Page 2 of 4 FirstFirst 1234 LastLast
Results 21 to 40 of 68

Thread: - Sometimes I Think Life Is So Unfair... -

  1. #21
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    udah lama sih...

    saya liat di koran Jawa Pos...

    ada foto seorang pria duduk di Excelso Delta sambil minum kopi.

    persis di sebelahnya (berbatasan dinding kaca) , ada seorang bapak tua duduk bersandar di kaca , sambil mengemis.

    kasian kan liat begitu...

    yang satu bisa ngafe , yang satu mengemis.
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  2. #22
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    eitss jangan salah loh Ly

    si bapak yang ngafe di Excelso, sapa tau adalah buron KPK, dia ngafe sambil was2, deg2an, duit banyak tapi ga nyaman
    ato si bapak adalah broker yang mewakilin beberapa perusahaan besar, bayangin betapa khawatirnya dia setiap saat liat pergerakan saham
    ato dia sedang menunggu selingkuhan, dan dia was2 kalau aja ada yang mengawasin


    untuk si bapak yang mengemis, problem dia cuman, i dont have money and im hungry, that's it


    everyone got their own problems

    life is fair

  3. #23
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    iya sih... bisa aja begitu

    entahlah kadang emang yang kelihatan itu bukan yang sebenarnya...
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  4. #24
    eii pengemis kayaknya g selalu miskin..kan dah banyak jadi lahan bisnis. mukanya aja yg melas..makannya mungkin g kalah sama si bapak di cafe. hehehe.

  5. #25
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    hahahaha ya bisa jadi begitu bun

    tapi beneran tadi saya teringat Kejamnya Dunia yang almost everyday saya liat dulu...

    disana dibahas tentang kehidupan orang yang cacat , miskin , dan menderita...

    kasian lah pokoknya. saya nonton sampe nangis sesenggukan.
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  6. #26
    kadang acara begitu melebih2in dari kenyataan biar ada nilai jual,biar laku. kadang sedih juga,kok mau hidup dari jual kerang ato batu dapet 4rb sehari.kadang jual kayu/bambu ato gorengan g laku. suka nonton acara jika aku menjadi..yg miskinnya kelewatan banget sampe kamar,dapur kayak kandang. miskin g gitu juga kali. bnyak kok yg miskin rumahnya masih keurus. kl h ada kerjaan saya kira goreng kerupuk jual kepasar banyak yg beli. sambil jual kerupuk jual air mineral keliling.
    kadang mikir,miskin sengaja dicari biar orang kasihan.. itu yg bikin jengkel.

  7. #27
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Bukan cuma sometime, saya always think life is unfair... dan saya believe that life is unfair...
    Saya juga tidak berusaha mencari pembenaran why life is unfair, atau mengapa life should be fair at all ... apalagi why God created this world so unfair and full of misery at the first place ...

    Kalau jadi yang kaya, saya tidak berani mengatakan bahwa tugas saya adalah mengayomi yang miskin, hence fairness in this world, karena kalau saya jadi yang miskin, belum tentu saya merasa pengayoman yang kaya adalah act of fairness in this world. Berapa kali saya temukan pengemis yang penuh kebencian terhadap orang kaya dan orang kaya yang penuh penghindaran terhadap yang miskin ...

    Biarlah Tuhan berperan di tataran-Nya sendiri, saya tidak menebak-nebak atau berusaha mengajari orang lain tentang apa yang dimaui oleh Tuhan... saya cuma belajar dari pengalaman, bahwa membagi kebahagiaan kepada orang lain adalah keindahan yang menambah kebahagiaan itu sendiri...

    ... beberapa waktu lalu ketika sedang makan di lesehan di sudut kota Solo, saya memberi uang berlebih pada seorang pengamen, dia memberi saya kembalian... ketika saya katakan bahwa itu untuk dia, jawabnya: "Mboten sisah, Pak. Biar untuk teman-teman saya yang nanti ke sini juga... "

    ... lalu dari sudut mata saya perhatikan pengamen itu memberi sebagian uang saya pada seorang perempuan tua yang mengemis beberapa puluh meter dari tempat kami berinteraksi... "Sing sehat, Nggih, Mbok..." ujarnya.

    For me, end of discussion... fairness and happiness are two different things that are independent to each other...
    Last edited by Alip; 14-05-2013 at 08:43 AM.
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  8. #28
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    tuhan tuh adil. semua dikasih udara, dikasih air, tanah dll...
    hukum di alam berlaku buat semua tidak membedakan. si miskin bisa mati si kaya jua

    nice quote, cant said better
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  9. #29
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Mbok juga pernah berpikir life is a bit unfair, seandainya mbok terlahir cowok, pasti asik banget, bebas merdeka! Jadi cewek itu ribet, ndak boleh ini itu, duduk harus rapi, ndak boleh keluar malam, harus pakai bh, benar-benar tersiksa.

