Results 1 to 20 of 76

Thread: Bung Karno dan Musik Ngak Ngik Ngok ...

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Musik bisa mempengaruhi suasana hati, nggak bicara jauh ke jiwa ah...

    Kalau sedang banyak tantangan di kantor, di mobil saya setel musik yang bersemangat.
    Kalau sedang mau slow down, saya pasang musik yang santai.

    Kalau sedang melow, dan pingin berlama-lama "mengasihani diri sendiri", saya pasang musik melow jugak... tapi
    kalau sedang melow padahal banyak kerjaan, saya pasang lagu 'mars', langsung melow-nya hilang...

    Jadi ya cuma alat bantu... sebenarnya tanpa musik juga saya bisa merubah mood semau saya... tapi knapa nggak pake musik? mumpung ada
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  2. #2
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Musik bisa mempengaruhi suasana hati, nggak bicara jauh ke jiwa ah...
    well, bisa sejauh sampe 'jiwa' sih. Kalo yang di dengerin adalah musik dengan konten informasi yang sama sejak dini... rada mirip indoktrinasi jadinya. Dan bisa sampe mampengaruhi dalam pembentukan alur logika berfikir kita.
    Makanya banyak teori yang bilang bahwa biar gedenya pinter, bayi harus sering terpapar dengan musik klasik(seingat gue, terutama Bethoven) bahkan sejak dalam kandungan.

    Dan itu juga sebabnya salah satu metode penyiksaan di Guantanamo juga menggunakan musik. Applied correctly, it can be used to break souls.
    A proud SpaceBattler now.

  3. #3
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Quote Originally Posted by TheCursed View Post
    Makanya banyak teori yang bilang bahwa biar gedenya pinter, bayi harus sering terpapar dengan musik klasik(seingat gue, terutama Bethoven) bahkan sejak dalam kandungan.
    Hal ini masih dalam perdebatan, karena banyak penelitian memberi hasil yang berbeda. Kecenderungannya sih teori ini semakin dekat dengan kehancurannya. Musik bisa menjadi stimulus bagi anak, tapi seberapa jauh dia mempengaruhi struktur otak, masih diragukan. Apalagi belakangan ini kita semakin yakin bahwa otak bersifat plastis, alias bisa di re-konstruksi ulang, yang mementahkan teori pembentukan dini melalui musik.

    Tapi memang banyak industri musik berpegang ke teori ini ... yah, namanya juga jualan...

    Quote Originally Posted by TheCursed View Post
    Dan itu juga sebabnya salah satu metode penyiksaan di Guantanamo juga menggunakan musik. Applied correctly, it can be used to break souls.
    Music alone tidak banyak berpengaruh, dia cuma bagian dari metode penyiksaan. Dalam proses cuci otak sekalipun, musik cuma bahan optional yang jarang dipakai.

    Saya tergolong orang yang percaya bahwa setelah dewasa jiwa (karakter dan kesehatan mental) kita dibentuk oleh kesadaran kita sendiri, bukan oleh pengaruh luar. Contoh yang meyakinkan adalah bapak psikologi logoterapi, Victor Frankl, yang bisa selamat dari kamp nazi karena kemampuannya untuk selalu berbesar hati meskipun disiksa habis-habisan.
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  4. #4
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Hal ini masih dalam perdebatan,...
    True.

    Music alone tidak banyak berpengaruh, dia cuma bagian dari metode penyiksaan.
    Agree.

    Saya tergolong orang yang percaya bahwa setelah dewasa jiwa (karakter dan kesehatan mental) kita dibentuk oleh kesadaran kita sendiri, bukan oleh pengaruh luar...
    To each, their own.
    Lets just agree to disagree on this.

    Gue termasuk yang percaya "it takes a village... ".
    A proud SpaceBattler now.

  5. #5
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Quote Originally Posted by TheCursed View Post
    To each, their own.
    Lets just agree to disagree on this.

    Saya sih hanya mengambil sikap ini kalau kita tidak lagi memiliki common ground yang bisa didiskusikan... misalnya kalau bicara soal keyakinan dari agama yang berbeda... jadi sikap yang paling tepat dalam kasus ini adalah, let's not discuss it any further.

    ***

    Sukarno,
    siapa dia? Sosok yang dilahirkan di awal abad keduapuluh dari ayah seorang priyayi dan ibu berkasta brahmana, yang hidupnya penuh berisi pahit getir perjuangan melawan penjajahan. Saya merasa wajar saja kalau beliau merasa tidak cocok melihat anak-anak muda yang menurutnya "urakan", "serampangan", "pemalas", atau "hedonis" yang muncul di era 60-an. Dia berkaca menggunakan pengalaman hidupnya sendiri, yang memang jauh berbeda.

    Tanpa menyalahkan beliau, tanpa menyalahkan pula generasi 60-an... mereka memang beda... jika saya jadi Sukarno, saya justru akan sedih kalau anak-anak muda masih sama menderita dan prihatinnya seperti jaman saya sendiri muda dulu... itu berarti perjuangan saya selama ini tidak membawa perubahan apa-apa...

    Tapi saya kan bukan Sukarno
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  6. #6
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Sukarno,
    siapa dia? Sosok yang dilahirkan di awal abad keduapuluh dari ayah seorang priyayi dan ibu berkasta brahmana, yang hidupnya penuh berisi pahit getir perjuangan melawan penjajahan. Saya merasa wajar saja kalau beliau merasa tidak cocok melihat anak-anak muda yang menurutnya "urakan", "serampangan", "pemalas", atau "hedonis" yang muncul di era 60-an. Dia berkaca menggunakan pengalaman hidupnya sendiri, yang memang jauh berbeda.
    Itu kan memang selalu terjadi ya um?
    Generations gap,
    Kaum tua yang menganggap kaum muda terlalu berleha2
    Saya kayaknya sudah masuk dalam alur gap ini
    Four tines is a fork. Three tines is a trident. One is for eating, one is for ruling the seven seas.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •