa asumsinya a=0 ! jadi sori ya lu gak dapet duit

  10. #70
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Nuh tidak perlu menyelamatkan semua mahluk, hanya mahluk2 yg tidak bisa survive di air saja yg perlu diselamatkan, tumbuhan, jamur dll bisa hidup dengan meninggalkan spora atau benih, mahluk air tak banyak bermasalah.
    seriously? Noah pasti seorang yg gemar gambling, karena tidak memperhitungkan pembusukan atau benihnya terkubur lapisan yg membatu menjadi fosil tanpa sempat berkecambah.

    makhluk air tidak masalah? lha trilobit aja punah dan tidak pernah ditemukan lagi zaman sekarang

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Semua mahluk darat berasal dari Perahu Nuh, dari sana setiap pasang mahluk hidup darat diselamatkan dan dari sana mereka mulai berkembang biak dan memenuhi bumi.
    dalam perkembangbiakan itu, apakah terjadi spesiasi? dari mana jutaan spesies yg sekarang berasal?

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Lapisan yg mengandung fossil Trilobit bukannya tidak teraduk, saat itu trilobit dan mahluk2 kecil lainnya masih hidup namun merekalah yg pertama2 tertimbun lumpur yg densitasnya paling berat, sejak itu hujan masih terus turun, ingat hujan tidak berbentuk seperti air terjun yg mengaduk2 seluruh bumi.
    jenis lumpur yg terberat itu apa?

    hint: nanti saya mau bandingkan jawaban situh dg tipe batuan yg memebentuk lapisan kambria dan lapisan2 di atasnya. mana yg densitasnya lebih berat. saya dulu ngambil praktikum lumpur pemboran satu semester. tau lah harga2 densitas, tipe mekanisme pengendapan, dan sebagainya.

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Adukan air terhadap bumi hanya terjadi di beberapa tempat seperti pada bunung berapi yg bereaksi oleh genangan banjir atau longsoran tanah yg tidak stabil. Semua itu menghasilkan jenis2 endapan yg berbeda.
    Rawa emang gak keaduk? batuan beku (yg menjadi penyusun kebanyakan gunung) itu lebih kompak dan susah keaduk drpd batuan sedimen endapan di rawa, sungai, danau, dll. belum situh tidak mempertimbangkan batuan2 yg sangat solved seperti lime, dll.

    dan tetap saja itu tidak menjawab, kemana fosil/bangkai yg tertimbun sebelum banjir datang?

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Dinosaurus baru mati setelah beberapa endapan terjadi di bawah air.
    Karena hujan terus turun maka air mengejar wilayah pegunungan, namun air hujan yg belakangan ini tidak cukup lagi untuk mengaduk dasar air dengan endapan yg sudah terbentuk sebelumnya.
    tetap saja dinosaurus bakal hanyut. kalau gak semuanya, pasti ada ratusan ribu organisme yg hanyut dan mati terendapkan, yang nantinya akan diendapkan barengan dg trilobit dan makhluk2 lainnya yg mati zaman banjir besar. bangkai, dinosurus yg terluka dan sakit itu belum dihitung.

    Oya, karena nyebut2 penyebab air hujan sbg penyebab banjir, pasti perlu hujan lama dong yah utk bisa merendam semua permukaan bumi sehingga memungkinkan semua dinosaurus lari ke gunung. berapa lama hujan dan banjir tersebut berlangsung?

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Silahkan bawa seluruh "scientis" dari seluruh bidang ilmu apapun, sebuah kesalahan tetap sebuah kesalahan.
    Penghitungan usia dengan Radiometric Dating didasari atas asumsi2 yg tidak bisa di cross check kebenarannya:

    1. Apakah Daughter Isotop benar2 = 0 saat batuan terbentuk ?
    (akhirnya belakangan ini para scientist mengakui bahwa kritik terhadap asumsi ini benar adanya, mereka mengakui bahwa saat batuan vulkanik terbentuk, daughter isotop tidak = 0 sehingga kemudian mereka membuat asumsi2 lain yg bukan 0 namun tetap tidak akurat karena hanya sebuah asumsi yg tidak bisa di cross check kebenarannya)
    mana tulisan/paper/jurnal saintis yg mengakui kritik tsb? saintis yg netral lho yah. Dan situh yakin amat ya ttg daughter isotop itu? beneran ngerti nih ttg prinsip radiometri?
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    2. Kontaminasi
    Setiap Material Radioaktif yg meluruh di alam bebas akan mengotori material disekitarnya.
    Ini sebabnya pengukuran batuan vulkanik yg baru terbentuk di Mt. Ngauruhoe yg baru terbentuk 50 tahun menunjukkan Usia 133juta, 197juta tahun dan 3908 milyar tahun.
    udah baca dg baik belum paper "pengukuran" mt ngauruhoe itu? dan bagaimana mereka bisa mengeluarkan angka 3908, dll itu?

    dan terutama, paper lain yg mengoreksi hasil pengukuran itu karena metode pengukuran yg gak tepat.

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    3. Constant Decay Rate
    Selama kira2 seratus tahun belakangan ini, ahli2 fisikia mengukur tingkat decay bahan2 Radio aktif dan menemukan bahwa tingkat decay ini relatif konstan dengan eror margin yg sangat kecil, decay rate ini juga tidak terpengaruh oleh gangguan panas, tekanan, listrik dan elektromagnet.

    Namun hal ini tidak berarti para ilmuwan telah menemukan bahwa decay rate tidak bisa berubah sama sekali, mungkin ada hal2 yg bisa mengubah decay rate yg belum ditemukan, buktinya adalah penelitian terhadap Cristal Zircon yg sama menghasilkan Usia yg sangat berbeda bila dihitung menggunakan teknik Radio Metrik yg berbeda.
    Perbedaanya mencapai Range 6000 tahun hingga 1,5 Milyar tahun.
    andai teori banjir benar, semua pengukuran geologis yg dilakukan thp lapisan kambria pasti akurat karena banjir dan pembentukan lapisan kambria itu 4500 tahun lalu dan tdk terpengaruh constant decay rate. Nah, mana hasil penelitian yg menyatakan lapisan kambria 4500 tahun?

    btw, situh benar2 faham kan maksud CDR itu apa yg dimaksud? jangan asal copas doang gituh loh. soalnya pada paragrap terakhir kok jadi jakasembung. sekali lagi, penentuan konstanta CDR itu berkaitan dg kemantapan inti yg dipelajari Kimia Inti. dan saya jadi penasaran, mana sih penelitian yg bilang Kristal Zirkon itu rangenya antara 6000 s/d 1.5 milyar itu.

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Tidak terjadi seperti itu, sifat dasar manusia adalah merasa tidak nyaman dengan hal2 yg tidak diketahui, maka pada ranah ilmu pengetahuan yg masih sangat lemah dan kekurangan banyak bukti2 empiris, "kepercayaan" menjadi faktor utama dari banyak orang yg bergelar ilmuwan.
    Dalam hal ini Teori Evolusi menjadi "pegangan" banyak orang saat mengeksplorasi wilayah2 yg belum diketahui seperti wilayah masa lalu.
    Hal ini lebih merupakan Ideologi.
    Makanya, ada standar dalam penyusunan sains sehingga orang lain bisa mengecek berdasarkan standar tsb. Coba deh baca-baca ttg filsafat positivisme-nya Auguste Comte.

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Silahkan membuat klaim apapun, bukti2 yg saya paparkan selama ini sangat kuat.
    termasuk bukti banjir katastropik itu ya?
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Wrong again.
    Justru penelitian Mt Helen membuktikan bahwa semua pengukuran Radiometrik Dating batuan Vulkanik pasti mengandung Kontaminasi, itu sebabnya kini ilmuwan meninggalkan teknik2 Radiometrik lama lalu membuat teknik baru yg disebut Isochron.
    Sayangnya teknik baru ini juga masih lemah dan berdiri diatas asumsi2 yg tidak bisa di cross check kebenarannya.

    Penelitian Mt Helen itu benar dan berhasil mengubah cara pikir banyak ilmuwan, tapi kalau situ masih mau bertahan dengan teknik2 Radio Dating yg kuno dan menganggapnya Absolute ya monggo
    tuh kan, ketahuan gak baca sendiri hasil penelitian mt helen itu

    dan oyah, kok yakin banget "mengubah cara pikir banyak ilmuwan"? ilmuwan mana? ilmuwan (dan yg ngaku sok ilmuwan) yg masih bersikukuh mempercayai percobaan yg jelas-jelas cacat?
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Endapan itu terjadi karena Banjir.
    Artinya, semua lapisan Devonian, dll itu terbentuk pada tahun 2500 SM? confirm please.
    you can also find me here

  11. #71
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by AsLan
    1. Apakah Daughter Isotop benar2 = 0 saat batuan terbentuk ?
    (akhirnya belakangan ini para scientist mengakui bahwa kritik terhadap asumsi ini benar adanya, mereka mengakui bahwa saat batuan vulkanik terbentuk, daughter isotop tidak = 0 sehingga kemudian mereka membuat asumsi2 lain yg bukan 0 namun tetap tidak akurat karena hanya sebuah asumsi yg tidak bisa di cross check kebenarannya)
    Busut.. masih itu2 aja yg dipegang. Ini contoh iman buta evangelist.

    Nih, cek buku K. Krane, Introductory Nuclear Physics, page 182, gak ada tuh asumsi daughter isotope nol.
    Juga cek buku Claude J. Allegre, Isotope Geology, page 59, juga gak ada tuh asumsi daughter isotope nol.

    purba: Pake buku apa si AsLan?
    tuhan: AsLan gak pake buku purb.. tapi pake link evangelist.
    purba: Hmmm.. gitu.. (sambil manggut2)

    2. Kontaminasi
    Setiap Material Radioaktif yg meluruh di alam bebas akan mengotori material disekitarnya.
    Ini sebabnya pengukuran batuan vulkanik yg baru terbentuk di Mt. Ngauruhoe yg baru terbentuk 50 tahun menunjukkan Usia 133juta, 197juta tahun dan 3908 milyar tahun.
    AsLan pikir daughter isotope seperti sisa pembakaran, mengotori sampel, akhirnya mengganggu pengukuran.

    3. Constant Decay Rate
    Selama kira2 seratus tahun belakangan ini, ahli2 fisikia mengukur tingkat decay bahan2 Radio aktif dan menemukan bahwa tingkat decay ini relatif konstan dengan eror margin yg sangat kecil, decay rate ini juga tidak terpengaruh oleh gangguan panas, tekanan, listrik dan elektromagnet.
    Jelas sekali decay tidak terganggu panas, tekanan, dll. Lha decay adalah fenomena di dalam inti atom. Yg bertanggung jawab pada radioactive decay adalah weak interaction.

    Busuttt... Untunglah pengadilan di Amrik tidak meluluskan permintaan evangelist utk memasukkan perancang cerdas ke kurikulum sains. Seandainya ya, apa jadinya anak2 Amrik nanti?


  12. #72
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ View Post
    seriously? Noah pasti seorang yg gemar gambling, karena tidak memperhitungkan pembusukan atau benihnya terkubur lapisan yg membatu menjadi fosil tanpa sempat berkecambah.

    makhluk air tidak masalah? lha trilobit aja punah dan tidak pernah ditemukan lagi zaman sekarang
    Tidak butuh semua Trilobit hidup, hanya perlu sepasang untuk melewati masa banjir dan tidak ada jaminan setelah masa banjir mereka akan survive.


    dalam perkembangbiakan itu, apakah terjadi spesiasi? dari mana jutaan spesies yg sekarang berasal?
    Spesiasi bisa terjadi, hal itu terbukti di laboratorium, tapi bukan bukti Evolusi karena tidak ada kemunculan informasi DNA yg baru.


    dan tetap saja itu tidak menjawab, kemana fosil/bangkai yg tertimbun sebelum banjir datang?
    Sebelumnya saya tanya, bagaimana bisa terjadi Fossil ?

    Kalau seekor ikan mati di danau, apakah bangkainya akan menjadi fosil ?
    Kalau seekor kucing mati dihutan, apakah bangkainya akan menjadi fosil ?

    Jawabannya tidak.
    Binatang hanya bisa menjadi fosil apabila bangkainya diproses dengan cepat, misalnya langsung dikubur dengan cepat dalam lingkungan yg rendah oksigen, atau dengan kata lain terkubur oleh lapisan lumpur yg terjadi karena banjir.

    Kalau mau coba silahkan, taruh bangkai ikan diatas tanah dan dibiarkan, lalu ambil bangkai ikan lainnya dan segera dimasukkan kedalam adukan semen, lihat mana yg bisa menjadi fosil.

    Batu bara dan Minyak bumi adalah bukti bahwa bangkai mahluk hidup terperangkap dalam lapisan tanah secara cepat, bukan secara perlahan2.

    Selain itu Batu Bara terbukti masih mengandung C 14, Evolutionis mengatakan bahwa ini terjadi karena Kontaminasi (nih bahan buat Purba yg gak percaya bahwa sample Radio Dating bisa terkontaminasi), tapi tidak menutup kemungkinan bahwa C14 tersebut adalah bukti bahwa Batu Bara terbentuk saat banjir besar.

    Lalu mengapa ada begitu banyak fossil yg tersebar di lapisan Cambria dan lapisan atasnya ?
    Banjir Jawabannya.

    tetap saja dinosaurus bakal hanyut. kalau gak semuanya, pasti ada ratusan ribu organisme yg hanyut dan mati terendapkan, yang nantinya akan diendapkan barengan dg trilobit dan makhluk2 lainnya yg mati zaman banjir besar. bangkai, dinosurus yg terluka dan sakit itu belum dihitung.
    Banjir selama setahun menghasilkan belasan lapisan endapan, fossil yg terperangkap dilapisan2 itu menggambarkan urutan kematian yg terjadi selama banjir.

    Oya, karena nyebut2 penyebab air hujan sbg penyebab banjir, pasti perlu hujan lama dong yah utk bisa merendam semua permukaan bumi sehingga memungkinkan semua dinosaurus lari ke gunung. berapa lama hujan dan banjir tersebut berlangsung?
    Dari awal hujan hingga surut kira2 memakan waktu 370 hari atau setahun.


    btw, situh benar2 faham kan maksud CDR itu apa yg dimaksud? jangan asal copas doang gituh loh. soalnya pada paragrap terakhir kok jadi jakasembung. sekali lagi, penentuan konstanta CDR itu berkaitan dg kemantapan inti yg dipelajari Kimia Inti. dan saya jadi penasaran, mana sih penelitian yg bilang Kristal Zirkon itu rangenya antara 6000 s/d 1.5 milyar itu.
    Ada penelitian yg menunjukkan hal itu.
    Tentu saja ada yg membantah penelitian itu, intinya perdebatan antara asumsi x dan asumsi y.


    termasuk bukti banjir katastropik itu ya?

    tuh kan, ketahuan gak baca sendiri hasil penelitian mt helen itu

    dan oyah, kok yakin banget "mengubah cara pikir banyak ilmuwan"? ilmuwan mana? ilmuwan (dan yg ngaku sok ilmuwan) yg masih bersikukuh mempercayai percobaan yg jelas-jelas cacat?
    Semua komentar2 non ilmiah dan sekedar luapan emosi tidak perlu saya tanggapi, thx.

    ---------- Post added at 11:20 PM ---------- Previous post was at 11:15 PM ----------

    Quote Originally Posted by purba View Post
    Busut.. masih itu2 aja yg dipegang. Ini contoh iman buta evangelist.

    Nih, cek buku K. Krane, Introductory Nuclear Physics, page 182, gak ada tuh asumsi daughter isotope nol.
    Juga cek buku Claude J. Allegre, Isotope Geology, page 59, juga gak ada tuh asumsi daughter isotope nol.

    purba: Pake buku apa si AsLan?
    tuhan: AsLan gak pake buku purb.. tapi pake link evangelist.
    purba: Hmmm.. gitu.. (sambil manggut2)



    AsLan pikir daughter isotope seperti sisa pembakaran, mengotori sampel, akhirnya mengganggu pengukuran.
    Ok berarti gak bisa terjadi kontaminasi ? beneran nih lu yakin ?
    Sip, berarti kalo di batu bara masih ada Carbon 14 itu artinya batu bara terjadi dibawah usia 50rb tahun, ini menurut Dr Purbaningrum wkowkwowok...


    Jelas sekali decay tidak terganggu panas, tekanan, dll. Lha decay adalah fenomena di dalam inti atom. Yg bertanggung jawab pada radioactive decay adalah weak interaction.
    ya memang gw bilang begitu, lu mah cuma ngikut gw doang

  13. #73
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Ok berarti gak bisa terjadi kontaminasi ? beneran nih lu yakin ?
    Sip, berarti kalo di batu bara masih ada Carbon 14 itu artinya batu bara terjadi dibawah usia 50rb tahun, ini menurut Dr Purbaningrum wkowkwowok...
    Jadi udah gak ngotot lagi nih daughter isotope nol? Baguslah dah sadar dikit....

    Trus, lu kira batasan 50rb tahun berarti C14 udah gak ada lagi di batu bara?

    ya memang gw bilang begitu, lu mah cuma ngikut gw doang
    Bukan. Kaum evangelist juga mempermasalahkan decay rate. Mereka berandai2 kalo decay rate jaman dulu lebih besar dari pada jaman sekarang karena pengaruh panas, tekanan, dll, sehingga batuan kelihatan tua. Coba lu cek lagi link evangelistnya, sapa tau lu salah copas...


  14. #74
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Tidak butuh semua Trilobit hidup, hanya perlu sepasang untuk melewati masa banjir dan tidak ada jaminan setelah masa banjir mereka akan survive.
    dengan logika ini, artinya lapisan kambria akan sangat kaya dengan lapisan fosil m.h yg jumlahnya komplet aneka taksa yang tidak bisa ditemukan lagi di era skrg. nyatanya, semua hewan di lapisan kambria malah memunculkan makhluk2 taksa rendah saja.

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Spesiasi bisa terjadi, hal itu terbukti di laboratorium, tapi bukan bukti Evolusi karena tidak ada kemunculan informasi DNA yg baru.
    segini doang pemahaman situh thp biologi, nih? Bagaimana bisa spesiasi tanpa terjadi penambahan informasi DNA baru? copas dari kata purba, "busssutttt"....

    jangan-jangan gak faham apa arti kata "spesiasi"

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Sebelumnya saya tanya, bagaimana bisa terjadi Fossil ?

    Kalau seekor ikan mati di danau, apakah bangkainya akan menjadi fosil ?
    Kalau seekor kucing mati dihutan, apakah bangkainya akan menjadi fosil ?

    Jawabannya tidak.
    Binatang hanya bisa menjadi fosil apabila bangkainya diproses dengan cepat, misalnya langsung dikubur dengan cepat dalam lingkungan yg rendah oksigen, atau dengan kata lain terkubur oleh lapisan lumpur yg terjadi karena banjir.

    Kalau mau coba silahkan, taruh bangkai ikan diatas tanah dan dibiarkan, lalu ambil bangkai ikan lainnya dan segera dimasukkan kedalam adukan semen, lihat mana yg bisa menjadi fosil.
    sekarang situh mau bawa2 teori pembentukan fosil nih? yakin faham?

    fosil ikan darat yang ditemukan, banyak yg ditemukan di endapan lakustrin (endapan danau), begitupun fosil2 kucing meski memang tidak semua hewan bakal menjadi fosil.

    pembentukan fosil juga gak serta-merta berarti terjadi karena bangkai m.h ditutup tanah secara cepat. proses longsor yg mengubur m.h gak serta merta menjadikan bangkainya otomatis menjadi fosil. banyak yg akan membusuk.

    dan bayangkan banjir yang terjadi selama setahun penuh... air akan membuat busuk hampir semua bangkai yang tertimbun.

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Batu bara dan Minyak bumi adalah bukti bahwa bangkai mahluk hidup terperangkap dalam lapisan tanah secara cepat, bukan secara perlahan2.

    Selain itu Batu Bara terbukti masih mengandung C 14, Evolutionis mengatakan bahwa ini terjadi karena Kontaminasi (nih bahan buat Purba yg gak percaya bahwa sample Radio Dating bisa terkontaminasi), tapi tidak menutup kemungkinan bahwa C14 tersebut adalah bukti bahwa Batu Bara terbentuk saat banjir besar.
    bawa-bawa teori pembentukan minyak dan batu bara? sebelum berkoar-koar lebih jauh ttg hal ini, fahami dulu istilah-istilah seperti kerosen, sedimen resen, trap, closure, porfirin, optik polarisasi, anaerob, diagenesis, degradasi thermal, parafin, Hidrokarbon type 1, hydrokarbon type 2, hydrokarbon type 3, hydrokarbon type 4, dll.

    kalau sudah ngerti, saya siap ladeni pemahaman situh ttg proses pembentukan batubara dan minyak bumi.
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Banjir Jawabannya.

    Banjir selama setahun menghasilkan belasan lapisan endapan, fossil yg terperangkap dilapisan2 itu menggambarkan urutan kematian yg terjadi selama banjir.

    Dari awal hujan hingga surut kira2 memakan waktu 370 hari atau setahun.
    jadi, pas banjir besar itu, semua manusia, kucing, kadal, kelomang kura-kura, bahkan dinosaurus bisa melarikan diri dahulu ke gunung termasuk bangkai dinosaurus. artinya banjirnya terjadi secara perlahan-lahan ya? sehingga masih sempat dievakuasi ke gunung? jadi yg benar2 menutupi semua permukaan bumi itu pada hari ke berapa?

    dan apakah situh benar2 melupakan bahwa banyak bangunan yg lebih tua dr 4500 tahun tapi gak ikut terkubur batuan berkilo2 meter (jarak antara kambria dengan quartenary itu sangat-sangat jauh banget).

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Ada penelitian yg menunjukkan hal itu.
    Tentu saja ada yg membantah penelitian itu, intinya perdebatan antara asumsi x dan asumsi y.
    pertanyaannya, situh udah membaca sendiri hasil penelitian itu gak? atau cuma copas doang tanpa baca sendiri hasil penelitiannya?

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Semua komentar2 non ilmiah dan sekedar luapan emosi tidak perlu saya tanggapi, thx.
    berbicara dengan komentar ilmiah? padahal yg saya minta justru mana hasil penelitian ilmiahnya

    atau kalau perlu diperjelas, mana hasil penelitian ilmiah yang mengatakan lapisan kambria dan semua lapisan bumi sisanya itu semua terbentuk tahun 2500 SM? Mana hasil penelitian yg mengatakan bahwa radiometri harus dimulai dg daughtre isotop=0? mana hasil penelitian yang menyatakan bahwa dinosaurus masih hidup pada zaman manusia? mana hasil penelitian yang menyatakan semua keanekaragaman spesies yang berasal sekarang diturunkan dari beberapa spesies saja yg "punya kekayaan genetik lengkap" lalu berspesiasi hanya dalam waktu 4500 tahun?
    you can also find me here

  15. #75
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ View Post
    dengan logika ini, artinya lapisan kambria akan sangat kaya dengan lapisan fosil m.h yg jumlahnya komplet aneka taksa yang tidak bisa ditemukan lagi di era skrg. nyatanya, semua hewan di lapisan kambria malah memunculkan makhluk2 taksa rendah saja.
    Wajar karena banjir membuat banyak lapisan.


    segini doang pemahaman situh thp biologi, nih? Bagaimana bisa spesiasi tanpa terjadi penambahan informasi DNA baru? copas dari kata purba, "busssutttt"....
    Nyatanya ini adalah satu pertanyaan yg tidak bisa terjawab oleh Evolusi.

    jangan-jangan gak faham apa arti kata "spesiasi"

    sekarang situh mau bawa2 teori pembentukan fosil nih? yakin faham?

    fosil ikan darat yang ditemukan, banyak yg ditemukan di endapan lakustrin (endapan danau), begitupun fosil2 kucing meski memang tidak semua hewan bakal menjadi fosil.
    yup, karena banjir.

    pembentukan fosil juga gak serta-merta berarti terjadi karena bangkai m.h ditutup tanah secara cepat. proses longsor yg mengubur m.h gak serta merta menjadikan bangkainya otomatis menjadi fosil. banyak yg akan membusuk.
    o ya ? ada bukti bahwa bangkai yg tergeletak di air atau di udara bebas bisa menjadi fossil ?

    dan bayangkan banjir yang terjadi selama setahun penuh... air akan membuat busuk hampir semua bangkai yang tertimbun.
    iya kalo lu bayangin banjir seperti kolam renang...
    Kita bicara tentang bangkai yg tertimbun lumpur dan lapisan tanah.


    bawa-bawa teori pembentukan minyak dan batu bara? sebelum berkoar-koar lebih jauh ttg hal ini, fahami dulu istilah-istilah seperti kerosen, sedimen resen, trap, closure, porfirin, optik polarisasi, anaerob, diagenesis, degradasi thermal, parafin, Hidrokarbon type 1, hydrokarbon type 2, hydrokarbon type 3, hydrokarbon type 4, dll.
    wkowkwow... pamer2 istilah2 canggih tidak berarti logika dasarnya benar

    kalau sudah ngerti, saya siap ladeni pemahaman situh ttg proses pembentukan batubara dan minyak bumi.
    silahkan.


    jadi, pas banjir besar itu, semua manusia, kucing, kadal, kelomang kura-kura, bahkan dinosaurus bisa melarikan diri dahulu ke gunung termasuk bangkai dinosaurus. artinya banjirnya terjadi secara perlahan-lahan ya? sehingga masih sempat dievakuasi ke gunung? jadi yg benar2 menutupi semua permukaan bumi itu pada hari ke berapa?
    Tidak ada yg tahu hari keberapa gunung2 tertutup air, yg pasti seluruh permukaan bumi tertutup air.

    dan apakah situh benar2 melupakan bahwa banyak bangunan yg lebih tua dr 4500 tahun tapi gak ikut terkubur batuan berkilo2 meter (jarak antara kambria dengan quartenary itu sangat-sangat jauh banget).
    Tidak ada bukti bahwa bangunan2 itu berasal dari sebelum banjir besar.


    pertanyaannya, situh udah membaca sendiri hasil penelitian itu gak? atau cuma copas doang tanpa baca sendiri hasil penelitiannya?

    silahkan bantah argumen saya, thats all. (kalo bisa)


    berbicara dengan komentar ilmiah? padahal yg saya minta justru mana hasil penelitian ilmiahnya
    ada dong.

    atau kalau perlu diperjelas, mana hasil penelitian ilmiah yang mengatakan lapisan kambria dan semua lapisan bumi sisanya itu semua terbentuk tahun 2500 SM? Mana hasil penelitian yg mengatakan bahwa radiometri harus dimulai dg daughtre isotop=0? mana hasil penelitian yang menyatakan bahwa dinosaurus masih hidup pada zaman manusia? mana hasil penelitian yang menyatakan semua keanekaragaman spesies yang berasal sekarang diturunkan dari beberapa spesies saja yg "punya kekayaan genetik lengkap" lalu berspesiasi hanya dalam waktu 4500 tahun?
    silahkan google sendiri "Catastrophism theory"

  16. #76
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Wajar karena banjir membuat banyak lapisan.
    salah satu bukti perlapisan kambria yg terlihat nyata adalah Grand Canyon. Grand Canyon memiliki banyak perlapisan dari puncaknya sampai dasar sungainya. Yang menjadi tebing muka sungai adalah lapisan kambria (dasar sungai kolorado yang sekarang sedang menggerus lapisan prakmabria). dan jarak antara lapisan kambria dg lapisan puncak ini hampir 2 kilometer. jarak yg amat jauh. banjir yang hanya 1x tidak akan pernah menghasilkan lapisan luar biasa tebal ini apalagi banjirnya terjadi perlahan-lahan (biar dinosaurus bisa kabur ke gunung). Kalau terbentuk pun, mestiunya ketebalan serupa akan ditemukan di seluruh penjuru dunia dna dunia tertimbun lapisan tebal serupa apalagi periodenya yg amat pendek, ahnya 4500 tahun saja.

    Sebelum menjawab pake asumsi-asumsi aneh, tolong jelaskan mekanisme pembentukan lapisan amat tebal tsb, bagaimana mekanisme banjir setahun dan perlahan bisa menghasilkan ketebalan lapisan yg beraneka ragam dan amat-amat tebal.

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Nyatanya ini adalah satu pertanyaan yg tidak bisa terjawab oleh Evolusi.
    tragisnya, situh yg ngotot bilang evolusi salah, tapi justru malah menggunakan hasil evolusi yakni spesiasi utk mendukung teori banjir besar

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    o ya ? ada bukti bahwa bangkai yg tergeletak di air atau di udara bebas bisa menjadi fossil ?
    siapa yg bilang begitu?

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    iya kalo lu bayangin banjir seperti kolam renang...
    Kita bicara tentang bangkai yg tertimbun lumpur dan lapisan tanah.
    makanya, jelasin dulu pernyataan saya yang ditebalkan sebelumnya...

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    wkowkwow... pamer2 istilah2 canggih tidak berarti logika dasarnya benar

    silahkan.
    bukan pamer, kebetulan saja saya mengambil mata kuliah Geologi Migas, dan dalam pelajaran tsb saya tidak menemukan apapun yg situh sebutkan ttg pembentukan migas.

    Makanya, saya mengajukan pertanyaan, apakah situh benar2 faham ttg mekanisme pembentukan migas/batu bara? atau cuma seperti biasa, asal samber saja tapi pas ditanya teknis malah kabur?

    menuduh penelitian orang lain gak pake logika yg bener? maksudnya yg bener itu ada yg mensyaratkan pake anakan isotop=0?

    saran saya saja sih, drpd asal comot hal-hal yg belum tentu situh ngerti (apalagi sumber copasannya juga mengindikasikan si penulisnya gak ngerti juga) tapi pas ditanya malah gak bisa, mending tulis sendiri hal-hal yg situh mengerti saja...

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Tidak ada yg tahu hari keberapa gunung2 tertutup air, yg pasti seluruh permukaan bumi tertutup air.
    tidak ada yang tahu dan tidak ada bukti bukanlah hal yang sama.
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Tidak ada bukti bahwa bangunan2 itu berasal dari sebelum banjir besar.

    silahkan bantah argumen saya, thats all. (kalo bisa)

    ada dong.

    silahkan google sendiri "Catastrophism theory"
    karena situh juga cuma bisa nyuruh googling. Silahkan googling ttg Sialk Ziggurat. zigurat tsb berasal dr millenium ketiga sebelum masehi. dan jangan lupakan situs2 megalitikum seperti Carnac, Stonehenge, belum yg datang dr era paleo hingga neolithicum seperti lukisan2 gua dan ratusan ribu artefak purba yg ditemukan. bangunan2 tsb tak pernah mengindikasikan pernah terendam air apalagi terkubur lumpur. kalau mau membantah perhitungan sejarawan tsb silahkan saja, asal dg penelitian yg kredibel saja.
    you can also find me here

  17. #77
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ View Post
    salah satu bukti perlapisan kambria yg terlihat nyata adalah Grand Canyon. Grand Canyon memiliki banyak perlapisan dari puncaknya sampai dasar sungainya. Yang menjadi tebing muka sungai adalah lapisan kambria (dasar sungai kolorado yang sekarang sedang menggerus lapisan prakmabria). dan jarak antara lapisan kambria dg lapisan puncak ini hampir 2 kilometer. jarak yg amat jauh. banjir yang hanya 1x tidak akan pernah menghasilkan lapisan luar biasa tebal ini apalagi banjirnya terjadi perlahan-lahan (biar dinosaurus bisa kabur ke gunung). Kalau terbentuk pun, mestiunya ketebalan serupa akan ditemukan di seluruh penjuru dunia dna dunia tertimbun lapisan tebal serupa apalagi periodenya yg amat pendek, ahnya 4500 tahun saja.

    Sebelum menjawab pake asumsi-asumsi aneh, tolong jelaskan mekanisme pembentukan lapisan amat tebal tsb, bagaimana mekanisme banjir setahun dan perlahan bisa menghasilkan ketebalan lapisan yg beraneka ragam dan amat-amat tebal.
    Bisa.
    Banjir terjadi dalam waktu satu tahun dengan kecepatan naik air yg berbeda antara permulaan banjir dengan akhir banjir.
    Selain itu air berasal dari 2 arah, yg pertama berasal dari dalam bumi, yg ke 2 dari langit.

    Yang berasal dari dalam bumi mungkin mirip dengan kasus lumpur lapindo namun dengan intensitas yg lebih dahsyat namun hanya terjadi di wilayah2 tertentu, tergantung situasi geologis.
    Keluarnya air dan lumpur dari bumi juga bisa terjadi didalam lautan.

    Selain itu air juga bisa memicu letusan gunung berapi atau minimal menyebabkan luapan air yg memuai di wilayah2 tertentu.

    Air yg berasal dari atmosfir menyebabkan longoran batuan dan tanah yg bergerak dari wilayah tinggi ke wilayah rendah, juga akan mencampur longsoran lumpur dengan genangan air.

    Gabungan antara lumpur yg keluar dari perut bumi dengan longsoran lumpur dari pegunungan bisa membuat lapisan yg sangat tebal.



    tragisnya, situh yg ngotot bilang evolusi salah, tapi justru malah menggunakan hasil evolusi yakni spesiasi utk mendukung teori banjir besar
    Nope. Speciasi bukan Evolusi karena tidak ada pembentukan informasi DNA yg baru.


    siapa yg bilang begitu?


    makanya, jelasin dulu pernyataan saya yang ditebalkan sebelumnya...

    bukan pamer, kebetulan saja saya mengambil mata kuliah Geologi Migas, dan dalam pelajaran tsb saya tidak menemukan apapun yg situh sebutkan ttg pembentukan migas.
    Berarti banyak hal yg lu belum tau.
    Teori pembentukan Batu Bara bukan cuma 1, ada teori lain yg menunjukkan bahwa batu bara bisa terbentuk dalam waktu yg tidak terlalu lama.

    Teori ini dimulai dari penemuan Fossil tanaman yg tidak sesuai dengan Teori lama tentang pembentukan batu bara dimana katanya tanaman pembentuk batu bara harus berasal dari wilayah Rawa2.
    Namun penelitian menunjukkan bahwa terdapat fossil tanaman yg bukan tumbuh diwilayah rawa melainkan tumbuh di wilayah kering.

    Penelitian lain juga menemukan banyak fossil mahluk laut didalam batu bara, padahal batu bara harus terbuat dari tanaman darat.



    menuduh penelitian orang lain gak pake logika yg bener? maksudnya yg bener itu ada yg mensyaratkan pake anakan isotop=0?
    Pengukuran batuan vulkanis dengan teknik K-Ar pada dasarnya mengukur jumlah Kalium yg telah meluruh menjadi Argon.
    Argon adalah gas yg secara teori akan meninggalkan batuan saat batuan itu meleleh dan berbentuk cair, maka konsepnya adalah diasumsikan bahwa saat lahar membeku maka seluruh Argon telah hilang sehingga saat itu disebut sebagai saat awal usia batuan.


    ini dari situs http://geology.about.com/od/geotime_...gon_dating.htm

    Potassium-Argon Basics

    Potassium occurs in two stable isotopes (41K and 39K) and one radioactive isotope (40K). Potassium-40 decays with a half-life of 1250 million years, meaning that half of the 40K atoms are gone after that span of time. Its decay yields argon-40 and calcium-40 in a ratio of 11 to 89. The K-Ar method works by counting these radiogenic 40Ar atoms trapped inside minerals.

    What simplifies things is that potassium is a reactive metal and argon is an inert gas: Potassium is always tightly locked up in minerals whereas argon is not part of any minerals. Argon makes up 1 percent of the atmosphere. So assuming that no air gets into a mineral grain when it first forms, it has zero argon content. That is, a fresh mineral grain has its K-Ar "clock" set at zero.




    saran saya saja sih, drpd asal comot hal-hal yg belum tentu situh ngerti (apalagi sumber copasannya juga mengindikasikan si penulisnya gak ngerti juga) tapi pas ditanya malah gak bisa, mending tulis sendiri hal-hal yg situh mengerti saja...


    karena situh juga cuma bisa nyuruh googling. Silahkan googling ttg Sialk Ziggurat. zigurat tsb berasal dr millenium ketiga sebelum masehi. dan jangan lupakan situs2 megalitikum seperti Carnac, Stonehenge, belum yg datang dr era paleo hingga neolithicum seperti lukisan2 gua dan ratusan ribu artefak purba yg ditemukan. bangunan2 tsb tak pernah mengindikasikan pernah terendam air apalagi terkubur lumpur. kalau mau membantah perhitungan sejarawan tsb silahkan saja, asal dg penelitian yg kredibel saja.
    Kemungkinan besar Ziggurat dibangun tidak lama setelah banjir besar.
    Kitab suci mencatat pembangunan Menara Babel dilakukan sekitar 100 tahun setelah Banjir.

    Begitu juga dengan Stonehenge, dibangun tidak lama berselang dari peristiwa banjir besar.

    Yang jadi masalah adalah pengukuran batuan vulkanis tidak mungkin digunakan untuk menghitung permulaan pembangunan sebuah bangunan sehingga tidak ada cara yang akurat untuk menghitung usia bangunan kuno.
    Last edited by AsLan; 13-05-2012 at 09:58 PM.

  18. #78
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Pengukuran batuan vulkanis dengan teknik K-Ar pada dasarnya mengukur jumlah Kalium yg telah meluruh menjadi Argon. Argon adalah gas yg secara teori akan meninggalkan batuan saat batuan itu meleleh dan berbentuk cair, maka konsepnya adalah diasumsikan bahwa saat lahar membeku maka seluruh Argon telah hilang sehingga saat itu disebut sebagai saat awal usia batuan.

    ini dari situs http://geology.about.com/od/geotime_...gon_dating.htm

    Potassium-Argon Basics

    Potassium occurs in two stable isotopes (41K and 39K) and one radioactive isotope (40K). Potassium-40 decays with a half-life of 1250 million years, meaning that half of the 40K atoms are gone after that span of time. Its decay yields argon-40 and calcium-40 in a ratio of 11 to 89. The K-Ar method works by counting these radiogenic 40Ar atoms trapped inside minerals.

    What simplifies things is that potassium is a reactive metal and argon is an inert gas: Potassium is always tightly locked up in minerals whereas argon is not part of any minerals. Argon makes up 1 percent of the atmosphere. So assuming that no air gets into a mineral grain when it first forms, it has zero argon content. That is, a fresh mineral grain has its K-Ar "clock" set at zero.
    Kalo nge-link, jangan diambil sepotong2 donk, yg kumplit.

    Di link tsb juga dibahas jika ada kemungkinan daughter isotope-nya gak nol.

    Kalo di buku2 SMA memang selalu diasumsikan daughter isotope sama dengan nol. Itu semata utk memudahkan anak SMA memahami prinsip radioactive-dating. Kalo kalangan profesional tentunya juga mempertimbangkan hal-hal lain.


  19. #79
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Bisa.
    Banjir terjadi dalam waktu satu tahun dengan kecepatan naik air yg berbeda antara permulaan banjir dengan akhir banjir.
    Selain itu air berasal dari 2 arah, yg pertama berasal dari dalam bumi, yg ke 2 dari langit.

    Yang berasal dari dalam bumi mungkin mirip dengan kasus lumpur lapindo namun dengan intensitas yg lebih dahsyat namun hanya terjadi di wilayah2 tertentu, tergantung situasi geologis.
    Keluarnya air dan lumpur dari bumi juga bisa terjadi didalam lautan.

    Selain itu air juga bisa memicu letusan gunung berapi atau minimal menyebabkan luapan air yg memuai di wilayah2 tertentu.

    Air yg berasal dari atmosfir menyebabkan longoran batuan dan tanah yg bergerak dari wilayah tinggi ke wilayah rendah, juga akan mencampur longsoran lumpur dengan genangan air.

    Gabungan antara lumpur yg keluar dari perut bumi dengan longsoran lumpur dari pegunungan bisa membuat lapisan yg sangat tebal.
    Kalau situh belajar ttg Sedimentasi dan Pengendapan (atau ilmu Geologi secara umum deh), hal-hal yg disebutkan di atas bisa dikatakan sulit terjadi kalau gak dikatakan mustahil.

    pertama, air yg tiba2 memenuhi bumi dan menghilang begitu saja hanya dalam tempo 4500 tahun. adakah catatan geologis modern yg mengisyaratkan hal tsb pernah terjadi? kemana air-air tsb menghilang? Kalau mau nyamber data bulan dan mars yg dulu punya air, simulasi komputer modern bisa menunjukan kehilangan air tsb bukan dalam tempo singkat dan tiba-tiba begitu saja. ada faktor lain yg terkait seperti fenomena atmosfer, geologis, dan iklim. Untuk kasus banjir besar 2500SM, adakah bukti2 bahwa atmosfer, geologis, dan iklim bumi berubah secara drastis dalam 4500 tahun? mana hasil penelitiannya? mana bukti bahwa jumlah air di bumi berkurang dan bertambah drastis dalam waktu setahun di era 4500 tahun yg lalu?

    kedua, dalam prinsip dasar geologi (termasuk hukum sederhana Steno--terlepas dr Steno yg mempercayai adanya banjir besar ketika dia udah jadi uskup tp tak menjadikan lapisan kambria sbg latar banjir besar itu), endapan-endapan yg terbentuk dalam setahun tidak akan mungkin menghasilkan endapan setebal Grand Canyon. kalaupun terjadi, banjirnya pasti luar biasa campur aduk dengan mengendapkan milyaran ton batuan dalam satu tahun saja, dan dalam tempo yg sesingkat itu (arusnya pasti turbidite) tidak akan dihasilkan endapan yg penyortiran fosil seperti yg terlihat sekarang. Lagian, pasti akan terdapat pengamatan endapan serupa di seluruh penjuru dunia lainnya. kenyataannya tidak.

    Terlalu banyak asumsi (terlalu banyak pengadaian namun fatal secara prinsipil sains sederhana sekalipun), sementara bukti dan penjelasan mekanisme detailnya begitu minim dan serampangan.

    dengan logika ini saja,
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Gabungan antara lumpur yg keluar dari perut bumi dengan longsoran lumpur dari pegunungan bisa membuat lapisan yg sangat tebal.
    mestinya daratan hasil pengendapan banjir akan berbentuk datar dan merata di seluruh dunia. tidak akan ada lembah (seluruh lembah di bumi tertutup lumpur) dan tidak ada gunung tinggi (gunung melongsorkan batuannya). 4500 tahun bukan waktu yg terlampau lama. Bukti dan pengamatan bahkan jejak tanah yg kita pijak pasti akan memberikan rekaman banjir dari seluruh penjuru dunia.

    Endapan lumpur akan ada dimana-mana di seluruh penjuru dunia. tapi coba tanyakan ke orang geologi, apakah jejak endapan yg seragam ini ditemukan, katakanlah, di indonesia?
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Berarti banyak hal yg lu belum tau.
    Teori pembentukan Batu Bara bukan cuma 1, ada teori lain yg menunjukkan bahwa batu bara bisa terbentuk dalam waktu yg tidak terlalu lama.

    Teori ini dimulai dari penemuan Fossil tanaman yg tidak sesuai dengan Teori lama tentang pembentukan batu bara dimana katanya tanaman pembentuk batu bara harus berasal dari wilayah Rawa2.

    Namun penelitian menunjukkan bahwa terdapat fossil tanaman yg bukan tumbuh diwilayah rawa melainkan tumbuh di wilayah kering.

    Penelitian lain juga menemukan banyak fossil mahluk laut didalam batu bara, padahal batu bara harus terbuat dari tanaman darat.
    makanya, saya menyuruh situh belajar ttg tipe-tipe Kerogen I s/d IV, dalam teori pembentukan migas/batubara tsb gak disebutkan bahwa batubara harus selalu dr tumbuhan darat atau harus selalu berada di lingkungan rawa. Serius, situh perlu membacanya.

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Pengukuran batuan vulkanis dengan teknik K-Ar pada dasarnya mengukur jumlah Kalium yg telah meluruh menjadi Argon.
    Argon adalah gas yg secara teori akan meninggalkan batuan saat batuan itu meleleh dan berbentuk cair, maka konsepnya adalah diasumsikan bahwa saat lahar membeku maka seluruh Argon telah hilang sehingga saat itu disebut sebagai saat awal usia batuan.

    ini dari situs http://geology.about.com/od/geotime_...gon_dating.htm

    Potassium-Argon Basics

    Potassium occurs in two stable isotopes (41K and 39K) and one radioactive isotope (40K). Potassium-40 decays with a half-life of 1250 million years, meaning that half of the 40K atoms are gone after that span of time. Its decay yields argon-40 and calcium-40 in a ratio of 11 to 89. The K-Ar method works by counting these radiogenic 40Ar atoms trapped inside minerals.

    What simplifies things is that potassium is a reactive metal and argon is an inert gas: Potassium is always tightly locked up in minerals whereas argon is not part of any minerals. Argon makes up 1 percent of the atmosphere. So assuming that no air gets into a mineral grain when it first forms, it has zero argon content. That is, a fresh mineral grain has its K-Ar "clock" set at zero.
    seperti kata Purba, ini adalah quote mining, banyak hal yang situh penggal begitu saja tanpa pemahaman utuh.

    Lagian, dalam teori pembentukan batuan beku (lahar menjadi batu) tidak pernah disyaratkan bahwa seluruh gas yang terelease selalu lepas menjadi gas bebas. Kebanyakan gas tersebut terikat dengan mineral pembentukan batuannya atau malah si gas terperangkap dalam pori batuannya sendiri (porositas tidak efektif).

    Argon memang gas inert sukar bereaksi, tapi ketika Kalium meluruh menjadi argon, argon hasil peluruhan tidak serta-merta lepas dan keluar dari batuan, dalam praktek pengukuran sudah diperhitungkan hal-hal seperti itu (baca saja kelanjutan link yg situh kutip).
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Kemungkinan besar Ziggurat dibangun tidak lama setelah banjir besar.
    Kitab suci mencatat pembangunan Menara Babel dilakukan sekitar 100 tahun setelah Banjir.

    Begitu juga dengan Stonehenge, dibangun tidak lama berselang dari peristiwa banjir besar.

    Yang jadi masalah adalah pengukuran batuan vulkanis tidak mungkin digunakan untuk menghitung permulaan pembangunan sebuah bangunan sehingga tidak ada cara yang akurat untuk menghitung usia bangunan kuno.
    kebudayaan sumeria (dan bangsa2 sesudahnya yg membangun ziggurat era-era awal) dan babilonia pautannya sangat jauh, ribuan tahun sebelum bangsa Babilonia dan menara babel dibangun. Setidaknya, itu yg ditulis di buku sejarah.

    stonehenge dan peradaban purba muncul setelah era banjir 2500SM? any links/info?

    tidak ada cara akurat utk menghitung usia bangunan kuno? jadi situh kembali menambah deretan ilmu yg dianggap salah dengan menyertakan arkeologi?

    ---------- Post added at 12:19 PM ---------- Previous post was at 11:26 AM ----------

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Nope. Speciasi bukan Evolusi karena tidak ada pembentukan informasi DNA yg baru.
    jika spesiasi bukan hasil evolusi, tapi hasil dr pengembangbiakan organisme yg "memiliki perpustakaan genetis lengkap", maka saya ingin tanya, organisme apa yg disebut memiliki perpustakaan genetis lengkap shg bisa menghasilkan ribuan spesies baru? amna yg disebut organisme dg "perpustakaan genetis lengkap" itu? apa itu artinya ribuan kumbang dan ratusan capung berasal dr satu spesies sama?
    jika demikian, artinya ada "kecenderungan degradasi kelengkapan" dr tiap generasi (masa 4500 tahun paling hanya menghasilkan ratusan generasi saja). apa yg bisa dijadikan bukti dan petunjuk bahwa organisme yg hidup skrg memiliki "perpustakaan genetis" tidak selengkap m.h 4500 tahun lalu?
    you can also find me here

  20. #80
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ View Post
    Kalau situh belajar ttg Sedimentasi dan Pengendapan (atau ilmu Geologi secara umum deh), hal-hal yg disebutkan di atas bisa dikatakan sulit terjadi kalau gak dikatakan mustahil.
    Bisa dan memang terjadi.

    pertama, air yg tiba2 memenuhi bumi dan menghilang begitu saja hanya dalam tempo 4500 tahun. adakah catatan geologis modern yg mengisyaratkan hal tsb pernah terjadi? kemana air-air tsb menghilang? Kalau mau nyamber data bulan dan mars yg dulu punya air, simulasi komputer modern bisa menunjukan kehilangan air tsb bukan dalam tempo singkat dan tiba-tiba begitu saja. ada faktor lain yg terkait seperti fenomena atmosfer, geologis, dan iklim. Untuk kasus banjir besar 2500SM, adakah bukti2 bahwa atmosfer, geologis, dan iklim bumi berubah secara drastis dalam 4500 tahun? mana hasil penelitiannya? mana bukti bahwa jumlah air di bumi berkurang dan bertambah drastis dalam waktu setahun di era 4500 tahun yg lalu?
    Banyak bukti2 terjadinya banjir besar, kumpulan fosil yg begitu banyak pada lapisan kambria dan atasnya merupakan salah satu bukti terjadi kematian massal dengan timbunan lumpur yg cepat sehingga memungkinkan terjadinya fossil.

    Jumlah air tetap sama, namun Banjir memicu gerakan lempeng dan aktivitas vulkanis, setelah banjir selesai maka terjadi dataran yg lebih tinggi dan lautan yg lebih dalam sehingga ada daratan yg kering dan cekungan yg cukup untuk menampung air.

    kedua, dalam prinsip dasar geologi (termasuk hukum sederhana Steno--terlepas dr Steno yg mempercayai adanya banjir besar ketika dia udah jadi uskup tp tak menjadikan lapisan kambria sbg latar banjir besar itu), endapan-endapan yg terbentuk dalam setahun tidak akan mungkin menghasilkan endapan setebal Grand Canyon. kalaupun terjadi, banjirnya pasti luar biasa campur aduk dengan mengendapkan milyaran ton batuan dalam satu tahun saja, dan dalam tempo yg sesingkat itu (arusnya pasti turbidite) tidak akan dihasilkan endapan yg penyortiran fosil seperti yg terlihat sekarang. Lagian, pasti akan terdapat pengamatan endapan serupa di seluruh penjuru dunia lainnya. kenyataannya tidak.
    Banjir yg menenggelamkan seluruh dunia sudah jelas merupakan peristiwa yg dahsyat.
    Endapan banjir terjadi diseluruh dunia, begitu pula fossil tersebar diseluruh dunia membuktikan kematian yg terjadi secara besar2an.



    Mahluk hidup terkubur dan menjadi fossil secara cepat dan mendadak, beberapa fossil Trilobit bahkan masih memiliki lensa mata yg lengkap sehingga bisa diteliti.

    Bahkan ditemukan Fossil ichthyosaur yang sedang melahirkan anak, ikan yg sedang makan mangsanya dan kerang yg masih tertutup. Ini adalah bukti bahwa mahluk2 ini menjadi fossil dalam waktu yg sangat singkat karena sebuah bencana.


    Terlalu banyak asumsi (terlalu banyak pengadaian namun fatal secara prinsipil sains sederhana sekalipun), sementara bukti dan penjelasan mekanisme detailnya begitu minim dan serampangan.
    itu kan kata lu doang.

    mestinya daratan hasil pengendapan banjir akan berbentuk datar dan merata di seluruh dunia. tidak akan ada lembah (seluruh lembah di bumi tertutup lumpur) dan tidak ada gunung tinggi (gunung melongsorkan batuannya). 4500 tahun bukan waktu yg terlampau lama. Bukti dan pengamatan bahkan jejak tanah yg kita pijak pasti akan memberikan rekaman banjir dari seluruh penjuru dunia.
    Lupa ya bahwa banjir memicu aktivitas vulkanis dan gerakan tektonik, sehingga membuat gunung2 tinggi serta jurang2 laut.

    Endapan lumpur akan ada dimana-mana di seluruh penjuru dunia. tapi coba tanyakan ke orang geologi, apakah jejak endapan yg seragam ini ditemukan, katakanlah, di indonesia?
    Banjir membawa material batuan menyebar ke wilayah yg luas, tanpa persitiwa banjir hal ini adalah impossible.



    seperti kata Purba, ini adalah quote mining, banyak hal yang situh penggal begitu saja tanpa pemahaman utuh.
    ya..ya..ya... lu sama purba sudah mengeluarkan pernyataan bahwa "Tidak ada pengasumsian daughter isotop=0 sebagai awal penghitungan usia"
    Tapi nyatanya ada dan sudah gw kasi bukti link nya.



    Lagian, dalam teori pembentukan batuan beku (lahar menjadi batu) tidak pernah disyaratkan bahwa seluruh gas yang terelease selalu lepas menjadi gas bebas. Kebanyakan gas tersebut terikat dengan mineral pembentukan batuannya atau malah si gas terperangkap dalam pori batuannya sendiri (porositas tidak efektif).

    Argon memang gas inert sukar bereaksi, tapi ketika Kalium meluruh menjadi argon, argon hasil peluruhan tidak serta-merta lepas dan keluar dari batuan, dalam praktek pengukuran sudah diperhitungkan hal-hal seperti itu (baca saja kelanjutan link yg situh kutip).
    thx to christian scientist yg terus menerus mengkritisi kesalahan penghitungan Radiometric Dating sehingga kini dibuat berbagai revisi terhadap teknik tersebut, meskipun tetap masih mengandung asumsi2 yg belum bisa di pastikan kebenarannya.

    kebudayaan sumeria (dan bangsa2 sesudahnya yg membangun ziggurat era-era awal) dan babilonia pautannya sangat jauh, ribuan tahun sebelum bangsa Babilonia dan menara babel dibangun. Setidaknya, itu yg ditulis di buku sejarah.

    stonehenge dan peradaban purba muncul setelah era banjir 2500SM? any links/info?

    tidak ada cara akurat utk menghitung usia bangunan kuno? jadi situh kembali menambah deretan ilmu yg dianggap salah dengan menyertakan arkeologi? [COLOR="Silver"]
    Banjir besar sudah menjadi bukti bahwa kebudayaan2 kuno pasti terjadi setelah banjir.


    jika spesiasi bukan hasil evolusi, tapi hasil dr pengembangbiakan organisme yg "memiliki perpustakaan genetis lengkap", maka saya ingin tanya, organisme apa yg disebut memiliki perpustakaan genetis lengkap shg bisa menghasilkan ribuan spesies baru? amna yg disebut organisme dg "perpustakaan genetis lengkap" itu? apa itu artinya ribuan kumbang dan ratusan capung berasal dr satu spesies sama?
    jika demikian, artinya ada "kecenderungan degradasi kelengkapan" dr tiap generasi (masa 4500 tahun paling hanya menghasilkan ratusan generasi saja). apa yg bisa dijadikan bukti dan petunjuk bahwa organisme yg hidup skrg memiliki "perpustakaan genetis" tidak selengkap m.h 4500 tahun lalu?

    Kita hanya percaya bukti2 yg didukung bukti2 empiris, speciasi sudah terbukti di lab dan itu adalah sebuah contoh variasi dan mutasi, contoh yg mudah adalah mengenai Nenek Moyang Anjing yg kemudian tersebar menjadi berbagai jenis ras yg berbeda.
    Meskipun Serigala mungkin bukan nenek moyang anjing yg paling tinggi, namun serigala bisa di breed menjadi berbagai jenis anjing ras, sebaliknya anjing ras tidak bisa di breed menjadi serigala.

    Ini adalah bukti bahwa Serigala memiliki perpustakaan genetik yg lebih lengkap dari pada anjing ras.

Page 4 of 5 FirstFirst ... 2345 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •