love the way we are, itu susah yho. Harus tarik-tarikan ego dulu. teori gw yg sering (dan akan) dibantah :
Dari pengalaman dan rata2, cewek tuh ego gede banget untuk merubah cowok persis sperti yang mereka inginkan, dambakan, dan agungkan.
Dari penampilan ujung kaki ampe rambut, ada sesuatu pokoknya yg harus 'dibenahi', tambah dan kurangi, ganti dg pernak pernik lain. Harus jadi cowok yg berpenampilan ideal lah, bisa dibanggain, supaya dibilang pacarnya cakep, lebih keren, sehingga cewek lain tuh paling nggak iri dan cemburu. Quite self-serving lah. Padahal cowok tuh gak butuh dibilang keren dan cakep. Pujian/compliment tuh seputar: hebat, berwibawa, beraura, berapi-api, berperforma mantap, bekerja keras, bersabar, tanggungjawab, penuh welas asih, pengertian, keras tapi romantis.. Definisi macho dan keren tuh bukan 6packs dan bau wangi, buat cowok. Salah kaprahnya kan disini.
Buat Cowok ego-nya cuman terpusat untuk memiliki cewek keren, bukan untuk merubahnya dari yg gak keren menjadi ideal dan super keren. Dari yg biasa menjadi suka dandan, wangi, dan menarik. Bukan itu. Misi intinya, untuk menginvasi, memiliki, menguasai dan akhirnya mengontrol. Faktor peran superior-inferior, pelindung dan yg terlindungi, etc. So, sebaliknya, ego nya main buat merubah kualitas mental dan hatinya. Miliki hati, maka memiliki bodynya jg.pan gitu tuhh....eaaaaa eaaa eaaaa
Tipikalnya kan gitu, kl yg "sakit" bisa jadi highly possesive, overprotective.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)

. Definisi macho dan keren tuh bukan 6packs dan bau wangi, buat cowok. Salah kaprahnya kan disini.
Reply With Quote
@All, love your stories.
. 






