Page 8 of 18 FirstFirst ... 678910 ... LastLast
Results 141 to 160 of 343

Thread: renungan ndugu v2.0

  1. #141
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    http://www.nytimes.com/2012/12/23/wo...anted=all&_r=0

    sekian taon yang lalu, seorang yahudi pernah mengatakan padaku mengenai pandangannya bahwa islam adalah agama yang penuh interpretasi. tapi membaca artikel di atas, bukankah judaism juga demikian? atau bahkan, most if not all religions atau pandangan hidup juga demikian. life is all about intepretation. and of all abrahamic religions, kupikir dua agama ini sebenarnya paling mirip antara satu sama lain.

    i wonder what he would say mengenai artikel itu.
    Pernah dengar kasus ini.
    Kalau di Islam di Indonesia, perdebatan yang kurang lebih mirip adalah apakah wanita boleh sholat Jumat atau tidak.

    Ada gerakannya ternyata:
    http://www.tzitzitforwomen.com/whatdootherssay.html
    yang kontra
    http://www.chabad.org/library/articl...r-a-tallit.htm

  2. #142
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Socrates also questioned the Sophistic doctrine that arete (virtue) can be taught. He liked to observe that successful fathers (such as the prominent military general Pericles) did not produce sons of their own quality. Socrates argued that moral excellence was more a matter of divine bequest than parental nurture.

    http://en.wikipedia.org/wiki/Socrates
    gara2 kelas kuliah pengenalan filosofi yang saya denger baru2 ini dari hasil download-an audio lectures di itunes univ membuat saya tumben rajin nge-google tentang kehidupan socrates dan di wiki, saya ketemu quote bagian ini. i'm not sure if i should be, but i was surprised to come across this. karena persis bagian ini yang sudah lama saya renungkan

    apakah virtue sesuatu yang bisa diajarkan? i think in a major way, it can. dan kupikir mayoritas orang2 pun rata2 berpendapat demikian. kalo begini, maka sophistic doctrine itu ada benarnya.

    tapi, kalo ngeliat realitanya, saya kadang meragukan apakah virtue itu murni bisa diajarkan secara 100%. sepertinya minda manusia jauh lebih kompleks dari itu. bahkan sejak dari kecil pun. ada kasus yang saya perhatikan, dua anak dari ortu yang sama tetapi mempunyai virtue yang sangat berbeda. padahal didikannya sama. latar belakangnya sama. bahkan virtue si ortu dan si anak pun berbeda, brarti faktor eksternal seperti didikan ortu sepertinya belum tentu berpengaruh. jadi apakah socrates ada benarnya?

    atau, mungkinkah sekian persen adalah divine bequest dan sekian persen adalah parental nurture? i've been pondering about it for a long while, tapi masih blom mempunyai gambaran. and honestly, im not even sure if the answer can ever be found.

    but i will give it a shot anyway
    perjalanan hidup masih panjang

  3. #143
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    kurasa, memang begitu lah manusia. pandangan yang dilihat dari kacamata asing dan kacamata orang yang sudah terbiasa, memang berbeda. saat seseorang baru menyaksikan sesuatu yang baru, seperti bayi yang serba baru pengalamannya. semua diserap seperti spons. jauh lebih reaktif dan stimulatif. efeknya, sensasinya, dan pandangannya sangat berbeda dibandingkan dengan orang yang sudah terbiasa diekspose pada pengalaman ini. mungkin jenuh. or simply jaded.

    seperti kata epistemologist, ato john locke yang empiris, pengalaman adalah sumber pengetahuan manusia. sedangkan banyak kesempatan2 untuk mendapatkan pengalaman2 baru itu yang saya sia2kan. seperti rencana pergi ke acara pameran minggu lalu yang saya cancel last minute. padahal udah ada tiket gratisnya.

    kurasa rasa antusias dan rasa keingintahuanku masih ada. tapi sepertinya tidak sekental dulu. mungkin musim sedikit sebanyak berpengaruh, seperti kalo cuaca dingin ato ujan, pasti meredam keinginan untuk kemana2. ato, mungkin sibuk dan cape. sudah setiap hari bolak balik kerja, weekend rasanya pengen ga napa2in dan ga menggunakan otak. ato mungkin sesimpel malas saja. daripada saya kedengaran mencari2 alasan membela diri. mending ngaku.

    well, saya harap musim dingin yang sudah hampir berakhir, membuatku lebih bersemangat untuk mengeksposkan diri dan mencari pengalaman2 baru. ada banyak museum2 baru yang muncul. ato museum2 lama yang selalu ingin kukunjungi tapi tidak sempat kukunjungi. ato museum2 lama yang sudah pernah kukunjungi tapi sudah lama tidak mampir. padahal exhibit2 baru selalu datang silih berganti. dan tentu saja, event2 yang tidak ada habis2nya yang seharusnya lebih kuperhatikan. saya seharusnya mengganti kacamataku dengan kacamata turis lagi, seperti turis yang baru pertama kali melihat kota ini. i need to look around. banyak hal2 yang terlewati dari pandanganku selama ini.

  4. #144
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Spoiler for question of identity:
    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    after posting at the other thread, it got me thinking

    kurasa pertanyaan identitas bukan pertanyaan baru. migrasi sudah sering terjadi sejak dari dulu. tapi di era globalisasi dengan perkembangan teknologi dan akses transportasi yang sangat gampang mungkin membuat pertanyaan ini lebih sering muncul. do you identify yourself berdasarkan ancestry ato nationality? ini pertanyaan klasik. dan pertanyaan itu mungkin lebih ditujukan pada turunan imigran.

    tapi bagaimana dengan anak multirasial? do you identify yourself berdasarkan ras ayah ato ibu? interracial kids bukan hal baru, tapi di jaman skarang hal itu hanya akan terjadi semakin umum.

    kadang saya penasaran dengan generasi2 kedepan, earth is going to turn out as one giant human melting pot. akan sangat menarik melihat impact sosial dan cultural yang muncul dari ini. but i probably won't live long enough to witness it.

    http://news.yahoo.com/pope-revives-l...134354010.html

    membaca artikel ini, apakah paus adalah termasuk latino ato ngga? after all, dia adalah murni turunan eropa (itali), cuman lahir gede di argentina (latin america), dan sudah terasimilasi dengan budaya situ. so, apakah dia latino? what is a latino anyway? sepertinya arti ini pun berbeda tergantung di mana kamu mengajukan pertanyaan ini. dan ini mengingatkanku dengan postingan dulu mengenai pertanyaan tentang rasa identitas seseorang

    dan side note laennya, saya baru sadar kalo bahasa inggris itu turunan bahasa germanic. selama ini kupikir masih termasuk latin

  5. #145
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    http://shopping.yahoo.com/news/asian...232234935.html

    berawal dari artikel ini di yahoo, saya baru tau kalo sambal ABC itu sebenarnya dimiliki oleh perusahaan saus tomat Heinz. biarpun udah lama ga megang botol sambal ini, my pride was hurt a little. huhuhu. selama ini kukira ini dari perusahaan indo kaya indofood or something. heh, i really wasnt expecting that saya sampe google untuk memastikan. and in the process, i learned that heinz is going to be brought out by berkshire hathaway and other brazilian company.

    man, interesting turn of things.

  6. #146
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    ABC extra hot sebenarnya masih nggak hot2 amat ketimbang sambal cabe rawit asli. Eh tapi aku juga baru sadar soal ABC punya Heinz. Sekarang sih di supermarket banyak merk sambal botol. Cuman yg paling enak tetep sambel ulek seger *ngelap iler
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  7. #147
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    as i said, sifat manusia memang lucu2 kalo diperhatikan

    Setiap ortu ada cara dan pandangan idealnya sendiri bagaimana membesarkan anaknya sendiri. Dan kadang (ato sering) dirasakan caranya yang paling benar, dan mencoba mengimpose (maupun menasehati, biarpun tidak diminta) caranya juga ke ortu2 laen. Itu sama aja mencari brantem Who are you to tell me what to do with my kids? sudah pasti tersinggung. berhubung saya tinggal di neighborhood yang terkenal sangat besar komunitas young families dan young parents, and pretty well-off and educated ones if i may add, setiap orang merasa dirinya entitled dengan opininya. Bahkan hal yang simpel mengenai apakah memakai stroller anak ato menggendong anak saat kemana2, menjadi perdebatan hebat, dan memecahkan komunitas neighborhoodku menjadi dua kubu school of thoughts. Ibarat perdebatan cara pemberian asix ato ngga ke anak kalo di indo ya. Ini blom ngomongin hal2 laen lagi yang berhubungan dengan raising a kid. Organic, or non organic? Private school, or public school? Stroller, or no stroller?

    Ga hanya young parents, pet owners juga saya melihat ada kecenderungan begitu. Try to impose your way to other pet owners, likewise imposing your way in parenting to other parents, ato your way of leading your life, apalagi oleh seseorang tanpa anak apalagi pets, itu seperti mendeklarasi perang *klang*

    Ga di dunia nyata ga di dunia maya, self righteous human memang ada dimana2.
    For political correctness, (and be turthful to myself), me included

    Again, manusia memang lucu
    Last edited by ndugu; 28-03-2013 at 05:40 PM.

  8. #148
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    pagi2, udah membaca 2 artikel yang menarik, yet sangat kontras

    http://news.yahoo.com/hotel-living-n...063507348.html
    -- mengenai concierge servis untuk melayani orang2 super duper kaya, dan bbrp ilustrasi mengenai gaya hidup orang2 super kaya ini. the ultimate high maintenance lifestyle. private jet untuk mentransport hewan piaraan? last minute request untuk dimasakin celebrity chef privately at home? check check. pelayanan yang biasa hanya bisa ditemukan di hotel2 berbintang pun mulai ditemukan di apt2 pribad super lux.

    on the other hand...

    http://finance.yahoo.com/news/among-...223649561.html
    -- mengenai "trust fund" kids yang mewarisi duit yang tidak sedikit dari keluarganya, memutuskan untuk mendistribusikan hartanya ke komunitas. bahkan ada organisasi, yang buatku kedengaran seperti support group, untuk membantu anak2 orang kaya ini yang bingung bagaimana mau melepaskan kekayaan mereka. di situ bahkan ada bbrp artikel mengenai 'pengakuan' mereka sebagai anak orang kaya.

    kajian mengenai social class bukan topik yang baru, tapi selalu menarik untuk dilihat. on one hand, ada yang mengabuse dan memanfaatkan status sosial mereka untuk kepentingan pribadi. on the other, ada pula yang merasa "bersalah" sudah terlahir dengan berbagai privileges hidupnya. mungkin dirasakan kekayaan itu tidak mereka deserve, they didn't earn it, kebetulan aja ortu ato nenek moyangnya yang kaya. mungkin dirasakan ada social injustice di komunitas, kenapa hidup mereka sangat mudah sedangkan masih banyak yang laen yang susah payah hidupnya. mungkin mereka hanya ingin a level playing field seperti warga2 laen. mungkin pula ini bertentangan dengan pandangan politiknya.

    rata2 mereka kedengaran apologetic. bukan hanya faktor kekayaan, kadang ras pun membuat mereka semakin merasa tidak adil, terutama kalo mereka ber-ras kulit putih. afterall, it has been known and studied that orang berkulit putih memang lebih mudah hidupnya dalam masyarakat, simply for being who they are.

    while their mission in redistributing the wealth is great, but i wonder, are they doing it wisely? having worked indirectly with several non profits dan foundation2 bermisi filantropi, saya bisa melihat nilai positif metode kekayaan yang dimanaged dengan baik supaya social2 programnya bisa terus dilakukan dalam jangka panjang dan continuous. sedangkan anak2 muda ini sepertinya masih cukup idealistik, dan biarpun distribusinya dilakukan dengan pertimbangan (misalnya ke organisasi2 yang misinya sealiran dengan prinsipnya, bukan secara buta), cuman apakah pertimbangannya masih too short sighted? berhubung kekayaan yang diwarisi anak2 muda ini sangat bervariasi, barangkali bisa dikumpulkan dan dimanaged secara kolektif untuk jangka panjang?

    i wonder

  9. #149
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    kayanya bener ya, post2 di sini pada kepanjangan.
    lama2 thread ini harus di-rename jadi op-ednya ndugu nih

    *mo ngepost lagi, tapi jadi ragu*

  10. #150
    pelanggan setia Porcelain Doll's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    6,347
    gpp kali, gu....
    ga ada yg protes kan?
    g sih seneng2 aja baca postingan lo yg panjang
    Popo Nest

  11. #151
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    abisnya bertele2 po
    dan ini lama kelamaan juga selalu post mengenai opini mengenai artikel2 aja

  12. #152
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    *silent reader
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  13. #153
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    *silent reply

  14. #154
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    *silent assasin

    (Kayak kolesterol ajah...)

  15. #155
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    *silencer* - mode pembunuh bayaran
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  16. #156
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Vigilante kali
    (emang game luwak?)

  17. #157
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    pemilu malaysia kapan ya? kayanya udah setengah taonan ato mungkin udah setaonan belakangan ini saya ngeliat banyak postingan2 temen di facebook yang anti partai BN (barisan nasional) beserta anggota2nya, ato postingan video2 yang pro anwar ibrahim. apakah partai yang selama ini dominan akan terkikis kuasanya? waktu pemilu singapur yang baru2 ini, power partai PAP (people's action party) yang selama ini dominan juga katanya mendapat suara terendah sepanjang sejarah kan, walo tetep masih dominan, cuman ga sedominan sebelum2nya.

    apakah south east asian spring lagi berlangsung?

  18. #158
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    seringkali kita tidak menyadari apa yang kita punyai sampai saat kita kehilangannya. sangat klise ya? tapi sangat ada benarnya.

    beberapa waktu yang lalu, saya diminta mempelajari sebuah program komputer yang dipakai oleh orang buta. eh? orang buta bisa pake komputer? aha. ternyata bisa. there is an app for that! *ngikut iklan apple*

    sebagai manusia yang mempunyai 5 indra lengkap, seringkali kita tidak memikirkan terlalu jauh apa yang dialami oleh orang2 cacat. jujur aja, biarpun saya sangat menyadari keberuntunganku akan kelengkapan indraku, dan menyadari akan ada yang namanya kecacatan, saya tidak pernah mencoba menyelami bagaimana rasanya hidup sebagai orang cacat. isu ini mungkin boleh dikatakan sebagai hal di luar zona comfortku, sesuatu yang saya kubur dalam2 di pojokan kepalaku, hal yang tidak mengenakkan, tidak diperbincangkan, tidak dibahas, sengaja tidak terlalu saya pikirkan karena ingin saya lupakan.

    tetapi saat saya mencoba mengoperasikan komputer dengan bantuan program itu, saya harus melepaskan mouse/trackpad yang selama ini sangat erat terintegrasikan pada komputer. and i'm not talking about menggunakan text-based OS seperti linux ato unix yang memang tinggal ketak ketik aja. ini kita ngomongin pengoperasian OS dengan full-blown GUI murni tanpa mouse. puluhan mungkin ratusan kombinasi tuts di keyboard yang harus diingat. dan tidak hanya itu, pendengaran pun harus dipertajam. karena di situ lah kuncinya bagaimana orang buta "melihat" apa yang ada di monitor mereka.

    saat mempelajari program ini pun saya masih "curang", karena biarpun saya tidak lagi menggunakan mouse, tapi saya masih memanfaatkan mataku untuk melihat apa yang lagi terjadi di monitor. suara2 robot monoton yang membacakan apa yang "kulihat" sama sekali saya ignore. tapi keenggananku untuk mempercayai apa yang kudengar daripada apa yang kulihat, sedikit sebanyak justru membuatku semakin frustasi dan lebih lambat belajarnya. isnt it ironic? let's say old habits die hard. kebiasaanku sebagai able-bodied human masih kebawa2 di saat saya harus mencoba menjadi dan berpikir sebagai orang buta.

    hidup sebagai orang cacat, bener2 mempunyai cara berpikir yang berbeda. revelation itu yang kurasakan dari pengalaman itu. i mean, it's common sense, semua orang juga tau bahwa orang cacat tentu saja harus bersandar pada indra2 laennya untuk mengkompensasi apa yang tidak dia punyai. but still. to actually go through that (even though i cheated), it was an enlightening experience.

    http://www.youtube.com/watch?v=LsOo3jzkhYA

    biarpun sudah ada banyak rekaman2 video sejenis ini, we can only imagine, bagaimana rasanya seorang yang tuli mendapatkan pendengarannya untuk pertama kali. really, how does it feel? we can only imagine.

    moral of the story, hargailah semua indra2 dan kelengkapan organ2 yang dimiliki kita.

  19. #159
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681

  20. #160
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    sebenarnya renungan ini udah pernah dipost di renungan v1.0
    cuman, semenjak berusaha hidup lebih sehat, kok efeknya semakin terasa ya. alias bikin dompet kempes

    sudah menjadi pengetahuan umum kalo amrik adalah negara yang mempunyai persentase jumlah penduduk dengan kadar obesitas yang tinggi. dulu bahkan ada temen kuliah dari pakistan yang berkomentar, amrik adalah satu2nya negara yang orang miskinnya gendut2 isn't that an oxymoron? tapi kalo ngeliat makanan2 sudah-jadi yang dijual di luar sana, ngga perlu heran ya.

    fast food seperti mcd, kfc, burger king, dkk, rata2 adalah makanan 'murah' dan cukup kejangkau oleh masyarakat menengah kebawah. tapi kalo kita liat pilihan menunya, paket2 meal-nya yang biasa lengkap ada soda+fries+burger (etc) biasa justru lebih murah daripada paket meal saladnya. how do you expect people to eat healthier? insentifnya sama skali ga ada. udah ga enak, mahal lagi (menurut opini pribadi sebagai seorang yang ngga ngefans sayur )

    ke tempat jualan makanan yang lebih decent sedikit, yang biasa lebih beragam pilihan makanannya, dan yang ada salad bar ato cold/hot food bar, bagian salad juga sama skali ngga lebih murah, malah mungkin lebih mahal. salad/cold food bar yang biasanya self service, biasanya includes bermacem2 sayur, buah, dll. dan biasa ditimbang dan harganya dicharge tergantung berat. tapi kalo diliat2 ya, some veges ato buah2an bukannya justru berat ya? kandungan airnya tinggi. baru juga taro ga seberapa, berat / harganya langsung meroket. i'm lucky i can afford it. tapi buat orang yang tipis isi dompetnya, jelas akan milih alternatif laen seperti roti yang ringan yet mengenyangkan.

    saya mengerti sayur itu bahan yang lebih cepet rusak, mungkin itu yang membuatnya mahal kalo dijual ready-made gitu. but still. the whole system is kinda messed up. kalo begini kondisinya, kurasa amrik masih mempunyai perjalanan jauh untuk mengatasi masalah obesitasnya.

    kudos to mrs obama to push for healthier food choices in school cafeterias though.
    Last edited by ndugu; 03-04-2013 at 03:23 AM.

Page 8 of 18 FirstFirst ... 678910 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •