timnas senior lagi lawan bahrain di PPD
baru main 2 menit samsidar udah kena kartu merah
MADESU......![]()
timnas senior lagi lawan bahrain di PPD
baru main 2 menit samsidar udah kena kartu merah
MADESU......![]()
"Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
Takahashi Minami
------------------------------------------------------------------
Thread paling Hot dil AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog
baru aja gw jadi saksi sejarah. menyaksikan kekalahan terbesar timnas Indonesia![]()
"Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
Takahashi Minami
------------------------------------------------------------------
Thread paling Hot dil AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog
10 - 0meantab tenan!
kualitas timnas IPL masih kalah oleh LSI
pertandingan penutup, sayang hasilnya tidak elegan.
semoga hasil ini memberikan penyadaran bagi kubu yang bertikai
agar segera bersatu dan sepak bola Indonesia jadi membaik
mau ngomong apa juga yah gitu
skillnya dah mentok , mental juga lemah
tunggu aja apa kata PSSI
emang semalem ada timnas maen yah? *pura2 gak tau
hancur hatiku... mengenang timnas...![]()
Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi
Impossible is nothing!
hua ha ha ha.. ini baru awal saudara-saudara.. kita tunggu kehancuran selanjutnya..
Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!
"Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
Takahashi Minami
------------------------------------------------------------------
Thread paling Hot dil AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog
semalem pas baru nonton udah 8-0 aja
mainnya ditekan teruus, ga berkutik sama sekali
ini yang main gabungan pemain IPL dan pemain sea games (yg klubnya di IPL) kemaren ya?
http://sport.detik.com/sepakbola/rea...-dirusak-wasit
Djohar: Permainan Indonesia Dirusak Wasit
Riffla - Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin memberikan tanggapan terkait kekalahan 0-10 yang diderita Indonesia dari Bahrain. Menurutnya, permainan 'Skuad Garuda' dirusak wasit.
Indonesia mengawali pertandingan di Bahrain National Stadium, Rabu (29/2/2012), dengan sangat buruk. Kiper Samsidar sudah harus meninggalkan lapangan saat pertandingan baru berjalan tiga menit karena melanggar pemain lawan di kotak penalti.
Setelah Samsidar dikartu merah, pertandingan berjalan berat sebelah. Bahrain terus memburu gol, sedangkan Indonesia cuma bertahan dan sesekali menyerang balik.
Total, Bahrain mendapatkan empat penalti dalam pertandingan tersebut. Kubu Indonesia pun tampak tak puas. Pelatih Aji Santoso tampak beberapa kali melakukan protes kepada ofisial pertandingan dari pinggir lapangan.
Sementara itu, Djohar mengkritik kepemimpinan wasit Andre Al-Haddad. Ia mengaku tak mau mengkambinghitamkan Al-Haddad, namun ia menyebut sang wasit sudah merusak permainan Ferdinand Sinaga dkk.
"Kasihan anak-anak. Permainan mereka dirusak wasit sepanjang permainan. Tapi, saya tidak mau mengkambinghitamkan wasit, masyarakat bisa nilai sendiri kepemimpinannya," dalam pesan singkatnya kepada detikSport.
Di klasemen akhir Grup E, Bahrain tetap di peringkat ketiga dengan koleksi sembilan poin dari enam laga. Mereka kalah satu poin dari Qatar yang di pertandingan lainnya bermain imbang 2-2 dengan Iran. Dengan demikian, yang berhak lolos ke babak selanjutnya dari grup ini adalah Iran dan Qatar.
Adapun Indonesia yang sebelumnya sudah dipastikan tersingkir menghuni posisi juru kunci dengan poin nol dari enam partai.
Catatan lainnya, kekalahan 0-10 ini juga menjadi kekalahan terbesar sepanjang sejarah tim nasional Indonesia.
Ha ha ha ha... kalah ya kalah... main buruk ya buruk, pake cari-cari alasan segala...
Jika info ini berguna, minta ampas kopinya ya...
Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!
REPUBLIKA.CO.ID, MANAMA -- Kepemimpinan wasit Andre El Haddad dalam laga Bahrain kontra Indonesia dalam laga kualifikasi Pra Piala Dunia 2014 Grup E Zona Asia di Stadion Nasional Manama, Rabu (29/2), menjadi sorotan para penggemar sepakbola. Tidak hanya masyarakat awam, melainkan para jurnalis, para jurnalis asing yang menangani segmen olahraga di media masing-masing.
Lewat situs jejaring sosial Twitter, beberapa jurnalis asing mengutarakan kritikan seputar kepemimpinan wasit asal Lebanon tersebut. Maklum saja, pemberian empat tendangan penalti dalam pertandingan tersebut terasa sangat mengherankan. Apalagi tiga diantaranya diberikan oleh El Haddad di babak pertama, dengan dua diantaranya berbuah gol.
Mike Donovan (Oregon Post) Amerika Serikat, Grant Wahl (Sport Illustrated), Jonathan Wilson (The Blizzard) adalah beberapa jurnalis yang meragukan kepemimpinan El Haddad. "Bahrain harus mencetak kemenangan dengan selisih sembilan gol untuk melangkah ke babak selanjutnya. Mereka mendapatkan hadiah berupa kartu merah pada menit kedua dan dua buah penalti. Siapa yang menyaksikan pertandingan ini? mencurigakan?" tulis Wahl pada akun twitternya @GrantWahl.
Nama El-Haddad sudah pasti tidak akan dilupakan oleh publik sepakbola Singapura. Kejadian ini terjadi saat negeri Singa tersebut menjalani laga perdana kualifikasi Pra Piala Dunia 2014 Grup A Zona Asia kontra tuan rumah Cina di Tuodong Stadium, Kunming, 2 September 2011.
Saat itu, Singapura berhasil unggul terlebih dahulu lewat gol yang diciptakan oleh Aleksandar Duric pada menit ke 33. Babak pertama pun berakhir 0-1 bagi keunggulan Singapura. Keadaan berubah drastis pada babak kedua.
Hal tersebut disertai oleh beberapa keputusan kontroversial yang dibuat oleh wasit berusia 41 tahun tersebut. Pertama adalah pemberian penalti pada menit ke 57 setelah penjaga gawang Lionel Lewis menabrak salah satu penyerang Cina di kotak terlarang. Beruntung Lewis mampu mementahkan eksekusi tersebut.
Sepuluh menit kemudian Cina kembali mendapat hadiah penalti. Kali ini pemain belakang Singapura didakwa melanggar Yu Dabao di kotak penalti. Meskipun dari tayangan ulang Dabao terlihat sengaja menjatuhkan diri, El Haddad tetap menunjuk titik putih. Eksekusi Zheng Zhi sukses membobol gawang Lewis.
Mental para penggawa tim Singa pun anjlok selepas pemberian penalti tersebut. Belum sadar dari keterkejutan mereka, tak lama berselang Cina berhasil memperbesar keunggulan menjadi 2-1 lewat gol Yu Hai pada menit ke 73. Keunggulan tersebut bertahan sampai pertandingan berakhir.
Selepas pertandingan, segenap pemain Singapura mengkritik keputusan-keputusan kontroversial sang pengadil. Bahkan penjaga gawang Singapura Lionel Lewis menyebut bahwa wasit telah merebut kemenangan dari timnya. "Kami benar-benar dirampok olehnya. Laga ini benar-benar laga antara 15 pemain melawan 11 pemain," ujarnya seperti dilansir Strait Times.
Kegusaran Lewis amat terasa mengingat dirinya baru saja masuk pada menit ke 54 menggantikan Izwan Mahbud yang harus ditarik akibat cedera. "Penalti pertama fifty-fifty, akan tetapi untuk insiden yang kedua, tidak ada yang menyentuh pemain Cina tersebut," tegasnya. Setelah itu, El Haddad menghadapi hujan kritikan dari pers Singapura dan juga Cina. Sejak saat itu pula, integritas El Haddad sebagai seorang wasit dipertanyakan.
Integritas yang akan terus dipertanyakan selepas pemberian kartu merah pada Samsidar di menit keempat babak pertama. Tak lupa, empat hadiah penalti dalam laga yang berujung 10-0 bagi Bahrain tersebut.
Wasit hanyalah manusia biasa. Akan tetapi jika wasit telah mengambil sederet kontroversi, tentu sederet pertanyaan akan mengemuka. Termasuk terhadap Andre El Haddad.
http://id.olahraga.yahoo.com/news/in...6--soccer.html
mainnya emang bagusan bahrain kok...(pdhal gw gak nnton. cuman pada rame aja dengerin org2 ,mbahas)
love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours
meski wasit curang...10-0 apa gak keterlaluan ya timnas?
Gue nonton yg pas china vs sg. Yg menang emang harusnya sg. Wasitnya emang parah.kasih penalti ma freekick mulu.
djohar ga mau mengakui kalo tanpa pemain ISL timnas ga berkutik, makanya mengkambing hitamkan wasit. kalo penaltinya ga dihitung tetep aja timnas kalah 8-0
wasit kemarin emang rada keterlaluan. dari 4 penalti, yang 1 jelas2 pemain bahrain nya diving. tapi kartu merah buat samsidar gw rasa pantes diberikan....lha wong dia jadi orang terakhir pas menarik baju pemain bahrain....dan pinternya pemain bahrain aja memanfaatkan pelanggaran konyol samsidar dengan menjatuhkan diri
harusnya wasit2 di liga indonesia dibenerin tuh. biar pemain2 Indonesia ga terbiasa bikin pelanggaran konyol. efeknya baru keliatan pas mereka membela timnas
---------- Post added at 12:42 PM ---------- Previous post was at 12:06 PM ----------
Inilah Makna di Balik Kekalahan Telak Timnas Garuda
Timnas Indonesia saja baru saja memecahkan rekor yang tertahan sejak 38 tahun lalu tepatnya tahun 1974 dan rekor itu pecah bukan di kandang sendiri, namun di Stadion Nasional Manama, Bahrain, Rabu malam (29/2).
Memecahkan rekor seharusnya mendapatkan pujian dan sanjungan dari masyarakat maupun stake holder bahkan bisa masuk Museum Rekor Indonesia (MURI), namun berbeda dengan yang satu ini. Hasil Timnas Garuda dinilai mengecewakan.
Memang bukan tanpa alasan. Timnas yang selama ini disanjung-sanjung dan dinilai yang terbaik saat ini oleh PSSI harus menerima pil pahit dengan digelontor 10 gol tanpa balas oleh Bahrain dipertandingan terakhir Grup E PPD 2014.
Dengan kekalahan ini, Indonesia yang dilatih oleh Aji Santoso menjadi juru kunci di Grup E dengan nol poin dari enam pertandingan. Yang lebih memilukan lagi, selama turun di PPD 2014 baik kandang maupun kadang, Timnas Garuda hanya mampu menciptakan tiga gol dan 26 gol kemasukan.
Hasil kurang maksimal yang diraih Timnas Garuda sangat dirasakan oleh dua punggawa klub Semen Padang yaitu Ferdinan Sinaga dan Abdul Rahman. Dalam akun twitter-nya (bomber Semen Padang itu menulis "Maaf telah membuat malu Indonesia dalam game tadi..kami hanya berusaha semaksimal yang kami punya..jangan menghujat kami yang sudah berusaha".
Begitu juga dengan Abdul Rahman. Pemain yang juga dari klub Semen Padang mengakui jika Indonesia kalah kelas dibandingkan dengan Bahrain. Kondisi ini ditambah dengan kepemimpinan wasit yang dinilai banyak menguntungkan tuan rumah karena minimal harus menang 8-0 agar bisa lolos. Namun upaya itu gagal setelah Qatar melawan Iran berakhir imbang.
"Gitulah kalau 'dizholimi', yang di atas pasti melihat. Tapi terlepas dari penyebab kekalahan gak usah kita jadikan alasan. Kita harus secepatnya berbenah kalau ingin berbuat lebih baik," kata Abdul Rahman melalui pesan singkat.
Meski banyak yang kecewa, warga Indonesia tidak boleh langsung menghakimi pemain dan pelatih yang telah berjuang sekuat tenaga dalam membela bangsa dan negara. Pemain dan pelatih hanyalah aktor di lapangan. Yang perlu disorot saat ini adalah peranan pemangku kepentingan sepak bola Indonesia dalm hal ini PSSI.
Tim baru
Timnas Garuda sebelum menjalani pertandingan terakhir PPD 2014 melawan Bahrain dihadapkan dengan permasalahan yang cukup pelik. Kenapa tidak. Mayoritas pemain yang turun di PPD sebelum dilarang bermain oleh PSSI karena telah diberi sanksi setelah turun dikompetisi yang dinilai ilegal.
Kondisi ini jelas membuat Aji Santoso yang ditunjuk oleh PSSI untuk menggantikan Wim Rijsbergen kelabakan. Dengan waktu singkat, pria asal Malang ini harus mampu membangun tim dan ditargetkan harus mapu mencuri poin.
Aji langsung bergerak cepat yang salah satunya menyeleksi pemain yang berlaga dikompetisi yang diakui oleh PSSI yaitu Indonesia Premier League (IPL). Ada delapan pemain yang didapat dan langsung dengan pemain yang telah lolos seleksi karena pernah turun di PPD maupun SEA Games 2011 lalu.
Salah satu pemain yang kembali masuk skuad timnas adalah Irfan Bachdim. Pemain yang bermain cemerlang saat Piala AFF 2010 ini kembali masuk tim inti setelah terbebas dari sanksi yang diberikan oleh PSSI. Namun kembalinya pemain keturunan Indonesia-8elanda itu belum mampu memberikan yang terbaik.
"60 persen pemain yang ada minim jam terbang internasional. Tapi kami harus tetap bermain semaksimal mungkin," kata Aji Santoso sebelum berangkat ke kandang Bahrain.
Dengan rencana menurunkan tim baru, PSSI langsung mendapatkan keberatan dari Federasi Sepak Bola Qatar karena menilai Indonesia tidak menurunkan tim terbaiknya. Hanya saja keberatan itu ditanggapi dengan dingin oleh Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin. Pihaknya mengaku yang diturunkan melawan Bahrain adalah pemain terbaik yang ada saat ini.
Jika PSSI tetap menggunakan jasa pemain lama dan digabung dengan pemain baru bisa jadi keberatan itu tidak datang meski belum ada jaminan jika timnas bisa kalah tipis maupun mampu memenangkan pertandingan atas tuan rumah Bahrain.
Paling tidak Timnas Garuda mampu mengimbangi permainan anak asuh Peter Taylor itu. Terbukti pada pertandingan pertama di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta beberapa waktu lalu hanya kalah tipis 0 -2 dari Bahrain.
Dengan kondisi ini sebaiknya seluruh pemangku kepentingan atau stake holder sepak bola nasional bersatu. Tidak seperti yang terjadi saat ini. PSSI dengan anggota PSSI yang akhirnya membentuk Komite Penyelamat Sepak Bola Nasional (KPSI) bersitegang sehingga sedikit banyak berpengaruh kepada timnas maupun kompetisi.
Alangkah baiknya kekalahan telak timnas akan menjadi cambuk bagi PSSI maupun KPSI melakukan rekonsiliasi. Momen Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar KPSI dan Kongres Tahunan PSSI yang sama-sama digelar 18 Maret bisa dijadikan tonggak kebangkitan sepak bola nasional.
Jika kedua kubu ini terus berseberangan bisa dipastikan perkembangan sepak bola nasional akan terus terganggu. Konflik kepentingan seharusnya dibuang jauh-jauh agar cabang olah raga yang banyak digandrungi masyarakat ini bisa jauh lebih berprestasi.
Berdasarkan catatan rekor kekalahan terbanyak Timnas Indonesia yang ada, Tim Garuda terakhir kali terjadi pada tahun 1974 saat menghadapi tuan rumah Denmark. Sebetulnya timnas juga mengalami kekalahan yang cukup banyak, hanya saja tidak sampai 10 gol.
Indonesia pada Merdeka Games 1976 juga harus mengakui keunggulan Malaysia dengan skor 1-7. Malaysia juga menjadi momok bagi Timnas Garuda pada kualifikasi Olimpiade 1980, Indonesia harus kembali menyerah dengan skor 1-6.
Kekalahan telak juga terjadi di tahun 1991. Saat menjamu Mesir di Piala Presiden, tim tuan rumah harus menyerah 0-6. Tahun 2007 atau berselang 16 tahun, timnas juga kembali menelan pil pahit saat dihajar oleh tuan rumah Suriah, 0-7.
Kekalahan telak juga terjadi saat Indonesia dilatih oleh Alfred Riedl. Boas Salossa dan kawan-kawan harus menyerah dari Uruguay, 1-7 di Gelora Bung Karno Jakarta, 2010. Saat itu Uruguay diperkuat oleh Luiz Suarez dan Edinson Cavani. Dan yang paling menghebohkan adalah Timnas Garuda kalah telak dari Bahrain, 0-10 pada PPD 2014.
saus
---------------------------------------------------------------------
jujur gw malah kasian ama para pemain. mungkin mereka berharap pertandingan cepat selesai pas berada diatas lapangan....
"Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
Takahashi Minami
------------------------------------------------------------------
Thread paling Hot dil AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog
Yang busuk itu kan yang diatas.. ya PSSI ya KPSI.. ck ck ck...
Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!
ayo ipin , limbong , djohartod mana pertanggungjawabannya
qatar aja sampe protes , coba kalo qatar gak lolos
bakal jadi kasus tuh karena dianggap maen mata
tambahan nih buat PSSI
![]()
Last edited by karst; 01-03-2012 at 03:26 PM.
^
BBM nya sapa tuh.......?
"Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
Takahashi Minami
------------------------------------------------------------------
Thread paling Hot dil AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog
Gue kok dah biasa aja walau kalah 10-0 ya. *dah mati rasa*