Daaaannnn... itulah stigma yang di berikan cewek terhadap cowok.
Actually, kita mikirnya mereka cuman lebih jago bikin PPT yang menarik dan laporan project yang rapi, tapi zero field exp. Dan kita nggak terlalu perduli seberapa 'keras'(2 x kek, 0.05 x kek) mereka kerja selama field exp-nya emang tinggi.
Soalnya, di bidang gue, yang namanya 'kerja keras' itu sangat relatif. i.e. buat gue bikin program dalam Java bisa seharian suntuk; buat teman gue, bisa sambil merem(actually, half awake). Dan kebalikannya buat gue, nge-setup jaringan lokal, sambil pasang sekuriti dan benerin kabel power, bisa sambil main game dan ngepost di KM, selesai setengah hari; Tapi buat temen gue yang program Java tadi, dia bahkan nggak tau ujung pangkal kabel UTP Cat 5 itu yang mana.
So, no, mam, we don't really care if you only show your face only fifteen minutes in a week in the office(while we have to do an all nighter three days non stop) and get paid more, as long as you can hack like an l33t in that 15 minutes. Or, at least, out-hack us.
Dan, yeah, grup gue udah ketemu sama dua tipe cewek ini, yang jago ppt doang dan yang bisa nge-out-hack kita setengah merem. One we mocked behind her back, the other we gave a friendly jab as 'one of us'(OK, sometimes we even chant 'O Great Master please bring us Enlightment' to her).