^ good luck
Jadi inget komik yang ini,
![]()
^ good luck
Jadi inget komik yang ini,
![]()
"Mille millions de mille milliards de mille sabords!"
menghormat bendera
menurut saya ... hukumnya wajib ( dg cara dan expresi masing2 )
tapi karena postingan lebai .... maka pantas difatwa haram
![]()
Last edited by kala; 12-06-2011 at 12:23 AM.
Makin twisted aja pemikiran ulama2 ini. Sering sekali hal2 yang bersifat kebangsaan dan nasionalisme dibenturkan dengan hal2 berbau agama
Last edited by sandroid; 12-06-2011 at 02:38 AM.
menurut ronggolawe secara yurisprudence islam (baca fiqih) jatohnya MUBAH yak
brarti implikasinya sekadar, bila dilaksanaan gpp, klo tdk dilaksanain lebih baek ..... CMIIW
trus, gemana dng pendapat menghormat bendera = syirik?
silakan klo ada yng mao berbagi dalil/argumennya
![]()
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito
Oh, iya bagaimana jika dibenturkan dengan "harus taat pada ulil amri". Lupa ini ayat AQ atau hadist?
Anggap hormat bendera itu perintah pemerintah yang sah.
kalo pemerintahnya melanggar hukum syariah Allah nah mana yang harus di taati?? ya hukum yang lebih tinggi lahOh, iya bagaimana jika dibenturkan dengan "harus taat pada ulil amri". Lupa ini ayat AQ atau hadist?
Anggap hormat bendera itu perintah pemerintah yang sah.
... saya sih cuma menjawab lontaran kerisauan Kakang Tumenggung Ronggolawe tentang nasionalisme, dan tidak tertarik untuk bicara mengenai Islam yang diterjemahkan sebagai konsep hukum. Jadinya saya biarkan pertanyaan soal syariah dijawab oleh mereka yang tertarik...
Tapi postingan di atas menurut saya jauh dari tidak penting (btw, lebay itu artinya apa sih? - ini beneran nanya).
Kita melihat di sini suatu sikap yang memandang ulama sebagai pihak yang dungu, ketinggalan jaman, dan tidak memiliki kapasitas analisis yang sesuai dengan tantangan jaman sekarang... bukan tanpa alasan kalau sikap itu ada... apalagi kalau menjadi sikap itu dipegang oleh banyak orang...
okeh... OOT selesai, silakan dilanjut diskusinya... saya mau balik ke pojokan minum teh tarik sambil memandangi bendera di kantor polisi di seberang komplek
NB.
Pak Dhe Panembahan Ismoyo,
Dalam pengertian ahkam yang baku, yang disebut itu bukannya Makruh? Mubah bukannya simply boleh alias netral?Originally Posted by Mbah Pasingsingan
"Mille millions de mille milliards de mille sabords!"
![]()
" jauh dari tidak penting " itu .. apa sehh
ok saya baca saja " sama sekali tidak penting " ............
menuruti postingan dibawah ini. lebai berarti tidak wajar ... ( ini beneran ikut2an )Originally Posted by alip
heran saja sama ini bangsa ...Originally Posted by wpp
promosi pluralime kencang ..... tapi susah nerima pluralitass
pulau terluar di sumba mau gabung sama australia ( katanya tv ) ... papua ?? rms ??
timor timor - sipadan/ligitan lepass
disini diributin nasionalisme .... gara2 upacara bendera ............. lebaii
Last edited by kala; 12-06-2011 at 05:17 PM.
hei hei kok minum teh.. disini hanya tersedia kopi.. oot dikit....okeh... OOT selesai, silakan dilanjut diskusinya... saya mau balik ke pojokan minum teh tarik sambil memandangi bendera di kantor polisi di seberang komplek
Sekarang saya balik pertanyaannya,
Emang ada dalil yang jelas mengatakan bahwa menghormat bendera itu haram?
Atau ini cuma kecurigaan, prejudice satu pihak atas suatu kejadian. Mohon pencerahannya soal ini . . .
Kalo menurut saya menghormat bendera = Syirik, adalah lelucon yang terlalu dipaksakan (baca : garing). Menghormati sangat jauh artinya dengan meNuhankan.
Macam ni lah, Menghormati orang tua = wajib. Menuhankan orang tua = haram.
Bila semua dibawa ke arah sana (syirik), lambat laun Hablumminannas akan hancur, imbalance life, akhirnya jadi kaum laknat pula lah kita nanti. Cinta tanah air, tata krama pergaulan, sopan santun, menaati peraturan negara sejauh tak bertentangan dengan syariat Islam, dll, sejatinya adalah ibadah juga, itu yang telah kita lupakan dan sering kita remehkan.
Malahan, saya takut kita menjadi orang "Arab" sejati, bukan orang "Islam" sejati. Rakyat negeri ini terlalu terobsesi malah dengan budaya Arab-nya, bukan Samawi Islam-nya.
sampai saat ini belum ada fatwa haram untuk itu.. jadi hormatilah bendera Indonesia.. gampang kan..
Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!
wah ini memang bukan satu dua kasus ajasebenernya. ternyata di tempatku di lombok di sekolah adek iparku yang smp islam juga ternyata tidak melaksanakan upacara bendera walopun ada tiang bendera dan bendera merah putihnya. setelah says tanya mengapa ternyata memang alasannya adalah karena memang tidak bpoleh menghormat bendera dan juga haram huykumnya bernyanyi dalam islam karena dua alasan itulah mengapa upacara senin pagi tidak dilaksanankan . saya rasa di sekolah2 islam lainnya juga tidak melaksanankan upacara
Barusan gw nonton upacara Bendera di Istana Negara,
ternyata selain Tentara dan Polisi, cuma Presiden dan
Wapres yang hormat bendera, sedangkan Ibu Negara,
Ibu Wapres, Ibu-Ibu TNI tidak ada yang menghormat
(Salute) bendera.
Gw bilang juga apa, salute bendera itu tidak wajib bagi
sipil. Cuma lebay-lebay Nasionalis-Formal yang ribut
ngelihat sipil ngga melakukan Salute Bendera.
Tapi kalau bicara Islam kan tentara juga banyak yg muslim, Presiden juga muslim, bolehkah mereka menghormat bendera ?
kemaren uapacar hormat bendera... Sutra...
Ijin ikut memberikan suara:... (tapi afwan lagi neh... gag baca tritnya dengan lengkap dari laman 1 ke akhir, maaf klo ada pendapat ane nyang sama dengan pendapat ikhwah fillah)
Innamal A’malu Bin Niyat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya setiap amalan harus disertai dengan niat. Setiap orang hanya akan mendapatkan balasan tergantung pada niatnya. Barangsiapa yang hijrah karena cinta kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya akan sampai kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena menginginkan perkara dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya (hanya) mendapatkan apa yang dia inginkan.” (HR. Bukhari)
Kita tahu sama tahu lah... pengetahuan kita terbatas untuk banyak memahami dinamika ummat alias banyak ikhtilaf sudah di antara kita.
Satu yang pasti toleransi atas perbedaan pandangan dan pendapat ini musti dijaga dan konsistensi harus ada.
Atau serahkan saja pada penguasa sekarang keputusannya (ini bukan bermaksud membuat analogi kalo pemerintah sesat maka rakyat ikut sesat lho...).
Kalo kita g berniat syirik dengan menghormat bendera dan g bermaksud menyamakan bendera sebagai sesuatu yang disembah, Alloh juga Maha Mengetahui kekurangan hamba-Nya.
Tapi klo emang kita berkeyakinan menghormat bendera sebagai sesuatu yang mengikis aqidah, ya sudah tinggalkan saja... toh soal menghargai dan bela negara masih bisa ditempuh dengan berbagai cara.
Pemerintah juga 'di doa' in bareng-bareng yok agar bisa menjalankan amanah dengan baik dan konsisten.
Salah satunya y, perkara2 yang memungkinkan beda pendapat y seharusnya udah lebih cepat di urus sebelum rakyat meronta, trus jangan 'negur' segala klo belum ada upaya mengayomi.
E, saya yakin koruptor (entah itu nyang muslim ato nyang bukan) nyang nilep uang anak bangsa menghormat bendera juga... trus dia cinta bangsa juga ya?
ujan lagi ah ujan lagi,,,
Ada yang menyulit2kan, karena juga ada yang mewajib2kan.
Hukum aksi reaksi, aja.
Seharusnya biarkan aja orang menghormati bendera(yang ngga' ada sakti2nya acan itu, cuman kaen bernilai historis gitu, lho) dengan caranya masing2. Yang mau taro tangan di jidat yang monggo, yang mau pake dzikir ya monggo.
A proud SpaceBattler now.