Tetapi "aspek genetik" Minangkabau tetap tidak bisa disanggah.

Lagipula bung, hari gini kok masih pake sentimen kesukuan, itu anda ketiduran selama berapa ratus tahun sih?
Sekarang, banyak orang itu udah kawin campur antar etnis atau lahir dan besar di daerah urban. Jadi pada beberapa orang, terutama generasi muda, apalagi di daerah perkotaan/urban sudah nggak penting lagi identitas "orang minang", "orang jawa", "orang bali", "orang papua" dan sebagainya.
Misalkan saya Minang, terus murtad, dan tidak dianggap orang Minang, ya so what? Status kesukuan di jaman sekarang juga nggak penting-penting amat. <b>Yang penting, JANGAN DIUSIR DARI RUMAH TINGGALNYA,</b> itu saja.