Kalo menurut saya, itu karena 'orang curang itu memang kreatif', meskipun 'orang kreatif itu belum tentu curang'. Dengan kata lain, hanya orang kreatif yg bisa (lebih leluasa) berbuat curang.Originally Posted by Serendipity
Orang yg ndak kreatif mungkin pernah coba2 berbuat curang, tapi ya jelas aja langsung ketahuan curangnya lha wong namanya juga ndak kreatif. Dan ndak ada orang yg pengin curangnya ketahuan. Ndak ada orang suka dibilang curang. Itulah yg membuatnya kapok ndak mau eh ndak bisa curang lagi, kecuali disamping ndak kreatif dia juga punya sifat...tukang ngeyel.
Setuju. Dan logika (BENAR) itu bukan se-gala2nya. Ada "nilai2 lain" (BAIK) yg juga mesti diajarkan dan ditanamkan pd anak. Dan itu, idealnya menurutku, harus seimbang dan ditempatkan pada tempat yg semestinya masing2, bukan dicampur-adukkan semaunya apalagi dibolak-balik.Originally Posted by Aslan
Dlm kasus A, bagaimanapun, menurutku A telah menempatkan sesuatu (meskipun baik tapi) bukan pada tempat yg semestinya. Itu yg mesti diarahkan ke si anak, tentu saja juga harus dgn cara yg "baik dan benar".
Salah ya salah, baik ya baik. Yg salah diluruskan spy benar dan yg baik dipertahankan spy tetap baik.
Sayangnya, kata 'santai' itu terlanjur cenderung dikonotasikan sbg sesuatu yg negatif (malas). Padahal menurutku itu seharusnya dilihat scr netral.Originally Posted by Tuscany
Dan sayangnya lagi, saya dulu memang termasuk siswa/mahasiswa yg malas shg hasilnya ya...bubar jalan.
![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)





Reply With Quote