Page 4 of 6 FirstFirst ... 23456 LastLast
Results 61 to 80 of 109

Thread: Memusuhi komunitas Ahmadiyah

  1. #61
    Quote Originally Posted by bro Dadap
    Pak Pasing saya kurang begitu menguasai mengenai Syiah ya. Hanya secara garis besar kan Syiah dan Sunni sebetulnya berangkat dari masalah kepemimpinan umat , bukan pada ajaran . Tapi Ahmadiyah spt saya kutib dan sebetulnya banyak lagi poin persimpangannya adalah ada pada ajrannya. Seperti masalah krusial yg sering disoroti , bahkan oleh orang diluar Islam , bahwa seolah olah Islam main stream tidak berhak mengklaim bahwa ajarannya yg bener dan Ahmadiyah berada diluar Islam --secara seloroh mungkin dibilang memangnya Islam ada hak patent nya-- itu yg sering dikemukakan.
    Justru itulah yng kerap menjadi pangkal petakanya
    soal kepemimpinan, bai'at-membai'at, dukung-mendukung dsbnya.
    sejarah perkembangan umat islam pernah mengalamai masa yng kelam
    (perang n saling bantai sesamanya). Akankah sejarah kelam itu hendak
    dicopy pastekan di Indonesia?

    Namun masalahnya bukan seperti itu . Ajaran Islam sejak nabi sampai dengan permulaan abad 19 (1835-1908) tidak mengenal prosedure untuk jadi muslim dan pada saat mati nanti tidak mati secara jahiliyah , itu harus berbai'at dulu kepada MGA !. Nah baru diawal abad itu untuk menjadi muslim dan mati secara muslim harus baiat dulu kepada MGA dan para penggantinya ! Atau dengan kata lain yg bukan jema'at Ahmadiyah adalah bukan muslim ! Nah jadi sebetulnya yg "mengeluarkan" diri dari Islam itu kan kaum Ahmadi sendiri !
    Nah permasalahannya itu adalah demikian , dan memang mereka menyebut diri kaum Jamaah Ahmadi !
    Ini sudah mengkerucut kearah kultus individu (fanatisme berlebihan thd sosok pemimpin)
    Tapi klo mao jujur, apakah sikap demikian itu hanya diidap oleh komunitas Ahmadiyah?
    sptnya enggak juga tuh

    soal klaim sbg kelompok/golongan/firqah yng paling benar
    semua kelompok/sekte dlm islam (tanpa terkecuali) mengidap sindrom seperti itu
    sehingga tak jarang terjadi saling tuding dan memberikan cap sbg sesat, kafir dsb
    bahkan sudah mengarah pada tidakan ingin melenyapkan satu sama lain.

    pertanyaan kritisnya:
    Spt apa seh ajaran toleransi dlm islam itu, seburam yng digambarkan
    oleh kalangan diluar islam atau bagaimana neh?
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  2. #62
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    ehmmm...baiat itu kan hukumnya wajib ya kalau ada kekalifahan Islam....*malah nambah bikin pusing*

    *gluk gluk...cappucino*

  3. #63
    Ini sudah mengkerucut kearah kultus individu (fanatisme berlebihan thd sosok pemimpin)
    Tapi klo mao jujur, apakah sikap demikian itu hanya diidap oleh komunitas Ahmadiyah?
    sptnya enggak juga tuh
    Ini menarik. Kalo aku lihat banyak kelompok Islam yang mengidap hal ini. Tapi mungkin resistensi-nya tidak seperti Ahmadiyah karena kelompok Islam tersebut tidak menisbatkan pada gelar Nabi -- melainkan dengan manghaluskannya menjadi guru besar, pemimpin spiritual, wali, kyai, guru spiritual, dll. Padahal intinya sama saja mereka percaya bahwa guru besar, pemimpin spiritual, wali, kyai, guru spiritual, dll tersebut dapat mengakses langsung ke Tuhan (alias menerima wahyu). Cuman ya itu, tidak tersurat mengaku sebagai nabi.

    Nah, kelompok seperti ini tampaknya lebih dapat ditoleransi padahal saya lihat-lihat sih sebenarnya sama saja sama Ahmadiyah.

  4. #64
    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    Ini menarik. Kalo aku lihat banyak kelompok Islam yang mengidap hal ini. Tapi mungkin resistensi-nya tidak seperti Ahmadiyah karena kelompok Islam tersebut tidak menisbatkan pada gelar Nabi -- melainkan dengan manghaluskannya menjadi guru besar, pemimpin spiritual, wali, kyai, guru spiritual, dll. Padahal intinya sama saja mereka percaya bahwa guru besar, pemimpin spiritual, wali, kyai, guru spiritual, dll tersebut dapat mengakses langsung ke Tuhan (alias menerima wahyu). Cuman ya itu, tidak tersurat mengaku sebagai nabi.

    Nah, kelompok seperti ini tampaknya lebih dapat ditoleransi padahal saya lihat-lihat sih sebenarnya sama saja sama Ahmadiyah.
    Pak Dana bisa saja berpendapat bahwa sama saja Ahmadiyah dengan kelompok lain yg percaya bahwa "guru besar, pemimpin spiritual, wali, kyai, guru spiritual, dll tersebut dapat mengakses langsung ke Tuhan (alias menerima wahyu). Cuman ya itu, tidak tersurat mengaku sebagai nabi."
    Ini karena pak Dana Lingga memahami "gelar nabi" itu bisa dihaluskan atau sama saja dengan "guru besar , pemimpin spiritual , wali , kiai , guru spiritual dll ".

    Cba kita srti anggapan spt itu apakah pas atau tidak .
    Dalam kamus bahasa Indnesia saja , pengertian kata kata itu menisbatkan pada sosok sosok dengan diskripsi yg berbeda. Umpamanya : KIAI : n 1 sebutan bagi alim ulama (cerdik pandai dl agama Islam) Cnth: Kiai Haji Wahid Hasyim ,
    NABI :n orang yg menjadi pilihan Allah untuk menerima wahyu-Nya. Cnth : Nabi Muhammad.
    WALI :4. orang saleh (suci); penyebar agama , wali - Allah sahabat Allah; orang yg suci dan keramat . Cnth : wali sanga- Sunan Kalijaga.
    GURU BESAR : guru agama : guru yg mengajarkan mata pelajaran agama , guru besar :pangkat guru pd perguruan tinggi; profesor.

    Bisa kita lihat bahwa terdapat perbedaan perbedaan yg jelas antar sebutan itu.
    Berlum lagi kalau itu didekati dari ajaran/agama Islam sendiri , dimana seorang nabi atau rasul senantiasa dikaitkan dengan adanya mukzizat yg dibawanya dll .

    Saya yakin pak kiai umpamanya Kiai Hasyim Muzadi mantan Ketua PB NU itu kalau ditanya apakah beliau nabi , jelas beliau pasti dengan tegas menolak karena dia faham betul seorang kiai jelas berbeda dengan nabi. Demikian juga para Nahdliyin jelas tidak menganggap beliau serang nabi.

    Perihal dapat mengakses lansung ke Tuhan , rasanya dalam ajaran Islam , Allah itu sangat dekat dengan umatnya , dumpamakan "lebih dekat dari urat leher" , dan dalam ajaran Islam setiap muslim bisa berhubungan langsung (mengakses langsung) Allah setiap saat ! Sholat pada hakekatnya adalah hubungan langsung antara makhluk dan Khaliknya !
    Jadi perkara dapat mengakses langsung Allah itu bukan monopoli yg disebut itu.

    Jikalau menganggap Ahmadiyah sama dengan kelompok kelompok yg punya "Kiai , guru besar , guru spiritual dll " seperti NU , Muhammadiyah , FPI ,HTI dll , jelas itu menurut saya adalah suatu penggampangan , pak Dana Lingga , mengandung perbedaan perbedaan dg pemahaman umum umat Islam umumnya , paling tidak menurut pandangan saya.
    Hanya Allahlah yg maha tahu.
    Last edited by Dadap serep; 01-03-2011 at 05:16 PM.
    ADEM_AYEM_TENTREM

  5. #65
    Sruputtttt ,,......................... ahhhhhhh,................kopi benerannya 9bukan maya lho ) bikin pandangan jadi teranggggg,......

    pertanyaan kritisnya:
    Spt apa seh ajaran toleransi dlm islam itu, seburam yng digambarkan
    oleh kalangan diluar islam atau bagaimana neh?
    Rasanya nabi memberikan cnth bagaimana berinteraksi dengan umat lain secara gamblang , terekam oleh sejarah dengan dibuatnya Piagam Madinah.oleh sang Nabi.

    Dan dari segi akidah : Lakum dinukum waliyadin.

    Itu kalau tanya mengenai ajaran atau cnth nabi lho pak
    ADEM_AYEM_TENTREM

  6. #66
    betol

    piagam madinah adalah MOU untuk saling menghormati/mengakui keyakinan masing2
    dgn tidak saling memerangi.

    lha klo kasus cikeusik umpamanya
    dihadapkan dng piagam itu, kira2 klop gak yak?
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  7. #67
    @Dadap:

    Tidak, saya tidak merefer ke gelar kya, wali, guru besar, dll pada umumnya dalam hal ini. Ini mungkin lebih kepada bagaimana pengikutnya memandang. Ini khusus -- mungkin yang dikenal luas seperti Wali Songo atau Gus Dur (untuk yang dikenal dalam jaman kita) yang begitu diagungkan oleh sebagian orang (menganggapnya sudah selevel Nabi karena dianggap menerima wahyu langsung dari Tuhan -- walau tidak pernah disebutkan sebagai nabi -- lebih seringnya memang disebut sebagai wali Allah saja ).

    Jadi menurut bro Dadap, apakah itu dibenarkan dalam Islam -- seseorang setelah Nabi Muhammad masih menerima Wahyu Tuhan?

    Kalo menurutku levelnya sama saja sama MGA yang dianggap pengikutnya menerima Wahyu Tuhan. Mungkin bedanya MGA diakui/mengakui diri sebagai Nabi tanpa syariat.

  8. #68
    Sekadar tambahan bahan bacaa, sumber isisnet:


    Sejak Mirza Ghulam Ahmad (1840-1908) menyebarkan ajarannya di India, hubungan umat Islam dan pengikut Ahmadiyah selalu diwarnai ketegangan. Bahkan, beberapa kali terjadi pertumpahan darah. Ahmadiyah, ibarat duri dan “fitnah” yang sepertinya sengaja ditanamkan dan dipelihara oleh pihak-pihak tertentu.


    Menyadari dahsyatnya “fitnah” ini, para pemimpin dan tokoh Islam India telah lama mencoba sekuat tenaga, baik dengan pena maupun lisan, untuk meredamnya. Diantara mereka adalah Syeikh Muhammad Husein al-Battalawi, Maulana Muhammad Ali al-Monkiri (pendiri Nadwatul Ulama India), Syeikh Thana’ullah al-Amritsari, Syeikh Anwar Shah al-Kashmiri, dan Seyyed Ata’ullah al-Bukhari al-Amritsari. Tidak ketinggalan juga filosof dan penyair Muhammad Iqbal.


    Tahun 1916, para ulama sudah mengeluarkan fatwa tentang “kekafiran kaum Ahmadiyah/Qadiyaniyyah”. Seluruh ulama, secara ijma’ dalam fatwa ini menyatakan bahwa pengikut Ahmadiyah/Qadiyaniyyah adalah kafir dan keluar dari agama Islam. Pada tahun 1926, kantor Ahlul Hadits di Amritsar juga mengeluarkan fatwa serupa dengan judul “Batalnya Nikah Dua Orang Mirzais” yang ditandatangani oleh ulama aliran/mazhab/kelompok/markazIslam di seluruh anak benua India (lihat: Mawqif al-Ummah al-Islamiyyah min al-Qadiyaniyyah. Multan: Majlis Tahaffuz Khatm al-Nubuwwah. 76-7).



    Adapun Muhammad Iqbal, melalui goresan penanya menyeru pemerintahan kolonial Inggris di India untuk segera menghentikan “fitnah” ini dengan mendengarkan dan mengabulkan tuntutan-tuntutan kaum Muslimin India dalam kaitannya dengan gerakan dan/atau ajaran Ahmadiyah. Dalam salah satu risalahnya yang dikirimkan ke harian berbahasa Inggris terbesar di India, Statesman, edisi 10 Juni 1935, dia menyatakan: “Ahmadiyyah/Qadiyaniyyah adalah upaya sistematis untuk mendirikan golongan baru diatas dasar kenabian yang menandingi kenabian Muhammad (s.a.w.).”



    Iqbal juga meminta pertanggung-jawaban pemerintah kolonial Inggris atas kejadian “fitnah” ini seraya memperingatkan jika pemerintahan tidak memperhatikan keadaan ini dan tidak menghargai perasaan kaum Muslimin dan dunia Islam, tapi malah membiarkan “fitnah” bebas leluasa, maka umat Islam yang merasa kesatuannya terancam bukan tidak mungkin akan terpaksa menggunakan kekuatan untuk membela-diri (Mawqif, 88-9).



    Sayangnya seruan, saran, dan tuntutan ini tidak pernah didengar. Syeik Maulana Muhammad Yusuf al-Bannuri dalam kata pendahuluannya untuk buku Mawqifal-Ummah al-Islamiyyah min al-Qadiyaniyyah mencatat peran Zafarullah Khan, seorang politisi Qadiyani, yang pernah diangkat sebagai menteri luar negeri Pakistan yang baru merdeka itu. Menteri ini dengan menyalah-gunakan otoritas diplomasinya berhasil membangun jaringan Ahmadiyyah internasional, disamping memperkuat posisi kelompok ini di dalam negeri.



    Fakta inilah yang kemudian memicu demonstrasi besar-besaran oleh umat Islam pada 1953 di Pakistan. Tahun 1953, 33 tokoh dan ulama besar yang mewakili berbagai partai, kelompok dan organisasi Islam di Pakistan, mengadakan pertemuan di Karachi. Pertemuan melahirkan sebuah resolusi yang diajukan ke Majlis Nasional (National Assembly). Isinya menuntut pemerintah untuki) mengumumkan bahwa pengikut Mirza Ghulam Ahmad dengan nama apa pun adalah bukan Muslim; dan (ii) mengeluarkan keputusan resmi untuk melakukan amandemen konstitusional sebagai dasar hukum yang menjamin hak-hak pengikut Ahmadiyah/Qadiyaniyyah sebagai golongan minoritas non-Islam.



    Namun sekali lagi, seruan para ulama itu diabaikan pemerintah Pakistan. Umat Islam pun tak pernah surut dalam menentang Ahmadiyah. Suasana panas mencapai puncaknya setelah sekelompok pengikut Ahmadiyah menyerang pelajar sekolah negeri diatas kereta api yang melewati terminal Rabwah, kota suci kaum Ahmadiyyah, dalam perjalanan mereka untuk liburan musim panas.



    Peristiwa ini mengusik kesabaran umat Islam. Pada gilirannya umat Islam memaksa pemerintah untuk mengangkat masalah Ahmadiyah ini ke Majlis Nasional dan Dewan Perwakilan Rakyat. Maka dipanggillah Mirza Nasir Ahmad, pemegang pucuk pimpinan Ahmadiyah pada waktu itu (yang adalah cucu Mirza Ghulam Ahmad). Para ulama pun sudah berhasil meyusun dokumen yang menjelaskan sikap umat Islam terhadap Qadiyaniyah untuk diajukan ke persidangan Majlis Nasional, yang kemudian dibukukan dengan judul Mawqifal-Ummah al-Islamiyyah min al-Qadiyaniyyah (Sikap Umat Islam Terhadap Qadiyaniyyah).



    Setelah mendengarkan keterangan dan sikap dari kedua pihak, Majlis Nasional pada 7 September 1974 memutuskan secara bulat untuk menerima dan menyetujui tuntutan-tuntutan umat Islam berkaitan dengan Ahmadiyah. Ini dapat dilihat dalam Konstitusi Pakistan, PART XII – Miscellaneous, Chapter 5. Interpretation, Article 260(3), yang antara lain menyatakan:
    In the Constitution and all enactments and other legal instruments, unless there is anything repugnant in the subject or context:



    (a) “Muslim” means a person who believes in the unity and oneness of Almighty Allah, in the absolute and unqualified finality of the Prophethood of Muhammad (peace be upon him), the last of the prophets, and does not believe in, or recognize as a prophet or religious reformer, any person who claimed or claims to be a prophet, in any sense of the word or of any description whatsoever, after Muhammad (peace be upon him); and



    (b) “non-Muslim” means a person who is not a Muslim and includes a person belonging to the Christian, Hindu, Sikh, Buddhist or Parsi community, a person of the Quadiani Group or the Lahori Group who call themselves ‘Ahmadis’ or by any other name or a Bahai, and a person belonging to any of the Scheduled Castes.


    Keputusan ini disambut dengan suka-ria oleh umat Islam seluruh Pakistan. Tanggal 7 September 1974 dianggap sebagai hari kemenangan bersejarah bagi umat Islam. Umat Islam hanya menuntut hak-hak dasar mereka yang telah dirampas oleh pihak lain, dan tidak rela agama yang suci ini dikotori oleh siapa pun


    ---------------
    Ma'af, saya edit dengan menambahkan link situs pada tulisan "isinet" dimana tulisan ini diambil

    - Stinky -
    Last edited by Asum; 02-03-2011 at 01:35 AM.

  9. #69
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    Ini mungkin lebih kepada bagaimana pengikutnya memandang. Ini khusus -- mungkin yang dikenal luas seperti Wali Songo atau Gus Dur (untuk yang dikenal dalam jaman kita) yang begitu diagungkan oleh sebagian orang (menganggapnya sudah selevel Nabi karena dianggap menerima wahyu langsung dari Tuhan -- walau tidak pernah disebutkan sebagai nabi -- lebih seringnya memang disebut sebagai wali Allah saja ).
    Mungkin maksud anda mereka bersandar pada dalil berikut :

    حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الرُّؤْيَا الْحَسَنَةُ مِنْ الرَّجُلِ الصَّالِحِ جُزْءٌ مِنْ سِتَّةٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنْ النُّبُوَّةِ
    Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Maslamah] dari [Malik] dari [Ishaq bin Abdullah bin Abi Thalhah] dari [Anas bin Malik], Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Mimpi baik yang berasal dari seorang yang shalih adalah satu bagian dari enam atau empat puluh bagian kenabian." (HR. Bukhari)

    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    Jadi menurut bro Dadap, apakah itu dibenarkan dalam Islam -- seseorang setelah Nabi Muhammad masih menerima Wahyu Tuhan?

    Kalo menurutku levelnya sama saja sama MGA yang dianggap pengikutnya menerima Wahyu Tuhan. Mungkin bedanya MGA diakui/mengakui diri sebagai Nabi tanpa syariat.
    Silahkan mas Dadap & mas keremus, ditunggu penjelasannya ... boleh gak orang yang menerima mimpi baik (yang dikatakan sebagai 1/6 atau 1/40 bagian kenabian) tsb mendaulat dirinya sebagai nabi ?


    Mari ... mari ...
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  10. #70

    Cool

    Silahkan mas Dadap & mas keremus, ditunggu penjelasannya ... boleh gak orang yang menerima mimpi baik (yang dikatakan sebagai 1/6 atau 1/40 bagian kenabian) tsb mendaulat dirinya sebagai nabi ?
    Saya terus terang tidak ngerti apa maksud pak Asum dengan tanya "boleh ngak" kepada saya dan pak Kremus !
    Apakah "nabi itu suatu yg ditetapkan oleh manusia" mungkin pak Asum punya kemampuan untuk itu menetapkan boleh atau tidaknya, monggo saja dipersilahkan

    Untuk pak Dana kasus MGA dg Ahmadiyahnya , kenabian nya bukan datang dari anggapan pengikutnya , tetapi justru dia sendiri yg menyatakan dirinya nabi , malahan juga sebagai Masih Mau'ud , yg akan mematahkan salib dan menjadi Hakam , jadi lebih dari 100% barangkali kenabiannya , disamping itu dia juga pernyataan klaim lain lagi , spt yg pernah saya sampaikan :
    "Allah telah menganugerahkan kepadaku empat macam tanda :
    1.Aku jadi tanda penuturan dan kefasihan dalam bahasa Arab sebagai bayangan mukzijat Al-Qur'an suci.Tidak ada orang yg mampu meandingi.
    2. Aku jadi tanda kemampuan menguraikan kebenaran kebenaran dan ilmu kearifan-kearifan Al Qur'an suci.Tidak ada orang yg mampu menandinginya
    Dengan menyatakan "tidak ada orang lain yg mampu menandingi" itu berarti juga Nabi Muhammad termasuk dalam kriteria "Tidak ada orang yg mampu menandinginya" karena dalam Islam nabi Muhammad itu adalah seorang manusia biasa.

    Dengan demikian menurut tinjauan tadi jelas beda antara MGA dengan contoh contoh yg pak Dana sampaikan (kiai , guru besar , guru soiritual , wali dll)
    .
    Kalau masalah menerima wahyu , dalam Islam bisa saja setelah Nabi Muhammad ada manusia yg menerima wahyu , ilham , pencerahan , Allah maha Berkehendak.
    Perkara kemudian orang lain menganggap penerima wahyu setelah Nabi Muhammad "dianggap" nabi juga , bisa saja terjadi pak Dana .
    Tetapi umat Islam mengetahui bahwa Muhammad adalah utusan Allah (nabi/rasul) karena antara lain tercantum dalam Al Qur.an ([48:29] Muhammad itu adalah utusan Allah,....). MGA tidak ada.!

    Dan perkara dia ngaku nabi yg tidak membawa "syariat baru" , kenyataanya dia bawa syariat antara lain spt yg saya kemukakan : bahwa untuk selamat harus menjadi jemaatnya Ahmadiyah ! bahkan jemaatnya dianggap bukan jemaatnya lagi hanya karena bercengkerama dengan orang yg menentang atau bukan Ahmadiyah !( maka mereka menyisihkan diri membuat kelo,pok yg eklusif). Jelas itu suatu syariah baru dalam Islam.

    Demikian pak Dana , silahkan dihabiskan kopinya , ntar bikin baru lagi yg hangat.
    ADEM_AYEM_TENTREM

  11. #71
    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
    betol

    piagam madinah adalah MOU untuk saling menghormati/mengakui keyakinan masing2
    dgn tidak saling memerangi.

    lha klo kasus cikeusik umpamanya
    dihadapkan dng piagam itu, kira2 klop gak yak?
    Kalau bicara Cikeusik ya kudu sareh dulu to Pak. Rasanya ajaran Ahmadiyah itu meniadakan ajaran Jihad (qital) lho pak.
    Konon justru ajaran ini yg bikin Ahmadiyah dapat dukungan Inggris.
    Saya nggak tahu kenapa warga diluar Cikeusik yg jadi korban.
    Dan dari koran saya baca warga yg kena bacok menunjukkan luka kena racun , yg berarti jama'ah Ahmadiyah yg bukan warga sudah menyiapkan lebih dulu parang itu (dibubuhi racun dulu).

    Namun kalau dibilang klop atau tidak , ya tidak klop lah pak Pasing !
    Memangnya skb atau kesepakatan 12 butir itu dianggap Piagam Medinah pak?
    Kalau lihat tarihk , kalau tak salah pada suku yg mengingkari kesepakatan juga diambil tindakan kok pak Pasing , diusir dari Medinah.
    ADEM_AYEM_TENTREM

  12. #72
    pelanggan setia eve's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    4,120
    yaiyalah didukung inggris.. Lha wong dia yang bikin...
    Ahmadiyah : bikinan i ggris
    Ldii : bikinan pem indonesia..

  13. #73
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Oke tolong dijabarkan ttg agama bikinan inggris tsb. Jangan sampe ada yg bilang islam bikinan katolik roma.. Ada loh yg bilang khadijah itu agen gereja katolik roma.

  14. #74
    Quote Originally Posted by Dadap serep
    Kalau bicara Cikeusik ya kudu sareh dulu to Pak. Rasanya ajaran Ahmadiyah itu meniadakan ajaran Jihad (qital) lho pak.
    Bicara soal perbedaan, ya jelas bedalah
    Tetapi apakah karena berbeda lantas dng serta merta boleh dimusuhi/diperangi?
    kan itu inti persualannya?

    Namun kalau dibilang klop atau tidak , ya tidak klop lah pak Pasing !
    Memangnya skb atau kesepakatan 12 butir itu dianggap Piagam Medinah pak?
    Kalau lihat tarihk , kalau tak salah pada suku yg mengingkari kesepakatan juga diambil tindakan kok pak Pasing , diusir dari Medinah.
    Brarti pihak yng memerangi komunitas Ahmadiyah tdk mencontoh nabi dong?
    Justru SKB itu yng aneh klo tidak bersesuaian dng jiwa piagam madinah?
    emangnya umat islam Indonesia mencontoh nabi yngmana saat mengkonsep itu SKB?

    ya jelas dong, bagi pelanggar kesepakatan dikenakan sangsi, itu wajar bin lumrah
    jgnkan piagam madinah, kesepakatan klas RT pun jg mengenal sangsi.
    Persoalannya, Ahmadiyah menyerang komunitas lain atau diserang?
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  15. #75
    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
    Bicara soal perbedaan, ya jelas bedalah
    Tetapi apakah karena berbeda lantas dng serta merta boleh dimusuhi/diperangi?
    kan itu inti persualannya?
    Rasanya saya juga tidak bilang kalau dengan serta merta boleh dimusuhi,diperangi to Pak.
    Rasanya masalah Ahmadiyah ini kan bukan "masalah yg serta merta" pak Pasing.

    Ahmadiyah itu sudah eksis lama sekali lho , ulama ulama juga sejak lama sudah bereaksi , dari Muhammadiyah bahkan sejak 1926 sudah menyatakan sikapnya. Nu dan Persis berpendpat sama tentang kesesatannya . Para ulama juga sudah berusaha untuk melakukan dialog malahan secara terbuka di thn 33 dan 34 dan tanpa henti usaha dialog itu selalu dilakukan. Jadi amatlah dzolim kalau mengatakan bahwa para ulama selama ini tidak pernah melakukan dialog.
    Baru kemudian secara resmi organisasi ulama menyatakan sikap mereka dengan dikeluarkannya Fatwa MUI 1980. Dan usaha usaha dialog dan pendekatan juga selalu diusahakan dan tidak serta merta dimusuhi dan diperangi.
    Thn 2005 kembali MUI menegaskan Fatwanya dan mendesak Pemerintah untuk melakukan Pelarangan, dan tidak membenarkan tindakan anrkis.

    Kemudian setelah evaluasi thdp 12 butir kesepakatan dengan JAI , diterbitkanlah skb 3 menteri th 2008 yg melarang penyebaran ajaran Ahmadiyah.
    Salah satu butir yg ada dlam skb tsbt pada Cara Pembinaan adalah :
    4.pemberian dorongan untuk pembauran dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan dengan warg a muslim lainnya
    Dan dalam bab Pengawasan dan Pengamanan ada butir sbb :
    3.Masyarakat dapat melakukan pengawasan pelaksanaan SKB dengan memantau,mengamati dan melaporkan kepada aparat setempat yang berwenang, dengan tidak melakukan perbuatan main hakim sendiri, anarkis dan sewenang-wenang serta perbuatan lainnya yang melanggar hukum.

    Jadi permusuhan itu tidak serta merta pak Pasing , demikian panjang usaha yg telah dilakukan umat Islam bekerja sama dg pemerintah menangani masalah ini.

    Dan segala usaha itu ternyata tidak berhasil membina kaum Ahmadi untuk tidak eklusive dan menyebarkan ajarannya.

    Penyerangan di Cikeusic adalah perbuatan yg melanggar ketentuan dan harus diadili dg seadil adilnya. Tetapi kalau itu hanya dipandang sebagai suatu tindakan kekerasan yg berdiri sendiri sebagai suatu tindakan anarkisme karena beda ajaran , rasanya terlalu menyempitkan dan mendangkalkan permasalahan.
    Kejadian itu dipandang/dinilai karena berbeda ajaran kemudian dimusuhi diperangi , rasanya tidak fair pak Pasing !

    Berarti pihak yng memerangi komunitas Ahmadiyah tdk mencontoh nabi dong?
    Justru SKB itu yng aneh klo tidak bersesuaian dng jiwa piagam madinah?
    emangnya umat islam Indonesia mencontoh nabi yngmana saat mengkonsep itu SKB?

    ya jelas dong, bagi pelanggar kesepakatan dikenakan sangsi, itu wajar bin lumrah
    jgnkan piagam madinah, kesepakatan klas RT pun jg mengenal sangsi.
    Persoalannya, Ahmadiyah menyerang komunitas lain atau diserang?
    Lhahhh kok tanya siapa yg nyerang dan siapa yg diserang , semua juga ada di berita !
    Nah kalau memang yg salah dihukum maka kita tunggu hasil dari yg berwenang untuk menetapkan itu !
    Rasanya kita diskusi dari sudut bukan sebagai penetap/pemutus salah benar kan ?
    ADEM_AYEM_TENTREM

  16. #76
    Mungkin pertanyaannya siapa yang dibunuh? Itu lebih pas.

  17. #77
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Ahamadiyah sudah ada sejak dulu, kenapa baru diributkan sekarang ?
    mungkin karena urusan politik.

    Dari dulu rakyat tidak masalah bertetangga dengan orang Ahmadiyah, tapi sekarang masyarakat benar2 diharuskan melawan Ahmadiyah, kalau tidak mau melawan akan dicap sebagai Muslim yang tidak setia. Rakyat dibombardir dengan berita2 kesesatan Ahmadiyah dan didorong untuk "membela agama" dan kampanye ini berhasil, banyak rakyat ya "tiba2" jadi memusuhi Ahmadiyah.

    Ada yg sedang bermain disini.

  18. #78
    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    Mungkin pertanyaannya siapa yang dibunuh? Itu lebih pas.
    Korban kejadian di Cikeusik yang MENINGGAL/TERBUNUH adalah orang orang pendatang dari jakarta.
    ADEM_AYEM_TENTREM

  19. #79
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Ahamadiyah sudah ada sejak dulu, kenapa baru diributkan sekarang ?
    mungkin karena urusan politik.
    Bisa iya bisa tidak , tetapi kalau Ahmadiyah sejak NKRI belum lahirpun sudah menimbulkan masalah , baca postingan saya diatas , atau cari referensi yg lebih lengkap pak Aslan . Masalah yg ditimbulkan bukan sekarang ini saja .
    Yg kemudian meributkan dan yg ikut meributkan memang baru baru ini saja. Banyak yg ikut komen tapi minim referensi atau dengan referensi dari kacamata tertentu.
    Kalau politik mana ada sesuatu yg pasti atau jelas sih ?

    Quote Originally Posted by Aslan
    Dari dulu rakyat tidak masalah bertetangga dengan orang Ahmadiyah, tapi sekarang masyarakat benar2 diharuskan melawan Ahmadiyah, kalau tidak mau melawan akan dicap sebagai Muslim yang tidak setia.
    Oh ya pak Aslan masyarakat dimana yg sekarang benar benar diharuskan melawan Ahmadiyah pak Aslan. Apalagi ditambahi : "kalau tidak mau melawan akan dicap sebagai Muslim yang tidak setia" , rasanya itu berlebihan dan bukan untuk kebaikan bersama tapi sudah memprovokasi.

    Quote Originally Posted by Aslan
    Rakyat dibombardir dengan berita2 kesesatan Ahmadiyah dan didorong untuk "membela agama" dan kampanye ini berhasil, banyak rakyat ya "tiba2" jadi memusuhi Ahmadiyah.
    Rasanya berita yg membombardir rakyat adalah Ahmadiyah diserbu , penyerbuan di CIKEUSIK terorganisir , bahkan korban bombardemen itu buka hanya rakyat , tetapi orang no.1 negeri ini , dengan keluarnya pernyataan SBY yg minta agar organisasi yg bertindak anarkis dibubarkan , dan kemudian tv tv membombardir rakyat dengan berita reaksi keras dari FPI yg dicap melakukan "makar" ! he he he he anda lihat pak Aslan siapa yg membombardir rakyat dg berita yg selalu dicari "kehebohan"nya itu sesuai dg jargon "bad news is a good news" .
    Lihat saja postingan netter yg bilang siapa "yg DIBUNUH" , kerusakan penangkapan ini terjadi karena hasil bombardir media !!!
    Sangat aneh kalau rakyat dibombardir dengan berita mengenai kesesatan Ahmadiyah ! lha wong yg buat video merekam kejadian adalah aktivis Ahmadiyah ,ya jelas dengan angle yg memihak Ahmadiyah dan itu dijadikan acuan seluruh TV ! Lha kok dibilang rakyat dibombardir dengan berita kesesatan Ahmadiyah !

    Dan lagi anda menyatakan : "banyak rakyat ya "tiba2" jadi memusuhi Ahmadiyah." postingan pak Aslan ini jelas spekulatip dan bau provokasi kalau hanya kesimpulan tanpa data yg baik dan benar.

    Quote Originally Posted by Aslan
    Ada yg sedang bermain disini.
    Bisa saja pak Aslan , banyak kemungkinan !
    Tapi yg jelas kalau kita tidak terikut untuk membikin panas maka "permainan" itu akan mati sendiri ! Kecuali kalau pak Aslan memang bermaksud ikutan

    Jadi mari kita jangan ikut menebar opini yg berbau spekulasi yg bisa menjadikan suasana makin panas.

    Yg dijaga agar tetep panas ,adalah kopinya saja pak Aslan
    ADEM_AYEM_TENTREM

  20. #80
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Kenapa saya bilang baru belakangan ini orang mempermasalahkan Ahmadiyah ?
    Lah di jaman Soeharto apakah Masjid2 Ahmadiyah mendapat serangan seperti sekarang ?
    Dijaman itu umat muslim akur2 saja dengan ahmadiyah, kalaupun sudah dicap sesat tetap tidak di serang dan dibunuh seperti yg terjadi belakangan ini.
    Masa anda belum pernah dengar kampanye masif yg terjadi akhir2 ini untuk melakukan serangan terhadap Ahmadiyah.

    coba lihat video berikut ini :
    http://www.youtube.com/watch?v=U7RLCXNdKF4

Page 4 of 6 FirstFirst ... 23456 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •