Page 2 of 9 FirstFirst 1234 ... LastLast
Results 21 to 40 of 170

Thread: tuhan itu suatu yang imajiner atau nyata??

  1. #21
    Maksudnya mungkin adalah semua itu pasti ada penyebabnya sampai akhirnya menuju kepada sumber dari segala sebab (Prima Causa). Sebab yg bukan akibat. Teori ini rasanya sudah sejak zaman Yunani kuno , sampai Thomas Aquinas zaman Kekristenan (Spiritist Dctrine) dan Islam.
    Last edited by Dadap serep; 27-02-2011 at 01:41 PM.
    ADEM_AYEM_TENTREM

  2. #22
    Quote Originally Posted by Dadap serep View Post
    Maksudnya mungkin adalah semua itu pasti ada penyebabnya sampai akhirnya menuju kepada sumber dari segala sebab (Prima Causa). Sebab yg bukan akibat. Teori ini rasanya sudah sejak zaman Yunani kuno , sampai Thomas Aquinas zaman Kekristenan (Spiritist Dctrine) dan Islam.
    Kalo maksudnya begitu, redaksi kalimat bahwa : "karena segala sesuatu tidak mungkin ada begitu saja tanpa ada aktor di belakang semua itu." tidak pas. Karena ini kan ngomongin segala sesuatu -- mungkin menjadi pas kalo Tuhan (Pencipta) itu bukan sesuatu. Tapi ini kan dalam tataran filsafat, jadi rasanya Tuhan atau pencipta itu juga sesuatu.

  3. #23
    Quote Originally Posted by Dadap serep View Post
    Maksudnya mungkin adalah semua itu pasti ada penyebabnya sampai akhirnya menuju kepada sumber dari segala sebab (Prima Causa). Sebab yg bukan akibat. Teori ini rasanya sudah sejak zaman Yunani kuno , sampai Thomas Aquinas zaman Kekristenan (Spiritist Dctrine) dan Islam.
    setuju
    sptnya nanti juga akan mengarah kesana (causalitas law)
    cuma TSnya kan pengen bikin semacam intro gitu
    sedikit agak berliku dng menyoal imajiner atau nyata
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  4. #24
    setuju
    sptnya nanti juga akan mengarah kesana (causalitas law)
    cuma TSnya kan pengen bikin semacam intro gitu
    sedikit agak berliku dng menyoal imajiner atau nyata
    nek ra mbulet ndi seru wak pesing , ....ke...ke...ke...ke...ke

  5. #25
    Quote Originally Posted by youngblue View Post
    nek ra mbulet ndi seru wak pesing , ....ke...ke...ke...ke...ke
    Tapine wis tak jawab lho pertanyaan sampeyan DISINI
    Mathuk nopo mboten mase , yen mathuk yo diclose ae topikke .
    ADEM_AYEM_TENTREM

  6. #26
    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
    tuhan menurut kaum theistik adalah suatu yng intangible (non-inderawi)
    adanya hanya dlm konsep pemikiran, dan hanya bisa didemonstrasikan
    melalui dalil burhani/empirik, yakni dng fakta2 yng ada disimpulkan eksistensinya
    demikian uraian singkatnya dek yangbolu
    Ini menarik mbah. Kalau tuhan itu non inderawi, apa bedanya dengan misalnya "flying spaghetti monster", "sinterklas", "simelekete" dan sebagainya?

    Apa bedanya dengan sesuatu yang "tidak ada" dan "bukan apa-apa?"

  7. #27
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Apa bedanya orang hidup dengan orang mati ?
    Apa bedanya sel hidup dengan sel mati ?

    "Hidup" itu kan gak kelihatan, yg kelihatan adalah "orang hidup", Keberadaan "orang hidup" membuktikan adanya "hidup"

  8. #28
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Quote Originally Posted by ishaputra View Post
    Ini menarik mbah. Kalau tuhan itu non inderawi, apa bedanya dengan misalnya "flying spaghetti monster", "sinterklas", "simelekete" dan sebagainya?

    Apa bedanya dengan sesuatu yang "tidak ada" dan "bukan apa-apa?"
    Yang non-inderawi kan juga berupa postulat.
    Definisi KBBI
    pos·tu·lat n asumsi yg menjadi pangkal dalil yg dianggap benar tanpa perlu membuktikannya; anggapan dasar; aksioma

    Nah, dari postulat itu kemudian diturunkan seperangkat aturan.
    Bagaimana kita membuat postulat tentang Tuhan, bagaimana kita mempersepsikan Tuhan, itu akan mempengaruhi aturan yang akan terbentuk.
    Konsep Tuhan yang dipersepsikan sebagai penyayang akan melahirkan kecenderungan untuk berderma.
    Konsep Tuhan yang pencemburu akan melahirkan kecenderungan untuk fanatik.

    Nah, FSM, sejauh yang kutahu, belum pernah melahirkan aturan apapun karena itu FSM gak bisa dianggap Tuhan. Berbeda dengan Sinterklas, yang cukup ampuh buat menakut-nakuti anak-anak berarti bisa jadi Tuhan buat anak2

    Tentu saja dalam ilmu logika

    A -> B (jika A maka B) namun B bisa ada tanpa keberadaan A. Namun bila B dibuktikan tak akan pernah ada maka antara 'A' tidak ada atau pernyataan keseluruhan salah.

  9. #29
    coba-coba
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    46
    Apa yang membuat saya berpikir bahwa tuhan yang sebenar-benarnya itu imajiner ?
    bahwa banyak penderitaan dan kejahatan didunia ini dan tuhan yang maha pengasih lagi penyayang, tuhan yang maha kuasa ini tidak berbuat banyak untuk mengatasi ini semua...
    Di keyakinan tertentu malah dikatakan tuhan menciptakan yang jahat..nasib malang..hehehe...tanya kenapa deh ?

  10. #30
    Yang non-inderawi kan juga berupa postulat.
    Definisi KBBI
    pos·tu·lat n asumsi yg menjadi pangkal dalil yg dianggap benar tanpa perlu membuktikannya; anggapan dasar; aksioma
    Kalau begitu, apapun bisa menjadi aksioma atau postulat. Begitu?

    Nah, dari postulat itu kemudian diturunkan seperangkat aturan.
    Tuhan (sebagai "postulat" tadi) yang menurunkan aturan, atau KITA (manusia) yang berpikir bahwa tuhan menurunkan peraturan? Ini harus diperjelas bung.

    Bagaimana kita membuat postulat tentang Tuhan, bagaimana kita mempersepsikan Tuhan, itu akan mempengaruhi aturan yang akan terbentuk.
    Hmm.. sepertinya pola pikir anda ini: Tuhan itu ada karena kita berpikir bahwa Tuhan itu ada. Tuhan itu ada karena kita menginginkannya begitu.

    Nah, FSM, sejauh yang kutahu, belum pernah melahirkan aturan apapun karena itu FSM gak bisa dianggap Tuhan.
    BETUL! FSM belum pernah melahirkan aturan karena belum pernah ada manusia yang menganggapnya begitu. Jadi bukan karena FSM itu sendiri belum pernah membuat peraturan. Karena keberadaan (apa, siapa dan bagaimana) FSM itu sendiri nggak jelas.

    Tetapi btw,

    Pola pemikiran anda di atas itu BENAR namun pengertian "benar" di sini dalam kerangka teologi (internal keagamaan). Memang kajian-kajian teologi bermula dari sebuah postulat bahwa tuhan itu ada.

    Seperti dalam cerita, kan ada yang dinamakan "logika dalam" (nggak tau deh istilah tepatnya apa). Anggaplah sebuah cerita itu fiksi 100%, nah, biarpun fiksi, tetap saja alur cerita tersebut harus LOGIS; dalam arti runtut, jelas, koheren, sehingga mudah dipahami alurnya.

    Cerita Sangkuriang misalnya. Apa mungkin perahu yang ditendang bisa tertelungkup menjadi gunung? Apa mungkin Dayang Sumbi sebegitunya awet muda, sehingga Sangkuriang tidak bisa mengenali lagi? Kan tidak mungkin. Tetapi dalam kerangka cerita rakyat tersebut, hal semacam itu dimaklumi, diterima sebagai "sesuatu yang mungkin saja". Dengan demikian, kita sepenuhnya bisa memahami alur ceritanya.

    Nah, teologi pun begitu. Apa mungkin orang yang mati disalib bisa bangkit dari kubur dalam tiga hari? Apa mungkin seorang pria bisa bepergian dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dalam semalam? Tidak mungkin kan? Tapi dalam kerangka keimanan dan teologi, semua itu diterima sebagai sesuatu yang "mungkin-mungkin saja terjadi" tanpa harus ada pembuktian lebih lanjut.

    Tetapi dalam kajian-kajian yang lebih umum, misalnya saja kajian filsafat, saya kira kita tidak bisa menggunakan "logika dalam" tersebut.

  11. #31
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by brudi View Post
    Apa yang membuat saya berpikir bahwa tuhan yang sebenar-benarnya itu imajiner ?
    bahwa banyak penderitaan dan kejahatan didunia ini dan tuhan yang maha pengasih lagi penyayang, tuhan yang maha kuasa ini tidak berbuat banyak untuk mengatasi ini semua...
    Di keyakinan tertentu malah dikatakan tuhan menciptakan yang jahat..nasib malang..hehehe...tanya kenapa deh ?
    Kalau Tuhan maha baik dan maha kuasa, mengapa ada kejahatan ?
    Adanya kejahatan membuktikan Tuhan tidak maha baik atau Tuhan tidak maha kuasa.
    Ini adalah pikiran banyak orang.

    Namun beberapa Filsuf telah berpikir lebih jauh kedalam, lebih dari sekedar melihat kulit luar dari fenomena ini.
    Coba pikirkan mengapa kita manusia bisa tahu apa itu baik dan apa itu jahat ? mengapa kita bisa mengeluh akan berbagai kejahatan dan penderitaan di dunia ini ?

    Kalau Tuhan tidak pernah menaruh hati nurani dalam diri manusia, maka manusia tidak akan komplain dengan berbagai kejahatan/penderitaan didunia, Kalau Tuhan tidak pernah menaruh rasa keadilan dan belas kasihan dalam hati manusia, maka manusia tak akan sadar bahwa dunia ini penuh dengan kejahatan/penderitaan.

  12. #32
    He he he he mas Agith , tuh pembela pembela Tuhan imajiner , Tuhan hasil pemikiran manusia , Tuhan hanya ada di imajinasi manusia , jadi konsekwensinya dimana tidak ada manusia disitu tidak ada Tuhan . Apa gitu ya ?
    ADEM_AYEM_TENTREM

  13. #33
    coba-coba
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    46
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Kalau Tuhan maha baik dan maha kuasa, mengapa ada kejahatan ?
    Adanya kejahatan membuktikan Tuhan tidak maha baik atau Tuhan tidak maha kuasa.
    Ini adalah pikiran banyak orang.

    Namun beberapa Filsuf telah berpikir lebih jauh kedalam, lebih dari sekedar melihat kulit luar dari fenomena ini.
    Coba pikirkan mengapa kita manusia bisa tahu apa itu baik dan apa itu jahat ? mengapa kita bisa mengeluh akan berbagai kejahatan dan penderitaan di dunia ini ?

    Kalau Tuhan tidak pernah menaruh hati nurani dalam diri manusia, maka manusia tidak akan komplain dengan berbagai kejahatan/penderitaan didunia, Kalau Tuhan tidak pernah menaruh rasa keadilan dan belas kasihan dalam hati manusia, maka manusia tak akan sadar bahwa dunia ini penuh dengan kejahatan/penderitaan.
    Nah mas aslan ini sudah melangkah terlalu jauh, urusan keberadaan tuhan belum tuntas tapi sudah mengklaim kalo hati nurani, rasa keadilan, belas kasihan itu ada karena ditaruh tuhan dalam diri manusia..

  14. #34
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Tuhan jelas imajiner bagi manusia, selama manusia belum bisa melihat kenyataan nyatanya tuhan. Tapi bukankah itu yg ditawarkan agama monotheisme? Tuhan yg imaginer, karena di jaman2 sebelumnya tuhan manusia itu dibuat nyata, spt patung atau matahari.

    Bukankah alangkah baiknya apabila tuhan itu hanya imajiner? At least, kita ga perlu bersihin kalo diberakin burung, kita ga perlu takut kelupaan naro di mana, kita tidak perlu takut Dia sakit hati lalu ngambek, dan kemudahan2 yg ditawarkan lainnya. Coba bayangkan tuhan anda uang, maka ketika anda kehabisan uang, maka anda tidak punya tuhan. Coba bayangkan tuhan kita jabatan, maka ketika kehormatan diinjak2 bawahan kita kehilangan tuhan. Coba bayangkan kekuasaan adalah tuhan kita, maka ketika rakyat memberontak kita kehilangan tuhan. So... tuhan yg imajiner is the best God you've ever had, maaann..

  15. #35
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Term "tuhan yg maha baik, tuhan yg maha bijak, yg maha suci" ga bisa dimengerti dgn bahasa manusia. Manusia terlalu kecil utk bisa mengerti kenapa tuhan yg maha baik dan bijak itu memberikan gempa dan bencana alam serta kematian bagi ciptaannya.

    Well.. first! ciptaan tuhan bukan manusia saja. Kalo misalnya ada gempa, mgk tidak baik bagi manusia tapi baik bagi... bumi?

    Lalu kalo tuhan bisa maha baik, kenapa ga bisa/boleh maha jahat? Siapa elu?

  16. #36
    tapi cem mana membuktikan tuhan wak bleg, kalau tuhan nyata atau imajiner???

  17. #37
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    ya elu lagih.. imaginer perlu pake pembuktian.. emangnya... wong edan apa..

  18. #38
    Quote Originally Posted by ndableg
    Term "tuhan yg maha baik, tuhan yg maha bijak, yg maha suci" ga bisa dimengerti dgn bahasa manusia. Manusia terlalu kecil utk bisa mengerti kenapa tuhan yg maha baik dan bijak itu memberikan gempa dan bencana alam serta kematian bagi ciptaannya.
    Nah ini juga klaim imajiner..nyang ngasih gempa dan bencana alam serta kematian Tuhan juga...
    Karena tidak bisa dimengerti lalu cuman bisa mengklaim itu baik...pokoke..harus baik..itulah kebijakan seorang tuhan..yang maha bijak..

  19. #39
    Quote Originally Posted by ishaputra View Post
    tuhan menurut kaum theistik adalah suatu yng intangible (non-inderawi)
    adanya hanya dlm konsep pemikiran, dan hanya bisa didemonstrasikan
    melalui dalil burhani/empirik, yakni dng fakta2 yng ada disimpulkan eksistensinya
    demikian uraian singkatnya dek yangbolu
    Ini menarik mbah. Kalau tuhan itu non inderawi, apa bedanya dengan misalnya "flying spaghetti monster", "sinterklas", "simelekete" dan sebagainya?

    Apa bedanya dengan sesuatu yang "tidak ada" dan "bukan apa-apa?"
    klo dipersepsikan spt itu ya boleh2 saja dibilang gakda bedanya le
    musolahnya kan, bgmn si persepsi itu sendiri membuat perbedaan?

    misal: apakah sama antara flying spaghetti monster dng simelekete atau
    antara tidak ada dng bukan apa2, murni diskriminasi akal atau bgmn?
    Last edited by pasingsingan; 13-03-2011 at 10:52 AM.
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  20. #40
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    maksud diskriminasi akal tuh gimana sih?

Page 2 of 9 FirstFirst 1234 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •