Page 2 of 5 FirstFirst 1234 ... LastLast
Results 21 to 40 of 92

Thread: Miss World dan Kecemburuan Nilai

  1. #21
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Ribut2 miss world kayaknya cuma rekayasa supaya menarik popularitas.
    Muslim indo kebanyakan sedang memprihatinkan tragedi kemanusiaan di timteng.

    Logikanya aja coba, ngapain ributin miss world? Bikinian aja gak ada koq, banyak hal2 lain yg lebih penting, ini cuma acaranya orang2 dunia hiburan, paling pinter bikin yg rame2 tuh mereka.
    Last edited by AsLan; 07-09-2013 at 02:36 AM.

  2. #22
    Quote Originally Posted by choodee View Post
    Tante2 saya di kampung banyak yg pengkiut hti, mreka ga maw pake make up, pas kondangan besar sepupu aja mreka dateng mukanya polosan gitu. Kalau dibilang mreka iri dan cemburu sama kita2 yang pake make up, ga tuh, nyante aja mreka.
    Sebuah analisis sosiologis memang seringkali cenderung terjebak pada generalisasi dan labelisasi. Tidak ada yang bisa menghindari itu. Kalau ditelaah secara individual, bahkan individu-individu HTI sendiri pun bisa saja berbeda-beda.

    Memang tidak semua orang mengalami kecemburuan nilai-nilai. Dalam artikel saya di atas pun sudah saya nyatakan persis di paragraf pertama, bahwa penolakan Miss World memang memiliki banyak faktor. Tetapi artikel di atas hanya mengangkat aspek psikologis dari "para penolak" yang seringkali luput dari perhatian. Yaitu soal kecemburuan nilai-nilai. Kesimpulan ini didapat dari mengamati karakteristik pendemo, karakteristik nilai-nilai atau ideologi yang diusungnya, dan mencermati perilaku mereka yang secara fanatis menentang, ada indikasi unsur-unsur kecemburuan nilai di sana.

    Ya tentu saja, orang yang iri gak akan ngaku iri. Sama aja kayak orang gila gak akan ada yang ngaku gila.
    Last edited by ishaputra; 07-09-2013 at 08:07 AM.
    Twitter: @tingnongtingcer
    Blog: http://ishaputra.wordpress.com/

  3. #23
    pelanggan setia aya_muaya's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    semarang
    Posts
    5,884
    Quote Originally Posted by ishaputra View Post
    Ya tentu saja, orang yang iri gak akan ngaku iri. Sama aja kayak orang gila gak akan ada yang ngaku gila.
    Sepoookkaaaaaatttttttttt........
    Percayai apa yang ingin kau percayai
    Dan hiduplah seperti apa yang kau inginkan….

  4. #24
    Miss World diadakan di Bali yang mayoritas Hindu. Masyarakat adat Hindu menerima, tapi malah ormas-ormas Islam dari luar Bali yang ribut menolak. Apa itu kalo bukan jealous?


    Modernitas memang penuh warna dan dinamis. Sementara konservatifisme agama adalah sesuatu yang kaku, dingin dan statis. Ini adalah kesenjangan nilai yang jauh, yang berpotensi memunculkan sikap 'jealous' di kalangan konservatif.


    Kalau dalam modernitas ada hal-hal yang bertentangan dengan asas-asas kepercayaan, ya tidak usah diambil. Gampang aja sebenarnya.


    Tapi sikap atau upaya melarang orang lain untuk mengamalkan nilai-nilai modern yang berbasis kebebasan dan equality, jelas adalah bentuk kecemburuan nilai-nilai yang dibalut dengan alasan "ajaran agama".


    Orang yang iri gak akan ngaku iri. Mereka akan mencari alasan lain supaya penolakan dan penentangan terhadap sesuatu menjadi tampak logis.


    Sikap jealous juga dipicu oleh mental inferior/minderan ketika berhadapan dengan nilai-nilai baru (modernitas). Muslim yang bermental inferior, memandang apapun nilai-nilai baru (apalagi yang berasal dari luar Islam) sebagai ancaman bagi identitas dan eksistensi nilai-nilai Islam.

    Kelompok muslim konservatif sepertinya khawatir bahwa kalau nilai-nilai Miss World menjadi ‘trend’, maka itu akan mengalahkan nilai-nilai Islam.


    Era globalisasi adalah era kompetisi nilai-nilai. Mental inferior dan minderan akan takut eksistensi dan identitas adat/suku atau agamanya luntur digerus nilai-nilai baru.


    Tetapi ketika suatu nilai adat/suku atau agama memiliki DAYA TAWAR YANG TINGGI terhadap nilai-nilai baru, maka nilai-nilai adat/suku atau agama tersebut akan BERDIRI GAGAH menyambut nilai-nilai baru tersebut sebagai bagian dari keragaman manusia. Contohnya nilai-nilai adat/suku orang Hindu Bali. Makanya, orang Hindu Bali nggak khawatir bahwa alkohol dan bikini yang tiap hari ada di pantai, bisa melunturkan kekhusyukan kehidupan beragama di Bali.

    Kenapa begitu?

    Karena masyarakat adat Hindu Bali memiliki daya tawar yang tinggi terhadap perubahan. Hindu Bali itu eksotik, spiritualistik dan unik. Bali menjadi terkenal bukan hanya karena keindahan alamnya, tapi juga karena adat-budayanya.

    Bandingkan dengan Islam, terutama Islam yang diaplikasikan secara jumud di Aceh.
    Twitter: @tingnongtingcer
    Blog: http://ishaputra.wordpress.com/

  5. #25
    Quote Originally Posted by TheCursed View Post
    Modernitas? Gya ha ha ha ha. .... korban mode kali. lebih cocok.

    Seriusnya, asumsi lo bahwa ketidak sukaan karena 'iri tanda tak mampu'. Itu terlalu arogan dan naif.
    Korban mode itu yang pake jilbab, tapi masih suka pake jeans ketat dan kolornya keliatan.
    Twitter: @tingnongtingcer
    Blog: http://ishaputra.wordpress.com/

  6. #26
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Nah ini kebiasaan orang beriman (baca:muslim), selalu yg diserang TS-nya bukan pendapat TS-nya. Jadi makin kelihatan seberapa cetek otak orang muslim di marih. Kalo ente-ente pade kagak setuju dgn pendapat ishaputra, ya utarakan alasan-alasan ketidaksetujuan ente-ente tsb, bukan menyerang TS-nya. Dasar pecundang!


  7. #27
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Nah ini kebiasaan
    orang beriman (baca:muslim), selalu yg diserang TS-nya bukan
    pendapat TS-nya. Jadi makin kelihatan seberapa cetek otak
    orang muslim di marih. Kalo ente-ente pade kagak setuju dgn pendapat
    ishaputra, ya utarakan alasan-alasan ketidaksetujuan ente-ente tsb,
    bukan menyerang TS-nya. Dasar pecundang!

    lho dia kan bilang mana ada orang iri ngaku iri waktu melancarkan protes? ya kan dia sering melancarkan protes ke orang islam, termasuk disini protes sama orang islam yg demo. ya mengquote omongan dia sendiri, dia iri sama islam mana mau ngaku

  8. #28
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Kalau mbok mendingan nulis

    Miss World : Hari gene, kenapa masih ada?

  9. #29
    pelanggan tetap PERMANDYAN's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    denpasar - bali
    Posts
    1,790
    orang jang proetes boekan berarti iri....
    orang jang diampoen boekan berarti menjetoedjoei...

    namoen kadang kadang ketidak soekaan memang haroes disoerakan....

    boleh boleh sahadja orang menjoekai ataoepoen menolak, jang mendjadi masalahnja adalah kadang kadanag kesoekaan ataoepoen ketidak soekaan terseboet ikoet menjeret orang lain oentoek ikoet dalam golongannja

  10. #30
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    Dear all
    Tolong berpendapat sesuai dengan konteks topik.
    Beberapa postingan yang PA tidak relevan dengan konten topik saya delete.
    Mohon samasama menjaga suasana berposting di kopimaya yah. Biar samasama enak bacanya.

    Topik saya pindahkan ke perilaku umat karena menyangkut agama.

    Terimakasih.

    rgds,
    Chief Cook.


    cc Barista Poleksosbud : [MENTION=44]ndableg[/MENTION], [MENTION=162]lighterheaven[/MENTION]

  11. #31
    Quote Originally Posted by mbok jamu View Post
    Kalau mbok mendingan nulis

    Miss World : Hari gene, kenapa masih ada?
    Kalo kata "Miss World" diganti "Islam", gimana?
    Twitter: @tingnongtingcer
    Blog: http://ishaputra.wordpress.com/

  12. #32
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Quote Originally Posted by ishaputra View Post
    Kalo kata "Miss World" diganti "Islam", gimana?
    Aku tetap gak setuju.
    Seperti yang kusebutkan,
    aku tidak setuju konsepnya beauty pageant.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  13. #33
    Barista kupo's Avatar
    Join Date
    Dec 2012
    Location
    Jog Ja karta
    Posts
    3,850
    kenapa yg ngetop cuma miss world yah ... Mr World nya gimana? .. sy kan pengen ikutan juga...

  14. #34
    pelanggan tetap PERMANDYAN's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    denpasar - bali
    Posts
    1,790
    Quote Originally Posted by aya_muaya View Post
    Wuakakakakakakakak.....

    Ishaputra lucu......
    maaf, loetjoenja dimana...(?)
    biar akoe djoega bisa ikoetan tertawa....

  15. #35
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Quote Originally Posted by ishaputra View Post
    Kalo kata "Miss World" diganti "Islam", gimana?
    Silahkan, di sini bebas toh?

    Walaupun menurut anda kecemburuan nilai hanya salah satu faktor, mbok tetap ingin melihat buktinya sehingga kecemburuan itu bukan justru penilaian anda saja.

    Jadi anda bisa saja mengganti "Miss World" dengan "Islam" dan bisa bertanya langsung kepada mbok atau muslim lain di sini, kenapa hari gene masih memeluk agama Islam. Lalu kita bisa diskusikan buku Graham E. Fuller, A World Without Islam.

  16. #36
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733


    ---------- Post Merged at 12:38 PM ----------

    Numpang kentut dsini

    ---------- Post Merged at 12:39 PM ----------

    Oh iya. [MENTION=101]purba[/MENTION] postingan ente menyedihkan. Khas barisan sakit hati

    love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours

  17. #37
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by ishaputra View Post
    Kalau pada wong-wong cilik tersebut merupakan “kecemburuan sosial”, maka pada muslim konservatif adalah “kecemburuan nilai”.
    Ah.. generalisasi yg gegabah.

    Bisa jadi pada kasus kepemilikan modal, anti-kapitalisme adalah bentuk kecemburuan akibat ketidakmampuan utk mengakses modal. Halangan yg dihadapi oleh anti-kapitalisme bersifat fisik. Mereka tidak mempunyai kekuatan fisik yg memadai utk melawan hegemoni pihak pemilik modal. Akibatnya mereka menjadi anti-kapitalisme. Ini boleh dibilang sebagai "iri".

    Tapi anti-miss-world tidak bisa dilihat sebagai ketidakmampuan utk tampil dgn bikini. Para wanita berjilbab bisa saja menggunakan bikini kalau mereka mau, toh tidak ada halangan fisik utk melakukan itu. Mereka menolak miss-world semata alasan ideologis. Mereka justru "amit-amit" memakai bikini. Mereka justru takut tertular "virus" bikini tsb. Karena itu mereka menjadi anti-miss-world. Jadi beda dengan "iri".


  18. #38
    pelanggan setia choodee's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Posts
    2,988
    Tapi terlalu menggeneralisir sih, kalo iri gitu memang pasti protes? Ya gak lah, lah kan tadi gw bilang gw juga iri sama pengadaan miss world yang glamor, sementara gw cuman rutinitas harian rakyat jelata, trus gw maw protes miss world? Nggak tuh.

    Gw malah setuju ama purba, kalo soal kek gini emang murni ideologis, mreka anggap itu salah jadi mreka protes, ya wajarlah.

  19. #39
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Tapi anti-miss-world tidak bisa dilihat sebagai ketidakmampuan utk tampil dgn bikini. Para wanita berjilbab bisa saja menggunakan bikini kalau mereka mau, toh tidak ada halangan fisik utk melakukan itu.
    Mereka jelas gak bisa pake bikini, karena larangan agama (udah dijelaskan di artikel). Kecemburuan itu muncul karena ada kesenjangan nilai yang jauh. Antara konservatifisme dan modernisme. Bukan sekedar soal bikini.

    Psikologi kecemburuan ini mirip dengan sikap orang muslim yang berpuasa di bulan Ramadhan, yang “risih” melihat orang-orang makan atau warung buka di bulan Ramadhan, terus mensweeping atau mengkomplain.

    Atau dalam kasus penolakan gereja di lingkungan mayoritas muslim. Dasarnya juga kecemburuan. Takut “dakwah kristen” bisa mempengaruhi warga muslim sekitar, sehingga banyak yang masuk kristen. Itu aja.

    ---------- Post Merged at 02:55 PM ----------

    Nah, komentar saya pada thread di atas bisa menjadi bahan perenungan. Ini terkait soal "kecemburuan".

    Sikap jealous juga dipicu oleh mental inferior/minderan ketika berhadapan dengan nilai-nilai baru (modernitas). Muslim yang bermental inferior, memandang apapun nilai-nilai baru (apalagi yang berasal dari luar Islam) sebagai ancaman bagi identitas dan eksistensi nilai-nilai Islam.

    Kelompok muslim konservatif sepertinya khawatir bahwa kalau nilai-nilai Miss World menjadi ‘trend’, maka itu akan mengalahkan nilai-nilai Islam.


    Era globalisasi adalah era kompetisi nilai-nilai. Mental inferior dan minderan akan takut eksistensi dan identitas adat/suku atau agamanya luntur digerus nilai-nilai baru.
    Twitter: @tingnongtingcer
    Blog: http://ishaputra.wordpress.com/

  20. #40
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Apa emang salah ada orang protes karena cemburu? Orang protes G20, protes Occupy, itu landasannya apa kalo bukan kecemburuan sosial?
    Coba sampe ada negara komunis, yg dasarnya menghindari kecemburuan sosial.

    Ishaputra bikin topik gini juga landasannya apa kalo ga cemburu sama muslim?

    Maling teriak maling dong..

    Tapi kalo cemburu gara2 ga bisa ikut2an telanjang? Terlalu dibuat2 keknya... Apa atas dasar RISIH ga bisa dijadikan alasan ish?
    Last edited by ndableg; 07-09-2013 at 04:06 PM.

Page 2 of 5 FirstFirst 1234 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •