Kalo ane ditanya "Apakah tuhan menciptakan kejahatan?", ya ane gak bisa jawab. Sebab buat ane pertanyaan tsb sudah salah dgn sendirinya, lha wong tuhan kagak ada, kok ditanyain seolah2 tuhan ada.
Pertanyaan itu cocok buat para teis yg meyakini tuhan ada. Makanya di posting sebelumnya ane sempat bertanya "Jadi kesimpulannya apa nih, apakah tuhan menciptakan kejahatan atau kagak?".
Ok, penjelasan ane begini. Di sini ada tiga terminologi yg sedang diperbincangkan: Tuhan, kejahatan, dan kebaikan. Sebagai ateis tulen, ane punya pemahaman tersendiri dari term2 tsb. Semuanya adalah persepsi manusia ttg hal-hal di sekitarnya. Tuhan adalah persepsi ttg sesuatu yg tidak dikuasai manusia, kejahatan adalah persepsi ttg sesuatu yg negatif, dan kebaikan adalah persepsi ttg sesuatu yg positif . Yg ada adalah persepsi2 tsb. Semuanya adalah karya cipta manusia.
Ketidakmampuan manusia dilimpahkan pada sosok yg lebih kuat, yaitu tuhan. Ketika seorang teis gagal dalam suatu ujian masuk PNS, dia akan mengatakan "Aku sudah berusaha maksimal, tetapi tuhanlah yg menentukan."
Buat ane yg ateis, kegagalan tsb bukan karena campur tangan tuhan, tapi karena ada sesuatu yg ane kurang kuasai sehingga ane gagal dlm ujian tsb. Dgn kata lain ane tidak qualified utk dijadikan PNS.