Islam tapi cuma di ktp (mengaku islam tapi tidak melaksanakan syariat islam, misal ngaku islam tapi ga sholat, ga puasa, ga zakat, minum khamr, *** bebas/berzina, dll) kan bukan berarti dia pindah agama. Jadi belum tentu kafir
Islam tapi cuma di ktp (mengaku islam tapi tidak melaksanakan syariat islam, misal ngaku islam tapi ga sholat, ga puasa, ga zakat, minum khamr, *** bebas/berzina, dll) kan bukan berarti dia pindah agama. Jadi belum tentu kafir
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
Jikapun lolos dari persyaratan dan tata ibadah dlm pernikahan..nantinya Pasti nanti terjadi tarik menarik. Entah menuju ke salah satu agama atau malah mnuju area abu abu. Anak anak jg jd inggung bin ngiler. Sore2 hari enaknya duduk sm anak anak sambil makan mie rebuS rasa kari...yg ada malah ngotot2an bahas soal keyakinan soal siapa yg nciptain bumi..Tuhan Yesus atau Allah.
wah saya ga punya pengalaman sih, tapi sepertinya seru. Menurut pendapat saya sah-sah aja kalo keduanya yakin akan dapat melewati semua resiko dan masalah2 yang akan mereka hadapi. kekuatan Cinta mereka akan lebih diuji lebih berat, dibandingkan dgn pernikahan biasanya. karena menikah se-agama aja bisa terasa sulit menjalaninya. apalagi kalo beda.. pasti memerlukan kebesaran hati masing-masing pasangan yah dan resikonya pasti jauh lebih besar. apalagi klo di Indonesia kan yang nikah bukan cuma suami - istri, tapi keluarga pun akan ikut berperan nantinya.
Dan ga perlu mempermasalahkan dalil2 yg melarang dari agama mana pun karena pada akhirnya, klo keduanya bisa menunjukan tekad dan cintanya hingga akhir hayat, seiring berjalannya waktu nantinya lingkungan pun akan menerima cinta mereka.
skedar opini saya saja sih hehehe..
kalo udah bicara nikah beda agama, akhirnya bicara tentang keimanan....mau diakui secara nyata atau tidak, ada perbedaan mendasar pada masing2 agama, entah ritual, masalah konsep ketuhanan, proses ibadah dll...dan bagi seorang penganut agama yang taat, pada akhirnya itu jadi benturan2 di rumah tangganya, meski masing2 pasangan beda agama itu mungkin bisa menyiasati.
Jadi, seperti kata Aslan dan chan, kalau agama bukan masuk visi dan misi pada hidup pasangan tersebut, agama bukanlah halangan untuk mereka bersatu dalam pernikahan. Masalah pendidikan agama ke anak, mungkin mereka cenderung membebaskan anak2 mereka memilih sendiri, demokratis lah katanya.
Tapi, suatu saat orang biasanya masuk pada fase mencari kenyamanan dalam beribadah. Kalau udah masuk fase itu, biasanya egoisme menyerang, kepengen semua yang di dekat dia seagama....kalau udah gitu, mau dibawa kemana perkawinan mereka?
Ibaratnya menikah itu masalah selera, ada yang seleranya yang penting cucok, agama gak masalah, ada yang merasa agama segala2nya. Yang kemudian mempunyai pasangan beda agama, biasanya memang agama bukan visi dan misi dalam hidup. Karena jika seseorang meletakkan agama sebagai visi dan misi penting dalam hidup, maka dia akan cenderung memilih seseorang yang seagama untuk jadi pasangannya
trus, menurut ente gmn dong solusinya agar bisa nikah di Indonesia?Originally Posted by opi77
wong catatan sipil yng memfasilitasi kawin campur katanya dah gak lagi, ya gak?
kecuali ke LN (negara yng maseh mengakomodir kawin campur) spt celeb di inpotemen
sesuai pemahaman yng spt itu, brarti si suami gagal jd imam/pemimpin dongkalo emank cow jadi imam dalam keluarga..kenapa kebanyakan kasus nikah beda agama yang
cownya muslim dan cew non muslim malah banyak anaknya yang malah ikut istrinya bukan ikut suaminya??
...kalo kaya gitu status suaminya sebagai pemimpin keluarga gimana?![]()
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito
beberapa celeb bisa nikah di indonesia mbah, seperti pasangan melly manuhutu (bener gak ya?), mereka minta diresmikan di Pengadilan negeri, juga meriam belina dan mantan suaminya, minta diresmikan di pengadilan negeri, juga unique pricillia dan sama tuh kakak si fathir muchtar? juga mensahkan di pengadilan negeri.
Kayaknya peraturan pernikahan di indonesia masih carut marut. Di satu sisi, catatan sipil tidak memfasilitasi nikah beda agama, di sisi lain PN bisa dijadikan tempat pengajuan saha tidaknya nikah beda agama. Juga ketika ada pasangan beda agama bisa menikah di luar negeri, trus bisa dicatatkan di kedutaan besar indonesia...rancu kan?
Kalo penganut agama ane bagi dua jadi inklusif dan eksklusif, maka wacana pernikahan beda agama lebih mungkin terjadi pada penganut inklusif. Bicara pernikahan, bukan saja penyatuan dua insan, tapi juga keluarga. Jika keluarga juga beragama secara inklusif, maka pernikahan beda agama tidak menjadi kendala besar. Bicara agama, bukan saja urusan keluarga, tetapi juga masyarakat. Jika masyarakatnya pun inklusif, maka pernikahan beda agama bukan masalah lagi.
![]()
Laki-laki memang imam di keluarga. Contoh kecilnya saat sholat, imamnya pasti laki-laki (dewasa). Perempuan muslim disuruh ngimam ke suaminya yg laki-laki non muslim ga make sense karena jadinya kontradiktif.
Ya...kok kabur. Ayo balik sini lagi opa
Menarik ya pas bagian ini. Pertama, kata ahli kitab itu keluarnya di mana dan kapan? Baru dibandingan dengan keadaan masa itu apakah memang ahli kitab masih ada.
iya. kan ada. (yg saya garisbawahi). artinya ada yg mendefinisikan secara literal dan ada yg mengartikannya secara berkesinambungan sama ayat2 atau hadist shahih lainnya.
artinya masih ada pertentangan dalam hal ini.
kalau ada pertentangan, artinya ada keragu2an.
kalau ada keragu2an, maka balik lg ke hadist nabi yg bilang "tinggalkan hal2 yg syubhat" alias yg kamu ragu2.
kayak katanya Oprah, doubts means don't
kalo gw sih..yakin dan percaya bahwa tidak boleh menikah beda agama. gw yakin spt itu dan mudah2an gw tenang dgn keyakinan gw.
dan gw harap kalian pun demikian. yakin dengan apa yg kalian percayain.
karena ketidakyakinan itu yg bikin org jadi "parno"
yaaa misalkan aja kayak begini ini.
kalo emang yakin nikah beda agama itu boleh ...misalkan : saya sudah usaha ikhtiar sana sini, tanya sana sini, dan kemudian YAKIN bahwa inilah jalan yang saya pilih, dan tidak ada keraguan diri gw didalamnya (krn gw udah usaha sekuat gw memahami ajaran agama) ya, GO FOR IT!...
lakukan...dan jangan setengah2.
jangan sampe...ga yakin, tp sok yakin, trus melakukan, pas ditengah jalan galau, trus menyesal, dan end up nyakitin orang lain.
gw kan cuman menyampaikan kepercayaan gw ya seperti itulah.
yang mau nikah beda agama ya monggo![]()
yg jelas, gw ga mau panjang lebar berdebat ttg suatu hal yg sudah jelas buat gw. gw ga akan menanyakan lagi, atau merubah keyakinan gw. yg paling gw takutkan adalah malah bikin org lain meragukan hal2 yg sudah jelas.
misalkan dalam hati gw yakin nikah beda agama itu ga boleh.period.
tp demi toleransi dan krn ga enak ama temen, gw bilang "ah tenang aja, masih ada perdebatan kok di antara para ulama soal artinya"
ah,ini mah sama aja menjerumuskan org lain. makanya mending gw sampaikan apa yg gw yakini aja.
kalau mereka ragu, biarlah itu krn pemikiran mereka sendiri.
jadi kalo temen2 disini merasa boleh, ya cari aja ayat2nya. tp klo ga dapet2, jgn lantas marah sama keadaan dan ngomong klo yg bilang "ga boleh" itu ga toleran![]()
love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours
balik ke diri masing2 aja .. kalau emang sanggup ya jalankan saja
Ya itu memang ada dua pola beragama yang berbeda... yang Spears sebutkan itu adalah pola agama yang memang banyak dianut dan dianjurkan di masyarakat, yakini dan selesaikan. Baik sekali untuk memberi ketenangan dalam hati.
Yang saya lakukan di atas adalah pola saya beragama yang satunya lagi, ragukan dan temukan. Jadi saya memang bertanya, melihat alternatif, dan menimbang diantara yang ada. Sebagai akibatnya saya selalu muncul dengan apa saja alternatif pemikiran yang ada. Jadi ketika berdiskusi, saya menganggapnya sebagai media belajar bagi kedua belah pihak, bukan media adu keyakinan yang biasanya malah berakhir pada pembelaan terhadap keyakinan masing-masing. Saya membuka kemungkinan untuk justru orang lain mengubah apa yang saya yakini. Keragu-raguan justru adalah ladang untuk menemukan kebaikan dan kebenaran.
Kadang saya sepakat dengan mayoritas, kadang sepakat dengan minoritas, kadang malah punya pendapat sendiri... bukan tidak mungkin malah setelah sekian lama ganti pendapat lagi![]()
Tidak untuk menyalah benarkan satu dari yang lain, tapi kita memang mengambil keputusan beragama yang berbeda.
Yuk lanjut nikah beda agamanya... euh... diskusi soal nikah beda agamanya...![]()
"Mille millions de mille milliards de mille sabords!"
p-li: itu yg dilakukan bucek depp sama unique CMIIW, melly mengajukan ke pengadilan negeri cibinong
kayanya dah gue postingan ddi hal2 sebelumnya...ada lembaga yang mengakomodasi soal ini...dan lembaga ini kayanya sich pecahan dari paramdina dulu dan salah satu penulis buku yang ada di cinta tapi beda...kebetulan gue dah ketemu ama orangnya
balik ke soal di masyarakat kita...emank susah buat menerima soal nikah beda agama...masih banyak kontrobervi soal ini...tapi kenapa kaya seleb2 kok gampang yah...dan kebanyakan mereka nikah di bali..dan setau gue bali juga udah gak bisa lagi nikah beda agama...
Ane kurang mudeng dgn mereka (terutama selebritas) yg menikah beda agama di luar negeri. Buat apa?
Kalo masing-masing pihak yg berbeda agama sudah setuju utk menikah, tinggal dilaksanakan saja, entah mau mengikuti ritual agama yg mana, tidak jadi masalah. Menikahnya sudah sah karena sudah sesuai ketentuan agama, jadi tidak masuk kategori kumpul kebo. Meski negara tidak memberikan surat nikah karena beda agama, itu bisa diakali dgn membuat surat perjanjian (di depan notaris misalnya) antara dua belah pihak mengenai keuangan keluarga, pengurusan anak, perceraian, harta gono-gini, dst.
![]()
oh pantesan. ternyata kita beda.
kalo buat gw, keraguan thd hal yg sudah secara jelas ada di Al-Quran itu adalah bisikan syaitan (kayak katanya surat An-Nas)
sama kayak perilaku gay..banyak ditemukan jaman skrg org2 yg pake ayat Al-Quran utk melegalkan homoseks. pdhal udah jelas2 tdk boleh. tp entah bgmn mereka memutarbalikkan fakta dan dengan sadisnya pake ayat Al-Quran pula. dan gw rasa ini sama kayak kasus nikah beda agama. mentang2 udah kepengen nikah beda, trus nyari2 pembenaran bahwa hal tsb boleh. ya silahkan aja cari. tp gw rasa, org2 tsb hanya membohongi diri sendiri. krn sbnrnya sih ga yakin kalo boleh. makanya mereka terus berdebat soal boleh tidaknya, karena butuh pembenaran, butuh pengakuan.
sama kayak org yg pengen homoseks dilegalkan dlm islam..krn hati mereka sbnrnya tau ga boleh..tp kepengen..makanya terus dan terus berdebat.
beda sama org yang yakin. ya sudah aman tentram ga perlu berdebat.
so, imho, kalo pada2 emang yakin nikah beda agama boleh, ya make peace lah sama diri sendiri. pertanyaannya: udah peace kah?apa masih butuh pembenaran terus-menerus sepanjang zaman?
klo para ulama sih sudah ga berdebat lagi.
yg berdebat itu ulama jaman dulu. skrg udah fix. setahu saya lhoo.![]()
love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours
seleb yang menikah diluar negeri karena beda agama yah mungkin karena di Indonesia belum bisa melaksanakannya...ada peraturan pemerintah yang melarang menikah bagi pasangan beda agama...makanya mereka pada keluar negeri
hmm topik yang gak ada matinya... tapi sepertinya setiap agama tidak menyarankan dan bahkan melarang deh yang namnya nikah beda agama.....
khususnya dalam ISlam itu bisa kena dosa Zina.....
LAH, yaitu purOriginally Posted by purba
gw sendiri jg herman
palingan ujung2nya kan mao cari legalitas atau
katakanlah lembaga yng mao mengakui pernikahan mereka.
Di Indonesia tdk mengakomodir pernikahan campur (beda keyakinan)
bukan tanpa sebab, tentu ada alasannya, salah satunya mungkin klo terjadi
sengketa atau perselisihan misalnya, tdk bisa menggunakan sistem peradilan yng ada
bikin ribet bin ruwet kan?
betulKalo masing-masing pihak yg berbeda agama sudah setuju utk menikah, tinggal dilaksanakan saja,
entah mau mengikuti ritual agama yg mana, tidak jadi masalah. Menikahnya sudah sah karena
sudah sesuai ketentuan agama, jadi tidak masuk kategori kumpul kebo.
klo mao pragmatis seh dah beres soal sah pa gaknya
BetulMeski negara tidak memberikan surat nikah karena beda agama, itu bisa diakali dgn membuat
surat perjanjian (di depan notaris misalnya) antara dua belah pihak mengenai keuangan keluarga,
pengurusan anak, perceraian, harta gono-gini, dst.
Sepanjang mereka berdua sepakat/kompromi jika ada perselisihan akan mampu menyelesaikan
sendiri secara kekeluargaan, klo gak atau katakanlah ada salah satu yng ingkar?
tentu akan ada yng pengen menempuh jalur hukum to?, lalu pake sistem peradilan yngmn?
pdhl diperadilan umum (baca perdata) tdk mengatur hal2 spt gono-gini, waris dsbnya![]()
Last edited by pasingsingan; 10-01-2013 at 01:14 PM.
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito
@opi: gak juga sih...banyak cara untuk mensiasati, salah satunya mengajukan permohonan ke Pengadilan Negeri, juga ada yang ikut ritual salah satu agama. Dewi Sandra ketika menikah dengan Glenn Fredly cuma ikut pemberkatan trus disahkan di catatan sipil, tapi Dewi tetap beragama Islam. Cerainya pun mereka di pengadilan negeri. Nurul Arifin juga cuma ikut pemberkatan di gereja pas nikah sama Mayong, tapi dia tetap beragama Islam dan naik haji juga
Jadi kalau emang menurut opi, agama bukan visi dan misi dalam hidup berumah tangga opi dan pasangan yang sekarang, ya silahkan....gak perlu ke luar negeri, banyak cara buat ngakalin hukum indonesia mah
---------- Post Merged at 12:14 PM ----------
saya sih udah capek ngomentarin masalah dosa dari sisi agama Islam. Bukan apa2, mereka2 yang "memaksakan" diri dan "membenarkan" diri bisa menikah beda agama, udah buta dan cenderung gak mau tau tentang syariat agamanya. Jadi kalau saya, buat apa diingetin? mental pastinya![]()