Last edited by lighterheaven; 04-01-2013 at 07:47 PM.
^ Manteeeppp..
Bukannya di AlQuran itu malah banyakan di sebut nabi isa daripada muhammad? Yg mempopulerkan nabi muhammad shg melampaui nabi isa itu muslim.
Maksudnya ya emang yesus yg istimewa kok. Nabi muhammad cuman yg terakhir melengkapi ajaran yg diturunkan dari abraham.Saya mikir lagi juga, kenapa nabi Isa di Al-Quran juga menempati posisi yang berbeda. Dia nggak meninggal.. dia naik ke Surga terus dia nanti turun lagi sebagai penyelamat ketika ada Dajjal. Kenapa dipilih nabi Isa untuk itu? kenapa Yesus.. kenapa nggak nabi Muhammad aja yang diangkat, terus nanti turun lagi?
Pasti ada maksudnya kan.. pasti ada alesannya..
Agama tidak pernah diciptakan banyak dan berbeda2.Maaf ya, seperti tadi saya sebut diatas, nggak ada maksud ngejelekin agama apapun. Saya cinta Islam sebagai agama saya, dan saya sangat menghormati Kristen juga. Saya cuman yakin, Tuhan nggak nyiptain agama yang beda beda buat misahin manusia, buat bikin perang, atau mengkotak2an dan menggolong2kan.
Manusia yg diciptakan banyak, berbeda2, dan berjaman2 (generasi), shg pengertian dan metodenya terpecah2. Sumber mah satu aja, cara nerimanya yg beda2.
Kalo dibilang ga ada yg berubah itu ga bener jg. Jaman berubah, pola pikir berubah, akhirnya isi berubah. Walaupun asalnya sama. Belum lagi kepentingan orang yg berbeda2 jg menyebabkan distorsi. Itu semua bagian dari sejarah umat manusia.Semua agama yang sekarang itu sudah berhasil melewati ujian rentang waktu berabad abad. Dan nggak ada yang berubah. Artinya, nggak ada yang salah di agama apapun. Pemahaman kita yang harus lebih dalam aja, mungkin..
Last edited by ndableg; 04-01-2013 at 09:49 PM.
^ Terimakasih masukannya, kop Ndableg.![]()
kagak mas fere... dalam Islam untuk menentukan seseorang telah menjadi kafir atao murtad itu harus dengan hati2... dan orang yang tidak melaksanakan perintah dan melakukan laranganNya itu tidak secara otomatis dicap kafir/murtad.. contoh saja seseorang yang dengan sengaja tidak shalat dia tidak dikatakan kafir walopun tindakannya itu mendekatkakan dirinya kepada kekafiran apabila tidak disertai dengan pernyataan bahwa dia merasa Shalat itu tidak datang dari Allah dan shalat itu bukanlah suatu syariat... intinya dalam Islam seseorang akan dikatakan kafir/murtad apabial dia mengingkari suatu syariat (hukum) yang sudah jelas... atao dia menolak satu saja dari ayat Al-Qurabn maka dia bisa dikatakan kafir... kalo sekedar tidak melakuakan perintahnya namun tetap meyakini bahwa itu memang perintah Allah maka dia hanya di katakan kufur atau pendosa....
---------- Post Merged at 10:57 AM ----------
kagak mas fere... dalam Islam untuk menentukan seseorang telah menjadi kafir atao murtad itu harus dengan hati2... dan orang yang tidak melaksanakan perintah dan melakukan laranganNya itu tidak secara otomatis dicap kafir/murtad.. contoh saja seseorang yang dengan sengaja tidak shalat dia tidak dikatakan kafir walopun tindakannya itu mendekatkakan dirinya kepada kekafiran apabila tidak disertai dengan pernyataan bahwa dia merasa Shalat itu tidak datang dari Allah dan shalat itu bukanlah suatu syariat... intinya dalam Islam seseorang akan dikatakan kafir/murtad apabial dia mengingkari suatu syariat (hukum) yang sudah jelas... atao dia menolak satu saja dari ayat Al-Qurabn maka dia bisa dikatakan kafir... kalo sekedar tidak melakuakan perintahnya namun tetap meyakini bahwa itu memang perintah Allah maka dia hanya di katakan kufur atau pendosa....
---------- Post Merged at 11:01 AM ----------
yup selamanya nafas belum samapai dikerongkongan dan Matahari belum terbit dari barat maka setiap Tobat akan diterima oleh Allah azza wa jalla....
Sebagian ada yg berfikiran inklusif seperti ente ini, sebagian lain tidak.
Kalo ente yakin bahwa semua agama menyembah tuhan yg sama, ente bahkan bisa menciptakan ritual ente sendiri sehingga ente merasa dekat dgn tuhan ente tsb.Saya dulu pernah mikir ya, yang lebih penting itu kan deket sama Tuhan ya. Kalo emang Tuhan yang kita sembah itu semuanya sama.. salah nggak kalo kita cari ritual mana yang paling bisa mendekatkan kita sama Dia? Kalo agama kita dari awal warisan orang tua, Islam misalnya, tapi sholat nggak bisa bikin kita ngerasa deket sama Tuhan, apa salah kalo kita nyoba agama lain kalo itu bisa bikin kita ngerasa lebih deket sama Tuhan?
Itu namanya subyektifitas. Sebagian orang melihat pelaku teror 9/11 sebagai orang yg salah pemahaman agamanya. Sebagian lain tidak. Bahkan pelaku tsb meyakini tindakannya benar sesuai ajaran agamanya. Istilah "orang baik" sungguh subyektif.Karena saya pikir.. apapun agamanya, kalo dia deket sama Tuhan, pasti dia jadi orang baik ya.. karena dia akan selalu merasa diawasi, dekat, dan dibimbing. Dia akan takut berbuat jahat. (ya saya tau juga ada orang yang ngerasa deket sama Tuhan tapi pemahaman agamanya salah, akhirnya nubrukin pesawat ke gedung.. tapi ngerti lah ya maksud saya apa..)
Ya sama saja. Mungkin syahadatnya menjadi "aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan Isa utusan Allah".Terus saya juga mikir, posisi nabi Muhammad di Islam itu mirip2 sama posisi nabi Isa (Yesus) di Kristen ya. Maksudnya ya yang paling sering disebut namanya, yang paling menonjol deh. Mungkin nggak itu karena Yesus itu yang bawa injil buat Kristen, dan nabi Muhammad itu yang bawa Al-Quran buat Islam, jadi posisinya begitu.. Kalo dituker, nabi Isa yang bawa Al-Quran buat Islam, dan jadi nabi terakhir, apakah posisinya akan menempati posisi nabi Muhammad sekarang?
Sebagian memahami begitu (Isa diangkat ke langit, mungkin seperti teleportasi-nya Star Trek), sebagian lain tidak. Kalo ente meyakini Isa teletransported, maka Isa memang spesial.Saya mikir lagi juga, kenapa nabi Isa di Al-Quran juga menempati posisi yang berbeda. Dia nggak meninggal.. dia naik ke Surga terus dia nanti turun lagi sebagai penyelamat ketika ada Dajjal. Kenapa dipilih nabi Isa untuk itu? kenapa Yesus.. kenapa nggak nabi Muhammad aja yang diangkat, terus nanti turun lagi? Pasti ada maksudnya kan.. pasti ada alesannya..
![]()
^ waah bro Hajime akhirnya mampir.. terimakasih masukannya ya bro..
Buat bro Purba juga terimakasih masukannya.. terimakasih udah sudi mampir..
Last edited by lighterheaven; 05-01-2013 at 11:32 AM.
wooh.. terima kasih atas pencerahannya bro hajime, sebenarnya kemarin saya mau menanyakan
tentang batas2 ketidak taatan orang yang ditulis oleh bro lighter tsb, tetapi karena di belakang
kata 'tidak taat' tersebut ada kata 'jahat', maka saya asumsikan orang tsb benar2 sudah terlepas
dari syariat ato aturan2 dari agama yang dia anut. Makanya saya berkomentar spt itu..
Oh ya, ngomong2 soal shalat, sebenernya ada satu hadith shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari,
"..Batas antara seorang hamba dengan kekafiran adalah meninggalkan shalat."
Tapi saya lupa versi lengkapnya, nanti coba saya cari..
---------- Post Merged at 10:33 PM ----------
قال صلى الله عليه واله: من ترك صلاته حتى تفوته من غير عذر، فقد حبط عمله، ثم قال: بين العبد وبين الكفر ترك الصلاة
Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa yang meninggalakan shalatnya sehingga melewatkan waktunya
tanpa alasan maka amalnya terputus, kemudian beliau saw bersabda: Batas antara seorang hamba dan
kekafiran adalah meninggalkan shalat." [Bihar, jilid 82, hal 202]
Last edited by Fere; 05-01-2013 at 11:35 PM.
semua jawaban benar
Kabar gembira untuk kita semua, kini tai ada ekstraknya~
Kalo konsep soal nabi Isa kaya gitu yah apa bedanya ama nabi Adam???...nabi Adam malah tanpa ayah dan ibu dan langsung diciptakan oleh Tuhan..
Gue juga bukan muslim yang tat...kayanya malah Islam ktp..
^
sama opi..![]()
utk pertanyaan Bro LH : tanyakan kepada Tuhan, berdoa dengan khusyuk, minta ditunjukkan jalan yg benar
dulu2 saya berpikir spt ini (krn gw Islam ya pastinya gw pake ajaran islam lah ya)..bahwa masuk surga atau enggak itu adalah hak prerogeratif Allah. krn ada ayat yg menyebutkan "Dia mengampuni siapa yg Dia kehendaki..."
artinya : siapapun bisa masuk surga ASAL dikehendaki Allah.
tapi pertanyaannya : gimana caranya biar jadi termasuk orang yang "dikehendaki" tersebut?
klo tanya Pak Ustad jawabannya adalah "semua tuntunan agar kita mendapatkan rahmat (atau 'dikehendaki') Allah itu ada di Al-Quran dan Hadist". baiklah, oke, Tadz.
Dan ternyata, di Al-Quran itu yg terus terus terus diulang2 itu adalah masalah Tauhid. Tauhid = mengEsakan Allah. ga menduakan,menigakan,mengempatkan,melimakan, dst.
selain itu, Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan umatnya untuk selalu berdoa, agar dimatikan dalam keadaan Islam. tanya kenapa?
oh iya, pernah baca hadist:
Spoiler for ....:
yah itu aja sudah cukup buat gw, utk bertekad..mau gimanapun nanti diri gw ini akhirnya, yg penting jgn sampe (plisss jgn sampe) dari mulut or hati gw keluar kata2 bahwa ada Tuhan selain Allah. naudzubillah. ampuni hamba Ya Allah
---------- Post Merged at 12:59 AM ----------
ho oh. sama. menurut gw juga lebih hebat Adam dan hawa yang ga lahir dr siapa2. dr rahim ibu atau lewat bapak.
klo ga salah juga pernah baca ada geger di indonesia, di india, dan belahan dunia lain lahir anak2 tanpa ayah (pengakuan dr orangtuanya). yang bikin heboh, krn bikin org2 yg ga kuat iman tiba2 jadi percaya dia anak tuhan lah, inilah,itulah,dll.
pdahal, klo liat kasusnya Nabi Isa, bukan tidak mungkin hal tsb terjadi.
tp mungkin, kemungkinan bayi lahir tanpa ayah itu ama sangat kecil sekali.
sangat kecil lho, tapi bukannya tidak mungkin.
lagian, dlm Al-Quran sendiri, Nabi Isa nggak pernah menyebutkan kalo mujizat dia adalah lahir tanpa ayah. dia bilang mujizat dia itu :
Spoiler for ....:
tanya kenapa?
Last edited by spears; 06-01-2013 at 02:16 AM.
Konsep agama yang menurut gue simpel sich yah agama itu hubungan personal seseorang ama Tuhannya...dan jalanin aja apa yang diperintahkan dan soal surga atau neraka yah itu hak proegratif Tuhan yang gak bisa diganggu gugat...biarkan Tuhan yang mutusin soal itu...
Sedangkan kita yah jalanin apa yang menurut kita baik..
Terimakasih Fere.. saya jadi tambah paham..
Ya, semuanya itu relatif, jadi bisa saja bener semua, tergantung keyakinan masing2.
Bedanya menurut saya, kalo nabi Isa itu masih ada perantara Siti Maryam/Bunda Maria sebagai ibu yang mengandungnya, jadi nabi Isa bisa dapet istilah "anak", karena dia dilahirkan. Nabi Adam itu diciptakan dari tanah, jadi lebih masuk istilahnya "ciptaan", bukan dilahirkan sebagai "anak".
Saya juga masih banyak belajar kog.
Spears, terimakasih yaa.. beneran ngasih masukan lho dia..
Iya, saya juga berdoa dengan sungguh2, mengenai masalah ini.
Hanya saja saya yakin, bahwa Allah di Kristen pun sebenernya Esa. Satu, tetapi 3 sifat.
Ketika muslim merasakan kehadiran Tuhan dalam sholatnya, dan Kristen merasakan kehadiran Tuhan dalam doanya, maka menurut saya, itu Tuhan yang sama, karena di dunia ini hanya ada satu Tuhan kan.. Sesungguhnya Dia ada bersama orang orang yang berdoa.
Betul sekali kop Opi. Saya setuju.![]()
Last edited by lighterheaven; 07-01-2013 at 02:00 AM.
khusus untuk yng iniOriginally Posted by lighterheaven
ini contoh kasus perbedaan interpretasi /transliterasi yng krusial
di internal islam sendiri terbagi setidaknya ada dua posisi
posisi pertama:
menginterpretasikan ayat dng mengelaborasi sumber lain diluar quran
spt hadis dan semacamnya. Sehingga penafsirannya bercorak tendensius spt
mengistimewakan klan/kelompok tertentu misalnya, atau sebaliknya mendiskreditkannya.
Isa/Yesus tidak mati disalib, tetapi digantikan oleh orng yng menyerupai …… dst
Isa/Yesus tdk mati, tapi diangkat ke sorga dan kelak jelang kiamat diturunkan kembali …. dst
adalah hasil interpretasi kolompok ini. (terjemahan quran versi depag mengadop model ini)
posisi kedua:
menginterpretasikan ayat dng mencari akar atau keselarasan ayat lain, tanpa
mengelaborasi sumber diluar quran. Sehingga penafsirannya becorak netral/egaliter
dalam memandang kasus Isa dan Muhammad, spt misal :
Ibrahim, Isa, Muhammad adlh rasul yng terpercaya, spt rasul2 terdahulu yng mengalami
peristiwa dilahirkan, tumbuh dan mati layaknya mahluk tuhan yng lain. Dan pada diri Rasul
terdapat teladan yng baik. Itulah model penafsiran kelompok ini (tdk ada bias keistewaan
antar rasul).
contoh yng lebih ekstrim lg ttg interpretasi kerasulan adalah
posisi satu:
Muhammad adalah rasul terakhir (khataman nabiyin)
oleh karenanya, tdk akan ada rasul lg setelahnya.
posisi kedua:
Rasul terus ada sepanjang masa, krn kerasulan dipahami sbg tugas/fungsi
bukan orang yng mendapat keistimewaan spt mukjizat, kesaktian dan semacamnya.
Last edited by pasingsingan; 07-01-2013 at 05:50 AM.
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito
kalo yang ini:
sepertinya dibedakan antara nabi dan rasul ya?posisi kedua:
Rasul terus ada sepanjang masa, krn kerasulan dipahami sbg tugas/fungsi
bukan orang yng mendapat keistimewaan spt mukjizat, kesaktian dan semacamnya.
yup wa tahu hadits itu.. memang masalah shalat sangat krusial namun seatu gw menurut jumhur ulama orang yang meninnggalkan shalat karena kemalesan bukan karena mengingkari hukum shalat dia tidak jatuh dalam kekafiran hanya terjatuh dalam dosa besar...HTML Code:http://edukasi.kompasiana.com/2012/08/03/surat-buat-yang-meninggalkan-shalat/
betulOriginally Posted by danalingga
persoalan makna/pengertian antara nabi n rasul itu jg menjadi diskursus tersendiri
ada yng memandang bhw peran/fungsi rasul berbeda dng nabi, tapi ada juga
yng memahami bhw rasul n nabi itu setali tiga uang atau sama juga sami mawon.
betulOriginally Posted by lighterheaven
sbg insan yng merdeka dlm berfikir, berkehendak dan bertindak
pilihan tentu dikembalikan kpd masing2 kita, oleh karena
kita sendiri jg yng akan mempertanggung jawabkannya.
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito