Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast
Results 21 to 40 of 42

Thread: Kreatif Atau Curang..?

  1. #21
    Chief Cook GiKu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    10,315
    kecimpulan :

    minum susu bertahun2 cuma untuk selisih sepersekian detik

  2. #22
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    sepersekian detik dalam sprint sangat berharga sekali om,
    itu usain bolt aja belum bisa pecahin lagi rekornya sendiri
    mungkin kebanyakan makan nugget, kurang minum susu

  3. #23
    Chief Cook GiKu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    10,315
    ya itu, Ja

    gak semua orang kerjanya lari melulu
    dan atlet laripun gak lomba lari saben hari

  4. #24
    pelanggan setia Fere's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Depan RSJ-KM
    Posts
    6,120
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Mengenai penilaian terhadap yang dilakukan si anak, bisa diterjemahkan macam-macam, tergantung nilai yang kita pegang.

    Kalau saya jadi si anak yang seharusnya gak dapet sepeda itu, saya akan menolak hadiahnya. Lah saya gak menang kok... saya mau menang karena usaha sendiri, bukan karena dikasihani oleh orang lain.
    Bener om, banyak orang2 di dunia ini yang benci dikasihani, benci memenangkan sesuatu
    gara2 lawannya sengaja mengalah..

    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Tapi di sisi lain, kalau saya jadi si anak yang harusnya juara pertama itu, mungkin saya akan melakukan hal yang sama, mengalah, atau sepedanya dikasih ke si anak satunya lagi....

    rumit ya?
    Saya setuju soal memberikan hadiah ke orang lain, tapi tidak untuk mengalah dalam perlombaan.

    Memberikan hadiah kemenangan kepada yang lebih membutuhkan itu soal moral, kesadaran. Tetapi
    berusaha memenangkan perlombaan itu lain soal, itu adalah sebuah kewajiban dalam berkompetisi.
    Menang ya menang, kalah ya kalah. Kalo nggak ingin menang, ya gak usah ikut perlombaan.

    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Tapi pertandingan/perlombaan memang banyak menimbulkan efek persaudaraan, karenanya dari jaman Yunani klasik sampai sekarang event olahraga umum dijadikan sebagai alat pemersatu dan mempererat persahabatan. Menghargai dan akhirnya menghormati lawan adalah fenomena unik dalam kehidupan persaingan manusia. Kisah-kisah kepahlawanan jaman dulu, meskipun fiksi, sesungguhnya mengangkat impian manusia untuk saling menghormati, meski terhadap lawan sekalipun.
    Bener om, tetapi menghargai dan menghormati lawan itu bukan dengan cara mengalah. Justru apabila
    kita main secara jujur, bersih dan bersungguh2, lawan2 akan menghargai dan menghormati kita, dan
    kitapun akan dianggap menghormati dan menghargai mereka. Itu sebabnya di setiap event2 olahraga
    seringkali didengungkan slogan Fair play..

    ---------- Post Merged at 04:34 PM ----------

    Quote Originally Posted by 234 View Post
    IMO...

    Apa yg dilakukan oleh A itu baik, tapi tidak benar...
    Kalo saya bilang sih,

    Apa yg dilakukan oleh A itu (kelihatannya) baik, tapi tidak benar..

  5. #25
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    BERLOMBA adalah PROSES ke tujuan
    MENANG adalah HASIL yg dituju

    Dgn berorientasi pd HASIL, maka apa yg dilakukan A adalah SALAH. Reasonnya sangat jelas, memberikan kemenangan kepada lawan adalah perbuatan yg MENYALAHI tujuan (untuk) MENANG.

    Dgn berorientasi pada PROSES, maka apa yg dilakukan A, menurutku, adalah BAIK. Reasonnya? Tidak ada.

    Baik-buruk itu ndak butuh reason. Itu adanya di ranah RASA, bukan ranah RASIO (reason).

    Bisakah/mungkinkah itu dirasionalkan? Bisa saja untuk dicoba. Mari sejenak kita lupakan baik-buruk. Mari kita, tapi sejenak juga ya, berebut benar eh maksudku bicara benar-salah.

    Benar-salah itu butuh sebuah premis. Dan sebuah premis itu selalu (diasumsikan/disepakati) BENAR. Sehingga, sesuatu disebut benar jika konsisten dgn premis tsb. Sebaliknya, sesuatu disebut salah jika tidak konsisten atau melanggar premis. (Note: Ini ndak/belum bicara "ranah empiris" lho.)

    Kita ambil salah satu premis yg bisa dipakai yaitu PERATURAN lomba. Berdasarkan premis ini maka apa yg dilakukan oleh A adalah BENAR. Reasonnya, memberikan kemenangan kepada lawan itu TIDAK MENYALAHI peraturan lomba.

    Bagaimana kalo pake premis yg lain? Etika lomba? Fairplay? Sportifitas? Moral? Kesadaran? Kebaikan hati eh maksudnya "kebenaran" hati? Dst. Dsb.

    Selama hal tsb tidak terdefinisi dan terukur scr jelas maka itu ndak bisa dijadikan sbg sebuah premis dan, sbg konsekuensi logisnya, lupakan makhluk yg bernama BENAR dan SALAH.

    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

  6. #26
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    Numpang OOT...

    Quote Originally Posted by Fere
    Ngajarin anak untuk berbuat curang, melanggar etika berkompetisi..
    Bicara soal mendidik anak jadi pengin sedikit sharing eh curcol ding.

    Quote Originally Posted by tuscany
    Jadinya aku malah ingat film Children of Heaven. Maunya si bocah jadi juara 3 supaya dapet sepatu baru, eh ternyata jadi ...
    Kalo yg saya alami bukan maunya si bocah, tapi maunya bapaknya.

    Saya ndak pernah minta, apalagi menuntut, anak2ku untuk menjadi juara 1 di sekolah. Saya maunya mereka persis ada di posisi ke-3. Dan "hadiah/apresiasi", minimal pujian, yg saya berikan akan lebih besar ke mereka dibandingkan kalo juara 1. Kayak becanda, tapi ini serius. I mean it.

    Bagi saya, untuk menjadi (bertahan di posisi)juara 1 itu caranya lebih "simpel". Kuncinya cuma satu, ibaratnya, yaitu "pandangan lurus kedepan dan tekan pedal gas polll se-kuat2nya". Sedangkan untuk tetap di posisi ke-3 itu caranya lebih "rumit", butuh kelihaian untuk ibaratnya "kapan pantengin depan kapan menoleh ke belakang, kapan tekan pedal gas kapan injak rem, kapan kasih kapan ambil, dll".

    Dan, hidup itu ibaratnya bukan "lomba lari sprint 100 meter". Capek dan bikin kemrungsung. Hidup itu ibarat "lomba lari marathon". Berusaha tetap menjaga posisi pada "rombongan besar di depan" dan tahu kapan waktu yg tepat untuk "melakukan sprint menjelang garis finish". Dan hidup itu "jumlah etapenya jauh lebih banyak dibandingkan jumlah etape dlm lomba long run marathon. Kalah di satu-dua etape ndak masalah, kalo perlu sengaja dilepas, masih bisa ambil etape2 lainnya. Dst."

    Dan yg terjadi sampe saat ini adalah...:

    Anak kedua (kebetulan aja) dua kali juara 1 (kelas) waktu kenaikan (SD) kelas 1 ke 2 dan kelas 2 ke 3. Waktu naik ke kelas 4 kemarin dia terlempar hanya dapat ranking 14 Anaknya langsung terlihat agak down. Sempat murung. Bahkan waktu kasih rapor ke saya pun yg ngasih bojoku krn memang dia yg ambil ke sekolah, anaknya sendiri cuman cengir2 masam mungkin dipikirnya saya akan marah padahal saya justru "kasihan". Sekarang saya lagi "gembleng" agar dia bangkit lagi untuk bisa merebut...juara 3.

    Si bungsu kemarin juara 1 pas naik kelas 2. Sekarang lagi saya "umbar" untuk lebih banyak bermain supaya peringkatnya bisa "turun ke peringkat 3".

    Kalo si sulung termasuk yg paling "berhasil". Terakhir pas kelulusan SMP kemarin nilai UN nya alhamdulillah bagus dan dapat ranking di sekolahnya, yaitu...juara 3 Dan, yup, se-umur2 dia belum pernah juara 1 di sekolahnya. Lebih seringnya bertengger di 10 besar membuntuti para juara (1-3). Dan si sulung ini terlihat paling "enjoyable" se-hari2nya. Mudah2an nanti menular ke kedua adiknya. Aamiin.

