Page 4 of 7 FirstFirst ... 23456 ... LastLast
Results 61 to 80 of 128

Thread: Euthanasia, hak untuk mengakhiri hidup

  1. #61
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    katakan, kasus A: banyak nyawa manusia yang seharusnya sudah mati karena penyakit, tapi karena intervensi dokter, obat, dan kita sendiri, akhirnya malah sembuh - bukankah itu menentang tuhan?

    ato, kasus B: katakan orang yang koma ato katakan sudah sekarat, sudah tidak bisa bernafas ato hidup sendiri, tapi 'hidup'nya masi disupport oleh alat2 mesin laennya sehingga secara teknis dia masi hidup karena masih bernafas dan organ2 masi more or less "berfungsi", demi memperjuangkan hidup... - apakah itu juga menentang tuhan?
    Biasanya agama2 punya perintah "Jangan Membunuh" tapi tidak ada perintah "Jangan memperpanjang nyawa orang lain"
    Jadi intinya bukan masalah mengintervensi Tuhan, melainkan mentaati perintah Tuhan.

    Namun kalau kita hanya berada di level "peraturan2" maka kita akan jadi orang yg kaku, harusnya kita paham makna dibalik peraturan tersebut.

    Peraturan "dilarang membunuh" itu sebetulnya maknanya adalah "kasihilah sesamamu"
    Itu sebabnya Yesus pernah berkata "Sahabat sejati adalah orang yg mau menyerahkan nyawanya demi sahabatnya"

    Jadi, kalau "bunuh diri" untuk menolong orang lain, meskipun termasuk "membunuh" tetap tidak bertentangan dengan isi hati Tuhan karena selaras dengan hukum yg lebih tinggi "kasihilah sesamamu"

  2. #62
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    ok.. memperpanjang nyawa orang lain.. mungkin bukan menentang tuhan.. tapi apakah itu termasuk bermain tuhan?
    apakah kita sebagai manusia mempunyai hak menentukan pendek ato panjangnya nyawa?

  3. #63
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Saya rasa manusia memang punya kuasa untuk banyak hal, termasuk kuasa untuk membunuh orang lain.
    Itu sebabnya ada hukum "jangan membunuh"
    artinya ada kuasa, tapi adakah hak ?

    kalau masalah hak, ya seperti yg saya jelaskan diatas, Yesus pernah bilang bahwa orang yg menyerahkan nyawanya untuk sahabatnya adalah seorang sahabat sejati, artinya dia punya hak untuk melepaskan nyawanya, asal motivasinya benar.

    lalu hak untuk melepaskan nyawa orang lain?
    tidak ada hak untuk ini kecuali pemerintah melalui hukum2 negara.

    Namun untuk kasus2 tertentu, Tuhan bisa mengintervensi.

  4. #64
    pelanggan setia gembel's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    perbatasan
    Posts
    2,068
    Euthanasia masuk ke HAM kgk sih?
    belajar nge-blog di ferylife.blogspot.com

  5. #65
    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    yak! ada apa?

    ini yang tentang jack kevorkian itu kan? waduh. ini sala satu film dalam list film harus ditontonku

    saya blom pernah nonton film my sister's keeper, tapi kalo saya berada di kasus seperti itu, saya tidak akan berpikir dua kali untuk melakukan hal yang sama, ato bahkan dengan inisiatif membunuh diri secara aktif..
    iya, tentang si jack Kevorkian itu. sebuah great came-back dr seorang Al Pacino

    My Sister Keeper bagus filmnya. wajib ditonton. setidak 1000x lebih bagus drpd film Cameron Diaz yg terakhir, The Bad Teacher

    sorry OOT
    you can also find me here

  6. #66
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by Yuki View Post
    @aya

    pada jaman Rasulullah SAW, ada orang yg akan mati, dia sudah sakaratul maut, tapi karena dia durhaka kepada ibunya, maka sakaratul maut dia sulit sekali, sangat sulit matinya, dia sangat menderita, ibunya tidak mau memaafkannya

    akhirnya Rasulullah memerintahkan agar dia dibakar saja, ketimbang merasa menderita pada saat sakaratul maut

    akhirnya dia memang tidak dibakar, karena mendengar kabar anaknya akan dibakar, hati sang ibu akhirnya luluh dan akhirnya memaafkan anaknya tsb, akhirnya anak tsb dapat meninggal

    tapi dari situ bisa dipetik, seandainya sang ibu tetap tidak mau memaafkan, orang yg sakaratul maut tsb bakal dibakar hidup-hidup, sesuai dengan yg diperintahkan oleh Rasulullah SAW
    Boleh tau dalilnya tsb anda kutip dari mana ?


    Setahu saya, dalam hukum Islam (syari'at), baik bunuh diri atau membunuh sama-sama dosa.

    Yang paling bagus adalah membiarkannya tanpa diobati (agar mati secara alami), karena hukum berobat adalah sunnah BUKAN wajib, sesuai dalil berikut :
    Dari Atha' bin Abu Rabbah, dia berkata. "Ibnu Abbas pernah berkata kepadaku. 'Maukah kutunjukkan kepadamu seorang wanita penghuni sorga ? Aku menjawab. 'Ya'. Dia (Ibnu Abbas) berkata. "Wanita berkulit hitam itu pernah mendatangi Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, seraya berkata. 'Sesungguhnya aku sakit ayan dan (auratku) terbuka. Maka berdoalah bagi diriku. Beliau berkata. 'Apabila engkau menghendaki, maka engkau bisa bersabar dan bagimu adalah sorga. Dan, apabila engkau menghendaki bisa berdo'a sendiri kepada Allah hingga Dia memberimu fiat'. Lalu wanita itu berkata. 'Aku akan bersabar. Wanita itu berkata lagi. 'Sesungguhnya (auratku) terbuka. Maka berdo'alah kepada Allah bagi diriku agar (auratku) tidak terbuka'. Maka beliau pun berdoa bagi wanita tersebut". (Ditakhrij Al-Bukhari 7/150. Muslim 16/131)
    Dari hadits di atas dapat diambil hukum bahwa berobat itu tidak wajib hukumnya, karena jika wajib tentulah Rasulullah saw akan mendo'akan kesembuhan baginya. Bersabar dalam musyibah (baik sakit atau lainnya) dapat mendatangkan pahala dan menggugurkan dosa-dosanya sesuai sabda Rasulullah saw :

    Dari Ummu Al-Ala', dia berkata : "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjengukku tatkala aku sedang sakit, lalu beliau berkata. 'Gembirakanlah wahai Ummu Al-Ala'. Sesungguhnya sakitnya orang Muslim itu membuat Allah menghilangkan kesalahan-kesalahan, sebagaimana api yang menghilangkan kotoran emas dan perak". (Isnadnya Shahih, ditakhrij Abu Daud, hadits nomor 3092)

    Dari Sa'id bin Abi Waqqash Radhiyallahu anhu, dia berkata. 'Aku pernah bertanya : Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling keras cobaannya ? Beliau menjawab: Para nabi, kemudian orang pilihan dan orang pilihan lagi. Maka seseorang akan diuji menurut agamanya. Apabila agamanya merupakan (agama) yang kuat, maka cobaannya juga berat. Dan, apabila di dalam agamanya ada kelemahan, maka dia akan diuji menurut agamanya. Tidaklah cobaan menyusahkan seorang hamba sehingga ia meninggalkannya berjalan di atas bumi dan tidak ada satu kesalahan pun pada dirinya". (Isnadnya shahih, ditakhrij At-Tirmidzy, hadits nomor 1509, Ibnu Majah, hadits nomor 4023, Ad-Darimy 2/320, Ahmad 1/172)

    Cobaan tetap akan menimpa atas diri orang mukmin dan mukminah, anak dan juga hartanya, sehingga dia bersua Allah dan pada dirinya tidak ada lagi satu kesalahanpun". (Isnadnya Hasan, ditakhrij At-Tirmidzy, hadits nomor 2510. Dia menyatakan, ini hadits hasan shahih, Ahmad 2/287, Al-Hakim 1/346, dishahihkan Adz-Dzahaby)

    Tidaklah seorang muslim menderita sakit karena suatu penyakit dan juga lainnya, melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya dengan penyakit itu, sebagaimana pohon yang menggugurkan daun-daunnya". (Ditakhrij Al-Bukhari, 7/149. Muslim 16/127)

    Dari Anas bin Malik, dia berkata. "Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata.
    "Artinya : Sesungguhnya Allah berfirman. 'Apabila Aku menguji hamba-Ku (dengan kebutaan) pada kedua matanya lalu dia bersabar, maka Aku akan mengganti kedua matanya itu dengan sorga". (Ditakhrij Al-Bukhari 7/151 dalam Ath-Thibb. Menurut Al-Hafidz di dalam Al-Fath, yang dimaksud habibatain adalah dua hal yang dicintai. Sebab itu kedua mata merupakan anggota badan manusia yang paling dicintai. Sebab dengan tidak adanya kedua mata, penglihatannya menjadi hilang, sehingga dia tidak dapat melihat kebaikan sehingga membuatnya senang, dan tidak dapat melihat keburukan sehingga dia bisa menghindarinya.)
    Maka bagi yang menderita sakit yang parah (yang menurut dokter tidak ada peluang hidup lagi), dari pada menghabiskan biaya yang tidak perlu, maka lebih baik ditawarkan kepadanya untuk dirawat dirumah oleh keluarganya sambil meberi sugesti ke si sakit agar bersabar dengan musibah sakit yang menimpanya dan berdo'a agar Allah SWT mengampuni semua dosa-dosanya.

    Allahu A'lam


    --------
    nb. ternyata kisah semisal yang dikutip Yuki ada di sini : Kisah Alqamah Durhaka Kepada Ibundanya
    Last edited by Asum; 12-09-2011 at 01:13 PM.
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  7. #67
    pelanggan setia aya_muaya's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    semarang
    Posts
    5,884
    baru tahu kalau berobat itu hukumnya sunnah... Bukankah salah satu bentuk ikhlas menerima penyakit adalah berjuang untuk swmbuh dan menjaga kesehatan??

  8. #68
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by aya_muaya View Post
    baru tahu kalau berobat itu hukumnya sunnah...
    Dalilnya sudah saya sampaikan di atas.
    Menurut ukhti hukumnya apa ? mubah ? wajib ?

    Kalau wajib malah repot, ntar ukhti bisa berdosa kalau tidak berobat.

    Quote Originally Posted by aya_muaya
    Bukankah salah satu bentuk ikhlas menerima penyakit adalah berjuang untuk swmbuh dan menjaga kesehatan??
    ukhti bersandar pada dalil yang mana ?
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  9. #69
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    ini pojok renunngan ya, bukan pojok agama Islam?

    ehmmm...bukankah Tuhan menyuruh kita untuk berikhtiar dalam penyakit kita? Kalau dibiarin itu penyakit tanpa diobati apa gak nentang perintah Tuhan? manusia itu wajib berikhtiar...berobat sunnah?

  10. #70
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    ini pojok renunngan ya, bukan pojok agama Islam?
    Ketika kita bicara soal tuhan, maka pada saat itu kita sedang berbicara dalam sudut pandang agama.

    Quote Originally Posted by BundaNa
    ehmmm...bukankah Tuhan menyuruh kita untuk berikhtiar dalam penyakit kita? Kalau dibiarin itu penyakit tanpa diobati apa gak nentang perintah Tuhan? manusia itu wajib berikhtiar...berobat sunnah?
    Tuhan agama mana yang nyuruh ?

    Kalau tuhan orang Islam, maka harus melihat sumber2 hukum dalam agama Islam. Dan dalilnya sudah saya kemukakan di atas, jika ukhti ada sandaran hukum lain, silahkan dikemukakan (di luar logika semata, krn nanti jadi debat kusir.Padahal belum tentu kehendak dan maksud tuhan sama dengan logika kita)
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  11. #71
    pelanggan setia Agitho_Ryuki's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    mBantul, Ngayogyokarto, Hadiningrat
    Posts
    2,517
    kalo dalam Islam setahuku, kalo sakit Rasulullah memerintahkan untuk berobat..

    "Berobatlah, karena Allah telah menetapkan obat bagi setiap penyakit yang diturunkan-Nya, kecuali satu penyakit!" Para sahabat bertanya: "Penyakit apa itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Pikun."
    (H.R At-Tirmidzi IV/383 No:1961 dan berkata: "Hadits ini hasan shahih." Dan diriwayatkan juga dalam Shahih Al-Jami' No:2930.)

    "Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit beserta obatnya, dan Dia telah menetapkan bagi setiap penyakit obatnya, maka janganlah berobat dengan perkara yang haram."
    (H.R Abu Dawud No:3372)


    dan karena membunuh dan bunuh diri itu setahuku dilarang (haram) jadi jangan mengobati dengan membunuh dan/atau bunuh diri...
    Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!

  12. #72
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Padahal belum tentu kehendak dan maksud tuhan sama dengan logika kita)
    jadi critanya kamu tau apa kehendak dan maksud tuhan ya?
    hebat donk
    bole jadi tuhan nih
    Quote Originally Posted by Agitho_Ryuki View Post
    kalo dalam Islam setahuku, kalo sakit Rasulullah memerintahkan untuk berobat..

    "Berobatlah, karena Allah telah menetapkan obat bagi setiap penyakit yang diturunkan-Nya, kecuali satu penyakit!" Para sahabat bertanya: "Penyakit apa itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Pikun."
    padahal saya udah mikir "wuih, penyakit apa gerangan itu"..
    ga taunya...



    Last edited by ndugu; 13-09-2011 at 10:31 AM.

  13. #73
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    jadi critanya kamu tau apa kehendak dan maksud tuhan ya?
    hebat donk
    bole jadi tuhan nih
    Anda bisa lebih cerdas berpikir dan berargumen daripada sekedar berkata di atas.

    Kalau Al-Qur'an adalah firman Tuhan dan Al-Hadits adalah perkataan Utusan Tuhan untuk menjelaskan beberapa permasalahan yang tidak tercantum secara jelas dalam Al-Qur'an, secara tidak langsung, dengan memahami keduanya, maka manusia bisa memahami apa yang dikehendaki/diinginkan oleh tuhan.

    Simple kan


    Sama saja dengan agama lain (misal Kristen), percaya bahwa Al-Kitab membuat perintah tuhan, maka mengikuti perkataan Yesus (yang dianggap tuhan oleh orang Kristen), sama dengan mengerjakan kehendak/keinginan Tuhan. Bukankah para pendeta mengaku sebagai rekan sekerja tuhan yang merasa tau apa yang diinginkan oleh tuhan ? bahkan ada yang mampu mengampuni dosa manusia (seolah itu kehendak tuhan yang dikuasakan kepadanya) ...


    Kembali ke laptop,

    Jadi euthanasia ini mau dibahas dari sisi apa ?

    Sisi kedokteran atau sisi hukum positif ?

    Dari sisi hukum positif pun kadang masih disisipi oleh keyakinan agama masing2 ketika mendeskripsikan hukum euthanasia sebagai moral agama yang diyakininya.

    So ... tidak ada yang salah jika umat berpendapat soal hukum euthanasia dari perspektif agama yang dianutnya ... jadi jangan lebay gitu dong ah ...
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  14. #74
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    blablabla..
    iya deh, maap om..
    apa yang dikatakan tuhan deh
    Kembali ke laptop,

    Jadi euthanasia ini mau dibahas dari sisi apa ?

    Sisi kedokteran atau sisi hukum positif ?

    Dari sisi hukum positif pun kadang masih disisipi oleh keyakinan agama masing2 ketika mendeskripsikan hukum euthanasia sebagai moral agama yang diyakininya.

    So ... tidak ada yang salah jika umat berpendapat soal hukum euthanasia dari perspektif agama yang dianutnya ... jadi jangan lebay gitu dong ah ...
    padahal saya pengen liatnya sih pendapat temen2 dari pemikiran manusianya sendiri
    bosen ngeliat postingan2 yang membeo kata2 tuhan mulu.. basi.. masuk daa gih sono
    skali2 mempunyai pendapat sendiri kenapa gitu loh

  15. #75
    pelanggan setia aya_muaya's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    semarang
    Posts
    5,884
    semua harus seimbang.. Tuhan memberi kita akal, logika, otak untuk berfikir.. kita punya nurani/hati untuk merasakan manakala logika, akal, otak sudah berfikir benar atau melenceng...

    semua harus seimbang, termasuk dalam hidup..

    euthanasia.. apakah jika dia selamat atau diseelesaikan penderitaannya di dunia, apakah di akherat nanti dia ada jamoinan tidak akan menderita? *untuk yang percaya akherat..
    Percayai apa yang ingin kau percayai
    Dan hiduplah seperti apa yang kau inginkan….

  16. #76
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    iya deh, maap om..
    apa yang dikatakan tuhan deh

    padahal saya pengen liatnya sih pendapat temen2 dari pemikiran manusianya sendiri
    bosen ngeliat postingan2 yang membeo kata2 tuhan mulu.. basi.. masuk daa gih sono
    skali2 mempunyai pendapat sendiri kenapa gitu loh

    Terpaksa bawa nama Tuhan karne ditanya seperti ini :

    Quote Originally Posted by ndugu
    katakan, kasus A: banyak nyawa manusia yang seharusnya sudah mati karena penyakit, tapi karena intervensi dokter, obat, dan kita sendiri, akhirnya malah sembuh - bukankah itu menentang tuhan?

    ato, kasus B: katakan orang yang koma ato katakan sudah sekarat, sudah tidak bisa bernafas ato hidup sendiri, tapi 'hidup'nya masi disupport oleh alat2 mesin laennya sehingga secara teknis dia masi hidup karena masih bernafas dan organ2 masi more or less "berfungsi", demi memperjuangkan hidup... - apakah itu juga menentang tuhan?


  17. #77
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    padahal saya pengen liatnya sih pendapat temen2 dari pemikiran manusianya sendiri
    Dari pemikiran pribadi terlepas dari dogma agama ?

    Gampang, suka-suka yang punya tubuh dan keluarganya (jika yang punya tubuh dalam kondisi tidak dapat membuat keputusan). Hak hidup dan hak mati ada di tangannya atau dikeluarganya karena itu adalah milik dirinya dan keluarganya. Kalo koma, dia kan diurus keluarganya bukan orang lain, maka terserah keluarganya mau mutusin gimana. Toh pemerintah / orang lain gak mau ngurus pengobatannya kan ?
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  18. #78
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Buat kalangan Islam, apakah kelakuan nabi Khidir termasuk eutanasia atau bukan?

  19. #79
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Buat kalangan Islam, apakah kelakuan nabi Khidir termasuk eutanasia atau bukan?
    Kalo sudah ada campur tangan Tuhan urusannya lain lagi.
    Kan Tuhan punya hak terhadap hidup matinya manusia, maka kalau seorang Nabi mendapat perintah dari Tuhan ya dia cuma menjalankannya saja.

  20. #80
    pelanggan tetap yanwok's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    1,015
    Bagaimana kalau memang Tuhan menciptakan Euthanasia? Tentu dengan alasan yang hanya Tuhan yang tahu.

    Bagaimana kalau memang Tuhan menakdirkan orang untuk minta disuntik mati? Lagi-lagi tidak ada yang tahu konsep "TAKDIR", "KEHENDAK TUHAN".

    Lagi-lagi konsep Agama sangat sulit dikaitkan dengan Medis dan Ilmu Pasti.

    Jika A kena kanker, sudah life support, biaya 1 hari 10jt. Dan memang sudah pasti koit. Dan keluarga pas-pasan? Jawab sendiri.

    Euthanasia harus persetujuan SELURUH anggota keluarga, jika tidak maka dianggap pembunuhan. CMIIW.
    Yesterday is history, tomorrow is a mystery, but today is a gift. That is why it is called the "present".
    Don't be too concerned about what was and what will be, keep living the present.

Page 4 of 7 FirstFirst ... 23456 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •