Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 20 of 27

Thread: Kendaraan umum di ibukota

  1. #1
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288

    Kendaraan umum di ibukota

    Sistim kendaraan umum di Ibukota rata2 menggunakan sistim setoran.
    Jadi si supir harus menyetor sekian rupiah tiap hari, sisanya dikantongin.

    Sistim seperti ini menyebabkan :

    1. Supir stres karena harus kejar setoran
    2. Ngetem atau berhenti lama menunggu penumpang
    3. Kebut2an atau balapan sesama angkutan umum karena yg paling depan akan mendapat penumpang lebih banyak.
    4. Sengaja berhenti menutupi jalan supaya angkot dibelakangnya tidak bisa melewati

    Padahal logikanya begini :

    Kalau ada :
    - 1jt penumpang/ hari
    - 10rb angkot

    Maka 1 angkot akan dapat rata2 100 penumpang sehari.

    Karena semua angkot ngetem, maka semua dapat rata2 100 penumpang sehari.
    Kalau semua angkot sepakat tidak ngetem, semua juga akan dapat 100 penumpang sehari.

    Jadi sebenarnya sistim yg dilakukan saat ini salah, harus ada revolusi sistim transportasi di Jakarta.
    Angkot dengan sistim setoran harus dilarang, diganti dengan sistim gaji pokok.

    Dengan perubahan sistim itu maka:

    1. Supir tidak lagi stress dikejar setoran
    2. Jalanan lebih lancar sehingga semua orang termasuk pengusaha angkutan bisa hemat BBM
    3. Tidak ada lagi kebut2an antar angkot di jalan raya

  2. #2
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    AsLan emang sehari2 naik angkot?

    masih kurang tuh definisinya,
    1. sopir langsir
    2. sopir tembak

    *dari mantan sopir angkot

  3. #3
    pelanggan setia Kaine's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    3,419
    IMHO, kalo sistem gaji pokok gitu, juragan angkotnya khawatir peluang korupsinya gede. Kan ga bisa bener2 di-cek berapa penumpang yang didapet seharian?

    Kecuali supir / kernet ga dikasi megang duit, kayak sistem busway / KA..

  4. #4
    pelanggan setia ul.malik's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    C.G.H City
    Posts
    2,594
    Gw rada bingung sama angkot yg suka ngetem, mereka ngetem berjam" demi nungguin maks 11 orang penumpang, itupun ga pasti sebelas, kadang penumpang ga mau naik angkutan yg lagi ngetem.
    Bukannya kalo mereka keliling bisa dapat lebih banyak yah.?
    Yah tapi rejeki siapa yang tahu sih

  5. #5
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    Macet gara-gara angkot ya salah pemda sendiri mengejar PAD setiap tahun dengan cara menjual izin trayek secara terus menerus dan pemerintah pusat yang mengizinkan penjualan kendaraan pribadi (motor dan mobil) dengan mudah (bisa dicicil dengan uang muka rendah, tidak ada pembatasan kendaraan, tidak punya garasi pun bisa punya mobil). Masyarakat (supir dan pemilik angkutan umum) yang merasa angkutannya sepi adalah korban kebijakan.

    Milik perorangan akan susah diatur, karena akan ada kompetisi/kejar setoran. Kepemilikan angkutan umum harus diganti dari perorangan menjadi milik pemerintah, dengan saham yang bisa dimiliki masyarakat. Secara bertahap dan jangka menengah angkutan umum milik perorangan dikonversi menjadi milik publik, untuk pengusaha angkutan saat ini, ajukan opsi kepemilikan saham berdasarkan jumlah dan/atau kondisi angkot. Jumlah angkutan dibatasi, sesuai proporsi layak antara calon penumpang & angkutan. Trayek diatur agar tidak bersinggungan. Hilangkan angkot, ganti dengan moda transportasi dengan daya angkut yang lebih besar; micro bus atau bus. Supir diberi gaji. Tarif angkutan disesuaikan agar lebih layak.

  6. #6
    Iya, seharusnya transportasi ditangani pemerintah saja, jangan diserahkan ke swasta biar lebih gampang ngaturnya.

  7. #7
    pelanggan setia bradon heat's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    ~Yooniverse~ xD
    Posts
    5,057
    kalo di kota saya yang ngetem itu hanya angkot yang trayek daerah2 tertentu .....

    jadi yang suka ngetem itu yang trayeknya rada jauh , jadi pake sistem full dulu baru jalan ...

    setuju juga ama wacana transportasi masal yg di pegang pemerintah, biar adil .... (tp pasti engga adil ama juragan angkotnya )
    BEYOND GENIUS !!!!!!!!


  8. #8
    Chief Cook GiKu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    10,315
    sepertinya tema ini untuk jakarta
    daerah terpencil yg angkotnya cuma lewat 30 menit sekali gak kesenggol ama materi yg diajukan TS

    cakupan operasional transjakarta sudah mulai diperluas
    sekarang sedang dibangun jalus transjakarta (bus way) Pulogebang - Kampung Melayu
    rutenya akan overlap dengan angkot/bus lain yg juga cari makan di jalur itu

  9. #9
    pelanggan sejati Urzu 7's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    7,940
    Yg suka ngetem itu kasian penumpangnya ikut nungguin bisa2 telat masuk kerja gara2 angkot ngetem

  10. #10
    pelanggan setia et dah's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    Land Between Solar Systems
    Posts
    3,911
    yg pasti pemerintah gagal!

  11. #11
    Chief Cook GiKu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    10,315
    pemerintah gak ngurusi sistem setoran dan strategi supir ngetem

    mungkin juga dulunya salah strategi karena belum banyak yg ngerti bagaimana manajemen transportasi
    tapi sekarang ud banyak sarjana yg punya ilmu di bidang manajemen transportasi (ada kan tuh sekolahnya)

    tapi gw gak tau juga, dipake apa nggak sarjana2 ini oleh pemerintah kita

  12. #12
    pelanggan setia gembel's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    perbatasan
    Posts
    2,068
    Quote Originally Posted by itsreza View Post
    Macet gara-gara angkot ya salah pemda sendiri mengejar PAD setiap tahun dengan cara menjual izin trayek secara terus menerus dan pemerintah pusat yang mengizinkan penjualan kendaraan pribadi (motor dan mobil) dengan mudah (bisa dicicil dengan uang muka rendah, tidak ada pembatasan kendaraan, tidak punya garasi pun bisa punya mobil). Masyarakat (supir dan pemilik angkutan umum) yang merasa angkutannya sepi adalah korban kebijakan.

    Milik perorangan akan susah diatur, karena akan ada kompetisi/kejar setoran. Kepemilikan angkutan umum harus diganti dari perorangan menjadi milik pemerintah, dengan saham yang bisa dimiliki masyarakat. Secara bertahap dan jangka menengah angkutan umum milik perorangan dikonversi menjadi milik publik, untuk pengusaha angkutan saat ini, ajukan opsi kepemilikan saham berdasarkan jumlah dan/atau kondisi angkot. Jumlah angkutan dibatasi, sesuai proporsi layak antara calon penumpang & angkutan. Trayek diatur agar tidak bersinggungan. Hilangkan angkot, ganti dengan moda transportasi dengan daya angkut yang lebih besar; micro bus atau bus. Supir diberi gaji. Tarif angkutan disesuaikan agar lebih layak.
    setuju mbah ama ente. emang dasar pemdanya aja maruk...
    belajar nge-blog di ferylife.blogspot.com

  13. #13
    pelanggan setia nodivine's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    2,335
    angkot angkot...
    udah kadang berjubel jubel, tapi tetep wae ngotot ngetem..
    kadang sepi, ngetem mpe selama lamanya...

  14. #14
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by nodivine View Post
    angkot angkot...
    udah kadang berjubel jubel, tapi tetep wae ngotot ngetem..
    kadang sepi, ngetem mpe selama lamanya...
    seriuosly. Yang ngetem gue tinggal turun dan jalan kaki.
    Gue kalkulasikan dari pengalaman, nunggu angkot sambil jalan kaki sepanjang trayek angkotnya bakalan lebih efisien waktu ketimbang nungguin angkot ngetem.
    Apalagi si abangnya ngetem sampe matiin mesin dan mulai ngebul...

    Kalo ngetemnya di depan mobil gue sampe bikin jalan macet berjam - jam... gue matiin juga mesin mobil, gue tinggal tidur.
    A proud SpaceBattler now.

  15. #15
    pelanggan sejati Urzu 7's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    7,940
    ^ gembosi ban sekalian

  16. #16
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by Urzu 7 View Post
    ^ gembosi ban sekalian
    Bukannya nggak pernah kepikiran sama gue. Cuman aja gue nggak punya waktu buat rusuh sama abangnya sementara gue masih punya 'tunggakan' Paper dan Jurnal.
    A proud SpaceBattler now.

  17. #17
    coba-coba
    Join Date
    Sep 2011
    Posts
    17
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Sistim kendaraan umum di Ibukota rata2 menggunakan sistim setoran.
    Jadi si supir harus menyetor sekian rupiah tiap hari, sisanya dikantongin.

    Sistim seperti ini menyebabkan :

    1. Supir stres karena harus kejar setoran
    2. Ngetem atau berhenti lama menunggu penumpang
    3. Kebut2an atau balapan sesama angkutan umum karena yg paling depan akan mendapat penumpang lebih banyak.
    4. Sengaja berhenti menutupi jalan supaya angkot dibelakangnya tidak bisa melewati

    Padahal logikanya begini :

    Kalau ada :
    - 1jt penumpang/ hari
    - 10rb angkot

    Maka 1 angkot akan dapat rata2 100 penumpang sehari.

    Karena semua angkot ngetem, maka semua dapat rata2 100 penumpang sehari.
    Kalau semua angkot sepakat tidak ngetem, semua juga akan dapat 100 penumpang sehari.

    Jadi sebenarnya sistim yg dilakukan saat ini salah, harus ada revolusi sistim transportasi di Jakarta.
    Angkot dengan sistim setoran harus dilarang, diganti dengan sistim gaji pokok.

    Dengan perubahan sistim itu maka:

    1. Supir tidak lagi stress dikejar setoran
    2. Jalanan lebih lancar sehingga semua orang termasuk pengusaha angkutan bisa hemat BBM
    3. Tidak ada lagi kebut2an antar angkot di jalan raya
    setuju banget dengan ide supir jangan pake sistem setoran, tapi di gaji.. tapi masalahnya si "boss" angkot, takutnya si supir tidur2an doank kagak narik... kan si sopir mikirnya udh digaji ini.. santai2 ajah..
    sama satu lagi, penumpang juga dibiasakan naek dan turun Hanya di Halte.. jangan disembarang tempat bisa naek dan turun :p

  18. #18
    Quote Originally Posted by kanu View Post
    setuju banget dengan ide supir jangan pake sistem setoran, tapi di gaji.. tapi masalahnya si "boss" angkot, takutnya si supir tidur2an doank kagak narik... kan si sopir mikirnya udh digaji ini.. santai2 ajah..
    sama satu lagi, penumpang juga dibiasakan naek dan turun Hanya di Halte.. jangan disembarang tempat bisa naek dan turun :p
    Makanya klo bisa sistem angkot diapus utk jalan2 utama di Jakarta,. Cukup bus transjakarta dgn syarat jumlah armada ditambah hingga tidak terjadi penumpukan penumpang...
    Untuk bukan jalan2 utama gunakan bus/mini bus..

    Masalah naik/turun penumpang sembarangan, susah kayaknya karna menyangkut kesadaran penumpang/msg2 pribadi...
    Masyarakat indo kan terbiasa hidup praktis, mana mau jalan sekitar 100-200m ke halte klo bisa naik dari mana aza tanpa perlu lelah jalan lagi...
    ckckckckckkkkk...

    Nyebrang aza sembarangan padahal ada jembatan penyeberangan didekatnya,.
    Tadinya ane kira kar'na faktor pendidikan, eh ternyata orang2 yg berdasi pun nyebrang sembarangan..
    *pengalaman pribadi liat org berdasi nyebrang sembarangan di Rasuna..

    Intinya kedisiplinan masyarakat Indo (JKT khususnya) sangat sangat rendah...
    what do u x'pect some1 do 2 u, do it 1st.

  19. #19
    pelanggan sejati Urzu 7's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    7,940
    ^ mungkin jembatan layangnya sering jadi tempat jualan pkl

  20. #20
    Chief Cook GiKu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    10,315
    ^
    sepakat dengan Urju

    selama ini yg tahu betul memanfaatkan jembatan penyeberangan adalah PKL
    yg nyeberang juga jadi risih
    apalagi cewek2 yg pake rok mini kalo lewat di depan pedagang kaca

Page 1 of 2 12 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •