Tuhan itu nyata bagi yang sudah ketemu
Tuhan itu imajiner bagi yg belum ketemu
Tuhan itu nyata bagi yang sudah ketemu
Tuhan itu imajiner bagi yg belum ketemu
jika arti nyata adalah dapat dilihat, disentuh dan dipegang maka benar adanya Tuhan itu tidak nyata...
![]()
Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!
Merasa bertemu Tuhan itu ya belum bertemu Tuhan, karena masih dirasa2 bener apa kaga. Kalo udah bertemu tuhan, yakin tuhan itu nyata, pasti itu tuhan.
Sama halnya dengan merasa paling benar, merasa agamnya yg terbaik, merasa suci, merasa dimuliakan. Cuma perasaan aja itu mah
Tuhan bukan sesuatu yang lain bagi manusia, Tuhan adalah yang bathin bagi manusia.Hanya manusia yang yakin dengan inilah, Tuhan itu Nyata Ada Nya.
Walah wak saiton wong ndak bisa membuktikan kalau nyata Dan benar bisa di buktikan kok mlungker kesana mlungker kesini , mbok udah di akuin aja kalau imajiner , kalau cuma buktinya keimanan aja ...up wis mbuh lah Wong ke imanan tiap orang beda-beda , wis to yo di akuin aja kalau emang imajiner......kikikikiki
Anna al haq, Tuhan nyata bagi Al Hallaj, Syech Siti Jenar, Al Arabi dll
Ini analogi saya, menurut saya kalau Tuhan itu ada dan Dia lebih "Maha Segalanya" dari kita, tentunya kita tidak bisa meresapinya dengan indera kita yang terbatas. Seperti halnya bakteri usus manusia, tidak mungkin dia bisa menggambarkan bagaimana bentuk dan rupa kita, wong sehari-harinya cuma di usus saja dunianya.
Kalau dibilang imajiner, sebagian besar manusia mempunyai satu kesamaan penghayatan yang meyakini bahwa Tuhan itu ada, jikalau mayoritas mempunyai penghayatan yang sama, apakah masih bisa dikatakan itu adalah hal yang imajiner?
Last edited by daylight; 30-05-2012 at 06:33 PM.
Gw kasih contoh benda2 IMAJINER yang seringkali dikira NYATA :
- TITIK, objek yg tidak punya tinggi, tidak punya panjang, tidak punya lebar.
- GARIS, objek yg tidak punya tinggi, tidak punya lebar
- BIDANG, objek yg tidak punya tinggi
Tiga hal ini hanya imajinasi manusia atau imajiner.
titiknya titik apa ?
titik tinta ? atau titik atom ?
garisnya garis apa ? garis dibuat pakai kapur ? atau garis cakrawala ?
bidangnya bidang apa ? kertas tipis kalau dihitung dengan skala mikron juga ada tingginya
karena kalau cuma melihat titik, garis atau bidang dengan mata telanjang akan beda hasilnya dengan pakai mikroskop
apalagi dengan mata hati
jadinya jawabannya imajiner atau nyata itu masih relatif
Apakah yang dimaksud nyata dapat di tanggap oleh pancaindera? Dan Tidak nyata berarti dusta? mungkin perlu diperjelas dulu maksudnya dari threads starter
Tuhan itu rasional.
Manusia butuh sesuatu yang "maha kuasa" untuk menjawab semua penderitaan hidup yang tidak bisa diselesaikannya. Maka manusia pun menciptakan figur yang "maha kuasa" agar mereka dapat menyerahkan semua masalah hidup mereka kepada-Nya. Oleh karena itu, sering kita dengar konsep bahwa kalau kita menyerahkan segalanya kepada Tuhan, maka hidup kita akan menjadi bahagia. Beberapa agama menyebutnya "keselamatan". Ya itu rasional, karena istilahnya kita akan merasa lepas dari masalah itu kalau kita memiliki seseorang yang bisa diandalkan untuk memecahkannya.
Last edited by red_pr!nce; 19-08-2012 at 02:55 PM.
^ maksudnya sampiyan tuhan itu rasionalisasi nya orang beragama, sebuah imajinasi yg dipaksakan seperti nyata.
masa gak bisa bedain istilah Rasional dengan Rasionalisasi![]()
Makanya kalo nulis hati-hati
Disini masih banyak yg beragama dan bertuhannya dengan ego.
Kesenggol dikit langsung gahar
![]()
gw cuma pengen memperpanjang masalah ini biar jelas di KM itu siapa yg muslim, siapa yg kristen dan siapa yg atheis, terutama buat anggota baru.
jangan sampe ada yg dikira "ini" padahal "itu".
Nah itu dia.
Tuhan menjadi rasional karena merupakan imajinasi yang diciptakan sendiri demi menjawab segala tantangan hidup yang tidak bisa dipecahkan oleh manusia sendiri. Logis. Tapi memang manusia membutuhkan Tuhan seperti itu, karena manusia dengan segala keterbatasannya tahu posisi mereka yang sangat rapuh dan lemah di dunia ini. Namun ketika seseorang percaya akan Tuhan dan mengimani-Nya, maka Tuhan pun akan menunjukkan bahwa Dia benar-benar ada dengan segala fenomenanya.
Jadi gak salah juga kalau ada yang bilang, "Tuhan gak bisa dicerna logika, tapi harus diyakini kalau Dia ada".
Oleh sebab itu, kaum free thinkers dan atheist tidak pernah melawan konsep mengenai Tuhan.
Yang melawan konsep mengenai Tuhan itu adalah kaum anti-theist yang memang menolak segala hal berbau Tuhan.
aah repot2 amat bahas ginian doank broh
gini aja broh, pikiran di utek lu nyata kaga ? ADA tapi kaga nyata kan
tapi pikiran manusia itu bisa menciptakan sesuatu yg nyata kan contoh hape mobil pc
seperti rene des cartes bilang : aku berpikir maka aku ada
tuhan itu ADA, dan ciptaanNYA NYATA. itu sudah