Page 8 of 11 FirstFirst ... 678910 ... LastLast
Results 141 to 160 of 211

Thread: Kenapa Syi'ah di bantai?

  1. #141
    Yakin ntu ahlussunnah wal jama'ah?
    Sya yakin klo bunda bca hadist Nabi Muhammad, bunda tau apa ntu ahlussunnah wal jama'ah.
    Klo bunda percaya Al Qur aan & min bunda ga ingkar dgn 2 hadist shahih yaitu BUKHORI & MUSLIM brarti bunda pun trmasuk ahlussunnah wal jama'ah.
    Krna yg mmberi gelar trsebut ya Nabi Muhammad.

  2. #142
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Waduh coba simak postingan saya lagi deh. Yg ziarah itu islam tradisional biasanya mengaku pengikut ormas islam besar di indonesia. Setau saya ormas itu ngaku ahlul sunnah wal jama'ah

  3. #143
    Skrg prtanyaan bunda ntu kenapa & sdangkan sya ntu sadar cma manusia, yg tau motif orang2 trsebut mengatasnamakan ahlussunnah wal jama'ah sbgai penyembah kuburn hnya Allah
    Knpa bunda ga langsung laporan aj ke MUI klo da orang yg mengatasnamakan ahlussunnah wal jama'ah tpi nyembah kuburan? Bukankah bgtu lbih da jalan keluar & jdi lbih motif orang2 trsebut utk apa, betul?
    Sya rasa bunda sdah paham maksud sya

  4. #144
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    ngomong-ngomong Bagindo ini darimana asalnya?
    Pariaman? Lubuk Alung?

  5. #145
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    ngomong-ngomong Bagindo ini darimana asalnya?
    Pariaman? Lubuk Alung?
    Ambo dri Pariaman, caniago, kampuang jawo dakek jawi2. Layie jakarta, gadang disiko.

  6. #146
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    oh dari Pariaman, Chaniago, lahir di Jakarta, besar
    di Pariaman? Begitu ya?

    Pariaman jauh ngga dari Hotel Nan Tongga?

  7. #147
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    orang ngalap berkah ke kuburan wali di bilang syirik
    padahal syirik itu urusan hati



    yg bilang ngalap berkah ke kuburan wali itu mungkin (lagi-lagi) lupa isi quran ya ?
    ada tuh ayatnya yg bilang, kira2 gini, : emang ente pikir mereka itu mati ? mereka tuh gak mati ? karena mereka hidup di sisi Allah

    cobaaaa dibuka-buka lagiiiiiiii kitab arabnya, dibaca dikaji sampai paham binti mengerti.

    saya khawatir kalo perilaku umat macam gini dibiarkan lama-lama sungkem ke orangtua dianggap syirik, mudik dianggap syirik.
    hadeeehhh....


  8. #148
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Ngalap berkah, minta berkah dari orang yg udah mati emang sama dengan mendoakan orang mati dan mengingat suatu saat kita mati? Memang menjadikan orang mati dan batu nisannya perantara dikabulkannya doa kita oleh Allah sama dgn mendoakan orang mati dan mengingat kematian? Lama2 gw ragu ni orang beneran paham qur'an apa kagak, kebanyakan kitab dibaca malah gak wise tapi menjadikan diri sombong dan melebihi Allah tampaknya, titisan si siti jenar ya?

  9. #149
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    syiah sendiri dtidak dikelompokkan sebagai islam karena banyak hal.. selain karena pengkultusan kepada para imamnya.. mereka juga memvonis kafir dan murtad sahabat dan istri nabi selain Ali dn 6 orang lainnya..... seain itu banyak kok aqidah2 dalam syiah yang sangat berbeda dengan Islam.....

    ---------- Post Merged at 11:43 AM ----------

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    Ngalap berkah, minta berkah dari orang yg udah mati emang sama dengan mendoakan orang mati dan mengingat suatu saat kita mati? Memang menjadikan orang mati dan batu nisannya perantara dikabulkannya doa kita oleh Allah sama dgn mendoakan orang mati dan mengingat kematian? Lama2 gw ragu ni orang beneran paham qur'an apa kagak, kebanyakan kitab dibaca malah gak wise tapi menjadikan diri sombong dan melebihi Allah tampaknya, titisan si siti jenar ya?
    yup ngalap berkah dikuburan sudah jelas syiriknya... bahkan detik2 ketika rasullullah meninggal beliau sempet mewasiatkan tentang larangan mendirikan bangunan diatas kuburan... sayangnya sekarang kita lihat sebaliknya masyarakat kita doyan sekali membaca ayat suci Al-Quran dan shalat di kuburan yang jelas2 shalat dikuburan sangat terlarang....

  10. #150
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by hajime_saitoh View Post
    syiah sendiri dtidak dikelompokkan sebagai islam karena banyak hal.. selain karena pengkultusan kepada para imamnya.. mereka juga memvonis kafir dan murtad sahabat dan istri nabi selain Ali dn 6 orang lainnya..... seain itu banyak kok aqidah2 dalam syiah yang sangat berbeda dengan Islam.....

    ---------- Post Merged at 11:43 AM ----------



    yup ngalap berkah dikuburan sudah jelas syiriknya... bahkan detik2 ketika rasullullah meninggal beliau sempet mewasiatkan tentang larangan mendirikan bangunan diatas kuburan... sayangnya sekarang kita lihat sebaliknya masyarakat kita doyan sekali membaca ayat suci Al-Quran dan shalat di kuburan yang jelas2 shalat dikuburan sangat terlarang....
    kalo masjid nabawi gimana ?

    ---------- Post Merged at 08:27 PM ----------

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    Ngalap berkah, minta berkah dari orang yg udah mati emang sama dengan mendoakan orang mati dan mengingat suatu saat kita mati? Memang menjadikan orang mati dan batu nisannya perantara dikabulkannya doa kita oleh Allah sama dgn mendoakan orang mati dan mengingat kematian? Lama2 gw ragu ni orang beneran paham qur'an apa kagak, kebanyakan kitab dibaca malah gak wise tapi menjadikan diri sombong dan melebihi Allah tampaknya, titisan si siti jenar ya?
    ya beda lha
    ngalap berkah itu di makamnya para wali, orang suci, kekasih Allah
    kalo ndoain orang mati di kuburannya orang awam.

    Nah kenapa ngalap berkah di makamnya para wali ?
    karena Beliau-beliau sesungguhnya tidak mati, melainkan hidup di sisi Allah.
    namanya udah di sisi Allah, gampang aja tuh colek Allah terus bilang : "si fulan punya hajat A, kalo Ente berkenan ya Allah...kabulkan dong"
    kira-kira gitu penjelasan logisnya.

    kalo ragu tinggalkan aja, yg mbaca tulisan ane bukan cuma ente seorang
    kalo ada yg bisa mendapat manfaat berarti rejeki ane, kalo ada yg gak bisa paham dan gak bisa ambil manfaat ya bukan rejekinye

  11. #151
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    kalo masjid nabawi gimana ?
    masjid nabawi itu beda.., dulu pada saat pelebaran terjadi dan akhirnya memasukkan kuburan nabi Muhammad shallohu alaihi wasallam kedalammasjid para ulama sudah melarang menolak kegiatan perluasan itu...namun khaklifah yang berkuasa saat itu kekeh melakukannya...makanya sekarang kuburan nabi dan sahabat yang dua di pagerin dan di jaga biar gak ada orang yang shalat dan berdoa disana.....

    ---------- Post Merged at 12:21 AM ----------

    Nah kenapa ngalap berkah di makamnya para wali ?
    karena Beliau-beliau sesungguhnya tidak mati, melainkan hidup di sisi Allah.
    namanya udah di sisi Allah, gampang aja tuh colek Allah terus bilang : "si fulan punya hajat A, kalo Ente berkenan ya Allah...kabulkan dong"
    kira-kira gitu penjelasan logisnya.
    oi2ayat yang mengatakan mereka tidak mati melainkan gidup disisi Allah azza wa jalla itu untuk para syuhada yang gugur dimedan perang karena membela agama Allah bukan para Imam....

    ---------- Post Merged at 12:25 AM ----------

    Sesungguhnya umat islam sekarang ini dihadapkan dengan permasalahan mengenai boleh tidaknya shalat didalam area yang ada kuburan atau yang menghadapnya dikarenakan kondisi kuburan rasulullah salallahu ‘alaihiwassalam yang berada didalam masjid nabawi yang bertentangan dengan hadist larangan shalat ditempat yang ada kuburan atau yang menghadapnya. Alhamdulillah, permasalahan ini telah dikaji oleh beberapa ulama besar diantaranya Syaikhul Islam, Asy-Syaikh Al-Albani, dan Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahumullahu. Kata Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin :“Jika ada yang mengatakan: kita sedang diliputi problem terkait dengan kuburan Rasulullah salallahu alaihiwasallam yang ada sekarang, karena berada di tengah masjid Nabawi, bagaimana jawabannya? Kami katakan, jawabannya ditinjau dari beberapa sisi sebagai berikut:
    1. Masjid tersebut tidak dibangun di atas kuburan, bahkan dibangun pada masa hidup beliau salallahu alaihiwasallam
    2. Nabi salallahu alaihiwasallam tidak dikuburkan di dalam masjid sehingga dikatakan bahwa ini adalah penguburan orang-orang shalih di dalam masjid, bahkan beliau dikuburkan di dalam rumahnya.
    3. Perbuatan memasukkan rumah-rumah Rasulullah salallahu alaihiwasallam termasuk rumah ‘Aisyah ke dalam masjid (ketika perluasan masjid) bukan dengan kesepakatan para shahabat , bahkan hal itu terjadi setelah meninggalnya kebanyakan shahabat dan tidak tersisa dari mereka kecuali sedikit, yaitu sekitar tahun 94 H. Dengan demikian berarti hal itu bukan termasuk di antara perkara-perkara yang dibolehkan oleh para shahabat atau yang disepakati oleh mereka. Bahkan sebagian mereka (yang mendapati kejadian itu) mengingkarinya, dan juga diingkari oleh Sa’id bin Al-Musayyib dari kalangan tabi’in.
    4. Kuburan tersebut tidak dikategorikan berada dalam masjid meskipun setelah perluasan dan dimasukkan di dalamnya, karena kuburan tersebut berada di dalam kamar tersendiri terpisah dari masjid, jadi masjid Nabawi tidak dibangun di atasnya. Oleh karena itu dibuatkan 3 dinding yang mengelilingi kuburan tersebut dan dindingnya dijadikan menyimpang dari arah kiblat yaitu dengan bentuk segitiga, sudutnya ditempatkan pada sudut utara masjid, dimana seseorang yang shalat tidak akan menghadap ke kuburan tersebut karena posisi dindingnya yang menyimpang (dari arah kiblat). (Al Qaulul Mufid ‘ala Kitabittauhid, 1/398-399).
    Dengan demikian jelas bagi kita bahwa masjid Nabawi tidak termasuk dalam kategori masjid yang dibangun di atas kuburan yang dilarang shalat di dalamnya. Begitu pula orang yang shalat di dalamnya tidak akan jatuh dalam kategori shalat menghadap ke kuburan yang dilarang, karena bentuk dinding yang mengelilinginya sebagaimana dijelaskan di atas.
    Kalaupun seandainya masih tersisa kejanggalan mengingat bahwa bagaimanapun juga kuburan tersebut telah menjadi bagian dari masjid maka jawabannya sebagaimana kata Asy-Syaikh Al-Albani t pada pasal terakhir dari kitabnya yang berjudul Tahdzirus Sajid min Ittikhadzil Quburi Masajid (hal. 133-137): “Kemudian ketahuilah bahwa hukum yang telah lewat mencakup seluruh masjid baik yang besar maupun yang kecil, yang lama maupun baru, berdasarkan keumuman dalil-dalil yang ada. Maka tidak diperkecualikan dari larangan shalat di masjid yang ada kuburannya kecuali masjid Nabawi yang agung, karena keutamaannya yang khusus yang tidak didapatkan pada masjid-masjid lain yang dibangun di atas kuburan. Hal itu berdasarkan sabda Rasulullah salallahu alaihiwasallam:

    “Shalat di masjidku ini lebih utama dari seribu shalat di masjid-masjid yang lain kecuali Masjidil Haram, (karena shalat di Masjidil Haram lebih utama).”( HR. Al-Bukhari, Muslim serta yang lainnya dari hadits Abu Hurairah)


    Begitu pula sabda beliau salallahu alaihiwasallam:
    “Antara rumahku dan mimbarku merupakan taman dari taman-taman jannah (surga).” (HR. Al-Bukhari, Muslim, serta yang lainnya dari hadits Abdullah bin Zaid Al-Mazini)

    Serta keutamaan-keutamaan lainnya. Jika demikian, kalau dikatakan bahwa shalat di masjid Nabawi dibenci (terlarang) maka berarti menyamakan masjid Nabawi dengan masjid-masjid lainnya serta meniadakan/menghapuskan keutamaan-keutamaan yang dimilikinya, dan tentu saja sangat nyata bahwa hal ini tidak boleh.
    Makna (hukum) ini kami petik dari perkataan Ibnu Taimiyyah yang telah lewat pada hal. 125-126 ketika menjelaskan sebab dibolehkannya melaksanakan shalat yang memiliki sebab pada waktu-waktu terlarang.
    Jadi sebagaimana dibolehkan shalat (yang memiliki sebab) pada waktu-waktu yang terlarang dengan alasan bahwa pelarangan dari shalat tersebut berarti menyia-nyiakannya manakala tidak mungkin untuk meraih keutamaannya dikarenakan waktunya akan berlalu, maka demikian pula shalat di masjid Nabi salallahu alaihiwasallam. Kemudian saya mendapati Ibnu Taimiyyah menegaskan hukum ini pada kitabnya yang berjudul Al-Jawab Al-Bahir fi Zuril Maqabir (22/1-2): “Shalat di masjid-masjid yang dibangun di atas kuburan terlarang secara mutlak. Lain halnya dengan masjid Nabi n karena shalat di dalamnya bernilai seribu shalat (di masjid-masjid lain) dan masjid ini dibangun di atas ketaqwaan, di mana kehormatannya (kemuliaannya) terpelihara pada masa hidup beliau n dan masa Al-Khulafa`ur Rasyidin, sebelum dimasukkannya kamar (rumah) tempat penguburan beliau salallahu alaihiwasallam sebagai bagian dari masjid. Dan hanyalah sesunggguhnya (perluasan masjid dengan) memasukkan kamar tersebut sebagai bagian dari masjid terjadi setelah berlalunya masa para shahabat.”

  12. #152
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    @hajimeh_saitoh: oh ada yg memuntir ayat ya? ngakunya paham qur'an dan semua kitab agama lain lho

  13. #153
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Quote Originally Posted by sedgedjenar View Post
    ya beda lha
    ngalap berkah itu di makamnya para wali, orang suci, kekasih Allah
    kalo ndoain orang mati di kuburannya orang awam.

    Nah kenapa ngalap berkah di makamnya para wali ?
    karena Beliau-beliau sesungguhnya tidak mati, melainkan hidup di sisi Allah.
    namanya udah di sisi Allah, gampang aja tuh colek Allah terus bilang : "si fulan punya hajat A, kalo Ente berkenan ya Allah...kabulkan dong"
    kira-kira gitu penjelasan logisnya.
    Menurut saya malah tidak logis. Kalo punya hajat mestinya langsung minta sendiri ke Allah. Kalo enggak, bisa nanti Allah beralasan: Ente mintanya sama siapa kemaren, kok Ane kagak dengar?
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  14. #154
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Quote Originally Posted by tuscany View Post
    Menurut saya malah
    tidak logis. Kalo punya hajat mestinya langsung minta sendiri ke Allah.
    Kalo enggak, bisa nanti Allah beralasan: Ente mintanya sama siapa
    kemaren, kok Ane kagak dengar?
    padahal kalo punya pengharapan sama Rasulullah udah diajarkan shalat hajat. Padahal kalo minta dikuatkan rejeki diajarkan Rasul sholat dluha. Padahal kalo dosa2nya minta diampuni Rasul ngajarin shalat lail. Padahal kalo bingung akan pilihannya ada istikharoh. Rasul ngajarin ngalap berkah ke makam ya?

  15. #155
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by tuscany View Post
    Menurut saya malah tidak logis. Kalo punya hajat mestinya langsung minta sendiri ke Allah. Kalo enggak, bisa nanti Allah beralasan: Ente mintanya sama siapa kemaren, kok Ane kagak dengar?
    I

    alasan anda, sah sah aja dan logis.
    Berarti perantara tsb tidak termasuk wali, bukan termasuk orang yg berada di sisi allah.

    Masalahnya adalah, ketika doa gak terkabul lalu allah bicara demikian orangnya tau gak? Seperti anda berdoa, nanya kepada Allah. Pernah denger allah bicara gak?



    ---------- Post Merged at 02:49 AM ----------

    Quote Originally Posted by hajime_saitoh View Post
    masjid nabawi itu beda.., dulu pada saat pelebaran terjadi dan akhirnya memasukkan kuburan nabi Muhammad shallohu alaihi wasallam kedalammasjid para ulama sudah melarang menolak kegiatan perluasan itu...namun khaklifah yang berkuasa saat itu kekeh melakukannya...makanya sekarang kuburan nabi dan sahabat yang dua di pagerin dan di jaga biar gak ada orang yang shalat dan berdoa disana.....

    ---------- Post Merged at 12:21 AM ----------



    oi2ayat yang mengatakan mereka tidak mati melainkan gidup disisi Allah azza wa jalla itu untuk para syuhada yang gugur dimedan perang karena membela agama Allah bukan para Imam....

    ---------- Post Merged at 12:25 AM ----------

    Sesungguhnya umat islam sekarang ini dihadapkan dengan permasalahan mengenai boleh tidaknya shalat didalam area yang ada kuburan atau yang menghadapnya dikarenakan kondisi kuburan rasulullah salallahu ‘alaihiwassalam yang berada didalam masjid nabawi yang bertentangan dengan hadist larangan shalat ditempat yang ada kuburan atau yang menghadapnya. Alhamdulillah, permasalahan ini telah dikaji oleh beberapa ulama besar diantaranya Syaikhul Islam, Asy-Syaikh Al-Albani, dan Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahumullahu. Kata Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin :“Jika ada yang mengatakan: kita sedang diliputi problem terkait dengan kuburan Rasulullah salallahu alaihiwasallam yang ada sekarang, karena berada di tengah masjid Nabawi, bagaimana jawabannya? Kami katakan, jawabannya ditinjau dari beberapa sisi sebagai berikut:
    1. Masjid tersebut tidak dibangun di atas kuburan, bahkan dibangun pada masa hidup beliau salallahu alaihiwasallam
    2. Nabi salallahu alaihiwasallam tidak dikuburkan di dalam masjid sehingga dikatakan bahwa ini adalah penguburan orang-orang shalih di dalam masjid, bahkan beliau dikuburkan di dalam rumahnya.
    3. Perbuatan memasukkan rumah-rumah Rasulullah salallahu alaihiwasallam termasuk rumah ‘Aisyah ke dalam masjid (ketika perluasan masjid) bukan dengan kesepakatan para shahabat , bahkan hal itu terjadi setelah meninggalnya kebanyakan shahabat dan tidak tersisa dari mereka kecuali sedikit, yaitu sekitar tahun 94 H. Dengan demikian berarti hal itu bukan termasuk di antara perkara-perkara yang dibolehkan oleh para shahabat atau yang disepakati oleh mereka. Bahkan sebagian mereka (yang mendapati kejadian itu) mengingkarinya, dan juga diingkari oleh Sa’id bin Al-Musayyib dari kalangan tabi’in.
    4. Kuburan tersebut tidak dikategorikan berada dalam masjid meskipun setelah perluasan dan dimasukkan di dalamnya, karena kuburan tersebut berada di dalam kamar tersendiri terpisah dari masjid, jadi masjid Nabawi tidak dibangun di atasnya. Oleh karena itu dibuatkan 3 dinding yang mengelilingi kuburan tersebut dan dindingnya dijadikan menyimpang dari arah kiblat yaitu dengan bentuk segitiga, sudutnya ditempatkan pada sudut utara masjid, dimana seseorang yang shalat tidak akan menghadap ke kuburan tersebut karena posisi dindingnya yang menyimpang (dari arah kiblat). (Al Qaulul Mufid ‘ala Kitabittauhid, 1/398-399).
    Dengan demikian jelas bagi kita bahwa masjid Nabawi tidak termasuk dalam kategori masjid yang dibangun di atas kuburan yang dilarang shalat di dalamnya. Begitu pula orang yang shalat di dalamnya tidak akan jatuh dalam kategori shalat menghadap ke kuburan yang dilarang, karena bentuk dinding yang mengelilinginya sebagaimana dijelaskan di atas.
    Kalaupun seandainya masih tersisa kejanggalan mengingat bahwa bagaimanapun juga kuburan tersebut telah menjadi bagian dari masjid maka jawabannya sebagaimana kata Asy-Syaikh Al-Albani t pada pasal terakhir dari kitabnya yang berjudul Tahdzirus Sajid min Ittikhadzil Quburi Masajid (hal. 133-137): “Kemudian ketahuilah bahwa hukum yang telah lewat mencakup seluruh masjid baik yang besar maupun yang kecil, yang lama maupun baru, berdasarkan keumuman dalil-dalil yang ada. Maka tidak diperkecualikan dari larangan shalat di masjid yang ada kuburannya kecuali masjid Nabawi yang agung, karena keutamaannya yang khusus yang tidak didapatkan pada masjid-masjid lain yang dibangun di atas kuburan. Hal itu berdasarkan sabda Rasulullah salallahu alaihiwasallam:

    “Shalat di masjidku ini lebih utama dari seribu shalat di masjid-masjid yang lain kecuali Masjidil Haram, (karena shalat di Masjidil Haram lebih utama).”( HR. Al-Bukhari, Muslim serta yang lainnya dari hadits Abu Hurairah)


    Begitu pula sabda beliau salallahu alaihiwasallam:
    “Antara rumahku dan mimbarku merupakan taman dari taman-taman jannah (surga).” (HR. Al-Bukhari, Muslim, serta yang lainnya dari hadits Abdullah bin Zaid Al-Mazini)

    Serta keutamaan-keutamaan lainnya. Jika demikian, kalau dikatakan bahwa shalat di masjid Nabawi dibenci (terlarang) maka berarti menyamakan masjid Nabawi dengan masjid-masjid lainnya serta meniadakan/menghapuskan keutamaan-keutamaan yang dimilikinya, dan tentu saja sangat nyata bahwa hal ini tidak boleh.
    Makna (hukum) ini kami petik dari perkataan Ibnu Taimiyyah yang telah lewat pada hal. 125-126 ketika menjelaskan sebab dibolehkannya melaksanakan shalat yang memiliki sebab pada waktu-waktu terlarang.
    Jadi sebagaimana dibolehkan shalat (yang memiliki sebab) pada waktu-waktu yang terlarang dengan alasan bahwa pelarangan dari shalat tersebut berarti menyia-nyiakannya manakala tidak mungkin untuk meraih keutamaannya dikarenakan waktunya akan berlalu, maka demikian pula shalat di masjid Nabi salallahu alaihiwasallam. Kemudian saya mendapati Ibnu Taimiyyah menegaskan hukum ini pada kitabnya yang berjudul Al-Jawab Al-Bahir fi Zuril Maqabir (22/1-2): “Shalat di masjid-masjid yang dibangun di atas kuburan terlarang secara mutlak. Lain halnya dengan masjid Nabi n karena shalat di dalamnya bernilai seribu shalat (di masjid-masjid lain) dan masjid ini dibangun di atas ketaqwaan, di mana kehormatannya (kemuliaannya) terpelihara pada masa hidup beliau n dan masa Al-Khulafa`ur Rasyidin, sebelum dimasukkannya kamar (rumah) tempat penguburan beliau salallahu alaihiwasallam sebagai bagian dari masjid. Dan hanyalah sesunggguhnya (perluasan masjid dengan) memasukkan kamar tersebut sebagai bagian dari masjid terjadi setelah berlalunya masa para shahabat.”
    Ente dah ke mesjid nabawi?
    Disana gak ada yg namanya tembok mengelilingi karena orang masih bisa lihat makam dr celah teralis. Kalo duduk diraudhah disebelah kiri mimbar juga bisa kliatan makamnya lewat teralis.

    Soal ayat yg menyatakan wali itu gak mati. Silakan buka qur'an ya. Minimal googling. Ente nyari jawaban masjid nabawi aja sanggup koq googling. Dan gue gak pernah bilang itu imam.
    Jangan mlintir pernyataan gue.

    ---------- Post Merged at 02:54 AM ----------

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    @hajimeh_saitoh: oh ada yg memuntir ayat ya? ngakunya paham qur'an dan semua kitab agama lain lho
    Selamat, anda kena plintir hajime saitoh.
    Saya gak pernah ngaku kalo saya paham quran dan semua kitab agama lain.

    Tolong jgn diplintir tulisan saya.
    Last edited by sedgedjenar; 25-08-2013 at 03:51 AM.

  16. #156
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    padahal kalo punya pengharapan sama Rasulullah udah diajarkan shalat hajat. Padahal kalo minta dikuatkan rejeki diajarkan Rasul sholat dluha. Padahal kalo dosa2nya minta diampuni Rasul ngajarin shalat lail. Padahal kalo bingung akan pilihannya ada istikharoh. Rasul ngajarin ngalap berkah ke makam ya?
    Islam tradisional itu ngalap berkah karena diajarin orang jawa. Dimana tradisi jawa ini sudah ada sebelum islam masuk.

    Tradisi jawa menjunjung tinggi nilai nilai etika dan penghargaan kepada leluhur.
    Karena mereka hidup di Nusantara, jadi orang jawa yg tidak lupa akan jawanya.

    Tapi uraian diatas bukan berarti cara yg diajarin rosul salah (khawatir diplintir makanya gue kasih statemen itu). Cara yg diajarkan rosul itu bener, karena sholat itu mi'raj. Kalo mi'raj itu hadir Langsung dihadapan Allah, jadi bisa lnagsung berdoa memohon tanpa perantara.

    Itu kalo sholatnya mi'raj ya? Kalo sholatnya hadir di hadapan pikiran soal utang, soal suami, soal bayaran sekolah anak atau soal kerja ya lebih baik ngalap berkah.


  17. #157
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Quote Originally Posted by sedgedjenar View Post

    alasan anda, sah sah aja dan logis.
    Berarti perantara tsb tidak termasuk wali, bukan termasuk orang yg berada di sisi allah.

    Masalahnya adalah, ketika doa gak terkabul lalu allah bicara demikian orangnya tau gak? Seperti anda berdoa, nanya kepada Allah. Pernah denger allah bicara gak?
    On the other hand, kalo lewat perantara semacam ngalap berkah itu berarti sang perantara yang akan memberi tahu apakah doa itu tidak terkabul? Begitukah maksudnya?

    Menjawab pertanyaan anda, kalo mau tau doa nggak terkabul kan mudah saja, nggak perlu dikasi tau lagi. Tinggal liat kenyataannya, terkabul apa enggak
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  18. #158
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by tuscany View Post
    On the other hand, kalo lewat perantara semacam ngalap berkah itu berarti sang perantara yang akan memberi tahu apakah doa itu tidak terkabul? Begitukah maksudnya?
    Bisa ya, bisa juga nggak.
    Kalo iya biasanya melalui mimpi ngasih taunya.

    Quote Originally Posted by tuscany View Post
    Menjawab pertanyaan anda, kalo mau tau doa nggak terkabul kan mudah saja, nggak perlu dikasi tau lagi. Tinggal liat kenyataannya, terkabul apa enggak
    Ya pernyataan anda ini bisa buat jawaban diatas kalo pertanyaannya bagaimana bisa tau doa lewat perantara gak terkabul. Tapi cuma sebatas itu ajakan? Alasan gak dikabulkannya apa dan kenapa? Secara spesifik pernah gak dijawab Allah secara Langsung?

    Sebenernya doa lewat perantara ini tiap hari juga dilakukan, minimal kalo jumatan. Imam doa, jamaahnya amin amin. Atau kalo selese pengajian, ustad doa, jamaah mbayar.... Eh, maksudnya jamaah amin amin.

    Yg jadi gap adalah, yg satu perantara nya masih hidup masih makan minum. Nah yg satu udah dipendem ditanah. Itu semata-mata soal perbedaan cara pandang aja. Yg satu mandang hidup sebatas fisik (kalo tubuh masih bisa joget cesar berarti hidup) sedangkan yg paham ngalap berkah itu memandang hidup gak cuma sebatas fisik belaka.

    M
    Last edited by sedgedjenar; 25-08-2013 at 05:05 AM.

  19. #159
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    tawassul itu salah, udah titik. itu salah satu penyimpangan akidah.
    budaya jawa jaman dulu dipengaruhi agama lain. lalu dicampur ke ajaran islam.
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  20. #160
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

Page 8 of 11 FirstFirst ... 678910 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •