Page 3 of 7 FirstFirst 12345 ... LastLast
Results 41 to 60 of 128

Thread: Euthanasia, hak untuk mengakhiri hidup

  1. #41
    dengan kata lain, si bayi terbunuh karena jadi tumbal dosa si kakek

    Dan apa jaminan si kakek bakal bertaubat setelah minum obat sementara bayi udah telanjur dikubur?

  2. #42
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by aya_muaya View Post
    seperti yang kubilang.. Visi..
    Kalau aku jadi kakek, tentu visiku juga sama... Bayi kecil kan gak berdosa, dia pure langsung masuk surga...
    Lha kalau kakek2? Banyak dosa udah dijalanin... Pasti pengen tobat dan menebus kesalahan, dan menyiapkan bekal di akherat...
    baru tahu gw ada seorang kakek yang rela hidup
    panjang umur dengan tumbal seorang bayi.

    termasuk kalau itu cucu loe sendiri?

  3. #43
    pelanggan setia beastmen85's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    The Dreamcloud
    Posts
    3,046
    kok repot, ya diundi saja dengan koin

    ato baiknya obat itu saya simpen sendiri saja, jaga2 kalo saya sakit parah

    si bayi masih pure, mati masuk surga
    si kakek? emg udh bau tanah siy,
    lha kalo saya? saya kan masih muda, udh ga pure, bau tanah juga ngga, ya buat sendiri aje obatnya ::kekekek::

  4. #44
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Purba bikin ribet nih...
    Koq jadi masalah kakek dan bayi.

    Yang namanya bunuh diri itu adalah kalau kondisi fisik dan lingkungan mendukung kehidupan tapi dipaksa berhenti.

    Kasus2 dimana fisik tidak mampu hidup, meskipun tidak ditolong pun itu bukan sebuah pembunuhan, meskipun sering kali hal itu mengusik hati nurani.

    Si kakek dan si bayi sama2 sudah tidak mampu hidup lagi, kalau bisa kita tolong bagus, kalau kita tidak mampu ya sudah, kita tidak membunuh siapa2.

  5. #45
    pelanggan setia aya_muaya's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    semarang
    Posts
    5,884
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    baru tahu gw ada seorang kakek yang rela hidup
    panjang umur dengan tumbal seorang bayi.

    termasuk kalau itu cucu loe sendiri?
    kan sejak awal gw udah bilang, kita beda visi ronggo... Lo visinya dunia doank sih... Jadi gak bakal ketemu karena visi kita udah beda... Sutra loh deh..

  6. #46
    pelanggan setia aya_muaya's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    semarang
    Posts
    5,884
    @lan, biasa si purba emang suka memancing ikan...eh, keributan... Wkwkw... Melempar umpan..

  7. #47
    pelanggan setia beastmen85's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    The Dreamcloud
    Posts
    3,046
    msh nyambung menurut saya

    spt kisah si mindy, ttg euthanasia scr halus.

    ada unsur tekanan disini, cerita ada di si kakek, dia tahu obat hanya ada satu, tentu dia tertekan, klo dia dapet obat maka si bayi mati, klo si bayi yg dapet obat maka itu artinya dgn keterpaksaan dia meng-euthanasia dirinya sendiri scr halus, lha bijimane lagi? lha wong obatnya cmn satu....

    dan pak dokter memang harus membiarkan menderita sampe mati salah satu dr mereka yg itu artinya mencabut nyawa org lain (scr pelan2) yg harusnya hanya dilakukan oleh Tuhan. dan parahnya dia mati dgn menderita.

    kan pngennya mati dgn tidak menderita, makanya itu di euthanasia

    ya gitu deh


  8. #48
    namanya juga euthanasia. Selalu melibatkan unsur 'tertekan hingga terpaksa' dengan 'persetujuan' kedua belah pihak.
    Harap bedakan euthanasia dg bunuh diri dan pembunuhan (baca:pembantaian)

  9. #49
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,927
    Buat yang muslim... please read this...

    Euthanasia menurut hukum ISlam

    kesimpulan dari artikel tersebut...

    Hukum euthanasia aktif

    “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (untuk membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar.” (QS Al-An’aam : 151)

    “Dan tidak layak bagi seorang mu`min membunuh seorang mu`min (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja)…” (QS An-Nisaa` : 92)

    “Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS An-Nisaa` : 29).

    Dari dalil-dalil di atas, jelaslah bahwa haram hukumnya bagi dokter melakukan euthanasia aktif. Sebab tindakan itu termasuk ke dalam kategori pembunuhan sengaja (al-qatlu al-‘amad) yang merupakan tindak pidana (jarimah) dan dosa besar.
    Dokter yang melakukan euthanasia aktif, misalnya dengan memberikan suntikan mematikan, menurut hukum pidana Islam akan dijatuhi qishash (hukuman mati karena membunuh), oleh pemerintahan Islam (Khilafah), sesuai firman Allah :

    “Telah diwajibkan atas kamu qishash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh.” (QS Al-Baqarah : 178)


    Hukum euthanasia pasif

    Berdasarkan penjelasan di atas, maka hukum pemasangan alat-alat bantu kepada pasien adalah sunnah, karena termasuk aktivitas berobat yang hukumnya sunnah. Karena itu, hukum euthanasia pasif dalam arti menghentikan pengobatan dengan mencabut alat-alat bantu pada pasien –setelah matinya/rusaknya organ otak—hukumnya boleh (jaiz) dan tidak haram bagi dokter. Jadi setelah mencabut alat-alat tersebut dari tubuh pasien, dokter tidak dapat dapat dikatakan berdosa dan tidak dapat dimintai tanggung jawab mengenai tindakannya itu (Zallum, 1998:69; Zuhaili, 1996:500; Utomo, 2003:182).

    sedangkan untuk definisi dan pandangan enurut hukum2 agama yang lain please read this... Euthanasia menurut Wikipedia
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  10. #50
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by aya_muaya View Post
    kan sejak awal gw udah bilang, kita beda visi ronggo... Lo visinya dunia doank sih... Jadi gak bakal ketemu karena visi kita udah beda... Sutra loh deh..
    enak benar nuduh orang lain visi dunia doang

    coba ibu baca lagi kisah 2 sahabat yang sekarat
    dan saling menolak untuk ditolong, serta meminta
    agar sahabat yang lain lah untuk ditolong terlebih
    dahulu.

    Akhirnya, kedua sahabat meninggal karena sama-
    sama menolak mendapat pertolongan.

    kayanya Islam ngga ngajarin tuh, hidup di atas
    penderitaan (apalagi kematian) orang lain (apalagi
    bayi yang tak berdosa)

  11. #51
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,927
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Misalnya begini. Di hadapan ente ada seorang tua dan seorang bayi yang sekarat karena sakit keras. Ente hanya punya satu pil obat mujarab buat melenyapkan sakit tsb. Pil tsb hanya menyembuhkan bila diberikan secara utuh. Apa yg akan ente lakukan?
    Hahaha very clever

    Sang kakek ketika rela dan ikhlas memberikan obat itu kepada sang bayi toh Allah akan mencatat amal baiknya dan MUNGKIN akan memasukkannya ke dalam surga

    Sang bayi sih emang gak berdosa karena belum punya akal untuk memilih, bahkan untuk mengemukakan pendapatnya pun ia tak bisa

    Kita yang dilema harus mengambil keputusan pun akan dimaklumi oleh Allah. Apakah kita akan memberikan obat kepada sang kakek, kepada sang bayi, tidak keduanya atau bahkan dibagi dua kepada keduanya. Sikon seperti ini sudah di luar kemampuannya, dan adalah sebuah keimanan bagi kita untuk menjadi mempercayai qadhaNya ini
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  12. #52
    pelanggan setia aya_muaya's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    semarang
    Posts
    5,884
    hah...susah emang ngemeng kalau udah beda visi...
    Contoh yang ente berikan itu kan sesama manusia dewasa bukan? Adakah yang bayi tak berdosa? Jaman nabi ada gitu kasus euthanasia?
    Bung, aye ngerti berat sebelah ente ke bayi itu.. Tapi coba netral dikit... Apa ente coba bayangin dikit, semisal,
    1. Bayi kecil gak berdosa - meninggal - pasti masuk surga.. Jadi malaikat yang menunggu orangtuanya..
    2. ITu bayi tumbuh besar, dewasa - pasti meninggal juga - belum tentu masuk surga (karena sudah pasti berdosa) - bisa jadi mampir neraka dulu...
    Nah..bagian mana dari visi kita yang sama?

  13. #53
    Barista Nharura's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Di Hatimu
    Posts
    5,072
    pertanyaannya jadi mirip kaya gini:

    (sering kea di fim2 sinetron indonesia) (mendramatisir)
    misalnya kita cuman ada biaya uang hanya untuk membeli susu bayi kita sendiri, sedangkan ada kakek kita satu2nya sedang butuh biaya untuk cuci darah, karena bayi, dianggap masih lebih penting dari Kakek,, dan kakekpun menolak untuk cuci darah,karena tahu, tidak ada biaya. Makanya kakek pulang kerumah, dan di rumah, penyakitnya malah parah, dan akhirnya meninggal.

    Nah kalau yang itu,,sama gak dengan bunuh diri? atau Euthanasia?

    *tapi sih mending usaha dulu, ke Kelurahan kek, ke mana kek, minta bantuan,, atau jual sana sini... pasti ada cara untuk menyelamatkan keduanya...*
    Last edited by Nharura; 11-09-2011 at 04:06 PM.
    Penulis Sastra, Penyayang Hewan, PNS biasa

    "Sedekah Aja "

    Sastra - > Dear Diary Inspirasi

    Kucing - > Semua Tentang Kucing

    PNS - > Sukses Mengabdi Pada Negara

  14. #54
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by aya_muaya View Post
    hah...susah emang ngemeng kalau udah beda visi...
    Contoh yang ente berikan itu kan sesama manusia dewasa bukan? Adakah yang bayi tak berdosa? Jaman nabi ada gitu kasus euthanasia?
    Bung, aye ngerti berat sebelah ente ke bayi itu.. Tapi coba netral dikit... Apa ente coba bayangin dikit, semisal,
    1. Bayi kecil gak berdosa - meninggal - pasti masuk surga.. Jadi malaikat yang menunggu orangtuanya..
    2. ITu bayi tumbuh besar, dewasa - pasti meninggal juga - belum tentu masuk surga (karena sudah pasti berdosa) - bisa jadi mampir neraka dulu...
    Nah..bagian mana dari visi kita yang sama?
    hahaha, emangnya ibu ini Khaidir?

    Nabi saja mencontohkan mendahulukan kesenangan
    cucunya dari pada shalat. Kesenangan anak kecil
    (bayi termasuk anak kecil kan?) saja sudah lebih
    utama, apalagi keselamatan/nyawanya

  15. #55
    pelanggan setia aya_muaya's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    semarang
    Posts
    5,884
    kok jadi ngelantur sih? Kita kan ngemengin euthanasia...
    Setiap kasus itu punya jawaban sendiri2..beda2 untuk tiap kasus...
    Dan perbandingan yang anda (ronggolawe) ajukan itu, tidak sesuai dengan kasus yang ada.. Satu kasus satu solusi, gak bisa digeneralisir..

  16. #56
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by aya_muaya View Post
    kok jadi ngelantur sih? Kita kan ngemengin euthanasia...
    Setiap kasus itu punya jawaban sendiri2..beda2 untuk tiap kasus...
    Dan perbandingan yang anda (ronggolawe) ajukan itu, tidak sesuai dengan kasus yang ada.. Satu kasus satu solusi, gak bisa digeneralisir..
    makanya bu, gw bilang juga contoh yang diajukan
    si Purba bukan Euthanasia

  17. #57
    pelanggan setia Yuki's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Buitenzorg
    Posts
    6,366
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Misalnya begini. Di hadapan ente ada seorang tua dan seorang bayi yang sekarat karena sakit keras. Ente hanya punya satu pil obat mujarab buat melenyapkan sakit tsb. Pil tsb hanya menyembuhkan bila diberikan secara utuh. Apa yg akan ente lakukan?
    menyelamatkan si bayi

    so simple like that
    CURE SUNSHINE WA KAKKOSUGIRU.

  18. #58
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Quote Originally Posted by aya_muaya View Post
    menentang Tuhan
    katakan, kasus A: banyak nyawa manusia yang seharusnya sudah mati karena penyakit, tapi karena intervensi dokter, obat, dan kita sendiri, akhirnya malah sembuh - bukankah itu menentang tuhan?

    ato, kasus B: katakan orang yang koma ato katakan sudah sekarat, sudah tidak bisa bernafas ato hidup sendiri, tapi 'hidup'nya masi disupport oleh alat2 mesin laennya sehingga secara teknis dia masi hidup karena masih bernafas dan organ2 masi more or less "berfungsi", demi memperjuangkan hidup... - apakah itu juga menentang tuhan?

  19. #59
    pelanggan setia aya_muaya's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    semarang
    Posts
    5,884
    nduuuggguuuu,,,,,,, *gubrakksss

  20. #60
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    yak! ada apa?
    Quote Originally Posted by E = mc² View Post
    jadi inget film You Don't Know Jack-nya Al Pacino

    gimana dia berperan sbg "Dr. Death" karena menyediakan jasa bagi para pasien yg ingin bunuh diri...

    quote-nya yg paling memorable dan merinding, "How dare you compare euthanasia to the genocide?!!"
    ini yang tentang jack kevorkian itu kan? waduh. ini sala satu film dalam list film harus ditontonku

    Atau... film My Sister Keeper...

    ........

    lalu si pasien berinisiatif untuk menjalani euthanasia secara halus (bukan suntikan mematikan, tapi menolak donor) agar keluarganya kembali utuh.. kembali menjadi keluarga yang bahagia...

    Pada banyak kasus euthanasia, selain faktor penderitaan yg tak mungkin terobati, faktor ekonomi keluarga berperan. Ada yg pasiennya meminta sendiri karena kasian ekonomi keluarganya hancur gara biaya pengobatan, atau juga ada yg keluarganya yg meminta karena sudah tak sanggup membiayai keluarga yang sakit.

    Euthanasia bukan sekedar masalah putus asa atau mengurangi penderitaan, tapi juga pilihan. pilihan untuk memberikan kesempatan bukan hanya kepada pasien tapi juga kesempatan untuk keluarga mereka. Karena hidup penuh pilihan, tinggal dipilih, pilihan mana yang akan diambil--meski tampak sulit
    THANKS for posting this, kupikir postingan ini sangat menggambarkan the grey area dari euthanasia ini..

    kupikir yang sering diidentikkan dengan pendangan orang pada umumnya adalah dalam kasus euthanasia aktif, di mana pasien/dokter melakukan aksi yang secara aktif bisa mematikan pasien, seperti kasi suntikan ato obat mematikan

    yang kurang disadari mungkin adalah euthanasia pasif, di mana life support ato obat2an yang menunjang kehidupan pasien itu dicabut, sehingga pasien itu mati secara alami.. ini juga termasuk euthanasia loh..

    saya tidak akan menghakimi orang yang memutuskan untuk melakukan euthanasia. orang mo mati bunuh diri itu bukan urusan hitam putih. saya blom pernah nonton film my sister's keeper, tapi kalo saya berada di kasus seperti itu, saya tidak akan berpikir dua kali untuk melakukan hal yang sama, ato bahkan dengan inisiatif membunuh diri secara aktif..

Page 3 of 7 FirstFirst 12345 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •