Page 2 of 7 FirstFirst 1234 ... LastLast
Results 21 to 40 of 128

Thread: Euthanasia, hak untuk mengakhiri hidup

  1. #21
    pelanggan setia Yuki's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Buitenzorg
    Posts
    6,366
    kenapa kalo mati karena disengat kalajengking itu wajar
    sedangkan mati karena disengat jarum suntik beracun pak dokter itu tidak wajar?
    karena disengat kalajengking itu tidak diniatkan, berbeda dengan disengat jarum suntik, itu sudah diniatkan, sama saja bunuh diri
    faktor kesengajaan? okelah
    saya pernah iseng2 mikir, misal saya menyiapkan lima cangkir kopi panas, dlm cangkir serupa
    ada empat cangkir kopi yg saya masuki arsenik dosis lethal,

    lalu saya tutup mata...
    saya tuker2 itu cangkirnya, hingga saya ga tau yg mana yg beracun dan yg mana yg tidak
    dengan perbandingan 4:1
    4 kopi beracun, 1 kopi biasa....

    jika tak sengaja saya minum yg beracun artinya itu kecelakaan?

    kecelakaan terencana?
    ini artinya anda bermain-main dengan maut, tetap saja jika dari awal anda sudah berniat untuk mati, dan ketika apes minum yg beracun, sama saja bunuh diri
    spt pemain sirkus, bisa saja dia mati, itukan bahaya, sapa suruh dia melakukan ATRAKSI YG MEMBAHAYAKAN NYAWA?
    kecelakaan terencana jg?
    tapi pemain sirkus tsb tidak berniat untuk mati, seberbahaya-bahayanya juga dia sudah punya ilmu, skill dan ketrampilan untuk beratraksi
    CURE SUNSHINE WA KAKKOSUGIRU.

  2. #22
    Barista Nharura's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Di Hatimu
    Posts
    5,072
    Logika pemikiran..

    dari sudut manapun,, mirip kaya orang diatas gedung, sisi-nya banyak, lihat kanan, kiri, atas, bawah, samping, depan, belakang. Semua ada sudut pandangnya.

    Tentu saja seperti Euthanasia. sudut pandangnya pun selalu banyak sisi. Ini memang seperti keyakinan,, jika memang Euthanasia dianggap pantas buat dirinya mengakhiri hidup, yah silahkan.

    Tapi kalau pribadi mah, mikir.. Bukan tentang bunuh diri-nya,, tapi tentang.. sudah siap kah saya menemui pencipta saya, dengan penuh dosa gini? apalagi di akhiri dengan gak nunggu takdir,, malah nentuin sendiri... dosanya makin gede, iya kalau disana mampir dan leha2 di surga.. nah ini kalau di celupin ke neraka... iihh.. gak ahh... masih sadar banyak dosa..
    Penulis Sastra, Penyayang Hewan, PNS biasa

    "Sedekah Aja "

    Sastra - > Dear Diary Inspirasi

    Kucing - > Semua Tentang Kucing

    PNS - > Sukses Mengabdi Pada Negara

  3. #23
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by Nharura View Post
    Logika pemikiran..

    dari sudut manapun,, mirip kaya orang diatas gedung, sisi-nya banyak, lihat kanan, kiri, atas, bawah, samping, depan, belakang. Semua ada sudut pandangnya.

    Tentu saja seperti Euthanasia. sudut pandangnya pun selalu banyak sisi. Ini memang seperti keyakinan,, jika memang Euthanasia dianggap pantas buat dirinya mengakhiri hidup, yah silahkan.

    Tapi kalau pribadi mah, mikir.. Bukan tentang bunuh diri-nya,, tapi tentang.. sudah siap kah saya menemui pencipta saya, dengan penuh dosa gini? apalagi di akhiri dengan gak nunggu takdir,, malah nentuin sendiri... dosanya makin gede, iya kalau disana mampir dan leha2 di surga.. nah ini kalau di celupin ke neraka... iihh.. gak ahh... masih sadar banyak dosa..
    Kalau misalnya kamu sakit parah dan sangat menderita.

    Lalu tahun2 terakhir dihabiskan dengan beramal dan beribadah.
    Setelah itu semua beres, mau Euthanasia ?

  4. #24
    Barista Nharura's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Di Hatimu
    Posts
    5,072
    gak ah um... jadi ingat almh ibu saya,, beliau sebelum meninggal,, penderitaannya banyak.. tapi beliau tegar,, dan selalu menunjuukkan,, untuk berjuang hingga akhir.. jadi kita juga harus berjuang sampai akhir,,bagaimanapun caranya, dan putus asa mending gak usah jadi manusia, manusia khan di ciptakan ber"akal". Kalau jalan pintas seperti itu, ya bukan seperti manusia aja. Ini pemikiran pribadi loh um..

    kalau yang lain merasa itu di benarkan, juga gak apa-apa, khan sudah saya bilang, Ini Logika Pemikiran. Jangankan orang lain, sodara2 aja bisa beda pikirannya. Gitu juga dengan orang yang merasa perlu Euthanasia. dia berpikir itu memang pantas, maka hormati saja keputusannya.
    Penulis Sastra, Penyayang Hewan, PNS biasa

    "Sedekah Aja "

    Sastra - > Dear Diary Inspirasi

    Kucing - > Semua Tentang Kucing

    PNS - > Sukses Mengabdi Pada Negara

  5. #25
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    Ada banyak manusia yang berjuang habis2an,
    Agar manusia yg lain dapat meneruskan hidup.
    Kurasa itu jauh lebih prinsipil ketimbang mengakhiri kehidupan,
    hanya agar penderitaannya berakhir.

    Yakin penderitaan itu berakhir secara absolut dgn sesuatu yg bernama Euthanasia?
    Kalau ada yg mau menghormati keputusannya si manusia Euthanasia ya monggo.
    Tapi saya pribadi ga respect dgn manusia2 Euthanasia itu.

  6. #26
    pelanggan setia beastmen85's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    The Dreamcloud
    Posts
    3,046
    baca postingannya etca jadi inget pernah baca komik

    Oz : aku mau mati krn keberadaanku tdk diinginkan, bahkan ayahku tak menginginkanku
    Rabbit : itu egois sekali, tahukah kamu bahwa banyak org yg menyanyangimu? apa kamu ingin membuat mereka menangisimu?

    oh oh~
    this thread turn my heart into dust!
    yu no ini nyerempet keyakinan, tp udh dijelasin @yuki ttg nabi

    tp lain lg dgn "standar menderita itu spt apa" & "niat bunuh diri", yg bisa menilai pelakunya seh.... mungkin ada jg org yg putus cinta lalu tidak kuat menahan hidup, dan lebih baik mendapatkan euthanasia drpada gergaji perut sendiri

    this is serious thread

  7. #27
    Barista Nharura's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Di Hatimu
    Posts
    5,072
    iyap postingan mba ectha mengingatkan pada film 49 days...

    yang satu,,udah putus asa sama hidup... dan pengen mengakhiri hidup... sedangkan satunya lagi,, berjuang.. untuk bisa hidup lagi, dan pontang panting dalam waktu 49 hari menemukan air mata yang tulus mencintainya...

    sedih juga ya kaya gitu, kemrin ada nonton berita, ada seorang laki2 yang bunuh diri di kamar mandi,, agak ngeri dengarnya.. mungkin karena kepercayaan-nya bahwa dengan bunuh diri akan tuntas segala hal.. agar gak nambah derita.. jadi mati aja.. padahal,, kalau mati,,memangnya kisah kita benar2 akan lenyap...

    terus buat apa kita hidup? kalau matinya akan lenyap githu aja...

    gak mungkinlah.. -- saat kita mati nanti, akan ada dunia baru lagi, yang berbeda dengan dunia hidup, dimana..disaat kita hidup ,,kita akan ditanya,, apa saja yang telah kita lakukan, dan dimintai pertanggung jawabannya...

    jika ditanya bagaimana faktanya,, kita berbicara logika saja.. Apakah kalau mati, orang2 yang bunuh diri itu yakin.. bener2 akan terbebas dari penderitaan?
    Penulis Sastra, Penyayang Hewan, PNS biasa

    "Sedekah Aja "

    Sastra - > Dear Diary Inspirasi

    Kucing - > Semua Tentang Kucing

    PNS - > Sukses Mengabdi Pada Negara

  8. #28
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Misalnya begini. Di hadapan ente ada seorang tua dan seorang bayi yang sekarat karena sakit keras. Ente hanya punya satu pil obat mujarab buat melenyapkan sakit tsb. Pil tsb hanya menyembuhkan bila diberikan secara utuh. Apa yg akan ente lakukan?

  9. #29
    pelanggan setia aya_muaya's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    semarang
    Posts
    5,884
    ya berikan ke kakek tua..
    Bayi kalau meninggal, masih dalam keadaan suci, maka dia pasti masuk surga...
    Kalau si kakek?bisa jadi dia banyak dosa dan butuh waktu untuk tobat dan menabung amalan..
    Cmiiw..

  10. #30
    Barista Nharura's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Di Hatimu
    Posts
    5,072
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Misalnya begini. Di hadapan ente ada seorang tua dan seorang bayi yang sekarat karena sakit keras. Ente hanya punya satu pil obat mujarab buat melenyapkan sakit tsb. Pil tsb hanya menyembuhkan bila diberikan secara utuh. Apa yg akan ente lakukan?
    dua2nya berharga,,pilnya gak bisa di bagi dua apa ya?

    ni pertanyaan,, karena kebanyakan nonton box office di global TV keanya,, karena ada film yang seperti itu... fiksi bangets.
    Penulis Sastra, Penyayang Hewan, PNS biasa

    "Sedekah Aja "

    Sastra - > Dear Diary Inspirasi

    Kucing - > Semua Tentang Kucing

    PNS - > Sukses Mengabdi Pada Negara

  11. #31
    jadi inget film You Don't Know Jack-nya Al Pacino



    gimana dia berperan sbg "Dr. Death" karena menyediakan jasa bagi para pasien yg ingin bunuh diri...

    quote-nya yg paling memorable dan merinding, "How dare you compare euthanasia to the genocide?!!"

    Atau... film My Sister Keeper... bagaimana si pasien yg kena kanker parah, udah gak mungkin bisa diselamatkan secara medis, err... spoiler... meminta kepada saudaranya agar jangan menyumbangkan organ ginjalnya (harus identik) agar bisa menyelamatkan meski temporal. bukan kenapa-kenapa, selain meski udah dapet donor, si pasien hanya menambah waktu ditambah "jatah" hidup beberapa hari, tapi sekaligus akan mengurangi "jatah" nyawa saudaranya beberapa tahun... Lalu si pasien berinisiatif agar agar saudarinya jangan melakukan donor.. si Ibu justru ngamuk dan bilang kalo si saudara yg sehat sangat egois... Tapi bukan alasan itu saja bagi si pasien, sejak dia terkena kanker, hidup keluarga mereka ancur-ancuran secara ekonomi (ibunya terpaksa keluar dr pekerjaan demi menjaga terus2an di rumah sakit, ayahnya yg pekerja kasar harus kerja 10x agar bisa membayar tagihan RS, kakaknya harus putus sekolah karena tak ada biaya, adiknya yg dimintai donor juga si kakak yg putus sekolah terlantar tak ada yg mengurus). lalu si pasien berinisiatif untuk menjalani euthanasia secara halus (bukan suntikan mematikan, tapi menolak donor) agar keluarganya kembali utuh.. kembali menjadi keluarga yang bahagia...

    Pada banyak kasus euthanasia, selain faktor penderitaan yg tak mungkin terobati, faktor ekonomi keluarga berperan. Ada yg pasiennya meminta sendiri karena kasian ekonomi keluarganya hancur gara biaya pengobatan, atau juga ada yg keluarganya yg meminta karena sudah tak sanggup membiayai keluarga yang sakit.

    Euthanasia bukan sekedar masalah putus asa atau mengurangi penderitaan, tapi juga pilihan. pilihan untuk memberikan kesempatan bukan hanya kepada pasien tapi juga kesempatan untuk keluarga mereka. Karena hidup penuh pilihan, tinggal dipilih, pilihan mana yang akan diambil--meski tampak sulit
    you can also find me here

  12. #32
    pelanggan setia Kilat's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    2,203
    Quote Originally Posted by Nharura View Post
    jika ditanya bagaimana faktanya,, kita berbicara logika saja.. Apakah kalau mati, orang2 yang bunuh diri itu yakin.. bener2 akan terbebas dari penderitaan?
    betul jeng Nharura ..
    seandainya saya menderita parah .. saya ga yakin kalau mati saya akan terbebas dari penderitaan ..

    20 tahun yg lalu seorang teman bunuh diri .. Dia menderita sakit depresi parah selama 10 tahun, obat ga mempan. Dia ga mampu berpikir dengan baik karena otak2nya dipengaruh sakit depresi yang parah .. karena itu saya paham.

    Saya sendiri kurang setuju dengan euthanasia. Kemarin di televisi beberapa dokter bercerita tentang melakukan euthanasia. Habis itu mereka ga mampu kerja, ingin melakukan euthanasia pada hari Jumat saja, agar ada weken untuk bersedih. Kadang mereka merasa dipaksa seorang pasien atau malahan keluarganya untuk melakukan euthanasia, dokter kurang setuju ..

    Apakah kita memang boleh meminta seorang lain untuk mematikan kita?

    Yang aneh, jelasnya teman saya menderita parah sekali, selama 10 tahun .. tapi dia ga bisa memilih euthanasia, karena depresi itu bukan sakit badan. Akhirnya dia merasa terpaksa memilih cara mengerikan .. padahal penderitaan jiwa sering lebih berat daripada penderitaan badan!

    Berarti menurut saya pemerintahan ga bisa membuat aturan untuk euthanasia, karena tidak ada ukuran untuk melihat betap berat seorang menderita ..


    Walau penderitaan teman saya parah sekali, saya tetap berpikir:
    Apakah penderitaannya selama 10 tahun lebih parah daripada penderitaan orang tuanya setelah dia bunuh diri?

    Orang tuanya menderita sekali, tidak ada yang lebih parah buat seorang ibu atau seorang ayah daripada kematian anak .. kalau mati cara bunuh diri itu jauh lebih menyedihkan lagi. Biasanya orang tua, adik kakak, saudara, teman ga mengerti kenapa dia bunuh diri, berarti mereka ga mampu berhenti bersungkawa.
    Kasian sekali, orang tua sering merasa salah kalau anak mereka bunuh diri
    Di pembakaran saya ga tahan melihat betapa sedih orang tuanya Mereka orang baik hati, saya pernah tinggal dirumah mereka.
    Kasian, mereka malahan ga bisa pamit dari mayat anak mereka karena rusak semua

    Ayahnya memperlihatkan surat terakhir kepada saya, yang pendek sekali, lebih mirip note, beliau ga berhenti bertanya apakah anaknya menulis kata2 baik kepadanya atau tidak .. saya berusaha mengenakkan sebaik2nya .. Ibunya ga mampu berhenti mencari infomasi, membaca2 diary-nya ..
    Tidak lama kemudian orang tuanya bercerai, dengan 1 alasan saja: mereka ga mampu saling menghibur, malah tambah sedih. Waduh
    mau bikin signature baru tapi kehilangan teksnya

  13. #33
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Misalnya begini. Di hadapan ente ada seorang tua dan seorang bayi yang sekarat karena sakit keras. Ente hanya punya satu pil obat mujarab buat melenyapkan sakit tsb. Pil tsb hanya menyembuhkan bila diberikan secara utuh. Apa yg akan ente lakukan?
    pertanyaan loe benar-benar pintar dan penuh
    jebakan, Pur

  14. #34
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by aya_muaya View Post
    ya berikan ke kakek tua..
    Bayi kalau meninggal, masih dalam keadaan suci, maka dia pasti masuk surga...
    Kalau si kakek?bisa jadi dia banyak dosa dan butuh waktu untuk tobat dan menabung amalan..
    Cmiiw..
    Jangan terjebak dengan pertanyaan Purba, Bu.
    Sudah pasti kita harus menolong si Bayi. Si Kakek
    juga ngga akan mau nyawanya diperpanjang tapi
    nyawa si Bayi menjadi tumbal.

    Euthanasia itu mempercepat datangnya kematian,
    tentu berbeda dengan pasrah menunggu kematian.

  15. #35
    pelanggan setia aya_muaya's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    semarang
    Posts
    5,884
    jawaban saya sepertinya sudah jelas..juga tidak ada jebakan..cuma masalah visi saja...
    Saat visi kita hanya sebataas dunia, pasti memilih si bayi
    awalnya saya memilih bayi, tapi kemudian, visi saya ganti..saya memilih si kakek dengan alasan seperti di atas..
    Visi saya karena hidup tidak hanya di dunia saja..tapi juga ada hidup abadi di alam akhirat...

  16. #36
    pelanggan setia Kaine's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    3,419
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Misalnya begini. Di hadapan ente ada seorang tua dan seorang bayi yang sekarat karena sakit keras. Ente hanya punya satu pil obat mujarab buat melenyapkan sakit tsb. Pil tsb hanya menyembuhkan bila diberikan secara utuh. Apa yg akan ente lakukan?
    Kalau saya, saya akan berikan pil mujarab itu ke kakek tua.Siapa tau, beliau punya pengetahuan buat nyembuhin bayi tsb.

  17. #37
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by aya_muaya View Post
    jawaban saya sepertinya sudah jelas..juga tidak ada jebakan..cuma masalah visi saja...
    Saat visi kita hanya sebataas dunia, pasti memilih si bayi
    awalnya saya memilih bayi, tapi kemudian, visi saya ganti..saya memilih si kakek dengan alasan seperti di atas..
    Visi saya karena hidup tidak hanya di dunia saja..tapi juga ada hidup abadi di alam akhirat...
    Yang ada si Kakek hidup depresi karena nyawanya
    mengambil tumbal kehidupan bayi yang suci

  18. #38
    pelanggan setia aya_muaya's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    semarang
    Posts
    5,884
    visi kita berbeda bung ronggo..

  19. #39
    bagaimana jika posisinya aya sbg si kakek? Masih mau tetap menelan pilnya dan tidak memberi kesempatan pada bayi utk menikmati hidup?

  20. #40
    pelanggan setia aya_muaya's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    semarang
    Posts
    5,884
    seperti yang kubilang.. Visi..
    Kalau aku jadi kakek, tentu visiku juga sama... Bayi kecil kan gak berdosa, dia pure langsung masuk surga...
    Lha kalau kakek2? Banyak dosa udah dijalanin... Pasti pengen tobat dan menebus kesalahan, dan menyiapkan bekal di akherat...

Page 2 of 7 FirstFirst 1234 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •