Memang Tuhan itu di percaya, bukan dibuktikan.

Tapi yg harus diingat, orang2 atheis pun bertindak berdasar kepercayaan.

Misalnya saya punya sebuah kotak tertutup dan saya katakan bahwa didalamnya ada uang Rp1000.
Orang beragama percaya didalamnya ada uang, orang atheis percaya didalamnya tidak ada uang.

2-2 nya sama2 tidak punya bukti, sama2 tidak tahu apakah kata2 saya benar atau tidak.
Namun meskipun tidak tahu, keduanya tetap sama2 mengambil sebuah keputusan, yg satu mau percaya yang satu mempercayai sebaliknya.

Bedanya, orang beragama lebih jujur mengatakan bahwa kepercayaan mereka tak ada buktinya, sedangkan orang atheis kurang jujur karena sok ilmiah dengan berbagai asumsi2 memastikan didalam kotak tersebut tak ada uangnya.