Sistim kendaraan umum di Ibukota rata2 menggunakan sistim setoran.
Jadi si supir harus menyetor sekian rupiah tiap hari, sisanya dikantongin.

Sistim seperti ini menyebabkan :

1. Supir stres karena harus kejar setoran
2. Ngetem atau berhenti lama menunggu penumpang
3. Kebut2an atau balapan sesama angkutan umum karena yg paling depan akan mendapat penumpang lebih banyak.
4. Sengaja berhenti menutupi jalan supaya angkot dibelakangnya tidak bisa melewati

Padahal logikanya begini :

Kalau ada :
- 1jt penumpang/ hari
- 10rb angkot

Maka 1 angkot akan dapat rata2 100 penumpang sehari.

Karena semua angkot ngetem, maka semua dapat rata2 100 penumpang sehari.
Kalau semua angkot sepakat tidak ngetem, semua juga akan dapat 100 penumpang sehari.

Jadi sebenarnya sistim yg dilakukan saat ini salah, harus ada revolusi sistim transportasi di Jakarta.
Angkot dengan sistim setoran harus dilarang, diganti dengan sistim gaji pokok.

Dengan perubahan sistim itu maka:

1. Supir tidak lagi stress dikejar setoran
2. Jalanan lebih lancar sehingga semua orang termasuk pengusaha angkutan bisa hemat BBM
3. Tidak ada lagi kebut2an antar angkot di jalan raya