    Tapi sepertinya ada alasannya kenapa mbok terlahir cewek, begitu juga dengan orang yang terlahir miskin. Mungkin karena masing-masing kita sudah diberikan amanah sebelum dilahirkan ke dunia ini.

  10. #30
    pelanggan tetap Hai_Lee's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    830
    Unfairness tergantung point of view masing2 orang.
    Cobaan berat buat kita mungkin orang2 pikir itu bukan cobaan. Seandainya mereka dihadapkan dengan cobaan yang sama, mereka dengan mudah melaluinya.
    Begitu juga sebaliknya, mungkin kita pikir masalah2 orang lain gampang diselesaikan jika kita menjadi mereka. Tapi mungkin saja buat mereka itu tantangan yang sangat berat buat dilalui dengan situasi dan kondisi mereka.

  11. #31
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    saya juga pernah liat reality show. saya lupa tepatnya judulnya apa , tapi ada tukar nya gitu...

    disana ada keluarga mampu dan keluarga ga mampu.

    mereka ditukar untuk sehari.

    yang mampu ditempatkan di rumah yang ga mampu , menjalani kerjaan yang ga mampu.

    dan sebaliknya yang ga mampu ditempatkan di rumah yang mampu , dan menjalani kerjaan yang mampu.

    dalam sehari itu , bisa diliat mereka saling ga betah gitu.

    ya itu kan karena mereka masing - masing nyaman dengan posisi masing - masing

    saya berpikir gimana seandainya dari awal ga ada beda antara mampu dan ga mampu. semua sama. ekonomi sama rata. jadi ya supaya ga ada yang susah , sampe beli beras aja ga bisa , harus menyapu dari tanah (beneran saya liat seorang ibu di wawancara i di tv , lagi nyapu sisa beras di tanah , untuk dimasak).
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  12. #32
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by lily View Post
    ...

    saya juga ga tau gimana kalo di luar negeri... apa ga ada gelandangan ato ada...
    Ada. Gue di Dusburg, NRW, Germany.
    Dan jadi lebih 'memperkeruh hati' lagi, karena di sini, yang namanya 'rumah mewah' menurut standar Jakarta adalah standar hidup umum di sini.
    Apalagi dengan sekolah, kesehatan dan bahkan pengangguran bisa dapet tanggungan pemerintah dengan nilai yang alhamdulillah cukup(bisa 2 kali lipat pengeluaran standar gue sebulan). Pekerjaan, kalo kasar2 aja, relatif lebih mudah di dapat.

    Dan ini gue temukan bapak tua yang bingung di tengah musim dingin karena nggak punya koin sama sekali buat beli kopi hangat dan sekedar sepotong roti sarapan. Atau ibu2 tua yang terpaksa ngebundle dirinya dengan jaket di pojokan toko, dan udah nggak ngomong lagi. Atau mbak2 yang berdiri di depan supermarket dengan muka bingung sambil meluk selebaran apa nggak tau(mungkin mau nawarin malu, nggak nawarin itu selebaran, berarti nggak dapet duit hari ini) ... And there's a lot more.

    So, sekarang gue bikin policy, paling nggak tiap jum'at, selalu bawa koinan 1 atau 2 Euro di kantong celana.

    BTW, Lily, kalo masih di Jakarta, coba sering2 naik kereta Jabodetabek deh. Dari ujung ke ujung. Kamu bakalan liat lebih banyak lagi.
    Dan itu semua seharusnya jadi introspeksi buat diri kita sendiri, saat kita sedang sibuk merenungi 'kemalangan' kita hari ini.
    And, oh, "Reality Show" ? Nggak ada yang REAL di REALITY SHOW. Semuanya udah di script.

    ---------- Post Merged at 06:39 PM ----------

    Quote Originally Posted by mbok jamu View Post
    Mbok juga pernah berpikir life is a bit unfair, seandainya mbok terlahir cowok, pasti asik banget, bebas merdeka! Jadi cewek itu ribet, ndak boleh ini itu, duduk harus rapi, ndak boleh keluar malam, harus pakai bh, benar-benar tersiksa.
    Gue malah kadang mikir, kenapa nggak terlahir cewek. Tinggal dandan yang cakep, gaet laki2 kaya, terus semua beban tanggung jawab keluarga gue bisa di oper ke dia dan gue bisa ambil karir yang betul2 sesuai dengan hati gue, 'sekonyol' apapun karir itu, for the sake of that career it self.
    A proud SpaceBattler now.

  13. #33
    pelanggan setia ul.malik's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    C.G.H City
    Posts
    2,594
    lily jangan kebanyakan nonton tipi soal kehidupan orang pinggiran gt deh.

    di satu sisi memiliki hikmah agar kita lebih peduli sekitar.
    di sisi lain skenario dilebih"kan untuk menarik penonton dan iklan.

  14. #34
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by lily View Post
    saya berpikir gimana seandainya dari awal ga ada beda antara mampu dan ga mampu. semua sama. ekonomi sama rata. jadi ya supaya ga ada yang susah , sampe beli beras aja ga bisa , harus menyapu dari tanah (beneran saya liat seorang ibu di wawancara i di tv , lagi nyapu sisa beras di tanah , untuk dimasak).
    Meh... itu sih udah kegiatan standar tiap pagi di pasar induk dari kapan tau kali. Sejak gue kecil, jamannya Suharto masih presiden dan rambutnya masih relatif item, gue uda sering liat gerombolan ibu2 tiap pagi jalain Dari pasar induk sambil bawa sekantong plastik beras dan sapu kerik. Dan itu masih terhitung 'beruntung' lho.
    It can go much worse than, that.
    Kayak gue bilang, kalo mau yang beneran 'real', naik kereta ekonomi Jabodetabek dari ujung ke ujung, deh. Kamu bakal liat lebih banyak 'pemandangan' lagi.
    Dan, itu bukan daerah 'pinggiran' Jakarta.

    Justru kalo di 'pinggir' sama sekali, kalo beneran nggak punya duit, malah masih bisa di tolong alam. i.e. Nggak punya beras ? Nanam singkong. Nggak punya lauk ? Masih bisa berburu belalang atau laron(what ? it's a Delicacy, not just emergency food), itu kalo nggak bisa mancing di sungai.
    Last edited by TheCursed; 14-05-2013 at 08:29 PM.
    A proud SpaceBattler now.

  15. #35
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    om the cursed , kalo di luar negeri , pengemis dan gelandangan ga ditanggung pemerintah ya ?

    kata koko saya , selama ada KTP , hidupnya akan dijamin pemerintah ?

    my bro said , cuma di Indo , ada pengemis dan gelandangan. ato mungkin koko saya aja yang ga menjelajah ke pelosok - pelosok.

    saya di surabaya om. disini saya juga sering om liat yang memprihatinkan.

    saya pernah liat seorang nenek pengemis , berbagi makan ama kucing jalanan.

    di bali , saya juga pernah naek mobil , terus ada anak balita , teriak - teriak pake bahasa bali. saya kasi uang , dia ga mau. ternyata dia minta air , dan saya ga punya air saat itu.

    bayangin... air aja sampe teriak - teriak kehausan...

    dimana ortunya ??? sampe balita ada di jalanan.
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  16. #36
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by lily View Post
    om the cursed , kalo di luar negeri , pengemis dan gelandangan ga ditanggung pemerintah ya ?
    Di tanggung. Kayak kata koko-mu bilang.
    Tapi circumstance kayak apa yang bikin mereka bahkan nggak bisa(nggak dapet ?) hidup dengan kondisi itu. Itu yang bikin sedih.
    Mungkin mereka tiba sebagai imigran, mungkin terlalu sakit(fisik, mental atau keduanya sekaligus) untuk bisa berkomunikasi... banyak kemungkinan.

    Gue bahkan dapet cerita ada temen kita sendiri yang terpaksa menggelandang dan memulung menjelang akhir studi doktoratnya, karena kehabisan dana beasiswa.
    FYI, Di sini kuliah sampai selesai, nggak di batasi waktu. Kapan selesai tergantung sama pembimbing.
    Karena, kampus pake standar aturan orang lokal, di mana yang namanya mahasiswa bisa dapet tunjangan pemerintah sampe kahir studi. Kapan selesenya, ya,terserah. Sementara tunjangan itu nggak berlaku buat kita yang pendatang, yang tunjangannya dateng dari negara kita, dengan rentang waktu yang di batasi.


    di bali , saya juga pernah naek mobil , terus ada anak balita , teriak - teriak pake bahasa bali. saya kasi uang , dia ga mau. ternyata dia minta air , dan saya ga punya air saat itu.

    bayangin... air aja sampe teriak - teriak kehausan...

    dimana ortunya ??? sampe balita ada di jalanan.
    Welp, ada solusi sementara buat itu, get off the car, buy something to drink for the kid. Probably, some food too. Kalo memungkinkan, call the cops. Biar mereka, polisi2 itu, ada kerjaan serius. Bilang aja kamu nemu anak ilang...

    So, gue pikir, gue pada posisi pendapat bahwa, soal rejeki, lebih pada bukannya 'life is unfair', tapi pada 'most of us are less willing to share'.
    Last edited by TheCursed; 14-05-2013 at 08:54 PM.
    A proud SpaceBattler now.

  17. #37
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Quote Originally Posted by TheCursed View Post
    Gue malah kadang mikir, kenapa nggak terlahir cewek. Tinggal dandan yang cakep, gaet laki2 kaya, terus semua beban tanggung jawab keluarga gue bisa di oper ke dia dan gue bisa ambil karir yang betul2 sesuai dengan hati gue, 'sekonyol' apapun karir itu, for the sake of that career it self.
    Nope. Beruntunglah Cursed dilahirkan jadi cowok, punya banyak pilihan, ndak dibenturkan pada kodrat, ndak ada pms, punya otot dan rangka yang lebih besar, bisa jadi fireman atau pilot pesawat tempur. Apa enaknya jadi cewek kalau cuma bisa dandan.

  18. #38
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by mbok jamu View Post
    ...fireman atau pilot pesawat tempur....
    Siapa yang larang cewek buat menggeluti dua profesi ini ?

    Apa enaknya jadi cewek kalau cuma bisa dandan.
    Wow, itu terlalu menyepelekan fungsi 'Dandan' sebagai senjata. Tanya aja Cleopatra, Helen, Matahari... dan masih banyak lagi.
    Di Jepang, ini senjata andalan unit spionase jaman kuno yang namanya 'Kunoichi' yang biasanya tercampur dengan aktifitas Geisha.
    It's effective and powerful enough, bahkan untuk menyetir para Shogun dan Samurai yang perkasa itu.
    Kemungkinan besar unit ini masih ada sampai sekarang, cuma bermutasi bentuk aja. Conspiracy theorists said, Marilyn Monroe probably was one form of those 'mutation', hence the 'suicide'.

    Heck, itu alasannya Power Girl(sepupu ceweknya Kal-El) seragamnya pake lobang di bagian dada. "Hey, my eyes are up here." <K-POW !>

    Eniwei, seriusnya, diskusi kita berdua 'enakan jadi cowok/cewek' cuma membuktikan bahwa 'rumput selalu lebih hijau di lapangan tetangga'. Benar ?
    Last edited by TheCursed; 14-05-2013 at 09:50 PM.
    A proud SpaceBattler now.

  19. #39
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Gue malah kadang mikir, kenapa nggak terlahir cewek. Tinggal dandan yang cakep, gaet laki2 kaya, terus semua beban tanggung jawab keluarga gue bisa di oper ke dia dan gue bisa ambil karir yang betul2 sesuai dengan hati gue, 'sekonyol' apapun karir itu, for the sake of that career it self.
    anda kog memandang cewek minus banget

  20. #40
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    anda kog memandang cewek minus banget
    Bukannya aku memandang cewek secara minus. Aku cuma menyatakan, kalau seandainya aku jadi perempuan, itulah yang aku lakukan.
    Jadi lebih ke 'Aku'-nya ketimbang perempuan secara umum. Get it ? And, yes, that means I am not a nice person.
    Dan aku tetap respek dengan perempuan yang seperti itu pola fikirnya. Toh, orang seperti ini juga punya suatu pengorbanan besar yang harus dilakukan(just think of mobs trophy wives, it's not a pretty story).

    Tapi lagi, komen ini berbasis pada pengalaman pribadi saat ngisi form UMPTN jaman dulu. Teman2ku yang perempuan aku lihat jauh lebih bebas dalam memilih jurusan, sedangkan aku harus memilih jurusan yang kemungkinan besar bisa cepat 'kembali modal' agar bisa segera jadi tulang punggung keluarga(Truth is, wanna be a paleontologist, but, for our nation, there's not much money in there isn't it ?).
    Sejujurnya, cara pandang masyarakat(kayaknya bahkan di eropa sini juga gitu, deh) sepertinya emang udah memplot kalo yang namanya laki2 jadi tulang punggung keluarga itu udah expected, sementara kalo perempuan jadi tulang punggung keluaraga, it's a plus.

    Yes, I know, perempuan juga punya jatah 'susah' dalam hidup. Tapi kadang2 gue iri dengan 'hak' kebebasan pilihan karir yang datang dengan paket 'kesusahan' itu.
    So, jadinya balik lagi, 'rumput tetangga lebih hijau'.
    Last edited by TheCursed; 14-05-2013 at 09:46 PM.
    A proud SpaceBattler now.

Page 2 of 4 FirstFirst 1234 LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •