nggak bisa naik motor.... nggak dibolehin belajar sama mama....
kata mama, nanti kalau kakinya kena knalpot jadi nggak mulus lagi, kalau jatuh babak belur jadi nggak cantik lagi...![]()
nggak bisa naik motor.... nggak dibolehin belajar sama mama....
kata mama, nanti kalau kakinya kena knalpot jadi nggak mulus lagi, kalau jatuh babak belur jadi nggak cantik lagi...![]()
![]()
CAPPUCCINO AND TIRAMISU LOVER
wah pak dadap, rupanya kita sepemikiran, sepertinya seru kalau kapan2 kita ngopi bareng sembari makan gorengan di warkop,,,
ehmmm...bangga ya bisa melanggar bareng2...sama aja deh kasus sama korupsi berjamaah...bangga
Biang kerok kemacetan itu motor? kurang setuju... mengingat ukurannya yg lebih kecil drpd mobil, apalagi bus... dan jarang juga motor yg berhenti sembarangan di jalan, gak kayak bus... yg ada motor itu kebanyakan gak sabaran dan jalan terus
kalo biang kecelakaan sih, gw setuju... kebanyakan pengendara motor emang suka seradak-seruduk seenaknya... kadang lawan arus, kadang lewat trotoar pula....
bikin macet juga ah. dari yang nggak sabaran dan pengennya jalan terus, lagi padat jalur kiri, ambil jalur kanan/lawan, abisin sampe bersisa 1 lajur doang, begitu ketemu kendaraan dari arah lawan, pepet kiri, potong jalur kiri, udah deh, stuck.
gitu pemandangan hampir setiap hari, pagi, siang dan sore dalam perjalanan ke tempat kerja dan saat pulang ke rumah...![]()
abdi mah tiasa wae kayak kitu........![]()
___________________________________
Kedengkian kita tidak akan mengubah takdir Allah atas orang yang kita dengki, justru akan mengubah takdir kita menjadi semakin buruk.
buanyak kalo tertib mah insya alloh nggak masyalah...![]()
itu bukan data namanya, tapi pengalaman pribadi mbah......ekekkekeke....![]()
___________________________________
Kedengkian kita tidak akan mengubah takdir Allah atas orang yang kita dengki, justru akan mengubah takdir kita menjadi semakin buruk.
gak sepakat dg TS
jalur yg gw lewati malah membahayakan pengendara motor, krn lebih mirip kubangan dan sawah ketimbang disebut jalan raya
lagipula gak bisa maen kebut2an, bisa naik ke gigi 3 aja jarang
antrian angkot, bis, truk, mobil2 pribadi yg isinya paling banyak 2 orang
basuki rahmat - kb.jeruk
Saya gak bisa menyalahkan pengendara motor. Bagi saya, kesalahan ada pada pemerintah. Alasan guwe
1. Pertambahan jumlah kendaraan bermotor jauh lebih pesat dibandingkan pertambahan jalan.
Pemerintah tidak membatasi produksi atas industri kendaraan bermotor. Seolah-2 TANPA BATAS.
Industri kendaraan bermotor sudah berjalan secara otomatis. Dalam sehari, mereka bisa membuat sekian product.
Bandingkan dengan bagaimana CARA PAK POLISI MENGATUR LALU LINTAS ? mereka masih secara MANUAL. Kalau ada kendaraan yg memiliki kecepatan tinggi, pak polisi gak bisa ngapa-2 in. Cuman bisa nonton aja.
Kalau ada kendaraan yang melanggar lampu lalu lintas, pak polisi cuman bisa nonton aja. Kalau kebetulan dia rajin, dia ambil sepeda motornya dan ngejar sang pelanggar. ITU PUN KALAU TERKEJAR.
Malah, terkadang dibantu oleh polisi CEPEK / bayaran, yang kadang menambah ruwetnya lalu lintas.
Coba aja anda bandingkan, berapa rasio jumlah kendaraan terhadap panjang nya jalan ?
Berapa rasio jumlah kendaraan terhadap banyak nya polantas ?
2. Pertumbuhan jumlah RUKO di jalan2 protokol.
Dengan banyak nya ruko, maka dimungkinkan semakin banyak kendaraan yang menuju ruko, dan juga ada pula kendaraan yang mau keluar dari ruko dan masuk ke jalan.
Sebagai pengendara kendaraan bermotor, kalau mendekati area ruko, secara instink meningkatkan kewaspadaan dengan mengurangi kecepatan kendaraan.
Bagi ANGKOT atau angkutan umum, jika mendekati ruko pasti mengurangi kecepatan atau malah berhenti, untuk mencari calon penumpang. ini OK kalau berhentinya mau bener-2 MINGGIR, terkadang dia berhenti tapi kendaraan agak ke tengah.
3. kendaraan bermotor sekarang murah
Tanpa DP, orang bisa mengambil cicilan kendaraan bermotor.
Tukang ojek pun bisa ngambil cicilan kendaraan bermotor. Mbayarnya, tentu dari hasil ojek an. sehingga, cara dia berkendaraan dan mencari penumpang cenderung agak KASAR.
betulll betull pak Eve , dari pada kita stress atas hal yg diluar jangkauan !
Tapi saya heran napa diasosiasikan sebagai korupsi ya , padahal kita hanya konservasi , memenage diri dan emosi kita ya pak Eve !
Daripada nyalah nyalahin orang lain , mending kita juga kagak pernah ngelanggar aturan ,......kek kek kek![]()
ADEM_AYEM_TENTREM
melanggar aturan bareng2...trus bangga dan cari2 alasan...keknya sama deh
Setiap pagi saya perhatikan perilaku pengendara motor yang membahayakan bagi pengguna jalan lain seperti:
1. Kecepatan diatas normal di jalan yang padat.
2. Mengambil jalur lawan
3. Belok dengan menengokkan kepala(tanpa menggunakan lampu)
4. Nyelonong lampu merah
ngebut, ane jarang jarang gan, boro boro ngebut di atas kecepatan normal, jalan normal aja motor dah ngos ngosan gan. kalo mengambil jalur malah sering soalnya orang bilang jalur lawan keliatan lebih hijau, sering kali jalur lawan sepi sedangkan jalur kita macet total gan, biasanya tinggal ngikutain yang depan
kalo nyelonong lampu merah ane ga pernah gan, kata bapake BePe bahaya![]()
rumput tetangga memang terlihat lebih hijau.... Bu nha.. Ojo nesu..mari kita ngopi ngopi dulu...