dana ga berprikepssian![]()
harap maklumin dana... semua orang di negeri ini juga pingin dan terus berharap timnas kita tuh bisa bersinar di kancah domestik dan luar, tapi kalo hasilnya begini2 mulu ya jadinya mati rasa![]()
Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi
Impossible is nothing!
you can also find me here
PSSI Protes Wasit El Haddad ke FIFA
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengajukan protes ke Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) atas kinerja wasit Andre El Haddad yang memimpin laga kualifikasi Piala Dunia 2014 Zona Asia Grup E antara Indonesia dan Bahrain, Rabu (29/2/2012). Anggota Komite Eksekutif PSSI yang juga adalah Koordinator Tim Nasional Indonesia, Bob Hippy, mengatakan, protes akan segera dilayangkan secara tertulis.
"Tentu, kita akan protes ke FIFA soal wasitnya. Selanjutnya, diajukan tertulis melalui perwakilan federasi di Jakarta," katanya kepada Kompas.com, Kamis (1/3/2012).
Bob dan pengurus PSSI kecewa dengan kinerja wasit yang dinilai tidak menguntungkan untuk Indonesia. El Haddad dinilai terlalu menekan timnas hingga Indonesia harus menyerah 10 gol tanpa balas.
"Anak-anak main bagus sekali, tapi karena ditekan terus-menerus oleh wasit, mental mereka hancur. Bayangkan, empat penalti dan pelatih diusir, tapi tak ada kartu merah. Yang aneh-aneh yang terjadi. Mereka menekan kita begitu rupa, kasihan anak-anak," katanya.
Tekanan bertubi-tubi itu dinilainya juga terkait dengan persaingan antara Bahrain dan Qatar di posisi kedua Grup E sebagai syarat untuk lolos ke babak selanjutnya. Hanya saja, Bob enggan menyebutkan permainan atau kaitan antara wasit dan persaingan itu.
Berkali-kali, Bob menegaskan bahwa dirinya tidak mencari "kambing hitam" atas kekalahan terbesar Indonesia ini. Namun, menurutnya, ulah wasit berkontribusi banyak terhadap hasil akhir yang mengecewakan tersebut.
"Sekali lagi, saya bukan cari-cari alasan. Jadi, (kekalahan ini) karena wasit. Kita sudah protes ke FIFA bahwa wasitnya tidak benar, tidak menjalankan tugas dengan baik. Ini ada hubungannya dengan pertandingan antara Qatar dan Iran. Ini yang menjadi protes kita," tandasnya.
saus
-------------------------------------------------------------------
mungkin mata gw salah liat, tapi pas lawan bahrain timnas hampir2 ga pernah pegang bola kan?
yang begitu dibilang mainnya bagus?![]()
"Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
Takahashi Minami
------------------------------------------------------------------
Thread paling Hot dil AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog
masuk media luar beritanya, katanya FIFA bakal 'menyelidiki' kemenangan besar Bahrain yang tak biasa
FIFA have confirmed they are to investigate
the "unusual outcome" of Bahrain's Asian
zone World Cup qualifier against Indonesia
yesterday.
Bahrain won the match 10-0 having gone
into the encounter in Manama knowing
they needed to overcome a nine-goal
deficit to have any chance of progressing
to the next stage of the qualification
campaign.
Qatar's 2-2 draw with Iran in the day's
other Group E contest meant Bahrain's
efforts were in vain, but FIFA today
confirmed the circumstances of Bahrain's
emphatic win would come under scrutiny.
"Given the unusual outcome in relation to
the results-expectation and head-to-head
history, and in the interests of maintaining
unequivocal confidence in our game, FIFA
Security will conduct a routine examination
of this game and its result," FIFA said in a
statement.
Bahrain, coached by former England
manager Peter Taylor, have historically had
close tussles with Indonesia, having won
two, drawn two and lost two of their six
meetings prior to yesterday.
Bahrain had scored nine goals across those
six meetings, while conceding seven.
Bahrain were given a helping hand
yesterday when Indonesia lost goalkeeper
Samsadir to a red card just two minutes
into the contest. Indonesia had already ben
forced to field an inexperienced line-up as
several senior players were barred from
playing due to their involvement in the
rebel Indonesian Super League.
Mohamed Tayeb and Sayed Dhiya both hit
hat-tricks for the victors, with Ismael
Abdullatif and Mahmood Abdulrahman
adding a brace apiece.
jelas aja pada curiga...lha wong timnas Indonesia nya dirombak habis2an
kalo ga salah sebelum pertandingan qatar udah mengutarakan keheranannya melihat timnas yang dirombak habis2an.
---------------------------------------------------------------------------
PSSI, KPSI dan Prestasi Timnas yang Mati Suri
"Jangan bertanya apa yang negara berikan kepadamu. Tapi bertanyalah apa yang bisa kau berikan untuk negaramu," -John Fitzgerald Kennedy.
Pernyataan Presiden Amerika Serikat ke-35, John F Kennedy itu seakan menjadi renungan tersendiri jika kita melihat kondisi pesepakbolaan nasional. Prestasi bukan lagi harga mati karena egoisme telah merasuki jiwa sejumlah pengurus Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI) demi sebuah kursi.
Konflik yang tak kunjung usai itu memang menjadi inti dari kiprah sepak bola dalam kurun waktu lebih dari setahun ini. Perseteruan dua kelompok tak ubahnya seperti maling yang menggerogoti mimpi anak bangsa yang ingin meraih prestasi tinggi. Kata-kata perubahan yang dilayangkan tak lebih dari sekedar janji kosong yang melompong.
Mau bukti? Lihat saja, sejak konflik tersebut muncul, apakah ada prestasi tim nasional yang dibanggakan? Jangankan di kancah internasional, di lapangan sepak bola regional Asia Tenggara selalu dipenuhi kegagalan. Mulai dari timnas senior jadi bulan-bulanan di Pra-Piala Dunia 2014, timnas Sea Games yang harus dipermalukan oleh Malaysia di partai puncak, hingga timnas junior U-19 dan U-16, yang tak mampu menembus putaran final tingkat Asia.
Paling anyar, "Garuda Muda" harus rela dipermalukan 10 gol tanpa balas saat melawan Bahrain, Rabu (29/2/2012). Hasil ini menjadi rekor kekalahan terbesar Indonesia sejak tahun 1934. Terakhir, kekalahan terbesar terjadi pada tahun 1976, saat Denmark mampu mencukur Indonesia 9-0 dalam laga uji coba di Kopenhagen.
Prestasi buruk itu pun berimbas pada peringkat FIFA. Pada akhir Desember 2011, Indonesia harus bercokol di urutan ke-21 di Asia, atau peringkat ke-142 dunia. Hasil itu jelas berbeda pada akhir 2010, dimana posisi Indonesia dapat menempati urutan 19 Asia dan peringkat 127 dunia. Dalam perhitungan peringkat FIFA yang terbaru, Kamis (1/3/2012), sehari setelah dihajar Bahrain, Indonesia bercokol di peringkat 146 dengan mengoleksi 161 poin atau melorot 22 poin dari bulan lalu.
Tamparan keras
Melihat sejumlah fakta diatas, tamparan keras memang harus disematkan kepada sejumlah pengurus yang bersiteru. Masyarakat sejatinya sudah jengah dengan apa itu statuta, KLB, Komite Ekskutif, atau sejumlah pembelaan maupun pembenaran lainnya. Yang masyarakat butuhkan hanyalah prestasi, bukan omong kosong yang tak berisi.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Malarangeng saat dihubungi Kompas.com, Kamis (1/3/2012), pun mengaku hasil buruk dalam pertandingan melawan Bahrain telah mencoreng nama Indonesia. Pertandingan itu, kata Andi, merupakan bentuk nyata dari hasil perseteruan PSSI dan KPSI.
"Mudah-mudahan semua pihak terbuka mata dan hatinya melihat hasil semalam. Inilah hasil kalau pengurus ribut terus. Seharusnya mereka semua mendahulukan kepentingan sepak bola nasional," kata Menpora.
Masyarakat mungkin sudah bosan dengan kosakata "rekonsiliasi" yang sering dikemukakan di sejumlah media. Rekonsiliasi bisa menjadi salah satu jalan untuk memperbaiki kompetisi yang merupakan jantung dari pembentukan sebuah tim nasional. Para pemain yang mengisi komposisi timnas tentunya pemain terpilih berasal dari klub-klub yang tampil di kompetisi nasional.
Namun, faktanya kompetisi kasta tertinggi di Indonesia yang kembali pecah menjadi dua kelompok, yakni Indonesia Super League (ISL) yang ditangani PT Liga Indonesia dan Indonesian Premier League (IPL) yang dikelola PT LPIS membuat hancur prestasi sepak bola nasional. Pembelaan maupun alasan terus dikumandangkan oleh dua pengurus organisasi tersebut jika timnas meraih kegagalan. Sebaliknya, jika berurusan dengan kompetisi, sudah pasti jawabannya adalah KLB harga mati.
"Saya bukan cari-cari alasan. Ini kita kalah karena wasit. Ada pertarungan antara Bahrain dan Qatar yang lagi main di Iran. Waktu kita duduk sama-sama (di tribun stadion), saya dengar cucu raja bilang 'Kita (Bahrain) akan menang 8-0'. Saya jadi bingung, maksudnya apa?" kata koordinator timnas, Bob Hippy menanggapi kekalahan dari Bahrain.
Harusnya, PSSI bisa meniru Jepang dengan kompetisi J-League-nya. Bahkan, jika ditarik ke belakang, negeri Sakura itu belajar dari kompetisi Galatama milik Indonesia pada era 1970-an. Sejumlah inovasi yang dibentuk akhirnya mampu membangun pondasi yang kuat dalam kompetisi J-League.
Dengan format itu, sejumlah peserta kompetisi pun bertranformasi menjadi klub yang disegani di kawasan Asia dan prestasi tim nasionalnya bisa dibuktikan dengan keikutsertaan di putaran final Piala Dunia. Bahkan, mereka sukses mencetak bintang seperti Hidetoshi Nakata, Shunsuke Nakamura, dan Shinji Kagawa atau sejumlah pemain yang bermain di liga-liga Eropa.
Namun, kesuksesan itu berbanding terbalik dengan apa yang dicapai Indonesia. Sejak Aji Santoso, Robby Darwis, Edy Harto dan kawan-kawan merebut medali emas Sea Games 1991, sepak bola Indonesia justru tenggelam dalam sejarah kelam. Negara berpenduduk 240 juta yang sebagian besar pecinta sepak bola ini harus gigit jari melihat prestasi timnas yang mati suri.
Sampai kapan?
Pertanyaannya sekarang adalah sampai kapan mati suri berlangsung? Apakah kita harus terus hanya bermimpi pemain nasional meraih prestasi? Ataukah kita hanya mau membanggakan prestasi medali emas Sea Games 1991 yang telah berlalu hampir 20 tahun itu? PSSI harus membuka mata, telinga dan hati bahwa ratusan juta rakyat Indonesia ingin prestasi dan bukan hanya sekedar gengsi demi kepentingan pribadi.
Legenda sepak bola Indonesia, Andjas Asmara di Jakarta, pertengahan Januari lalu, pernah mengatakan, masyarakat kini sudah bosan dengan konflik yang terjadi di induk sepak bola tertinggi di Indonesia ini. Menurutnya, yang dibutuhkan sepak bola Indonesia saat ini adalah kesatuan demi membangkitkan kejayaan Indonesia di mata internasional.
"Mereka tidak sayang sama pemain. Mau dibawa ke mana sepak bola kita ini. Rakyat sudah capai, sudah bosan dengan yang model-model seperti ini. Sekarang kebesaran kita di level Asia sirna entah ke mana. Belum lagi banyak benar masalah ini dan itu. Kenapa tidak konsentrasi ke pembinaan karena itu yang paling penting. Rakyat itu menunggu prestasi," ujar Andjas.
Kepekaan sebagai warga negara yang ingin timnasnya berprestasi tampaknya harus ditanamkan kepada sejumlah pengurus PSSI maupun KPSI. Sudah habis kata untuk melontarkan kritik terhadap kegagalan mereka membangun sepak bola nasional. Kerendahan diri dan jiwa kepahlawanan dari keduanya sangat dinantikan.
Ingin Indonesia berprestasi atau tetap "kekeuh" dengan rangkaian lelucon yang tiada henti?
saus
"Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
Takahashi Minami
------------------------------------------------------------------
Thread paling Hot dil AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog
Buat penghujat mania
“If you can’t support us when we lose or draw, don’t support us when we win!” - Bill Shankly
belajar nge-blog di ferylife.blogspot.com
Ndak ada yang menghujat kok mbah.. cuma mengkritik, itu pun dua-duanya yang dikritik ya PSSI ya KPSI
Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!
United til the end
what's your favorite browser? | be nice to one another | life's too short, race a little
Last edited by Kingform; 02-03-2012 at 05:46 PM.
"Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
Takahashi Minami
------------------------------------------------------------------
Thread paling Hot dil AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog
konteks quote shankly ga pas karena disini mayoritas berkomentar mendukung timnas, namun mengkritisi kebijakan PSSI.
Originally Posted by gembel
whoaaa... easy guys... jangan saling personal attack dongz ah...Originally Posted by bentukraja
PSSI emang bener2 bangs*t sih, gak mikirin prestasi malah mikirin ego masing2
IPL lah.. ISL lah... dah gak bisa mikir sportif![]()
Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi
Impossible is nothing!
ah, masa yang kayak gitu personal attack?
gw kan menyimpulkan dari postingan2 gembel yang mendukung mati2an pejabat2 pssi sekarang. bahkan dia ngatain kita2 yang posting komen tentang kekalahan memalukan timnas sebagai 'penghujat mania'
padahal gw ga menemukan postingan yang menghujat timnas![]()
"Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
Takahashi Minami
------------------------------------------------------------------
Thread paling Hot dil AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog
yah was2 aja bro... ok? minum dulu yuk ah
kalo sampe menghujat yah itu gw rasa lebih tepatnya emosi kekecewaan ajah![]()
Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi
Impossible is nothing!
gw justru kasian ama pemain2nya......
bayangin aja, kamu bermain membela nama negara, dan dipermalukan 10-0. gw yakin pemain2 tsb shock berat dan jatuh mentalnya......mungkin bayangan kekalahan tsb bakal menghantui mereka seumur hidup
mereka cuman korban dari kisruh pssi vs kpsi
"Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
Takahashi Minami
------------------------------------------------------------------
Thread paling Hot dil AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog
yup, bener sekali itu bro... maksud hati ingin membela negara atas nama garuda apa daya malah jadi korban genosida![]()
Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi
Impossible is nothing!