Page 1 of 5 123 ... LastLast
Results 1 to 20 of 92

Thread: Miss World dan Kecemburuan Nilai

  1. #1

    Miss World dan Kecemburuan Nilai



    KENAPA muslim fanatik menentang Miss World? Ada banyak faktor. Salah satunya adalah faktor “kecemburuan nilai”.

    Muslim fanatik itu cenderung konservatif dalam memandang perempuan, juga relasi antara laki-laki dan perempuan. Dalam konsep mereka, perempuan harus menutup seluruh tubuhnya, dan sebagai konsekwensi, menjadi kurang menarik. Mereka juga berpandangan bahwa laki-laki tidak bisa mendekati atau menyentuh perempuan yang bukan muhrim sembarangan, meskipun cuma sentuhan wajar seperti salaman atau berpelukan. Batasan-batasan ini adalah salah satu prinsip dasar dalam keyakinan mereka.

    Pada saat bersamaan, dalam hati kecilnya, mereka mengakui bahwa ‘modernitas’ itu menarik; penuh gaya, warna dan dinamis. Contohnya, pakaian perempuan modern lebih beraneka warna dan beragam, yang oleh karena itu lebih menarik. Perempuan mana yang tidak suka dandan? Laki-laki mana yang tidak suka melihat perempuan modis?

    Tidak hanya pakaian, begitu juga tata pergaulan dalam peradaban modern. Saya tidak bicara “seks bebas”, “perzinahan”, “narkoba”, “mabuk-mabukan” atau apapun yang oleh muslim fanatik secara keliru sering diasosiasikan dengan “kemodernan”. Saya bicara tata pergaulan modern yang wajar. Di mana laki-laki dan perempuan bisa berkumpul dan bergaul bersama dengan wajar, equal, bersentuhan dengan wajar (salaman, pelukan, dsb). Hal itu sesuatu yang natural dalam bersosialisasi, tetapi “haram” dalam nilai-nilai Islam yang konservatif.

    Di sinilah, pada muslim konservatif, terjadi ‘bentrok pikiran’. Melihat dinamika tata-nilai modern, mereka “pingin kayak begitu”, tapi tidak bisa, karena dibatasi oleh prinsip-prinsip dasar yang mereka yakini. Akhirnya timbul sikap “denial”, sikap menyatakan “tidak suka” terhadap kehidupan modern yang demikian untuk menutupi ketertarikan alamiah tersebut.

    Sebenarnya mereka bukan tidak suka, tetapi iri. Mereka merasa “capek-capek” secara ketat mengamalkan ajaran agama, sementara orang-orang dengan enaknya menikmati hidup dengan bebas dan berwarna. Sekali lagi, mereka cuma iri.

    Rasa iri tersebut terpendam, dan hanya “meluap” pada momentum-momentum tertentu. Misalnya ajang Miss World.

    “Kecemburuan”, itu pangkalnya.

    Sama seperti wong-wong cilik yang teriak-teriak anti kapitalisme. Pada dasarnya bukan soal kapitalisme itu baik apa buruk, tetapi kecemburuan sosial pada kaum “pemilik modal”. Andai wong- wong cilik yang menghujat kapitalisme itu kita kasih per-orang 100 juta, niscaya mereka bakalan diam, anteng. Mereka mulai buka usaha dengan modal yang diberikan, dan menjadi kaum “pemilik modal” yang sebelumnya mereka hujat.

    Pada wong-wong cilik, mereka tidak anti terhadap kepemilikan modal. Mereka cuma tidak mampu menjadi pemilik modal. Pada muslim konservatif, mereka tidak anti terhadap tubuh perempuan. Mereka hanya tidak bisa melihat dan berhubungan dengan perempuan dengan bebas dan wajar, karena faktor larangan agama yang mereka yakini.

    Kalau pada wong-wong cilik tersebut merupakan “kecemburuan sosial”, maka pada muslim konservatif adalah “kecemburuan nilai”.

    Sementara kelompok muslim yang agak moderat, mampu mensintesakan antara modernitas dengan dogma agama. Maka, muncullah, sebagai contoh saja, aneka “jilbab gaul” yang modis dan menarik. Atas jilbab, bawah jeans ketat. Dengan wangi parfum, make-up dan aksesoris cantik, mereka bersosialisasi secara normal.

    Saya tidak memandang sintesa tersebut secara positif. Saya justru memandangnya secara sinis. Fenomena “jilbab gaul” yang beraneka warna dan trendy, itu seperti anda memasang kloset duduk tetapi dalam pemakaiannya tetap jongkok.

    Anda kepingin menaruh sesuatu yang dianggap modern, tetapi tidak bisa meninggalkan “tradisi lama”. Akhirnya wagu: Klosetnya duduk, beraknya jongkok. Gaul, akrab dengan gadget, aktif di jejaring sosial, mengenakan aksesoris trendy, wangi dan sexy, tapi masih berjilbab yang merupakan nilai-nilai agama yang konservatif.

    Kelompok muslim/muslimah yang agak moderat seperti itu, biasanya tidak anti terhadap Miss World. Ini sisi positifnya. Karena mereka telah “melampiaskan” hasrat modernitasnya pada gaya berjilbab mereka, maka tingkat kecemburuannya terhadap modernitas kecil, bahkan tidak ada. []
    Last edited by ishaputra; 06-09-2013 at 09:29 PM.
    Twitter: @tingnongtingcer
    Blog: http://ishaputra.wordpress.com/

  2. #2
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Gak juga ah.

    Setelah nonton ANTM dan Asian NTM, kuakui pandangan gue terhadap model sudah berubah.
    Tapi gue pribadi tetap gak setuju pada kompetisi2 beauty pageant.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  3. #3
    pelanggan setia choodee's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Posts
    2,988
    Saya juga iri sama kontestan miss world, pengennya punya wajah cantik badan semampai dan dipuja2. Tapi saya ga benci pengadaan miss world tuh

    Imo dalam kasus ini ga ada kecemburuan lah, murni beda prinsip ajah.

  4. #4
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Gak juga ah.

    Setelah nonton ANTM dan Asian NTM, kuakui pandangan gue terhadap model sudah berubah.
    Tapi gue pribadi tetap gak setuju pada kompetisi2 beauty pageant.
    Sudah dijelaskan dalam TS, bahwa memang tidak semua penolakan Miss World itu didasari faktor jealous. "Ada banyak faktor". Tapi melihat karakteristik pendemo, karakteristik nilai-nilai atau ideologi yang diusungnya, dan mencermati perilaku mereka yang secara fanatis menentang, ada indikasi unsur-unsur kecemburuan nilai di sana.

    Tulisan di atas sebenarnya lebih merupakan analisis sosial-psikologis, bukan membahas akidah agama tertentu.

    Penampilan peserta Miss World itu simbol modernitas. Silakan dibantah, tapi fakta sosialnya begitu. Ini bukan bicara "bikini" yang membuka aurat lo, ini bicara masalah penampilan modern yang "wajar". Coba survey: Perempuan mana yang gak suka dandan?

    Kemudian, karakteristik perempuan yang mendemo (dari HTI), begitu konservatif dengan jilbab. Jauh sekali kesenjangan nilai-nilainya. Nah, kesenjangan nilai yang jauh berpotensi memicu kecemburuan nilai-nilai.

    "Kalian cantik, modern dan modis. Kami gak bisa kayak begitu karena kami harus patuh perintah agama yang bla-bla-bla. Kami takut dosa kalo pake baju kayak kalian"
    Twitter: @tingnongtingcer
    Blog: http://ishaputra.wordpress.com/

  5. #5
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Modernitas? Gya ha ha ha ha. .... korban mode kali. lebih cocok.

    Seriusnya, asumsi lo bahwa ketidak sukaan karena 'iri tanda tak mampu'. Itu terlalu arogan dan naif.
    Last edited by TheCursed; 06-09-2013 at 10:08 PM.

  6. #6
    pelanggan tetap thin.king's Avatar
    Join Date
    Jun 2013
    Posts
    803
    TS menarik kesimpulan kecemburuan nilai, karena wanita berjilbab menurut TS jelek, kuno, dan ga modis?

  7. #7
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Obviously TS belom pernah keluyuran di Turkish Town di marih.
    A proud SpaceBattler now.

  8. #8
    pelanggan setia aya_muaya's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    semarang
    Posts
    5,884
    Wuakakakakakakakak.....

    Ishaputra lucu......
    Percayai apa yang ingin kau percayai
    Dan hiduplah seperti apa yang kau inginkan….

  9. #9
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    ^cute and adorable, lebih cocok.
    A proud SpaceBattler now.

  10. #10
    pelanggan setia et dah's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    Land Between Solar Systems
    Posts
    3,911
    Quote Originally Posted by ishaputra View Post
    Fenomena “jilbab gaul”
    bahasa lo meh banget!

    ---------- Post Merged at 09:37 PM ----------

    aka hijabers

    islam itu mencintai keindahan tapi bukan keindahan yang kek gitu

  11. #11
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Gaun yang biru elektrik itu ngejreng abis
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  12. #12
    opera's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    http://www.opera.com/
    Posts
    4,852
    coba liat *** and the city movies

  13. #13
    pelanggan setia choodee's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Posts
    2,988
    Perempuan mana yang gak dandan?

    Tante2 saya di kampung banyak yg pengkiut hti, mreka ga maw pake make up, pas kondangan besar sepupu aja mreka dateng mukanya polosan gitu. Kalau dibilang mreka iri dan cemburu sama kita2 yang pake make up, ga tuh, nyante aja mreka.

  14. #14
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Kata saya, apa enaknya badanmu dinilai? 3B itu cuma formalitas, jawaban kontestan juga sutandar, teteup pisik menentukan. Kecemburuan nilai? Ah kagak, saya nyaman dgn nilai2 yg saya punya, situ kali yg blingsatan krn cewek2 hijaber nyaman dgn nilai yg dia punya. Kenapa lo ish, kepengen jadi juri miss world tapi ga kesampaian?

  15. #15
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    hahaha...
    asumsinya gilakkkk... kocak abis. comot kanan kiri tau2 ada kesimpulan kecemburuan nilai.
    kalau sidang thesis udah dibantai nih sama penguji.

    mana datanya? udah wawancara siapa? statistiknya mana?

    tapi suka banget bacanya, hiburan banget, bikin ngakak. lumayan buat senam muka
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  16. #16
    pelanggan tetap Silvercheeks's Avatar
    Join Date
    Aug 2012
    Location
    Lost Clerics' Hideaway
    Posts
    645
    saya setuju kok dgn postingan TS...

    cuman emang terlalu arogan, udah dipakem, udah disimpulkannya, bahwa penyebab A adalah X.

    ya karena dia yakin X adalah penyebabnya, yo wis lah...
    Kabar gembira untuk kita semua, kini tai ada ekstraknya~

  17. #17
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by spears View Post
    ...
    Appaahh?? Mo nyuruh ishaput ke turki ama arab??
    Mana mungkeeeeeenn ....
    Kamsud gue , bukan ke turki, tapi ke Jerman marih.

    ---------- Post Merged at 12:04 AM ----------

    Quote Originally Posted by Silvercheeks View Post
    ....

    ya karena dia yakin X adalah penyebabnya, yo wis lah...
    Ya, kalo urusannya udah iman, ... sepakat buat nggak sepakat aja deh.
    A proud SpaceBattler now.

  18. #18
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    mau dong ke jerman *lap iler*
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  19. #19
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    mau dong ke jerman *lap iler*
    halah... siapa yang nawarin elo...
    A proud SpaceBattler now.

  20. #20
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    ah cursed jahat si isha doang yang ditawarkan..

    emang di turkish town ada apa?
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

Page 1 of 5 123 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •