Page 9 of 18 FirstFirst ... 7891011 ... LastLast
Results 161 to 180 of 343

Thread: renungan ndugu v2.0

  1. #161
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    http://m.apnews.com/ap/db_16020/cont...tguid=evf1tEtb

    kemaren2 saya baca brita ini, mengenai pemerintah india yang menolak pematenan salah satu revisi produk obat sebuah perusahaan farmasi. dalam kasus ini, obat yang disebut2 adalah obat kanker. keputusan pemerintah india ini brarti memberikan jalan kepada produsen2 obat generic untuk memproduksikan obat versi genericnya, yang brarti jauh lebih murah.

    setiap kali saya membaca berita seperti ini, saya selalu tidak bisa mengambil posisi. dilema.

    apakah memihak perusahaan besar farmasi, atau memihak pembebasan obat2 paten supaya bisa diproduksi versi genericnya? kalo ikut kata hati pengennya memang memihak pembebasan obat paten ini. karena gimana pun, banyak manusia yang masih memerlukan obat yang seringkali krusial untuk kelangsungan hidup mereka, tapi biasa terkendala biaya hanya karena obat aslinya sangat mahal. dan biasa obat2 asli begini mahal karena terikat paten. padahal kalo dibikin versi generiknya, biaya produksinya sebenarnya sangat rendah, dan tidak perlu dihargai semahal itu. apakah orang miskin tidak berhak untuk mendapatkan pengobatan yang sama? ato ini adalah privilege yang hanya bisa dimiliki orang kaya?

    tapi apa dilemanya? well, saya juga sadar dampak seandainya paten obat dihapus. after all, perusahaan farmasi lah yang biasanya melakukan riset untuk mencari obat baru. media biasa suka menggambarkan perusahaan raksasa sebagai monster yang serakah. well, i'm sure there is some truth in it, bukankah itu prinsip dasar bisnis? tapi satu hal yang harus disadari juga, biasa perjalanan suatu produk obat dari pojok laboratorium sampai ke rak apotik itu sangat sangat panjang. di tengah2nya ada riset, trial error, revisi, cari kelinci percobaan, cari manusia percobaan untuk clinical trial, periode kajian, sampe approval dari badan ijin pemerintah, dll. bayangkan aja betapa lamanya proses ini, bertahun2, mungkin dekade. pantes aja investmentnya sangat besar. a lot of smart people behind it, yang juga saya yakin tidak murah biayanya. jadi, bukankah sewajarnya mereka "mengeruk" kembali investment mereka untuk membiayai riset selanjutnya, dengan kata laen, mencari obat baru yang kemudian diharapkan bisa menyelamatkan lebih banyak orang?

    just like any business, perusahaan memerlukan kompetisi. profit2 ini memberikan insentif kepada mereka untuk terus melakukan discovery2 baru to help humankind. which isnt exactly a bad thing kalo kita melihatnya dari sisi demikian.

    atau, mungkin kah kalau kita memandang obat sebagai universally milik manusia? ato milik alam? seperti quote jonas salk (penemu vaksin polio) saat ditanyai seorang interviewer di TV:

    Interviewer: Who owns the patent on this vaccine?
    Jonas Salk: Well, the people, I would say. There is no patent. Could you patent the sun?
    kurasa, selama industri pharmaceutical adalah industri for-profit, siklus ini hanya akan terus berulang2. dan selama itu juga saya akan terpuruk pada isu dilematis ini *halah*

    lebay.com

  2. #162
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    http://tv.yahoo.com/news/late-show-m...130720132.html

    jimmy fallon is one lucky son of a gun
    i dont get NBC. urusan show ini kok messy banget ya, banyak amat dramanya
    i'm not a big fan of jay leno, jokenya maksa. mending david letterman kemana2.
    so waktu jay out dan digantikan conan o'brien, he IS the next decent comedian besides letterman.
    eh o'brien malah ditendang pula, prematur
    so fine. kembali ke leno.
    and now what, jimmy fallon?
    padahal kupikir dia lebih parah dari leno.
    how the heck did it happen? i really dont get NBC
    if letterman dan o'brien aint good enough, mending craig ferguson kemana2
    stupid NBC


    *masih ga rela o'brien lost this gig*

  3. #163
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    http://shine.yahoo.com/parenting/mot...153000908.html
    http://www.dailymail.co.uk/femail/ar...#ixzz2PuPJefdS
    -- mengenai seorang ibu yang mengaku dia menyesal mempunyai anak, ada 2 anak pula. artikel aslinya ada di dailymail.

    the most brutally honest confession by a mother. e-v-e-r.

    saya merasa harus berdiri dan memberikan dia standing ovation. but it is not what you think it is. artikelnya harus dibaca secara keseluruhan untuk melihat pandangannya. dan saya merasa sangat bisa relate dengan apa yang ditulisnya, karena persis banyak hal yang ditulisnya itu juga pernah kupikirkan.

    Spoiler for quote:
    I cannot understand mothers who insist they want children - especially those who undergo years of fertility treatment - then race back to work at the earliest opportunity after giving birth, leaving the vital job of caring for them to strangers.

    Why have them at all if you don't want to bring them up, or can't afford to? And why pretend you wanted them if you have no intention of raising them? This hypocrisy is, in my view, far more pernicious and difficult to fathom than my own admission that my life would have been better without children.

    saya ngga menentang idea bahwa sang ibu bisa kembali bekerja dan mendelegasikan sebagian dari tugas 'parenting' itu ke dayang2 bertitel nannies, tapi saya juga bisa mengerti sentimen bu dutton ini. karena buatku, itu lah yang seharusnya menjadi prinsip dasar hidup. dan saya tidak bermaksud hanya dalam hal anak/parenting, tapi mengenai kehidupan secara umum. dan pandangan ini juga yang mendasari sentimenku pada budaya pembantu seperti yang ada di indo.

    post #50
    post #57

    mungkin bu dutton ini terlalu idealis dan kupikir seorang tua sah2 saja mencoba mencari cara untuk membantu hidupnya, selama tidak berlebihan dan kebablasan washing her hand off. hanya saja, this balancing act yang sangat tricky, and isn't so black and white. di mana batas 'balanced' ini tidak pernah begitu well-defined.

    Spoiler for cuplikan:

    And here, perhaps, is the nub of it: I would not take on the job of motherhood and do it half-heartedly. Unlike so many would-be mums I thought hard about the responsibilities of my role, and, I believe, if more women did before rushing heedlessly into it, they might share my reservations.

    si bu dutton ini jelas mempunyai pandangan dan standar how a parent should be. is she over-thinking things? i dont think so. the fact that she thinks the way she does, seperti yang di-bold, menurutku pandangan itu menunjukkan dia seorang yang sangat betanggung jawab. a good parent has to have that realization from the start. seseorang pernah berkomentar bahwa i would make a good parent in the future. tapi reservation saya seperti yang dideskripsikannya bu dutton ini, justru persis seperti yang dia katakan juga.

    she did raise her two kids fine (at least berdasarkan artikel)
    if not dotingly, at least dutifully

    "some people would say, wait til you really have your own kid, you would change your mind, and you would think otherwise"
    tapi kalo bu dutton ini, setelah 30-something years, masih mempunyai pikiran yang sama, then, apakah statement di atas salah?

    renungan of the day:
    kalo seandainya bu dutton ini bisa memutar balik waktu, rewind sampe ke sebelum punya anak. untuk setiap young couple yang berada di situasi demikian, apa yang harus dilakukan? panteskah bu dutton ini 'egois' hidup sesuai dengan pandangan hidupnya, ato melakukan hal yang kemudian dia sesali suatu saat nanti?

  4. #164
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    ini ketiga kalinya saya menyumbangkan rambut. ada organisasi non profit yang biasa menerima donasi rambut untuk dibikin wig buat orang2 yang mempunyai masalah hair loss karena alasan medis.

    bukannya ingin sinis. tapi seandainya, ini seandainya aja, kalo seandainya suatu hari pasien penerima donasi itu melakukan aksi kriminal, dan ada sehelai rambutku yang tertinggal di lokasi crime scene, meninggalkan jejak DNA, will i be in trouble?

    setiap kali saya menyiapkan kiriman ini, pikiran itu pasti sempat terlintas sebentar

  5. #165
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    http://gothamist.com/2013/04/11/phot..._covers_hi.php
    http://www.haaretz.com/news/ultra-or...-film-1.243447

    seringkali, kita cukup melihat sekeliling saja untuk mendapat hiburan dalam hidup
    you need to have a little sense of humor untuk mengapresiasi tingkah laku manusia yang sering kali lucu2, apalagi kalo sudah berhubungan dengan agama dan kepercayaan *ding ding ding* seperti pamali

    well, here is another one. foto ada di link pertama.

    Kohens are prohibited from flying over cemeteries ("A kohen initially was not supposed to approach any dead body, and if he did so he became ritually impure"), which as you can imagine, could be a major problem for travel. According to Haaretz, Rabbi Yosef Shalom Eliashiv, the leader of the Lithuanian Haredi community in Israel, "found a solution to this issue, ruling that wrapping oneself in thick plastic bags while the plane crossed over the cemetery is permissible."
    jadi, kohen, sang holy priest dalam judaism, tidak boleh terbang melewati kuburan.
    dan seorang rabbi, menemukan solusinya, yaitu membungkus diri dengan kantong plastik.

    brilliant!

    sometimes you wonder, where do people get their logic from?
    i mean. really?


  6. #166
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    karena tidak semua hal itu logis...





    incl. faith & religion

  7. #167
    pelanggan setia Porcelain Doll's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    6,347
    ^

    soal ibu yg punya pemikiran begitu, g pernah nemu satu yg sama ekstrimnya

    jadi ceritanya waktu potong rambut, di sebelah duduk ibu2 yg tiba2 ngajakin ngobrol
    entah dari mana jadi ngomongin soal anak...trus dia bilang

    "saya sih milih ga punya anak aja sekalian, daripada takut ga bisa membesarkan anak2 dengan baik.
    lebih baik ikut mengasuh keponakan daripada punya anak sendiri tapi ga bisa ngasuhnya"

    g nangkepnyya somehow dia ga yakin bisa ngasuh anak sendiri dengan baik
    kalau cuma keponakan kan cuma sesekali ketemunya dan ga ikut bertanggung jawab

    jadi dari awal dia merit sama suaminya, dia udah bilang ga bakalan mau punya anak
    bisa dibayangin gimana reaksi yg punya salon, dimana anak2 mereka bermain di sekitaran salon itu juga
    Popo Nest

  8. #168
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Sesak napas nggak itu orang dibungkus plastik begitu, ckckck
    Soal rambut, selama ada tanda terima penyerahan donasi rambut mestinya nggak masalah sih. Dari situ kan polisi bisa ngetrack balik ke organisasi dan liat database mereka.
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  9. #169
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Reza: i mean, nothing is logical kalo udah urusan beginian. Tapi tetep aja ya, harusnya urusan spiritual ya dilawan dengan spiritual juga Saya lebih bisa menerima seandainya dia membungkus diri dengan kain sprei yang sudah dijampi2 dan didoain. But, why plastic bag? very random

    Po: Well. Saya sangat bisa relate dengan pemikiran dia sih. Mungkin si ibu itu cuman kurang diplomatis aja

    Tusc: Saya meragukan organisasi begini se-organized gitu well, selama ini saya ga pernah minta sertifikat acknowlegment dari mereka dan ga pernah ngasi info apa2 selain return addressku di amplop aja sih. Jadi saya ragukan juga mereka ada info saya di db mereka, if any

  10. #170
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Pandangan kita kadang suka dikaburin dengan segala rutinitas, keinginan hidup, ambisi, dan pace hidup di sekeliling kita. Dan kadang kita lupa untuk melihat dengan lebih seksama, menyadari dan mensyukuri apa yang dimiliki.

    Tidak perlu jauh2 membandingkan diri dengan mereka yang jadi korban abused di korea utara ato negara perang laennya. I think, bahkan untuk standar hidup di negara ini saja, kurasa saya termasuk yang sangat beruntung memandang kondisi hidupku sekarang. Itu, sama sekali tidak boleh dilupakan.

  11. #171
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    http://news.yahoo.com/might-alien-li...090722891.html

    so, NASA mengumumkan penemuan 2 'water world' planets, 1200 light years away. intinya planetnya secara keseluruhannya dicover oleh laut (air). maka timbul spekulasi kalo planet2 itu berkemungkinan mempunyai mahkluk hidup. mungkin mempunyai heat trapping atmosphere yang bisa menjaga temperature di planet itu yang menyebabkannya tetep tergenang air. perfect formula untuk mendukung eksistansi mahkluk hidup. dan kalo planetnya bener2 dicover oleh air tanpa daratan sama skali, kemungkinan kehidupan peradaban di situ juga bukan jenis yang begitu maju karena sumber electricity ato api tidak ada. yada yada yada.

    saya mengerti kenapa saintis mempunyai pendapat demikian. penjelasannya masuk akal kalo didasari dengan apa yang selama ini diobservasi di planet bumi ini.

    however, yang bikin saya heran, orang2 yang saya asumsikan terbuka dengan konsep adanya kehidupan asing di luar angkasa, kenapa cukup tertutup dan kaku dengan paradigma kehidupan? apakah mahkluk hidup, di bumi atopun di luar angkasa, harus mempunyai komponen2 ini, eg, oksigen, carbon, air, temperature yang tepat, dll? tidak mungkinkah alien hidup dengan komponen2 yang berbeda? mungkin mereka bisa bernafas dengan hidrogen ato mungkin elemen2 laen yang sejauh ini masih blom ditemukan di planet bumi. ato mungkin bukan dengan metode bernafas, mungkin dengan cara laen yang sama skali tidak pernah dilakukan oleh mahkluk2 planet bumi. ato mungkin mempunyai peradaban sendiri di dalam air ato udara. whatever it is? intinya, konsep kehidupan yang berbeda. is it possible?

  12. #172
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    http://www.theatlanticwire.com/natio...e-soros/64374/

    what could be worse than accidentally published a pre-written obituary of someone who is still alive by a major news agency? and not written in a very flattering light at that too. reuters killed george soros indeed.

    bbrp waktu yang lalu waktu dikasi tau sekilas bahwa soros meninggal, i was like - wow, mahatir must be happy kuinget jaman krisis asia 1997 dulu, george soros ini seperti musuh bebuyutan mahatir. and i was wondering what he has to say about it.

    hari ini baru inget, dan google. ga taunya salah cetak

  13. #173
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    seperti yang ditanyai itsreza
    tulisan ini dicopy ke sini aja

    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    Fenomena twitter ni sebenarnya lucu juga.
    Though for some reason it never really caught on on me. Yang ada malah saya delete accountnya karena ga dipake.

    So, Hari ini bangun tidur, masih juga guling2 di kasur, dengar suara helikopter ngider2 di atas. Cukup lama pula. Maka saya tau something is going on, karena ngga seperti biasanya begitu. 10 mins later, choppernya masi blom pergi. So i went to twitter. If there is anything, mungkin beritanya masi terlalu fresh sebelum masuk ke media berita utama. Jadi Iseng2 search twitter dengan tag daerahku, what is going on? Ga taunya ada infonya. Mobil nabrak dan nyungsep ke toko. Lengkap dengan poto.

    Semua dilakukan tanpa bangun dari tempat tidur, tanpa nyalain tipi, tanpa google. Kinda interesting how information is being shared ya? rasanya manusia semakin malas aja

  14. #174
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    on the opposite, semakin banyak manusia yang menjadi terlalu rajin untuk menyebarkan informasi tanpa makna

  15. #175
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    http://m.apnews.com/ap/db_16036/cont...tguid=wxSRINBm

    beberapa waktu yang lalu, saya membaca artikel yang cukup menarik mengenai app yang didevelop untuk warga iceland. kasus geneology warga iceland memang menarik, kuinget sempat ada bbrp studi medis yang mengambil warga iceland sebagai sample karena komposisi warga di situ yang relatif kecil dan cenderung homogenic. afterall, secara geografis bangsa mereka memang rada terisolasi di utara sana, dan mereka rata2 juga memang berasal dari keturunan yang sama dari sekian abad yang lalu (viking), dan bangsa yang rajin mencatat kisah kehidupan mereka pula. saya bisa membayangkan betapa berharganya records dan contoh sample untuk para geneticists.

    but to actually have an app yang bisa dipake oleh orang2 situ untuk mendeteksi kedekatan hubungan persaudaraan dengan orang yang baru dikenal, dan untuk menghindari kemungkinan accidental incest, kupikir meng-highlight isu sosial yang sangat uniquely icelandic. something that most of us, coming from very diverse background, took for granted

    isn't that fascinating?

  16. #176
    pelanggan tetap Silvercheeks's Avatar
    Join Date
    Aug 2012
    Location
    Lost Clerics' Hideaway
    Posts
    645
    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    http://news.yahoo.com/might-alien-li...090722891.html

    so, NASA mengumumkan penemuan 2 'water world' planets, 1200 light years away. intinya planetnya secara keseluruhannya dicover oleh laut (air). maka timbul spekulasi kalo planet2 itu berkemungkinan mempunyai mahkluk hidup. mungkin mempunyai heat trapping atmosphere yang bisa menjaga temperature di planet itu yang menyebabkannya tetep tergenang air. perfect formula untuk mendukung eksistansi mahkluk hidup. dan kalo planetnya bener2 dicover oleh air tanpa daratan sama skali, kemungkinan kehidupan peradaban di situ juga bukan jenis yang begitu maju karena sumber electricity ato api tidak ada. yada yada yada.

    saya mengerti kenapa saintis mempunyai pendapat demikian. penjelasannya masuk akal kalo didasari dengan apa yang selama ini diobservasi di planet bumi ini.

    however, yang bikin saya heran, orang2 yang saya asumsikan terbuka dengan konsep adanya kehidupan asing di luar angkasa, kenapa cukup tertutup dan kaku dengan paradigma kehidupan? apakah mahkluk hidup, di bumi atopun di luar angkasa, harus mempunyai komponen2 ini, eg, oksigen, carbon, air, temperature yang tepat, dll? tidak mungkinkah alien hidup dengan komponen2 yang berbeda? mungkin mereka bisa bernafas dengan hidrogen ato mungkin elemen2 laen yang sejauh ini masih blom ditemukan di planet bumi. ato mungkin bukan dengan metode bernafas, mungkin dengan cara laen yang sama skali tidak pernah dilakukan oleh mahkluk2 planet bumi. ato mungkin mempunyai peradaban sendiri di dalam air ato udara. whatever it is? intinya, konsep kehidupan yang berbeda. is it possible?
    ternyata bukan cum saya yg kepikiran gitu

    mungkin krn semakin pinter seseorang maka semakin pikirannya semakin terkotak2 dan terpakem dengan aturan ini itu kali yah?

    all they need is
    Kabar gembira untuk kita semua, kini tai ada ekstraknya~

  17. #177
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    waktu umur 10 taon gw udah nanya ke guru,
    di luar bumi kan kehidupan punya caranya sendiri, siapa tau ada mahluk hidup di matahari, gak harus semuanya pake rules bumi kan ?

  18. #178
    pelanggan tetap Silvercheeks's Avatar
    Join Date
    Aug 2012
    Location
    Lost Clerics' Hideaway
    Posts
    645
    ^ trus guru lw jawab apa oom?
    Kabar gembira untuk kita semua, kini tai ada ekstraknya~

  19. #179
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681

    ngakak saya liat gambar spongebobnya pas!

    well, i guess saintis2 itu juga pasti tau dan pernah kepikiran juga ya dengan cara kehidupan yang laen.
    cuman mungkin dalam hal ini mereka sengaja mempersempit definisi arti kehidupan ato mahkluk hidup dengan mengikut apa yang sudah ada dan pernah dilihat dan observasi, yaitu mahkluk hidup yang ada di bumi ini, daripada berspekulasi dengan mahkluk2 hidup yang blom pernah terobservasi dan bisa infinite kemungkinannya.

  20. #180
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Scientist kan emang gitu. It is not proven until it is proven.
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

Page 9 of 18 FirstFirst ... 7891011 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •