sebenernya bisa dibalik kok. orang zaman sekarang kan gak pernah bertemu Nabi. Jadi bagaimana cara dia membuktikan kalo Nabi tsb berkata dengan benar dan bukan berupa dusta? jawabannya dengan membaca buku (kalau ada) karyanya, atau membaca buku2 yg meriwayatkan kisah tentangnya. bagaimana bisa membedakan antara ucapannya yang dusta dan yang benar? dan jika ditemukan kisah yang merupakan dusta, apakah meski dustanya itu bermaksud baik lantas wajib dipercaya?
kita gak pernah bertemu einstein, bukan berarti kita tidak bisa menilai apakah kisah tentang einstein itu salah atau benar. untuk mencari tahunya, yah dg baca karyanya atau baca buku tentangnya.
yah karena kita gak berilmu--atau tidak memiliki ilmu terhadap suatu hal--bukan berarti kita tak boleh mempelajarinya kan yah? justru itu hakikatnya ilmu, kita belajar untuk membedakan mana yang salah dan yang tak benar. membaca adalah kuncinya. Mari kita sama-sama belajar
oya, saya tidak membicarakan agama--atau berdebat tentang agama. hanya menanyakan validitas kisah sahaja![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)


Reply With Quote




anda kurang beruntung....