    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

  7. #27
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    ^^
    saya suka cara om 234.. lebih suka lagi kalau ada sekolah yang kasih
    evaluasi individu tanpa menerapkan sistem ranking

  8. #28
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    ^
    Setuju. Evaluasi individu.

    Itu sebenarnya sudah diterapkan di sekolah bungsu saya. Ranking tidak diumumkan. Tapi pas ambil rapor, orang tua secara personal berdialog dgn wali kelas menyangkut perkembangan anak di sekolah, tapi wali kelasnya kemarin memang kasitau ranking si anak di kelas langsung ke saya. Bahkan anak saya pun tahunya dari saya, bukan dari sekolah/guru. Dan dalam hal ini, saya pribadi memang merasa perlu tahu ranking si anak sbg salah satu tolok ukur untuk mengarahkan anak pd jenjang selanjutnya.

    Kalo anak pertama, dulu waktu SD, sistem di sekolahnya lain lagi. Ranking tidak diumumkan, tapi pas ambil rapor selalu dikasih lampiran rekap nilai kelas dus otomatis rankingnya ketahuan dari situ bahkan si anak juga tahu berapa nilai temen2nya.

    Nah kalo anak kedua sekolahnya memang jelas2 menerapkan sistem ranking scr terbuka. Daftar ranking ditempel besar2 di tempat umum di sekolah. Pas ambil rapor jadi tempat bergerombol para orang tua sambil saling ngerumpi ngebahas (suwer samber gledek saya ndak pernah ikut2an lho hehe...)

    Itu yg membuat anak saya sempet shock waktu kenaikan kelas kemarin namanya ada di urutan 14.

    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

  9. #29
    Chief Cook GiKu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    10,315
    di tempat anak saya juga gak pake ranking, tapi pake berat badan

    namanya juga posyandu


    ** numpang oot

  10. #30
    pelanggan setia Fere's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Depan RSJ-KM
    Posts
    6,120
    di tempat saya juga gak pake ranking,
    yang muda sadar diri keliling ngambil jimpitan

    namanya juga pos ronda..


    **numpang eksis

  11. #31
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,775
    Eh pernah baca sik, emang orang kreatif itu kebanyakan suka curang

    Tapi dalam kasus ini menurut gw anak itu bukan curang. Dia cuma mau melakukan apa yg dia ingibkan dengan cara yg wajar. Kali aja dengan gitu win win solution. Jadi ga ada yg merasa dirugikan
    You were born with the ability to change someone's life - don't ever waste it.

  12. #32
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    jadi inget waktu umur 10 tahun, tes masuk smp katolik di jakarta.
    sebelum tes gw kenalan sama satu anak, trus tes nya bareng sebelahan.
    gw liat dia gak bisa ngerjain test.

    karena simpati, gw sengaja gak ngerjain banyak pertanyaan, kita berdua gak diterima.

    cara pikirnya anak kecil gak selalu selogis kita yg udah dewasa...

  13. #33
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Mbaca cerita om 234, kalo diingat-ingat ternyata orang tua saya juga nggak pernah nuntut saya ranking 1, jadinya saya termasuk siswa dan mahasiswa yang (kelewat) santai
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  14. #34
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,927
    Quote Originally Posted by serendipity View Post
    Eh pernah baca sik, emang orang kreatif itu kebanyakan suka curang
    Kalo gw bilang bukan curang, keluar dari belenggu rutinitas, laen daripada yang biasa, out of the box. Jaela bahasa gw

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    cara pikirnya anak kecil gak selalu selogis kita yg udah dewasa...
    Yup, maklumin ajahh namanya juga anak-anak, yang penting hepiii, biarin aja si fere sendiri yang pusing mikirin kenapa anak itu begini-begitu *kaboooor
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  15. #35
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    Quote Originally Posted by Serendipity
    Eh pernah baca sik, emang orang kreatif itu kebanyakan suka curang
    Kalo menurut saya, itu karena 'orang curang itu memang kreatif', meskipun 'orang kreatif itu belum tentu curang'. Dengan kata lain, hanya orang kreatif yg bisa (lebih leluasa) berbuat curang.

    Orang yg ndak kreatif mungkin pernah coba2 berbuat curang, tapi ya jelas aja langsung ketahuan curangnya lha wong namanya juga ndak kreatif. Dan ndak ada orang yg pengin curangnya ketahuan. Ndak ada orang suka dibilang curang. Itulah yg membuatnya kapok ndak mau eh ndak bisa curang lagi, kecuali disamping ndak kreatif dia juga punya sifat...tukang ngeyel.

    Quote Originally Posted by Aslan
    cara pikirnya anak kecil gak selalu selogis kita yg udah dewasa..
    Setuju. Dan logika (BENAR) itu bukan se-gala2nya. Ada "nilai2 lain" (BAIK) yg juga mesti diajarkan dan ditanamkan pd anak. Dan itu, idealnya menurutku, harus seimbang dan ditempatkan pada tempat yg semestinya masing2, bukan dicampur-adukkan semaunya apalagi dibolak-balik.

    Dlm kasus A, bagaimanapun, menurutku A telah menempatkan sesuatu (meskipun baik tapi) bukan pada tempat yg semestinya. Itu yg mesti diarahkan ke si anak, tentu saja juga harus dgn cara yg "baik dan benar".

    Salah ya salah, baik ya baik. Yg salah diluruskan spy benar dan yg baik dipertahankan spy tetap baik.

    Quote Originally Posted by Tuscany
    Mbaca cerita om 234, kalo diingat-ingat ternyata orang tua saya juga nggak pernah nuntut saya ranking 1, jadinya saya termasuk siswa dan mahasiswa yang (kelewat) santai
    Sayangnya, kata 'santai' itu terlanjur cenderung dikonotasikan sbg sesuatu yg negatif (malas). Padahal menurutku itu seharusnya dilihat scr netral.

    Dan sayangnya lagi, saya dulu memang termasuk siswa/mahasiswa yg malas shg hasilnya ya...bubar jalan.

    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

  16. #36
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    Quote Originally Posted by itsreza View Post
    ^^
    saya suka cara om 234.. lebih suka lagi kalau ada sekolah yang kasih
    evaluasi individu tanpa menerapkan sistem ranking
    [MENTION=152]itsreza[/MENTION]
    di sekolah adikku (sd) ga pake ranking, dan evaluasinya individu. ada kok
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  17. #37
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    iya ada tapi jarang bu mantri, apalagi di sekolah negeri

  18. #38
    pelanggan setia Fere's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Depan RSJ-KM
    Posts
    6,120
    Quote Originally Posted by 234 View Post
    ...Dlm kasus A, bagaimanapun, menurutku A telah menempatkan sesuatu (meskipun baik tapi) bukan pada tempat yg semestinya. Itu yg mesti diarahkan ke si anak, tentu saja juga harus dgn cara yg "baik dan benar".

    Salah ya salah, baik ya baik. Yg salah diluruskan spy benar dan yg baik dipertahankan spy tetap baik...
    Nah, ini lho sebenernya yang pengen saya katakan, "kreativitas" si A seperti yang ditunjukkan dalam
    iklan susu itu tidak tepat jika diterapkan dalam sebuah pertandingan olahraga.

    Pertandingan olahraga itu tempat dimana para atlet menunjukkan skill, saling bersaing menjadi yang
    terbaik, baik kemenangan maupun kekalahan sebisa mungkin diraih dengan cara2 yang fair dan sportif.
    Memang benar hingga sekarang belum ada pelarangan memberikan kemenangan kepada lawan, tapi ini
    jelas2 melanggar etika berkompetisi. Apa asyiknya sebuah pertandingan olahraga jika ada pihak2 yang
    sengaja mengalah..?

    Dan di dunia olahraga jika terjadi suatu kemenangan ataupun kekalahan yang tidak wajar, pasti akan
    menjadi perhatian khusus oleh pihak2 yang berwenang menangani masalah ini. Kenapa..? Karena hal
    ini patut diduga adanya indikasi praktek2 yang dilarang keras dalam olahraga, suap misalnya.

  19. #39
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    setuju. Untuk itu baiknya si A dihukum saja tidak boleh mengikuti pertandingan olahraga
    seumur hidup, karena perbuatan curang yang si A contohkan ditayangkan oleh televisi
    secara nasional sehingga berpotensi merusak moral anak bangsa.

  20. #40
    pelanggan setia Fere's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Depan RSJ-KM
    Posts
    6,120
    ^
    Nggak sekalian dihukum mati, ja..?

Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •