Yang non-inderawi kan juga berupa postulat.
Definisi KBBI
pos·tu·lat n asumsi yg menjadi pangkal dalil yg dianggap benar tanpa perlu membuktikannya; anggapan dasar; aksioma
Nah, dari postulat itu kemudian diturunkan seperangkat aturan.
Bagaimana kita membuat postulat tentang Tuhan, bagaimana kita mempersepsikan Tuhan, itu akan mempengaruhi aturan yang akan terbentuk.
Konsep Tuhan yang dipersepsikan sebagai penyayang akan melahirkan kecenderungan untuk berderma.
Konsep Tuhan yang pencemburu akan melahirkan kecenderungan untuk fanatik.
Nah, FSM, sejauh yang kutahu, belum pernah melahirkan aturan apapun karena itu FSM gak bisa dianggap Tuhan. Berbeda dengan Sinterklas, yang cukup ampuh buat menakut-nakuti anak-anak berarti bisa jadi Tuhan buat anak2
Tentu saja dalam ilmu logika
A -> B (jika A maka B) namun B bisa ada tanpa keberadaan A. Namun bila B dibuktikan tak akan pernah ada maka antara 'A' tidak ada atau pernyataan keseluruhan salah.
klo dipersepsikan spt itu ya boleh2 saja dibilang gakda bedanya le
musolahnya kan, bgmn si persepsi itu sendiri membuat perbedaan?
misal: apakah sama antara flying spaghetti monster dng simelekete atau
antara tidak ada dng bukan apa2, murni diskriminasi akal atau bgmn?
Last edited by pasingsingan; 13-03-2011 at 10:52 AM.
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito