Page 27 of 40 FirstFirst ... 17252627282937 ... LastLast
Results 521 to 540 of 798

Thread: Jokowi - JK... What's next?

  1. #521
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Halagh..kalo gak guna, napa lu ikutin terus? Gw lihat di topik ini, postingan lu sering muncul.
    Siap Boss.
    A proud SpaceBattler now.

  2. #522
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    halagh om purba... sesama demit pake buka kartu segala...
    dari jaman lo bela2 teis, ampe jadi atheis, gua juga ngikutin.
    back to topic napah...

    kalau orang cerita apa yang dirasakan semenjak sama jokowi, napa harus distigma lover atau hater sih?
    berhubung lagi terlibat secara langsung terkait perombakan di sisi birokrasi terutama terkait penanaman modal, investasi dan perizinan, aku lihat sendiri perombakan yang besar2an dan buat kepentingan bersama.
    silakan aja yang nyinyir meneruskan nyinyirannya, tapi orang waras harus tetap optimis dan ga terganggu gonggongan anjing lewat lah. capek ngurusin gituan.

    sekarang yang diputar kayak kaset kusut hal remeh, contoh aja soal syiah lah diputar ulang tuh kaset, malah tujuan besarnya jadi ga di lihat.
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  3. #523
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Numpang ketawa dulu..

  4. #524
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Gilak ada yang ngamuk2
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  5. #525
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355

    10char
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  6. #526
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    halagh om purba... sesama demit pake buka kartu segala...
    dari jaman lo bela2 teis, ampe jadi atheis, gua juga ngikutin.
    Iye gw tau, waktu itu lu cuman ngikutin doang, gak lebih. Sama kayak ndableg.

    kalau orang cerita apa yang dirasakan semenjak sama jokowi, napa harus distigma lover atau hater sih?
    Oh jadi lu gak setuju, stigma lover or hater, heh?

    berhubung lagi terlibat secara langsung terkait perombakan di sisi birokrasi terutama terkait penanaman modal, investasi dan perizinan, aku lihat sendiri perombakan yang besar2an dan buat kepentingan bersama.
    silakan aja yang nyinyir meneruskan nyinyirannya, tapi orang waras harus tetap optimis dan ga terganggu gonggongan anjing lewat lah. capek ngurusin gituan.
    Lha lu sendiri masih meneruskan tradisi lover or hater. Paham gak? Jangan-jangan gak paham lagi....

  7. #527
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    bisa jadi gua gagal paham, tapi kalo buat ngejudge lo ga move on, masih aja bawa2 stigma hater lover, ga perlu orang jiniyus buat tahu lah.
    kan lu bawa2 kaset kusut mulu, sesembahan jokowi lah, nabi jokowi lah, masa orang jiniyus kayak lu cuma sebatas itu argumennya, yang dibahas malah antek2 jokowinya, bukan tentang kebijakan pemerintahan sekarang?
    nyinyiran sumbang ga pake data apa bukan hater namanya? masih ga terima dibilang nyinyir?

    level gua mah sebatas yang gua tahu aja, ga usah sok analis padahal ga pake bikti dan logika.
    faktanya, dari sektor investasi mulai dirombak total birokrasinya. yang tadinya perizinan dilaksanakan di masing2 kementerian, rawan korupsi (oh yeah, gw tahu banget karena udah jadi semacam kesenjangan kesejahteraan, bahkan di satu kementerian yang sama) sekarang diarahkan jdi satu pintu.
    selama ini ada kebijakan lemot banget eksekusi, sekarang harus cepet. rapat2 tuh sito semua, harus gerak cepat. sebelumnya seperti orang obesitas. lemot.
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  8. #528
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    bisa jadi gua gagal paham, tapi kalo buat ngejudge lo ga move on, masih aja bawa2 stigma hater lover, ga perlu orang jiniyus buat tahu lah.
    Lu setuju dgn stigma hater or lover? Atau nggak? Yg mana nih?

    kan lu bawa2 kaset kusut mulu, sesembahan jokowi lah, nabi jokowi lah, masa orang jiniyus kayak lu cuma sebatas itu argumennya, yang dibahas malah antek2 jokowinya, bukan tentang kebijakan pemerintahan sekarang?
    Lha kalo gw kritisi kebijakan Jokowi, lu orang pada senewen, malah nuduh gw hater? Piye iki?

    Ini sama, dulu klo gw kritisi agama yg lu orang pada imani, bukan berargumen, malah nuduh gw ini itu. Piye?

    Lebih dulu lagi, ada netter yg selalu kritik Islam, juga sama, malah dibilang ini itu. Halagh....

    Diajak diskusi baik-baik, ujungnya nuduh ini tu karena habis argumen. Diladeni diskusi nyinyir, malah balik nuduh nyinyir?

    nyinyiran sumbang ga pake data apa bukan hater namanya? masih ga terima dibilang nyinyir?
    Ce..ileh... gak pake data? Yg maneh yg gak pake data? Trus data macam apa yg lu perlu?

    level gua mah sebatas yang gua tahu aja, ga usah sok analis padahal ga pake bikti dan logika.
    faktanya, dari sektor investasi mulai dirombak total birokrasinya. yang tadinya perizinan dilaksanakan di masing2 kementerian, rawan korupsi (oh yeah, gw tahu banget karena udah jadi semacam kesenjangan kesejahteraan, bahkan di satu kementerian yang sama) sekarang diarahkan jdi satu pintu.
    selama ini ada kebijakan lemot banget eksekusi, sekarang harus cepet. rapat2 tuh sito semua, harus gerak cepat. sebelumnya seperti orang obesitas. lemot.
    Oh ini rupanya data tsb. Jadi data adalah apa yg terjadi di depan batok kepala lu, gitu? Kalo yg terjadi di depan biji mata orang lain, bukan data, gitu?

    Jadi kalo banyak pintu, rawan korupsi. Sedangkan satu pintu, tidak rawan korupsi. Ini logika namanya?

    Halagh...

  9. #529
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Let the guy talk

  10. #530
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Selamat datang di era kebangkitan koruptor = era Jokowi dadi presiden.

  11. #531
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Koruptor mana yg bangkit? BG? Emang BG korupsi berapa sih? tau gak lo?
    Pencegahan korupsi tentu tidak kasat mata, dan mata ente agak2 picek.

  12. #532
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Giliran gini satu suara semua

    Jakarta - Wacana Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo bahwa nantinya partai politik akan mendapat bantuan dari Negara sebesar Rp 1 triliun per tahun mendapat sambutan positif dari politisi. Baik pendukung Prabowo Subianto di Koalisi Merah Putih maupun pendukung Jokowi di Koalisi Indonesia Hebat mendukung rencana tersebut.

    Tjahjo yang juga mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu mengatakan, salah satu alasan perlunya partai disubsidi Rp 1 triliun adalah untuk mencegah politisi korup. Selama ini menurut dia bantuan pemerintah kepada partai politik tak lebih dari Rp 2,5 miliar per tahun.

    Dana sebesar itu menurut dia belum bisa memenuhi biaya operasional partai dari pusat sampai daerah selama 1 tahun. "Saya pernah jadi sekjen partai, itu cuma sampai Rp 2 miliar. Padahal itu untuk menghidupi seluruh daerah yang besar. Maka (jumlahnya) ditingkatkan seharusnya," kata Tjahjo kepada wartawan di Jakarta, Selasa (10/3/2015).

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto juga mendukung rencana tersebut. Menurut dia jika politik dibebaskan kepada pasar, maka pemerintahan akan dikuasai oleh politisi yang punya uang.

    "Jadi bukan demokrasi lagi, demokrasinya berarti berkuasanya orang yang punya uang, bukan berkuasanya rakyat," kata Prabowo di kediamannya, Selasa kemarin.

    Prabowo tak khawatir jika nantinya dengan subsidi Rp 1 triliun itu nanti akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Apalagi Indonesia, kata dia, memiliki sumber daya alam yang melimpah.

    "Negara Indonesia ini kaya. Negara Indonesia sangat kaya. Tinggal bagaimana kita kelola kekayaan itu. Masalahnya kan baru sekarang saya kira, pemerintah sekarang menyadari betapa banyak kebocoran," kata Prabowo.
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  13. #533
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    Koruptor mana yg bangkit? BG? Emang BG korupsi berapa sih? tau gak lo?
    Pencegahan korupsi tentu tidak kasat mata, dan mata ente agak2 picek.
    Salah satu kebijakan untuk mencegah korupsi adalah dengan melaporkan setiap gratifikasi ke instansi berwenang, dalam hal ini KPK.
    (Pasal 16 UU no 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi)

    Gratifikasi adalah setiap pemberian termasuk kemudahan dalam mendapatkan pinjaman.

    Salah satu pintu awal korupsi adalah perilaku toleran dalam menerima pemberian tanpa melihat potensi pemberian tersebut akan merusak independensi si pejabat.

    UU no 20 tahun 2001 (yang mengubah sebagian dari UU no 31 tahun 1999) mencatat salah satu bentuk pidana yang bisa dihukum adalah jika
    "pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya" (pasal 12)

    Salah satu cara lepas dari jeratan ini adalah jika pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut dalam waktu 30 hari melaporkan gratifikasi tersebut kepada KPK (pasal 12B)

    Sebelum menyanggah bahwa "Polisi bukan pegawai negeri",
    di UU no 43 tahun 1999, tentang perubahan UU no 8 tahun 1974 tentang kepegawaian,
    dinyatakan bahwa "Pegawai Negeri adalah setiap warga negara Republik Indonesia yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri,atau diserahi tugas negara lainnya, dan digaji berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku." (Pasal 1) dan Anggota TNI serta Kepolisian termasuk Pegawai Negeri (Pasal 2). Jadi, polisi memiliki kewajiban untuk melaporkan pemberian yang tidak wajar untuk diperiksa.



    Jadi sederhana sebenarnya.
    BG mungkin tidak korupsi. Tanpa proses pengadilan, kita tidak benar-benar tahu apakah BG bersalah atau tidak.
    Tapi BG lalai dalam melaporkan kemudahan peminjaman tersebut. Artinya BG tidak mendukung pencegahan korupsi seperti yang diamanatkan oleh Undang-Undang. Selain itu, fakta bahwa dia mengabaikan UU sudah membuktikan dia gak layak jadi penegak hukum, apalagi mengepalainya (syukurlah tidak jadi dilantik).

    Oh iya,
    perhatikan bahwa dalam kutipan saya tadi, bahwa, untuk dihukum, perbuatan korupsi itu tidak harus:
    1. si tersangka sudah menerima gratifikasi. Bahkan ketika si tersangka baru menerima janji pun, sudah dapat dihukum;
    2. si tersangka sudah mengabaikan kewajiban atau melakukan perbuatan yang bertentangan dengan kewajiban. Selama penyidik bisa membuktikan "patut diduga" maka sudah bisa dipidana.

    Contohlah kasus Gitar Trujillo untuk Joko Widodo.
    Seandainya Gubernur Joko Widodo tidak menyerahkan gitarnya ke KPK saat itu, niscaya ia sudah bisa kena bidik.
    Toh, ternyata Gitar itu bukan diberikan Trujillo untuk Joko Widodo dan si pemberi ternyata punya potensi "conflict of interest" yang siapapun bisa menduga si pemberi ingin kemudahan izin walau ia tidak menyatakan niat tersebut.

    Walau tentu saja, masih dengan contoh Gitar Trujillo untuk Joko Widodo dan seandainya tak dilaporkan, kalau KPK ingin menyeretnya saat itu, membuktikannya lebih susah kecuali ada pola di masa lampau yang membuktikan Joko Widodo pernah menerima pemberian-pemberian serupa dan tak melaporkan.


    Jadi, gue ama [MENTION=101]purba[/MENTION] gak perlu menyatakan jumlah seberapa banyak BG korupsi.
    Tetapi dengan fakta BG menerima pemberian tak wajar sebesar Rp 57 milyar, maka dia sudah layak diduga korupsi dan harus diselidiki dengan serius. Tidak cukup hanya dengan "surat pernyataan" dan hubungan sesama pertemanan lalu ia dilepaskan begitu saja. Karena ini kisahnya tentang "peminjaman", maka penyelidikan tersebut, walau uangnya tidak dipinjam oleh perusahaan perbankan, juga menilai kelayakan kredit tersebut untuk menentukan wajar atau tidaknya peminjaman tersebut.

    Seperti kata Ruki sendiri (aku tidak mendengarkan videonya) secara tersirat yang menyatakan BG diduga kuat telah korupsi,
    "Kami dikalahkan oleh hakim praperadilan yang mengatakan bahwa Saudara BG bukan subyek hukum bagi kpk, tetapi perbuatannya dapat dibuktikan, tidak disangkal kebenarannya".

    http://www.beritasatu.com/nasional/2...peradilan.html
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  14. #534
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    BG menerima gratifikasi karena jabatannya sebagai
    Karo Binkar, dan dibidik oleh KPK juga karena jabat
    annya, Calon Tunggal Kapolri

    kesimpulan sementara gw:
    1. Kalau jadi PNS/TNI/Polri/Aparat/pejabat (apalagi
    karir cemerlang) maka didiklah anak/keluargamu un
    tuk menjadi.... apa ya? sulit sekali memisahkan ka
    pasitas/kompetensi anak dari pencapaian orang tua
    nya.... wong UMPTN saja masih mencantumkan peng
    hasilan orang tua kok

    2. Paling aman, bagi orang tua yang berkarir sebagai
    aparat/pejabat, ya menyuruh anaknya kerja di luar
    negeri, baru deh karir orang tuanya ngga ngaruh dalam
    menilai kompetensi/kapasitas si anak... kalau orang tu
    anya aparat/pejabat rendahan yang ngga mampu nye
    kolahin anak keluar negeri? ya jadikan si anak calon TKI
    informal saja

    "And this world of armchair bloggers who created a generation of critics instead of leaders, I'm actually doing something. Right here, right now. For the city. For my country. And I'm not doing it alone. You're damn right I'm the hero."

    --Oliver Queen (Smallville)

  15. #535
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Ya kesian anaknya toh kok digenerealisasi semua. Kalau kerjanya benar dan terang benderang ya nggak perlu takut lah.
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  16. #536
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    susah lah... bagaimana memisahkan penilaian atas
    kompetensi/kapasitas anak dari reputasi (dalam ar
    ti luas) orang tua

    Anak Jokowi ikut CPNS saja sudah di-obok-obok ng
    ga jelas... lulus ngga dipercaya, ngga lulus kok ya
    anak presiden bodoh


    ujung-ujungnya:
    1. Anak PNS/Aparat/Pejabat ya jadi Pejabat saja.
    2. Anak Politisi ya jadi Politisi saja.
    3. Anak Pengusaha ya jadi pengusaha saja...


    makanya giliran anak pengusaha meubel jadi presi
    den dianggap ngga pantes...

    "And this world of armchair bloggers who created a generation of critics instead of leaders, I'm actually doing something. Right here, right now. For the city. For my country. And I'm not doing it alone. You're damn right I'm the hero."

    --Oliver Queen (Smallville)

  17. #537
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Sarpin Effect
    "The two most important days in your life are the day you are born and the day you find out why." - Mark Twain

  18. #538
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Salah satu kebijakan untuk mencegah korupsi adalah dengan melaporkan setiap gratifikasi ke instansi berwenang, dalam hal ini KPK.
    (Pasal 16 UU no 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi)

    Gratifikasi adalah setiap pemberian termasuk kemudahan dalam mendapatkan pinjaman.

    Salah satu pintu awal korupsi adalah perilaku toleran dalam menerima pemberian tanpa melihat potensi pemberian tersebut akan merusak independensi si pejabat.

    .................

    Jadi sederhana sebenarnya.
    BG mungkin tidak korupsi. Tanpa proses pengadilan, kita tidak benar-benar tahu apakah BG bersalah atau tidak.
    Tapi BG lalai dalam melaporkan kemudahan peminjaman tersebut. Artinya BG tidak mendukung pencegahan korupsi seperti yang diamanatkan oleh Undang-Undang. Selain itu, fakta bahwa dia mengabaikan UU sudah membuktikan dia gak layak jadi penegak hukum, apalagi mengepalainya (syukurlah tidak jadi dilantik).

    ............................

    Seperti kata Ruki sendiri (aku tidak mendengarkan videonya) secara tersirat yang menyatakan BG diduga kuat telah korupsi,
    "Kami dikalahkan oleh hakim praperadilan yang mengatakan bahwa Saudara BG bukan subyek hukum bagi kpk, tetapi perbuatannya dapat dibuktikan, tidak disangkal kebenarannya".

    http://www.beritasatu.com/nasional/2...peradilan.html
    OK.. terima kasih untuk penjelasan yang panjang lebar.
    Jadi "era kebangkitan koruptor = era Jokowi dadi presiden"?

  19. #539
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Kesimpulan siapa itu ya? Koruptornya mah udah luamaaaaa ada bukan baru2 ini aja toh. Mungkin lebih tepatnya adalah political will pemberantasan korupsi yang keliatannya tak sesuai harapan.
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  20. #540
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    OK.. terima kasih untuk penjelasan yang panjang lebar.
    Jadi "era kebangkitan koruptor = era Jokowi dadi presiden"?
    konon itulah "FAKTA" nya

    "And this world of armchair bloggers who created a generation of critics instead of leaders, I'm actually doing something. Right here, right now. For the city. For my country. And I'm not doing it alone. You're damn right I'm the hero."

    --Oliver Queen (Smallville)

Page 27 of 40 FirstFirst ... 17252627282937 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •