Quote Originally Posted by Alip View Post


Ada yang mendefinisikan musyrik di sini secara literal loh, Spears, yaitu para penyembah berhala (syirik-musyrik) yang ada di Mekkah saat itu. Sedangkan ahli kitab tidak dikategorikan sebagai musyrik jadi sah untuk dinikahi.

Mengenai anggapan kalau kitab-kitab para ahli kitab sudah tidak murni lagi, dus ahli kitab sudah tidak ada, ada yang menyanggah bahwa ketidakmurnian itu juga sudah terjadi di jaman Rasul, tapi Qur'an tetap menyebut mereka sebagai ahli kitab. Jadi status ahli kitab mereka tetap sah.

* cuma lempar perspektif orang buat tambahan bahan diskusi aja kok , abis itu kabur *
iya. kan ada. (yg saya garisbawahi). artinya ada yg mendefinisikan secara literal dan ada yg mengartikannya secara berkesinambungan sama ayat2 atau hadist shahih lainnya.

artinya masih ada pertentangan dalam hal ini.

kalau ada pertentangan, artinya ada keragu2an.

kalau ada keragu2an, maka balik lg ke hadist nabi yg bilang "tinggalkan hal2 yg syubhat" alias yg kamu ragu2.
kayak katanya Oprah, doubts means don't

kalo gw sih..yakin dan percaya bahwa tidak boleh menikah beda agama. gw yakin spt itu dan mudah2an gw tenang dgn keyakinan gw.

dan gw harap kalian pun demikian. yakin dengan apa yg kalian percayain.
karena ketidakyakinan itu yg bikin org jadi "parno"

yaaa misalkan aja kayak begini ini.
kalo emang yakin nikah beda agama itu boleh ...misalkan : saya sudah usaha ikhtiar sana sini, tanya sana sini, dan kemudian YAKIN bahwa inilah jalan yang saya pilih, dan tidak ada keraguan diri gw didalamnya (krn gw udah usaha sekuat gw memahami ajaran agama) ya, GO FOR IT!...
lakukan...dan jangan setengah2.
jangan sampe...ga yakin, tp sok yakin, trus melakukan, pas ditengah jalan galau, trus menyesal, dan end up nyakitin orang lain.

gw kan cuman menyampaikan kepercayaan gw ya seperti itulah.
yang mau nikah beda agama ya monggo

yg jelas, gw ga mau panjang lebar berdebat ttg suatu hal yg sudah jelas buat gw. gw ga akan menanyakan lagi, atau merubah keyakinan gw. yg paling gw takutkan adalah malah bikin org lain meragukan hal2 yg sudah jelas.
misalkan dalam hati gw yakin nikah beda agama itu ga boleh.period.
tp demi toleransi dan krn ga enak ama temen, gw bilang "ah tenang aja, masih ada perdebatan kok di antara para ulama soal artinya"
ah,ini mah sama aja menjerumuskan org lain. makanya mending gw sampaikan apa yg gw yakini aja.

kalau mereka ragu, biarlah itu krn pemikiran mereka sendiri.
jadi kalo temen2 disini merasa boleh, ya cari aja ayat2nya. tp klo ga dapet2, jgn lantas marah sama keadaan dan ngomong klo yg bilang "ga boleh" itu ga toleran