emang serba salah kalau masih di rumah ortu. aku paham banget perasaanmu karena akupun begitu.
soal tumbuh kembang anak, untungnya ortuku orang kementerian kesehatan, jadi soal ASIX 6 bulan dia ga bisa protes (yang canangin WHO dan didorong pula oleh kementerian kesehatan)
walo tetep nego, 5.5bln disuruh coba2 MPASI, aku kalo masih bisa ditolerir ya udah lah.
tapi soal baby walker, aku udah tegas nolak, di amrik aja udah dilarang kok, lebih banyak mudharatnya. sempet diprotes ama mereka, aku pura2 budeg aja. aku coba info-kan, kasih referensi berita dan dasar kenapa ga pake baby walker, just it, urusan menerima atau tidak itu bukan lagi wewenang mereka, ini anakku, dia hidup di jaman sekarang bukan dijaman dulu
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
Jadi dulu saya termasuk beruntung ya?
Waktu tinggal di rumah orang tua, yah, kami sama-sama keras kepala, tapi Ayah saya punya prinsip bahwa anak adalah hak orang tuanya, dan para kakek nenek biasanya malah merusak perkembangan si anak dengan kebiasaan memanjakan berlebihan... (mungkin pengalaman waktu saya masih kecil ya).
"Mille millions de mille milliards de mille sabords!"
@nowitzki...
Anak itu lebih tangguh dari yang kita kira. Kalau panas tanpa disertai gejala lain, dokter sekalipun cuma akan kasih obat penurun panas macam paracetamol. Tindakan-tindakan lanjutan baru akan dilakukan sesudah demam berkelanjutan sampai tiga hari...
Disabarin dulu deh... para orang tua kita yang sudah berpengalaman biasanya memang jadi lebih tenang dan kelihatan tidak empatik buat kita yang sedang was-was karena anak kita panas...
"Mille millions de mille milliards de mille sabords!"
Last edited by kala; 15-07-2011 at 07:49 AM.
ASIX itu 6 bulan pak (hanya minum asi saja, tampa makanan pendamping)
kasian amat kalo 2 tahun asi ekslusif doang, ga dikasih makanan pendamping
coba pak kala cuci kaki dulu baru ikut belajar lagi sama ibu2 soal per-ASI-an... ditunggu diskusi hangatnya
ya tetep aja cucunya bukan anaknya. yang diserahi tanggung jawab atas anak itu ortu-nya bukan kakek-neneknya.
pada akhirnya hasil kompromi kami juga begini pak, walau tetap di berbagai kesempatan ada komentar-komentar, tapi aku bisa lebih cuek, itu anakku kok, keputusan tetap pada orang tuanya.Waktu tinggal di rumah orang tua, yah, kami sama-sama keras kepala, tapi Ayah saya punya prinsip bahwa anak adalah hak orang tuanya, dan para kakek nenek biasanya malah merusak perkembangan si anak dengan kebiasaan memanjakan berlebihan...
sebelumnya aku pernah menghangat ama ortu, tapi kasusnya adikku, beda cara mendidik. tapi selepasnya aku menyadari, adikku bukan anakku, ortuku yang punya wewenang memilih jenis didikan macam apa yang mau mereka berikan (walau hati ini ga terima, tapi ga bisa berkata apa2)
mulai dari hal sepele (tapi bagi ibu2 tetap hal basar, semisal toilet training, lepas dot, jangan makan permen, harus gosok gigi dll) sampai hal yang lebih besar (perlu/tidak anak masuk PAUD)
akhirnya akupun seperti mereka saja terhadap adik, beri komentar-komentar.
impas![]()
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
whaa salah nangkap aqyu
kirain dimanja ekslusip ( TT-in ) enam bulanASIX itu 6 bulan pak (hanya minum asi saja, tampa makanan pendamping)
kasian amat kalo 2 tahun asi ekslusif doang, ga dikasih makanan pendamping
coba pak kala cuci kaki dulu baru ikut belajar lagi sama ibu2 soal per-ASI-an... ditunggu diskusi hangatnya
anak saya umur 4 bulan uda disuap macam2
saya sempat dibesarkan nenek (walau pun sementara) dan asyik2 saja ...ya tetep aja cucunya bukan anaknya. yang diserahi tanggung jawab atas anak itu ortu-nya bukan kakek-neneknya.
Jaman dulu, ASIX itu memang 4 bulan, sekarang dengan berbagai hasil penelitian dll, diketahui ternyata sebaiknya ASIX itu 6 bulan, karena usus anak dibawah 6 bulan itu belum sempurna ususnya, belum siap menerima makanan padat.
tapi tentunya pilihan pemberian MPASI (makanan pendamping ASI) dikembalikan ke orang tua masing2,
ya memang asik2 saja, saya juga diasuh nenek-kakek full 1 tahun (diminta tinggal di sana) tapi yang bertanggung jawab terhadap anak itu SEHARUSNYA tetap orang tuanya.
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
@now, semoga ara lekas sembuh.. Mungkin ada kemajuan sesuatu dari dirinya yang membuat panas. Mau tumbuh gigi mungkin...
nah karena itu ada kompromi2, hal2 prinsip jangan dikompromikan, hal lain ya kompromi.
semisal, kalo saya, ga mau kasih baby walker. sempet diomongin terus, suruh kasih.
aku tetap ga kasih, itu ga bagus buat anak. siapa bilang bikin cepet jalan? malah banyak bahayanya dibanding manfaatnya.
buktinya tanpa itu pun umur 1 tahun 2 mgg, hegel bisa jalan.
aku ga pakein gurita, itu ga baik buat pernafasan bayi. walau masih belum puput jua ga kukasih.
kebetulan aku ga kerja, jadi aku 100% megang bayiku sampe dia umur 2 bulan, ga kukasih dipegang siapa2, paling sesekali ayahnya, tapi ga banyak.
pas masa2 pemberian MPASI juga ditanganku semua, aku ga berani percayakan ke orang2, karena harus benar2 steril, proses masak juga harus hati2, supaya gizinya ga berkurang.
Kalau saya, ortu kerja, jadi gesekan tidak terlalu banyak, saya bisa pegang kontrol![]()
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
kalau ortuku lebih banyak menyerahkan keputusan akhirnya padaku... Paling mereka hanya menyarankan, kalau mau iya monggo...kalau enggak ya gakpapa... *berasa beruntung...
Kemaren waktu liburan -bulan mei-, aulia sempat panas dingin malam2... Bapak maksa sambil marah2 nyuruh bawa aulia ke dukun pijet bayi di kampung *yang notabene bakal disembur dengan menyan.... Aku gak mau, tegas aku minta ke bidan, toh bapak akhirnya diam dan nganterin ke bidan... Mungkin sambil nahan emosi karena kuatir sama si kecil...
Alhamdulillah sembuh dan gakpapa...
Well, ortu kita kan jauh lebih berpengalaman dari kita... Sejauh itu gak prinsip aku bakal nego... Tapi sejauh ini alhamdulillah banget, mereka gak pernah maksa2..
Mungkin bagaimana kita membuat mereka percaya bahwa kita bisa menjaga si kecil...
^tul .. ortu lebih pengalaman..tetapi zaman ortu sama jaman sekrang jelas beda![]()
maaf baru mampir
beda sekali dengan di Belanda ..
Kalau di Belanda, kebanyakan anak keluar rumah ortu saat mau berkuliah (18 tahun), hanya beberapa yang akan menunggu beberapa tahun lebih lama. Anak ga pernah akan tinggal di rumah orang tua kembali.
Sama dengan saya .. 18 tahun, pindah ke Amsterdam, punya kamar kecil saja, tapi ga apa-apa, yang penting bebas
21 tahun mulai kerja dan pindah ke apartemen (sewa) di lingkungan buruk karena murah, ga punya banyak barang, semua bekas dan sederhana. Ga apa-apa, yang penting mandiri dan ga tergantung dari uang ortu saya lagi![]()
Saya ga bisa membayangkan harus tinggal bareng ortu saya kembali, saya yakin saya malah ga mampu .. 2 malam bisa saja, tapi lebih lama saya akan teriritasi .. kalau berlibur bareng, pun susah, karena itu kami ga selalu jalan2 bareng ..
Salut atas teman2 yang bisa
Hmm .. bayangkan ada anak .. menurut saya kakak dan nenek boleh menyarankan, tapi orang tua yang memutuskan dan bertanggungjawab.
Kalau di sini kadang anak dititipkan ke kakak nenek, untuk beberapa hari seminggu (tidak menginap di rumah mereka). Orang tua tidak selalu senang dengan cara kakak nenek membesarkan anak mereka (ga bisa dicegah karena mereka punya sifat sendiri juga) dan mencampur tangan ..
Kebanyakan anak dititipkan ke penitipan anak, itu mahal sekali (sering hampir semahal gaji ibunya) .. Hmm .. bisa baik, tapi baru saja ada berita buruk, 2 orang yang kerja di penitipan anak ditangkap polisi, ternyata pedofil
Kalau babysitter: kalau di sini mahal, kalau orang tua ingin jalan-jalan larut malam, baru dipanggil babysitter (biasanya cewek 16 tahun).
Seandainya saya punya anak, saya lebih suka memilih anak saya dititipkan ke penitipan anak 1 hari seminggu, ke kakak nenek 1-2 hari seminggu, dan hari2 yang lain ga dititipkan tapi dibesarkan saya dan suami saya sendiri (yang berarti ga bisa kerja fulltime). Menurut saya paling baik kalau orang tua paling berpengaruh anak mereka ... 1 minggu ada 7 hari .. 4 hari atau lebih anak dipengaruh orang tua, 3 hari yang lain itu orang lain boleh
Bayangkan suami saya kurang cocok sama ortu saya .. hmm .. dia sangat cocok, kadang dia malah lebih cocok daripada saya, dia lebih objektif dan kurang diganggu emosi .. berarti saya yang mau lari![]()
Seandainya ada masalah antara suami saya dan orang tua saya (yang kadang terjadi) saya dengar dengan perhatian, lalu biasanya saya jawab: coba pergi ke suami saya ya, bicarakannya dengannya, jangan dengan saya, ga bermanfaat, saya ga tahu semua.
Saya yakin akan bermasalah kalau orang tua dan anak (yang sudah dewasa) tinggal serumah, masalah2 ga bisa dicegah, orang tua akan tetap berusaha membesarkan anak mereka dan mencampur tangan, walau mereka sudah dewasa .. Kakak nenek lebih tua, maka mereka berpikir "kami lebih berpengalaman" (benar, tapi itu tidak berarti selalu lebih benar dan jaman beda).
Yang paling penting untuk saya adalah kemandirian .. saya malah lebih suka tinggal sendirian di kamar/rumah jelek tanpa kemewahan di lingkungan buruk dengan uang sedikit saja daripada tinggal sama ortu saya ..
seandainya saya tinggal serumah orang tua saya, relasi dengan orang tua saya pasti akan bermasalah.. kalau saya tinggal sendirian relasi dengan orang tua saya akan tetap baik
Tetap semangat ya jeng Chan!![]()
mau bikin signature baru tapi kehilangan teksnya
kok ya pas, dokternya lagi keluar kota selama 2 minggu.
tapi ara akhirnya sembuh. cuma "gabaken"
yeah, emang seharusnya nurut orang tua ya.
lupa mau update
minggu ini mau pindahan horeeeeeeeeee
aku dah ngomong sama mama (mama dulu) eh tanggapannya positif banget.
pokoknya semu alasan2ku itu ditanggapin positif.
menurutnya memang secara psikologis harus pindah, senengnya
papaku dibilangin, dan udah setuju juga
soal hegel, mereka nawarin kalo siang di rumah mama aja, biar ada temennya si miki, juga lebih bisa diawasin makannya
hohoho... happy ending!
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
Tuh kan... nggak perlu takut-takut... orang tua kita juga dulu ngalamin hal yang sama koq...
Hayoh... yang mau bantu angkat-angkat barang pada tunjuk tangaaaaaannnnn............!!!!!!!!!!!!!!!
...
...
...
![]()
"Mille millions de mille milliards de mille sabords!"
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India