Page 4 of 4 FirstFirst ... 234
Results 61 to 76 of 76

Thread: Bung Karno dan Musik Ngak Ngik Ngok ...

  1. #61
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post

    tp msh penasaran sama musik ngak-ngik-ngok, buat gw berasa dawai biola yg ga bener digeseknya
    Atau sesuatu yang kedengarannya seperti itu di telinga dia.
    Dan, ngomongin string instrument, andaikan Sukarno masih hidup... gue pengen tau komen dia tentang "Welcome to The Jungle" atau "Smells like Teen Spirit"-nya 2Cellos, atau keseluruhan album Apocalyptica.

    Tapi, lagi, kalo dia masih idup sekarang... kemungkinan besar dia bisa charming the pants of The Corr Sisters... Damn it, Bung !
    A proud SpaceBattler now.

  2. #62
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Quote Originally Posted by TheCursed View Post
    Makanya banyak teori yang bilang bahwa biar gedenya pinter, bayi harus sering terpapar dengan musik klasik(seingat gue, terutama Bethoven) bahkan sejak dalam kandungan.
    Hal ini masih dalam perdebatan, karena banyak penelitian memberi hasil yang berbeda. Kecenderungannya sih teori ini semakin dekat dengan kehancurannya. Musik bisa menjadi stimulus bagi anak, tapi seberapa jauh dia mempengaruhi struktur otak, masih diragukan. Apalagi belakangan ini kita semakin yakin bahwa otak bersifat plastis, alias bisa di re-konstruksi ulang, yang mementahkan teori pembentukan dini melalui musik.

    Tapi memang banyak industri musik berpegang ke teori ini ... yah, namanya juga jualan...

    Quote Originally Posted by TheCursed View Post
    Dan itu juga sebabnya salah satu metode penyiksaan di Guantanamo juga menggunakan musik. Applied correctly, it can be used to break souls.
    Music alone tidak banyak berpengaruh, dia cuma bagian dari metode penyiksaan. Dalam proses cuci otak sekalipun, musik cuma bahan optional yang jarang dipakai.

    Saya tergolong orang yang percaya bahwa setelah dewasa jiwa (karakter dan kesehatan mental) kita dibentuk oleh kesadaran kita sendiri, bukan oleh pengaruh luar. Contoh yang meyakinkan adalah bapak psikologi logoterapi, Victor Frankl, yang bisa selamat dari kamp nazi karena kemampuannya untuk selalu berbesar hati meskipun disiksa habis-habisan.
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  3. #63
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Hal ini masih dalam perdebatan,...
    True.

    Music alone tidak banyak berpengaruh, dia cuma bagian dari metode penyiksaan.
    Agree.

    Saya tergolong orang yang percaya bahwa setelah dewasa jiwa (karakter dan kesehatan mental) kita dibentuk oleh kesadaran kita sendiri, bukan oleh pengaruh luar...
    To each, their own.
    Lets just agree to disagree on this.

    Gue termasuk yang percaya "it takes a village... ".
    A proud SpaceBattler now.

  4. #64
    Itulah yang ingin dicegah Bung Karno. Dengan ngak-ngik-ngok yang mendayu-dayu para pemuda mudah terlena dan mudah tercerabut dari nilai-nilai idealisme.

    Ah, kata siapa? The Beatles, yang dituduh Bung Karno lagunya "ngak ngik ngok", punya sosok John Lennon yang berambut gondrong, berkacamata pantat botol, dan memiliki idealisme serta kepedulian terhadap perdamaian. Banyak lirik lagunya, terutama "Imagine" yang populer, berisi pesan-pesan perdamaian. Jadi, apa sebenarnya yang dikhawatirkan Soekarno terhadap budaya "ngak ngik ngok?"

    Semua itu tidak lebih dari kecemburuan ideologi saja. Bung Karno takut "bersaing bebas" dengan budaya barat.

    Gaya hidup pragmatis, santai, dan amat konsumtif para pemuda sekarang bisa bisa dibuktikan dari berbagai hal. Misalnya, konsumsi rokok yang luar biasa besarnya sehingga bangsa ini menjadi bangsa perokok terbesar di dunia. Di kampus-kampus, kantin dan kafe lebih ramai daripada perpustakaan. Kebutuhan pulsa jauh mengalahkan kebutuhan akan buku.
    Kalau benar begitu dampak budaya ngak ngik ngok, mustahil barat (Amerika) memenangkan PD II dan menjadi negara superpower, karena mentalitas penduduknya konsumtif dan hedonis.

    Jangan sok anti-kapitalis kalau nggak tau kapitalisme itu apa. Tukang mie ayam, tukang bubur, dan sebagainya itu pelaku kapitalisme juga. Hanya saja skalanya kecil.

    - - - Updated - - -

    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    Intinya.. bung karno anti barat! Musik ngik ngok yg dimaksudkan musik yg niru2 musik2 barat.
    Tapi semua ini ga bisa dibendung walaupun orang sesakti bung karno.. pilihannya kalo ga akhirnya bung karno musti mengalah, ya dikudeta. Spt macam mosadeq, kadaffi, dll...
    Terus, kalo musik niru-niru barat nggak boleh? Kalo niru Arab, boleh nggak? Anti barat kenapa? Lha Bung Karno saja pake JAS yang jelas-jelas budaya barat.
    Twitter: @tingnongtingcer
    Blog: http://ishaputra.wordpress.com/

  5. #65
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Ada masa dimana Bung Karno berusaha mendekat ke blok timur, mungkin hal itu bisa menjelaskan banyak hal.

  6. #66
    bung Karno kan ngelarang The Beatles era 60-an, jaman di mana John masih labil, The Beatlesnya belom bubar, rambutnya berponi dan pake celana ngetat--dua hal yg kena brendel Bung Karno. tahun 60-an, John-nya belom bertansformasi jadi seorang asketik seperti saat bikin lagu Imagine.

    Cerita yg menarik, meski Bung Karno sangat keras dg The Beatles, anaknya Guntur justru demen maenin lagu The Beatles--biar ikut gaul, persis kek zaman skrg dimana remaja demen nyetel Justin Bieber. Kalo kepergok ma Bung Karno, paling cuma diomeli doang, gak ampe disetrap apalagi disita semua peralatan musiknya.

    Dan tentu saja, meski menentang abis-abisan budaya pop barat, toh Soekarno punya sisi "lemah", apalagi kalau bukan wanita. Saat disindir gimana kalo ada cewek barat, bung karno bakal nolak gak, Bung Karno cuma jawab nyengir, "manusia mana yg gak punya kelemahan?" Dan tentu saja, banyak spekulasi dan desas-desus antara Bung Karno-Marlyn Monroe
    you can also find me here

  7. #67
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Lee Kwan Yew pernah melakukan Sidak ke apartemen2 rakyatnya, saat masuk kerumah2 ia tidak banyak bicara atau beramah tamah.
    Ia hanya melihat2 lalu pergi ke rumah lain.

    Setelah selesai, ia menjelaskan tindakannya.

    Ia masuk ke rumah2 rakyat Singapore karena ia ingin tahu 3 hal:

    1. Lukisan apa yg dipajang di dinding
    2. Buku apa yg dibaca
    3. Musik apa yg didengar
    oleh orang singapur.

    Dari situ ia ingin menilai seberapa jauh bangsa Singapura telah maju.
    Buku yang pernah jadi bestseller di Amerika judulnya "A Brief History of Time" karya Stephen Hawking. Sedang di Indonesia, "Dialog dengan Jin Muslim" (karangan nggak tau siapa).

    Amerika negara kapitalis yang dituduh sumber lagu "ngak ngek ngok", tapi kok bisa punya selera bacaan yang mutu ketimbang Indonesia yang agamis?

    Salah siapa?

    - - - Updated - - -

    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    apa sih yang ngga bisa dimanfaatin oleh cengkram
    an Kapitalisme, Pur?
    Jangankan Beatles, atau Rolling Stones dan gerak
    an Hippies yang menentang kemapanan di kandang
    kapitalisme... Che Guevara yang bergerilya menen
    tang kapitalisme dari hutan-hutan di negara Latin,
    ternyata masih bisa dimanfaatin oleh Kapitalisme,
    dengan dijual sebagai icon perlawanan.
    Kita semua pelaku kapitalisme. Makanya jangan munafik sok anti kapitalis.

    Teriak "anti-kapitalisme" tapi di facebook dan twitter yang jelas-jelas produk kapitalis. Basilah...
    Twitter: @tingnongtingcer
    Blog: http://ishaputra.wordpress.com/

  8. #68
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Kenapa ya ngaku paling pinter diskusi, tapi selalu nyerempet2 islam dan menghina islam.

    Bahas aja tuh apa arti ngak-ngik-ngok dan berhitung2 kenapa sukarno ga demen sampe ngelarang2 plus sampe menjarain koes bersaudara (ato koes plus?)?

    Kondisi politiknya emang bung karno lagi condong ke sosialisme waktu itu, jelas aja yg berbau barat dia ga suka.

    Orang slogannya aja ganyang malaysia, yg dia anggap antek amerika.

    Liat aja siapa temen deket bung karno dan berapa banyak pemuda jaman itu dapet jatah beasiswa ke negeri komunis macam china sama rusia.

    Dan begitu suharto berkuasa, yang dapet beasiswa di negeri komunis malah susah pulang

    Tanya kenapa

    Bahas noh isi diskusi, jangan nyolot melulu PA n ngeflame, katanya cerdas berdiskusi ala anak kuliahan ketimbang saya yang ibu rumah tangga

  9. #69
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Bung Karno pernah dekat dengan seorang perempuan Amerika...

    Pada tahun 1961, Cindy Adams, seorang wartawan Amerika mendapat kesempatan wawancara eksklusif dengan Presiden Indonesia, Soekarno.
    Itu adalah kesempatan besar bagi seorang jurnalis tak terkenal seperti Cindy, sedangkan Sukarno adalah seorang pemimpin negara besar yang telah memperjuangkan kemerdekaan dari penjajahan Belanda.
    Namun politik luar negri Sukarno sangat tidak disukai oleh Amerika, bahkan banyak orang Amerika yang menyebut Sukarno sebagai Hitler of Asia.

    Cindy memutuskan bahwa dirinya takkan minder oleh sosok besar Sukarno dan ia memulai wawancaranya dengan bercanda. Ternyata candaannya tersebut mendapat sambutan menyenangkan dari sang Presiden, Sukarno bersikap hangat terhadapnya dan memberikan waktu wawancara lebih dari satu jam bahkan memberi Cindy berbagai macam hadiah.
    Seharusnya kesuksesan Cindy dalam wawancara ini sudah cukup, namun selanjutnya Cindy dan Sukarno sering berhubungan melalui surat menyurat dan persahabatan diantara mereka mulai terjalin hangat, bahkan kemudian Sukarno memintanya untuk menulis Autobiografi.

    Cindy Adams yang masih merupakan wartawan level bawah merasa ragu atas tawaran ini, ia menyadari bahwa Sukarno adalah seorang penakluk wanita, Sukarno memiliki 4 istri dan banyak kekasih. Ia sangat tampan dan jelas2 menyukai Cindy, maka tawaran ini bisa berbahaya baginya, namun akhirnya Cindy bersedia menjadi penulis Autobiografi Sukarno.

    Pada Januari 1964 Cindy kembali ke Indonesia. Kali ini ia telah mempersiapkan sebuah strategi dalam menghadapi Sukarno yaitu menjadi seorang yang bicara blak-blakan, terus terang dan bersikap berani, ia melihat bahwa sikap semacam ini sangat memikat Sukarno diwaktu yang lalu. Sewaktu ia melakukan interview pertama, Cindy mengkomplain ruangan mereka, lalu ia menulis daftar berbagai permintaan dan banyak perlakuan istimewa yang segera ditanda tangani oleh Sukarno.

    Selanjutnya saat melakukan tur keliling indonesia dan mewawancarai orang2 dekat presiden, Cindy mengkomplain kondisi pesawat terbang yang digunakannya sehingga Sukarno segera mengirim pesawat pribadinya untuk dipakai oleh Cindy. Itupun belum cukup, Cindy minta beberapa pesawat lagi dan sebuah helikopter, juga pilot pribadi yang sangat berpengalaman, Sukarno menyetujui semua.

    Sukarno bagaikan tersihir oleh aura Cindy, bahkan ia pernah berkata kepada Cindy "Do you know why I'm doing this biography?... Only because of you, that's why"
    Sukarno sangat memperhatikan Cindy, ia memuji penampilan Cindy, memperhatikan semua pakaiannya dan mengenal semua perubahan2 kecil dari dandanan Cindy.
    Sukarno juga sering mencuri2 kesempatan, misalnya menggandeng tangan Cindy atau mencuri ciuman kecil di pipi. Cindy selalu mengisyaratkan penolakkan dan menunjukkan bahwa perkawinannya dengan suaminya bahagia.
    Dalam hati Cindy ada sebuah kekuatiran, kalau Sukarno hanya menginginkan Affair dengannya, maka rencana pembuatan Biografi ini bisa berantakan.


    Sukarno bisa membaca kekuatiran Cindy, maka ia menjelaskan pada Cindy bahwa perasaan sayangnya kepada Cindy adalah murni tanpa ada konotasi seksual, Cindy merasa lega karena Sukarno tidak marah kepadanya.
    Maka interview terus berjalan hingga beberapa bulan dan sedikit demi sedikit Sukarno mulai berubah menjadi lebih santai, Cindy masih sering melontarkan guyon dan kini Sukarno sering membalas guyonan tersebut. Sekarang Sukarno tidak lagi menggunakan seragam militer dan lebih sering menggunakan pakaian santai bahkan sering bertelanjang kaki.

    Suatu hari Sukarno menanyakan warna rambut Cindy, Cindy menjelaskan bahwa cat rambut yang digunakan adalah warna Clairol Blue-black. Sukarno segera meminta cat rambut tersebut kepada Cindy, esok harinya Sukarno meminta agar rambutnya di cat oleh Cindy. Cindy mengira Sukarno hanya bercanda namun ia serius, maka kemudian mereka berdua memiliki warna rambut yang sama.

    Buku: "Sukarno, An Autobiography as Told to Cindy Adams" terbit tahun 1965. Publik Amerika terkejut karena sosok Sukarno yang digambarkan didalam buku itu sangat memikat dan menawan. Kalau ada orang yang meragukannya, Cindylah orang pertama yang yang menjawab bahwa ia mengenal Sukarno lebih dari orang kebanyakan. Tanpa disadari, Cindy telah menjadi public relation bagi Sukarno.
    Buku tersebut tersebar luas keseluruh dunia, Sukarno memperoleh popularitas yang mengagumkan, ia mendapat banyak simpati dari publik disaat ia sedang terancam oleh kudeta militer.

    Cindy Adams mengira dirinya telah berhasil memikat Sukarno, namun sebenarnya siapa yang dipikat oleh siapa ?
    Buku tulisan Cindy menjadi bukti yang jelas bahwa si penulis sangat terpikat oleh subject tulisannya.
    Tulisan yang penuh cinta dan kekaguman ini kemudian dibaca oleh jutaan orang diseluruh dunia.

    http://www.facebook.com/notes/teddy-...y/417120910558

  10. #70
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Tapi cindy tidak bisa membuat sukarno akhirnya menyukai musik ngaj-ngik-ngok

  11. #71
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Gw sangat curiga omongan Sukarno tentang musik ngak ngik ngok itu cuma lip service saat sedang berusaha mendekati blok komunis.

    Gaya hidup bung karno itu kan flamboyan, sampe2 nge cat rambut segala coba...
    ini urusan politis lah.

  12. #72
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by ishaputra View Post

    Amerika negara kapitalis yang dituduh sumber lagu "ngak ngek ngok", ...
    Actually, seingat gue yang di maksud musik 'Ngak Ngik Ngok' itu adalah alirannya 4 cah kutu asal Liverpool itu deh. Dan Liverpool nggak di Amerika.

    - - - Updated - - -

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Bung Karno pernah dekat dengan seorang perempuan Amerika...
    Hence my comment on Sukarno and The Corr Sister's Pants...
    A proud SpaceBattler now.

  13. #73
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Quote Originally Posted by TheCursed View Post
    To each, their own.
    Lets just agree to disagree on this.

    Saya sih hanya mengambil sikap ini kalau kita tidak lagi memiliki common ground yang bisa didiskusikan... misalnya kalau bicara soal keyakinan dari agama yang berbeda... jadi sikap yang paling tepat dalam kasus ini adalah, let's not discuss it any further.

    ***

    Sukarno,
    siapa dia? Sosok yang dilahirkan di awal abad keduapuluh dari ayah seorang priyayi dan ibu berkasta brahmana, yang hidupnya penuh berisi pahit getir perjuangan melawan penjajahan. Saya merasa wajar saja kalau beliau merasa tidak cocok melihat anak-anak muda yang menurutnya "urakan", "serampangan", "pemalas", atau "hedonis" yang muncul di era 60-an. Dia berkaca menggunakan pengalaman hidupnya sendiri, yang memang jauh berbeda.

    Tanpa menyalahkan beliau, tanpa menyalahkan pula generasi 60-an... mereka memang beda... jika saya jadi Sukarno, saya justru akan sedih kalau anak-anak muda masih sama menderita dan prihatinnya seperti jaman saya sendiri muda dulu... itu berarti perjuangan saya selama ini tidak membawa perubahan apa-apa...

    Tapi saya kan bukan Sukarno
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  14. #74
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Sukarno,
    siapa dia? Sosok yang dilahirkan di awal abad keduapuluh dari ayah seorang priyayi dan ibu berkasta brahmana, yang hidupnya penuh berisi pahit getir perjuangan melawan penjajahan. Saya merasa wajar saja kalau beliau merasa tidak cocok melihat anak-anak muda yang menurutnya "urakan", "serampangan", "pemalas", atau "hedonis" yang muncul di era 60-an. Dia berkaca menggunakan pengalaman hidupnya sendiri, yang memang jauh berbeda.
    Itu kan memang selalu terjadi ya um?
    Generations gap,
    Kaum tua yang menganggap kaum muda terlalu berleha2
    Saya kayaknya sudah masuk dalam alur gap ini
    Four tines is a fork. Three tines is a trident. One is for eating, one is for ruling the seven seas.

  15. #75
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Gap generation sih wajar. Ga usah jauh2 dari sukarno ke beatles. Kita sama ortu aja ada gap kog, perbedaan pandangan dan kesukaan, padahal kita diasuh sama ortu.

    Kuatir deh ortu sama pilihan hidup kita, kuatir deh ortu sama cara mengasuh anak2 qta.

    Banyak lah...

    Mungkin artikel yg diberikan TS juga merupakan generation gap antara dia dan generasi anaknya yg kemudian diterjemahkan tentang omongan Sukarno itu.

    Meski gw liatnya lebih ke politis sih.

  16. #76
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    kayaknya masalah politis.

    tapi generation gap juga bener.
    salah satu negara dengan generation gap paling ekstrim itu Taiwan.

    Disana si kakek hidup di jaman pertanian, bapaknya hidup di jaman industri, anaknya hidup di jaman informasi.

Page 4 of 4 FirstFirst ... 234

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •